Koisuru Neko ha Kujikenai

*Ch 3*

Story © alice dreamland

Vocaloid © Crypton Media and Yamaha Corp

Genre: Romance, Hurt/comfort.

Warning: Typo(s), all in Normal PoV, berdasarkan lagu 'Koisuru Neko ha Kujikenai' (sebagian), request Sae Hinata (pairing) dan Mahou-san (lagu)

"Gunakan waktumu sebagai manusia dengan baik, karena waktumu akan berakhir pada tahun ketiga bulan keenam…"

Lenka ingat jelas apa yang dikatakan sang dewi kepadanya. Ia tidak mempunyai banyak waktu. Memang, ia sudah mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk dua tahun ini. Ia dan Rinto sudah bersahabat baik.

Ia juga menjalin persahabatan yang erat dengan Luka dan murid-murid sekelas lainnya—termasuk Gakupo; cowok yang ditaksir Luka jauh dalam lubuk hatinya. Walaupun sifat tsunderenya lah yang tampak jika bersama dengannya.

Well, itu mungkin karena Gakupo menaksir Luka dengan cara yang unik… Membuntutinya kemanapun Luka pergi bagaikan anjing yang setia kepada majikannya. Luka yang tak terbiasa dengan yang namanya 'confession', langsung menolak Gakupo mentah-mentah.

Lenka sendiri kini telah mempunyai sebuah tujuan lain selama ia bersama dengan Luka, Gakupo, Rinto, IA (teman baru di kelasnya), dan teman-teman sekelas lainnya. Ia, Rinto, dan IA sering berkomplot untuk membicarakan rencana mereka yang (cukup) nista:

'LUKA GAKUPO BERSATU!'

Gaje memang, tapi entah mengapa kini Luka terlihat sedikit berbeda daripada duluyang langsung menolak mentah-mentah setelah ia lari dan dikejar. Kini Luka hanya mendengarkan sampai selesai dahulu baru menolak.

Yah, sebenarnya sama saja ya.

"Kapan mereka berdua akan jadian kalau begini terus?" batin IA, Lenka, dan Rinto sambil sweatdrop ketika melihat Luka dan Gakupo sedang 'kejar-kejaran' di koridor sekolah.

"Eh! Jangan lari! Lagi di-pel!" jerit seorang cleaning service entah siapa itu, Luka yang berlari di depan menoleh sejenak ke belakang—kebinggungan. Namun, karena arah pandangannya kini terfokus ke belakang, ia pun tidak melihat ke depan yang ternyata adalah sebuah tangga.

"Eh?"

.

.

.

.

.

"KYAA!" Luka pun menjerit, sedangkan Lenka sudah panik sendiri dan mulai mengguncang-guncang Rinto disebelahnya. Rinto? Sudah pusing diguncang Lenka. IA? Facepalm-ing di tempat.

Hup!

Dengan cepat Gakupo yang kini sudah dibelakang Luka menarik Luka agar tidak jatuh. Luka sempat gembira mengetahui dirinya tidak jatuh, tapi…

Bruk!

Luka dan Gakupo terjatuh. Dengan posisi Gakupo di bawah dan Luka di atas. Wajah mereka berhadapan dan Luka yang 'sadar' duluan langsung berdiri sambil menepuk-nepuk rok-nya.

"Arigatou…," ucap Luka setengah-setengah kepada Gakupo yang kini sedang memposisikan dirinya untuk duduk di lantai. Gakupo yang mendengarnya langsung berbinar.

"Apapun untuk Luka hime tersay—"

Jduagg!

Ucapan Gakupo terpotong oleh tinju 'sayang' dari Luka yang kini wajahnya sudah semerah tomat.

"BAKA! SUDAH KUBILANG JANGAN PANGGIL AKU SEPERTI ITU!"

Rinto, Lenka, dan IA hanya bertatap-tatapan dan mulai berpikir untuk mengalihkan pembicaraan. Karena bisa-bisa Gakupo babak belur jika dibiarkan.

"Nee! Luka-chan, apa kau tahu tentang cermin itu?" tanya IA yang otaknya encer—tentunya mengganti topik. Hehehe.

"Eh? Cermin apa?" tanya Luka dan langsung menghampiri IA yang sudah mulai berjalan pergi—untuk masuk ke kelas. Dan karena Luka pergi, Gakupo pun ikut pergi. Diiringi oleh Lenka dan Rinto.

"Oh! Cermin yang katanya akan menampakkan siapa kita sebenarnya itu ya?" tanya Rinto yang mendengar pertanyaan Luka.

"Eh? Yang mana ya?" Luka yang kebinggungan pun menoleh kearah Rinto—meminta penjelasan. Lenka hanya terdiam—tidak mengerti.

"Yang ada di gudang sekolah si— katanya orang-orang," timpal Gakupo setengah-setengah. Luka hanya ber-oh ria sedangkan Lenka sedang mencoba untuk mengerti.

"Wujud asli begitu?" tanya Lenka—masih belum terlalu mengerti. IA mengangguk mantap.

"Begitu deh."

"Ah, kalau begitu tidak ada masalah kan jika kita bersama-sama melihatnya?" usul Luka tiba-tiba. IA menoleh ke arah Luka.

"Kurasa tidak apa-apa, lagian aku juga ingin tahu bagaimana bentuk cermin aneh itu," tutur IA datar. Rinto dan Gakupo hanya mengangguk. Lenka? Wajahnya sudah pucat pasi.

"Kalau wujud asli kan berarti refleksiku… KUCING?!" batinnya ngeri.

"Lenka? Bagaimana denganmu?" tanya Rinto. "Eh? Lenka?"

"A-A-Apa?" tanya Lenka—berusaha bersuara normal walaupun saat ini ia merasa sangat gugup.

"Kau tidak sedang sakit kan?" Ttnya IA sambil menaikkan sebelah alisnya. Lenka menggeleng mantap.

"A-Aku tidak apa-apa… Ah! Aku pergi ke kelas duluan ya!" Lenka pun berlari meninggalkan keempat teman-temannya yang kebinggungan dengan kelakuannya.

"Ada apa dengannya?"

.

.

.

"Jadi… Kapan?" tanya Luka memastikan.

"Bagaimana kalau pulang sekolah besok?" IA mengusulkan. Rinto mengangguk menyetujui.

"Kelihatannya bagus! Nee, Lenka! Kau ikut juga kan?"'tanya Rinto memastikan.

"E-E-Eh?! A-Aku…" Lenka kelihatan kebinggungan—sudah terdengar jelas dari ucapannya.

"Bagaimana ini… Aku tidak mau…! Tapi Rinto ikut…," batin Lenka kebinggungan.

"I-Iya… A-Aku ikut," jawab Lenka akhirnya.

"BAKA! KENAPA KAU BILANG MAU?!" Batin Lenka.

"Waahh! Kalau begini kan seru! Lagian gudang sekolah kan agak besar, cukup susah untuk dicari sendiri!" Luka menepuk kedua tangannya, gembira.

"Yah… Kurasa aku tidak dapat bilang 'tidak' lagi ya…," batin Lenka dengan air mata berlinang.

"Kalau begitu jangan lupa! Besok ya! Pulang sekolah! Sore jaa!" jerit Luka lalu keluar dari kelas—disusul Gakupo dan Rinto. IA sedang membereskan barang-barangnya, sedangkan Lenka masih mematung di tempatnya.

"Kalau kau tidak bisa, seharusnya kau katakan saja sejak awal," ucap IA datar ketika ia melewati Lenka untuk keluar kelas. "Aku tahu kau sebenarnya tidak sanggup… Begitu juga aku…"

Lenka tertegun mendengar ucapan IA. Saat itu hanya tinggal ia sendiri di kelas, jadi tak ada orang lain yang mendengar ucapannya.

"Apa… maksudnya?"

.

Um... OOC tidak? Kayaknya kok rada OOC begitu… ._.

Betewe, ini balasan review:

-Kei-T Masoharu

Setuju kan? Kalau Gakupo jadi cewek? #nah

Iya… Lennka ketemu Rinto… Lenka ketemu Rinto… *nyanyi-nyanyi gaje*

Ok! Sudah lanjut! Arigatou sudah me-review! X3

-Kurotori Rei

Iya… Ok! Ini sudah lanjut! Arigatou sudah me-review! OwO)/

-Mahou-chan

Ehehe, terima kasih! Iya… Ini happy end, soalnya ending-nya sudah terlanjur dibuat yang happy X3

Arigatou sudah me-review! XD

-Ryuuna Hideyoshi

Okee… Ini sudah lanjut, arigatou Ryuuna sudah me-review! X3

-Sae Kiyomi

Iya… Soalnya kalau ngikut sana nanti alurnya tambah beda lagi. Ini aja sudah masuk IA, jadi tambah muncul konflik lagi X3

Ok! Arigatou sudah ditunggu dan me-review! XD

Arigatouuntuk semua yang sudah baca sampai sini, fav, ataupun fol!

Sekian!

~alice dreamland