Koisuru Neko ha Kujikenai

*Ch 2*

Story © alice dreamland

Vocaloid © Crypton Media and Yamaha Corp

Genre: Romance, Hurt/comfort.

Warning: Typo(s), all in Normal PoV, berdasarkan lagu 'Koisuru Neko ha Kujikenai' (sebagian), request Sae Hinata (pairing) dan Mahou-san (lagu)

"Lho? Luka-chan?" tanya Lenka ketika menyadari bahwa Luka tak lagi berada di sebelahnya. Ia pun menjadi panik. Pikirannya tidak menentu. Apalagi dengan sempitnya waktu, ia tak dapat mengandalkan siapapun selain Luka.

"Apa aku harus membolos hari ini ya?" pikirnya gelisah. Namun ia mengeleng-gelengkan kepalanya—mengurungkan niatnya.

"Tidak! Aku kan harus kesekolah!" Maka gadis berambut honeyblonde itu pun segera berlari dengan cepat ke sekolah. Dulu ia sering pergi kesana untuk mengunjungi 'dia'. Jadi seharusnya ia masih dapat mengingat jalannya.

Lenka berlari dengan kencang menuju sekolah. Ia berlari tanpa memedulikan sekitar. Setidaknya ia berharap bisa bertemu dengan 'dia'. Lenka pun berlari kencang—hingga tanpa sadar menabrak seseorang. Ia pun terjatuh terduduk.

"Ah! Maaf!" pekik Lenka kaget. Orang yang menabraknya mengulurkan tangannya. Dengan cepat Lenka menerima ulurannya.

"Terima kasih," ucap Lenka sambil menepuk-nepuk roknya ketika ia sudah berhasil berdiri.

"Maaf, tapi aku buru-buru," jawab lelaki tersebut misterius lalu berlari dan menghilang di tikungan. Lenka ternganga melihat lelaki tadi.

"Di-Dia kan—!"

.

.

.

Ini hari kedua Lenka bersekolah di SMP Haruna. Sejak hari pertama, ia sudah nempel terus dengan Luka. Meskipun begitu, karena Luka sering pergi-pergi dan ngacir dari em… seorang perempuan Berambut ungu yang mengejarnya secara rutin, ia dengan mudah tersesat di sekolah yang besar itu.

Hari ini jga sama. Luka meninggalkan Lenka demi melarikan diri. Lenka hanya bisa pasrah saja. Ia pun masuk ke dalam sekolah sendirian sebelum menyadari sesuatu.

"Tunggu—"

.

.

.

.

.

"AKU LUPA DIMANA KELASNYA! LUKAAAAA-CHAAANNN! JANGAN TINGGALKAN AKU SENDIRIAN DISNINIII!" batin Lenka panik. Lalu ia pun segera berlari dengan cepat tanpa arah, hingga…

Brak!

Lenka sekali lagi menabrak seseorang. Dan seperti sebelumnya, hanya Lenka yang terjatuh.

"Maaf!" ucap Lenka dan orang itu bersamaan—sebelum menoleh bersamaan.

"Kau?" tanya orang tersebut—seorang pemuda berambut honeyblonde dengan beberapa jepit putih di poninya—sebelum menyodorkan tangannya.

"A-Ah…" Lenka tidak dapat berkata apa-apa dan hanya menerima uluran tersebut. Wajahnya serasa memanas.

"Arigatou," ucap Lenka pelan dengan wajah bersemu merah. Pemuda itu mengangguk.

"Kau siapa? Sepertinya ini pertama kalinya aku bertemu denganmu, sebelum insiden kemarin pagi," ucap pemuda itu sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.

"Ah… A-Aku murid baru… Na-Namaku Kagamine Lenka… Bi-Biasa dipanggil Lenka… Yo-Yoroshiku onegaishimasu!" seru Lenka sambil menunduk sembilan puluh derajat.

"U-Uoo… Tidak usah terlalu formal juga tidak apa-apa kok, namaku Kagamine Rinto. Panggil saja Rinto. Aneh ya? Marga kita bisa sama," ucap Rinto sembari tertawa. Lenka hanya ikut tertawa kecil dengan nada canggung.

"Itu kan karena aku mengambilnya dari namamu!" batin Lenka ceria.

"Oh… Kau sedang ingin kemana?" tanya Rinto penasaran. Keringat dingin bercucuran dari pelipis Lenka.

"A-A-Aku cu-cuman te-tersesat k-kok…," jawab Lenka sambil menundukkan kepalanya—berusaha menyembunyikan wajahnya yang tersipu malu.

"O-Oh… Mau kuantar? Kau sedang ingin kemana? Kelasmu dimana?" tanya Rinto bertubi-tubi. Respon Rinto membuat Lenka mengadahkan kepala dengan pandangan tak percaya.

"Ma-Mau!" Jerit Lenka bahagia. "Aku di kelas 3-A!"

Rinto menaikkan sebelah alisny. "3-A ya? Kebetulan aku juga sedang kesana. Baik, ayo kita jalan, Lenka!" seru Rinto sambil menarik tangan Lenka, membuat Lenka tersipu.

"KYAA! AKU BERGANDENGAN TANGAN DENGAN RINTO-SAMA!" batinnya.

.

.

.

"Minna… Kita akan mempunyai seorang murid baru hari ini, bersikaplah yang baik dengannya ya~!" ucap sang wali kelas—Tone Rion—dengan ceria. Lalu gadis berambut honeyblonde sepunggung itu—Lenka—masuk ke kelas dengan canggung.

"E-Ettou… S-Salam kenal! S-Saya Kagamine Lenka. Yo-Yoroshiku onegaishimasu!" Jerit Lenka sambil menunduk sembilan puluh derajat, membuat Rion-sensei dan sekelas sweatdrop seketika.

"E-Em, Lenka-chan, sebaiknya tidak usah canggung dan terlalu formal ya," bisik seorang gadis dikuncir twintail dan berwarna hijau tosca yang duduk di barisan terdepan.

"E-Eh? Memangnya aku terlalu formal ya?" batin Lenka binggung.

"Lenka-san, kau bisa duduk di antara Luka-san dan Rinto-san," tutur Rion sensei sambil menunjuk sebuah bangku kosong diantara Luka dan Rinto. Lenka hanya tersenyum sopan kepada Rinto lalu memberikan deathglare kepada Luka.

Luka tersenyum ragu sambil mengatupkan kedua tangannya dan menggumamkan 'gomenasai' berulang-ulang. Membuat beberapa murid menoleh ke arahnya—kebinggungan. Meskipun mereka tahu bahwa Luka itu orangnya antik, mereka tetap saja tak habis pikir apa yang dilakukannya.

"Luka~ Nanti tolong temani aku makan pada saat makan siang ya? Maaf saja, tapi aku tidak menerima penolakan~," ujar Lenka dengan seringai kejam. Luka hanya bisa meneguk ludahnya dan mengangguk pasrah.

Lenka langsung tersenyum puas. Setidaknya itulah hukumanmu, Luka. Karena kau telah meninggalkan Lenka sendirian tadi. Bahkan, mungkin kau belum tahu kalau Lenka itu buta arah (walaupun memorinya bagus).

.

.

.

"Nee Lenka, aku benar-benar minta maaf meninggalkanmu tadi!" jerit Luka sambil mengatupkan kedua tangannya rapat. Sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya, ia sudah memaafkan Luka, namun karna ia menjunjung tinggi harga dirinya, ia terpaksa tak menunjukkannya.

"Tiada maaf bagimu!" jerit Lenka sambil menggembungkan kedua pipinya. Luka mendesah. Namun tiba-tiba saja sebuah ide muncul dalam pikirannya.

"Ah! Bagaimana kalau aku membelikanmu banana parfait di kantin saat makan siang nanti?" tawar Luka. Telinga Lenka melebar mendengar bujukan Luka.

"Kalau begitu… baiklah!" jawab Lenka ceria. Maka, mereka berdua pun beranjak menuju kantin—berhubung sekarang sudah merupakan jam makan siang.

.

Oke… Chap ini selesai juga, gomen lama…! Ini balasan reviewnya :3

-Sae Hinata

Ini sudah lanjut Sae, maaf lama updatenya. Dan kayaknya bukan Three-shot karena ada rencana masukkan 'konflik' sedikit ke cerita ini X3 Arigatou sudah me-review! XD

-Kurotori Rei

Arigatou Rei, ini sudah lanjut, arigatou sudah me-review! X3

-Kei-T Masoharu

Okee… Em… Itu anime apa ya? Alice ga nonton #gubrak (Kyoko: Kebanyakan main Osu sama Yuki dan Celia *sweatdrop*) Okee… Alice akan coba buat happy end! Arigatou Kei sudah me-review! X3

-Mahou-chan

Douita X3 Arigatou Mahou-chan sudah me-review! XD

Terima kasih banyak untuk semua yang telah me-review, fave, dan membaca cerita ini! Saya senang sekali lho, banyak yakng suka QAQ

Sekian!

~alice dreamland