Bel telah berbunyi dengan indahnya. Bunyinya Kriing! Kriing! Kayak bunyi telpon tuuh! (Siswa JaNime : " WOOOOOI! YANG BENER DOOONG, DASAR! " *deathglare 17x lipat) Iye, iye... Bunyinya Kriing! Kriing! Lagian kalian bodoh banget sih? (Siswa JaNime : " YANG BAKA SIAPA?! DISSA YARO! ANATA BAKA DAANE! " *Author dihajar bergantian, para siswa juga dibantu readers)
Sebelum itu... Kita membalas review!
thegirlwriter :
Masamune : " Kamu sama aja kayak Author! "
Author : " Sama-sama cantik, kan?! Meheeh! " *peace*
ChiYaMune : " WHAT THE ****?! " *Author dihajar mereka bertiga*
Author : " Tapi, kalo gak ada gue, kalian juga diputus gajinya! "
ChiYaMune : *merinding* " OKEEH! MAAFKAN KAMI, THOR DISSA! "
Kamu nanya' guru barunya? Jawabannya akan terungkap di Act ini! Petunjuk : Tokoh Basara 3 yang baru.
Kasuga : *kena puk-puk* " Arrigatou, ya... Kamu baik banget! Gak kaya' Author! Kamu kan, ngasi puk-puk. Kalo dia cuman ngasi krupuk! "
Author : " Heheheh... Gue ini wong bokek, makanya cuman krupuk! "
Kasuga : " Tapi kalo krupuk masih harus beli! Kalo puk-puk, cuman nguras tenaga! Jadi, untung yang mane? "
Author : " Tetep aja untung krupuk! Kalo krupuk kan, bisa dirasakan di mulut! "
Kasuga : " Haiih... Jangan celoteh! Puk-puk bisa dirasakan di pundak, bodooh! "
Author : " Tapi, satu keuntungan lagi! Kalo krupuk, bisa ditaruh di tempat. Tapi, kalo tangan orang yang puk-puk, gak bisa dicolong kan? "
Kasuga : *kepala meledak* " AWAS KAU, AUTHOR DISSA... "
Readers : " SUDAAAH! KAPAN SELESAI NI BALES REVIEWNYA 'THEGIRLWRITER'? NUNGGU SAMPE NIPISIN MUKA TAUUK! "
Author : " Hnn... Oke! Oke! Terserah kalian! "
Untuk akhir kata (bukan akhir kata kematian), thanks for your review.
MeaEmotIpa :
Kamu suka Act 6 ya? Bagus, bagus! Sama kayak Authornya sendiri! :D Ntar jadi keturunan gue ya... (?)
Kenshin : " Hei! Apa yang kau harapkan pada pedang cantikku? " *menyiapkan pedang tajam* *diarahkan ke MeaEmotIpa* " Hati pedang cantik hanya boleh nempel ke gue! "
Kasuga : " Tapi, Kenshin-sama... Ieyasu-san memang ganteng! Sama kayak Kenshin-sama! Jadi, tolong hentikan semua ini. " *merebut pedang Kenshin*
Motochika : *natap kagum* " HOREEEE! KASUGA MEMBELA IEYASUU! "
Ieyasu & Kasuga : " Terus kenapa? "
Motochika : " Itu artinya, kalian mau pacaran 24/7 kan?! Seep! Mau kencan kemana tuuh? "
#Plak! Nasib Motochika tak perlu ditanyakan.
Sasuke : " Kau menanyakan nasib gue? Tenang aje, gue baik-baik saja di sini! "
Author : " Kukira kau menyesal, karena Kasuga sudah punya 2 cowok! Tadi kan, merupakan 'Special Moment' kalian bedua! "
Sasuke : " Itu TA-DI! Bedakan! " *menghajar Author*
Oke, sekian. Thanks for your review!
Langsung saja kita lihat aksi mereka! (WOOOI! INI MEM-BA-CAA! KALO MELIHAT, BERARTI ADA GAMBARNYA, GOBLOOK! *Author dihajar Readers) Gue salah lagi? -_- Babah! Wong warning sudah tertera dengan jelas di mana-mana.
Act 9 : Mr. Narsist and English » Part 1
Masamune : *menghias jadwal* " Adooh! Bel masuk! Hiasannya tinggal dikit, ayoo! " *mempercepat gerak-gerik pensil, biar gak dihajar kertasnya (?)*
Kojuro : *cheerleader uniform* " Go! Go! Go! Go! Masamune-sama! Selesaikan jadwalnya! Yeey! "
Masamune : *dalam hati* " Ini babu sudah sarap beneren. Sebenarnya harus disebut babu ato babi sih? Atau mungkin bibi? "
Nagamasa : " Oke, minna-san! Baris seperti kemarin di luaar! Ntar ditegur sensei gimana? " *lari keluar bersama beberapa siswa lain*
Yukimura : *teriak* " AYO KITA BARIIIIIS! " *lari lebih cepat*
Masamune : " Bentar! Jadwal pesta hampir jadi! "
Nagamasa : " Jadwal? Kenapa harus sekarang sih? Ntar di rumahmu bisa kan, kayak gak ada jam lain aja luh! "
Masamune : " Memang gak ada, dasar Naga Asam! Ntar gue harus ke Hideaki buat pesen makan malam, terus pergi ke toko lampu, terus harus nyari baju, dan nge-pack barangnya aja bisa menghabiskan waktu 2 jam! "
Nagamasa : " AWAS KAU! KENAPA LU MANGGIL GUE NAGA ASAM? Dan buat apa pergi ke toko lampu segala? "
Masamune : " Bohlam rumah gue mati, tauuk! Ntar gak bisa nge-pack kan? Terus, Kojuro mau beli senter! Senternya pecah. "
Nagamasa : " Arrgh... Baiklah! Kuberi waktu setengah menit dari sekarang! " *nyiapin stopwatch dari kantong (Wait... Sejak kapan Nagamasa punya stopwatch? Lagian pada era sengoku harusnya belum ada!)*
1 detik... 2 detik... 3 detik... 4 detik... 5 detik... 6 detik... 7 detik... 8 detik... 9 detik... 10 detik kemudian... (KELAMAAN! NAPA PAKE DIHITUNG SEGALA SIH?)
Masamune : *banting pensil* " Yeey! Akhirnya selesai juga! " *mendobrak Kojuro, lalu lari keluar*
Kojuro : *ternganga saat liat jadwal pada pandangan pertama (?) (Author dihajar Kojuro sampe buset)* " Uwoow... Sugoi... "
Jadwal yang dibuat Masamune ternyata ada hiasan naga birunya. Tentu saja sangat cocok jika dipadukan tulisan Masamune yang rapi. Jangan-jangan... Naga dan tulisannya janjian ya?! (?)
Kojuro : " Gambar Masamune-sama keren... Kenapa ya, babunya gak keren? " *ngangguk-ngangguk*
Nagamasa : *nyeret Kojuro keluar kelas* " Hei, kamu! "
Kojuro : " Akkh... Apaan sih lu? Bukannya gue neken lu, tapi sebelumnya, kaos kakimu melorot tuuh! " *nunjuk kaos kaki kanan Nagamasa*
Nagamasa : *noleh* " Oh iya... " *benerin kaos kaki* " Tumben lu teliti, ya. Arrigatou. "
Kojuro : " Gue kan, cuman ngeliat jadwal masa' kagak boleh? "
Nagamasa : " Boleh sih! Tapi kelamaan! Gue kan, cuman ngasih 30 detik, lah ini? 60 detik! " *menghentak-hentak kaki kiri*
Kojuro : " Cuman beda 2 kali lipatnya aja, baka! Lagian, sekarang malah kaos kaki kirimu yang melorot! " *cengo*
Nagamasa : " Hah? Iya? " *menoleh* " Ya ampun... " *benerin kaos kaki*
Kojuro : " Makanya, kaki jangan dihentak! Kaki itu dipake seperlunya! "
Nagamasa : " Terima kasih peringatannya, mbah... Be-ge-te... "
Kojuro : *teriak* " MBAH LAGI?! " *hanyut*
Nagamasa : " Soalnya lu kayak mbah kalo ngingetin, sumpah pake miapah... "
Kojuro : " Mie ayam, mie goreng, mie penyet juga boleh. "
Nagamasa : " Haiih... Bukan mie yang itu! Maksud ku, demi apa! "
Kojuro : *berdehem* " Demi Masamune-sama! Saya akan terus mengabdi dan mengikuti... " *terputus*
Nagamasa : *memukul Kojuro* " Bisa kusarapin ni orang! "
Yukimura : *teriak* " UWOOOOOOOOH! KAPAN KITA BARRIIIIIIIIIIIIIIS? "
Gretak, Gretak, Gretak! Lahan depan kelas langsung berguncang kencang sampe dicincang. (?) Kencangnya kayak perang dunia ke-4 versi Naruto. Bahkan, ini bisa membuat perang dunia ke-5!
Keiji : *nutup kuping laah! Masa' nutup kening? Keiji kan, udah pinter... (Keiji : " Yeey! ")* " Itta! Telinga aku sakit tauuk! Dasar WAKAKI TORA! "
Matsu : *nutup kuping juga laah! Masa' mau nekuk kuping?* " Bener tuh! Alias WAdooh! KAKImu TumORAn semua! "
Yukimura : " APAAA? "
Matsu : " Ancene! Kakimu tumoran! " *buang muka ke tong sampah (Author dihajar Matsu)*
Yukimura : " AWAS KAUUUUU! MATSU-DONO! " *nunjuk Matsu sadis*
Matsu cuma ngangkat kedua bahunya. Yukimura langsung buang muka ke got. (Author dihajar Yukimura) (Yukimura : " YANG DIBUANG ITU SAMPAH, THOR DISSA! BUKAN MUKA! ")
Nagamasa : " Sudah! Daripada ribut, ayo baris! Ntar dimarahin loh. SIAAAAAAP... GRAK! "
Di belakang, Kennyo malah jalan di tempat, entah apa yang dia maksud.
Nagamasa : *berdehem* " Kennyo! Apa yang kau lakukan? "
Kennyo : *masih jalan di tempat* " Katanya siap, kan?! "
Nagamasa : " Terooooooooos? "
Kennyo : " Gue harus jalan di tempat sambil nunggu komando 'Ya!' kan? "
Nagamasa : *datang ke Kennyo* *nampar Kennyo keras* " Itu kalo jogging keliling! Ini baris, Kennyo! B-A-R-I-S! BAAARIIIS! "
Kennyo : *insaf* " Ya deh, ya deh! " *bener wes! Bener!*
Nagamasa : " Hmph! " *balik ke depan* " Minna! Lencang depan gerak! "
Komando berikutnya berlangsung kayak biasa. Lalu, mereka masuk tubuh pertubuh. (Ya iyalah? Masa' satu persatu bagiannya? Mikir!) (Readers : " Wis, cak lontong tenan iki... " *muka sinis*) Mereka langsung melakukan obrolan. Soalnya, kalo dibilang ribut bisa dikomplain alias disalah kaprahkan alias diprotes alias diceramah alias di... (Readers : " LU BANYAK BACOT! KAMI JUGA DAH TAUU! " *Author dihajar Readers) Ya terserah! Oleh Masamune, karena sudah dijelaskan di Act 3!
Matsu : *baringin muka di atas meja* " Haah... "
Keiji : *ngliatin muka Matsu yang kayaknya kusut belum disetrika itu (Author dihajar Matsu)* " Oi, Matsu nee-chan! Kok kayaknya lagi sedih ya? "
Matsu : *bangun* " Hmm? " *tidur lagi, ntar bangun lagi, tidur lagi, banguun... Tidur lagi! Habis bangun mandi, gosok gigi, banguun... Tidur lagi... Kayak Mbah Surip kan? (Author dihajar Mbah Surip) (Mbah Surip : " Ngapain copas lagu gue? I hate you full! Hahahaa... " *ketawa maniak)*
Keiji : " Loh kan? Tidur lagi! Cerita doong, sama adikmu ini! "
Matsu : " Heeh? Sungguh-sungguh mau diceritain? Ntar lu gak dapet intinya lagi! "
Keiji : " Ngapain gue belajar gerak inti senam? Paling cuman yang... " *niru senam sehat gitulah...* " Satu, dua, tiga, empat! Lima, enam, tujuh, delapan! "
Matsu : *nampar Keiji* " Bukan inti itu! Maksudnya, lu gak akan ngerti masalahnya! "
Keiji : " Gak papa, gak papa! Aku pasti mengerti, kakak! " *senyum janji ke Matsu*
Matsu : " Ya deh, ya deeh... Tadi, gue dibikin malu sama Ieyasu! "
Keiji : " Apa? Oowh... Malu tapi mau yaaa?! Berarti yang pengen nyuri hati Ieyasu ada banyak ya! "
Matsu : " Ekh! Bukan laah! "
Keiji : " Teroos? Malu kenapa? "
Matsu : " Ya gitu deh! Baru kubilang juga apa? Kamu gak bakal dapet pokok masalahnya, Keiji! "
Keiji : " Hmm... Ya sudah kalau itu maumu! "
Matsu : " Memang ini whatever ku, Keiji! Mau apa lagi? "
Keiji : *sok english* " So that's your whatever? OK! Here is my whatever, and you must accept this whatever you want! And I will smile whatever I want, and blah blah blah... To the bleh, bleh, bleh... Then the dracula said 'I didn't said Bleh, Bleh, Bleh! Ever of my life!'... So on... "
Matsu : *hajar Keiji* " Ngaco luuh! Ternyata lebih bagus punya Author daripada elu! "
Author : " Sungguh? Yeey! Arrigatou! " *hormat*
Ya sudah, kita ke deretan lain...
Motonari : *liat Fuuma yang kayaknya mau minggat, ayo setel lagu ordel go home! (Author dihajar Fuuma)* " Woi, Fuuma! Lu duduk sebelahku kan? Kamu mau kemana? "
Fuuma melempar kertas ke hadapan Motonari dengan hebatnya. Lalu, jalan ke bangku kosong deket Nagamasa. Kayaknya, dia udah nyiapin dari tadi. Ini tulisannya :
'Ahook, Ahook, eeh... Kok malah nama orang sih? Maksud gue, Ehem! Motonari alias my pren, gomen, tapi aku lebih pengen duduk sama Nagamasa sekarang. Kasihan aku... Dia kesepian beratz! Dia ngambek tingkat tinggi. Aku juga udah janjian tadi pagi. Oh, aku lupa! Kamu kan, dah bedua? Belahan laki dan wanita tapi dalam 1 jiwa, gak papa kan?! Lagian kamu juga bilang kalo sebenarnya manusia saling bermusuhan waktu itu. Ya sudah! Aku mau nge-fly alias cabut! Bai-bai... Semoga kau memaafkanku. :) -Fuuma Kotarou-'
Motonari langsung muntah di tempat. Dia geram campur panik campur cincau campur degan dan... (Motonari : " Itu kalau es doger, bodoh! " *Author dihajar Motonari)
Motonari : " NOVEL BANGSAAT! Ya sudah! Lagian sapa yang butuh teman sebangku? Gue kan bisa baring! " *merebahkan tubuh di atas 2 kursi*
Fuuma menulis : 'Ciao, Nagamasa! Apa kau menunggu kehadiranku? :)'
Nagamasa : " Yeey! Akhirnya... Aku sudah menunggu sejak tadi kita janjian! "
Fuuma menulis : 'Seep! Boleh langsung duduk kan?'
Nagamasa : " Ya elaah... Tentu saja, Fuuma! Anggap aja ini bangkumu sementara! "
Fuuma langsung duduk dengan tenangnya. Lalu, Fuuma heran melihat Nagamasa. Kayaknya dia lagi galau...
Nagamasa : *pandangan ke Oichi* *lirih* " Ichi... Apa kau baik-baik saja? "
Fuuma menepuk pundak Nagamasa agak keras. Dia penasaran, apa yang dipikirkan sama Nagamasa sampe segitunya.
Fuuma menulis : 'Kenapa, Nagamasa? Kok muka murung basi kayak sayur gitu?'
Nagamasa : *agak kaget* " Itu looh... " *nunjuk Oichi dari jauh*
Fuuma menulis : 'Wallaah... Gitu tah! Kamu kangen banget yaaa? :D'
Nagamasa : " Hmm... Bisa dibilang iya. " *menghembus napas* " Ichi... "
Fuuma menulis : 'Pasti rasa senangmu padanya sangat besar! Bahkan lebih besar dari lelaki pada umumnya.'
Nagamasa : *langsung teriak* " THAT'S RIGHT, FUUMA! I LOVE ICHI FULL! KYAHAHAHAAA! " *tertawa maniak*
Semua langsung noleh ke arah Nagamasa. Lalu, sebagian dari mereka langsung tertawa.
Masamune : *mukul meja saking si Nagamasa udah nemen gokil dekil sampe nge-kill (?) nya (Author dihajar Nagamasa)* " Haiih, Nagamasa! Sejak kapan tertawamu itu Maniac-cally? "
Oichi : " Nagamasa-sama... Mencintai Ichi sepenuhnya? " *mata berkaca-kaca*
Nagamasa : *nge-drop batere terus langsung self-destruction (Author dicekek Nagamasa sampe biru)* " Heehee... Sumimasen, minna! "
Fuuma menulis : 'Kamu ada aja kalo teriak! Liat, pada ketawa tuh!'
Nagamasa : " Itu karena sudah nemen cinta gue, you baka! " *menampar Fuuma*
Fuuma menulis : 'Sumimasen... Baik, lanjutkan ceritanya.'
Nagamasa : *suara puitis bin artistik Nagamasa keluar (Author dihajar Nagamasa, lagi)* " Ichi... Kecantikannya melebihi bunga yang baru mekar. Kepolosannya melebihi kain perca. Keromantisan kita melebihi Romeo and Juliet! "
Fuuma menulis : 'Jiaaah... Keren dan sombong di saat yang bersamaan! Cape deeh...'
Nagamasa : " Keinginan Ichi sampai saat ini adalah membuat bunga bermekaran. Tapi entah kenapa, Ichi tak bisa. " *muka pucat pasifik (Nagamasa : " WOOOOI! YANG BENER PASI! " *untuk yang kesekian kalinya, Author dihajar Nagamasa)*
Fuuma menulis : 'Iya? Kasihan, gue jadi ikut sweatdrop... Terus, sekarang gimana?'
Nagamasa : " Hmm... Ichi selalu berusaha sampai saat ini. Dan aku, sebagai pendamping setia Ichi, harus membantu! "
Fuuma menulis : 'Kau tau? Aku juga akan membantumu, Nagamasa. Lewat doa... :)'
Nagamasa : " Sung-sungguh? Arrigatou, Fuuma! " *meluk Fuuma*
Jadi, ini ceritanya orang menolong orang yang mau menolong orang yang memohon... (Bener kan?) Tiba-tiba, ada helai kumis melayang (?) di depan pintu.
Oichi : *heran* " Ore? Kumis kok melayang? Jangan-jangan... Kumisnya nii-san... "
Nouhime : " Ya elaah, mana mungkin Oichi-san! Kumisnya aja panjang melebihi 1000 centi! "
Oichi : " Apa? Darimana Nouhime-san tau? "
Nouhime : " Terus, 0 nya yang paling belakang gelundung, 0 di belakangnya lagi terbang! "
Oichi : *muka kusut* " Yeee... Sama aja, Nouhime-san! Itu gak seberapa panjang! "
Ternyata, kumis melayang itu mewakili seorang guru yang terlihat linglung. Kayaknya nyari lokasi...
? : " Ano, Sumimasen ya! Apa benar ini kelas JaNime ya? Takutnya ini malah toilet pria-wanita ya? "
Nouhime : " HEEEI! YA IYALAAH! INI KELAS JANIME! Anda bisa lihat? Di depan pintu sudah ditempel dengan lem kaki raja wali songo! " *mencetarkan peluru pistol ke luar kelas*
Oichi : *menyabarkan Nouhime* " Ochi suite, Nouhime-san... Sepertinya dia memang tersesat berat... "
Nouhime : " Habis, pertanyaannya aneh-aneh! "
? : " Ya sudah! Kalau begitu, izinkan aku masuk ke dalam ya! " *ambil ancang-ancang tangan, terus ancang-ancang kaki, bahkan ancang-ancang perut (?)*
Ieyasu : *berbisik ke Motochika* " Oi, Motochika! Menurutmu, siapa gurunya? "
Motochika : " Sudah jelas dia adalah Mister long jenggot pervy stail! " *intelek macam apa itu...*
Ieyasu : " Hmm... Begitu kah? Justru menurut gue, lebih tepat disebut Mister ling lung to the long kumis pervy sage stail... " *inteleknya lebih aneh...*
Motochika : " Oh, bener juga lu! Itu kan, lebih panjang dan mudah dipahami! " *kalau kataku malah lebih sulit tauk!*
? : *masuk dengan gaya ballerina* " Uwoooow... "
Masamune : *melihat guru* *mengingat Act 7* *mata melotot* " Bukannya sensei ini... Yang tadi sok hentai di ruang guru ya? "
Yukimura : *tepuk tangan* " Hojiaaw! Masamune-dono kalau melotot hebat juga! "
Masamune : *kaget* " Terus? Apa urusan lo? "
Yukimura : " Ayo kita lomba melotot! " *menatap mata Masamune dengan lototan terkeras dan stabilnya terjamin*
Masamune : *kaget* *memundurkan kepala dari perlututan (Author dihajar Yukimura dengan daisharin) (Yukimura : " THOR DISSA! YANG BENER PELOTOTAAN!) Yukimura perlahan* " Tapi, sejak kapan aku menyuruhmu curi start? "
Yukimura makin memajukan kepalanya, biar Masamune tak dapat memundurkan kepalanya lagi. Pelototannya ancen stabil itu! Dia sambil senyum sarkastik.
Yukimura : " Aku tak peduli apa watt philips mu, yang penting aku bisa melotot lebih lama... "
Masamune : *tampar Yukimura* " Yang bener Whatever, you baka! Emang mau jualan lampu? "
Sudah, sudah, gak usah dilanjutkan. Sekarang, kita bahas lagi itu sensei.
? : *hormat selayak pelamar wanita* " Ohayo Gozaimasu, murid-muridku yang terrrrrr... Cinta, ya! "
Semua siswa pada jawsdrop dan heran tingkat tinggi. 'Kayaknya kita bukan jadi siswanya, tapi bakal jadi babe cintanya...' Batin mereka.
? : " Minna, baik yang laki maupun perempuan ya! Baik yang single maupun double triple fourple ya! Juga baik yang pintar maupun standar serta dungu ya! Sekaligus baik yang ... " *terputus*
Siswa JaNime (kecuali Yoshimoto & Fuuma) : " LU BANYAK BACOOT... DASAR SENSEI! BISA DISETARAKAN DENGAN AUTHOR... "
Author : *nunjuk diri sendiri* " Gue? Disetarakan? Iyeeeeew! " *jijik*
Motonari : " Lagipula, lu juga suka narsis di depan kaca aja loh! Sambil nyanyi kagak jelas! Narsis yang lain pada suara! Nada-nada fales pada lu turun temurunin ke rumah! "
Author : " SEHARUSNYA TAK USAH KAU BILANG KEJADIAN ITUUUUU! BUKANNYA ITU RAHASIA?! " *merebut pistol seseorang lalu nembak Motonari*
Motonari : *killed* " Aawh... Ittai! Sumimaa- " *terputus saat melihat sosok di belakang Author* *kaget setengah mati, gak pake setengah hidup (Author dihajar Motonari)* " A-ano... Author Dissa... Hora! Belakangmu! "
Author : " Ada apa dengan punggungku? Oowh! Jangan-jangan si duo gender mau nipu gue? "
Motonari : " Tidak! Ini serius, Thor Dissa! Ada sosok di belakangmu! " *makin nge-drop*
Author : " Hmph! Kalau memang iya, palingan itu setan yang- " *terputus*
Sosok : " Aku memang setan! " *tertawa evil*
Author : *memutar kepala 180 derajat ke belakang* " Kyaaaaaaah! No-No-No-No-No-No-No... "
Pistol langsung direbut balik, lalu Author ditembak dengan sadisnya.
Motonari : " Aku tak percaya kalau kau muncul di episode kali ini... "
Nobunaga : " Muahhahaaa! Gue mau cari daging! "
Author : " Hiks... Sumimasen, Nobunaga-san... "
Nobunaga : " Seenaknya saja rebut pistol gue! " *jalan dengan angkuh keluar dari latar*
Author : " Hei! Kenapa kau keluar? " *malah ikut lari keluar* " Matte, Nobunagaaa! "
Nobunaga : " Lanjutin dulu ceritamu sana! Gue akan muncul di durudum seperti yang kau bilang! "
Author : " Hmm... Ha-Haik! " *hormat*
? : " Yaah, Yaah! Back to story ya! Boku wa namae Mogami Yoshiaki ya! Tapi panggil aje Mister Yoshiaki ya! Tapi Yoshiaki sensei juga boleh ya! "
Kojuro : *muka kusut* " Guru ini kakean ya di belakang... "
Akhirnya, nama mister tanda takon ini terungkap. Namanya Yoshiaki. Dia adalah guru terrr... Narsis, terrr... Heboh, terrr... Playboygirl, dan terrr... Lebay. Mengajar English dan Sport di kelas JaNime.
Keiji : " Tunggu dulu! Yoshiaki?! Kau! Aku kenal kau dasar preman keliling! " *teriak sambil nunjuk-nunjuk Yoshiaki sadis*
Yoshiaki : " Apa-apaan kamu ya? Berani sama sensei barumu, ya? " *muter-muter*
Keiji : " Benar! Memang kau pura-pura gak tau? Kau yang mencuri 3 stel kancut Toshiie! Lalu, kau yang mencuri stock tepung kanji di rumah saat makan siang! Dan lagi! Kau pernah numpang ke rumah Dokuganryuu, dan melakukan hal yang sama pada Toshiie! Alias mencuri 3 stel kancut! "
Masamune : " Oh? Benar begitu? Pantesan kancut naga biru ada yang ilang pada kemana? Padahal gue punya 10 stel, tapi ilang 3 stel. "
Keiji : " Heehee! Itu menurut pengamatan kami! "
Yoshiaki : " Ekhem! Itu bukannya whatever gue, ya? Jadi, hak-hak yang berlaku adalah milik gue ya! Muahahahaaa! "
Keiji : " Yoooou... Rakun ganteng! " *marah*
Yoshiaki : " Aku memang rakun ganteng, bodoh! Jangan lupa ya! "
Keiji : " Siaaaal! "
Toshiie : " Jadi... Kau yang mencuri kancut gambar kawaii foodku?! Kau jahaat! "
Motochika : *berdiri tegak dan adil* " Ekhem! Hakim perwakilan Chosokabe menyatakan! Bahwa Yoshiaki sensei dinyatakan bersalah dalam kasus kancut! Setuju? "
Siswa lain : " Tumben anak ini ikut hakim... " *muka sinis*
Yoshiaki : " Ya sudah ya! Cukup soal kasusnya ya! Kalo mau gelut sama saya nanti aja ya! " *muter kanan, muter kiri*
Masamune : " Jadi, kau akan mengajar english ya, Yoshiaki-sensei? "
Yoshiaki : " Tentu saja ya! Sekarang keluarkan LKS kalian ya! Udah dibagi kan, ya? "
Nagamasa : " Bisakah kau berhenti mengakhiri tiap kalimat dengan ya? "
Yoshiaki : " Well, if that's what you want, ne? We will study english, because today is sunny, ne? "
Nagamasa : *meledak* " Sama aja ne dengan iya ituuu! "
Yoshiaki : " Terserahku ya! Sekarang buka halaman 4 ya! Kita belajar bab 1 alias present tenses ya! "
Keiji : " WH-WH-WH-WH-WHAT THEE? PRESENT TENSE? "
Yoshiaki : " Iya. " *mengangguk-ngangguk*
Keiji : " UWOOOOOOOWH! " *mata berbinar-binar* " Apa kalau kita ngucapin kata-kata itu, kita bisa dapet hadiah, sensei? Atau kita bisa muncullin jin yang mengabulkan hadiah? Atau... KITA DIBAWA KE SURGA HADIAAAAH! " *kagum*
Yoshiaki : " Bukan present yang itu, ya! Tapi present yang artinya kata kerja, ya. Kalo present hadiah, bukan belajar namanya ya. " *geleng-geleng kasian*
Keiji : " Loooowh... "
Yoshiaki : " Oh! Lupa! Sebelum mulai, saya mau absen siswa-siswinya boleh kan ya? " *ngambil lembar absen dengan alay-nista*
Nouhime : " YA BOLEH LAAH! KALO GAK BOLEH, BERARTI ANDA TERLALU BODOH, SENSEEI! " *mencetarkan peluru pistol ke papan tulis, untung gak jebol... Soalnya kalo jebol, nasibnya akan sama dengan Shingen-sensei*
Yoshiaki : " Anak ini menakutkan ya! Hiiiwh! " *gigit jari*
Nouhime : " Aku memang kupu-kupu yang menakutkan! Hahahahahaaaa! " *tawa evil*
Yoshiaki : " Mulai dari Absen satu ya! Azai Nagamasa hadir ya? Kalau tak salah, Azai itu klan yang dipimpin orang sok justice ya? "
Nagamasa : " Ekhem! Apa kau bilang? " *menatap Yoshiaki sadis* " Perhatian... Aku ini leadernya... "
Yoshiaki : *melihat Nagamasa* " WOOW! Ternyata yang itu, ya? Sama ganteng kayak Dokuganryuu, ya! Apa panggilan khusus untukmu, ya? "
Nagamasa : " Hmm... Panggil aje Nagamasa! Gak perlu panggilan lain! Lagian, panggilan harus sesuai yang orang itu mau! "
Yoshiaki : " Oke, Naga masak! Yoroshiku, ya! " *hormat*
Nagamasa : *pake loudspeakernya Kojuro (Kok bisa? Dia ngerampasnya gimana tuu? Jangan-jangan, tangannya elastis kayak Patrick yang di episode Mermaid-man and Barnacle-boy! Kereen... Ajarin dong!) (Author dihajar Nagamasa)* " HOOOOI, SENSEI! NAMAKU TIDAK MENGGUNAKAN HURUF 'K' DI BELAKAAAAAANG! "
Yoshiaki : " Oowh... Sumimasen, ya! "
Toshiie : " Oh My God, baru ngabsen yang paling atas, kok semua ikut gubrak... "
Nagamasa : " BEDEBAH LU, SENSEI! " *nyumpah-nyumpah lewat loudspeaker*
Fuuma menulis : 'Sabar, sabar... Sabar disayang Tuhan YME.'
Nagamasa : " Aku sudah SABAR! Tapi yang muncul malah kepanjangannya! Alias Sudah Abis Bijaksana dan ARif gueeee! "
Fuuma menulis : 'Kalo gitu lu penuhin doong! Meski nanti meledak, gak papa. Yang penting tetep ada isinya.'
Nagamasa : " ITU MEMORY CARD, BODOOOH! " *menghajar Fuuma*
Yoshiaki : *baca absen* " Terus... Cho-So-Ka-Be Mo-To-Chika... Ya? " *baca dieja-eja, saking susah dibaca*
Motochika : *acung tangan* " Disini, sensei! "
Yoshiaki : " Oowh... Lumayan ya! Kata orang, Motto itu artinya banyak, ya?. Berarti, kamu itu kebanyakan Chika ya? "
Motochika : *nyiapin kick* " GAK USAH TRANSLATE NAMA ORANG SEGALAAA! "
Yoshiaki : " Biarin ya! Kan senseimu ini cuman nebak ya? "
Motochika : " TERPAKSAA... " *menghajar -treet-milik Yoshiaki* " KUTENDANG NI ORAAAAANG! "
Kojuro : " Apakah itu... Tendangan si jago silat Jepang? Jangan-jangan, dia mengikuti yang paling jago itu, alias Jackie Chan! " *itu asalnya bukan Jepang, bodooh... Lagian, materi atletmu itu gak berguna. (Author dihajar Kojuro)*
Yoshiaki : " Adaaw! Adaaw! Sumimasen, ya! Nanti ajarkan kick itu padaku, ya! " *megang-megang -treet- nya yang kena tendang Motochika*
Motochika : " WANI PIRO? "
Kojuro : " Hei! Pikiranmu sama sepertiku, sensei! Aku juga mau belajar! Ntar aku minta alamat sensei, lalu jemput dan bablas ke rumahnya Motochika! Minta ajarin sampe bisaa! "
Yoshiaki : " Ooh, gitu ya? Tapi besok aja ya! Kalo sekarang, sensei harus berurusan ya. "
Masamune : " APA KALIAN BERDUA SUDAH GILAAA? " *menghajar Kojuro dan Yoshiaki bergilir*
Yoshiaki & Kojuro : " Sumimaseen... "
Motochika : " Sapa juga yang tinggal di rumah? Gue tinggal di atas kapal, bodooh! "
Yoshiaki : " Hmmm... Keren, keren, ya. Kapan-kapan naikin saya, ya! Kita akan travel keliling duniaaaa! Yaaaaa? " *muter-muter di depan kelas*
Motochika : " Mending sensei lanjutin absen aja deh, daripada celotehan... "
Yoshiaki : " Hmmm... " *baca absen* " Date... Masamune... Ya... "
Masamune : *ngacung tangan* " Disini, sensei... Yang tadi ke ruang guru diminta-mintain! "
Yukimura : " What? Kau diminta-mintain?! Jangan-jangan... Masamune-dono mau mengalami masa bangkrut harta ya? JANGAAAAAAN! "
Masamune : *napok Yukimura* " BUKAN HARTA, BODOOOH! DIA ITU MINTA FAMOUS GUE! "
Yukimura : " Oowh... Sumimaseen... "
Yoshiaki : *nepuk tangan* " Aawh! Rupanya kamu, ya! Kamu kan, si naga mata satu ya! Tapi, saya baru tau kalo nama lengkapmu artinya tanggal ya! " *nunjuk Masamune keras* " Hello, MasMun my boy, ya! Tanda tangan and Nope mu yaa! "
Masamune : " Eekh... Whatevernya sensei deeh... Tapi jangan sekarang... "
Yoshiaki : " Tapi kau adalah cowok terkeren diantara seluruh cowok disini, ya! " *berbisik ke kamera* " Meski lebih keren saya! " *narsis gigi*
Masamune : " Ntar aja di hell or heaven Tuhan! "
Yoshiaki : " WHAAAAT? KAU TAK BOLEH BEGITUU YAA! "
Masamune : " Itu whatever gue, tauuk. "
Yoshiaki : " Ta-tapi... Aku sangat menginginkannya ya... Onegai jimasu, ne? " *melas-melas ke tangan Masamune*
Masamune : *jijik* " Iyeew... "
Yoshiaki : " Oke, oke! Lanjut saja ke absen berikutnya ya... Fuuma... Kotarou ya? " *nginceng Fuuma* " Kata orang, dia adalah ninja teeeeer... Buset ya? "
Fuuma melempar kertas ke sensei. Tulisannya : 'Aku di sebelah Nagamasa, sir!'
Yoshiaki : " Hmm? " *liat Fuuma* " Oowh! Kamu yang rambut merah mata tertutup dua ya? Kau pasti ninja mata bengkak ya? Makanya biar gak keliatan, ditutupin ya? " *sok tau lu...*
Fuuma mendatangi sensei, lalu meninjunya beberapa kali.
Fuuma menulis : 'SOK TAU LU, SENSEI! MATAKU INI NORMAAAL! TERAPI MATA AJA GAK PERNAH GEBLEEEK!'
Yoshiaki : " Oowh, sumimasen ya... Saya baru nyadar, kamu ini siswa pendiam ya? Kalo ngomong kok di tulisan ya? Napa? "
Fuuma menulis : 'Itu karena takdir gue, tolong diwajarkan -_-...'
Yoshiaki : " Owh gitu ya... "
Fuuma menulis : 'YA MULUT JUGA MULUT GUEE! TANGAN YA TANGAN GUEEE! TERSERAH MAU MINGKEM DAN NGUTAK-NGATIK SPIDOL MAUPUN PULPEN MAUPUN PENSIL MAUPUN LAIN-LAIN ES BE BUAT NULIIIISS!'
Yoshiaki : " Hmmm... Oke, oke! Senseimu ngerti ya! Sumimasen, ne? "
Fuuma langsung kembali ke tempat duduk dengan kulit kena panu sensei. (?) (Author dihajar Fuuma) (Fuuma menulis : 'You Gumoblook! Surobloook! Gotubloook! Semacam blok blok! Bisa diem kagak?')
Yoshiaki : " Berikutnya... Ada Honganji Kennyo ya? Dia adalah siswa kaya, ya? "
Kennyo : *dengan bangga ngacung kancut (?) (Author dihajar Kennyo) maksudku, ngacung tangan* " Saya hadir disini, sensei! "
Yoshiaki : *liat Kennyo* " Owh, yang bisa dibilang telanjang dada ya? "
Kennyo : *geram* " WHAT THE... " *menghajar sensei* " YOOOOOU! ITU TIDAK SOPAAAAN! LAGIAN, KENAPA TADI SI MOTOCHIKA GAK DIGITUKAN? "
Motochika : *cengo* " Kok gue? "
Yoshiaki : " Soal itu ya? Biar semua siswa dapet julukan beda-beda ya! Lagian, lebih gemukan dadamu dibanding dada Motochika, ya. Jadi, yang disebut dada telanjang itu kamu ya! "
Motochika : *melet* " Hahahahaaaa! Kapok lu, dasar tukang emas! "
Kennyo : *mau meledak, tapi gak jadi. Karena, gas alaminya sudah meledak duluan (?) (Author dihajar Kennyo) (Kennyo : " TAPI AKU GAK KENTUT, THOR DISSA! YOU BAKAA! ")* " Awas kalian... "
Yoshiaki : " Berikutnya... " *terputus*
Tenkai : " Gue baru nyadar. Kenapa nama gue gak adaa? Hueeeeee! " *muka kecut*
Yoshiaki : " Apa? Namamu gak ada ya? Memang nama lengkapmu siapa ya? "
Tenkai : " NAMA SAYA AKECHI MITSUHIDEE! HUWEEEEEE! "
Yoshiaki : *nginceng nama* " Ake... Ake... Ake... Maaf ya, tapi gak ada Akechi disini ya! Absen satu aja udah Aza yaa! Kalau Ake, pasti di atas sendiri ya. Berarti namamu yang salah ya? "
Tenkai : " Looh? Kok bisa? Nama saya sejak lair itu Akechi Mitsuhide gebleeek! Huweeeeeweeek! " *mau nangis*
Nouhime : " Kapok lu! Makanya nama yang jelas! Status juga yang jelaas! "
Yoshiaki : " NEEH YAA! LU LIAT AJA SENDIRI, YAA! NAMA 'AKECHI' TAK ADA DISINI, YAA! " *banting daftar absen ke meja Tenkai*
Tenkai : *liat absen* *baca* " A-ZAI NA-GA-MA-SA... CHO-SO-KA-BE MO-TO-CHIK-KA... DA-TE MA-SA-MU-NE-E-E-EH... BLA BLA BLAA... BLA BLA BLAA... BLA BLA... BLEEH! BLEEH! BLEEH! MANA NAMA GUE? HIIKS... "
Yoshiaki : " Kan? Gak ada ya? Jangan salahkan sensei ya! Yang buat absennya lo, Kenshin-sensei ya... "
Tenkai : *masih baca* " SA-NA-DA YUK-KIM-MUR-RAA... SA-RUU-TOB-BI SA-SUK-KEEH... LOOH? KOK DISINI MALAH TERTERA TENKAI SIIH? "
Yoshiaki : " Ya udaah, kalo protes ama Kenshin-sensei doong! Jangan sama saya, ya! Saya cuman membaca atas nama Kenshin-sensei ya... "
Tenkai : " Tapi nama 'Tenkai' itu panggilan gue... Nama lengkapnya... AKECHI MITSUHIDEEE! HUWEEEEEH! " *benturin kepala di meja sampe otak melayang (?) (Author dihajar Tenkai)*
Yoshiaki : " Sepertinya ada orang gila disini, ya? " *garuk-garuk tulang hidung sampe mau patah (Author dihajar Yoshiaki)*
Tenkai : " Nanti pulang aku mau proteeees... " *kepala baring di atas meja*
Yoshiaki : " Ya sudah! Cukup liatnya kan, ya? Sini ya! " *rebut absen*
Nouhime : *berbisik ke Yoshiaki-sensei* " Fakta tentang orgil itu, sensei! Kau harus tahu! Dia memiliki gelar 'goyang senggol' di kastil kami. Selain gelar 'goyang senggol', dia juga kena gelar 'kakek tua'... "
Yoshiaki : *ngangguk* " Gitu ya... Ya sudah, kita lanjut ngabsennya ya! Imagawa Yoshimo- " *terputus*
Seluruh siswa : " TIDAK MASUUK! KARENA PATAH PINGGANG! "
Kojuro : " Woow... Bahkan panggangan rumahku mau patah gagangnya... "
Masamune tatap Kojuro dari agak kejauhan, lalu Kojuro langsung dihajar dengan hell eyes (?) Masamune.
Masamune : " Sejak kapan kau bisa memprediksi barang rumah kita? "
Kojuro : " Sumimaseen... "
Yoshiaki : " Jadi dia patah pinggang, ya? Saya akan membantu lewat doa ya! Semoga bisa beraktivitas kembali di sekolah ya! "
Semua siswa : " Kabulkanlah doa sensei... "
Yoshiaki : " Berikutnya... Kasuga ya? Kamu gak punya nama lengkap ya? "
Kasuga : " Haik! Saya disini! "
Yoshiaki : *blush* " Ternyata dia cantik sekali, ya... " *fall floor*
Kasuga : " Looh? Sensei? "
Yoshiaki : *kejang-kejang di lantai* " Kenapa rasanya pingin kencan, ya? Woow... "
Keiji : " Oh, tidak bisa sensei! Kasuga udah ciut dan masuk ke hati siswa di sini, tauuk! Siapa namanya? " *tanya ke siswa lain*
Motochika, Masamune, Yukimura : " IEYASUU! "
Toshiie, Nagamasa, Kojuro : " TOKUGAWAAAA! "
Nouhime and Matsu : " Whaat? Kasuga sudah menciut ke hatinya Ieyasu tercintaa? " *ikut kejang-kejang di lantai* " Kenapa gak ngajak kita? Huweee... "
Oichi : *terkejut* " Nouhime-san... Kenapa kau mulai menjadi preman? "
Nouhime : " Oichi... Kenapa kamu tak ikut menyukai si ganteng itu? "
Oichi : " Kau ingat? Ichi... Sudah ada... Nagamasa-sama? Ichi... Ogah rebutan aah... "
Nouhime : " Kau memang terlalu romantik, Oichi! Tolong jangan contoh cewek lain disini ya... Termasuk aku... "
Ieyasu : *ngamuk* " KALIAN BERENAAAAM! BISAKAH KALIAN DIAAAAM? " *menghajar Masamune, Motochika, Yukimura, Toshiie, Nagamasa, Kojuro bergantian*
Fuuma menulis : 'Untung gue gak ikut kagum-kaguman... Hahaha, gak kena deeh :D'
Motochika : *benjol sebesar matahari (?) (Author dihajar Motochika)* " Ittai, Ieyasu! Tapi, satu pertanyaan... "
MasaYukiNaKoTo (singkatan nama 5 org) : " Napa Keiji nya gak kena hajaar? Dia yang jadi umpan ikannya! " *tatap kejam ke Ieyasu*
Ieyasu : " Owh, gitu tah? " *menghajar Keiji lebih keras dari yang lain* " DASAR CURAANG! "
Keiji : " ADDAAAAAAWH! SUMIMASEEEN! "
Yoshiaki : *bangun* " Ya ampun... Apa yang sensei lewatkan, ya? "
Kasuga : " Oh! Tak ada, suweer! " *gaya peace*
Yoshiaki : " Ya sudah, lanjut ke Katakura Kojuro... Yang mana dia ya? "
Kojuro : *ngacung lobak yang dihinggapi nyamuk (Author dihajar Kojuro)* " Disini, sensei! Saya adalah babunya Dokuganryuu! "
Yoshiaki : *melotot* " BA-BA-BA-BA-BA-BA... BABIII? " *wes apik, salah belakangnya... (Anggap aja Epic Fail)* " KAU BABINYA NAGAA? "
Kojuro : *menghajar sensei* " BABUUUU! BUKAN BABIIIII! YOU BAKAAAA! "
Yoshiaki : " Gomen ne, maafkan, sorry kan ya... Nanti saya juga harus berurusan denganmu, ya! " *goyang lengan*
Kojuro : " Urusan apa, sensei? Sensei ngadain arisan ya? Kita kan bukan ibu-ibu! Kita ini bapak-bapak muda! " *perasaan bapak-bapak ABG, alias 'Anak Babi Gembel' lebih tepat... (Author dihajar Kojuro)*
Yoshiaki : " Udah, lu diem aja ya! Ntar ajee ya! Sekarang... Hmm... " *baca nama* " Maeda Keiji ya? "
Keiji : " Hadir! " *ngacung tangan*
Yoshiaki : " Kamu bencong ya? Dandanan cantik banget ya! "
Keiji : *muka jedong* " Gini dibilang cantiik? Dari mana cobaak? "
Yoshiaki : " Itu sudah terbukti, ya! Rambut panjang, muka polos, postur langsing... Ya? "
Keiji : *deathglare* " Gender cowok kau bilang langsing? Awas kau... "
Yoshiaki : *kemundur sampe natap papan* " Owh, maaf lagi ya... Sensei baru disini ya! Jadi, mohon biasakan dulu ya, anak-anak, ya! "
Toshiie : *liatin Keiji* " Tapi kalo diliat-liat, adiknya Matsu kayak cewek jugaaa! " *ngacung jempol*
Keiji : *jedong 2x lipat* " Ekh, Toshiie? Kamu juga bertanggap seperti itu? "
Toshiie : " Kalo cowok ya kayak aku doong! Pamer dada! " *busung dada*
Motochika and Kennyo : *ikut pamer dada* " Kami juga cowok asli looh! "
Ieyasu : *nunjukin otot* " Naah! Otot jugalah khas lelaki! "
Matsu and Nouhime : *teriak* " KYAAAAH~! IEYASU-SAAAAN! "
Kasuga : *dalam hati* " Kalau aku teriak, pasti digoda dengan para setan... " *tapi tiap hari aja auramu udah kayak setan! (Author dihajar Kasuga) (Kasuga : " Maksud setan disini itu yang godain percintaan gue! ")
Keiji : " Ya ampun... Terus napa si rambut panjang putih itu gak dibilang cewek jugaa? "
Toshiie : *nengok Tenkai* " Oowh! Kalau yang itu bukan cowok, bukan cewek! Tapi senteeng! "
Tenkai : *jedukkin kepala ke meja 2x lipat* " Gue dibilang senteng lagiiiii! Huweeeeh! "
Keiji : " Lagian, napa juga itu Motonari dibilang cewek? Selama ini, gue cuman pengikut! "
Motochika : " Kalau yang itu udah jelas! " *nginget Day 1 (Act 7, 8, 12) Day 2 (Act 3)* " Mulai dari ngompolnya, terus malu-malunya, nge-fans drama dan musik GaJe terutama KOREA, cinta full ama kepsek, duet nyanyi, sampai melas-melas biar dapat perawatan sanggar Kojuro! Itu lagi! Celananya yang terbukti jelas bahwa Motonari mengalami itu! Rajutan sepatu girlie pink! Mengenal pembalut sejak SD! Tanda-tandanya tertera sangat tebal! " *cerita panjang lebar*
Motonari : *sayat dada Motochika* " Lu bisa mingkem kagak, pelaut? "
Nasib Motochika tak perlu ditanyakan. Keiji cuman bisa cengo dan mendoakan Motochika biar dosanya diampuni.
Yoshiaki : " Ya sudah, cukup ribut gendernya ya! Ntar absen gak slesai dan pelajaran gak ada ya! Berikutnya... Maeda Toshiie? "
Toshiie : *busung dada* " I am hadir, kakung! " *basa intelek kagak jelas*
Yoshiaki : *shock* " WHAAAT THE? BAJUMU KEBAKAR SEMUA YAAA? APA -TREET- MU IKUT TERLIHAAT? "
Toshiie : " Whaat? " *menghajar sensei* " Aku punya celananya, tauuk! "
Matsu : *dari agak jauh* " Sabarlah, Inuchiyo-sama! Sensei memang harus cuci otak tuuh! "
Toshiie : " Oowh, gitu ya? Terus, jemur otak, setrika otak, wangiin otak, lipat otak ya? "
Matsu : " Kalau itu maah pekerjaan istri di rumah... Dan seharusnya itu baju. "
Toshiie : " Oh. " *langsung diam 1000 kata setelahnya*
Yoshiaki : " Kukira satu tubuh ya. Soalnya yang lu busungkan dada doaang ya! Sekarang, Matsu! Mana dia ya? "
Matsu : " Matsu hadir disini! " *angkat tangan tanda menyerah (?) (Author dihajar Matsu)*
Yoshiaki : " Cantiknya, bisa dibilang lumayan ya... Cukup deh commentnya ya! Ntar dihajar yang lain ya. Selanjutnya... " *baca nama* " Mouri Motonari ya? Oowh... Yang katanya Kenshin sensei sebagai duo gender memalukan ya? "
Motonari : *dengan lemas acung tangan* " Saya ada disini... "
Yoshiaki : " Eeh? Kok lemes ya? Kamu itu siswa ya! Harusnya ikuti pelajaran demikian dengan semangat ya! "
Motonari : " Tauuk... Kau tak mengerti riwayatku sih... "
Yoshiaki : " Memang gak ngerti ya! Taun berapa lu lair aja aku gak tau ya! "
Motonari : " Ya, itu lebih bagus. Mending lanjut ke yang lain, SEGERA! "
Yoshiaki : " Berikutnya... Nouhime? Ni nama kayaknya bagus ya! "
Nouhime : *cetarin peluru* " Di sini! Saya adalah gadis kejam dan tajam! Tapi pusing soal jam! "
Yoshiaki : *ketakutan* " RUPANYA KAU YANG GANAS ITU, YAAA? HIIIIWH! "
Nouhime : " Terus masbulloh? "
Yoshiaki : " Bukan masbulloh lagi pertanyaannya ya! Tapi derbulloh yaa! Alias Derita Buat Lloh! Dan jawabannya... BAGETEEEEE YAAAAW! "
Nouhime : " Terserah lah! Tapi, lu takut ama gue kan? "
Yoshiaki : " Hiiks... Loncat aja deeh yaa! Ke Oichi! Biasanya yang namanya pendek pada cantik semua, ya! Matsu, cantik ya! Nouhime, cantik ganas ya! Kasuga, cantik bangetz yaaw! "
Oichi : " Ichi... Disini, sensei... " *angkat tangan hitam*
Yoshiaki : " Woow... Tangan hitammu bagus, ya! Kamu cantik juga, ya! "
Oichi : " Arrigatou... " *tunduk*
Nagamasa : *tatap kejam ke sensei* " Dia udah punyaan gue! Jangan direbut! "
Yoshiaki : " Iya? Disini udah pacaran semua, ya? "
Masamune : " That's right. Kasuga ama Kenshin, kadang ama Ieyasu. Nouhime ama Nobunaga, orang keji. Makanya dia ikut keji. Matsu ama Toshiie. Oichi ama Nagamasa... "
Yukimura : " Woow! Kau hapal semua, Masamune-dono! Kereen! " *tepuk tangan ke paha ke dada ke sayap (?)*
Masamune : " Iyalah! Terus, sering terungkap kasus cinta duo gender, alias si Motonari dengan various. Kadang normal, kadang di luarnya. Misal, dengan Queen Sorin, letak Day 1 Act 12. Itu normal, soalnya lanang lan wadon. Terus, yang gak normal banyak! Yang sudah kejadian antara lain si kepsek Xavi langsung, letak di Day 1 Act 10, si kepsek Xavi non-langsung alias cuman pintunya, letak Day 1 Act 12, King Yoshitsugu, letak di Day 1 Act 12, Babu gue Katakura Kojuro, letak di Day 2 Act 3 dan Act 6. Kalo Act 3, yang pertama gandengan tangan, yang kedua pas ngomong-ngomong di gudang. Sensei JaNime alias Shingen juga kenak, letak Day 2 Act 3, Teman setia gue Motochika, letak Day 1 Act 12. Kejadian 2 kali di Act yang sama. Wes! De-el-el-es-be-gi-tu-lah-ri-wa-yat-nya! " *diceritakan dengan rinci, jelas dan bisa dibilang kepadatan, tapi kalo kena sinar bakal mencair (Masamune : " ITU KALOK PELAJARAN IPA-MU, DISSA! ") Author dihajar Masamune*
Fuuma menulis : 'Masamune mulai membacakan novel cinta Motonari sepanjang 1 Bab penuh! :o'
Nagamasa : " Yaa! Itu keren! "
Yukimura : *lebih kagum* " Sangat rinci... Aku aja gak hapal... "
Motonari : " Kenapa disebut semua? Kau kejii! " *keluar asap*
Masamune : " Orang tanya harus dijawab, wahai Motonari... "
Motonari : *remuk topi* " Siaal... "
Yoshiaki : " Oowh... Banyak juga ya? Lanjut aja... Hmm... Langsung S alias Sanada Yukimura ya? "
Yukimura : *teriak membara* " UWOOOOOOOH! SANADA YUKIMURA ADA DISIIINI! "
Yoshiaki : *cengo* " Semangatmu tinggi juga, ya! Meski lebih tinggi gunung Himalaya negara kita! "
Masamune : *dalam hati* " Tinggi semangat ama tinggi benda pengertiannya beda banget, tauuk... "
Yukimura : " ARRIGATOU GOZAIMASUUUUU! "
Yoshiaki : " Yaah, karep ya. Terus... Sarutobi Sasuke yaa? "
Sasuke : *ngacung shuriken* " Disini, sensei! "
Yoshiaki : " Cepet banget! Nama lu di absen 16 ya! Berarti mau habis ini absen ya! "
Tenkai : *berdehem* " Nama saya kan paling atas nanti... Yang lain kegeser ke bawah doong! "
Yoshiaki : " Oowh, iya ya? Berarti, tinggal 1 siswa lagi, absen selesai ya! "
Sasuke : " Beneer... Dan segera mulai pel ajaran nya! "
Kasuga : " Pel ajaran? "
Sasuke : " Ya iyalaah! Pelajaran kalo dipisah jadi Pel dan ajaran kan? "
Kasuga : *mikir sejenak* " Meski pembagiannya gak adil, tapi kau ada benarnya juga... "
Yoshiaki : " Benar! Benar! Ya! Dan di absen terakhir adalaah... Tokugawa Ieyasu ya? Murid baru kan ya? "
Ieyasu : " Disini, sensei! Yeey! "
Yoshiaki : *kagum* " OTOTMU, NAAAK! OTOTMU KEREN YAAAA! "
Ieyasu : " Kalo gak otot, ganteng... Emang cuman gue yang kuat dan ganteng? "
Yoshiaki : " Tapi memang kenyataannya, ya! "
Ieyasu : " Hmmm... Jadi, inilah jadinya... "
Yoshiaki : *membanting abssen ke lantai* " OKE! ABSEN SELESAI YAA! GAK ADA YANG PROTES KECUALI TENKAI YA! "
Semua siswa : " Haik! "
Yoshiaki : " Sekarang, ada yang bisa menjelaskan? Apa itu present tense ya? "
Kojuro : " What thee? Pre-sentengz? Aku gak mau cepet-cepet senteeeng! "
Yoshiaki : " Bukaan! Tapi present tense yaa! "
Toshiie : " Apa? Press send ten? Tekan kirim 10 kali? "
Yoshiaki : " HADOOOEH! Yang bener present tense ya! "
Oichi : " Ichi nyeraah... "
Ieyasu : " Sudah lupa, sensei! Soalnya itu zaman SD! "
Masamune : " Biar kujelaskan. Present tense adalah kalimat yang menyatakan kegiatan sekarang. Diikuti dengan subjek dan kata kerja. Tapi, objek harus ada. "
Yoshiaki : " Woow! Kau pintar ya! " *tepuk tangan*
Siswa lain : " NAAH! JAWABAN ITU YANG KAMI MAKSUUD! TAPI TELAT MIKIR! "
Yoshiaki : " Kalian yang lain pada bodoh semua, ya! Mikir sendiri doong, lain kali, ya? "
Siswa lain : " Whatever mu kaah, sensei! "
Yoshiaki : " Sekarang, coba lihat halaman 7 ya! Disitu, ada pelajaran verb ya! "
Sasuke : " VERB? Jangan-jangan kepanjangan dari VERnis Bajakan yaa? Hiiks! "
Yoshiaki : " Bukan kepanjangan, ya, Sasuke. Verb itu baisa disebut kata kerja dalam bahasa Indonesia, ya. "
Sasuke : " Oowh... Gitu ya? "
Yoshiaki : " Nggak ya! Tapi gini doong ya? "
Sasuke : *tatap mematikan* " Itu sama saja, sensei... "
Yoshiaki : " Habis, elu! Kalo dah tau jangan diulang yaa! "
Sasuke : " Tapi aku memang tidak tahu! "
Yoshiaki : " Kasihan ya... Sekarang! Hapalin itu verb ya! Ntar saya tanya artinya satu-satu ya! " *duduk di meja guru* " Ada 20 Verb, yang 18 ditanyakan, yang 2 biarin aja deeh... "
Para siswa sibuk menghapalkan dialog (?) (Siswa JaNime : " ITU SIIH, DRAMA KITAA! ") Ya, terseraah! Maksudku, sibuk menghapalkan verb biar siap ditanyakan sensei.
Yukimura : *hapalin* " Shake artinya mengocok... Berarti, harlem shake itu mengocok harlem ya? Tapi, HARLEM itu apaan yah? HARpa LEMbut kah? HARmonika LEMah? HARam LEMbu? Wadoooh! Gue pusiiinng! KYAAAAH! "
Sasuke : " Bring itu membawa, Catch menangkap, Draw menggambar, Fly terbang. Tapi, napa harus belajar verb terbang ya? Padahal, yang terbang bukan saya juga... "
Fuuma : *dalam hati* " Grow artinya menumbuhkan. Berarti... Grow up itu menumbuhkan atas ya? Tapi atas tumbuhnya kayak apa? Kan, atas sudah tertinggi! Ada-ada aja ini bahasa inggris! "
Nouhime : *belum baca buku sepenuhnya, makanya panik duluaan* " Napa disini gak ada Shoot alias menembaak? Itu yang paling gampaaang! Nooo! "
Oichi : *nunjuk kata Shoot di buku* " Ini apa, Nouhime-san? Di bawahnya Shake? "
Nouhime : *liat lagi* " Ini bukan Shoot, Oichi! Ini Shout! Eeh... " *salah baca o jadi u X_X* *nyimpen isin* " Oh iya... Salah baca, hehe... "
Oichi : " Huu! Nouhime-san... Agak kecantol itu otaak... "
Nouhime : *nginget kata-kata di Act 6* " Kamu tahu itu dari mana? Kamu jadi dukuun? "
Oichi : *heran* " Emang apa kesaktian Ichi? "
Nouhime : " Oh! Lupakaan... "
Oichi : *dalam hati* " Nouhime-san aneeh... "
Motochika : " Freeze! Membekukan! Coba aah... " *kasih mantra ke meja* " FREEZE TABLE! YOU! FREEZE TABLEEE! HURRY! FREEZE! TABLEE! " *dia sudah jadi dukun benjol... (Author dihajar Motochika)* " Kok mantranya gak mau sih? Kan artinya membekukan meja? "
Ieyasu : *geleng-geleng* " Lu ada-ada aja, Motochika. Ini cuman verb! Bukan pembantu suatu mantra! "
Motochika : " Tapi artinya kayak mantra tauuk! Burn artinya membakar! Shake artinya mengocok atau mengguncang! Terus, itu lagi! Light artinya menerangkan! Hasil? Gak manjuur! Nihiil! "
Ieyasu : " Ya iyalaah! Lu pikir mantra bisa diucapin begitu saja? Kan harus punya indra keenam dulu! "
Motochika : " Tapi aku sudah punya! "
Ieyasu : " Dimana? "
Motochika : " Di alam mimpi gue! "
Ieyasu langsung facepalm. Temannya ini sudah gila mantra!
Motonari : " End artinya mengakhiri. Berarti, the end artinya sebuah mengakhiri. Looh? Aneh banget inggris! Harusnya kan end story! English is ngaco! "
Keiji : " Bring itu minuman... " *itu drink kaleek! Ngaco lo!* " Terus hold itu berhenti... " *itu halt bodooh!* " Speak itu serangga yang ada titik titik item itu... " *itu kepiiik! Lu malah jadiin indo ke indo gembeel!* " Wait itu beraat ya? " *itu weight! Ngerti inggris gak se loe?* " Wear itu dimana... " *itu where! Keiji udah bodo ameet! (Keiji : " Apaan lu menghinaku dari tadi? ") Author dihajar Keiji 5 kali*
Matsu : *dalam hati* " Firasatku mengatakan kalo pikirannya Keiji pasti error... "
Masamune : *nopang dagu* " Adooh! Ini verb level TK! Jelek bangeet! Yang agak extreme harusnya nih! "
Yukimura : " Whaat? Kau bilang verb ini level TK? Kau hebat, Masamune-donooo! "
Masamune : " Gue gitu deeh! Otak gue mahal! "
Kennyo : " Tie... Aku selalu bingung dengan yang ini! Tie ada yang dasi! Ada yang sama! Bahkan disini nambah lagi ikat! Jangan-jangan, kalo bahasa indonesia jadi tambah ngaco! Alias -piip-! " *sama kayak Day 1 Act 8, arti verb ini dapat dilihat di Day 2 Act sebelum ini (Readers : " REPOT LUUU! ")*
Sementara itu, yang namanya tak disebutkan latihan dengan normal. 7 menit kemudian...
Yoshiaki : *berdiri* " Oke! Time's up ya! Tutup buku kalian, saya tes satu peeerrrrr... Satu ya! "
Seluruh siswa (kecuali MasMun) : " WHAT THE **** ARE U? "
Masamune : *teriak senang* " Can't wait! "
Apakah seluruh siswa JaNime bisa menjawab soal sensei dengan baik, dengan persiapan seperti tadi?
Continued to Act 10!
