WOLVES

Rate : T

© Haruno Kagura

Pair(s) : all EXO official couples

Summary : Enam yeoja manis merupakan siswi dari Cheonam-Dong High School yang terkenal akan kecantikan mereka. Tiba-tiba, salah satu dari mereka menabrak salah seorang dari enam namja tampan. Apalagi yang akan datang setelahnya?

Warning : Highschool!AU. Uke!GS.

Disclaimer : EXO itu dipunyai oleh ortu mereka, Tuhan Yang Maha Esa, manajemen, agensi, serta para fans.

Balesan review:

Dikarenakan saya males, jadi saya bales reviewnya disini wokeh? Wokehhh…

Okay. So, the first one..

KaiSoo Fujoshi SNH :

Gomawo bangetbanget ya, udah nge review ni fict abal. Lanjutin ga ya? #dibakar HAHAHA. Just kidd. Bakal saya lanjutin kok.

Lisnana1:

Oh, HunHan pasti dongs. Secara saya juga HunHaners :3 #kibarbenderaHunHan. Tapi, saya akan bertindak adil #cielahbahasanye jadi kita lihat saja nanti. Muehehehe #ketawanista

Squishsyoo:

Kamu sangat bersemangat.. SAYA SUKA GAYA KAMU! Haha! Saya juga penasaran nih sama ceritanya! #nahlho

Lacie-song:

Makanya nih. OH LUHANKU SAYANG, BERILAH KECANTIKANMU KEPADA KITA #digebokThehun. Hehe, nih, udah dibikin lanjutannya.

Onkey shipper04:

Uh, maaf, tapi sayangnya bukan. Hehe. Maaf bangetbanget yah! Emang Twilight ceritanya begitu yah? Saya nonton Twilight aja yang Breaking Dawn doang. Part 1 aja pula (Soalnya yang itu ada adegan bokepnya. Hehe). Hahahaha. Anyway, thanks for the review!

Exolove:

Hehehe. Makasihh :3.

Shileedaelee99:

Ohohohoho :*

Younlaycious88:

Hmm, kemungkinan sih seumuran tapi, kita lihat aja pas cerita berlangsung ;)

:

Hahaha. Emang ukenya terlalu unyu bin ucul sedangkan para seme terlalu sekseh. Trims atas dukunganyaaaa!

Ohsrh:

Luhan emang bidadari yang jatuh dari Surga dan hanya untuk Thehun bin tamvan bin sekseh bin cadel (?). Oh, tentu dong. Tapi, lihat saja nanti, ya.

Yurako Koizumi:

Ahahahaha. Makasih banget ya udah review. Mao nyari? Ikutan dong! #eh

Wokeh deh, balesannya Cuma segini dulu yah. Yang lainnya sori gabisa dibales. But, thanks for the review guys! Lafflaff you :*

~ o0o ~

Chapter 2:

"Baiklah Kai-ssi, kau boleh duduk disebelah Do Kyungsoo," pinta (baca: perintah) Cho-seonsaeng kepada pemuda tan disebelahnya. Kai hanya menggumamkan'gomawo' dan berjalan menuju tempat duduk barunya.

Grekk…

"Permisi," bisiknya manis bagai madu ditelinga Kyungsoo. Kyungsoo merasa wajahnya mulai memerah hanya menundukkan kepalanya dan mengangguk pelan sebelum mendengar pelajaran tentang sejarah yang dipelopori oleh Cho-seonsaeng.

Kai mengulum senyum gelinya ketika melihat semburat merah muda pada pipi tembem gadis disebelahnya itu. Imutnya, pikirnya gemas ketika melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh si gadis.

Tetapi, tiba-tiba, ia menunduk dengan cepat. Wajahnya yang tadinya sumringah menjadi agak mengkerut seperti menahan sakit ketika ia mencium wangi yang menguar dari tubuh gadis disampingnya. Wangi tersebut seperti wangi seorang bayi yang telah dimandikan begitu wangi dan memabukkan sehingga Kai tidak mengetahui apakah ia bisa melepaskan dirinya dari kemabukkan itu.

Sehun melihat Kai dengan khawatir. Ia tahu apa yang sedang dirasakan oleh Kai. Kai sedang melawan monster dalam dirinya. Tetapi, ia kemudian melirikkan pupil matanya kearah sebelahnya dan menemukan seorang gadis yang diketahui bernama Xi Luhan. Luhan terlihat sedang menutupi wajah manisnya dengan buku tebal sejarahnya dan mulai memanyun-manyunkan bibir merahnya mengikuti kata-kata yang sedang dilontarkan oleh guru killer didepannya itu. Meledek, maksudnya. Karena bosan, Luhan pun akhirnya menghentikan kegiatan-memanyunkan-bibir dan mulai memperhatikan guru yang sangat dibencinya itu.

'Siapa tahu tiba-tiba ia mengadakan ulangan,' pikir Luhan memutar bola matanya.

Typical sadist teacher.

Sehun berusaha setengah mati menahan kurva yang ingin membentuk dari bibir tipis miliknya. Bibir tipis itu akhirnya hanya membentuk sebuah senyum samar. Yah, daripada kelihatan. Bisa pingsan gadis satu kelas. Katakanlah dia narsis, tetapi bukankah itu kenyataan?

Kris, yang ternyata duduk disebelah Tao dan merupakan posisi strategis karena berada paling belakang, mengamati Tao yang sekarang sedang tidur dengan wajah damai serta seimut baby panda yang begitu menggemaskan. Ingin rasanya Kris 'memakan' Tao sekarang juga.

Hold on, Kris! This isn't a rated M fict, ya' know!?

Mungkin sih.

.

.

.

.

Sedangkan disebelah kelas Kyung-Han-Tao…

"Yo, kids! How are you?!" suara baritone ceria seorang pria berseru dengan begitu keras. Begitu memekakkan telinga.

"Good morning, . We're fine!" seru anak-anak keras ketika homeroom teacher mereka yang juga merupakan guru English mereka masuk. Salah satu dari mereka adalah si gadis mungil nan imut kita yang sering memakai eyeliner. Yap, that's Byun Baekhyun, partner in crime Luhan dalam menggoda orang.

"Baiklah, hari ini kita kedatangan tiga murid baru. Silahkan masuk!" guru mereka, Max Changmin, berseru dengan semangat '45.

Seorang pemuda masuk. Ia mempunyai rambut cepak hitam dengan mata membelo besar bewarna dark chocolate. Pemuda itu mempunyai telinga seperti elf. Ia memasang senyum lebar hingga menampilkan gigi geliginya yang putih. Seketika, para gadis didalam kelas itu menahan nafas mereka. Yah, kecuali gadis berdimple kita dan gadis dengan pipi chubby didepannya. Yang terlihat tertarik mungkin hanya gadis mungil kita, Baekhyun.

Baekhyun menatap pemuda yang berada didepan kelasnya itu dengan mata yang membelalak manis. Sang pemuda yang merasa diperhatikan, secara tiba-tiba menoleh kearah gadis mungil tersebut. Baekhyun, saking terkejutnya, sampai tidak bisa mengalihkan pandangannya. Setelah puas memandang Baekhyun, ia langsung menatap seluruh kelas dengan wajah tersenyum bertambah lebar.

Baekhyun mengerjap-ngerjapkan matanya. Apakah si pemuda itu baru saja menyeringai kepadanya? Oh, ia mempunyai feeling yang entah mengapa membuatnya merinding.

"Nah, karena kami sedang pelajaran B. Inggris, silahkan perkenalkan diri dengan English!" ucap Mr. Changmin dengan semangat.

"Annyeonghaseo, my name is Park Chanyeol. You all can call me Chanyeol," dengan semangat yang sama dengan sang guru, si pemuda memperkenalkan dirinya dengan Inggris yang sangat lancar.

"Arraseo, Chanyeol-ssi, now you can sit down beside," dengan kata-kata ini, para gadis, terkecuali Yixing dan Xiumin yang masih acuh tak acuh serta Baekhyun yang masih bengong, mengambil sebuah kotak bedak dari masing-masing tas mereka dan merias wajah mereka.

"Byun Baekhyun-ssi," kontan, para gadis langsung memasang wajah lesu. Yah, bagaimana tidak lesu, kalau ternyata cowok pindahan gorgeous incaran kalian ternyata dipasangkan oleh salah satu gadis yang dikenal merupakan salah satu gadis dari kumpulan gadis paling bergengsi di sekolah. Dan juga gadis ini terkenal akan wajahnya yang imut bagaikan anak anjing. Melihatnya saja sudah membuat para gadis minder. Well, kecuali sahabat-sahabatnya sih, wong mereka natural beauty semua. Ngapain iri? Sudah kehendak Tuhan gitu.

"Okay, thank you, sir," Chanyeol membungkuk sekali lagi kearah sang guru dan membalikkan tubuhnya untuk pergi ke tempat duduknya yang bersebelahan dengan seorang gadis mungil manis yang masih bengong ditempatnya.

"Next!"

Seorang pemuda masuk lagi. Pemuda ini mempunyai wajah berbentuk persegi dengan dimple di kedua pipinya. Pemuda itu mempunyai senyum a la pepsodent white yang amat sangat lebar. Seketika, para gadis disana menahan nafas ketika melihat senyum yang dipancarkan si pemuda. Begitu hangat dan menenangkan.

"Good morning, everyone!" sapa si pemuda dengan suara tenornya sehingga menarik perhatian Xiumin yang sedari tadi melihat kuku-kukunya yang ia cat merah menyala. Para gadis langsung menyapanya dengan berbagai macam nada, "My name is Kim Jongdae, but you can call me Chen."

"Thank you, Chen, now you can sit beside that chubby girl, her name is Kim Minseok or you can call her Xiumin," Mr. Changmin berkata dengan cukup (baca : sangat) keras sehingga Xiumin langsung menoleh dan berseru, "I can still hear you, sir!"

Mr. Changmin hanya terkekeh geli melihat murid perempuannya itu. Ia memang suka menggoda murid-muridnya yang ia bilang lucu. Yang sudah menjadi korbannya itu, Xiumin dan Luhan. Lucu saja melihat kedua gadis itu berseru karena candaannya.

"Dasar guru sarap," gumam Xiumin, sengaja keras. Hitung-hitung balas dendam. Terdengar seruan, "Hey!" dari Mr. Changmin dan dibalas Xiumin dengan mehrong.

Revenge IS sweet.

"Okay, the last one,"

Seorang pemuda masuk. Ia memiliki rambut hitam cepak dengan mata yang memancarkan kelembutan dan kehangatan. Yixing entah kenapa merasa tertarik dengan sang pemuda sejak pertama kali ia masuk. Pemuda itu terlihat begitu menarik dimata Yixing.

Sama seperti Yixing, para gadis disana juga sama terkesimanya melihat seorang pangeran-tanpa-kuda-putih-dan-juga-pendek. Tetapi tidak apa kan? Yang penting ganteng.

"Good morning," suara bass milik pemuda itu begitu lembut di telinga Yixing. "My name is Kim Joonmyeon. You all can call me Suho," lanjut Suho dengan sangat lancar dan tanpa kesalahan.

"Okay, you can sit beside Zhang Yixing," perintah Mr. Changmin. Setelah memastikan semua duduk, ia pun memerintahkan murid-muridnya untuk membuka buku paket mereka masing-masing.

.

.

.

.

First recess…

"Ya! Kami disini!" seorang gadis dengan mata bagai rusa berteriak kepada tiga gadis yang tengah celingak-celinguk mencari tiga gadis yang merupakan sahabat mereka. Tiga gadis lainnya, Baekhyun, Yixing, dan Xiumin, sepertinya tidak mendengar nama mereka disebut saking penuhnya kantin sekolah mereka sekarang.

"Sepertinya tidak terdengar," desah Kyungsoo mengendikkan bahunya.

Grek…

"HOI!" Tao, yang sedari tadi diam, akhirnya mengambil langkah tercepat. Berteriak. Dengan amat sangat kencang.

Siiing..

Seketika, kantin yang tadinya terdengar berisik, menjadi hening. Baekhyun, Yixing, dan Xiumin hanya melongo dan mematung ditempat. Mereka sama sekali tidak tahu kalau Tao akan mengambil tindakan seekstrem itu. Yah, namanya juga Tao. Dia kan tidak bisa ditebak.

Luhan dan Kyungsoo menggeleng-geleng dari tempat mereka duduk dan menggumamkan sesuatu seperti 'kami tidak kenal' dan 'Tao gila'. Tao, melihat ketiga sahabatnya hanya mematung, segera menghampiri mereka dan menarik mereka. Ketika sudah selesai menarik mereka, ia berdiri dan memasang sebuah senyum bersalah dan berkata dengan suara alto miliknya.

Bisa bayangkan 'kan, betapa kencangnya suara Huang Zitao ketika ia berteriak?

Yeah, merusak telinga.

"Dasar Taotao gila," desis Baekhyun, "kalau berteriak tuh, kira-kira dong, Taotao."

"Yah, lagian jiejie gak denger panggilan Lulu-jie. Yasudah, aku teriak saja," jawabnya sambil memakan udon miliknya, acuh tak acuh.

"Tapi 'kan tidak usah sekeras itu, Tao," nasihat gadis bermata bulat disampingnya itu. Kyungsoo hanya menghela nafasnya ketika Tao hanya mengangkat bahunya dengan innocent.

"Hei, apa aku salah lihat atau kita sepertinya akan kedatangan pendatang?"

Tiba-tiba, gadis berdimple, yang duduk didepan Baekhyun dan juga disamping Tao, berkata dengan nada heran ketika melihat enam pemuda yang baru saja dikenalkan di kelas mereka masing-masing berjalan kearah mereka.

"Kau sama sekali tidak salah, Xingie," kata Xiumin sambil memicingkan matanya,

"Mereka memang kesini."

.

.

.

"Permisi, nona-nona,"

Seorang pemuda, dengan senyum angelic diwajahnya, menyapa keenam gadis yang duduk di sebuah meja panjang kantin dan menyisakan banyak tempat duduk karena tubuh mereka yang mungil dan langsing.

"Ada yang bisa kami bantu?" tanya Yixing, sebagai yang duduk paling pinggir sehingga dekat dengan pemuda berwajah angelic itu. Yixing menunjukkan senyum dimple manisnya dan mengerjapkan matanya polos.

Dan para pemuda yang ada disana hanya menatap keenam pemuda itu dengan tatapan iri.

Pemuda angelic itu, menatap langsung kedalam mata polos Yixing. Dia masih tersenyum, tetapi kalau kau melihat lebih tajam, di pipi pemuda itu terlihat warna pink yang sangat samar.

Tatap, tatap, tatap, ta-

"Suho-hyung, kau mau bertanya tidak sih?" seorang pemuda, yang kita ketahui bernama Oh Sehun, menyikut sikunya ke lengan hyungnya dan mendesis.

"O-oh. Mianhae, kami hanya ingin bertanya, bisakah kami duduk dimeja ini?" si pemuda bertanya, masih dengan senyuman angelic miliknya.

"Tidak apa-apa, silahkan saja," Xiumin mengambil alih Yixing. Dikarenakan Yixing sudah terbang ke alam bengongnya. Ia menyilahkan para pemuda untuk duduk dimeja mereka.

Luhan segera mempersempit jaraknya dengan Tao. Sehun langsung saja menempati tempat di sisi Luhan. Luhan terkejut dan dengan refleks menjauh. Ia menundukkan wajahnya yang memerah malu ketika kedua pasang orbs platina milik si Pemuda Oh menatapnya dengan heran.

Tao, yang melihat ini, tersenyum menggoda dan mendekatkan wajahnya ke telinga milik Luhan serta membisikkan sesuatu kepada Luhan, yang dihadiahi 'pukulan sayang' oleh Luhan. Sehun yang mendengar bisikkan Tao, hanya terkekeh dalam hati.

.

.

.

.

"Kau tahu, mereka sepertinya menganggap kita tidak ada deh," si cadel-tapi-ganteng, Oh Sehun, berbisik kepada seorang pemuda tan disebelahnya ketika melirik sekumpulan gadis disebelah mereka sibuk mengobrol dan tertawa sendiri.

"Yah, biarkan saja mereka. Lagipula, yang minta tumpangan 'kan kita," Jongin menjawab dengan angkatan bahu acuh tak acuh miliknya. Sehun, yang mendapatkan perlakuan begitu, hanya mendengus sambil bergumam, dasar-Kkamjong-tak-tahu-diuntung.

Pasrah dengan semua kelakuan hyungnya, Sehun melirik mata platinanya untuk memandang gadis dengan rambut cokelat kemerahan serta mata doe bewarna cokelat terang disampingnya, sedang melantunkan sebuah tawa yang terdengar begitu indah ditelinga Sehun.

Sehun pun memulai memakan bento miliknya sambil sesekali melihat gadis disampingnya.

Gadis itu tertawa riang. Gadis itu sedang memakan ramen miliknya dengan pelan-pelan. Ia sekarang sedang meminum strawberry milkshake miliknya. Lihatlah bibir pink cherry miliknya itu. Lihat-

Eh, maaf mengganggu kegiatan 'memperhatikan'mu itu, Sehun. Tapi, bukankah itu namanya stalking?

Oh, sudahlah. Ia terlalu mabuk dengan gadis itu.

.

.

.

"Lulu-jie, kurasa selama kita istirahat tadi. Pemuda cadel itu selalu memperhatikanmu, deh,"

Saat ini, Tao dan Luhan sedang berjalan melalui koridor sekolah mereka. Mereka baru saja memenuhi panggilan alam mereka dari toilet. Tao dan Luhan memang selalu begitu kok. Setelah mereka menyelesaikan makanan mereka, mereka akan pamit dan menuju toilet.

Luhan, yang mendengar pernyataan Tao, hanya mendengus (walaupun sebenarnya ada bercak merah muda samar di pipi putihnya) dan menjawab, "Tidak mungkin, Taotao. Dan berhenti memanggil dia dengan sebutan- uhh, apa tadi?"

"Cadel, jie. Cadel,"

"Yah, terserah. Yang penting penyakit kelainan dimana orang tidak dapat berkata sebuah huruf dengan benar," Luhan memutar bola matanya, "Lagipula, kenapa sih kau memanggilnya cadel -yes! Aku bisa mengatakannya- sih?"

"Well, itu kenyataan, jiejieku tersayang," Luhan berpura-pura muntah, "dia 'kan kalau mengucapkan 's' jadi 'th',"

"Yah, setidaknya dia cute," gumam Luhan cukup besar untuk Tao mendengar. Tao mengerling padanya dan mulai menggoda, "Cute, huh?"

"Ih. Jangan menggangguku, Taotao," wajah Luhan sudah memerah dan itu membuat Tao semakin gencar mengejek Luhan. "Muka jiejie sudah merah lhoo."

"Diam ah, Taotao!"

"Hahahahaha."

.

.

.

"Kau sudah memutuskan gadis rusa itu untuk menjadi milikmu?" tanya Jongin sambil melirik pemuda disampingnya, Oh Sehun, yang sedang memutar-mutar lollipop rasa jeruk dimulutnya. Ia melirik Jongin dan menggumamkan sesuatu. Jongin, yang tidak mengerti maksudnya, menatap pemuda albino tersebut dengan alis terangkat.

Plop!

"Iya, aku sudah memutuskan," Sehun menjawab dengan nada yakin dan memutar-mutar lollipopnya ditangan.

"Well, semoga berhasil. Cadel," cengiran.

"YA!"

Dan berikutnya, terdengar suara orang berlari di koridor panjang itu.

.

.

.

"Hannie, kau kenapa? Sakit, ya?" Kyungsoo menoleh ke belakang dan mendapati sahabat rusanya sudah hampir tepar dimejanya. Gadis rusa itu mengangkat wajahnya dan menoleh kearah sahabat yang duduk didepannya itu dengan mata cokelat terangnya yang sayu.

"Ngantuk," jawabnya singkat dan kembali untuk tidur dalam lipatan tangannya. Kyungsoo hanya menghela nafas, ia sudah terlalu terbiasa dengan sifat Luhan yang satu ini.

"Kau tidur jam berapa kemarin?" tanya Kyungsoo sambil membelai rambut Luhan yang sehalus sutra itu dengan sayang. Luhan mendengkur senang dan menjawab, "Sekitar satu subuh, kukira,"

"Yasudah, tidur saja. Nanti aku akan menjelaskanmu tentang pelajaran Soo-seonsaeng," katanya menepuk kepala Luhan dengan lembut. Luhan menggumamkan 'Gomawo' pada Kyungsoo dan kembali tertidur. Ia hanya tersenyum dan membelai rambut Luhan dengan lembut untuk terakhir kalinya.

Ia pun menghadap depan lagi dan mulai memerhatikan wanita cantik yang berada didepan kelasnya itu. Wanita itu mempunyai tubuh yang sangat diidamkan oleh para wanita lain. Ia mempunyai pipi chubby, mata bulat sehitam jelaga, bibir merah merekah, dan hidung mancung. Ia juga mempunyai figure langsing. Yang menjadi asset utamanya adalah kakinya, yang benar-benar panjang, langsing, serta mempunyai thigh gap yang begitu sempurna. Ia mempunyai julukan shiksin –dewi makanan- karena makannya yang bisa menghabiskan porsi untuk 6 orang. Walaupun begitu, ia sama sekali tidak bertambah beratnya. Kupersembahkan, guru fisika Cheonam-Dong High yang dikagumi seluruh gadis dan pemuda, Choi –soon-to-be-Max- Sooyoung!

Wanita yang berusia awal 20 ini, dikabarkan sudah bertunangan dengan guru yang dikenal dengan semangat berlebihannya dan keisengannya. Changmin juga dipanggil shiksin karena makannya yang melebihi kuli bangunan dan tetap langsing. Mereka berdua dipanggil Shiksin Couple oleh satu sekolah, termasuk guru-guru lain.

Wanita itu berjalan kearah meja Kyungsoo dan bertanya dengan suara alto lembut miliknya, "Kyungsoo-ya, ada apa dengan Luhan-ah?"

"Biasa, seonsaeng. Tidurnya malam lagi," ringis Kyungsoo. Sooyoung hanya mengangguk mengerti dan tersenyum kecil. Terbiasa dengan kelakuan anak didiknya yang satu ini. Ia hanya menepuk kepala Luhan lembut dan kembali mengajarkan tentang Hukum Newton.

.

.

.

Teng tong teng…

"Baik, anak-anak. Kerjakan pekerjaan rumah kalian dengan baik. Besok saya akan periksa," sambil membereskan bukunya, Sooyoung memberi perintah kepada para muridnya, "Sampai jumpa, anak-anak."

"Sampai jumpa, Soo-seonsaeng," koor anak-anak serempak. Walaupun diberi pekerjaan rumah setumpuk, entah kenapa mereka sama sekali tidak bisa membenci guru muda tersebut.

Set

Tiba-tiba, saat ia hendak keluar kelas, tiga orang pemuda , Yifan, Sehun, dan Jongin, melewatinya. Ia menyunggingkan sebuah senyum yang sulit diartikan kepada mereka bertiga dan segera berlalu.

"Dasar merepotkan," Yifan, tiba-tiba berkata dengan nada flat miliknya sambil memutar bola matanya. Jongin melirik hyungnya itu dan berkata, "Kau bisa dibunuh olehnya jika dia mendengarnya."

"Biarkan. Biar dia tahu seberapa repotnya ia," Yifan tetap pada pendiriannya dan mulai berjalan agak cepat. Sehun hanya menatap punggung hyungnya dan akhirnya berkata,

"Kris-hyung, benar-benar akan dibunuh olehnya."

Dan Jongin hanya mengangguk mengiyakan.

~TBC~

Arena Bacotan Aneh:

HAI~! Saya sudah comeback dengan fict yang satu ini! Saya harap ini akan meredakan dahaga kalian terhadap cerita ini. Chapter ketiganya AKAN saya usahakan cepat updatenya ya. Doakan aja.

Btw, kalian penasaran gak ama dia? Kalian boleh nebak kok. dan kalo yang beruntung, boleh request cerita apapun. inget APAPUN. ke saya.

Dan untuk teman saya, Blastjoe2311, gue udah menuhin utang ye…

Oke, cukup segini dulu dan…

PLIS REVIEW!