Welcome again, minna san! Sekarang, Ieyasu akan kembali mempersiapkan adegannya! Oh iya, ada review yang sempat gue baca... Bales dulu deeh :D
thegirlwriter :
Oke, oke... Ieyasu nikah sama kamu, asal mau bayar tunai piro? Kalau. 10 juta ryo, bakal diterima! :D (dihajar Ieyasu) Terus, Kojuro memang dibikin agak lebay disini, biar tambah gokilz (Author dicetarkan ke langit ketujuh untuk kedua kalinya). Don't worry, habis ini gak cuma Kojuro yang sedang alay, tapi Motonari ikut-ikutan (Author di sayat ring-blade Motonari).
Motonari : " Apa katamu? Sekali lagi, kau akan kena sun ring-blade! "
Author : " Tapi memang kenyataannya! Ntar liat deh, script kamu! "
Dan Arrigatou for your fav! :D Semoga cerita ini makin banyak yang fav. Sekarang mending kita mulai ceritanya, biar gak kebelet lagi! (Author dilempar tomat sama para readers)
Act 3 : Yoroshiku, Ieyasu-dono!
Kring! Kring! Bel masuk jam pertama berbunyi.
Masamune : " Ok, semuanya ke bangku masing-masing! Nanti kumpul lagi! "
Sasuke : " Wakaterutte... "
Kemudian, Shingen memasuki kelas dengan bangga.
Shingen : *nyanyi sambil goyang* " Dubi dubi dam dam, dubi dubi dam! Dubi dubi dam dam, dubi dubi dam! " *insaf* " Owh! Ohayo Gozaimasu, minna! "
Semua siswa : " Ohayo Gozaimasu! "
Masamune : " Klan Takeda memang alay semua... "
Kojuro : " Alay... Kalau ngomong lebay... Dasar anak jablay! Dilihatnya jijay... " *nyanyi lagu alay dangdut*
Masamune : " Oh, jangan bilang kau mau ikut klan Takeda juga. "
Kojuro : " Ekh, nggak kok, Masamune-sama! Gue kan babu nomor-1 Masamune-sama sedunia! " *mengacungkan jempol*
Masamune : " Gitu dong! "
Shingen : " Nah! Jadi... Akan ada murid baru hari ini! Monggo, nak, masuk! " *menarik tangan*
Ieyasu : *tangannya tertarik* " Aakh! Tolong! Jangan ditarik, saya sudah bisa berjalan sejak jaman peradaban! " *kukira jaman perabadan... (Ieyasu membuat Author menjadi umur 1 abad)*
Shingen : " Oh. Ya sudah... " *melepas tangan Ieyasu*
Ieyasu : " Huh... "
Kasuga : " Su-su-su-su-su-su... Ara... Nyaaa! Kyaaaah! " *nge-fly tenan*
Kojuro : " Iwh... Maksudmu susu susu susu i loh? Nggilani! "
Kasuga : *nampar Kojuro* " SUARA! Ngertos? "
Kojuro : " Oowh... Kukira piattos... "
Ieyasu : *memasuki kelas* " Ohayo Gozaimasu! Boku wa namae... " *terputus*
Shingen : " Takechiyo! "
Ieyasu : " Apaan sih? " *napok Shingen*
Shingen : " Wow... Ototmu sudah berkembang! "
Ieyasu : " Hmph! "
Shingen : " Jadi... Nama? "
Ieyasu : *berdehem* " Boku wa namae Tokugawa Ieyasu! "
Motochika : " Yappa ni! " *melipat kedua tangan*
Ieyasu : " KIZUNA CHIKARA! "
Semua siswa tepuk tangan. Matsu, Nouhime dan Kasuga nge fly sampai pingsan.
Matsu : " Ganteng bangeeet! "
Nouhime : " Gue pengen ke langit tertinggi! " *kalau gitu, sana ambil pixie dust dan terbang jauh! (Author ditembak berkali-kali sama Nouhime)*
Kasuga : " Oh to the My to the God so the what getool! "
Sasuke : *nyahut dari jauh* " Gak usah lebay se lebay anak kampung, Kasuga! "
Kasuga : " Apaan sih, omongan lu? Sok deh! "
Sasuke : " Habis kamu menggunakan kata-kata yang tak wajar. Terlalu lebay dan alay dech! "
Ieyasu : " Dakara, Yoroshiku wa Onegai Jimas! " *hormat*
Masamune : " Yoroshiku! " *hormat pula*
Kojuro : " Sok hormat lu! Kalau sama Yukimura napa gak hormat? "
Masamune : " Apa maksud loh? Kalau gue sama anak macan itu kan duet... Eh, duel! "
Kojuro : " Hmmm... "
Masamune : *dalam hati* " Jadi... Ini temannya Motochika? Ganteng yaah... "
Shingen : " Naah! Ieyasu ini murid jaman dulu saya! Jadi, saya mau dia duduk di... " *omongan terputus*
Yukimura : *teriak* " OYAKATA SAMA?! SAYA KAN JUGA PUNYAAN ANDA! " *memukul meja*
Shingen : " Saya tau! Tapi, Ieyasu ini lebih perlu perhatian dibanding kamu, Yukimura! Soalnya, dia sekarang sudah di Mikatagahara! "
Yukimura : *hormat* " Haik! "
Ieyasu : *melihat Yukimura* " Owh... Iya, aku ingat! Kamu Sanada Genjirou Yukimura alias Sanada Yukimura kan? Dipanggil Yukimura! Dan kamu adalah anak dari macan, yang ikatannya dengan Shingen-ko sangat erat dan lebih panas dari darah! Apalagi, kamu sering kena jurus tonjok mautnya, iya kan? " *tertawa*
Yukimura : *dalam hati* " Dia mengetahuiku terlalu banyak... " *marah*
Ieyasu : " Oh iya! Yukimura memiliki 10 kancut girlie loh! Ada minky momo, ada polkadot merah muda campur kuning, terus cinnamoroll, bahkan barbie dan poodle imut, terus... " *terputus*
Yukimura : " Oi! Jangan disebutkan semuanya! Gue gak tahaan! Dasar si kancut Brown and Cony tokoh LINE series! "
Ieyasu : *tersentak* " What? Kau menyebutkan my favorite kancut? "
Shingen : " Biarlah, Yukimura! Kancut itu biasa! Kamu juga ingat Ieyasu, kan? Tadi kamu hormat-hormat, sekarang marah lagi, gimana sih? YOU BAAKAA! "
Yukimura : " Oh... Iya-yah... " *hormat* " Haik! Yoroshiku, Ieyasu-dono! "
Ieyasu hanya membalasnya dengan lambaian tangan dan senyum yang tulus :)
Kennyo : *kagum-kagum* " Oi, Ieyasu-kuuun... "
Ieyasu : *heran* " Apaan sih? "
Kennyo : " Lu kelihatan banyak emasnya! Bagi-bagi satu kelas dong! "
Langsung saja, Ieyasu marah dan menancap Kennyo ke atap sampai atap itu berlubang :o
Ieyasu : *marah* " HOOI! Ini kuning tauuuuk! "
Kennyo : *ngeyel* " Tapi, itu terlihat emas dari pandanganku! Lagipula, postur tubuhmu itu... " *terputus*
Ieyasu : *mengeratkan Kennyo 2x lipat ke lubang atap* " Hiih! Gak sopan! "
Kennyo : " Maaf... Tapi, jangan lupa turunkan saya, Ieyasu-kun! "
Ieyasu : " Nanti aja. Gue capek. "
Kennyo : " Kamu jangan jahat dong! " *manja*
Shingen : " Sayangnya, Ieyasu my child... Kau harus duduk sementara di bangku yang kosong di depan itu! "
Ieyasu : " Maksudmu... Di sebelah orang gendut gila duit ini? " *menunjuk Kennyo*
Kennyo : *mengacungkan jempol* " Anda baik, Shingen-sensei, pilihan yang terlalu tepat! Jadi, cepat turunkan aku, Ieyasu-kun! "
Ieyasu : " Ini sangat menyedihkan... "
Shingen : *menepuk tangannya* " Cepat! Jadi kita bisa langsung memulai Mat nya! "
Motonari : *dalam hati* " Pelajaran matematika? Hmph, gampil! Dan soal paling susah aja aku ngerti! Dan soal susah itu sudah beredar sejak PG. Yaitu 1+1 sama dengan 2. " *semua juga tau pelajaran itu, Mouri -_-*
Tiba-tiba... Motochika berdiri dan langsung saja ia menyapa Ieyasu. Dia ingin Ieyasu menyadari keadaannya.
Motochika : *teriak* " Oi, Ieyasu! Domou wa... Long time no see! "
Motonari : *berbisik* " Lu orang gila ya? Kok sudah tau? Oh! Jangan jangan... Kamu adalah bajak laut dukun? " *justru kamu, dukun milik nichirin! (Author disinari sinar matahari yang dikeluarkan Motonari dengan suhu melebihi 1000 derajat celcius)*
Motochika : *balas bisik* *menampar Motonari keras* " Enak aja! Gue memang udah kenal! Lagian, bukannya lu yang orang gila? Makanya, singkirkan status duo gender mu itu! "
Motonari : *balas bisik* " Kenapa teganya kau berkata seperti itu? "
Motochika : *kembali menyapa Ieyasu* " How's situation, bro? "
Ieyasu : " Suara itu... Aku pernah kenal... " *menoleh ke Motochika* *terkejut* " Oh My God! To the baby so what? Motochika! I'm good! " *tertawa* " Kamu sendiri bagaimana? "
Motochika : *tertawa* " Hmmm... Aku juga! Good... Sebelum itu, mari berjabat tangan untuk kesekian kalinya! "
Nouhime : *dalam hati* " Ngapain pake jabat tangan sih... Makin kepotong durasinya! "
Tenkai : " Ooh! Nouhime cemburu ya? Gak punya teman dekat? Sama aku aja! "
Nouhime : *menembak Tenkai dengan bazooka mahal* " Ogah! Lu aneh dan tua! Nanti dikira gue Fujoshi-an ama kakek-kakek tua lagi! "
Tenkai : " Tapi... Tapi... " *hanyut*
Yukimura : " Chosokabe-dono? Dia itu... Teman Ieyasu-dono? "
Sasuke : " Taichou... Memang kenapa? "
Yukimura : *geleng-geleng* " Gak papa! Cuma baru tau aja, Sasuke! "
Motochika : " Jadi, kau menerimanya? "
Ieyasu : *senyum* " Aku menerimanya! "
Mereka berdua melakukan jabatan tangan khas (bisa dilihat di SB4 pre-battle). Entah kenapa, Shingen-sensei langsung tunduk.
Shingen : " Hiks! Saya baru tau... Ada teman yang terpisah sekian lama yah? Maafkan saya, wahai Takechiyo! "
Ieyasu : *menoleh ke Shingen-sensei* " Akan tetapi, sebelum itu... " *memukul Shingen sampai natap papan* " Berhenti untuk memanggil saya Takechiyoooo! " *terus dipanggil apa dong? Oh! Author tau! Panggil bongkok lima aja! (Author dihajar-hajar sampe bongkok bener)*
Motochika : *kagum* " Uwooo... Keren, Ieyasu! "
Ieyasu : *gaya marshall law* " Ya law! "
Kojuro : *coba ikut-ikut Ieyasu* " Wataw! Hiyaw! Double... Punch! "
Masamune : *heran* " Kojuro? Ngapain lu? "
Kojuro : *menunjuk Ieyasu* " Tu loh, Masamune-sama! Ada adegan Marshall law tambahan yang harus saya pelajari! Soalnya nanti malam, kalau ada pencuri lobak, gue gak bisa nunjukkin gaya ala Marshall Law gimana? Dia kan atlet tinju terhebat! Kau tau? "
Masamune : *menampar Kojuro* " Berhentilah untuk membahas Marshall Law dan Atlet! Gue pusink tau! Pake yang namanya be-ge-te! "
Kojuro : " Hmph! Masamune-sama ternyata kuat juga... "
Masamune : *tatap deathglare* " Kalau lu ngakuin gue kuat, jangan terus-terusan lu ikut gayanya si Marshall-law! Ikutin gaya gue aja! Kalau nggak... Lu pergi aja ke kampung Marshall Law! "
Kojuro : *ketakutan* " Wookeh, okeh! Masamune-sama! "
Shingen : *bangkit dari K.O.* " Oh... Sampai mana tadi? Oh ya! " *tunduk* " Gue minta maaf dengan kalian berdua! "
Motochika : " Loh? Kok ke saya juga? "
Ieyasu : " Hmmm? " *mengangkat kedua tangannya*
Shingen : " Kalau sama elu, ada dua! Satu, gue kemarin bikin lu pingsan berat dan gue cuekin! Dua, gue buat kalian berdua terpisah bangkunya! Itu bukan penunjukkan sifat prensip namanya! "
Masamune : *nyahut* " Friendship kaleek! "
Shingen : *berdehem* " Friendship! "
Motochika : " Hmmm... Gak papa deh. Lagian, duduk aku ama Ieyasu cuma dipisah sama lubang kok! Gak pindah juga gak papa. "
Ieyasu : " Iya! Gue juga gak papa deh, duduk sama orang berotot ini... "
Shingen : *teriak* " INI TAK BISA DIBIARKAN! Sekarang, tempat duduknya akan saya shuffle! "
Nah... Tentu saja kalian tau siapa yang beraksi setelah ini!
Kojuro : *LMFAO-Party Rock Anthem* " Everyday I'm Shufflin! " *gangnam style campur goyang inul*
Kasuga : " Haiih... Kojuro! Goyanganmu kurang mantap! Tambah ini! " *goyang ngebor*
Fuuma menulis : 'Jangan alay, Kasuga! Ntar elu ikut ditonjok Shingen-sensei! Kayak kemarin itu, kan? Kita semua menjadi korbannya?'
Kasuga : " Apanya? Lu sama beberapa siswa lain tetep di ruang rahasia itu kan? Jangan bo'ong! " *melanjutkan goyang ngebor*
Fuuma menulis : 'Tapi... Pas gue pulang, gue kena tonjok gak sengaja sama Shingen-sensei! Pas dia mandi getah pohon lageeh!'
Kasuga : " Iyah? Emang kalau pulang, lu lewat mana? "
Fuuma menulis : 'Gue lewat lapangan yang deket taman pohon bergetah itu. Terus, pas itu, Shingen-sensei lagi mandi getah pohon sambil goyang cesar. Nah, tangannya itu kena gue, tau? Jadi, pas gue pulang, gue langsung face bath.' *kukira langsung maskeran... (Author dipasang masker sama Fuuma... Pake bubuk habanero!)*
Kasuga : " OMG. Dia memang alay... "
Kojuro : *nyahut* " Thanks, Kasuga! "
Shingen : *mata tajam* *menonjok Kojuro* " YOU BAKAA! " *nonjok Kasuga* " YOU TOOO! "
Kasuga : *teriak* " Ouch! Lu sih, Kojuro! Nyahut nya entar aja! "
Kojuro : " Tapi... Kalo entar gue cepet lupa! Suwer pinky deh! "
Fuuma menulis : 'Baru gue bilang, Kasuga. Lu kagak percaya sih!' *geleng-geleng*
Kasuga : " Haaah... Terima kasih nasehatnya, Fuuma... " *Ya! Bagus! Jadikan Fuuma sebagai nenek moyangmu! (Author dikenakan kunai bom sama Fuuma)*
Shingen : " Ok! Semua siswa diharap berdiri membawa tas! Gue atur! "
10 menit kemudian, bangku sudah tersusun. Tapi, baru 17 murid yang duduk. Ini susunannya :
7-8-9
6-5-4
1-2-3
Keterangan :
1 » Nouhime-Oichi
2 » Kennyo-Tenkai
3 » Motochika-Ieyasu
4 » Keiji-Matsu
5 » Kojuro-Toshiie
6 » Masamune-Yukimura
7 » Nagamasa-Yoshimoto
8 » Fuuma
9 » Kasuga-Sasuke
Kalian pasti tau kan, siapa yang dilupakan! :D. Pastinya...
Motonari : " Hmmm... Maaf, tapi Shingen-sensei, gue duduk dimana? Gue berdiri 10 menit tapi gak dapet-dapet! Jangan-jangan, nanti duduk di... "
Shingen : *menampar Motonari* " Jangan bilang duduk di bangku saya! Gini aja! Lu monggo ambil bangku dan meja di gudang, terus lu pindah ke sebelahnya Fuuma! PAHAAAM? "
Motonari : *hormat* " Paham! Tapi... Gak ada yang bantu gue ya? "
Siswa lainnya cuek. Mereka berkomentar soal tempat duduk baru mereka.
Motochika : " Hari ini adalah hari terbaik! Iya kan, Ieyasu? "
Ieyasu : *mengangguk* " Kayak jaman dulu aja... " *Ieyasu lahir sebelum tahun masehi alias pra-aksara? Hebaat! (Author dipukul Ieyasu pake pentungan zaman purba)*
Motochika : " Oh, nanti kan aku dan si Dokuganryuu mau ditraktir sensei ke kantin. Kebetulan, temen gue yang satu kagak masuk. Padahal dia ditraktir juga. Lu mau gak, ikut? "
Ieyasu : " Loh? Emang boleh? "
Motochika : " Udah. Nanti gue yang urus deh! " *mengacungkan jempol*
Ieyasu : " Bakal seru nih! " *tepuk tangan*
Masamune : *menatap tajam teman sebangkunya yang sekarang* " OOIII! SANADA GENJIROU YUKIMURA! "
Yukimura : *melakukan hal yang sama* " KENAPA EMANGNYA, SI DOKUGANRYUU ALIAS DATE MASAMUNE! "
Kojuro : *dalam hati* " Wow... Sepertinya mereka lebih bahagia kalau duduk berdua dibanding kalau mereka duduk sama babu-babunya! "
Sasuke : *dalam hati* " Mereka berdua berlebihan sekali... Pita suara mereka gak abis-abis! "
Kasuga : " Sasuke! Napa lu bengong? "
Sasuke : *terkejut* " Oh! Kasuga-chan! Gue heran napa Masamune harus sebelahan sama taichou... "
Kasuga : " Serius cuma itu? "
Sasuke : *teriak* " IYA! CUMA ITU! "
Kasuga : " Oh. Gue salah ya... "
Sasuke : *teriak* " BERAT! "
Toshiie : *manja* " Matsu-chaan! Kenapa kita harus terpisah? "
Matsu : " Iya, Inuchiyo-sama! Aku kangeen... "
Keiji : " Ciih... Padahal cuma dipisah aku, udah kangen seperti ini... "
Nouhime : " Oh... Demon queen! "
Oichi : " Domou.. Nouhime... "
Nouhime : " Hahah! Domou! "
Kennyo : *memegang bangku Tenkai* " HIIKS! Bangku ini hanya menjadi kenangan sekarang! Bekas Yoshimoto yang berhargaaaah! "
Tenkai : " Ih, ih, ih... Lebai! Pas istirahat kan, lu bisa main sama dia! "
Kennyo : " Tetap saja gue bosan! Istirahat cuma sebentaar! "
Tenkai : " Hmmm... "
Nagamasa : " Haih! Napa gue harus duduk ama si badut! "
Fuuma menulis : *duduk di bangku Yoshimoto* 'Oi, Nagamasa. Untuk sementara, kenalan dulu yu!'
Nagamasa : " Oh, Fuuma! Gue lebih pengen duduk ama lu dibanding ama badut! "
Fuuma menulis : 'Tapi, kalau gitu kita harus nanya Shingen-sensei dong! "
Nagamasa : " Itu sebalnyaaaa! " *teriak*
Fuuma menulis : 'Heheh... Cuma pas pelajaran Shingen-sensei aja kita turutin! Nah, pas pelajaran sensei lain... Gue duduk disini, oke? "
Nagamasa : *mengangguk* " Hahaha! Setuju! Ide brillian... "
Fuuma menampar Nagamasa dengan agak keras.
Fuuma menulis : 'Biasa kaleek... :)'
Nagamasa : *dalam hati* " Ninja ini... Beda sama yang lain. Pendiam, tapi sebenarnya... Dia ingin mencurahkan isi hatinya kepada yang lain! Gue salut jadinya! " *senyum*
Motonari mungkin akhirnya merasa terpaksa untuk mengambil bangku sendiri. Dia jalan lesu ke gudang, tapi ternyata...
Kojuro : *mendatangi Motonari* " Oi! Gue bosen ni! Boleh ga, gue temenin? "
Motonari : " Oh, Babunya Masamune yah? Kukira kau akan rame dengannya... "
Kojuro : " Ayolah... Masamune-sama lagi debat sama anak papi! Tapi, kamu anak mami kan? "
Motonari : *terdiam* " Hei! Itu dengan sekarang tak ada kaitannya sama sekali! "
Kojuro : " Soalnya gini loh! Gue lebih memilih anak mami dibanding rivalnya anak papi! Gimana? " *tertawa*
Motonari : " Serius? Lu gak dimarahin? "
Kojuro : " Biasa... Dia kan tuan yang agak gaje! "
Motonari : " Ya sudah! Ayo! " *dalam hati* " Meski menurutku... Kojuro lebih gaje dibanding Masamune, tapi apa boleh buat! Hanya dia yang bisa kuajak saat ini... "
Shingen : " Cepat, cepat! Entar matnya gak mulai-mulai! "
Kojuro and Motonari : " Haik, Shingen-sensei! " *langsung keluar*
Nah, ikutin Kojuro sama Motonari aja yuk! Mereka gandengan tangan loh (eh apaan sih thor Dissa...)
Kasuga : *dari jauh* " YAOI DETECTED! "
Yukimura : *melihat Kojuro dan Motonari* " WOW! Ini bisa diabadikaaan! Keren! " *mengambil kamera*
Masamune : " Ya ampun! Ini kamera apa? "
Yukimura : *memfokuskan lensa* " Jangan sekarang! Ntar gak dapet! " *mengambil foto*
Cekreek! Foto terambil tepat ditengah-tengah. Lalu, Yukimura mengeditnya.
Yukimura : *sambil mengedit* " Nah, ini kamera Canon dengan MP tertinggi dan terhitz! "
Masamune : " Hadeeh... Emang nanti lu print? "
Yukimura : " Iya lah, Masamune-dono! Ntar kita tempel disitu, di belakang kelas! Biar ntar kelas kita jadi keren dan oke-fixed! "
Masamune : *mengangkat alis kirinya* " Sungguh, akan lebih keren? Perasaan malah lebih romantik! "
Yukimura : " Yah, pokoknya semacam yang oke-oke getooh! " *mengacungkan jempol*
Masamune : " Kamu hampir sama dengan babuku! "
Yukimura : " Ya iyalah! Maksud lo terhormat kan? "
Masamune : *dalam hati* " Apaan sih... Justru kamu itu alay dan semacam itu... "
Nah, kita lanjut! Sekarang, mereka berdua telah sampai di gudang. Gudangnya bau kotoran anjing dan permen karet busuk! Iyaaaw :o
Motonari : *menutup hidung* " Sebenarnya tempat ini namanya gudang atau penampungan sampah sih? "
Kojuro : *memakai masker* " Entah, mungkin dua-duanya... "
Motonari : *heran* " Dari mana kau mendapat masker itu? Kok warnanya hijau? " *harusnya kamu seneng dong! Kamu kan, klorofil generasi terbaru... (Author dibakar sinar matahari milik Motonari untuk yang kesekian kalinya)*
Kojuro : " Namanya aja masker! Warnanya macem-macem! MeJiKuHiBiNiU semua... Ada! "
Motonari : " Eh. Maksud gue... Kok hijau memudar gitu? "
Kojuro : *mengamati masker* " Apa salahnya? "
Motonari : *mencopot masker Kojuro* " Sini! "
Kojuro : " Hei! Apa yang kau lakukan dengan my masker? Masker itu telah kuberi nama 'Massie'! " *nama yang jelek! Napa gak Isker aja? (Author dibatuk-batukin sama Kojuro)*
Motonari : *mencium bau masker* " Hoooek! Baunya kayak napas naga busuk! "
Kojuro : " Masker itu tidak pernah mandi tauuuk! Makanya jangan asal dicopot! " *tertawa*
Motonari : *merobek masker* " Bukan itu! Masker ini sudah kadaluwarsa! "
Kojuro : " Kadaluwarsa? Wow! Hewan Kadal uwarsa itu dimana? Jenis apa dia? Hmm! Hewan langka yah?! "
Motonari : *menampar Kojuro* " HOOI! Maksudnya kagak bisa dipake lagi tau! Emang lu pas kecil belajar main kata ya? "
Kojuro : *kaget* " Yaaah... Kok gitu sih? "
Motonari : *jalan mencari bangku* " Karena... Itu sudah ditetapkan oleh menteri budi daya masker! Ayo! Mending kita cepat cari bangkunya! " *menteri budi daya masker -_-*
Kojuro : *pura-pura nangis* " Hiks... Massie... " *menyusul Motonari*
Motonari : *menemukan bangku* " Ah! Aku ketemu bangkunya! "
Kojuro : *terkejut* " Woh? Mana? Manaaa? Mari kita toloong... " *jalan komat-kamit gak karuan*
Motonari : *menyeret Kojuro* " Ini lo nduuk... "
Kojuro : *kagum* " Ini sangat langka! Bangku nya berdebu... "
Motonari : *menampar Kojuro* " Yah, namanya aja bangku bekas gudang, Kojuro! " *dalam hati* " Ih! Kesel deh, ngajak Kojuro... Harusnya gue memang sendirian tadi... "
Kojuro : " Ayo kita angkat, Mouri! "
Motonari : *mengangkat bagian kiri* " Kamu bagian kanan sana! "
Kojuro : *mengangkat bagian kanan* " Oke! Gini kan? " *mengguncangkan bangku*
Motonari : *terguncang* " Woi! Apa yang kau lakukan, Kojuro? "
Kojuro : " Ayo... Kita tes bangku ini! Apa dia bisa membuat kita goyang setrum atau gak? " *itu sih, goyang guncang... (Author disetrum Kojuro)*
Motonari : " Apa maksudmu, bodoh... " *tak kuat memegang bangku* " Aakh... "
Alhasil... Kaki bangku kiri mengenai kaki Motonari! Jadi, Motonari menjerit-jerit GaJe setelah ini.
Motonari : " WAAAAH! Sakit! Beng-beng-beng... Bengkak! OI, KOJUROOO! ANGKAAT DOOONG! CEPETAAAAN! " *jongkok memegang kakinya*
Kojuro : *terkejut* *mendatangi Motonari* " Don't worry! Saya, pemadam kebakaran, Katakura Kojuro akan selalu siap untuk membantu! " *gaya dulu...*
Motonari : " GAK USAH PAKE GAYA DOONK! CEPET TOLONG GUEEEH! " *memijat kaki kirinya*
Kojuro : " Simple, simple, don't worry! " *langsung menyeret bangku ke kanan*
Motonari : *kaget* " WOI, KATAKURA! Apa yang kau lakukan? Kakiku atat tit tuut! "
Kojuro : *diam* " Eh, napa lagi? Kok malah aiu babibu cacicu... Terus gak ngajak saya? " *-_-*
Motonari : " JANGAN DISERET, BODOOH! "
Kojuro : " Oh. Maaf... " *mengangkat bangku bagian kiri* *menyeret bangku ke kanan* " Beres! "
Motonari : *mengatur nafas* " Haah... Bagaimana nasib kaki kiriku? " *membuka sepatunya*
Kojuro : " Bangkunya biar kubawakan yah! Tinggal mejanya kan? Bai-bai! " *menyeret bangku keluar gudang*
Motonari : *teriak* " TUNGGU GUEE! " *kaget saat melihat kakinya* " Ya ampun bin kampyun... Kaki kue hancur deh... "
Hmmm... Kaki Motonari terbagi atas 4 goresan, terus, bagian samping kanannya bengkak! Habis itu, kuku-kukunya pada putus -_-
Motonari : *teriak lagi* " KOOOJUROOOO! "
Kojuro masih diluar gudang. Dia bisa mencium bau kaki Motonari yang luka itu bagaikan bau jengkol...
Kojuro : *menutup hidung* " Ih, Mouri! Kaki kamu kok bau jengkol sih? Gue aja bau lumpur! " *sama aja kaleek!*
Motonari : " Kojuro... Kau masih disitu? " *marah* " Lu harus mengobati kaki gue biar baunya ilang! "
Kojuro : " Oh... Gimana yah? " *pura-pura kagak tau*
Motonari : " Minta ke UKS kek! Atau lu punya perban kek! Yang penting cepet! "
Kojuro : " Sebentar... " *menyeret bangku ke kelas*
Motonari : " Loh? Kok ditinggal sih? "
Tadi itu menghabiskan 8 menit. 2 menit kemudian, di kelas...
Shingen : " Mana Mouri? Dia kan, sama kamu? " *ciee... Kojuro YAOI-an... Buktinya Shingen-sensei dah tau! (Author dihantam Kojuro)*
Kojuro : *teriak* " Maaf, tapi ada yang perlu medis! Motochika? "
Motochika : " Huh? "
Kojuro : " Minta betadin, hansaplast sama minyak kayu putih! Jangan minyak kayu kuning! "
Motochika : " Darimana lu tau kalau tiap hari gue bawa itu? "
Kojuro : *tatap deathglare* " Pokoknya cepet... Demi seseorang.. " *tuh kaan... Terbukti 'demi seseorang' kan?! (Author dihantam Kojuro 4x lipat)*
Motochika : *takut* " Oke! Oke! Segeraaa! "
Motochika mengeluarkan betadin 500 ml, hansaplast dan minyak kayu putih cap gajah dari tas medisnya.
Motochika : " Ini! Betadin, Hansaplast ama minyak kayu putih! Cepet obatin! "
Kojuro : *ngeyel* " Cuma satu hansaplast? Kurang! Aku perlu lima hansaplast! "
Motochika : " Memang siapa sih, yang perlu? Kok sampe 5 hansaplast? "
Kojuro : *mengambil napas panjang* " Gini loh! Motonari kakinya yang kiri luka! Soalnya ketimpa dan keseret meja! Puas? "
Ieyasu : " Ooh la la... Begitu rupanya... "
Kojuro : *mata berbinar* " Lu punya, Ieyasu-sama? "
Ieyasu : " Nggak. " *geleng-geleng*
Motochika kebetulan punya ide yang aneh buat mengatasi rengekan Mouri di gudang!
Motochika : " Hah! Siniin telinga lu, Kojuro! "
Kojuro : " Kenapa emang? " *telingamu mau dibor! (Author dibor listrik dengan volt terbesar oleh Motochika)*
Motochika : " Pssst... " *membisikkan rencana*
Kojuro langsung nge-blink! Saat ini, Kojuro menunggu Motochika yang memasukkan berbagai barang ke tas medisnya. Barang apa aja tuh?
Motochika : *memberi tas medis* " Ini! Semoga rencana bekerja! " *mengedipkan mata*
Kojuro : " Wookeh! " *mengacungkan jempol*
Shingen : " Cepetaan! Jangan terlalu lama... "
Motochika : *nyahut* " Ya mulai aja napa? Ntar mereka berdua kan bisa nyusul! "
Shingen : " Oh, benar juga nak. Mari kita mulai! "
Mumpung mereka belajar variabel, kita lihat. Apaan sih, rencana Motochika?
Motonari : *teriak* " LAMA AMET SIH! "
Kojuro : *garuk-garuk kayak onyet* " Hehehe... Maafin gue, Mouri! "
Motonari : " Jadi, mana perlengkapan medis buat kaki kiri gue yang sudah tak berdaya ini? "
Kojuro : *membuka tas Motochika* " Ini dia! Gue dapet dari seseorang! "
Motonari : *muka heran* " Pacar elu? "
Kojuro : *menampar Motonari* " Gue gak punya pacar! Dasar Motonari-nari di kebun! "
Motonari : *marah* " Apa? "
Kojuro : " Eh... Lupakan! Alat-alatnya bakal menarik nih... " *tersenyum evil*
Motonari : " Hmph! Cepet! " *membuang muka*
Kojuro mengambil alat pertama. Alat itu ia lukiskan di kaki Motonari. Sudah jelas itu adalah... CAT!
Kojuro : *mengecat kaki* " Nah... Gue bakal bikin kuku kamu lagi! "
Motonari : *melihat kakinya* " Hei! Kau hanya memberi cat pada bagian kakiku! Biar terlihat seperti kuku, kan? "
Kojuro : *geleng-geleng* " Belum selesai kaleek! "
Motonari : " Emang siksaan apa yang mau kau beri padaku? "
Kojuro : " Kau tak tahu ya... Ada alatnya lagi nih! Hiyaaah! "
Alat kedua Kojuro... Dia mengeluarkan sesuatu yang mengangkat bagian kaki yang telah dicat itu. Biar jadi kuku! -_-
Motonari : *ketakutan* " Hei! Kenapa kau memakai tang... Emang gue perabotan? "
Kojuro : " Biar jadi... KUKU BARU! " *tertawa*
Motonari : " Kenapa gak kukubima... " *kaget*
Alhasil, bagian yang tercat itu terangkat dengan perfecto! Malah membuat bagian aslinya ikut kecongkel...
Motonari : *menjerit* " KOJUROOO! Kau malah membuat ini makin buruuk! "
Kojuro : " Oops! Sebentar! Alat ketiga! "
Kali ini, dia mengeluarkan betadin. Bener kan? :D
Motonari : *teriak* " SEHARUSNYA SEJAK AWAL KAU KELUARKAN! " *mengatur nafas*
Kojuro : *meneteskan betadin* " Cepet sembuh... Jangan biarkan darahnya mengalir... " *meniup*
Motonari : *menjerit lagi* " PERIIIIH! "
Sementara itu, di kelas, suara Motonari terdengar jelas sekali...
Shingen : " Jadi, jika 23 + x sama dengan 95 - x, kita harus... " *omongan terputus*
Masamune : " Keras banget... Suara siapa sih? "
Yukimura : " Entah, Masamune-dono! Mungkin suara mata kanan naga habis makan cabe merah alias habanero! "
Masamune : *menatap Yukimura tajam* " Whaat? Tak mungkin! Kojuro tak mungkin! "
Yukimura : " Mungkin saja kan?! "
Motochika : *nyahut* " Tenang, tenang! Bukan karena itu kok... "
Masamune and Yukimura : " Lantas? "
Motochika : " Itu mah, si duo gender yang kena perawatan medis tingkat climax! " *tertawa*
Ieyasu : " Perawatan medis? Darimana kau tahu? "
Motochika : " Sudah, dilihat aja! Gue kan, peramal sakti... " *preeet... -_- yang bener peramal benjol! (Author dipukul-pukul kepalanya dengan jangkar milik Motochika. Dan muncullah 1001 benjolan)*
Ieyasu : *memukul Motochika* " Jangan gaya deh! Kalau salah, awas yah! "
Motochika : " Oke! Lihat aja! "
Shingen : " Sudah, anak-anak! Jangan ribut! Tidak baik... "
Masamune : " Siapa yang ribut? Bedakan dong! Ini namanya obrolan! "
Shingen : " HAAAH! Semacam itu! Lagian, apa bedanya? "
Masamune : " Ya beda! Kalau ribut itu, semuanya gerak! Angin berhembus... Air bergelombang... Api berkobar... Tanah berguncang... "
Shingen : " Itu bencana alam... Alias tornado, tsunami, kebakaran dan gempa! "
Masamune : " Tapi bencana alam akhirnya bikin dampak apa? "
Shingen : " Eer... Bikin kerusakan... "
Masamune : " Lah, itu yang namanya ribut! "
Shingen : " Aku gak paham... "
Masamune : " Harus dibedakan, sensei! "
Shingen : *geleng-geleng* " AAAHH! Daripada pusing, kita lanjutin variabel nya! "
Nouhime : *menguap* " Lah, kalau variabel saya tambah pusing, sensei! "
Tenkai : " Iya! Mending aljabar dan geometri! "
Nouhime : *mencetarkan magnum* " Tambah pusing, wahai Tenkai yang malang... "
Oichi : *memegang tangan Nouhime* " Sabar ya... Nouhime-san! "
Nouhime : " Gimana bisa sabar? Orang GJ seperti dia harus mendapatkannya! "
Oichi : *memelas* " Tapi Nouhime-san... Kasian kalau dia dihajar! "
Nouhime : *muka heran* " Ekh? Napa? Lu kok malah kasihan sama si unknown religion itu? "
Oichi : " Dia kan, makan pas sahur... Jadi, tenaga nya gak cukup buat menghindar! "
Nouhime : " Itu deritanya! " *memutar pistol ke atas*
Oichi : " Hmmm... " *memerhatikan sensei*
Shingen : " Tiada tapi! Kita belajar mat! Karena jadwalnya MAT! "
Kasuga : *berbisik* " Oi, Sasuke! Mat kalau dalam bahasa inggris, terus diartikan ke Indo jadi karpet kan? "
Sasuke : *balas bisik* " Iya. Napa? "
Kasuga : *bisik* " Cuma nanya. "
Sasuke : *bisik* " Haah... Kukira mau protes ama sensei! "
Fuuma menulis sesuatu di kertas lalu melemparnya ke bangku Sasuke-Kasuga. Tulisannya :
'Kalian bisik-bisik soal apa? Ntar ketahuan sensei terus kalian dihanyutin ke samudra!'
Sasuke : *membaca tulisan* *bisik* " Mana mungkin sensei hanyutin kita ke samudra, ya kan, Kasuga? "
Kasuga : *membaca tulisan* *langsung ngomong keras* " Yap! Fuuma, lu ada aja... Keganggu dah, diskusi kami! " *menutup mulut* " Keceplosan... "
Sasuke : *memukul Kasuga* *bisik* " KASUGA! Apaan si lu? "
Semua siswa lainnya menoleh ke bangku Kasuga dan Sasuke saat itu. Lalu, Shingen mendatangi mereka berdua dan seperti yang ditulis Fuuma, dihanyutin ke samudra!
Shingen : " Rasakan jurus maut Takeda! "
Fuuma menulis : 'Kasian nya ay... Dibilangin kok!' *Iya nenek Fuuma... Thanks nasihatnya (Author di kunai es (?) Fuuma)*
Back to Kojuro dan Motonari! Kojuro baru aja selesai membuat kuku, belum yang lain.
Kojuro : " Sayang, terapinya belum selesai! "
Motonari : " Ekh, apa lagi? " *ketakutan* " Jangan dong, Kojuro! "
Kojuro : *mengeluarkan hansaplast* " Gue anak baik kok. Jangan salah sangka dulu deh! "
Motonari : *lega* " Naah... Gitu dong say! "
Kojuro : *menampar Motonari* " Gue bukan babe kamu! Dasar, duo gender! "
Motonari : *terdiam 3 detik* *teriak* " KENAPA SELALUUU? "
Kojuro : " Haha... Lu aneh-aneh sih! " *menempel hansaplast di tiap goresan*
Motonari : *normal* " Haah... Akhirnya bener juga perawatan lu! "
Kojuro : *tertawa* " Tapi... " *mengeluarkan alat warna-warni*
Motonari : *kaget* " Bukannya itu, kanyon? "
Kojuro : " WOOI! KRAYON KALEEK! "
Motonari : " Itulah! Tapi, buat apa? "
Kojuro : *mengkrayon hansaplast* " Nah. Enaknya ditulis apa ya? Aha! Nichirin-yo! "
Motonari : *tertawa* " Krayonnya... Geli banget! Hahahaaay! " *over-normal* " Ya ampun! Hahah! "
Kojuro : " Gue cuma nulis gini masa' geli? "
Motonari : " Iya! Gue kagak kuaaat! "
Kakinya terlepas dari Kojuro. Namun, secara otomatis, ada kaki meja yang siap-siap melukai kaki Motonari! Hiks, kaki Motonari kena itu :p
Motonari : *menjerit* " Awwh! Beng-beng-bengkak! Sakiit! " *memijat-mijat kakinya*
Kojuro : *blink* " Oh! Ini mejanya kan? "
Motonari : *baru sadar* " Oh, iya. Inilah yang kubutuhkan, Kojuro! "
Kojuro : " Kalau begitu... " *menggendong Motonari* " Pok ame-ame my sweetie Mouri! " *ketawa*
Motonari : *teriak* " Apa-apaan nih?! "
Kojuro : " Naiklah ke atas sepur Juro-ExPress! " *menaruh Motonari di atas meja*
Motonari : *batuk batuk* " Hiwh! Bedebu! Gak lepel bangetz! " *sekarang bersin-bersin -_- paling-paling nanti muntah-muntah... (Author disayat dengan ring blade Motonari)*
Kojuro : " Yah gak papa kan? " *dengan sengaja mencipratkan cat* " Owh! Maaf! "
Motonari : " Hei! Jangan pura-pura kagak tau lu! Itu tadi emang sengaja kan? " *berdiri sebentar*
Kojuro : *memaksa Motonari untuk duduk* " Apaan si elu, Mouri? Lu harus duduk anteng! Tiada tapi-tapian! "
Motonari : *kebanting duduknya -_-* " Aakh! Tapi aku... " *omongan terputus*
Kojuro : " Oh! Catnya kan? " *mengelap cat dengan kanebo di tas medis*
Motonari : " Ceroboh banget jadi ewong.. " *membuang muka sebentar*
Kojuro : " O, iya! Lu masih ada bengkaknya, kan? " *menyiapkan minyak kayu putih*
Motonari : " Iya... Masih ada bengkaknya. Jadi, hatiku hanya bisa memohon tolong padamu, Kojuro! "
Kojuro : " Apa-apaan kata-katamu itu? Mungkin... Kau benar-benar seorang wanita?! " *mengoles minyak kayu putih pada kaki*
Motonari : *masih sarap cinta* " Tapi, Kojuro... Tiada kau, siapa lagi pangeran penolongku? " *YAOI detected! REAAAL! -_-*
Kojuro : " Ekh... Serius nih? " *memeluk Motonari*
Motonari : *balas peluk* " Aku kan memang wanita idaman ka... " *insaf* " Eh, tunggu! Apa tadi yang kulakukan? Ih! Kok aku sekarang meluk kamu, sih? " *langsung melepas pelukan* *meniup tangannya*
Kojuro : *kembali mengoles minyak* " Kau tadi bilang, bahwa aku pangeran penolongmu, nak... "
Motonari : *terkejut* " NANIIIII? " *menjiwit pipi sendiri* " BUKAN MIMPI KAH INI? "
Kojuro : " Tadi kau mengakuinya... " *tertawa*
Motonari : " Ya ampun... "
Kojuro : " Nah! Teroles dengan perfect! Sekarang kuberi... " *memegang solasi dan kapas*
Motonari : " Hah? Lu mau apain gue? Jangan perkosa dong! Gue masih muda dan belum YAOI! "
Kojuro : " Ih! Perawatan ini sudah resmi, tauk! "
Motonari : " Tapi... Kenapa pake solasi segala? "
Kojuro : " Untuk ini... " *senyum evil*
Kojuro memberi beberapa solasi di kaki Motonari. Lalu dieratin lagi alias di-dobel dengan selotip yang lebih besar.
Motonari : " Jangan bilang habis ini... Kau cabut solasinya? "
Kojuro : *senyum evil* " That's right... "
Motonari : " K-K-Kau... Akan mencabutnya? "
Kojuro : " Yap! 100 untuk Motonari Mouri! " *menarik solasi dengan keras*
Motonari : " AKKH! TAMBAH SAKIT TAU! "
Kojuro : " Diamlah... Gue baru nyabut 1 dari 100 yang ada... Anggap 100 persen, dan gue baru ambil 1 persen. " *tertawa evil*
Motonari : " WHAAAT? NOOOOOO! "
10 menit setelah kejadian...
Kojuro : " Nah! Sekarang, tinggal dioles betadin... Lalu kamu pegang kapasnya ya! Tempel di bagian yang kuolesi betadin tadi! "
Motonari : " Kenapa? Kau membuatku makin stress saja, dasar babu naga mata satu yang terkenal lobakers... " *terpaksa menurut*
Kojuro : " Karena... " *langsung mendorong meja ke kelas* " Kau akan segera menikmati kecepatan kereta meja baru, Juro-ExPress! "
Motonari : " Hell you Kojuro! " *terdorong* " Wow, cepat banget! " *geleng-geleng* " Tunggu! Terlalu cepaaaat! " *teriak sepanjang jalan*
Kojuro : " Kita harus cepat biar sampai cepat pula! Kamu ngerti kan, kalau nanti Shingen-sensei akan menyambut kita dengan tonjokkan maut?! "
Motonari : " Ngerti, sih ngerti, Kojuro! Tapi, sekarang sepatu gue ketinggalan di gudang! Gimana dong? " *teriak ini dan itu, this and that*
Kojuro : *berhenti* " Oh, begitukah? Kalau gitu, biarkan aku lari ke gudang! " *lari cepat*
Motonari : *diam 5 detik* *galau* " Aku galauu! Aku galauu! Aku gaaaaaa... Laaaaaau! " *-_-*
3 menit kemudian...
Kojuro : *menahan tangis* " Maaf, Mouri... "
Motonari : " Napa muka lu kayak anak kucing lagi nyasar pas musim hujan? Ooh... Elu mau mencari emak ya? "
Kojuro : " Sepatu kamu... Jebol... "
Motonari : *kaget* " WTH 'n OMG! Alias What the hell 'n Oh my god! " *mencetarkan sinar matahari*
Kojuro : " Masa lalu takkan terulang, gimana dong, Mouri? " *kitty eyes*
Motonari : *menampar Kojuro* " Cari solusi bodoh! "
Kojuro : " Haih... " *berpikir sebentar* " Mungkin aku harus... Ahaaa! " *otaknya nge-blink*
Kojuro menyiapkan benang pink dan jarum. Ia menjahit sol Motonari supaya melekat dengan atasnya. Wait, Pink? Hahaha! Biarin donk :p
Motonari : " Udah selesai kah? "
Kojuro : " Tinggal sentuhan di depan kok, Mouri! "
Motonari : " Oh, bagus... " *baring di atas meja*
Kojuro : " Sudah! Tutup matamu... Duduk dan biarkan Kojuro untuk memasang sepatumu! "
Motonari : *melaksanakan perintah* " Dipahami, boss! "
Setelah sepatu model baru itu dipasang, Juro-ExPress berjalan ke kelas dengan kecepatan klimax ter-klimax dan super duper klimax (sama aja?)
Shingen : " Motonari ama Kojuro lama amet... "
Masamune : " Tau, jangan-jangan mereka berdua main debu di gudang! "
Yukimura : " Bukan, Masamune-dono! Mereka itu sedang lempar-lemparan kayu! " *ada aja nih usul...*
Masamune : " Emang rumah lu? Nebang kayu? "
Yukimura : " Dari mana kau tahu, kalau aku nebang kayu? " *geleng-geleng* " Apa persamaannya? Nebang ama lempar itu bedanya jauh, Masamune-dono! "
Masamune : " Tapi, tetap saja, Yukimura! Topik yang kuangkat adalah... Kayu! "
Yukimura : " Tuan naga gak mau dibilang salah bicara kan? " *senyum sarkastik*
Masamune : *membuang muka* " Dasar... " *dalam hati* " Meski yang dikatakannya benar! "
Akhirnya, Juro-ExPress sampai juga! Shingen menyambut mereka dengan pukulan, persis dengan yang Kojuro katakan!
Shingen : " BAKAYARROOOO! " *mengambil nafas*
Kojuro : " Maaf, sensei! " *minta ampun*
Motonari : " Saya tak sengaja, sensei! "
Shingen : " Hmmm... Ya sudah! Dorong mejanya ke belakang! "
Motonari : *hormat* " Haik! " *mendorong meja*
Saat Motonari bergerak, semua siswa mengalihkan perhatian ke celana dan sepatu Motonari. Hahah! Ini pasti karena pikatan dari Kojuro dan rencana dari Motochika! :D
Ieyasu : " Motochika, lihat deh rivalmu! Celananya kayak orang itu! " *membuat huruf M dengan jari*
Motochika : *tertawa* " Memalukan... Dia layak menjadi wanita! "
Ieyasu : " Kenapa dia gak jaga-jaga bawa tas pocket aja ya? "
Motochika : " Hahah! Bener juga! Dia kan, harus naruh pembalut di pocket-nya! "
Nouhime : " Ooh... Ternyata Motonari mengakui bahwa dia mengalami masa kematangan wanita! "
Oichi : " Tapi... Kok bisa ya? Cowok seperti dia mengeluarkan darah yang besar banget! "
Nouhime : " Ya lah! Emosinya kan sangat tuinggih! Maka dari itulah, darah yang ia dikeluarkan sangat deras! " *senyum sarkastik*
Nagamasa : " Sepertinya Motonari adalah Mister sekaligus Mistress di sekolah ini! "
Fuuma menulis : 'Tuh, liat sepatunya! Sangat menarik perhatian... :o'
Nagamasa : *melihat sepatu* " Wow... Jahitan girly warna pink! "
Fuuma menulis : 'Kalau Motonari memang sedang mengalami ... , dia gak boleh tahan makan dong! :)'
Nagamasa : " Kasihan... " *geleng-geleng*
Fuuma menulis : 'Berarti nanti dia gemuk, kan? :D'
Nagamasa : *membuang ludah* " Gak bisa bayangin gue, kalau Motonari bakal gemuk! " *menahan tawa*
Fuuma menulis : 'Oh, ntar gue balik ya. Soalnya, trending topicnya ada di samping gue. Bai-bai!'
Nagamasa : *senyum* " Nanti duduk sini ya! "
Fuuma mengacungkan jempol dan memberi Motonari tempat.
Motonari : " Owh, domou, Fuuma! " *hormat*
Fuuma ikut hormat sambil menahan tawa. Motonari heran dengan teman sebangkunya yang satu ini.
Motonari : *heran* " Napa lu? Kok senyum-senyum sarkastik gitu? " *melihat keadaan sekitar* " Kok semuanya merhatiin gue? Gue jadi artis TTWW yah?! Syukurlah! " *padahal...*
Ieyasu : *nyahut* " Mouri-kun! Tau gak, napa nama kamu Motonari? "
Motonari : " Heh? Napa? "
Ieyasu : " Soalnya... Lu banyakan nari dibanding action lelaki! "
Motonari : " Whaaat the... " *keluar asap dari cerobong (?)* " YOOOOU! "
Motochika : *ikut nyahut* " Mouri! Sejak kapan kau mengalami itu... " *tertawa*
Masamune : " Hahaha... Mungkin selama ini dia pakai pembalut, eh! Sekarang malah mengalami sistem kebocoran! Kasiaaaan... Deh elu! " *senyum evil*
Motonari : " Kalian... " *mengamuk*
Kasuga : " Minna-san! Ikut aku! " *bikin semacam yel-yel* " DU-O GEN-DER! DU-O GEN-DER! "
Siswa lain (kecuali Motonari) : *mengikuti yel-yel Kasuga* " DU-O GEN-DER! DU-O GEN-DER! "
Motonari : *dalam hati* " Hari kedua sama saja! Hiks! " *menahan amarah*
Shingen : *menegur Motonari* " Kau memalukan! Kenapa lu kagak bisa jadi prince charming, sih? "
Motonari : " Su-Sumimasen, Shingen-sensei! " *hormat*
Shingen : " Sekarang, lu ke kamar mandi! Oh, lupa! Sebelum itu, gue kasih yang namanya pembalut bersayap! "
Motonari : " Haruskah ini, sensei? Aku malu-malu! " *membuang muka*
Kennyo : " Wow! Dia merayu sensei biar gak malu-malu lagi! " *bersiul*
Tenkai : " Sungguh, apa-apaan adegan ini! Gue gak paham... " *geleng-geleng*
Shingen : " Nah! Lu tau gak, pembalut itu apa? "
Motonari : " Ya tau lah! Sejak SD gue juga tau! "
Kojuro : " Wow... Dia terbukti kalau dia sudah mengalaminya sejak SD! " *tertawa*
Motonari : " Bukan itu maksudnya, Kojuro! " *menatap Kojuro dengan sadis* " Bodoh amet... "
Kojuro : " Tapi, kau kan, tahu sejak SD! "
Motonari : *berbisik* " Kau lah yang telah menyebabkan semua ini! Jadi, lu nanti bakal kena hajaran maut! "
Kojuro : " Hmmm? Really? "
Motonari : *buang muka* " Hmph! Sial! " *dalam hati* " Kan... Kalau sama Kojuro, bakal gini... "
Shingen : " Sudah! Cepetan ganti! "
Motonari : *hormat dengan kepala tunduk 90 derajat menyiku* " Haik! Laksanakan! " *lari*
Shingen : " Bagus! Selagi dia ke kamar mandi... Kerjakan LKS halaman 18 nomor... " *omongan terputus*
Semua siswa : " Kami belum dapet LKS, Shingen-sensei! "
Shingen : " Oh, begitu kah? "
Masamune : " Buku paket aja belum, apalagi LKS nya, sensei! Ya know that? "
Shingen : " Kukira sudah terbagi! Ya sudahlah, saya ambil di ruang guru atau perpus. Oke? Jangan rame! " *meninggalkan kelas*
Apa yang dilakukan siswa-siswi... Saat sensei meninggalkan kelas sementara?
Continued to Act 4!
