WOLVES
Rate : T
© Haruno Kagura
Pair(s) : all EXO official couples
Summary : Enam yeoja manis merupakan siswi dari Cheonam-Dong High School yang terkenal akan kecantikan mereka. Tiba-tiba, salah satu dari mereka menabrak salah seorang dari enam namja tampan. Apalagi yang akan datang setelahnya?
Warning : Highschool!AU. Uke!GS. Typo. Kemungkinan ada OC sangat tinggi.
Disclaimer : EXO itu dipunyai oleh ortu mereka, Tuhan Yang Maha Esa, manajemen, agensi, serta para fans.
Chapter 3 :
"Lu, Luhan-ie,"
Seorang gadis yang tertidur dengan wajah innocentnya sedikit terganggu dengan suara seseorang yang berusaha membangunnya. Luhan mulai menenggelamkan wajah cantiknya kedalam kubangan tangannya lebih dalam. Orang yang membangunkannya hanya menghela nafas frustasi. Inilah Luhan, kalau sudah tidur, orang segalak apapun tidak akan dihiraukan olehnya. Terdengar kasak-kusuk lagi dan akhirnya,
"LUHAN-JIE! BANGUN!"
Tao.
Itu. Sudah. Pasti. Tao.
"KYAAA~!"
Bruk!
"Aduh! Jiejie!" erang Tao kesakitan ketika dagunya dengan dramatis mencium pucuk kepala Luhan. Luhan, yang sudah sepenuhnya bangun, mengerang dan menatap tajam Tao. Sahabat-sahabat lainnya hanya menggeleng pasrah.
"Sudah-sudah. Ayo, kita harus pulang. Jung -ahjussi sudah menunggu kita," lerai Xiumin sebelum Luhan dan Tao beradu mulut dan menyebabkan masalah bertambah. Tao meringis sambil menatap Luhan dengan ganas. Luhan, yang tidak mau kalah, melebarkan matanya sehingga melotot yang malah membuat ia bertambah unyu.
Baekhyun terkikik, "Kau tidak pantas begitu, Hannie. Mukamu terlalu imut."
"Yeah, gadis berwajah imut dengan hobi bermain sepak bola," Kyungsoo menimpali sambil memutar bola matanya dengan jenaka. Luhan mengalihkan pandangannya kearah Kyungsoo, yang ia anggap menyindir hobinya satu itu, melotot. Yixing hanya terkikik pelan melihat Luhan. Takut dipelototin juga.
"Memang kenapa sih, kalau perempuan itu bermain sepak bola? Tao saja wushu kok," protes Luhan. Gadis chubby dihadapannya mengangkat sebelah alisnya dan bertanya, "Memang kau mau ikut apa lagi selain sepak bola?"
Nyengir.
"Judo," dan dengan jawaban polosnya itu, para sahabatnya (kecuali Tao, yang malah menatap Luhan dengan pandangan kagum) mengerang kesal.
"Lu, bisakah kau memilih yang lebih girly?" Yixing memutar bola matanya dan menekan bagian 'girly'. Luhan menatap Yixing dengan sebal, "Memang kenapa sih? Terserah aku dong maunya apa. Lagipula aku ingin sekali-kali membanting orang yang ukurannya lebih besar daripadaku."
"Terserahmu-"
Perkataan Xiumin dipotong oleh Tao, "Kau hebat jiejie! Nanti ajari aku, ya?"
'Mulai deh,' batin keempat orang sahabat itu ketika Tao nimbrug dan lebih memihak Luhan.
Siapa sih yang bisa menjauhkan mereka berdua, apalagi tentang banting-membanting orang. Walaupun mereka kalau berkelahi bumi seperti bakal hancur sih.
.
.
.
"Sekarang kita bagaimana?"
Seorang pemuda albino bertanya dengan suara bass miliknya yang terdengar cadel. Dibibir tipisnya terlihat sebuah batang lollipop. Ia sedang memperhatikan lima pemuda lainnya mengelap keringat dari tubuh mereka. Apalagi salah seorang pemuda yang mempunyai postur paling tinggi dengan rambut jabrik pirang yang sekarang telah mengkilat oleh peluh. Tubuh atletis miliknya yang terbalut sebuah kemeja putih, yang sekarang telah melekat dengan erat dikarenakan peluh yang telah membasahi tubuhnya.
Plek!
"Ew, Kkam. Kau jorok sekali," seorang pemuda bermata belo mengernyit jijik ketika sebuah kain lap dilempar kearahnya, yang berasal dari seorang pemuda tan yang dengan cueknya melakukan lay up.
Plung!
Dan akhirnya masuk ke ring.
"Show off," gumam seorang pemuda dengan postur tubuh yang… uhm, pendek. Ia sangat iri dengan postur teman-temannya yang tinggi-tinggi semua. Sedangkan ia? Melebihi jauh batas normal, a.k.a sangat pendek. Kalau teman-temannya yang normal paling hanya Jongin dan Jongdae. Yang lainnya? Kelainan.
Baiklah, mari kita lihat…
Wu Yi Fan atau Kris. Seorang blasteran Chinese-Canadian. Mempunyai rambut pirang bak bule. Memiliki mata sehitam jelaga dan setajam elang. Wajahnya sangat tampan walaupun ekspersinya ingin ditonjok. Dan dengan tinggi 189 cm. 189 LHO. Satu senti lagi 1 meter deh. Selamat jadi tiang listrik Kris.
Park Chanyeol. Seorang pemuda yang masih dipertanyakan kewarasannya karena sering tertawa sendiri. Mempunyai mata belo bewarna dark chocolate. Telinga bentuk elf. Wajahnya selalu dihiasi dengan senyum lebar. Dia mempunyai tinggi 187 cm.
Oh Sehun. Seorang pemuda albino karena kulitnya yang bewarna putih susu. Memiliki mata agak sipit bewarna platina, bibir tipis bewarna pink pucat, serta sebuah tahi lalat seksi dilehernya. Ia mempunyai suara bass manis dengan aksen cadel 's'. Yaitu, cadel dimana 's' menjadi 'th'. Dia mempunyai tinggi 185 cm.
Kim Jongin. Seorang pemuda berkulit tan yang (menurutnya) seksi. Memiliki mata hazel indah, dan hidung yang terlihat pas dengan wajahnya. Mempunyai tinggi sekitar 184 cm.
Kim Jongdae. Seorang pemuda berwajah persegi dengan sepasang dimple manis dipipinya. Mempunyai eyesmile yang selalu tampak diwajahnya ketika ia tersenyum. Tinggi pemuda ini sekitar 183 cm.
And last but not least, Kim Joonmyeon. Seorang pemuda berambut cepak hitam ini memiliki wajah angelic yang bakal membuat gadis-gadis klepek-klepek. Kekurangannya hanya satu, yaitu pendek. Walau tingginya tidak termasuk pendek sih. Hei, 183 cm bahkan sudah termasuk tinggi untuk laki-laki.
"Bilang saja iri, hyung," Sehun memanasi Suho sambil memutar-mutar lollipop didalam mulutnya itu. Suho langsung men-death glare pemuda yang lebih muda darinya itu. Sehun hanya mengangkat bahu bidangnya acuh tak acuh. Jongdae hanya menghela nafas pasrah dan akhirnya beralih melihat Yi Fan, yang sedang melakukan three-point.
Plung!
Dan masuk lagi.
Plok! Plok!
Sontak, keenam pasang mata berbeda warna itu menoleh secara bersamaan ketika terdengar suara tepukan tangan seorang. Disitu, mereka melihat seorang wanita cantik dengan rambut wavy yang digerai. Diwajah wanita itu terbentuk sebuah senyuman manis namun misterius.
"Kebetulan sekali aku melihat kalian disini,"
.
.
.
Xiumin's house…
"Kyungie, tolong ajarkan aku tentang Hukum Newton," rengek Luhan sambil menarik lengan Kyungsoo, yang duduk dibawah lantai kamar Xiumin yang dilapisi karpet beludru bewarna ungu, sedang Luhan berada di kasur Xiumin yang diberi seprai bertema ungu lavender.
Dasar pecinta ungu.
Kyungsoo menghela nafas, "Bagaimana aku bisa mengajarimu kalau kau diatas kasur, Lu?"
Luhan hanya menyengir dikasur Xiumin dan mengambil sebuah guling, memeluknya erat, serta menjawab, "Aku malas, ah,"
Kyungsoo hanya menggeleng-geleng dan kembali membaca sebuah novel yang sedari tadi ia baca. Sebuah novel berjudul 'Summer In Seoul' karya seorang penulis Indonesia, Ilana Tan. Disamping Kyungsoo, duduk seorang gadis mungil berkuncir twinstail yang sedang mengecat kuku jarinya dengan peralatan pedicure milik Xiumin yang ia temukan. Ia mengecat kuku-kukunya dengan warna pink neon. Dikatakan di kemasan kutek tersebut jika kutek tersebut glow in the dark. Jadinya, ia langsung menyambarnya begitu sampai dikamar Xiumin.
Disisi lain, Tao sedang menumpukan kepalanya ke paha Kyungsoo. Gadis itu sedang tidur karena kecapekan. Tangan Kyungsoo mengelus kepala Tao dengan lembut sambil tetap membaca. Sesekali, Tao menggeliat dan kemudian tidur lagi dengan tenang.
Kalian bertanya kemana Xiumin? Dia sedang dibawah, meminta beberapa makanan camilan dan minuman untuk ia dan teman-temannya.
"Zzz," tiba-tiba terdengar dengkuran halus dari atas kasur dan saat Kyungsoo melongokkan kepalanya, ia tersenyum ketika mendapati Luhan telah tertidur dengan mulut sedikit terbuka dan posisi yang imut. Kyungsoo meraih rambut halus Luhan dan mengelusnya pelan. Luhan memang paling senang dielus saat tidur dan dia akan meresponnya dengan dengkuran bagai kucing.
Imut memang.
"Lulu dan Taotao tertidur ya, Kyung?" tanya Baekhyun ketika melihat maknae dan partner-in-crime-nya sudah tepar. Kyungsoo hanya mengangguk dan kembali membaca.
Baekhyun, karena bosan, menaiki tempat tidur dengan pelan dan mengambil segenggam rambut merah kecoklatan Luhan yang sehalus sutra. Ia membagi rambut itu menjadi beberapa bagian dan memulai membuat french braid. Ia pun akhirnya tenggelam dalam memainkan rambut indah Luhan.
Tak lama kemudian, Xiumin akhirnya datang dengan sebaki camilan serta minuman untuk para sahabatnya itu. Ia membuka pintu sepelan mungkin karena dia sudah hafal kelakuan dua sahabatnya yang pasti akan tertidur.
Xiumin mengambil salah satu kue dari baki tersebut dan memulai memakannya. Ia pun akhirnya menonton Baekhyun bermain dengan rambut merah kecoklatan milik Luhan.
"Aku bosan," keluh Xiumin seraya menghempaskan dirinya disebelah Kyungsoo. Kyungsoo hanya meliriknya pedas karena hampir membangunkan Tao yang berada dipangkuannya. Ia segera menenangkan Tao dengan mendendangkan lullaby untuk Tao sambil mengelus surai hitamnya lembut. Tao pun akhirnya tidur lagi dengan tenang.
"Kenapa tidak mengusik Sohee?" tanya Kyungsoo masih fokus kepada bukunya. Matanya semakin gencar ketika ia telah sampai pada konflik Sandy dengan Jung Taewoo.
Kim Sohee atau Sohee, merupakan kembaran Xiumin yang bersekolah disebuah sekolah khusus perempuan. Ia mempunyai wajah yang sama persis dengan Xiumin. Bedanya, Sohee lebih lembut daripada Xiumin. Kalau Xiumin menyukai ungu, Sohee menyukai warna biru langit.
"Sohee masih dirumah Sunmi. Belum pulang," cebik Xiumin sambil memutar-mutar rambut hitam milik Kyungsoo. Kyungsoo hanya bergumam sambil mengangguk-angguk, matanya tetap di novel miliknya.
"Ta-da!" seru Baekhyun ketika ia sudah menyelesaikan french braid di rambut Luhan. Luhan, masih dengan pose tidurnya yang sama, bertambah manis dengan french braid yang dibuat oleh Baekhyun.
"Wah, imut," seru Xiumin tertahan dan langsung mengambil Samsung S4 miliknya.
Jepret!
Dan satu buah foto Luhan yang tertidur dengan manis. Bulu mata Luhan yang lentik terlihat begitu indah dengan wajah porcelain miliknya. Pipi Luhan yang bewarna kemerahan menambah kecantikan Luhan. Bibir pink pucat milik Luhan terbuka sedikit dan terdengar dengkuran halus dari bibir Luhan.
"Ssst," Kyungsoo mendelik kearah dua sahabatnya yang begitu mengagumi french braid. Apalagi Baekhyun yang terlihat begitu bangga. Kyungsoo segera menenangkan Luhan yang tadi menggeliat tidak enak. Ia mengelus rambut Luhan dengan sentuhan seringan bulu. Luhan pun akhirnya tenang lagi.
"Kalian ini tidak bisa diam, ya? Luhan dan Tao 'kan kecapekan," katanya masih dengan suara berdesis rendah. Baekhyun dan Xiumin menunduk dan ber-koor, "Mianhae,"
Sret…
"Unnghh," lenguh Luhan. Matanya menyipit seiring cahaya masuk kedalam mata rusa miliknya.
"Ah, Lulu," Kyungsoo tersenyum ketika melihat sahabat rusanya bangun dari tidur cantiknya. Luhan langsung menyentuh rambutnya ketika ia tidak merasakan rambut panjangnya. Ia pun merasakan rambut merah-kecoklatan miliknya dijadikan eksperimen Baekhyun, lagi. Ia hanya menghela nafas dan duduk di tepi ranjang Xiumin dengan kaki menggantung dan memeluk sebuah boneka bakpau di tangannya.
"Cantik 'kan? Yang buat aku lho," sombong Baekhyun. Luhan hanya mencebikan bibirmya dan mulai menggerakan tangannya untuk menarik lepas French braid yang telah dibuat Baekhyun. Kontan, Baekhyun menepuk tangan Luhan keras. Luhan pun mendelik kearah Baekhyun dan akhirnya lebih memperhatikan Tao yang sudah hampir membuka matanya.
"Jiejie, kalian semua berisik sekali, sih," Tao, terbangun, sambil mengusap mata hitamnya dan menggeliat bangun dari pose tidurnya. Kyungsoo, dengan lembut, mengangkat kepala Tao dari pahanya dan merenggangkan pahanya karena sudah terlalu kaku.
"Eh, aku lapar nih," kata Luhan dan kembali berbaring dan berguling-guling ria sampai Baekhyun menyuruhnya untuk diam karena Luhan bisa merusak 'karya'nya.
"Ayo kita ke bawah. Aku juga lagi mau masak," ajak Kyungsoo dan membuka pintu kamar Xiumin.
.
.
.
"Jadi… Ada apa kalian memanggil kami kesini?" Kris bertanya dengan alis terangkat, kelima temannya juga mengangguk. Didepan mereka sekarang berdiri tiga orang wanita cantik.
"Memang kenapa? Kan terserah kami mau memanggil kalian atau tidak," jawab salah satu wanita sambil meminum teh earl grey miliknya. Wanita tersebut mempunyai rambut coklat muda berpotongan bob dengan kaki yang panjang nan langsing. Tingginya kira-kira 175 cm. Wanita itu duduk disebuah sofa yang ada didepan keenam pemuda itu.
Mendengar jawaban begitu, Kris hanya mendelik tajam kearah wanita itu. Wanita itu hanya mehrong. Disamping wanita itu, berdiri seorang wanita dengan rambut pendek pirang. Wanita itu hanya menghela nafas pasrah melihat wanita yang lebih muda itu.
Buk!
"Sudahlah, Youngie," kata wanita itu setelah menyambit kepala wanita yang lebih muda itu. Wanita yang duduk di sofa itu mendelik dan mengusap kepalanya. Ia pun melirik kearah Kris dan mendapati pemuda itu terkekeh penuh kemenangan. Ia mendeath glare Kris.
Wanita disamping kanannya hanya tersenyum geli melihat perkelahian antara temannya dan Kris. Wanita ini mempunyai rambut merah gelap -mungkin merah maroon- dan sebuah eyesmile terbentuk diwajahnya.
"Kami memanggil kalian kesini karena kami ingin memberitahu kalian tentang mates yang telah kalian pilih itu,"
Sembilan pasang mata itu langsung menoleh ketika mendapati suara alto seorang wanita. Wanita itu sedang menggantung handuk bewarna pink dibahunya. Ia menampilkan sebuah senyum manis diwajahnya. Chanyeol, Suho, dan Jongdae menganga ketika melihat siapa wanita itu.
"S-Soo noona,"
Wanita itu tersenyum lembut.
"How are you?"
.
.
.
"Ngomong-ngomong. Kalian mau menginap hari ini?"
Itulah pertanyaan yang dilontarkan oleh gadis berpipi chubby kita yang tambah chubby karena mulutnya penuh dengan spaghetti bolognaise. Ternyata oh ternyata, mereka memasak spaghetti bolognaise.
"Kalian menginap saja. Tidak apa-apa kok," tawar Mrs. Kim. Kedua orangtua Xiumin ternyata ikut dinner dengan mereka dengan alasan, 'Kami ingin memakan masakan kalian.'
Padahal mereka hanya ingin memakan makanan mereka karena ada Kyungsoo. Kalau cuma Xiumin, mereka pasti kabur duluan.
Poor you, Xiu.
Xiumin hanya melirik eommanya sambil berkata dalam hati, 'Paling cuma mau makan masakan Kyungsoo,'
Kasihan banget hidupmu, Xiumin.
"Kalau begitu, kami akan mengirimi pesan ke orangtua kami," jawab Kyungsoo sopan. Mrs. Kim langsung menggeleng, "Tidak usah, tadi ahjumma sudah meminta ijin. Kalau tidak percaya, lihat saja handphone kalian."
Sontak, kelima sahabat itu langsung melihat handphone masing-masing.
To : Lulu-ie
From : Mama
"Kalau mau menginap silahkan saja, Hannie. Selamat menginap! ^^"
~o0o~
To : Taotao-panda
From : Mommy
"Selamat bersenang-senang!"
~o0o~
To : Baekkie
From : Mom
"Mom mengijinkanmu, kok, baby. Semoga kau bersenang-senang disana!"
~o0o~
To : Xingie
From : Ma
"Selamat bersenang-senang! Ciao! (/^-^)/
~o0o~
To : Kyungie
From : eomma
"Selamat bersenang-senang disana! "
~o0o~
Dan mereka pun facepalm bersama.
Kok kalian kayak anak yang diusir sama orangtua sendiri? Kasian.
TBC
Arena bacotan aneh:
…
Ini apaaa? Sumpah gatau kenapa yang ini kok nista sekaleeee -_-
dan, yang satu ini agak pendek. Yasudahlah.
Udah lah bodo sebodo amat. Yang penting jadi.
Oiya, saya mau ngasih pesan nih. Kemungkinan, chapter 4 akan hiatus bentar. Dikarenakan oleh mid semester minggu depan.
Satu lagi…
Plis Review, kawans!
