Tittle : Fighting, Kyu!

Genre : Brothership, Family

Rating : Fiction T

Cast : Super Junior Member

Disclaimer : Mereka punya Tuhan, mereka punya orang tua mereka masing-masing, dan ceritanya punya saya,,

Warning : Typo dimana-mana, Geje, if read Don't Bash.

.

.

Chapter 3

.

.

"Ck..! Sebenarnya apa yang dikerjakan mereka di dalam sana!", Heechul mulai tak sabar. Berkali-kali ia melihat jam tangannya sejak Kyuhyun dibawa ke ruang ICU. Mereka semua benar-benar dibuat cemas.

"Bersabarlah sedikit, hyung. Kita tunggu saja.", ucap Shindong mencoba bersikap lebih tenang.

Sedangkan Siwon tak berhenti berjalan mondar-mandir di depan pintu ruang ICU, pikirannya terlalu kalut dan dipenuhi dengan kecemasan.

Setelah berpuluh menit menunggu, akhirnya pintu ruang ICU terbuka, menampakan seorang Dokter dan beberapa perawat pembantunya berjalan keluar.

"Bagaimana keadaannya, Dok?"

"Dia kenapa?"

"Tidak ada hal yang serius, kan?"

"Dia baik-baik saja, kan?"

Banyak pertanyaan yang menghujani sang Dokter. "Anda semua harap tenang sebentar, agar saya bisa menjelaskannya."

"Dokter, cepat jelaskan pada kami.", Donghae sudah tak sabar.

"Kyuhyun ssi menderita Enteritis.", ucap Dokter cukup singkat.

"Dokter, kami tak butuh bahasa ilmiah anda. Bisakah diperjelas saja?", Heechul memang tidak pandai berkata sopan.

"Radang Usus. Ini adalah salah satu penyakit kronis yang gejalanya bisa berulang."

"Apa itu yang menyebabkan dia sering muntah?", tanya Kangin

"Salah satu gejalanya memang seperti itu. Gejala-gejala seperti mual-mual, muntah, sakit perut yang disertai dengan rasa pusing, kelelahan yang tidak wajar dan nyeri sendi."

Ryeowook yang memang sangat peduli dengan isi perut semua member, tiba-tiba ia mengingat jika belakangan ini Kyuhyun tidak makan dengan teratur, "Apa mungkin penyebabnya karena pola makan yang tidak benar? Karena Kyuhyun juga sedang melakukan diet, Dok."

Sang dokter terlihat sedikit berpikir, "Sampai saat ini para ahlipun masih belum dapat menentukan penyebab utama dari radang usus. Seharusnya diet yang tepat dan penyesuaian gaya hidup dapat mengurangi dampak yang tidak menyenangkan dari penyakit tersebut.", ungkapnya kemudian.

"Dokter, apakah ini berbahaya?", tanya Eunhyuk.

"Ketika mengalami gejala-gejala awal radang usus, kebanyakan orang mengiranya sebagai sakit perut biasa yang akan hilang dalam beberapa waktu tanpa membutuhkan perawatan khusus. Seperti halnya penyakit kronis lainnya, radang usus memang tidak terjadi dalam jangka waktu yang sebentar. Penyakit ini akan menimbulkan gejala yang berulang dari waktu ke waktu, semakin lama semakin parah. Dan itu tentu saja berbahaya.", jelas sang Dokter.

"Lalu bagaimana dengannya, Dok? Aku mohon selamatkan nyawanya.. Dia adalah dongsaengku satu-satunya..", Donghae mulai berbicara tak wajar.

"Yak, phaboo!", teriak Heechul. Donghae kena pukulan di kepalanya. "Kau ini bicara apa, huh!"

Sang Dokter menghela nafas melihat reaksi mereka yang serba aneh dan sedikit radikal memang. "Untuk kasus Kyuhyun ssi, faktor penyebab yang paling mungkin adalah sistem imunitas tubuhnya yang memang lebih lemah. Karena itu ia sering merasa kelelahan. Dan saya rasa ia juga harus menghentikan minum minuman beralkohol."

"Bocah itu maniak Wine, mana bisa jika disuruh berhenti.", gumam Heechul sambil menggerutu pelan.

"Karena sampai saat ini belum ditemukan obat penyembuhannya, jadi perawatan yang diberikan hanya sebatas meredakan radang dan mengurangi frekuensi gejala yang muncul. Saya sudah memberikan antibiotik untuk mencegah bakteri berbahaya dan untuk menekan pengaruh sistem imun tubuhnya.", jelas sang Dokter.

"Boleh kami melihatnya?", tanya Sungmin.

"Kyuhyun ssi harus dirawat beberapa hari, agar saya bisa memantau perkembangannya. Sekarang ia sedang beristirahat, kalian bisa melihatnya."

"Terima kasih Dokter.", jawab mereka bersamaan.

-;-

.

….

"Appa dan Eomma tenang saja, ada hyungdeul disini menjagaku."

("Tapi Kyuhyunie, kau tak boleh banyak menyusahkan mereka. Kasihan hyungdeulmu.")

"Eomma.. aku ini sudah besar. Itu tak akan terjadi, oke!"

("Jaga diri baik-baik. Jangan sekali-sekali bersikap man…-")

"Sudah eomma.. cukup ya. Kalian bersenang-senanglah disana. Annyeong!"

Kyuhyun menutup cepat telponnya. Pagi ini Ia baru saja dihubungi oleh orang tuanya. Mereka mengatakan tak bisa datang karena sedang berada di Taiwan menghadiri pertemuan penting dengan client penting mengenai lembaga pendidikan yang dibuka oleh sang appa. Lagipula appa dan eomma Kyuhyun memang sudah mempercayakannya pada hyungdeulnya.

"Aku ingin berbicara dengan eomeoni, mengapa kau menutup telponnya?", protes Heechul.

"Eomma cerewet!"

"Bukankah wajar orang tua mengkhawatirkan anaknya yang masuk rumah sakit?"

"Tapi ini tidak begitu, Heechul hyung.."

"Tidak begitu bagaimana maksudmu?"

Kyuhyun dengan malas menjawab, "Mereka memikirkan kalian. Mereka khawatir jika aku akan menyusahkan kalian semua disini.", ujar Kyuhyun.

"Mmmpphahahaaa..", tawa Kangin yang sempat tertahan akhirnya keluar juga.

"Ini tidak lucu, hyung! Lagipula aku sudah memperingatkan kalian agar tidak memberitahu mereka tadi malam.", Kyuhyun mempoutkan bibirnya kesal.

"Donghae.. Donghae yang menelpon eomeoni.", jawab Heechul santai.

"Ishh.. ikan phabo itu! Awas saja nanti!", gerutu Kyuhyun

Saat ini memang hanya Heechul dan Kangin yang menjaga Kyuhyun. Donghae dan Siwon sedang keluar membeli makanan. Sementara member lainnya memiliki jadwal tersendiri.

"Kami kembali…..!", sapa Donghae dan Siwon bersamaan ketika masuk ke ruang inap Kyuhyun. Mereka membawa satu kantong makanan.

"Kyuhyunie, mengapa wajahmu ditekuk begitu? Apa kau merasa pusing? Atau mual lagi?", tanya Donghae khawatir.

"Iya aku sedang pusing karena kau juga, hae!"

"Hyung!", sentak Heechul. "Panggil dia Hyung, bocah!"

"Aishh…! Iya..iya...", ucap Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya kesal.

"Ada apa, Kyu?", tanya Donghae kembali.

"Donghae hyuuung..", panggil Kyuhyun lebih menekankan kata hyungnya. "Mengapa kau katakan pada eomma kalau aku masuk rumah sakit,huh?"

"Ohh Itu.. aku hanya merindukan eomeoniku.", jawab Donghae tanpa beban.

"Dia eommaku!", ketus kyuhyun. "Dan bukan jawaban itu yang aku minta! Bukankah aku sudah katakan jangan memberitahu mereka?"

"Itu... Aku tak sengaja.", jawabnya polos, ia lalu turut bergabung bersama hyungdeul menikmati sarapan.

"Aishh!", Kyuhyun merasa frustasi dengan sifat hyung childishnya.

"Sudahlah, Kyu. Lagipula mereka sudah mempercayakan kau pada kami. Lebih baik kau beristirahat, jangan terlalu banyak berpikir.", tukas Siwon tenang.

Meskipun begitu tetapi tetap saja Kyuhyun masih tak terima, karena appa dan eommanya lebih mengkhawatirkan hyungdeul daripada dia yang sedang sakit.

"Kau ingin makan sekarang?", tawar Kangin.

"Aku diet!", jawab Kyuhyun masih ketus.

"Orang berdiet juga butuh makan, Kyu. Aku suapi saja, ne?", bergantian sekarang Siwon menawarkan diri untuk menyuapinya.

"Tidak mau. Aku belum mencapai target!"

"Itu hanya bubur, bodoh!", potong Heechul saat mendengar perdebatan dongsaengnya. "Bubur tak akan membuatmu gemuk. Lagipula bukankah berat badanmu sudah turun sebanyak 4 kilogram?"

"Darimana Heechul hyung tahu? Memangnya aku sudah terlihat lebih kurus? Apa aku makin tampan?", tanya Kyuhyun semangat.

"Kami sudah membaca apa yang sudah kau posting di twittermu.", jawab Kangin cepat. Tangannya masih tetap sibuk memasukkan makanan ke mulutnya.

"Dan itu sangat jauh dari kata tampan.", Donghae menimpali.

"Kurus dan pucat. Itu sangat buruk!", mulut Heechul memang selalu saja pedas.

"Kalian bagaimana, sih? Aku hanya menjalankan saran dari kalian semua.", bela Kyuhyun.

"Sudah, hentikan saja, Kyu. Kau tak usah mengejar target lagi, programmu ini tidak sehat. Ini juga yang membuatmu masuk rumah sakit.", tukas Siwon. "Satu lagi, hentikan alcohol itu."

"Tidak bisa!"

"Kau juga sudah menulisnya di twitter."

"Aku dipaksa berhenti. Dan aku tidak pernah mengatakan akan berhenti.", jelasnya.

"Tapi Dokter sudah melarangmu juga, Kyu.", Donghae turut berbicara.

"SE-MEN-TA-RA.", Kyuhyun mengejanya. "Itu hanya sementara, hyung. Tunggu sampai aku sembuh. Begitu maksud Dokter.", jawabnya tersenyum puas.

"Ck..! Terserah kau saja, jelek. Siapa yang bisa menghalangimu!", ucap Heechul. Ia memang tak terlalu ingin turut campur dengan wine addict Kyuhyun.

"Heechul hyung, kaulah hyung terbaikku..",ucapnya penuh haru. Ternyata ada juga yang tak melarang kebiasaannya.

"Asalkan jangan menangis jika diceramahi Teukie nanti."

"Huh…?!"

"Benar, jika Leeteuk hyung tahu, dia pasti akan menceramahimu panjang lebar.", tutur Donghae.

"Yang penting Leeteuk hyung tak tahu jika aku sa…"

"Dia sudah tahu!", potong Heechul. "Aku memberitahunya jika kau masuk rumah sakit. Malam nanti dia akan ke sini.", jelas Heechul tanpa rasa bersalah.

"Mwoya!"

Sebenarnya Kyuhyun berharap orang tuanya dan Leeteuk tidak mengetahui hal ini. Tapi ternyata, dua hyung bodohnya telah memberitahu mereka dengan senang hati. Sehingga Kyuhyun merasa cemas tak tenang sama sekali. Bagaimana tidak, satu-satunya orang yang Kyuhyun takuti, atau lebih tepatnya yang ia segani di super junior hanyalah leadernya. Leeteuk tidak akan berhenti mengomel jika sudah mendengar Kyuhyun jatuh sakit. Apalagi sekarang ia sampai harus masuk rumah sakit. Kyuhyun benar-benar dihinggapi ketakutan. Leeteuk saat serius akan begitu menyeramkan bagi Kyuhyun.

-;-

.

Malam menjelang, kamar inap Kyuhyun sudah tampak ramai. Karena tidak ada yang mempunyai jadwal malam ini, semua member sudah berkumpul di ruangan Kyuhyun terkecuali Leeteuk. Kyuhyun ditempatkan di kamar inap yang berfasilitas cukup besar dan tetutup dari media. Sehingga semua member diperbolehkan mengunjunginya dengan leluasa. Selain member, hanya kerabat dan staff yang berkepentingan saja yang diijinkan masuk.

Semua hanya menunggu dengan tenang, ada yang hanya sekedar berbincang, ada yang bermain dengan ponselnya, semua tampak sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sementara Kyuhyun, sepertinya sedang berbicara dengan seseorang lewat ponselnya.

….

("lebih baik kau tidur, beristirahat dengan benar..")

"Aku sudah mencobanya. Tapi tak bisa."

("Kyuhyun ah, kau tak perlu secemas itu. Leeteuk hyung belum bisa memakan orang.")

"Kau jangan bercanda, Changminie!"

("Aku tidak becanda. Percaya padaku, semua akan baik-baik saja, oke! Sudah, nanti aku hubungi lagi. Ada yang harus aku kerjakan. Kau cepat sembuh, ne.)

"Tu..tunggu.. Changminie.. chang…-"

(Annyeong..!) tuut..tuut..

"Aishh..!", Kyuhyun mendengus. "Changminie, kau bahkan tak membantuku sama sekali.", rutuknya sendiri.

….

Kyuhyun sedang diselimuti rasa gelisah menunggu kedatangan Leeteuk. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi sang leader setelah melihatnya nanti. Apakah ia akan marah? Ataukah panik? Atau mungkinkah ia hanya diam tak peduli? Tidak ada yang pernah tahu. Itu yang membuatnya cemas sepanjang waktu. Setelah pemeriksaan terakhir beberapa waktu tadi, Dokter mengatakan kondisinya kembali menurun. Kyuhyun menjadi demam, dan itu tak lain disebabkan karena ia tak dapat beristirahat dengan tenang.

"Kyuhyunie, tidurlah sebentar..", bujuk Siwon di sisi ranjang Kyuhyun.

"Tidak bisa..", jawabnya lemas.

"Hei.. Kau tak akan sembuh jika terus begini.", Eunhyuk turut menasehati.

"Aku tidak mau tidur.."

"Kau tak dengar apa kata Dokter? Kau demam. Dan jika kau sudah demam, akan membutuhkan waktu lama untuk menurunkan suhu tubuhmu.", omel Heechul.

Kyuhyun tak menjawab bahkan tak menyanggah sedikitpun. Ia memalingkan wajahnya ke arah dinding. Dia kesal pada dirinya sendiri, mengapa harus sakit disaat persiapan comeback seperti ini. Benar kata Heechul, jika dia sudah demam, akan membutuhkan waktu untuk memulihkannya. Semua jadwal akan disusun ulang jika Kyuhyun belum sembuh juga, termasuk kegiatan individualnya.

Ia sadar, itu akan sangat menyusahkan banyak orang. Kyuhyun paling takut jika seperti ini, ia sudah memikirkan akan mendengar omelan dari beberapa pihak yang pasti akan mengatakannya tak professional atau bahkan tak becus menjaga kondisi tubuh sendiri. Apalagi mendengar jika sang leader akan segera datang mengunjunginya malam ini. Kyuhyun belum mempersiapkan mental sepenuhnya. Perlahan matanya menjadi berembun, tak kuasa Kyuhyun telah meneteskan air mata. Kyuhyun menangis..

Tiba-tiba ada sebuah tangan mendarat lembut di keningnya. "Benar, kan? Demammu belum turun juga, Kyu."

Sontak Kyuhyun mengusap kasar sisa air matanya dan menoleh ke asal suara. "Aku bilang tidu…", Siwon terpaku, "Kau menangis?"

Mendengar itu, semua member akhirnya menghampiri ranjang Kyuhyun. "Kau memikirkan apa, hm? Tenang saja, kau akan cepat sehat.", ucap Sungmin lembut sambil mengusap pelan rambut Kyuhyun. Ia selalu mengerti perasaan dongsaengnya. Sementara yang lainnnya memandang Kyuhyun dengan prihatin.

TIba-tiba ada suara pintu yang terbuka dengan cukup kasar. "Hyung…", panggil mereka semua dengan sedikit terkejut. Mereka kemudian saling bergantian memeluk Leeteuk. Sedangkan Kyuhyun masih terbaring lemah dan cemas di ranjangnya.

Setelah berbincang sebentar dengan yang lain, Leeteuk kemudian menghampiri Kyuhyun, ia duduk di sisi ranjang Kyuhyun dan menatapnya dengan pandangan yang sulit dimengerti oleh Kyuhyun. "Hyung…", sapanya begitu pelan.

"Apa saja yang kau lakukan hingga harus masuk rumah sakit, eoh?"

"Hyung, aku bisa jelas..-"

"Kau sudah besar, Kyu.", potong Leeteuk. "Sampai kapan kami harus mengingatkanmu terus? Kapan kau bisa menjaga kondisimu sendiri, huh!", tukasnya dengan tegas.

Entah mengapa emosi Leeteuk tak terkendali. Apa yang dipikirkan Kyuhyun, telah terjadi. Ia benar-benar tak tahu harus bagaimana lagi. Sementara member lainnya hanya diam terpaku menyaksikan reaksi sang leader pada Kyuhyun. Tak ada yang menyanggah. Mereka memberikan waktu untuk leader dan magnaenya berbicara.

"Hyung..", panggil Kyuhyun dengan suara bergetar. Leeteuk diam, tak bergeming sedikitpun. Matanya tetap memandang tajam ke arah Kyuhyun.

"Lihat wajahmu sekarang! Tak ada bedanya dengan Zombie!", Leeteuk membuang kasar nafasnya. "Bahkan tenagapun sepertinya kau tak punya. Jadi seperti ini yang kau suka, eoh? aku benar-banar tak habis pikir denganmu, Kyu.", Leeteuk menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Leeteuk hyung..", Kyuhyun masih menahan tangisnya.

Leeteuk tak menjawab, ia kemudian berdiri dengan tangan yang bertolak pinggang. Leeteuk mencoba mengatur kembali nafasnya, meredakan emosi yang tiba-tiba saja keluar.

"maafkan aku..", air mata Kyuhyun mulai kembali menetes.

Beberapa saat berlalu, pandangan Leeteuk menjadi sendu. "Suka sekali membuat orang cemas!", tukasnya. Leeteuk kemudian menghapus lembut air mata yang membasahi wajah dongsaengnya tersebut.

"Maafkan aku..", hanya itu kata yang keluar dari mulut Kyuhyun.

"Kyuhyunie, kau harus bisa menjaga kondisimu dengan baik, tubuhmu ini sangat berharga.", tutur Leeteuk lembut. "Hyung benci jika selalu saja mendengar kabar seperti ini. Dan baru saja hyung mendengar penjelasan Dokter kalau kondisimu kembali menurun. Kau tak tahu, bagaimana cemasnya, aku?!"

"Maaf…", ucap Kyuhyun terisak kecil.

"Sudah..sudah.. hyung yang minta maaf.", Leeteuk mengusap pelan surai Kyuhyun.

"Kyuhyunie, jangan menangis lagi. Leeteuk hyung sudah meminta maaf", ucap Donghae ingin turut menenangkan dongsaengnya.

"Hyung juga mendengar kau sedang bermasalah dalam makanan. Sekarang makan bubur, ne. Setelah itu beristirahatlah.", bujuk Leeteuk.

Kyuhyun dengan ragu bertanya, "Hyung akan menemaniku malam ini?"

Leeteuk kemudian mengambil duduk di sisi ranjang Kyuhyun kembali, "Nanti.. setelah tiga hari ini berlalu, hyung akan kembali menemanimu. Menemani kalian semua.", jelas Leeteuk sedikit berbisik lalu ia tersenyum pada Kyuhyun.

"Jika begitu, aku tidak akan tidur selama Leeteuk hyung masih disini."

"Ckk..!", Leeteuk berdecak kesal. "Mengapa kau semakin keras kepala sekarang, Kyu?", tanya Leeteuk heran.

"Aku tidak begitu.", belanya.

Leeteuk diam, pandangannya tetap tertuju pada Kyuhyun. Sementara Kyuhyun dengan takut-takut melirik ke arah leadernya.

"Hyung.. kau marah?"

Leeteuk tak menjawabnya. Ia melipat tangannya di depan dada.

"Hyungie.. maafkan aku. Baik, aku akan tidur setelah ini. Hyung jangan marah lagi..", rengek Kyuhyun.

Leeteuk mendengus, "Mana bisa aku memarahimu yang sedang sakit, Kyu. Sekali keras kepala, kau akan tetap keras kepala. Jangan sampai jika hyung kembali nanti, kau masih tidur di ranjang ini!", ancam Leeteuk.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, "Tidak akan.. aku akan sembuh. Aku berjanji padamu, latihan nanti aku akan bersama kalian semua. Fighting, Kyu!", jawab Kyuhyun meyakinkan.

"Ingatkan juga agar dia berhenti dengan minuman beralkohol, hyung.", celetuk Ryeowook disela pembicaraan serius mereka berdua.

Leeteuk menoleh menatap nanar ke arah mereka semua. "Kalian semua juga sama! Paling tidak kurangi minuman itu, terutama kau wookie dan Kangin-ah."

"Mengapa jadi bawa-bawa aku juga?", Kangin menjadi bingung. Ryeowook menggerutu sendiri, sedangkan yang lainnya mengulum senyuman ambar. Yang tak bersangkutanpun mendapat bagian omelan sang leader.

Kyuhyun sebenarnya ingin sekali tertawa melihat mereka yang diceramahi sang leader.

Leeteuk kembali memandang Kyuhyun, "hyung juga sudah membaca twittermu, kau akan berhenti kan, Kyu?", tanya Leeteuk dengan memberikan senyum hangatnya.

Tiba-tiba Kyuhyun terdiam, pandangannya menjadi kosong. Leeteuk yang memperhatikannya menjadi bertanya-tanya sendiri. Ada apa sebenarnya dengan dongsaengnya yang satu ini.

"Kyu.. Kyuhyunie..", panggilnya.

"Huh.."

"Mengapa kau menjadi melamun? Apa yang sedang kau pikirkan? Katakan pada hyung, jangan sampai ini mengganggu kesehatanmu."

"Aku… hyung, aku…"

"Kau kenapa?"

"Aku.. aku tak bisa..", ucap Kyuhyun yang masih membuat Leeteuk bingung.

"Tak bisai? Tak bisa apa..? Coba katakan dengan jelas, Kyu.", tanya Leeteuk. Ia dengan sabar menunggu jawaban dongsaengnya.

"…", ada gumaman yang tak jelas dari mulut Kyuhyun.

"Kau mengatakan apa?"

"Aku katakan, jika aku.. aku tak bisa berhenti dengan minuman itu, hyung..", jawab Kyuhyun sedikit terbata karena takut.

Leeteuk menepuk keningnya pelan, "Astaga Kyuhyunie, masih sakit saja kau sudah bisa memikirkan minuman alcohol itu ya? Dari yang kau tulis di twittermu, hyung pikir kau sungguh akan berhenti."

"Aku tidak pernah mengatakan begitu, hyung."

"Tidak akan!", teriak Leeteuk. "Hyung tidak mengijinkanmu minum lagi!"

"Leeteuk hyung.. tidakkah kau tahu, Wine adalah nyawaku, hyung..", rengek Kyuhyun.

"Mwo!", Leeteuk terkejut. "Kau tak salah mengatakan Wine adalah nyawamu! Apa tidak sebaliknya, eoh? Tidak! Tidak akan ku biarkan!", Leeteuk kembali meledak-ledak.

"Tapi hyungie.. aku belum mencoba 'Vintage Burgundy 2003'?

"Apapun itu namanya, tidak peduli!", sentak Leeteuk kesal.

"Hyungie..", rajuk Kyuhyun.

"Tidak!"

"Hyung,,, Kau boleh memukulku seperti waktu itu, jika itu membuatmu bisa mengijinkan aku tak berhenti dengan Wine."

"Kau akan menangis setelah aku pukul, Kyu.", jawab Leeteuk tenang.

Member lain menahan tawa setelah mendengar penuturan Leeteuk. Mereka semua pasti mengingat saat kepala Kyuhyun dipukul oleh Leeteuk karena kenakalan magnae tersebut. Kyuhyun menjadi menangis dan berujung Leeteuk kembali yang harus meminta maaf.

"Tidak hyung, asalkan kau tak melarangku minum, aku tak akan menangis.", Kyuhyun tetap dengan keras kepalanya.

"Sekali tidak, tetap tidak! Tapi aku akan tetap memukulmu setelah kau sembuh nanti. Ingat itu!"

"Hyungie.. Heechul hyung saja tak melarangku.. ayolah…"

"Ya Tuhan, CHO KYUHYUNNN…!"

….

Mereka semua tetap setia menonton perdebatan Leader dan magnae tersebut. Mereka begitu menikmati moment seperti ini, dimana Kyuhyun si magnae yang pada dasarnya memang keras kepala, nakal dan manja, sedangkan Leeteuk, meskipun menyandang predikat hyung tertua di grupnya, tetapi terkadang ia juga tak mau mengalah sedikitpun. Perdebatan mereka yang seperti ini biasanya tidak pernah mencapai ujung.

.

.

.

END

?

.

.

.

End aja ya.. hehehe… :D

Mianhe jika ada typo, sekali lagi mianhe tidak bisa balas satu-satu.

Untuk poppakyu, 13kyusa, gyu1315, desviana407, kyuli99, readerfanpit, awaelfkyu13, lianpangestu, kim min so, indahesterlita, mifta cinya, nia sari 12177, dian lestari, sofyanayunita1, dyayudya, oktav, septia, yunacho90, retnoelf, fairtymoon, kyusung, tya andriani, ameliachan, lerian, ratnasparkyu, d5, kyuzi4869, killuayu99, chairun, heeehyun, gnagyu, evilkyu vee, dini c junita, oracle88, … (mianhe jika ada yang gak disebutin) Gomawo sudah mereviewnya. Author senang membaca review dari kalian semua.. kekekek… ^_^

Cerita ini sampe disini aja ya, saya akan mulai lanjutin yang lama tertunda.

Thank you so much buat yang ngeadd di facebook ya. Salam kenal semuanya…

Okeh segini dulu, sampai bertemu di cerita berikutnya heheheh…. ^^

Terima kasih…..

Author : Belle Ken

Fb : www dot facebook dot com/chingu dot belle