Akhirnya minna san
Aku bisa update lagi
maap ya kalau cerita abstrak
faktor stress wkwk


Rumah Ino , 19.30

Ino sedang duduk terdiam di kasurnya meratapi buku buku kimia itu. Sungguh dalam hatinya, ia ingin sekali mengutuk pelajaran itu. Itachi duduk di sebrang Ino , hanya di pisahkan oleh buku buku tersebut

"Kapan mau bisa kalau lu gak suka pelajarannya?" tanya Itachi

"Emang aku gak pernah punya niatan buat bisa kok." kata Ino santai . Itachi geram sendiri mendengar pernyataan itu .

"Terus mau sampai kapan gua bantuin terus?" kata Itachi . Ino terdiam sejenak. Dia langsung menatap Itachi

"Kak?" raut wajah Ino berubah serius

"Iya?"

"Aku pengen nanya deh" kata Ino kepada Itachi

"Nanya apa ? Mau nanya lagi , H2SO4 itu apa ?"

"Bukan . Bukan soal kimia" kata Ino

"Terus?"

"Ehmm , Kak. Kok , cuma aku doang sih yang bisa liat wujud kakak ?" tanya Ino penasaran. Itachi bingung

"Kok , tiba tiba nanya kayak gitu?" tanya Itachi

"Gak kenapa kenapa sih , aku cuma penasaran" kata Ino

"Hmmm . Mungkin takdir , supaya lu bisa bantuin gua dan bales budi" kata Itachi menyangkal . Padahal , ia tau betul alasan mengapa Ino bisa melihat wujudnya. Ya , benar sekali . Karena Ino lah orang terakhir yang Itachi lihat sebelum menutup mata

"Itu aja?" jawab Ino

"Emang kenapa sih?" tanya Itachi

"Ngomong ngomong , waktu pertama kali aku ketemu kakak di WC , kenapa Yakumo bisa lihat wujud kakak?" tanya Ino. Itachi kembali mengingat ingat sewaktu dia tidak sengaja mengagetkan siswi SMA Konoha bernama Yakumo itu. Yang dia ingat , di kejadian itu ... KACA !

"Sepertinya, orang lain cuma bisa liat gua melalui kaca. Gak ada yang bisa liat langsung selain lu" kata Itachi

"Ih , gak adil . Masa aku doang sih?" kata Ino sambil mencibirkan bibirnya

"Jadi lu gak mau nih bales budi ..." baru Itachi akan melanjutkan

"Ngga, bukan gitu kok. Cuma kan kasihan temen temen kakak" kata Ino . Itachi tiba tiba merenung. Jujur , di dalam hatinya , dia sungguh merindukan teman-temannya itu

"Ngga apa apa. Yang penting sekarang gua ada temen baru" kata Itachi sambil tersenyum memaksa

"Kak , 1 lagi" tanya Ino. Itachi hanya menghela napas , dan memasang ekspresi siap mendengarkan

"Yang bakal kakak lakuin , kalau kakak bangun apa?" tanya Ino. Itachi terdiam. Dia teringat akan kata kata malaikat itu. Dia tidak bisa terlalu lama di sini. Dia tidak akan pernah bangun, itu kata Minato

"Tidak tahu." jawabnya singkat

"Kok ngga tau ? Kakak yakin ngga kepengen apa apa?" tanya Ino. Namun , Itachi masih terdiam

"Kak , kakak harus punya tujuan. Kakak kan pasti bangun" kata Ino sambil tersenyum . Itachi hanya menatapnya dengan tatapan sayu

"Tidurlah. Udah malem." kata Itachi. Ino mengangguk. Dia membereskan buku buku kimianya. Itachi pun pergi ke atap , setelah melihat Ino menyelimuti diri

Itachi merenung di atap rumah Ino. Ia menatap langit yang begitu gelap , tanpa kehadiran kerlipan bintang. Kalau dia bisa memilih , dia ingin sekali bisa terbangunn . Tapi , Minato sendiri sudah menjelaskan bahwa dia tidak akan bisa menempati tubuhnya lagi.

Ia ingin terbangun . Alasan utamanya ...

"Ino" Itachi menyebut nama itu. Ya , alasan utama Itachi ingin sekali terbangun . Entah kenapa, akhir akhir ini , Itachi selalu memikirkan Ino .

"Hai Itachi , apa kabar?" Itachi terbangun dari lamunannya. Dia mencari sumber suara itu. Minato

"Ada apa?" tanya Itachi

"Kau jatuh cinta ?" tanya Minato. Itachi terdiam

"Tidak usah di jawab. Aku pasti tahu. Aku kan malaikat." kata Minato sambil tersenyum

"Ehm , boleh saya tanya sesuatu?" tanya Itachi.

"Apapun. Apa yang mau kau tanyakan?" tanya Minato

"Kau bilang , saya tidak akan bisa terbangun. Saya akan tetap arwah. Tapi , kenapa saya masih bisa berfikir dan masih bisa mencintai , layaknya manusia?" tanya Itachi

"Oh, pertanyaan yang mudah" Minato mendeham sejenak. "Kamu tau , saat kamu menjadi manusia, bukan fisikmu yang membiarkan mu mencintai seseorang?" tanya Minato. Itachi hanya menggeleng "Maksudnya?" tanya Itachi

"Jadi begini. Manusia memang memiliki organ yang namanya Hati, tapi bukan hati yang membiarkan kita mencintai. Hati hanya melaksanakan fungsi organnya. Namun , yang membuat kita mencintai adalah jiwa kita. Itulah sebabnya, ketika kamu jatuh cinta, jantungmulah yang bergejolak , bukan hati. Karena dalam jantung itulah , kita punya kehidupan yang utuh. Dan masalah fikiran , setiap jiwa di beri akal budi supaya dapat berfikir, dan di dalam otak lah, informasi itu tertampung. Itulah mengapa kamu masiih bisa menggunakan akal budimu untuk mencari jalan keluar. Karena kamu memiliki akal budi yang sesungguhnya, buah dari segala jawaban. Bukan otak , penampung informasi yang kamu terima. Kalau otak dan akal budi di satukan , itu yang akan lebih baik. Kamu bisa memecahkan jawaban dan punya sumber sumber dari pemecahan jawaban itu di otakmu. Itulah yang membuat manusia adalah sesuatu yang amat sempurna di banding ciptaan Tuhan lainnya " kata Minato , memperjelas.

"Dan itu sebabnya, saya bisa jatuh cinta, meskipun saya hanya sekedar arwah?" tanya Itachi

"Ya, betul sekali. Tapi , sama seperti kehidupan , jatuh cinta selalu memiliki resiko" kata Minato.

"Resiko ? Resiko apa yang akan saya dapat ?" tanya Itachi

"Ya, kan saya sudah bilang. Gegar otakmu sudah parah. Dokter pun heran , di kondisimu saat ini , seharusnya garis lurus itu sudah terpampang di layar. Tapi sampai sekarang , keadaanmu masih tetaplah koma." kata Minato

Itachi segera mengerti resiko yang di jelaskan oleh Minato . Itachi juga mulai berfikir, bahwa memang kini dia bisa mencintai Ino , tapi dia tidak akan bisa memiliki Ino.

"Apa saya masih punya kesempatan untuk hidup dan memulai semuanya menjadi baru?" tanya Itachi. Iya mempertanyakan , apakah dia benar benar tidak memiliki kesempatan untuk hidup ?

"Untuk hal yang itu , saya tidak bisa jawab sekarang. Mungkin kapan kapan. Saya harus pergi. Semangat ya" kata Minato. Minato pun pergi meninggalkan Itachi. Itachi kembali menatap langit

"Sepertinya memang tidak ada" kata Itachi merenung.


SMA KONOHA , 07.00

Ino dan Itachi berjalan bersama menelusuri gerbang masuk SMA Konoha. Sedari tadi , Itachi terdiam . Ino yang mengingat dirinya bertanya terus terusan, merasa bersalah

"Kak ?" Ino memulai pembicaraan. Itachi masih terdiam

"Kak ?" panggil Ino sekali lagi. Tapi Itachi masih terdiam

"KAK !" Ino akhirnya berteriak. Itachi langsung tersadar, namun tetap menengok ke arah Ino dengan santai. Berbeda dengan Ino yang di perhatikan orang banyak karena tiba-tiba berteriak dengan sendirinya. Ino pun bingung

"KAKI KU SAKIT!" kata Ino bersandiwara.

"Dasar bodoh!" kata Itachi. Ino hanya nyengir. Mereka lalu melanjutkan perjalanan lagi

"Kak , kakak masih marah ya sama aku?" tanya Ino tanpa menengok sedikitpun . Ia takut di curigai

"Marah ? Alasannya?" tanya Itachi

"Mungkin gara gara aku bawel" kata Ino

"Udah biasa" kata Itachi santai.

"Tapi bener kan gak marah?" tiba tiba , bell masuk berbunyi

"Masuk sana , udah bell" kata Itachi

"Gak marah kan ?" tanya Ino meyakinkan

"Kalo lu gak buru buru masuk , baru gua marah" kata Itachi

"Iya iya iya" kata Ino langsung berlari ke kelas. Itachi hanya mengikutinya pelan. Itachi menangkap suatu bayangan. Sakura dan Sasori. Sakura tampak tersenyum bahagia berbincang bincang dengan Sasori. setelah beberapa detik, Sasori pergi dengan ekspresi DATAR


KANTIN SMA KONOHA , 10.00

Ino , Sakura dan Itachi berkumpul di meja kantin .

"Ino , tau gak , aku kan dapet nomornya Kak Sasori loh" kata Sakura sambil memakan baksonya

"Oh , bagus dong" kata Ino sambil memakan bakminya

"Tapi , tau gak yang lebih bagus lagi?" kata Sakura. Ino mulai penasaran. Dia yang tadinya mau menyuap makanannya , malah menaruh kembali sumpitnya

"Apa ?"

"Kemarin malam , aku iseng sms Kak Sasori. Aku pura pura nanyain ekskul yang bagus." kata Sakura

"Terus dia jawab apa?" tanya Ino

"Dia bilang sih , paling bagus fotografi" kata Sakura

"Dia memang suka fotografi" kata Itachi . Tentu saja kata kata ini hanya bisa di dengar oleh Ino

"Dia suka fotografi kali!" kata Ino

"Hmm. Itu yang keluar di pikiranku saat itu. Makanya, aku mutusin buat beli kamera SLR dan coba nekunin fotografi. Siapa tau , karena itu , dia bisa suka sama aku" kata Sakura sambil berbunga bunga. Ino hanya bisa terdiam melihat temannya yang sedang kasmaran itu. Dia tiba tiba teringat dengan misinya. Ino pun tersenyum puas melihat temannya berhasil dekat dengan Sasori


SMA KONOHA 13.00

"Ino , aku balik dulu ya" kata Sakura. Ino pun mengangguk. Sakura segera berlari. Ino dan Itachi mencari tempat duduk di taman sekolahan

"Kak , sepertinya berhasil" kata Ino

"Tadi gua juga liat , Sakura sama Sasori ngobrol berdua di koridor kelas 12" kata Itachi

"Tuh kan , mereka udah semakin dekat" kata Ino

"Tapi gak berarti Sasorinya suka kan sama Sakura ?" tanya Itachi

"Tapi , dengan kak Sasori ngebales smsnya Sakura , berarti dia suka dong? Masa Kak Sasori mau bales smsnya Sakura? Secara dia orangnya kaku begitu." kata Ino

"Emang Sasori udah bilang ke Sakura , kalau dia suka sama Sakura?"tanya Itachi.

"Ya belum sih , tapi perhatiannya ..."

"Jangan ambil kesimpulan sendiri" kata Itachi

"Kak , kakak tuh kenapa sih gak yakin banget kalo Kak Sasori suka sama Sakura?" kata Ino

"Karena dia sahabat gua. Gua bisa ngerasain kalau dia suka orang itu atau nggak" kata Itachi. Mendadak , wajahnya menjadi gelisah

"Kak?" tanya Ino. Namun Itachi terdiam

"Kak , kak Sasori gak suka siapa siapa kan?" tanya Ino . Namun Itachi masih terdiam

"Kak Sasori bisa suka sama Sakura kan?" tanya Ino . Namun , Itachi masih terdiam.

"KAK ITACHI!" kata Ino berteriak

"Itachi?" Ino dan Itachi menengok ke arah suara itu. Suara itu...

"Kak ... Sas..." Ino kehabisan kata kata. Itachi pun bingung harus bagaimana. Sasori, memasang ekspresi bingung. Ino sudah kehabisan kata kata. Dia melirik Itachi. Itachi pun sudah pasrah. Mungkin , memang sudah seharusnya, ada yang mengetahui keberadaan Itachi.

"Nggak kak, cuma ngomong sendiri. Permisi" Ino berusaha membela diri. Dia harus menutupi keadaan mereka berdua. Namun , Sasori berhasil menahannya. Sasori memengang siku Ino

"Kak, lepasin" kata Ino. Ino berusaha melepaskan diri, namun tangan Sasori begitu kuat.

"Kau bicara dengan siapa?" kata Sasori

"Ngga sama siapa siapa , cuma ngelantur" kata Ino.

"Bohong" kata Sasori. Itachi memberi isyarat kepada Ino untuk bercerita semuanya. Ino menolak , akan tetapi

"Biarlah" kata Itachi. Ino bingung. Melihat Itachi yang memohon, Ino pun akhirnya menyerah

"Baiklah. Aku jelaskan." Sasori pun melepas Ino

"Kak Sasori ingat waktu aku ditolong oleh Kak Itachi?" tanya Ino . Sasori mengangguk pelan

"Kak Itachi koma, namun jiwanya berkeliaran. Yang bisa melihatnya , cuma aku" kata Ino

"Kenapa?" tanya Sasori

"Karena aku orang terakhir yang dilihat oleh kak Itachi" kata Ino.

"Dan selama ini , Itachi selalu bersamamu?" tanya Sasori

"Iya. Dia selalu sama aku. Dia tinggal di rumahku ..." Ino memberhentikan pembicaraannya ketika melihat raut wajah Sasori yang seakan berkata 'apa?' saat Ino mengatakan bahwa Itachi tinggal di rumahnya." Tapi dia tidur di atap rumah , bukan di rumahku" kata Ino kepada Sasori.

"Jadi , dia pasti melihat semuanya ya?" tanya Sasori. Itachi mendongak. Ino bingung

"Mak...sud...nya?" tanya Ino bingung

"Lupakan." Kata Sasori

"Tapi , kakak percaya kan sama aku?" kata Ino.

"Sebenarnya , aku gak terlalu percaya arwah. Tapi kalau kau bisa membuktikannya , mungkin aku akan percaya" kata Sasori.

Ino bingung bagaimana caranya membuktikan keberadaan Itachi

"Kak Itachi , gimana ini?" tanya Ino kepada Itachi. Ino sudah tidak perlu bersembunyi. Sasori sudah mengetahui hal ini.

Itachi berfikir. Sampai akhirnya , dia teringat sesuatu sewaktu Itachi pertama kali bertemu Ino

flashback

"AAAAAAAAAAAA! NGAPAIN KAMU DISINI?" siswi itu berteriak melihat ada pria di toilet wanita. Namun, begitu dia berbalik , lelaki itu sudah menghilang

end of flashback

"Kaca!" kata Itachi kepada Ino. Ino mengangguk . Dia mencari cari kaca di tasnya. Tetapi , dia lupa membawa kacanya

"Aduh aku lupa bawa kaca" kata Ino.

"Buat ?" tanya Sasori. Ino mulai berfikir hal gila . Ino pun menarik Sasori.

"Kak Itachi , sini" kata Ino. Ino menarik Sasori dan menyuruh Itachi ikut bersamanya . Ino melihat suasana sekolah yang sudah sepi. Anak anak cheerleader pun sudah ada di lapangan belakang . Ino membawa Sasori dan Itachi ke toilet wanita.

Ino , Sasori dan Itachi sampai di toilet wanita. Sasori kaget. Dia benar benar melihat bayangan Itachi.

"Itachi?" kata Sasori. Pelan , disertai keterkejutan


Mobil Sasori, Jalan pulang

" Itachi?" panggil Sasori sambil melirik spion mobilnya (Yang di dalem mobil , yang digantung itu). Itachi membalasnya dengan anggukan

"Sudah bicara apa saja , pada Ino?" tanya Sasori. Ino yang ada di sebelah Itachi terdiam

"Tadi , gua denger , kalian berdua, lagi pada ngomongin gua sama ..."

"Sakura!" kata Ino

"Ah . Iya" kata Sasori

"Kak Sasori?" panggil Ino. Sasori hanya menjawab "hmm"

"Kak Sasori lagi suka sama seseorang gak?" tanya Ino.

"Memang kenapa?" tanya Sasori bingung

"Ya ngga apa apa. Nanya aja." jawab Ino. Suasana menjadi hening. Namun , kira kira 60 detik kemudian

"Ada" jawab Sasori. Ino dan Itachi tersentak.

"Sakura ya kak?" tanya Ino. Namun , Sasori hanya tertawa kecil. Dari jawabannya tersebut, Itachi sudah mampu mengerti apa yang di maksud oleh Sasori.

"Beneran kak?" tanya Ino yang mulai senang.

"Kau ini , benar benar tidak peka ya?" tanya Sasori. Ino kebingungan. Itachi yang mengerti jawaban itu , hanya terdiam. Sasori melihat raut wajah Itachi dalam kaca.

"Itachi , ada apa?" tanya Sasori. Namun Itachi hanya menggelengkan kepalanya


Kamar Ino , 20.00

Ino sedang tidur tiduran di ranjang. Itachi hanya berdiri di depan jendela sambil merenung. Tiba tiba , handphone Ino berbunyi. Mikoto Uchiha

"Halo tante Mikoto?" Ino menjawab telfon yang ternyata dari Mikoto. Itachi langsung menengok. Ino pun mengaktifkan loadspeaker handphonenya

"Ino , om mau untuk pergi bersama tante. Tadinya , dia tidak membalas sms tante. Pas tante kirim email yang ke 10 kalinya, dia baru membalas" kata Mikoto

"Wah bagus dong!" kata Ino. Itachi tersenyum

"Tapi..."

"Tapi ?"

"Dia bilang , ini terakhir kalinya" kata Mikoto. Nada bicaranya melemah

"Dia kan cuma berkata seperti itu. Coba aja nanti , pas kalian sedang menjenguk , kalian coba untuk memulai pembicaraan lagi" kata Ino

"Iya Ino. Tante akan coba. Terima kasih ya.." kata Mikoto. Dia mulai menangis

"Tante kenapa? Kok tiba tiba menangis?" tanya Ino

"Ngga. Tante cuma bingung. Tante sedih anak tante terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma. Tapi tante seneng , kalau kamu selamat. Kamu anak yang baik" kata Miikoto

"Tante gak boleh gitu. Kak Itachi pasti sembuh kok. Tenang aja. Dia pasti akan bangun" kata Ino menenangkan

"Iya. Tante juga percaya , pasti Itachi akan sembuh. Oh iya, satu lagi"

"Apa tante ?"

"Sasuke ingin minta maaf sama kamu. Tapi , dia malu untuk minta maaf langsung. Maafin Sasuke ya" kata Mikoto

"Iya tante. Sasuke gak salah kok. Dia cuma merasa kehilangan aja"

"Baiklah. Tante kerja dulu ya. Kapan kapan , kamu main kerumah tante ya" kata Mikoto

"Ah iya. Tenang tante" kata Ino

"Oh iya , satu lagi"

"Apa tante?"

"Tante kemarin sempet mikir, kamu tau darimana kantor tante?" tanya Mikoto. Ino sudah mulai bingung. Dia ingin menjawab 'dari Sasuke' , tapi Sasuke pasti marah .

"Ya, aku nyari tau aja" kata Ino

"Tau dari mana?" tanya Mikoto

"Dari ... Internet" kata Ino . Itachi hanya bisa menggeleng kepala

"Internet?" Mikoto bingung

"Iya, tante sama om kan terkenal di infotainment. Nah aku nyari tau alamat kantor tante di internet . Begitu deh" kata Ino

"Oh, begitu. Maaf ya, kesannya tante curigaan banget"

"Gak apa apa tante. Lagian , kalau aku jadi tante , aku pasti juga bingung" kata Ino

"Yasudah. Tante kerja dulu ya" kata Mikoto. Mereka pun mengakhiri pembicaraannya

"Akhirnya kak, misi 3 udah mau selesai" kata Ino tersenyum. Itachi tersentak mendengar kelegaan Ino mengenai misinya yang hampir selesai. Itachi pun menatap Ino

"Ino?"

"Iya?"

"Kalau kita gak ketemu lagi , lu gimana?" tanya Itachi . Ino bingung

"Gimana apanya?" tanya Ino

"Lupakan" kata Itachi. "Tidurlah." kata Itachi

"Aku belum bisa tidur" kata Ino

"Yasudah. Gua duluan" kata Itachi. Itachi pun keluar dari jendela, meninggalkan Ino. Dia duduk di atap rumah Ino


Atap rumah Ino

Itachi memikirkan kata kata Sasori tadi

"Kau ini , benar benar tidak peka ya?"

Kata kata itu terus terngiang di pikiran Itachi

"Akhirnya kak, misi 3 udah mau selesai"

Kata kata itu pun terngiang. Itachi mulai kebingungan . Dia mulai membayangkan , apa yang akan terjadi jika dia dan Ino tidak bisa bersama seperti ini lagi. Dia membenci dirinya. Kenapa dia harus jatuh cinta ketika dirinya tidak pantas lagi untuk mencintai? Kenapa temannya harus move on ke orang yang dia cintai?

Itachi ingin misinya cepat selesai, tapi Itachi sulit untuk meninggalkan Ino . Itachi terus bertanya , sampai kapan kisah tidak sempurna ini terus terjadi

To be continue


Astaga. Maaf banget kalau terlalu berbelit belit.

Maaf banget yaaaay

Aku lagi lama banget nih update karena tugas sekolaahh

Fokusku jadi terbagi bagi .

Doakan aku yang mau masuk PTN yaaa :D dan teman teman , makasih ya udah menyukai ceritaku ini . Dan terimakasih atas kritik yang sangat membantu :D . GBUA :D