Author's P.O.V. :

Aku sedang duduk mandangin layar kaca cinderella (?) (Elo kate main drama?!) Maksudku, mandangin layar kaca komputer.

" YEEEEY! ADA RIPIEW YANG MASUK! " Teriakku sambil loncat dari kursi. (Teringat FF UBJ 3 yang Kang Kei loncat-loncat)

Saat aku hendak membalas review...

" Tosta, anata wayo? "

Ada suara yang membuatku agak kaget. Aku pun menoleh ke arahnya.

" Keliatannya girang banget, anata wayo... " Kata orang itu lagi.

Orang ini menggunakan baju putih berkerah dengan coat hitam yang agak tertutup. Dasi birunya membuat penampilan makin keren. Celananya jeans hitam dipadukan belt kulit coklat. Rambutnya yang hitam agak panjang itu tertutup dengan topi cowboy hitam warna coklat, namun poninya masih terlihat sedikit. Senjata dua katana menempel di punggungnya. Kalian belum tau kan, siapa orang ini?! Pokoknya kece dan ganteng abiss! Mengalahkan milik Dokuganryuu, apalagi Bakaganryuu! (Masamune : " Apa kau mengejekku, Dissa? " *dihajar Masamune) Suaranya aja kayak dubbernya Sasuke Uchiha! Bahkan lebih bagus! (?)

" Oowh... Nande mo nai! Hanya saja, FF ini dapet review lagi! Yeeey! Hahahahaaay! " Sorakku kagak jelas. Langsung saja, orang itu menutup kupingnya.

" Demo, teriakannya gak usah keras banget, anata wayo! Ntar telingaku mampet, harus dibawa ke Mister Plumber lagi, anata wayo! " Jeritnya.

" Ya elaah... Itu sih, takdirmu! "

" WHAAAT?! Kurang ajar, anata wayoo! " Orang itu menyiapkan aura dinginnya. Aku langsung tersentak.

" Oowh, oowh, sumimasen, Seito-kun! "

" Hmph! Kenapa hal yang sama slalu terjadi saat aku mau menghajar anata wayo?! " Geramnya.

" Takdii- " Omonganku terputus karena tatap deathglarenya keluar dengan kejam.

Baiklah, here is my OC! Nama lengkapnya Seito Takamichi. Ras aslinya ChiNgkong. (Bapaknya China, ibunya Hongkong!) Tapi, Seito dilahirkan saat orangtuanya liburan di Jepang, maka sekarang inilah namanya! -_-

Panggilannya si Seito ada 3. Yang banyak, Seito-kun. Aku juga biasa manggil gitu, saking akrab sejak lahir (?) (Seito : " Sejak kapan aku akrab banget dengan anata wayo? " *dijurus Seito. Panggilan kedua, Kami Seito. Karena, nama belakangnya dia Takamichi. Ada kata 'Kami' di nama itu. Penyebab utamanya adalah sikapnya. Dia selalu nyiksa orang yang banyak bacot dan nyebelin begete. Jurusnya aja sakti! air dicampur es. Korban utama (catet nih!) Aku, aku, dan aku! (Perasaan kamu mulu', Dissa!) Panggilan ketiga, Tofuito. Kenapa tofu? Karena dibalik sifat dinginnya, dia seneng makan Tofu. Kalo denger kata-kata Tofu, dia langsung ngiler... Bahkan satu hari, di harus nyerbu 25 tofu!

Omongan khasnya adalah 'Anata wayo'. Hampir setiap kalimat selalu diakhiri dengan 'anata wayo'! Oh, selain dingin dan suka menghajar, ada sifat lain yang ia miliki. Yaitu rajin olahraga, pinter (meski gak mau diajarin, huweeh -_-), dan ingin tahu (julukannya aje Tofuito...) (Seito : " Bukan itu maksudnya, anata wayo! " *dihajar Seito). Hobinya manggil kucing yang ada di deketnya, terus diajak main (ya amplopp X_X), dan main mantra.

" Kalo gitu, bales udah reviews nya, anata wayo! Bareng-bareng loh, anata wayo! "

" Ya iyalah! Bareng laah! Kalo gak, apa lagi? Baring di kasur lama-lama berguling? "

" Ki sama... Kenapa kau slalu bercanda disaat yang tak tepat? Rasakan ini, anata wayo! " Seito langsung menyiapkan bola es kecil dan dilemparkan ke hadapanku.

" Apaan ni? Main golf es? Hahahahahaa! Polos lu! "

" Kau tak tahu ya? Saat aku menyentuh ini, kau akan hancur! Siap-siap aja anata wayo! "

Aku cuman melet-melet ke Seito, saking sok gayanya. Dia sentuh bola itu, dengan sedikit sihir sepertinya, tiba-tiba...

" Sparks of pain : Explode with flames and ices! "

JRETAAK! CRAAASH! BOOM!

Seisi ruangan langsung penuh dengan serpihan es campur api-api kecil. Serpih-serpih itu meluncur dengan cepat.

" NOW! " Seito menjentikkan jarinya.

Langsung saja, serpihan-serpihan itu meledak. Api campur es meledak bebarengan.

" Sumimasen, Seito-kuun... " Batinku yang mulai tersiksa. Badanku kaku membeku campur gosong terbakar.

" Cepet bales review, anata wayo! Ki sama yurusanai! " Jengkel Seito.

" Haik! "


Girl-chan2 :

Hai, hai! ^^ Gak papa kok pake akun baru, yang penting review tetep masuk! Memang adil, hakim Motochika dan talker master alias Masamune sudah membuatnya sah kok. (Dihajar MasMunChika)

" Why always, Dissa?! Can you shut up your mouth? " kata Masamune dengan kesal.

" And drive? " Lanjut Motochika. (LU KATE NYANYI LAGU RE-HANDANG TAAH? (catatan : kalok Ri**nn* udah mainstream... *Author dihajar artis tersebut) DASAR BAKACHIKAA!) Masamune langsung double facepalm dan menghajar Motochika.

" JET-X-Y-Z! " (?)

" Sumimaseen... Eh, BTW jurus barumu kereen! "

" MasMun gitu looh! "

" GUE DICUEKKIN SETELAH ITUUU?! " Geramku. Dan benar saja, Motochika dan Masamune sudah menghilang dari hadapan pujangga. (?)

Ne, thanks for review :)


Meaaaa :

Thank you! ^^ memang begitulah JaNime HS, makin lama makin crazy! (Dihajar siswa-siswi JaNime)

" Tentu saja ya! Makasih ya! Atas doanya yaa! Semoga yaa... Kebaikan kamu ya, dibalas ya! Sama Tuhan ya! " Jawab si Yoshiaki sambil narsis depan kamera.

Dia memang seneng ngomong itu 'ya' nya! Nagamasa aja sampe bingung di act sebelumnya :D Terus kalo cibir-cibirnya, itu Sasuke lagi belajar bagaimana bertengkar dengan pacar (?) (Dihajar Sasuke dengan bunshin-bunshinnya juga)

" Nggak gitu kaleek! Dissa yaro! Anata wa baka daane... " Kata Sasuke.

" Dari dulu juga sapa yang mau jadi korban latihan Sasuke? " Lanjut Kasuga. Lalu, aku pun turut dihajar Kasuga. Lalu, Yukimura yang kebetulan lewat langsung memotretnya.

" UWOOOOOOOOOOOOOOOOOH! MOMEN AUTHOR DISSA KENA HAJAR KEREEEEEEEEEN BEGETE PETEEE! " Teriak Yukimura. " HAJAR LAGI, KASUGAA! NTAR TAMBAH ADEGAN SASUKE-DONO JUGAAAAAAAAAA! BIAR MAIN KECE KAAAN?! OWH! IEYASU-DONO JUGA SERTAKAN DONG, SUPAYA GAMBAR ALIAS FOTO INI MAKIN KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE... " Teriakan panjang bukan palem kelapa Yukimura terputus. Karena tatap deathglare para korban sudah melanda. Mulai dari Ieyasu yang udah nyiapin fistnya, terus, Kasuga juga udah nyiapin jaring-jaringnya, Sasuke nyiapin bunshin abadi nya, dan aku yang juga udah nge-set Seito biar nasibnya sama kayak aku yang sebelumnya. (Seito : " SETTING KATA ANATA WAYOOOOO?! HABIS ITU, KUHAJAR ANATA WAYOOOO! ")

" I WILL KILL ANATA WAYOOO! " Teriak Seito sambil nyiapin bola es. Lalu, Yukimura langsung lari kesana, kemari, kesini, kesitu, kemenong, kemana-mana, kemeja juga (?), dan... (BISA TIDAK SIH, AUTHOR GAK BANYAK BACOT SEKALI-SEKALIIIIIII?!) YAH! WHATEVER! Yukimura pun dikejar-kejar sampai beberapa saat lagi, bahkan sampe jam tayang episode perdananya entek! Sampai bertemu di episode berikutnya deeh! (?)

Thanks for review! ^^ Dan salam Kojuro di FF mu sudah diterima kook ^^

" Arrigatou, Kojuro milik Meaaaa! Salam juga buat Kojuromu yoo! Julukanmu panjang banget looh... Semoga Dissa juga memberi julukan sepertimu! " Kata Kojuro kagum.

" Mau kuberi? " Tanya Dissa yang muncul tiba-tiba.

" Wooojiaah! Doaku akan terkabul seketika! " Kata Kojuro girang.

" Hapalin ya! Soalnya saya cuma bakal nyebut satu kali! "

" Haii! "

" Watashi wa Dokuganryuu no Babu, and my name itu Katakura Kojuro, bisa dipanggil ryuunomigime too, dan can every sesuatu dalam sekejap kejap! Watashi juga menerima nickname like Babu yang Babo kayak Babi jadi Bibi! " Lafal Author panjang.

1... 2...

" PANJANGNYA THOR DISSAAAAAAAAAAAAAAAA! KURANG AJAR METESEK LOOOH! " Kojuro langsung mencetarkan Author ke langit ke 7 untuk yang ketiga kalinya. Wait... Review berikutnyaa!


Adiknya Fuuma :

Welcome! And... Hati-hati looh, kalo ketawa gak abis-abis, ntar kotak suaranya ganti jadi punya Spongebob tuuh... (Dihajar Spongebob)

" Enak aja! Kotak suaraku mau kukasihkan ke Squidward aja! " Kata Spongebob.

" Aku kan gak tahu... Tapi aku tempe! " Jawabku.

#PLAK! Nasib tak perlu ditanya. Aku ditampar Spongebob dengan indahnya.

Oh iya! Fuuma baru kali ini dapet typonya looh! ^^ Ngakak disitunya ya? Itu memang mepet situasinya, tapi karena Fuuma sekalian saulting-saulting ama pasangan barunya, dia typo deeh XD (dihajar Fuuma)

Fuuma menulis : 'Kenapa kau beri penyebabnya, bakaa!'

" Sumimasen nee... " Lirihku.

Yaah, kalo soal momen MotoKeiMa...

" Kepanjangan macam apa itu, Dissa?! " Tanya Keiji.

'Iya. Namanya aneh banget cah Dissa...' Tulis Fuuma.

" Ya elaah... Gak papa dong! Tapi kalo kalian memang gak mau, ya udah... "

Momen mereka maksudnya, bisa diperbanyak lagi, soalnya kebetulan yang lagi maju Keiji dan Fuuma. Kalo Motonari, dia kan biang DuGen nya! (Motonari : " WHAAAAT?! " *dihajar Motonari dengan ring-bladenya)

Fuuma itu adikmu ya? Baguslah ^^ ntar jadi adik kuliah JaNime juga (#PLAK!)

'Kuhajar kau! Mana mau dia sekolah di sekolahmu?' Tulis Fuuma dengan muka kusut.

" Mau doong! Kenapa tidak? " Tanyaku.

'Tapi kenapa aku yang gak mau tetap dipaksa?'

" Kalo itu hak gue! Makanya, lu harus ikut! Yang lain juga aja looh! "

'Hmph! Dasar Dissa... Dia udah gila...' Lalu, Fuuma menghilang ke tempat yang tak diketahui, kecuali Tuhan (jelas banget ituu! -_-)

Thanks for review! ^^


aristina182 (soalnya kalok dicopy malah cuman jadi '.182' looh...) :

Welcome ne ^^ Ya, aku memang selalu kena hajar mereka, tapi gak papa lah! (LU DAH SARAP YA, DISSA?!) Dan, makin maju tak gentar chapternya, maka FF ini makin ngawut.

Thanks for review! Moga-moga ketawanya stabil di act ini :D


Mokakoshi :

Woow... Kau cekikikan sekarang? :o Dan membacanya tengah malam?! Ya ampun, pengorbanan qurbanmu sangat luar biasa... (EMANG ACARA ISLAAAAM?! #PLAK!)

Oke! Nagamasa merasakan deritanya sekarang! Tapi habis ini, deritanya bisa jadi deriseru, derikoma, deripetik, derikurung... (GAK NYAMBUUNG! #PLAK!)

Nobunaga yaa? Oke, Dissa usahakan ^^ Direject campur digotik... -_- (kena hajar Nobunaga) Tapi nanti aku pake lagu gotik, terus goyang reject tambah pinggul! (WHAAT?)

Wait a sec... Kenapa kau menyolong Masamune dan Oichi? Belum di sahkan gue, tauuuk! (udah, gak usah dipeduliin...)

Oke! Thanks for review ^^


" Appearance gue harus segera kelar! Dakara hayaku, anata wayo! "

" Ya, ya, Seito-kun... Jangan dingin gitu dong! Ntar apinya gak bisa bakar! "

Seito langsung natap sadis ke aku. Kejadian tak bisa dijelaskan, karena aku merasa tak sanggup seketika.

" Oke! Duluan ya, anata wayo! " Kata Seito. Dia langsung cari kelas JaNime.

" Sayonara... "


#NOTE (catet, pahami dan tancap, akhirnya nyala listrik... (?)):

Kemarin aku sempet baca rules and guideliness, dan tertulis jelas dengan tinta ketikan warna hitam (JELAS KAN?) bahwa format cerita TAK BOLEH BERUPA DIALOG! Jadi, saya sudah menjiwir pipi dan menabok jidat (?) untuk menyadarkan diri.

MULAI SEKARANG, (catet) CERITA INI (teken) TIDAK MENGGUNAKAN FORMAT DIA LO GUEE! (#PLAK!)

Semoga format baru ini masih bisa menghibur para readers ^^

SEKARANG JUGA ADA WARNING BARU! CUMAN SATU TAPI PENTING! :

- SETIAP ARTIS/PRODUK/BAND/LAIN-LAIN YANG DIPARODIKAN BUKAN BERARTI AUTHOR MENGEJEK MEREKA! ITU HANYA UNTUK HIBURAN SEMATA HARI! (?)

YA SUDAH, HAPPY READING!


Act 11 : Mr. Narsist and English » Part 3

Di act sebelumnya, ada 8 siswa yang disuruh membuat kalimat present tense di depan kelas. Untung bukan bikin cerita, soalnya kalo bikin cerita, entar jadi sarap kayak Authornya! (BENER! BENER! AKHIRNYA DIA NGAKUU!)

" Kalau gitu... Kita langsung aja ya! " kata Yoshiaki.

" Mogaan yang pertama bukan gue, soalnya bensin gue udah ganti jadi solar... " Kata Kojuro. (Yang lu pikir itu pertamax ya?)

" Ya sudah, gini aja! Sebelum kita makin takut, mari kita tundukkan kepala sejenak untuk mengurangi panik dan membuat jawaban yang benar. Berdoa sesuaikan agama kita masing-masing. Berdoa... dipersilahkan! " Kata Motochika yang mulai sok religius lagi. Dia langsung nundukkin kepala untuk berdoa.

" Chosokabe wes bener-bener tertular untuk jadi penerus guru religius kita... " Batin siswa lainnya sambil cengo seketika. Tapi apa boleh buat, para siswa yang di depan sudah berdoa dengan khusuk-khusuk punggungnya sampe sembuh. (lu kate dipijet apa Thor? Dissa?)

Tiba-tiba...

" Sumimasen, disinikah kelas JaNime, anata wayo? "

Langsung, siswa-siswi itu berhenti berdoa dan memerhatikan orsing tersebut.

" So-sore wa... " Kata Yoshiaki setengah kejut.

" Sugoiii! He's handsome too! " Kagum si Ieyasu.

" Woow... Bingung milih mana... " Teriak para cewek (selain Oichi tentunya, karena dia gak usah ditambah apa-apa dah enak!) (Oichi : " ITU OISHI, DISSA YAROO! " *author dihajar Oichi) yang sudah mulai kembali pelin pelan cinta.

" Ore? Tosta no, anata wayo? Aku kan cuman nanya, benar ini kelas JaNime, anata wayo? " Tanya si orang tak diketahui.

" Eer... Iya, ini kelas JaNime kok ya... Cuman... " Kata Yoshiaki. Kata-katanya terputus dengan perkenalan si misterius ini.

" Owh, aku lupa. Watashi wa Seito Takamichi des, yoroshiku anata wayo! "

" Ne, yoroshiku... " Jawab para siswa JaNime kompak, karena udah latian paduan suara sejak lama. (MAKSUD?!)

" Tapi, kamu ada disini sebagai apa ya?! " Tanya sensei yang sambil kedipin mata berkali-kali dengan cepat itu, bahkan lama-lama di kuadratkan. (?)

" Saya akan... " Seito langsung mengambil katana esnya yang menempel. Lalu, berteriak keras.

" KILL ANATA WAYO! "

" WHAT THE... NEEE?! " Sensei overdosis kita ini langsung manjat meja guru dan menjadi telantaran tsunami disana.

" Tenang saja! Aku akan melawan Seito-san demi menemukan kemenangan! " Kata Nagamasa, sambil ngarahin pedangnya. Selain pedangnya, Yukimura turut mengarahkan tombaknya.

" UWOOOOOOH! Sanada Yukimura, menantangmu untuk menambah latihaaaaaan! " Teriaknya.

" Ya kagak laah! Baka, baka, anata wayo! " Kata Seito sambil geleng-geleng. Lalu, dia kembali menyimpan katananya di belakang. Yoshiaki sensei langsung turun dari meja dan tanya ke Seito.

" Terus... Kenapa ya? "

" Saya mau bantu Yoshiaki-sensei disini. Mengawasi dan agak ikut campur urusan JaNime! Jadi bersiaplah, anata wayo! Muahahahaaaa! "

" Oowh... Sokaa... " Kata Yukimura. Lalu, dia menaruh kembali tombak keris the fine kidd nya (Soalnya kalo dari di***e ki** udah mainstream...)

" Kalo Yoshiaki-sensei kakean ya... Tapi kalo' Seito-san malah banyak anata wayo nya! " Komentar Masamune.

" Itu memang dah nempel di otak gue, anata wayo! " Jawab Seito.

" Umur kamu berapa sih? " Tanya Masamune.

" Pikir aja sendiri, anata wayo! Appearance gini umur berapa, anata wayo! "

Masamune langsung gubrak. Lalu, siswa lain cuman bisa sweatdrop.

" Cepet dong, anata wayo! Siapa yang bikin kalimat inggrisnya? " Jengkelnya lagi sambil menyila kedua tangannya.

" Bener juga ya.. Thanks, Seito-san ya! Giliran pertama akan kuberikan padaa... Oichi ya! " Kata Yoshiaki.

Para cowok di depan langsung protes. " KENAPA HARUS CEWEK LEBIH DULUUUU?! "

" Jangan cerewet, dasar anata wayo! Bisa disamakan dengan 7 kurcacinya putri salju yang lebih dungu tauuk, anata wayo! " Kata Seito, sambil ngarahin katana ke Keiji.

" Hiks! Seito-san kejam juga yaa! " Kata Keiji yang ketakutan.

" Baru makan tau ya, anata wayo? " (maksud Seito : baru merasakan kekejamannya ke Keiji)

" Gak! Aku gak makan tahu! Aku makannya singkong di rumaah! "

Seito terdiam dalam hitungan 1... 2... 13! (?)

" BAKA ANATA WAYOOO! " Jengkel Seito. Dia langsung nyiapin kedua katananya, tapi pake yang elemen api duluan.

" Sparks of pain : Slash flames! "

Keiji pun diserang katana dengan cepat dan berkali-kali. Authornya aja gak tau brapa kali Seito nye-slash itu Keiji! Yang jelas lebih dari 1 slash. (Kami juga tau, bodooh!)

" Take this! " Seito mengarahkan katana es dari atas ke bawah dengan cepat. Dan terjadilah bencana...

" Sparks of Pain : Ice thorn fall! "

Duri-duri es langsung jatuh ke Keiji. Kemudian, Seito menjentikkan jarinya, dan es itu meledak. Untung si Keiji cuman gosong dan gigil-gigilan minta ampun dari narapidana! (?) (Apa itu bisa dibilang untung? Itu rugi banget tauk!)

" Sadis banget orang ini... " Kata Keiji historia. (Keiji : " WOOOI! Yang bener histeris! Emang sejarah?! " *author dihajar Keiji)

Backsound Off gun (soalnya kalo A*ga* udah mainstream... *Author dihajar artis tersebut) yang berjudul Sadis mulai bermain. Keiji mulai bernyanyi.

" Kau dan aku... Suatu saat nantiiii...! "

Seito langsung nyiapin bola api seukuran telapak tangan, dan menampar Keiji dengan telapak tangan tersebut.

" Baka anata wayo! Bisa diem gak, anata wayo? Kalo gak... No mercy for you! "

" ITTAAAAAAAAI! "

" Seito-san, kurasa itu berlebihan sekali suhunya. Kasihan Keiji. " Komentar si Kojuro.

" Kalo kasihan, dakara, bikin kalimat present tense nya! Anata wayo! "

" Aku pertama? "

" Hitotsu des, anata wayo. "

" Tapi bukannya Yoshiaki-sensei bilang yang duluan itu Oichi? "

" Tapi, Seito mengatakan yang pertama itu anata wayo! "

" Haik! Whatever nya Seito-san lah! " Kojuro mikir sejenak. Tiba-tiba, dia langsung duduk bersila di atas lantai.

" Oon... Masamune-sama onegai jimas oon... Masamune-sama onegai jimas oon... Masamune-sama onegai jimas oon... Masamun... "

Wait, alias chotto matte yo! Ini nadanya mirip ritual Kiyomori yang nyembah Orochi di WO 3! -_- yang pas dia mau diserang Ryu Hayabusa...

" Kojuro... WHAT THE HELL ARE YOU THINKING ABOOUT?! " Setelah jengkelan tersebut, Masamune langsung menghajar Kojuro dengan death fang.

" Eekh... Sumimasen! "

" Kau mengingatkanku pada ritual ku ke Xavi-sama! " Kata Motonari. Dia pun ikut-ikutan ritual.

" Oon... Xavi-sama ai onegai jimas oon... Xavi-sama ai onegai jimas oon... Xavi-sama ai onegai jimas oon... "

" Motonari sama gilanya... " Kata Nagamasa. Tiba-tiba, seorang bintang tamu datang membawa tasbih, lalu duduk bersila di atas lantai, menaruh tasbih di sampingnya sambil ber-ritual.

" Oon... Orochi ara mitama sowaka oon... Orochi ara mitama sowaka oon... Orochi ara mitama sowaka oon... "

" WHAT THEEEEEEEEEEE?! " Para siswa JaNime takjub. Karena, yang datang malah si master ritualnya, alas Kiyomori Taira dari WO.

" Ngapain disini, anata wayo?! Ini lama-lama jadi acara ritual, anata wayo! " Seito langsung menendang Kiyomori jauuh... Jauuh... Darimu... Ku tak bisa... Jauuh... Jauuh... (ITU LAGUMU, KALEEEEK! *Author dihajar readers)

" GOMEN NASAI, KAMI-SEITOOOO! SAYA KEASIKAN DENGER RITUAL AREK-AREK, MAKANYA IKUT-IKUTAAAAAAN! " Teriak Kiyomori sambil melayang-layang tanpa benang sepanjang siang (?) Dan saat melayang, dia langsung duduk bersila di langit untuk melakukan sky ritualnya.

" OON... OROCHI ARA MITAMA SOWAKA OON! "

" HMPH! Masih aja gitu, anata wayo! " Dengus Seito kesal. " Ayo lanjutin, anata wayo! " Kata Seito sambil nunjuk Kojuro.

" Iya deh, gue serius, Seito! "

" Gitu doong... "

Kojuro berpikir, verb apa yang harus ia gunakan, lalu bagaimana susunan katanya... Bahkan, suara model apa yang harus dia pakai untuk menjawab, sopran kah, metal rocker kah, minor kah, apa mezzo sopran, de-es-te-du-wa-ge-las! Dan sementara Kojuro berpikir, Yoshiaki mainan jenggot sambil senyum-senyum sendiri. Seito hanya menunggu sambil liat-liat seisi kelas JaNime, bahkan dia pengen liat isi hati para wanita! (Seito : " WHAT THE HELL? SIAPA YANG MAU SEPERTI ITU! *Author dihajar Seito dengan katana api) Kalau siswa-siswa plus satu siswi saja di depan kelas, cuman bisa nyender di tembok dan menunggu. Menunggu bukan hal biasa bagi mereka, tapi luar biasa susahnya. Karena para pemenang ketiga-lah yang biasa mendapatkannya! Sementara itu, mereka jarang ikut suatu ajang, kan? Atau mungkin pernah ikut, tapi gak pernah menang. (ITU NAMANYA PERUNGGU, DISSA! NIH, DIEJAKAN YAA! PE-RUNG-GU! NGERTEEH?!)

" Kojuro... Ehm... Catchs the... Khem! Catches (baca : keces (e yang pertama bacanya kayak e pada kata 'kue', e kedua bacanya kayak e pada kata 'bejo')) maksudku... Catches the rombeng... That... Steals... Khem, kham! My... Lobak... " Begitulah isi pikiran Kojuro sambil berdehem-dehem saat ini.

" Udah belom, anata wayo?! Saya gak suka nunggu lama, anata wayo! "

" Ha-haik! Udah kok! Jawabannya adalaah... Kojuro catches (bacanya masih keces) the rombengs that steals my own lobak! " Suaranya mendadak dart father! (soalnya kalok d**th v*d** udah mainstream... *author dihajar pasukan dari orang yang dimaksud)

" WHAT THEE?! APA MAKSUD ANATA WAYOO?! " Seru Seito.

" Looh bener kan?! "

" Intelek macam apa ituu? "

" Bukan intelek lagi tuuh, Seito ya! Itu sudah jadi yang namanya intel extra ya! Maksudnya, internet tambahan yaa! " Kata Yoshiaki.

" Jangan sambung ucapanku kalo salah, anata wayo! " Seito mengarahkan katana ke Yoshiaki dengan cepat.

" KYAAAH! Nee, sumimasen nee! "

" Itu salah banget, anata wayo! " Seito kembali fokus ke Kojuro.

" Kenapa? Salah di mana? "

" Salah di mana aja nanya! Ya salah di kalimatmu taah! Masa' salah di punyaan orang lain? " Teriak Motonari.

" Heh? Maksud? "

" Kamu nanya salah di mana! Wong jelas yang salah itu kalimatmu! "

1... 2... 30! (?)

" GAK NYAMBUNG ELUUUU! Maksudnya, salah di kalimat bagian mananya! " Kojuro langsung menyetrum Motonari.

" Ittai! Sekarang kamu malah sadis-sadis... Bukannya tadi lu perhatian ya? " Mulai deh, salmon nya... (Salmon : SALah ngoMONg)

" Itu kan, tadi! Bisa bedain jam kagak lu? "

" Aakh, jangan gitu dong, Kojuro! Kamu kan anak baik dan setia... Jadikan... "

" Aku kekasihmu! CIEEEEE... " Goda Masamune.

" CIIIIIIIEEEEEE... " Siswa lain (selain Motonari dan Kojuro) ikut mencieh-cieh kan.

" What the?! Motonari dan Kojuro jadi... YAOI? Benarkah itu, anata wayo?! " Tanya Seito ke Kojuro. Kojuro terdiam, kayaknya lagi nyiapin sesuatu! Mungkinkah itu... Cinci... (Omongan Author terputus karena langsung saja dihajar Kojuro) (Kojuro : " Yang mau kau bilang itu cincin kawin kan?! Sejak kapan aku mau kawin dengannya, tunangan aja kagak ada niat! ")

" Iya, ya! Masamune my boy, ya... Apa ini termasuk kasus cinta duo gender di luar wajar ya? " Yoshiaki ternyata turut bertanya pula!

" Benar, Yoshiaki-sensei! Ternyata pasangan YAOI kita, alias Kojuro dan Motonari sangat terkenal di FF kali ini! Kalau begitu, Yuki-chan, silahkan diam... "

" DAISHARIIIN! " Yukimura menghajar Masamune langsung.

" Ouch! Plis deh Yuki! Apa salahku, salah makbah (emak dan abah) ku, salah cahkang (cah dan kakang) ku, dan mungkin salah cucit (cucu dan cicit) ku? " Dokuganryuu lebai juga! (Author di-crazy storm Masamune)

" Kamu... Jangan panggil aku chan, Masamune-dono! Bukannya sudah kubilang di Act 5, kalau melanggar, Masamune-dono akan kupanggil Mune-chaan! PAHAAM?! "

" Iye, iye, I'm sorry and goodbye... " (?) " Jadi, kau harus cepat potret tatapan Motonari ke Kojuro! Ntar pasti jadi kenangan terindah! "

" Sebagai kenangan yang, terindaaah... " Ternyata, Keiji malah nyanyi lagunya Sampo yang judulnya 'Kenangan Terindah' itu! (Sekali lagi, ini menggaulkan suatu penyanyi atau band yang udah mainstream! Tapi, yang sekarang namanya **m*on. *Kuping sang Author (skali-skali!) dihajar pake suara drum band tersebut)

" Keiji terlalu seneng nyanyi, bahkan di saat bukan momennya... " Komentar Matsu.

" DEATH FAANG! " Masamune langsung menghajar Keiji yang gak nyambung tersebut.

" Aakh... "

" Ayo, smile, Motonari-dono! " Seru Yukimura yang nyiapin kameranya. Udah di fokuskan dan diberi efek yang cucok looh!

'Ini adalah cinta... Kojuro dan Motonari udah terjadi 4 session! Luar biasa!' Tulis Fuuma, lalu ditunjukkan ke hadapan Seito.

" Kereen... " Kata Seito.

" WHAT THE HELL ARE YOU GUYS?! " Kojuro langsung hajar para siswa (kecuali Motonari, karena dia gak bersangkutan) dengan lightning nya yang nyebar dimana-mana.

" Sumimaseen... " Kata yang kena hajar dengan sakit yang minta ampun.

" Kojuro memang luar biasa! " Kata Motonari. Lalu, dia tepuk tangan sendiri.

" Motonari sudah di luar alam kesadarannya... " Pikir Kojuro.

" Tuuh kan! Terjadi lagii! " Teriak Yukimura dengan suara emas tak berkaratnya.

" CIEEEEE... " Siswa lain (selain yang jadi korban) turut men cieh kan. Setelah sekian lama, Motonari kembali menyadarkan diri dari efek dugennya dan melihat sekelilingnya yang sedang saulting-saulting sendiri.

" Looh? Napa kalian? " Tanyanya keheranan.

" CIEEH, CIEEEEEH! "

" Heh?! "

" Semoga diterima di hati Kojuro, anata wayo! " Kata Seito sambil nahan tawa.

" Benar banget tuh ya! Sensei turut mendoakan kamu ya! " Kata Yoshiaki.

1... 2... 33! (LAMA-LAMA LU MAKIN NGAWUT AJAA!)

" Nan dattoo? " Teriak Motonari. Matahari turut memancarkan lebih cahayanya.

" Bersabarlah. " Kata Kojuro.

" Tarik napas... Hembuskan! Tarik.. Hembus! Fyuuh... " Motonari mengambil-buang napas berkali-kali untuk menenangkan diri.

" Ya sudah, daripada ribut, lanjutin aja pelajarannya, anata wayo! " Kata Seito.

" Jadi, apa salahku? "

" SUDAH JELAS BANGET ITUU! JELAS DITEBELIN PAKE STABILO WARNA TERANG JUGA! "

Kojuro langsung keliling kelas sambil bongkar-bongkar dikit. Kayaknya, nyari sesuatu. Tapi ribet amet! Bahkan, saat membongkar tasnya Nouhime, Kojuro harus dapet musibah, yaitu ketekan tombol tembaknya bazooka, kepencet bom api tangan, dan kesetrum barang yang sengaja disetel high voltage. (WARNING : KALO MAU BONGKAR TAS NOUHIME HARUS HATI-HATI DISERTAI PARU-PARU DAN USUS-USUS, KARENA MEMEGANG SATU BARANG TANPA TAU-TAU KE TEMPE KE SINGKONG AJA SUDAH PASTI CELAKA!)

" Hello? Where are you? " Kojuro saat ini membongkar tas Keiji.

" LOOOH?! TASKU! MAU KAU APAKAN ITU? " Teriak Keiji.

" Plis deeh... Ada barang penting yang harus kucari! Soalnya Seito-san sendiri yang bilang! Mungkin aja letaknya di tas ini! Kumohoo- "

KREEK!

Tiba-tiba, Kojuro kepencet sesuatu di tas Keiji. Keiji langsung shock.

" TIDAAAK! BUKANNYA ITU? "

Barang tas Keiji pun berbunyi. " Kaki kanan diangkat... " (nada senam yang iya-iyalah oleh moomoo... (Kalo' c***o* udah mainstream kan? *Author dihajar orang yang dimaksud), tapi suaranya agak mengutuk kayaknya)

" Apa-apaan ini? " Jerit Kojuro keheranan.

" KAKI KANAN DIANGKAAT... " Ternyata, warga JaNime lain ngikutin perintah sesuatu tersebut. Kojuro mangap keheranan campur shock. Keiji cuman sandar di papan dan terdiam pasrah.

" Haruskah aku mengikutinya? " Batin Kojuro. Tiba-tiba, Kojuro agak shock. Dia langsung ngikut-ngikut korban lain. " Kaki kanan diangkaat..."

" Lalu jiwit telinga... " Kata barang itu.

" Bendaku akan mengutuk mereka semua! " Batin Keiji.

" LALU JIWIT TELINGAAA... " Kata yang lain sambil niruin perintah.

" Goyang pinggul! "

Semua yang mendengar itu langsung shock.

" OMIGOT -TIIT-! HARUSKAH ITUU? " Jerit mereka.

" Sudah kuduga, inilah jadinya... " Kata Keiji.

Mereka yang lain dengan terpaksa goyang pinggul sambil jiwit telinga dan ngangkat kaki kanan (itu karena efek kutukannya!). Yang paling heboh tapi kesal juga kayaknya Toshiie dan Motochika. Terus yang paling seimbang, sudah jelas si DuGen ter-slim, alias Motonari. (Motonari : " WHAT?! " *Author disayat Motonari)

" Latihan keseimbangaan... " Barang keji Keiji mengakhiri nyanyiannya.

" GUBRAAAAAAAAAAAAK! INI BUKAN LATIHAN KESEIMBANGAN, BAKAA! " Kata para korban dengan kesal. Kemudian, muncullah si master of goyang pinggul alias master go pink (?).

" GOYANG PINGGUL?! SIAPA YANG BILANG GOYANG PINGGUL? IKUUUUUT! " Dan dia langsung menirukan para sampel (?) lain yang ada. Dia bergoyang dengan asyiknya, diikuti nyanyian.

" Chaiyya, chaiyya, chaiyyaaaa! "

Semua langsung noleh ke arahnya, mereka langsung pasang tatap double shock. Karena orang itu adalah...

" NOBUNAGAAAA?! WHAT THE... HELL?! " Seru mereka (kecuali Yoshiaki dan Seito), sambil goyang pinggul. Langsung saja, sambil goyang pinggul ramai-ramai, Seito bertanya sambil bersyair dan goyang pinggul.

" Eeeiyaaa... Goyang pinggul... Siapa itu aiyaaah... Nobunaga? Anata wai... YOOOOOOOOOOO! " Seito mengakhiri syairnya dengan suara sopran. (WHAT? ORANG KALEM BISA SOPRAN-AN?) Yang mendengarnya, alias semua disitu selain Seito, langsung facepalm.

" WAIYAAAAAH... KAU TIDAK TAHUUUU?! " Jerit mereka semua campur syair. Beberapa dari mereka menjelaskan sambil bersyair dan goyang pinggul.

" Dia adalah orang terrrr... keji yang menjadi suami Nouhime, aiyaaah! " Jelas Masamune.

" Dia juga selalu muncuuul di saat-saat yang beragam-gam! Kadang saat goyang, kadang juga saat tegang ooh laa laaaaa... Seito-dono! " Bantu Yukimura.

" Dia adalah my idol, yaaaaaa! Keji tapi heboh dengan begete, yaaaaaaaa! " Seru Yoshiaki.

" YOUR IDOOOL?! NO, NO, NO WAAAAY AIYAAAAAAAAAAAH! " Teriak para siswa JaNime keheranan.

" Ya ampun... Benarkah itu, anata wa... yo landaaaaa... " Kata Seito.

" Benar dong, yaaa! " Habis respon ini, para warga RT-RW-Kelurah-camatan (?) berbicara kayak biasanya. Tapi masih goyang pinggul.

" Goyang pinggul selalu menjadi hal yang menyenangkan, muahahahaaaaaaa! " Kata Nobunaga sambil ketawa. Kemudian, Nobunaga jalan ke lapangan dan melanjutkan tariannya disitu. Tapi kali ini, dia campur gotik dan direject.

" Satu jam saja... Direject aja laah! Satu jam saja... Direject aja laah! Satu jam saja... Goyang pinggul jugaa... Satu jam saja, gotik campur-campur! " Nyanyi si orang gila itu sambil memeragakan tiap lirik lagunya.

" GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA... " Kata yang di kelas keheranan.

Dan akhirnya, kutukan goyang pinggul hilang juga. Mereka langsung nginceng biang keroknya.

" KEIJI... BARANGMU SANGAT MENGUTUUUUK! " Seru Kojuro.

" BENAR ITU! BARANGMU HARUS SEGERA DIHANCURKAN! " Kata siswa siswi lainnya. Dan saat Kojuro mengeluarkan barangnya (masih unknown), semua langsung shock! Karena itu adalaah...

" BONEKA BICARA MOO-MOO?! KEIJI SUDAH GILAAAAAAAAAAAAA! " Jerit mereka. (Moo-moo yang dimaksud adalah boneka sapi kartun)

" Tapi, itu biasanya untuk latihanku! Selain latihan keseimbangan, ada lagi latihan ngambang darat dan kelancaran pantat! Jangan dihancurkan, huweeeeee... " Kata Keiji melas-melasan, meski isi latihannya aneh-aneh tampaknya.

" Tapi, aturan sekolah sudah mengatakan bahwa tidak boleh bawa mainan yaa! Mainan itu bisa mengutuk kita semua ya! " Kata Yoshiaki.

" Aturan dimana? Tak tertulis pun... "

" Walau tak tertulis, kalian sudah tau aturan sekolah pada umumnya kan yaa! Sudah ada di undangan-undangan pesta, pasal malam minggu! " (Maksudnya pasar malam minggu kalek?)

" Terus, kenapa Yukimura boleh bawa kamera? " Keiji mulai protes. Semua langsung natap ke Yukimura keheranan.

" Kenapa kameraku, Maeda-dono? " Tanya yang ditoleh. Memangnya kenapa gak boleh kan?

" SAYA SUDAH TAU ISI KAMERAMU! ADA FITUR TAMBAHAN GAMENYAA! GAME TEGA, CAPCIPCUP, GAME PEIN TENDO, BAHKAN GAME SAFARI JUGA ADAA! " (Tega adalah nama gaul S**a, Capcipcup adalah nama gaul C***o*, Safari adalah nama gaul A**r*, Pein Tendo adalah nama gaul N**t**do. Kalo pake keempat nama itu pasti mainstream bgt! *Author dihajar keempat manajer produksi game tersebut)

" Oh, begitukah ya? Perasaan saya gak pernah liat fitur kameranya yaa! " Kata Yoshiaki.

" Haiih... Cukup sudah komplainnya, anata wayo! Sekarang zaman udah berubah dari zaman batu jadi zaman besi, anata wayo! Maksudnya, sekarang udah boleh bawa mainan, anata wayo! " Kata Seito, yang sebenarnya pengen menghindari komplain ini. Makanya dia lerai -_-

" Betul juga katamu yaa... Bahkan, sekarang bukan cuman zaman besi ya! Tapi ada zaman kaca juga yaa! " Kata Yoshiaki.

" Kalo gitu lanjutin ke englishnya, anata wayo! Waktu kita terkuras banyak oleh sikat bak mandi! " (Lu kate 3M-an tah, Seito?)

" Haik! " Jawab seluruh siswa. Kojuro langsung kembali ke depan dan bertanya.

" Oi, Seito-san! Mana katamu ada tulisan salah yang ditebelin pake stabilo terang! Tapi kenyataannya tak ada? "

Seito yang mendengarnya langsung facepalm. Dia baru tau kalo siswa JaNime ancen kurang ajar!

" ITU CUMAN KIASAN, ANATA WAYOOO! JANGAN DICARI BENERAN, BAKA ANATA WAYOOO! " Seru Seito kejam. Dia langsung nampar Kojuro dengan tangannya yang berelemen api itu.

" Hiks, gomen nasai, Seito-san... " Isak Kojuro.

" Kamu kalo gak tau inggrisnya rombeng dan lobak gak usah disebutin, anata wayo! Lagian, sapa juga yang nyuruh kamu pake 2 verb, anata wayo? Owh, lagi! Sejak kapan rombeng bisa nyolong lobak, anata wayo? "

" Tapi pengalaman pertama is the best, tauuk! "

" Seito-san, kamu harus sabar begete sama mereka, ya... Mereka sinting semua ya... " Bisik Yoshiaki ke Seito.

" Begitukah, anata wayo? " Balas Seito melalui bisikan setan (?) (Seito : " NGAWUT BEGETE ITU, ANATA WAYOOO! " *Author dihajar Seito dengan jurus 'Slash of pain : Ice thorn fall' nya)

" Tentu saja, benar ya! "

" Ya sudah, saya coba untuk sabar anata wayo! Bahkan cara puasa akan saya pake, anata wayo! Maksudnya, kalo puasa kan, biar inget kalo pada saat itu gak boleh marah, anata wayo! "

" Ada apa, Seito-san? " Tanya Kojuro.

" Akkh! " Seito dan Yoshiaki sudah menghentikan acara bisik-bisik dhisik nya. " Suwer, rapopo, anata wayo! Heehee... "

'Ya ampun, Motochika, ini akan menjadi english terlama sepanjang hidup...' Tulis Fuuma, lalu diberi ke Motochika. (Dia males curhat sama yang lain!)

" Benar itu! Gurunya udah bengkok, sekarang Seito malah ikut melengkung! Ntar ada yang patah lagi! " Kata Motochika.

'Lu kate mengamati bentuk suatu benda kah?'

" Ya habis, mereka bikin stress semua! Terutama Yoshiaki-sensei, dia hapal goyang dan akting apa saja! "

'Setuju... Yeey!'

" Dan kau tau, kayaknya kita disini cuman jadi pajangan museum deh! "

'... gue speechless.'

" Coba bikin pake verb catch aja, yaa! Soalnya kalo 2 verb, lu malah ngaco yaa! " Perintah Yoshiaki sambil maju-mundurin kaki dengan enaknya.

" Dan apa kau tau? Bacanya itu biasa aja, anata wayo! Gak usah pake ces segala, anata wayo! "

" Oowh... Oke! Saya coba! " Kata Kojuro tegas.

" Semoga kali ini benar jawabannya, dan kita cepat pulang... " Kennyo berdoa penuh hayatan. Itu pun dia gak kesakitan sama sekali! (Kennyo : " Wait... ITU SAYATAN, BAKAA! " *Author ditinju Kennyo)

" Tapi bukannya kalo salah dihukum dulu ya? " Tanya Keiji.

" Ya, tauuk, tapi semoga segera ajee! " Kata Kennyo lagi.

" Benarkah demikian? Yang dihukum ntar berapa orang mungkin? "

" Saya ganti kalimatnya! Kojuro catches (bacanya udah bener) bandit! " Kata Kojuro.

" Itu baru benar, anata wayoo! Seep, anata wayo! " Kata Seito sambil ngacung jempol. Semuanya langsung tepuk tangan ke tepuk sikut. (?)

" Sekarang, bolehkah saya yang ngasih giliran ya? " Tanya Yoshiaki ke Seito.

" Silahkan, anata wayo! Ngasih bogem juga boleh, anata wayoo... " Kata Seito agak keji.

" Yoosh! Giliran kedua, seperti yang tadi sensei bilang ya! Oichi yaa! "

" Haik... Ichi ganbatte gozaimas... " Kata Oichi.

" Apa ini tak ada yang lebih lama ya? " Tanya Kasuga ke teman depannya, alias Matsu.

" Meneketehe simalakama teweek... " Kata Matsu PD.

" Aku boseen masalahnyaa! Dan sekarang waktu tinggal 15 menit! "

" Mr. Kenshin freezes the ground. " Kata Oichi.

" Woow... Kau pintar juga, anata wayo! Sepertinya yang tak sarap disini hanya anata wayo! " Puji Seito.

" Honto ni? Arrigatou... "

" Next, kuberikan pada... Anata wayo! " Seito menunjuk Sasuke.

" It's simple but mennoksai ne! I wait the time that Kasuga die! " Kata Sasuke cepat sambil bersumpah.

" DIE?! KUKIRA DIA MANTAN FAVORITMU LOOH, SASUKE-DONOO! " Teriak Yukimura.

" That's right, Sanada! Siapa yang mengira bahwa dia melakukan romance moment in his break time? " Kata Masamune sarkastik.

" What? " Sasuke nge-blush sejenak. " Siapa juga yang mengira itu disengaja? Aku tidak suka Kasuga sama sekali! "

" Jujurlah saja, Sasuke! Tadi kau menggendongnya kan? " Goda Ieyasu dengan mata trililing... liling...

" CIEEH, CIEEEEEEH YEEEEEEEEAH! Itu adalah momen yang tak terlupakan, tauuk! " Goda Motochika pula.

" WHAAAT? SASUKE MENGGENDONG KASUGAAAAAAAAA?! " Teriak Yukimura. Lalu, dia langsung marah ke Ieyasu dan teman sebangkunya bebarengan. " KENAPA KAU TAK BILANG, IEYASU-DONOOOOO? MOTOCHIKA-DONO JUGAAAA?! ITU HARUSNYA JUGA MASUK KAMEEEEEEEEEEEN! " (banter-banter salah, dasar Wakaki Tora, atau WAdooh, KAKImu TumORAn semua... *Author dihajar Yukimura)

" AJOER LOOOH! HELL DRAGON! " Seru Masamune sambil menghajar Yukimura dengan dahsyatnya.

" Sumimaseen... " Jerit Yukimura.

" LAGI-PULA YANG BENER ITU KAME-RAAAAAAA! "

" Iyee... Itu saking kegirangan gue, Masamune-donoo... "

"Cih... Kalian takkan mungkin mengambil gambar itu! Karena sebentar lagi, Kasuga akan mati! I wait the time that her die! " Kata Sasuke sambil akting motong leher.

" Whaa? Kau benar-benar ingin aku mati ya, monyet? " Tanya Kasuga ketus.

" Memang! Dan jangan panggil gua monyet! Gue gak u-uk a-ak minta suap tauuk! "

" Itu sih aak, Saru! BAKAA! "

" Kau masih saja memanggilku monyet, dasar nenek seher! "

" Apanya manggil monyet? Gue kan, manggil saru! "

" Haiih... Kasuga my bad witch in the universe, itu bahasa jepangnya. Jadi, jangan manggil gue monyet, saru, monkey, bahasa inggrisnya aku bulan kunci, dan semacam itu! "

" OOH! NANTANG GUEE? " Kata Kasuga agak nantang.

" AYO, HABIS INII! " Kata Sasuke menantang pula. Jadilah pertempuran Takeda vs Echigo!

" DIAMLAH, ANATA WAYOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO! " Seru Seito dengan jurusnya yang baru. Namanya itu 'Slash of Incredible : Ice spreads', jadi semua serbuk es nyebar kemana-mana, kemudian menusuk semuanya yang di ruangan itu. (Tumben Incredible? Biasanya Pain?) (Seito : " Nah, itu whatever gue, anata wayo! ")

" Sumimasen, Kami Seito... " Jerit para korban di kelas. Kayaknya Seito udah furious bagete!

" SUDAH TAU PELAJARAN, MASIH AJA RIBUT ANATA WAYOO! BUKANNYA NYIMAK, MALAH CURHAT KAYAK MAKBAH ARISAN, ANATA WAYOO! " Seru Seito yang disusul dengan cetaran petir di luar. " APALAGI SOAL YAOI, ANATA WAYOO! " Setelah itu, ada lagi cetaran petir, tapi kali ini petirnya kembar siam. (?)

" Sekali lagi, sumimaseen... "

" Hmph! " Dengus Seito kesal tingkat tinggi.

" Jadi, jawabanku benar tidak? " Tanya Sasuke.

" Yaap! Benar, anata wayo! 4 jempol buatmu, anata wayo! " Kata Seito bangga.

" Whaat? 4 jempol? 2 lain dari mana? "

" 2 tangan, 2 kaki anata wayoo! " Seru Seito sambil cekikik-cekikik.

" Ooowh... " Sasuke terdiam setelahnya.

" Ternyata gak cuman Masamune my boy yang pintar kan, yaa? Sasuke dan Oichi dan liane pintar jugaa ya! " Seru Yoshiaki bangga.

" YEEEEEE! JANIME GITU DEH, SENSEI! " Seru para siswa dengan bangga. Lalu, mereka tepuk tangan seketika.

" Kalo gitu, saya mau ngetes Motochika ya! "

" Gampang saja, sensei! Saya bisa dibilang lumayan! " Kata Motochika.

" Oowh... Proof it, ne? "

" MY SHIP FUGAKU GROWS TILL 1000000 METER LOOOOOONG! " (Kapal bisa tumbuh sampe panjangnya 1000000 meter? Ada-ada aje, Motochika ini!)

" WHAT THE? " Seru Seito heran. " SEJAK KAPAN KAPAL BISA TUMBUH, ANATA WAYOO? BAHKAN SAMPE 1 JUTA METER ANATA WAYOOO? "

" Bisa, Seito kun! Kita kasih ramuan penumbuhnya di Spongebob ajaa! "

" Ya ampun, Motochika menyukai spongeboob... " Kagum siswa-siswi lainnya.

" Tapi itu kalo dunianya spongebob, yaa! Kau tak boleh membawa barang dunia spongebob ke dunia Basara ya! " Ingat Yoshiaki.

" Boleh saja! Kita tinggal menyelam ke laut kan? Dunia spongebob kan, di dasar laut! Tinggal minta ke Spongebob, dan karena spongebob itu baik hatinya, pasti dianjurkan! " Kata Motochika.

" MOTOCHIKA ADALAH GURU RELIGIUS YANG HOBI SPONGEBOOB... " Seru siswa-siswi lainnya.

" Salah! Itu salah bagete, anata wayoo! Bikin kalimat lagi kayak Kojuro, anata wayo! " Kata Seito.

" Ya, ya sudahlah... Ini nasibku... " Isak Motochika.

" Nempel Ajib Sampe Idup Berakhir! Muahahahaaaa! " Sambung siswa-siswi lain ke saklar (?).

" Every humans grow until they're old! Bener? " Kata Motochika.

" Naah! Bener, anata wayo! Berarti ntar kayak Kojuro, anata wayo! " Kata Seito.

" Ekkkh? Didudukin sensei jugaa? "

" Ya iyalaah... Masa' disuduk, anata wayo? Milih mana, anata wayo? "

Motochika langsung ketakutan dan hormat. " Hiiiiwh! Oke, oke! "

" Next up! Yukimura, anata wayo! "

" UWWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOH! SANADA YUKIMURA, SIAP MENJAWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAB! " Seru Yukimura keras dan lama.

" IKKH! KERAS BAGETE, ANATA WAYO! DIAMLAH, ANATA WAYO! " Teriak Seito yang saat ini menutup kupingnya.

" MY SPIRITS BURN SO MUUUUUUUUUUUCH! " Teriak Yukimura.

" Iye, iye, saya mengerti yaa! Tapi, sekarang jawab dong, yaa! "

" MY SPIRITS BURN SO MUUUUUUUUUUUCH! " Ulang Yukimura. (Padahal inilah jawabannya, tapi yang lain tak mengerti!)

" Iyaa, saya tau, anata wayo! Tapi jawab cepetan, anata wayo! "

" IYAAA, SEITO DONO WA YOSHIAKI SENSEEEEEEI! MY SPIRITS BURN SO MUUUUUUUUUUUCH! " Seru Yukimura lagi.

" YUKIMURA, YOU BAAKA! CEPET, ANSWER IT! NUNGGU JAM PULANG, TAUUUK! " Teriak Masamune kesal.

" MASAMUNE-DONOOOOOO! MY SPIRITS BURN SO MUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUCH! " Teriak Yukimura.

" BISA STOP GAK SEEH, BILANG GITUUU? JAWABANNYA, CEPEEET! " Omel siswa-siswi lain kompak kayak 15 Agustusan (kenapa 15? Karena Yukimura dan Fuuma gak ngomong itu tauuk!).

" TENTU SAJAAAAAAAA! MY SPIRITS BURN SO MUUUUUUUUUUUUUUUUUUUCH! "

" Kenapa sih ni anak? " Tanya Seito ke Masamune, nunjuk Yukimura.

" He is crazy with passion, Seito! Makanya, dia kalo teriak kayak raungan serigala tauk! " Kata Masamune.

Seito ngangguk paham, langsung ngomel ke Yukimura. " BISAKAH KAU HENTIKAN TERIAKAN BERULANGMU SEKARANG, ANATA WAYOOOOOOOOO? YANG SAYA MINTA JAWABANNYAAAAAAAA! ANATA WAYOOOOOOOOO! " Teriaknya sama membara.

" KOKORO DE MOSTAAAAAAAAAAAA! MY SPIRITS BURN SO MUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUCH! " Teriak Yukimura agak kesel. " Perasaan dari tadi aku nyebut jawabannya, mereka udah bolot ya? " Batin Yukimura.

" DIAMLAH KAU, SANADAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! " Semua langsung menghajar Yukimura bebarengan.

" Ya ampun, omai tachi... Kalian sedang gila ato apa sih? " Tanya Yukimura yang KO.

" YANG GILA SIAPAA? "

" Wong sudah jelas kusebut jawabannya! Kalian baka baka nista tauuk! "

" Tapi yang kau sebut dari tadi itu 'my spirits are burning' doang, ya! Ya kan, ya? " Kata Yoshiaki.

" Betul, betul, betul! " Kata yang lain sambil niru Isin di serial Upil dan Isin. (Itu adalah nama gaulnya U**n dan I**n tauuk! *Author dihajar produsernya)

" La, justru itu jawabnya, Seito-dono, Masamune-dono, Ieyasu-dono, Yoshiaki-sensei, Katakura-dono, Sasuke-dono, Honganji-dono, Motochika-dono, Motonari-dono, Kasuga-dono, Nagamasa-dono, Oichi-dono, Matsu-dono, Toshiie-dono, Maeda-dono, Fuuma-dono, Tenkai-dono, Nouhime-dono, Meja satu-dono, meja dua-dono, meja tiga-dono, meja empat-dono, meja lima-dono, meja enam-dono, dan seterusnya sampai meja delapan belas-dono, terus papan tulis-dono, kursi satu sampai kursi delapan belas-dono, dan... " Kata peringatan yang agak aneh dari Yuki cewek (?) (Yukimura : " CEWEK KATAMUUUUU, DISSA-DONOOO? " *Author dihajar Yukimura) terputus.

" BANYAK BACOT ANATA WAYOO! DAN SEJAK KAPAN MEJA, KURSI, PAPAN TULIS BISA BICARA, ANATA WAYOO? " Seru Seito kesal.

" Biarin dong! Saya dengar batin mereka berbicara sama seperti kalian! "

GUBRAAK!

" Tapi, jadi memang itu jawabannya? " Tanya Keiji.

'Jawaban yang mengecoh sekali, ya!' Tulis Fuuma.

" YA SUDAAH! KALAU BEGITU, KALIAN KEMBALI SEMUAAAAAAAAAAA! " Seru Yukimura.

30 detik kemudian...

" Jadi kesimpulannya, jangan suruh Yukimura bikin kalimat verb, anata wayo! " Pesan Seito ke yang lain.

" Tapi ntar nilainya kosong bolong enol, ya! " Kata Yoshiaki.

" Iya juga sih, anata wayo... Tapi, yang penting just be careful with your baby Yuki, anata wayo! "

" Ha-haii ne! "

" Naah, siapa berikutnya, Yoshiaki-sensei? "

" Owh! Next turn, I give it too Keiji, ne? "

" Kau menyuruh sayaa? OKEE! MATSU IS M-GOLD-AK KNOW WITH SO TUB! " Seru Keiji yang logikanya ajoer abis. Beginilah :

- M-GOLD-AK itu asalnya dari memasak. Karena ada kata emas, emas diinggriskan jadi gold. Sementara itu, M dan AK menjadi imbuhannya.

- KNOW itu bahasa indonesianya tahu (mengenal) kan? Sementara itu yang dimaksud Keiji itu tahu (makanan) Harusnya, tahu makanan bisa disebut fried tofu ato apa. Ini, malah inggrisnya tahu (mengenal)

- SO TUB asalnya dari bakso. Dia pisah jadi 'bak' dan 'so'. Bak bahasa inggrisnya 'Tub', dan karena menurut Keiji 'so' itu nama baknya, jadilah 'So Tub'!

WARNING : KEIJI HARUS SECEPAT-CEPATNYA DIANTAR KE UGD (UNIT GILA DEWA) APA ABG (ALAM BARKAH GILA) APA PASRAHKAN SAJA ARWAHNYA! (Author dihajar Keiji)

" Apa itu? " Tanya Seito heran.

" Indonesianya Matsu memasak tahu dengan bakso lah! "

" Ya ampun, ya... Kamu baka nista ya? " Tanya Yoshiaki.

" Saya gak bernama baka nista! Saya ini bernama Keiji! "

" Ya amplop di selotip prangko... " Kata Yoshiaki dan Seito sambil facepalm, dilanjutkan dengan kata khas mereka masing-masing di belakangnya. (Yoshiaki : YA. Seito : ANATA WAYO)

'Kamu udah babo banget tauuk! Liat tuuh! Seito-kun dan Yoshiaki-sensei habis ini pasti pingsan seketika!' Tulis Fuuma.

" Fuuma! Aku ini tidak bernama sepanjang itu, tauuk! Masa' namanya 'udah babo banget tauuk! Liat tuuh! Seito-kun dan Yoshiaki-sensei habis ini pasti pingsan seketika!'? Aneh! "

GUBRAAK! Kayaknya takkan ada yang bisa menghentikan ke-babo-an Keiji!

" Loncat ke Kennyo aja deh, anata wayoo... Kayaknya diminta remidi kalimat gak bisa, anata wayoo... " Kata Seito pasrah.

" YEEEY! GUEEEEEE! EVERYONE SHAKE THEIR BODY, BECAUSE TODAY IS HARLEM SHAKE DAY! " Seru Kennyo.

" Agak aneh, tapi boleh, anata wayo! "

" Nah, berarti sisanya Fuuma, ya! Silahkan kamu tulis verbnya dan tulis cara bacanya juga ya! " Pinta Yoshiaki.

'Siap!' Tulis Fuuma. " Ternyata agak repot kalo gak bicara dalam pelajaran bahasa! Terutama njelasin e nya! " Batinnya.

Fuuma ngambil spidol papan di atas meja guru, lalu menulis di papan tulis dengan gesitnya, karena waktu tinggal 5 menit lagi! Dan kata demi kata ia tulis :

'Seito wears white shirt, covered with black coat. (Baca : Seito wers (e pada kata kue) wait shert (e pada bejo), covred (e masih pada bejo) wit blek (e pada kata kue) cot.)'

" WOOOW... DETAIL SEKALI YAAA... " Kagum Yoshiaki. " Ternyata si pendiam lebih pintar dibanding si heboh cantik ya! "

" Horas, anata wayoo! " Sorak Seito, disusul tepuk tangan siswa-siswi lain. " Nah, Motochika, Kojuro, Keiji! Stay, anata wayo! "

Yukimura, Kennyo, Fuuma, Oichi dan Sasuke kembali ke tempat duduk masing-masing. Motochika, Kojuro dan Keiji hanya bisa memasrahkan nasib (Nempel Ajib Sampe Idup Berakhir) mereka. Yaitu diduduki Yoshiaki-sensei selama 5 menit. Padahal sekarang jam setengah 2 kurang 3 menit! Bagaimana ya?

" Seito-kun, menurut saya, Motochika cuman salah di ukuran kapalnya aja ya! " Bisik Yoshiaki.

" Tapi, kalimatnya koco gatot, anata wayo! " Balas bisik Seito. (Kalimatmu juga kebalik, anata wayo! Yang bener gatotkoco, anata wayo!) (Seito : " Terserah anata wayo! Tapi, sejak kapan anata wayo ku dipake anata wayo? ")

" Biarlah! Lagian inggrisnya itu gak salah ya! Kata inggrisnya bener, tapi kalimatnya aja yang aneh ya! "

" Hmmm... Tapi mana ada kapal ukuran 1 juta meter, anata wayo? "

" Sudahlah, Seito-kun yaa! Lepaskan dia dari nara pidana YoSei ya! "

" Sejak kapan gabungan nama kita disingkat, anata wayo? "

" Tapi yang penting dalam inggris itu bahasanya ya! Kalo inspirasinya Motochika memang sekuat itu, ya biarin aja ya! Paling habis ini dia berani nyelem laut dan ngambil ramuannya, ya! "

" Ya sudah, anata wayo! "

Yoshiaki dan Seito menghadap ke Motochika dengan tatapan epic. Motochika merinding. " Ada apa, Seito-kun? Yoshiaki-sensei? "

" Kau boleh bebas dari hukumanmu, ya! Kamu cuman ketinggian inspirasi, jadi dimaafkan police YoSei ya! " Kata Yoshiaki.

" Hon-Hontou nii? " Tanya Motochika ajib tak percaya lah!

" Serius, anata wayo! Silahkan kembali ke barkah anata wayo! " Kata Seito.

Motochika menghajar Seito, lalu mukanya langsung triling triling, dan kembali ke bangkunya.

" Karmamu dasar, Chosokabeeeee! " Teriak Kojuro dan Keiji bebarengan, lalu mereka berposisi kayak posturnya kucing biar bisa didudukin.

" Karena kayaknya kalo saya tok gak cukup, maka gini aja ya! Saya di Keiji, Seito yang agak ringan di Kojuro yaa! " Kata Yoshiaki untuk jimat waktu yang tersisa, yaitu 1 setengah menit. Yoshiaki dan Seito langsung menduduki Keiji dan Kojuro sesuai perintah. (Yoshiaki : " Ekhem! Yang mrintah sapa ya? " *Author Dissa dibekukan Yoshiaki)

" Yang lain, silahkan kemas-kemas yaa, anata wayo! " Kata Seito. " Kojuro, punggungmu itu dari apa sih? Enak, anata wayo! "

" WHAAT? SEJAK KAPAN SEITO-KUN MAKAN PUNGGUNG SAYA? " Jerit Kojuro.

" Ternyata Seito killer yaa... " Jerit Keiji turut histeria.

" BUKAN ITU, ANATA WAYO! MAKSUDNYA, KOK PUNGGUNGNYA LEMBUT BANGEET, ANATA WAYOO? " Teriak Seito yang kemudian menindas Kojuro lebih sadis.

" Sumimaseen... "

" Ano, Seito-kun? " Kata Masamune.

" Haik, anata wayo? Tosta, anata wayo? "

" Bolehkah kami main sambil nunggu jam pulang? '

" Owh... Tentu saja, anata wayo! Main UNO boleh, main HP boleh, main kamera baby Yuki juga boleh, anata wayo! "

" YEEEAH! THANKS! " Kata Masamune. " Rek, ayo reek! I am bring UNO DOS TRES! " Serunya.

" Masamune-dono bawa UNO?! IKUUUUUUUUUUT! SANADA YUKIMURA, MENANTANGMU MAIN UNOOOOOOOOOOOOOOOOOO! " Teriak Yukimura.

" Well then, siapa lagi yang mau ikut? " Tawar Masamune.

" Aku mau ikut doong! Aku pasti menang! " Seru Ieyasu.

" Kalo Ieyasu ikut, aku ikut juga! Biarkan Saika Onii menyelesaikan game ini! Mueheeh! " Kata Motochika.

" Dan kalo Motochika ikut, dengan terpaksa rasa saya ajukan diri untuk ikut. " Kata Motonari.

" YAOI lagi-lagi detected! UWOOOOOOOW! " Yukimura memotret Motonari yang saat ini deket-deket Motochika.

'Aku lagi bosen, ikut aja deeh... Mungkin karmaku akan berlaku.' Tulis Fuuma.

" Well then! Kalo shinobi hojo ikut, Takeda akan ikut! Kita lihat, pintar Hojo apa Takeda! " Sudah jelas, ini Sasuke.

" JANGAN LUPAKAN ECHIGO YANG UDAH GO GO GOOO! GAGAAA! " Teriak Kasuga yang mulai kebayian (Kasuga : " What? Gue bukan bayi! " *Author dihajar Kasuga)

" Okay! LETS PARTYYY!" Teriak Masamune.

" YEAAAAAH! " Teriak peserta UNO lain.

Sementara itu, Oichi, Nouhime, Tenkai, Matsu, Toshiie, Nagamasa, dan Kennyo cuman nonton adegan UNO tersebut. Keiji dan Kojuro yang tersiksa itu hanya bisa pasrahkan nasibnya ke Seito dan Yoshiaki. Kemudian...

Kring, Kriiing! Kring, Kriing! BUKAN PERMEN, BUKAN BISKUIIT! JUGA BUKAN WAFER TANGOOO! (?)

" YEEEY! FREE TIME SAAT UNO-AN! " Kata Masamune.

" Ayo bagi unonya, Brokuganryuu! Kita lihat, eyepatch kanan apa eyepatch kiri yang menguasai? "

" Iye, iye, Motochika! Jangan manja! "

" Waah, sensei, udah bel loh! Pulang yaa? " Melas Keiji yang tampaknya sangat keberatan akan sensei.

" Oh, tidak bisa ya! Hukuman harus dituntaskan yaa! Wong beda tiga setengah menit aja kok, yaa! " Kata Yoshiaki.

" Huweeeee... Mommi, Deddi, Masamune-sama nomor siji, lobak-san, seledri-kun, tomat-chan, wortel-niisan, dan lopelli honey... Tolong Kojuro yang berjuluk 'Watashi wa Dokuganryuu no Babu, and my name itu Katakura Kojuro, bisa dipanggil ryuunomigime too, dan can every sesuatu dalam sekejap kejap! Watashi juga menerima nickname like Babu yang Babo kayak Babi jadi Bibi'! Huuuhuuuu... " Isak Kojuro yang juga tak tahan lagi. (Dan, kenapa tiap tanamanmu ada panggilannya?)

" Heehee... Sabar ya, anata wayo! " Kata Seito agak girang.

" Guys! Kayaknya kita jangan main UNO disini, soalnya kasian liat si Babu Babo Babi Bibi milik Dokuganryuu dan si cantik Maeda disini! " Kata Sasuke.

" Hmmm... Terus main dimana? Masa' depan kamar mandi? Ntar kan, ada celana Motonari yang dia gantungin karena ada bekas itunya lagi! " Komentar Ieyasu.

" Hei, diam kau! " Seru Motonari marah.

" Biarin dong! Mulut juga punyaa gue! "

" Hnn... Kenapa gak main di bunderen deket pagar itu aja? Kan bangkunya bagus disana! " Tawar Masamune.

" Bunderan? Boleh tuuh! Ayo kemas-kemas dan main disanaa! " Seru Yukimura.

" LETS GO, GUYS! " Seru Masamune.

Ke-15 siswa-siswi tersebut mengemas barang-barang mereka dan langsung lari ke bundaran deket pagar. Sekali lagi, Kojuro dan Keiji hanya bisa pasrah, meski waktu mereka tinggal 3 menit. (Kojuro and Keiji : " ITU SEPARUH AJA GA NYAMPE, BAKAA! " *Author dihajar mereka bebarengan) Di perjalanan ke bundaran, sempat-sempatnya para siswa-siswi melihat seseorang menari direject campur goyang pinggul, nyanyi lagu 'Satu Jam Saja'.

" Aku goyang pinggul, campur goyang reject! Lalalalalala... Lalalalalala... Goyang pinggul riang, goyang reject pula! Satu jam saja, owh asiknyaaaaa... " Nyanyi orang tersebut.

GUBRAAAK! GUBRAAAK! GUBRAAK! NOBUNAGA SUDAH KETERLALUAN JOGETNYA!

" KABOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOR! " Teriak para siswa disana. Langsung saja, mereka bablas ke bundaran depan pagar sekolah. Nobunaga yang melihat mereka lari langsung heran.

" Looh? Napa anak-anak lari semua ya? Emang gue jadi orang gila ya? " Tanyanya. Lalu, dia geleng-geleng dan lanjutin goyangnya yang ajoer abis.

" Satu jam saja, owh asiknyaaaaaa... "


Dan berakhirlah sudah cerita kali ini! Khusus hari ini, cuman sampe 11 Act, soalnya bingung lanjutannya! Selamat menunggu Day 2 Utage dan Day 3 yoo! Dan Author ada pertanyaan buat kalian! :

- Menurut kalian, Nobunaga diikutin ke Utagenya gak? Dan acara apa yang akan dia ikuti?

Sekian. Semoga FF ini makin populer saja ya! ^^ Semoga juga para aktor/tris nara pidana Dissa makin sentosa juga!

" Hey, what? Nara pidana? " Tanya Masamune ketus.

" KAU JAHAT, DISSA-DONOOO! " Seru Yukimura.

Dan Author Dissa pun harus dikejar tunggang langgang sampe patah pinggang oleh para siswa-siswi JaNime, pilus para sensei, Queen-King JaNime, dan Seito. Di sepanjang acara kejar-kejaran ini, Author minta maaf kalo masih garing, masih banyak salah, mumpung saiki bulan puasa yoo... Dissa ucapkan selamat puasa bagi yang menjalankannya!


THE END