Ini adalah lanjutan dari act sebelumnya... Mengenai pengumuman yang akan diajukan Masamune!


Act 5 : Detail 'bout Party?

Masamune : " Jadi, kamu sudah tau belum? "

Ieyasu : " Kenapa? Kenapa? " *blink eyes*

Masamune : " Nanti malam akan ada party, ya know? "

Ieyasu : " P-P-P-P-P-P-PAAAAARTYYY? "

Masamune : " Hebat ya? Sekalian perayaan masuknya kamu ke area sekolah kita! "

Yukimura : " UWOOOOOH! PASTI SERUUU! "

Masamune : " Selain itu... Kita baru masuk sekolah juga nih! Napa gak kita awali dengan 'some party', ya know? "

Kojuro : " Party nya jam 7 di lapangan! " *pake loudspeaker* " SEMUANYA BOLEH PAKE BAJU BEBAAAS! YANG DIBAWA APA AJA INGET KAAN? "

Semua langsung nutup kuping sekencang-kencangnya.

Motonari : *buka kuping* " Sini! Gue tunjukkan yang lebih keras! " *rebut loudspeaker* " KALAU MAU PAKE LOUDSPEAKER JANGAN REBOT-REBOOT! PUSING GUE DENGERNYAAAH! SEKARANG RASAKAN TERIAK MAUT! MOURI MOTONARI! MOOOTOOOONARIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII... " *I nya dibikin panjang*

Suara Motonari 8x lipat lebih kencang! Bahkan lebih kencang dari tiupan sangkakala (Heh! Gak boleh itu!) Semua langsung nutup telinga 16x bahkan 48x (?) lebih kencang. Yang paling pede nutup telinga Sasuke. Dia cuma pake penyumbat telinga, terus duduk bersila di atas meja. Apalagi Kasuga! Dia pake headset, dengerin lagu mellow classic dan volumenya dikerasin biar teriakan Motonari gak kedengaran.

Motonari : *setelah 1 menit memanjangkan huruf I* " ...IIIIIIH! SUDAAAAH? " *berhenti pake loudspeaker*

Motochika : *buka kuping* " Berisik tauuk! Dasar Mouri! "

Motonari : " Habis, salahnya Kojuro yang mempermalukanku... "

Motochika : " Kasian... Dipermalukan kayak apa sih? " *dalam hati* " Dia gak tau! Kalau aku jadi majikan Kojuro! "

Motonari : " Dia... Dia itu... Dia... " *buang muka* " Akh! Kau tak perlu tahu soal itu! Entar lu ketawain kejadiannya! "

Motochika : " Ya sudah... " *dalam hati* " Seep! Motonari sampai sensitif getooh! "

Masamune : " Jadi, bolehkah kita back to announcement? "

Yukimura : *teriak* " UWOOOOOOH! TENTU SAJAAAAA! "

Masamune : " Good! Nanti di pesta, kalian harus bawa tas, senjata masing masing, makan cemilan, baju ganti buat dance session, sama senter! Jangan lupa! "

Ieyasu : " Senjatanya buat apa? Gue kagak pake senjata? "

Motochika : " Tuuh, tuuh! Ingat kagak, sama itu Tadakaaaa...aaatsu! "

Ieyasu : " Itu robot, bukan senjata gobliiik! " *nampar Motochika*

Motochika : " Tapi itu robot tempur yang ter-best! Suweer! "

Ieyasu : " Ntar lu bawa itu rising sun... Gimana nasib Tadakatsu? "

Motochika : " Tapi Tadakatsu pasti mengeluarkan jurus jitu nya yaang... " *niru mimik robot dan suara datarnya* " Dazzling! Dazzling! Zreeng! "

Ieyasu : " Oi! Bukan gitu bunyinya! Lagian Tadakatsu tidak berkelip! Jurusnya itu 'Power Lightning! "

Motochika : " Tapi... Tapi... "

Ieyasu : " Lagian, sebelum Tadakatsu keluarin jurus itu, Rising Sun udah nembak beratus peluru! Terus korslet lagi! "

Motochika : " Belom tentu yaah! Kalo misal si Tadakatsu pake lightning shield? Gue kalah dong! "

Ieyasu : " Kalo diinjak sama kakinya rising sun? Kan Tadakatsu 250 cm! Sedangkan Rising Sun 30x lipat besarnya! "

Motochika : " Kakean bro! Kakean! Gak semono yee... "

Ieyasu : " Ya wes! Dipuji kagak mau! " *buang muka*

Masamune : " Oke! Oke! Calm down! Kalian bawa Rising Sun dan Tadakatsu nya! Entar seru! "

Ieyasu : *muka kusut* " Bukan dibawa, tapi diajak... "

Motochika : " Kalo gue dikontrol... "

Masamune : " Itu wes! Pokoknya mereka harus ada di lapangan juga! "

Kojuro : " Lapangan Upacara? Ntar gimana raut muka pembina upacaranya? "

Masamune : " Aduh nak Katakura Kojuro... Bukan begitu maksudnya! Maksudnya... Di lapangan sekolaaaah! "

Kojuro : " La iyaaa! Biasanya disitu upacara kan? Oh! Atau pas pelajaran olahraga... Gimana raut muka guru olahraga nya? "

Masamune : " ADOOOH! CUMA NANTI MALAM KALEEEEEK! " *nampar Kojuro untuk kesekian ribu bahkan abad (kok nurun?) kalinya*

Kojuro : " AAAAOOOOOOOWWWWW! "

Masamune : " Oh, aku lupa! Ieyasu pake fist ya? "

Ieyasu : " Iya! Makanya aku tanya! "

Masamune : " Ntar malam ada ajang duel khusus... Jadwalnya... Ada dech! "

Ieyasu : " Duel? Boleh tuuh... "

Masamune : " Sekitar 9-11... "

Kennyo : *memanjangkan muka* " BANYAK SEKALEEEH! "

Masamune : " Termasuk kamu Versus Yoshimoto tuuh... Kalau dia masuk... "

Kennyo : " Iya? " *gigit-gigit jari sampe hampir copot kulitnya* " Ngeri... "

Masamune : " Gak sampe matek tenan kok... "

Toshiie : " By the way, gimana soal pembagian barang individu nya? "

Masamune : " Oh iya! Kau mengingatkanku! Arrigatou... "

Toshiie : " Biasa aja... Aritmatika juga boleh... " *gak berkaitan sama sekali -_-*

Masamune : " Pembagiannya... Ano... " *nunjuk Nouhime* " Hei kamu! Gadis lajang! "

Nouhime : *tersentak* " What? HOOOI! Gue gak lajang! Gue ada Nobunaga! "

Kasuga : *mendekati Nouhime* " Tapi siapa ya? Yang kemaren bilang, bahwa kamu masih single? "

Nouhime : " Akh! Itu salah ngomong! Lagian, aku cuma bilang bahwa aku ogah sama pak KepSek alias Xavi! Dia bukan Kepala Sekolah lagi tuh! Tapi Kepo Seksi! "

Masamune : " Hmmm... Berarti... " *mengulang adegan* " Hei kamu! Istri Oda! "

Nouhime : " Iya? "

Masamune : " Nanti malam... Kau harus membawa granat! Tapi jangan granat air! Granat es apalagi! "

Nouhime : " Owh... Soal granat sih, gue biasa bawa! So, di tas gue ada 40 pack! " *buka tas* *pamer pack granat*

Masamune : *kagum* " Banyaknyaa... Bagus, bagus! Nanti malam bawa lagi! Dan harus 100 pack! "

Nouhime : *hormat* " Siap, Dokuganryuu! "

Masamune : " Bagus! Dan kau, wahai Sanada Yukimura! "

Yukimura : *hormat* " HAAIK! "

Masamune : " Kamu harus bawa... " *terputus*

Yukimura : *teriak* " SURUUH BAWA KAYU BAKAAAAAAAAAR! " *berarti kayu yang ada banyak percikan apinya ya? (Author diberi Daisharinnya Yukimura)*

Masamune : " Memang itu yang mau kubilang. Soalnya tadi katamu, sensei biasa motong kayu! "

Yukimura : *teriak lagi* " BERAPAAAA POTOOOOOOOOOONG?! "

Masamune : " Gak usah lebai. Cukup 10 potong! Tapi ukurannya yang standart aja. "

Yukimura : *lagi-lagi...* " UWOOOOOH! MASAMUNE-DONO PERLU SEPULUH POTOOOOOOOOOOOOONG! "

Masamune : " Ya, ya, begitu laah... Jangan lupa! Terus... Motochika! "

Motochika : " Apa brokuganryuu? "

Masamune : *troll face* " Jangan ejek namaku... "

Motochika : " Tapi manggil bro sekaligus dokuganryuu! Kan bisa digabung! "

Masamune : " Itu kalau kamu... Ya, whatever! So... Kamu yang bawa korek api! "

Motochika : " Korek api? Kau tahu saja kalau aku punya banyak korek api! Mau yang mana? Yang common, uncommon, rare, super rare, legend, atau apa? "

Masamune : " Terseraah laah! Yang penting harus menyala dan stabil! "

Motochika : " Hmmm... Oke! Dimengerti! "

Masamune : " Bagus! "

Motochika : " Tapi buat apa? "

Masamune : " Yaah... Buat nyalain api unggunnya lah... Mau apa lagi? Smoking? "

Motochika : " Emang aku tau segitunya? "

Masamune : " Gletook... Karepmu deeh... "

Motochika : " Yang penting ngasta! "

Masamune : " Korek udah, granat udah, kayu udah, apa lagi ya? " *berpikir*

Keiji : " Bagaimana kalau membawa alat musik, mas broo? "

Masamune : *menjentikkan jari* " Aha! You gave me idea, Keiji! "

Keiji : " Keiji gitu deeh... " *narsis*

Masamune : " Kalau gitu... Lu bawa gitar ya! Punya kan?! "

Keiji : " Of course! I have! I have! Dijamin kalian akan kagum nantinya! "

Masamune : " Begitukah? Emang ada orang cantiknya? "

Keiji : " Udah deeh... Liat aja nanti! "

Motochika : " Other usul! Gimana kalau Motonari bawa CD-CD classic nya? Entar aku juga bawa radio! "

Motonari : *troll face* " What? Katakan sekali lagi, Chosokabe... "

Masamune : " Hmmm... Boleh, boleh! "

Motochika : " Seep! Buat dance session kan cocok tuuh! "

Masamune : " That's right! " *dalam hati* " Ternyata siswa lain lebih pintar dari ketuanya sendiri... Seperti aku tak pantas saja... "

Yukimura : " UWOOOOOH! PASTI BANYAK YAOI YANG TERPOTRET DI HIDDEN CCTV! "

Sasuke : " Sejak kapan kau menaruh CCTV di area sekolah? Dan apa itu diperbolehkan? "

Yukimura : " Maksudku, di kamera terhebat milik Sanada Genjirou Yukimura! " *pamer kamera*

Sasuke : " Untung yang eksis kamera... Bukan Yukimura-taichou... "

Masamune : " Selain itu... Kasuga! Sasuke! Fuuma! " *memanggil satu persatu dengan cepat*

Kasuga : " Iya? "

Sasuke : " Ada apa? "

Fuuma menulis : 'Kita disuruh bawa apa emang?'

Masamune : " Bawa shuriken and kunai set! Entar dipaduin sama bola-bola king! Terus jadi hanabi set deh! "

Kasuga : " Seperti SB3 utage dong... "

Sasuke : " Tapi boleh lah, kita meniru cerita zaman terdahulu... "

Masamune : " Ya iyalah! Masa' karya sendiri dilupakan? "

Fuuma menulis : 'Bukan karyamu nak! Tapi karya CAPCOM! Tolong dihargai!'

Masamune : " Iya, itu lah. "

Fuuma menulis : 'Jangan dianggap remeh dong! Kalau gak ada Capcom, kita juga gak ada loh!'

Masamune : *teriak* " IYAA! IYAA! "

Fuuma menulis : 'Serius tuh, ngomongnya? Yakin?'

Masamune : *teriak 2x lipat* " IYAAAAAA! " *dalam hati* " Ternyata ninja ini ngeselin juga... "

Fuuma menulis : 'Tapi kok kayak dipaksa ngomongnya?'

Masamune : *muka merah matang* " ENOOOUGH! JANGAN IKUT CAMPUUR! " *menampar Fuuma dengan sadis*

Akhirnya, pipi Fuuma gosong bewarna hitam abu putih perak emas dan lanjutannya. (Author dihajar Fuuma)

Masamune : " Tuh kan! Gue hampir lupa topik! Jadi, Fuuma, Sasuke dan Kasuga harus bawa... SHU-RI-KEN! DAN KU-NAI-SET! NGER-TI KA-GAK? " *ngomong di eja-eja kayak anak-anak yang baru belajar membaca (Author di hell dragon Masamune)*

Sasuke : *ikut ngeja* " ME-NGER-TI! E-MANG KI-TE GAK NYAN-TOL-LAN KA-YAK DI-A? " *nunjuk Tenkai*

Tenkai : *ketawa* " Buakkakkakaaakakkak! Jiaah! Oishi! Itta! Itta! Kyaah! Oishiii~! " *nusuk-nusuk paku ke lengannya (hiww!)*

Nouhime langsung menembakkan 3 peluru pistol ke arah pra-mayat tersebut. (Author dijatuhkan ke jurang oleh Tenkai)

Nouhime : *nembak persis mengenai bagian kening Tenkai* " Get that, ya know? "

Tenkai : " Motto, Nouhime-san! " *datang ke Nouhime* " Motto! Motto! Oishiii~~ " *datangnya kayak ayah Nobita yang over-mabuk (Yes! Aku gak kena hajar! Dia kan, orang gila :p)*

Masamune : " Oke, jangan pedulikan dia... Dia sudah gila! "

Tenkai : *insaf* " GI-GILAAA? " *jeduk-jeduk kepala ke tembok sampe merah (gila kan?! :D)*

Masamune : " Terus... Matsu sama Toshiie tau kan bawa apa? "

Matsu : " Gak tuuh... "

Masamune : " Ya ampyuun... Kalian itu keluarga pemasak kan?! Kalian harus tau yang dipakai untuk makan doong! "

Matsu : " Akh, akh! Bawa sendok garpu ya? "

Masamune : " Nah, that's right! "

Toshiie : " Kalau gitu... Bawa piring sama serbet juga? "

Masamune : " Yap! Ingat ya... 18 ditambah King, Queen, Author, KepSek dan Anak, Kenshin sensei dan Shingen sensei! "

Toshiie : " Jadi... 25 piring dan serbet dan sendok dan garpu? "

Masamune : " Ya iyalaah... Masa 50? "

Matsu : " Oke! Maeda akan menyiapkan semuanya! Dari bawah ke atas! "

Masamune : *dalam hati* " Mereka memang cocok... Jadi pengen pacar gue... " *sama aku mau gaak? (Author dipentung Masamune)*

Toshiie : " Apa yang kau pikirkan, Dokuganryuu? " *mengkagetkan Masamune*

Masamune : *tersentak* " Oh! Tak ada kok, suweer! Hehee... " *tegas* " Sekarang lanjut lagi! Granat, kayu, korek, set makan, kunai and shuriken set, radio and CD set, gitar... Cukup deh! Sebelumnya... Gue tes dulu satu pir satu! " *yang bener per! Ntar 1 orang dapet 1 buah pir loh! (Masamune : " Iya deh, iya! Jangan cereweet! ")*

Nagamasa : " Apaaa? Ada ulangannya? " *mukul meja* " Siaaal! Gue belom belajaaaar! Ulangan apa lagi yang keluar? Kalau bahasa, gue males! "

Masamune : " Bukan ulangan pelajaran, dasar elu! Tapi ngetes siswa-siswi yang tadi gue suruh bawa barang khusus! Paham? "

Nagamasa : " Tetap ajaa! Gue belom belajaaar! "

Masamune : " Memangnya elu bawa sesuatu gitu? "

Nagamasa : " Iya kaan! Yang tadi awal-awal kau bilang! Soal barang wajib! "

Masamune : " Itu tak perlu ditanyakaan! Sudah! Mending lu diem! " *melelek mulut Nagamasa dengan Tao Ke Noi rasa seaweed (atau apalaah)*

Oichi : *kagum* " Ooh... Jadi seaweed is Tao Ke Noi... " *dia baru belajar nama makanan... Paling-paling dia juga gak tau yang namanya cupcake (Author disorot mata evil Oichi)*

Masamune : " Naah... Jadi gue tes! Yuki-chan! " *nunjuk Yukimura kayak ibu tiri Cinderella, tapi yang ini lebih kagak jelas (Author dibawa ke hadapan Ibu tiri Cinderella yang asli oleh Masamune, lalu suruh hajar sampe bego)*

Yukimura : " Hei! Apa itu Yuki-chan? Gue bukan cewek! "

Masamune : " Tapi ternyata enak juga, kalau kamu dipanggil Yuki-chan! " *tertawa*

Yukimura : " Tapi saya tak terima panggilan itu! Kalau gitu, Masamune-dono kupanggil Mune-chaan! "

Masamune : " Ekh... Apa? "

Yukimura : " Kalau gak mau, makanya panggil gue Yukimura aja! Jangan yang lain! "

Masamune : " Oke deh, 'Yukimura aja! Jangan yang lain!' "

Yukimura : " GAK PAKE 'AJA! JANGAN YANG LAIN' KALEEEEEK! YOU SHIIIT BROOOO! "

Masamune : " Owh, jadi mau protes yaa? Bukannya lu yang suruh, bahwa dipanggil 'Yukimura aja! Jangan yang lain!'

Yukimura : *ngeluarkan jiwa macan* " HIYAAAH! AKAN KUHAJAR KAAAAAU! "

Masamune : *ketakutan* " Kyaaah~~ Fine! Sumimasen... "

Yukimura : *buang muka* " Hmph! -tiit-! "

Masamune : " Jadi, kamu nanti malam harus bawa apa? "

Yukimura : *semangat lagi* " BAWAAA KAYU BAKAAAR! SEBANYAK 10 GOREEEEEEES! "

Masamune : " Jih, banter-banter ada salah lagi! " *bales teriak* " YOOOOU! YANG BENER ITU... 10 POTOOOOOONG! "

Yukimura : *teriak* " SEPULUUUUUH POTONG BEBEK ANGSAAAAA! MASAKNYA DI KUALI! TERUS TUAN MINTA DANSAA! DANSANYA 4 KALIII! " *malah mengganti lagu menjadi teriakan non-harmonis -_- (Author ditendang berkali-kali oleh Yukimura)*

Masamune : " Tuh kan, salah lagi... Kagak pake bebek angsa segala lageeh! Lu mau jadi pemburu emang? Just 10 pieces, ya know? "

Yukimura : *teriak* " KOKORO DE MOSTAAAA! "

Masamune : " Alay bin jablay bin lebay bin jijay bin kamseupay... "

Yukimura : *drop battery then die (Author dipukul-pukul Yukimura sampe banyak bekasnya)* " What did you say... "

Masamune : " Motochika! Kamu bawa apa aja? " *nunjuk*

Motochika : " Gue bawa radio dan korek doong! " *mengacungkan jempol*

Masamune : " Perfect! Keiji? "

Keiji : " Bawa Gita Gutawa... Eh, Gitar nding! " *Keiji selalu tergoda dengan cewek cantik... Tapi, kok sama aku gak banget ya? (Keiji : " Elu gak belas, Thor Dissaaaaaa! " Author dilelek pake dot bayi)*

Masamune : *nyanyi lagu Gita Gutawa-Parasit* " Dasar kau Parasit! Minta dibayarin! Minta ditraktirin! Minta dianterin! Minta dijemputin! Minta ditelponin! Minta diSMSin! "

Keiji : " Yee... Emang gue cewek elu? "

Masamune : " Kagak, habis elu ngomong soal Kita Ketawa, eh, Gita Gutawa! "

Keiji : " Oke! Stop! Gitar kan? "

Masamune : " Iya, iya! Nouhime, kamu bawa apa? "

Nouhime : " Granat 1 abad! Tapi tahun diganti jadi pack! "

Masamune : " Okay! Pinter juga elu! ToMat bawa apa? "

Kojuro : " Apa? Tomat ku bisa bawa sesuatu kesini? Masamune-sama kasih poison ya? "

Masamune : *kasih Kojuro 'Death Fang'* " Hei! Bodoh kau! Maksud gue Toshiie ama Matsu! "

Kojuro : " Makanya jangan disingkat, atuuut... " *megang-megang tubuh yang kepegelan, bahkan hampir distatuskan stadium-IX (Kojuro : " ITU MAH, KANKEEEER! " Author di-headbutt Kojuro)*

Toshiie : " Bawa sendok and garpu and piring and serbet! "

Masamune : " Bagus! Terus... Sasuke! Kamu bawa apa? " *nunjuk sadis* " Jangan malah ngupil! "

Sasuke : *tersentak* " Ukh? Iya deh... " *meniup tangan yang ada banyak bekas ingus* " Nanti malam saya bawa shuriken dan kunai set! Bener kan?! "

Masamune : " Bener, bener... Motonari! Lu bawa apa? "

Motonari : " CD classic! Gue bakal bawa top 3! "

Masamune : " Top 3? Tapi dansa kita hanya 30 menit! "

Motonari : " Tapi kau harus menggunakan logika! 1 kaset itu 10 menit! "

Masamune : " Oowh... Bener, bener... Tapi, emang 1 kaset brapa lagu? "

Motonari : " 2 lagu. 1 lagu cuman 5 menit, tapi dijamin classic nya jempolan! "

Masamune : " Oh, oke... Kalau gitu dah hapal pembagiannya, kan?! "

Kojuro : " Tapi, Masamune-sama! Kita gak usah bawa barang personal, gitu? "

Masamune : " Gue cukup bawa gelar... " *tertawa evil*

Kojuro : " Ya elaah, Masamune-sama sombong! Itu tak tertulis pada perintah agama, tauk! "

Masamune : " Biarin dong! Itu kalau agama islam kan?! "

Kojuro : " Tapi juga bagi agama lain, Masamune-sama! "

Masamune : " Gak ngurus deh, Kojuro! Kamu sok alim, padahal jiwa batin sendiri gak sangat alim! "

Kojuro : " Hiiks... Masamune-sama jahaat... "

Tiba-tiba, Shingen-sensei teriak dari luar kelas.

Shingen : " MINNNNNAAAAAAAAAA! "

Semua siswa langsung lari-lari ke tempat duduk masing-masing (meski kita tahu kalau Masamune sudah duduk di tempatnya sejak awal). Shingen lari sambil narik trolley isi pack LKS. Yang aku heran, kenapa area sekolah menyiapkan trolley? Shingen mau jadi ibu-ibu paleeng :D (Author dibogem Shingen)

Shingen : " Maaf cukup lama, anak-anak yang saya cintai... " *menaruh trolley tepat di depan tengah kelas*

Semua siswa : " BANGEEET! "

Shingen : " Oh iya? Tapi untungnya, gue dapet 5 pack LKS sekaligus! " *mukul salah satu pack LKS dengan keras*

Ieyasu : " 5 Pack?! Emang pelajaran apa aja? "

Shingen : " PPKn, Mat, IPA, English, IPS! Buku lain nyusul katanye! "

Shingen langsung merobek pack buku Mat dengan giginya. Bahkan plastiknya sampai timbul bekas ludah yang banyak. Shingen langsung membagi dengan kecepatan 9 buku per detik (What? Berarti semua buku cuman 2 detik? Dia sudah gilaaa... Author langsung dibogem Shingen lagi)

Shingen : " Kalau gitu, sekarang buka buku LKS halaman... " *terputus*

Kriing~! Kriing~! Bel istirahat pertama tau-tau sudah bunyi dengan indahnya...

Shingen : *mangap* " Kok cepet banget seeh, bel nya... Gue baru mau kasih tugas! "

Semua siswa : " YEEEEEEY! ISTIRAHAAAT! "

Masamune langsung narik tangan Shingen ke bangku Motochika. Lalu narik juga tangan Motochika ke depan kelas, bersama Shingen-sensei.

Masamune : " Cepat! Cepat! Traktiran! Traktiran! "

Ieyasu : " Oooi... Gue diajak juga doong... Boleh kagak? " *mendatangi Masamune dan narapidana yang telah ditawan dengan ketat (Motochika and Shingen : " Apa maksudmu, kami narapidana? " Author ditusuk sama jangkarnya Motochika, lalu ditambah bogeman sensei untuk kesekian kalinya)

Motochika : " Bener tuh! Dia murid baru! Kita harus memberinya warm welcome! "

Shingen : " Hmmm... Boleh lah! Skali-skali ngajak Ieyasu traktiran! "

Motochika : " Horeee! Ayooo! "

Mereka berempat langsung jalan ke kantin. Bagaimana kisah mereka di kantin? (Emangnya legenda?)

Continued to Act 6!