Hallo Minna .. Udah update lagi nihh
Mungkin bahasanya makin aneh . Atau makin membuat penasaran ?
Check this out aja yaaa
SMA Konoha , 07.00
Itachi dan Ino berjalan bersama di sekolahan. Ino terlihat masih mengantuk
"HOAMMM" Ino menguap sekencang kencangnya
"Sudah tidur lama, masih saja mengantuk" kata Itachi kepada Ino
"Habisnya , pelajaran pertama hari ini adalah kimia" kata Ino
"Ada sesuatu tuh" kata Itachi menunjuk wajah Ino . Ino bingung
"Hah ? ada apaan kak ?" tanya Ino ketakutan
"Kebodohan" kata Itachi santai . Ino langsung manyun
"huuh . Aku pikir kakak mau membohongiku lagi" kata Ino
"Membohongi?" kata Itachi bingung
"Iya. Beberapa hari yang lalu waktu aku tanya soal kenapa cuma aku yang bisa liat kakak"
"Terus ?" kata Itachi santai
"Iya . Malamnya kakak berbicara seolah olah itu adalah takdir. Dan saat sarapan , tiba tiba ..."
"Soal malam itu , sebenarnya karena lu adalah orang terakhir yang gua liat sebelum gua bener bener pergi"
"Oh itu." kata Itachi santai
"Kakak ini , tidak ada rasa bersalah sama sekali apa?" kata Ino
"Ino" suara Itachi berubah. Nadanya menjadi lebih berat
"Iya ?"
"Boleh kalau gua manggil lu kayak Sasori?" tanya Itachi
"Maksud?" Ino agak bingung
"Mulai sekarang , kita ngomong 'aku-kamu' ?" Jantung Ino tiba tiba berdegup kencang mendengar pertanyaan Itachi itu. Ino tidak bisa menahan senyum yang terlukis di wajahnya
"Astaga. Ya boleh lah kak! Aku sih gak pernah masalahin orang mau ngomong sama aku pake kata apa" kata Ino . Itachi tersenyum. "Ngomong-ngomong, kenapa tiba tiba banget kak?" kata Ino
"Ah , tidak" Kata Itachi
"Ah , ayoo kenapa? Kok mendadak banget sih?" Wajah Ino tiba tiba memerah. Entah kenapa rasanya senang sekali Ino
"Kita kan sekarang sudah berteman. Sebaiknya kita mulai berbicara selayaknya sahabat. Bukan orang asing , ataupun teman biasa". Senyum Ino tiba tiba hilang mendengar Itachi menyebut kata teman. Entah kenapa , kata itu agak memberi efek mengecewakan pada Ino
"Tapi kan , bukannya kakak biasa memakai panggilan itu untuk teman-teman kakak?" tanya Ino bingung . Checkmate. Tentu saja begitu . Seluruh akatsuki tidak mengenal panggilan baku seperti aku-kamu , kecuali orang itu dianggap ...
"Ah, dasar nona sok-tahu" kata Itachi tersenyum. Ino kesal di ejek seperti itu.
"Yasudah. Sebentar lagi masuk kelas. Ayo" kata Ino kemudian berlari ke kelas
Kelas 10 SMA KONOHA
Kelas serasa bising seluruh anak anak di kelas tampak berbincang bincang. Namun ketika Ino masuk kelas , ada satu pemandangan yang ia anggap paling menarik dari segala yang ada di kelas. Sakura dan Sasuke
"Sakura" panggil Sasuke pelan kepada Sakura yang ada di sebelahnya
"Iya?" jawabnya
"Maaf" kata Sasuke
"Untuk ?" tanya Sakura
"Maaf sudah bersikap kasar padamu dan Ino." kata Sasuke dengan nada yang agak sedikit jual mahal
"Ah kau tidak bersikap kasar padaku ! Tapi sama Kak Sasori" kata Sakura jengkel
"Hm?"
"Iya. Waktu itu kamu memarahi Kak Sasori. Padahal kan dia lebih tua darimu. Seharusnya kamu menghormatinya" kata Sakura kesal
"Tapi aku tidak mencari masalah dengan nya. Jelas kalau aku marah" kata Sasuke yang akhirnya memulai pembicaraan panjang lebar
"Ia tapi dengan menyahutnya seperti itu sama saja dengan kurang ajar" Sakura kesal "Minta maaflah pada Kak Sasori , baru ku maafkan"
Sasuke agak kesal dengan perkataan Sakura itu. Sesaat Sasuke melihat Ino yang sedang memandang ke arah mereka.
"Aku akan minta maaf dengan Ino"
"Dan Kak Sasori." tambah Sakura . Sasuke mulai hilang kesabaran. Akan tetapi
"Akan ku pikirkan" kata Sasuke. Ino hanya tertawa melihat pemandangan itu. Seketika Sakura sadar bahwa dari tadi, sahabatnya memperhatikannya
"Dasar Sakura" kata Ino . Sakura hanya memandang Ino dengan tatapan heran. Semua murid duduk di tempatnya masing masing. Dari jendela , Itachi memperhatikan Ino yang sedang duduk dan diam-diam tersenyum
Kantin SMA KONOHA
"Hmm. Ino , tebak deh! Aku sekarang makin deket loh sama Kak Sasori" kata Sakura sembari tersenyum-senyum sendiri membayangkan kejadian malam kemarin dimana ia dan Sasori berkirim SMS
"Bagus dong !" Kata Ino kepada Sakura sembari memakan bakminya.
"Kamu mau gak bantuin aku?" wajah Sakura mendadak berubah menjadi serius
"Bantuin apaan?"
"Kamu bantuin aku cari tau dong , Kak Sasori lagi deket sama cewek siapa lagi" kata Sakura
"Kenapa kamu gak nanya ?" tanya Ino
"Ya aku kan nggak berani , Ino" kata Sakura cemberut
"Iya. Kemarin aku udah nanya kok" kata Ino
"Hah ? Kapan ? Kok aku gak tau?" tanya Sakura
"Iya . Kemarin kebetulan aku di tawarin pulang bareng sama Kak Sasori. Aku nanya deh di mobil ,dia lagi suka sama siapa. Tapi dia cuma bilang kalau aku ini tidak peka" kata Ino sambil melahap baksonya. Raut wajah Sakura berubah. Dia merasa ada yang aneh dengan informasi yang di berikan Ino
"Maksudnya dia?" tanya Sakura dengan raut wajah serius
"Ya dia bilang aku tidak peka. Tapi aku peka" kata Ino santai. Jantung Sakura berdebar cepat. Dia mendadak khawatir dengan jawaban yang akan di berikan Ino
"Aku peka. Dia merespon mu. Apalagi namanya kalau bukan menyukai ?" kata Ino. Sakura mulai merasa tenang dengan respon Ino. Tapi dia tetap khawatir dengan jawaban Sasori yang diucapkannya kepada Ino. 'Tidak peka' ?
"Ngomong-ngomong, kok dia bisa tiba tiba nawarin kamu pulang ?" tanya Sakura. Kali ini giliran Ino yang merasa terjebak dengan pernyataan Sakura. Dia tidak mungkin membeberkan rahasia Itachi untuk yang kedua kali . Apalagi sekarang Itachi menghilang entah kemana
"Hmm. Iya dia tiba tiba nawarin aja kok." kata Ino yang hampir mau garuk garuk kepala. Kapan sih Ino pintar berbohong?
"Hmm. Ino , aku bisa ke toilet dulu?" belum sempat Ino menjawab 'iya' , Sakura sudah bangkit dan pergi meninggalkan Ino makan sendirian. Ino hanya bisa bingung melihat reaksi Sakura yang berubah tiba tiba
TOILET PUTRI
Sakura tiba di sebuah toilet putri SMA Konoha. Dia memandang wajahnya di kaca dan terus berpikiran tentang jawaban Sasori yang di lontarkan pada Ino. Ia tidak ingin berfikir negatif. Tapi memang seharusnya , gadis sepintar Sakura peka terhadap apa yang dilontarkan Sasori pada Ino.
"Tidak , aku tidak boleh berfikiran negatif seperti ini" kata Sakura sembari melihat dirinya sendiri di dalam kaca"
SMA KONOHA , 13.00
Semua murid SMA Konoha telah pulang. Ino dan Sakura berjalan melewati koridor bersama-sama. Mendadak ada sms yang masuk ke handphone Ino.
08098xxxx
Ino, kamu bisa kerumah sakit sekarang?
Tante ingin cerita . -Mikoto-
Ino terkejut mendapat sms dari Mikoto. Dia mencari keberadaan Itachi yang sedari tadi menghilang. Sakura bingung melihat tingkah laku sahabatnya
"Cari siapa, Ino?" tanya Sakura. Ino bingung harus berkata apa
"Ahh , ngga. Aku dapet sms dari mamanya Sasuke. Jadi ..."
"Kamu nyari Sasuke?" tanya Sakura.
"Eh , iya sih tapi ..." Ino bingung. Dia tidak berniat mencari Sasuke karena dia tidak ingin ada keributan seperti hari hari kemarin. Tapi dia bingung harus menjawab apa ke Sakura.
"Mau aku cariin Sasuke nya?" tanya Sakura
"Ah , nggak usah . Aku pergi sendiri aja. Aku takut ribut. Aku duluan ya !" kata Ino berlari kencang dan berusaha mencari Itachi. Sakura kini tertinggal sendiri. Entah mengapa , timbul niatan dalam hatinya untuk mencari keberadaan Sasori. Sakura pun akhirnya berlari mencari Sasori.
Meanwhile
Ino terus mencari keberadaan Itachi disekolah. Mendadak , ada seseorang datang di belakangnya. Dia menepuk pundak Ino. Ino terkejut dan menengok ke belakang
"Kak Sasori?"
Sementara itu , di waktu bersamaan , Sakura yang sedang mencari Sasori dihadang oleh Karin dan anggota gengnya yang kebetulan berpapasan di koridor sekolah. Mereka berpakaian seperti cheerleader dan sepertinya akan segera latihan
"Hai nona Sakura. Apa kabar ?" tanya Karin dengan nada sedikit pelan namun diiringi tatapan tajam
"Kamu mau apa sih?" tanya Sakura
"Apa kami boleh tahu , kau dan Sasuke ada hubungan apa?" tanya Karin dan teman-temannya yang mendadak mengelilingi Sakura seakan sigap untuk mengeroyok dirinya
"Aku tak ada hubungan apa-apa . Kami cuma teman. Tak lebih" kata Sakura singkat
"Oh. Baguslah. Aku hanya ingin bilang supaya kau tidak usah mendekat-dekati Sasuke karena kau tidak pantas! Kau itu hanya gadis kutu buku yang tidak pantas bersanding dengan orang populer seperti ku" kata Karin
"Siapa yang mendekat-dekatinya? Aku tidak suka padanya. Aku sudah menyukai seseorang dan orang itu bukan Sasuke" kata Sakura
"Oh ya? Baguslah kalau begitu. Ngomong-ngomong, kenapa kau masih disini? Mana sahabat pirangmu itu?" tanya Karin
"Dia sudah pulang. Dia ada urusan penting" kata Sakura . Tiba - tiba , Shion datang menghampiri Karin. Shion tampak terburu-buru sambil merapikan seragam cheers nya
"Eh eh, kalian sudah tau belum? Aku melihat nyonya Yamanaka sedang berpelukan dengan Kak Sasori loh di belakang sekolah!" kata Shion. Dia memang terkenal sebagai tukang gosip di angkatannya. Sakura terkejut dengan perkataan Shion
"Ha! Memang dasar 2 sahabat sok cantik! Percaya diri sekali mereka mendekati orang orang keren di sekolah ini! Dasar ..." Omongan Karin dihentikan oleh Sakura yang mendorongnya amat kuat dan berlari menuju belakang sekolah
Belakang Sekolah
"Kak Sasori mengagetkan saja" kata Ino sembari tertawa
"Sedang mencari apa?" tanya Sasori
"Aku sedang mencari Itachi . Aku ada perlu. Mamanya ingin aku kesana. Aku ingin membawa Kak Itachi bersamaku" kata Ino
"Sudah berapa lama kau dengan Itachi saling kenal?" tanya Sasori
"Ya baru beberapa hari ini. Belum lama. Tapi dia orang yang menyenangkan" Kata Ino. Mendadak Sasori memeluk Ino. Ino ingin melepaskan pelukannya . Akan tetapi
"Biarkan aku seperti ini . Sebentar saja" kata Sasori yang berbisik di telinga Ino. Ino berusaha untuk melepaskan pelukannya
"Kak , lepasin!" kata Ino berusaha mendorong tubuh Sasori. Sasori pun akhirnya melepaskan pelukannya
"Maaf. Aku tidak bisa menahannya" kata Sasori dengan nada penyesalan
"Kak , tidak seharusnya kakak memeluk orang sembarangan. Kalau kakak melakukan hal seperti ini , kakak akan melukai perasaan seseorang" kata Ino kepada Sasori
"Siapa ? Sakura? Aku tidak peduli." kata Sasori . Disaat Sasori mengucapkan kata kata itu , Sakura menemukan keberadaan mereka dan bersembunyi di balik tembok belakang sekolah yang tidak jauh dari keberadaan mereka. Sakura melihat kearah keduanya setelah mendengar perkataan itu
"Tapi dia memedulikannya , kak! Dia mencintai Kakak. Dia sahabatku" kata Ino
"Bagaimana denganmu? Apa kau terlalu polos sampai tidak menyadari semuanya?" tanya Sasori . Ino diam. Ino tidak bisa menjawab apa-apa. Sakura yang melihatnya mendadak meneteskan air mata pertamanya dari mata kirinya. Sesaat dia ingin pergi , tiba-tiba ada yang memeluknya
"Sasu..." Sasuke menutup mulut Sakura. Dan melepaskan pelukannya. Terlihat bahwa Sasuke habis dari perpustakaan ketika Sakura merasakan tangan Sasuke yang memegang sebuah buku tertanda milik SMA KONOHA. Wajahnya tidak menunjukkan kepedulian , lebih ke arah amarah. Diapun memasukkan buku yang ada di genggamannya ke dalam tas. Dia menggeletakkan tasnya di tanah . Dia menghapus airmata Sakura, memberi isyarat agar Sakura diam di tempat dan segera berjalan menuju ke arah Sasori dan Ino.
"Sasuke , tadi mamamu ..." baru Ino ingin memberitahu tentang smsnya , tetapi Sasuke tidak menghiraukannya. Ini menonjok wajah Sasori yang berdiri di hadapannya. Sakura yang melihatnnya segera menghampiri Sasori
"SASUKE! HENTIKAN!" kata Sakura berteriak. Ino melihat ke arah Sakura yang tiba-tiba saja sudah datang. Ino terkejut. Ia tau , sepertinya Sakura mendengar pembicaraan Sasori dan Ino.
"Sakura. Maaf" kata Ino. Tapi Sakura hanya memandang Ino sebentar dengan tatapan kecewa. Dia lalu menunduk. Disaat yang bersamaan , Sasuke melepaskan Sasori dan membiarkannya tergeletak di tanah.
"Kau beruntung. Bahkan disaat seperti ini , dia masih tetap membelamu" kata Sasuke kepada Sasori. Sasuke melirik ke arah Sakura yang masih menunduk kecewa. Dia menarik tangan Sakura, akan tetapi Sakura malah berusaha melepaskannya. Sasuke segera mengambil tasnya yang tergeletak di tanah ketika menyerang Sasori dan pergi berlalu meninggalkan mereka bertiga
"Sakura, maaf. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan." kata Ino
"Tadi kau bilang , kau mau pergi . Lalu , kenapa masih disini?" tanya Sakura
"Kalau aku bilang , kau tidak akan percaya" kata Ino
"Apa yang tidak akan aku percaya? Aku sahabatmu. Selalu mempercayaimu. Sampai aku melihat kejadian ini" kata Sakura dengan nada penuh lirih
"Maaf, seharusnya dari awal aku ceritakan padamu masalahku" kata Ino. Sakura terdiam. Dia melihat ke arah Ino dan berharap perkataan Ino bukanlah perkataan yang tidak ingin ia dengar
"Aku mencari Itachi." sesaat Sakura bingung terhadap ucapan Ino. Namun Ino melanjutkan. "Jiwa Itachi selalu bersamaku sejak kecelakaan itu. Sejak di kantin aku tidak mencarinya. Pertemuan dengan bukan disengaja olehku. Sungguh" kata Ino. Sakura masih terdiam
"Maaf , Sakura. Ini salahku" kata Sasori yang kemudian bangkit dari tanah. Dia memegang lebam lukanya. Dia menghampiri Sakura. "Kau bilang , kau sahabatnya. Kau selalu mempercayainya. Apa omonganmu itu hanya isapan jempol belaka? Kalau kau mau benci seseorang, bencilah padaku. Jangan pada Ino!" kata Sasori. Sakura masih terdiam. Dia berusaha menahan air matanya
"Kak Sasori. Jangan keras. Ini salahku. Kalau aku ceritakkan dari awal, semua tidak akan seperti ini" kata Ino. Tiba tiba dia melihat bayangan Itachi yang berdiri di tempat Sakura berdiri semula . "Sakura, aku akan melanjutkan semuanya. Tidak hari ini. Besok hari libur. Aku harap , kau mau membukakan pintu rumahmu untuk mendengarkanku." kata Ino berusaha menenangkan Sakura.
"Kau mau kemana?" Akhirnya Sakura membuka mulut, meski ia masih menunduk
"Kak Itachi sudah disini. Aku harus menyampaikan pesan Mamanya" kata Ino. "Tapi aku akan menjelaskan semuanya . Tidak hari ini. Mungkin besok" kata Ino
"Pergilah. Aku ingin bicara berdua dengannya" kata Sasori. Sakura terkejut. Hal apa lagi yang akan menyakitinya hari ini. Sudah di keroyok Karin , dan melihat pemandangan ini. Ino sekilas menatap mereka berdua. Tapi Sasori memberi isyarat agar Ino percaya. Ino mengangguk dan menghampiri Itachi. Ino menengok sekilas dan melihat Sasori membawa Sakura untuk duduk bersamanya
Di jalan menuju rumah Sakit
"Kakak , maaf ya. Aku membocorkan hal ini. Aku tidak mau Sakura salah paham" kata Ino
"Gak apa apa. Aku mengerti" kata Itachi menunduk
"Kenapa kakak jadi lesu sih?" kata Ino .
"Tidak apa apa" kata Itachi mendadak jadi bersemangat
"Kak , ngomong-ngomong tadi kakak kemana saja sih?" tanya Ino
"Aku mengikuti Sasuke ke perpustakaan. Aku hanya senang melihat dia begitu peduli padaku. Dia mencari cara untuk menyembuhkan dan membangkitkan seseorang dari koma. Aku sangat ingin berbincang bincang dengannya" kata Itachi
"Lalu , kenapa kalian tiba tiba bisa menemukanku?" tanya Ino penasaran.
"Saat Sasuke keluar dari perpustakaan , dia melihat Sakura berlari mendorong Karin. Ku tebak , Sasuke sedang memikirkan apa yang di perbuat oleh Karin. Benar saja , Sasuke menghampirinya. Tadinya, aku ingin mencari mu, tapi aku sedang senang dengan tingkah Sasuke yang semakin bertumbuh menjadi orang yang peduli dan memiliki rasa ingin melindungi teman" kata Itachi tersenyum kecil. Ino senang melihatnya. Lalu
Flashback
"Aku tidak menyakitinya , Sasuke sayang! Dia tiba-tiba berlari sesaat mendengar berita sahabatnya dan Kak Sasori sedang berpelukan di belakang sekolah" Kata Karin dengan nada menggoda yang sukses membuat Sasuke dan Itachi jijik mendengarnya. Sasuke segera berlari . Itachi menebak bahwa Sasuke akan menyusul mereka ke belakang sekolah dan benar, Sasuke dan Itachi menemukan Sakura di belakang sekolah sedang menitikkan air mata. Beruntung Sasuke sempat menghadang jalan Sakura dan menghapus airmatanya
End of flashback
"Dasar Karin! Semua karena dia! Tapi , benarkah Sasuke melakukan itu untuk Sakura?" kata Ino. Ia mulai heran dengan sikap Sasuke terhadap Sakura. Tetapi , Ia tersentuh dengan tindakan Sasuke yang berusaha melindungi Sakura
"Kau itu terlalu bodoh ya untuk menebak perasaan orang?" kata Itachi. Ino cemberut
"Sudahlah. Jangan mengejekku seolah olah aku ini orang paling bodoh." kata Ino
"Tapi sama seperti Sasuke , aku juga menganggap Sasori beruntung" kata Itachi tersenyum iseng . Itachi mendadak terdiam. Ino melihat kearah Itachi
"Sebentar lagi keberuntungan ada di depan mata. Kita akan menyelesaikan misi kita. Dan aku berjanji , misi Sasori dan Tante Mikoto akan selesai" kata Ino. Itachi tersenyum . Dalam hati , Itachi hanya bisa berkata 'Kau tidak mengerti. Sasori bisa terus ada bersamamu, dan aku? Cepat atau lambat, kau pasti melupakanku'.
WUAAAAH
MAAP BANGET YA CERITA INI SEMAKIN ABSTRAK
Maaf kalo update agak lamaaaa yaaaaa :D Gomen gomen . Aku banyak tugas banget karena aku udah mau ujian . Semoga ujianku bisa berjalan lancar yaaaa ! Sipp sipp
untuk UchiHersia : Makasiii yaaa review nya hehehe . Maaf ya agak lama, karena ngebut tugas ini hehe .
