Chapter 2 update! Chapter ini rate nya berubah jadi T loh. Mau tau kenapa? Baca aja langsung…. *dibunuh*
Dee gak nyangka ternyata byk reader yg baca penpic sinting ini… Yosh, saatnya Dee bales review disini (gomen, gak bales secara personal…. Lagi dikejar deadline tugas2 n penpic yg msh jln)
Hikari Vongola-san : arigatou reviewnya, Hikari-san…. Sesuai request Hikari-san, nih Dee buat Xanxus yg jadi korban ke-gaje- an Dee. Semoga Hikari-san gak kecewa….
LalaNur Aprilia-san : nyakakakakak…. Iya, Lala-san… si Tsuna tu diem2 fujo… dia sering pinjem doujin n penpic D18 sama Dee… Btw, Lala-san…. Sejak kapan pair XS tu unyu2? Yg ada mereka pair paling merugikan masyarakat yg pernah Dee tahu…. Yg seme tukang nembakin org plus ngabisin persediaan alkohol di dunia. Sedang yg uke tukang bikin kuping org budeg… So, unyu di bagian mananya?
Hikari-san : homerareta arigatou (makasaih pujiannya)… Tenang, Hikari-san… Request Hikari-san dah msk dftr list korban ke-gaje-an Dee Kyou kok… Tunggu ja tanggal mainnya.. *evil's smirk*
Zumisa Kahyuchi-san : hehehehe…. Tsuna kan emang tokoh yang akan terus menjadi objek penderita, Zumi-san… Request Zumi-san Dee kabulkan di chapter ini… Semoga Zumi-san suka….
(Freak) Question for Mafia
Katekyo Hitman Reborn! Fanfiction
KHR © Amano Akira-sensei
Story © Dee Kyou
Rating : T
Genre : Parody/Humor
Warning : penpic ini gak jelas, mungkin banyak yang jayus, tidak disarankan untuk dibaca bagi readers yang masih waras.
Chapter (Korban ke-)2 : Xanxus
Sudah sebulan (sebenernya belum sebulan, tapi anggap aja udah sebulan yah!) sejak terbitnya artikel ehem-nista-ehem yang berisi wawancara antara Dee Kyou dengan Sawada Tsunayoshi. Berkat kerja keras dari Vongola beserta aliansinya, tidak terjadi kerusuhan besar-besaran (oleh para fangirl Muku dan fanboy Tsuna) dikarenakan berita pertunangan 6927.
Nah, berhubung sang jurnalis kita, Dee Kyou, sedang iseng dan tidak sayang nyawa, hari ini Dee Kyou main ke mansion Varia untuk mencari mangsa baru. Setibanya di depan pintu mansion, dengan tidak beradab Dee menggedor pintu masuk mansion.
"WOI! BUKA PINTU! POLISI!" Dee tereak-tereak gaje.
"VOOOOIIIIIII! SABAR, DUDUL!" dari dalam terdengar teriakan balasan untuk Dee yang ternyata lebih kencang dari teriakan Dee. Dee sampai nutup kuping mendengar balasan dari dalam mansion. Tidak lama muncul seekor -ralat- seonggok -ralat lagi- seorang pria(?) dengan gaya rambut mochihan dan berkaca mata hitam.
"Aiiihh…. Yye siapa ya, sis? Seinget eikeh, eikeh gak ada buat janji ke salon deh…" orang yang menyambut Dee ternyata Lussuria, banci tingkat akut dari Varia. Dee bingung sesaat, bukannya yang bales tereak tadi tuh Squallo ya? Kok malah Lussuria yang nyambut Dee? Dee jadi merinding disko pagi-pagi udah disapa banci. Namun, bukan Dee namanya kalau langsung nyerah gitu aja hanya karena dihadang banci kaleng.
"Eettoo….. Xanxus-san nya ada?" Dee tersenyum profesional.
"Ada kok, bok… Mau nemuin abang Xanxus eikeh yah?"
Dee cengo. 'Sejak kapan Xanxus doyan banci? Selera Xanxus udah berubah ya?'
"Anoo… Anda pacar Xanxus-san? Bukankah Xanxus-san suami dari Squallo-san?"
"Aiiiihhh….. Pacar abang Xanxus? Eikeh jadi malu…. Yye bisa aja, nek….. Ohohohohohoho…." Jawab Lussuria malu-malu sambil mukul-mukul bahu Dee. Sumpah, bahu Dee rasanya bergeser tulangnya dipukulin banci kaleng gaje satu ini.
"Berhubung yye sudah bikin eikeh seneng padahal masih pagi, eikeh antar yye ke tempat Abang Xanxus eikeh…"
"Te-terima kasih…"
Lalu Dee berjalan memasuki mansion Varia mengikuti Lussuria. Lussuria mengantar Dee ke depan sebuah double door yang Dee tebak adalah ruangan Xanxus.
"Abang Xanxus eikeh ada di dalem. Yye masuk sendiri aja, eikeh mau lanjut tidur. Anak-anak yang lain juga masih tidur." Setelah berkata, Lussuria langsung meninggalkan Dee di depan pintu ruangan Xanxus. Dalam hati, Dee bingung. Kok bisa-bisanya mafia elit Varia semudah itu memasukkan orang asing ke dalam mansion mereka? Kalau Dee mata-mata, pasti nama Varia sudah tinggal nama. Dee menghela nafas dan berniat mengetuk, namun tiba-tiba Dee menangkap suara orang berbicara.
"Vooi. Tadi sepertinya ada orang gila tereak-tereak di depan rumah. Tapi kenapa sekarang jadi sunyi yah?" itu pasti suara Squallo. Dia kan gak pernah ninggalin kata "vooi" di setiap dia bicara.
"Biarkan saja orang itu, sampah! Pasti sampah banci itu sudah mengurus orang itu. Sebaiknya kau berkonsenterasi saja dengan apa yang kau lakukan, sampah!" nah, ini pasti Xanxus. Dia kan maniak sampah.
'Hm… Sepertinya mereka sedang mengerjakan tugas… Jadi gak enak kalau mengganggu mereka yang lagi sibuk. Kalau aku tetap masuk, bisa-bisa kerjaan mereka terbengkalai.' Batin Dee sambil membuka pintu itu. Benar saudara-saudara, pikiran dan tindakan Dee sangat bertentangan. Karena Dee tidak akan peduli biarpun tindakan Dee membuka pintu itu berarti akan mengganggu Xanxus dan Squallo yang sedang mengerjakan tugas mereka.
Dan pintu pun terbuka. Memperlihatkan Xanxus dan Squallo di dalam ruangan yang sedang pangku-pangkuan di atas tempat tidur. Tidak ada sehelai benang pun melekat pada keduanya. Uh-oh, sepertinya itu kamar Xanxus, bukan ruang kerjanya. Xanxus dan Squallo terdiam melihat Dee di depan pintu kamar yang kini terbuka lebar.
Kalau readers pikir Dee akan tereak-tereak fujo, maka kalian salah. Yang Dee lakukan selanjutnya adalah masuk ke dalam kamar (XS hanya diam tak bergeming), kemudian setelah menemukan tempat yang cocok untuk duduk, Dee duduk dan mengeluarkan kameranya.
JPRET! JPRET! JPRET! Lalu langsung memfoto keduanya. XS sepertinya masih belum loading terhadap apa yang Dee lakukan, dan masih terdiam di posisi yang -so-awkward-banget-.
"Loh? Kok diem? Lanjutin dong…. Anggap aja aku gak ada…" Dee dengan santainya mengeluarkan snack dari tasnya, serasa nonton anime yaoi kesayangan Dee.
1 detik….
2 detik….
3 detik…..
"VVVOOOIIIIIIIIII!"
BANG! BANG! BANG! BANG!
Dee ditereakin plus diberondong peluru. Langsung saja Dee ngacir sebelum tubuh Dee berubah jadi saringan kelapa. Ok, mari kita skip waktu buat XS melanjutkan "pekerjaan" mereka. Sekarang adalah saat yang paling menegangkan, biarpun menurut Dee gak menegangkan sama sekali.
Dee duduk di sofa ruang kerja Xanxus. Di depan Dee duduklah seme ultimate, alias Xanxus, yang sedang men-death glare Dee. Sedangkan Squallo yang berdiri di belakang Xanxus, memperlihatkan gestur yang siap menerkam Dee hidup-hidup. Lalu apa yang Dee lakukan? Dee hanya senyam-senyum gak jelas memandangi pair yang (seorang reders bilang) unyu-unyu tersebut.
"Ehem! Perkenalkan, nama saya Dee Kyou. Saya seorang jurnalis yang menulis artikel tentang (freak) Question for Mafia. Hari ini saya ingin mengajukan 20 pertanyaan kepada ketua mafia elit yang hebat, Xanxus-san. Mohon kerja samanya." Salam Dee hangat. Dan kehangatan Dee disambut kecupan hangat dari moncong senjata Xanxus yang kini nempel di jidat Dee.
"Hhhh….. Sebaiknya anda tidak melakukan hal bodoh, Xanxus-san. Ingat, saya memegang kelemahan Anda, ah salah, kelemahan kalian berdua. Apa kalian mau foto kalian yang saya ambil tadi bergentayangan di dunia maya dan di seluruh majalah di Italia?" Tanya (baca : ancam) Dee.
"Vooi! Dia ada benarnya, bodoh! Jangan bertindak bodoh!" ujar Squallo seraya menjauhkan pistol Xanxus dari jidat Dee dan mengambil pistol itu dari tangan Xanxus.
"Ahahahaha….. ternyata Squallo-san lebih pintar dari Anda, Xanxus-san."
CTEK! Muncul perempatan di dahi Xanxus.
"Nah, Squallo-san. Bisa tinggalkan saya dengan Xanxus-san? Tenang, saya gak akan ngerebut Xanxus-san dari Anda kok." Pinta (baca : perintah) Dee.
CTEK! Dua perempatan muncul di dahi Xanxus.
"VVOOO! Apa kau bil-"
"Nanti fotonya saya sebar loh!" potong Dee. Dan Squallo pun dengan lapang dada meninggalkan Dee berdua dengan Xanxus yang sudah memiliki dua perempatan di dahinya.
"Nah, bisa kita mulai sekarang, Xanxus-san?"
"….. sebelumnya, aku mau Tanya. Apa tujuanmu mewawancaraiku?"
"Hmmm… karena ada fangirl Anda yang meminta saya menyibak kepribadian Anda." Jawab Dee. 'tapi alas an yang sebenarnya sih karena iseng.' Batin Dee menambahi.
Perempatan yang tadinya kelihatan di dahi Xanxus, sudah menghilang semua. Dee menghela nafas lega melihat dua perempatan itu menghilang. Berarti, Xanxus bakal mau menjawab semua pertanyaan (gaje) Dee.
"Saya akan mulai dengan pertanyaan memilih dahulu."
"Terserah!"
"Yang pertama, jadi bawahan Tsuna atau jadi budak Lussuria?"
"Budak Lussuria!"
Dee cengo. "Ke-kedua, pilih Nonno atau ibu?"
"Nonno."
"Ketiga, gak minum Tequila setahun atau gak PIIIIIP Squallo seminggu?"
"Gak PIIIIP Squallo seminggu."
'Walah, ternyata Tequila lebih berarti dari drimu, Squallo-san.'
"Pilih kerjaan atau minuman alkohol?"
"Minuman alkohol!"
"Jadi orang India atau orang Papua?"
"Hah!? Aku orang Italy!"
"Saya tahu. Ini kan seandainya. Ayo, pilih!"
"Haaah… Dasar sampah! India, soalnya sama-sama berawal dari I."
"Mati bunuh diri atau mati disantet Mukuro?"
"Mati bunuh diri! Bisa milih cara mati yang elit soalnya."
"Anak perempuan atau anak laki-laki?"
"Anak laki-laki."
"Kalah ngelawan Tsuna atau menang dari Lambo?"
"Menang dari Lambo."
"Jadi seme Tsuna atau jadi seme Dino?"
"Seme Dino."
"BDSM atau fore play?"
"Dasar sampah. Sudah jelas BDSM!"
"Tali atau cambuk?"
"Tali."
"Nonton yaoi atau nonton telenovela?"
"Nonton telenovela."
Dee terbelalak. "Ka-kalau gitu, Cinta F*tri atau Tw*light?"
"Tw*light! Eddy Cullan keren banget!"
'Nih Xanxus atau orang lain sih, kok OOC yah?' batin Dee ragu.
"Se-selanjutnya. Lebih suka mana, tipe moe atau tipe kalem?"
"Tipe kalem."
'Tapi pasanganmu sekarang jauh dari kata KALEM!' teriak Dee dalam hati putus asa dengan ke-OOC-an Xanxus.
"Jatuh cinta sama Byakuran atau ditolak Squallo?"
"Jatuh cinta sama Byakuran."
'Ya ampun, Xanxus. Nanti kamu diserang Enma pake Yandere Power loh….'
"Baiklah. Sesi memilih selesai. Saya lanjut dengan pertanyaan. Anda bisa menjawab semuanya dengan menjelaskannya. Anda sudah siap, Xanxus-san?"
"Mulai saja. Jangan banyak bacot!"
"Baik, saya mulai pertanyaan pertama. Xanxus-san, saya dengar Anda dan Squallo-san sudah menjadi suami-istri. Apa itu benar?"
"Heh. Tak kusangkan sampah seperti kau bisa mendapat kabar itu."
"Berarti hal itu memang benar?"
Xanxus tidak menjawab pertanyaan Dee. Dia hanya memalingkan wajahnya ke arah meja kerjanya. Dee mengikuti arah perhatian Xanxus, dan menemukan di meja kantor Xanxus ada sebuah foto pengantin wanita berambut perak panjang yang sangat cantik.
"Wah, wah… Anda berhasil memakaikan gaun pengantin pada Squallo ya…. Hebat juga bisa membuatnya terlihat lebih cantik daripada perempuan asli."
Xanxus hanya menyeringai mendenger komentar Dee.
"Baik, lanjut ke pertanyaan kedua. Bagian mana dari diri Squallo-san yang membuat anda tertarik?"
"His hips and asshole."
GUBRAK! Tidak, Dee tidak jatuh. Suara 'gubrak' tadi terdengar dari arah luar pintu. Dengan segera Dee berjalan dan membuka pintu. Terlihatlah Squallo terjermbab di lantai dengan nampan berisi kopi yang tumpah kemana-mana. Kelihatannya dia akan masuk bertepatan ketika Xanxus menjawab pertanyaan kedua Dee. Squallo langsung berdiri dan ngacir dari tempat. Kemudian Dee kembali menutup pintu dan duduk di depan Xanxus.
"Ok, Let's continue. He is still tight when you're do it?"
"Of course, Scum!"
"I see…. Fufufufufu…"
"Khe..khe…khe….."
"Next! Pertanyaan ketiga. Apa kekurangan Squallo-san?"
"….."
"Xanxus-san?"
Xanxus mengisayaratkan agar Dee mendekatkan telinga Dee ke mulut Xanxus. Seraya berbisik, Xanxus menjawab,
"Dia sempurna di mataku." Nada Xanxus sangat seduktif ketika membisikkan jawaban itu di telinga Dee. Dan hal itu membuat Dee nyaris nosebleed. Gak nyangka abang codet satu ini bisa romantis juga.
"Wa-waaahhh… Squallo-san sangat beruntung. Sa-saya lanjut pertanyaannya. Apa anda mampunyai hubungan dengan Lussuria-san? Maksud saya, Anda menjalin affair dengan Lussuria-san?"
GUBRAK! GUBRAK! Terdengar dua suara jatuh. Yang pertama dari arah luar pintu. Dee malas ngecek, paling itu Squallo yang pengen beresih tumpahan kopi di depan pintu. Lalu suara kaki berlari menjauh pun terdengar. Suara jatuh yang kedua adalah dari depan Dee. Alias, Xanxus terjatuh mendengar pertanyaan sinting Dee itu.
"Ap-!? Kau dengar darimana hal bodoh itu?" wah, Xanxus kehilangan jaim-nya nih.
"Tidak penting saya tahu darimana. Yang penting jawab saja pertanyaan saya. Iya atau tidak?"
Semburat merah muncul di wajah Xanxus.
"I-itu hanya masa lalu….." ucap Xanxus lirih sambil memalingkan wajah ke arah lain.
'WTF?! Jadi beneran Xanxus doyan banci?!' batin Dee shock. Namun Dee masih bisa mengendalikan diri.
"Ta-tapi, saya juga dengar di masa lalu Anda juga pernah berhubungan dengan Levi-san. Apakah Anda two-timing? Dengan Lussuria-san dan dengan Levi-san sekaligus?"
"… Haaaahh… Itu juga hanya masa lalu!"
"Serius?! Jadi berita itu benar?!"
"Sudah kubilang, hal itu sudah masa lalu bagiku!"
'Astagaaa! Xanxus, dulu tuh kamu buta ataiu katarak sih!? Masa duo mahkluk ajaib kayak gitu juga kamu embat!? Tapi, berkat itu aku dapat bahan tulisan menarik.'
Dan kali ini Dee tidak dapat menyembunyikan keterkejutan Dee. Dee hanya bisa jawdrop mendengar jawaban Xanxus yang amat sangat tidak elit itu.
"Kenapa wajahmu itu?" Tanya Xanxus jengah melihat tampang blo'on Dee.
"Ti-tidak! Se-sekian wawancara kita. Saya permisi dulu, Xanxus-san." Pamit Dee pada Xanxus yang sekarang mulai menerawang jauh. Mungkin mengingat masa lalu manisnya bersama Lussuria dan Levi. Dee gak mau ngebayangin, entar Dee malah muntah. Kesimpulan yang Dee ambil dari wawancara bersama Xanxus adalah, Xanxus ternyata pria yang berselera rendah. Bayangin aja, banci aja diembat. Namun kelihatannya, Xanxus dan Squallo melupakan sesuatu. Benar, foto nista mereka masih ada di tangan Dee. Entah apa yang akan diperbuat Dee Kyou terhadap foto nista itu.
Keesokan harinya, lagi-lagi dunia mafia terguncang oleh sebuah artikel yang ditulis Dee Kyou. Bahkan kali ini terdapat SCOOP dengan memajang foto nista Xanxus dan Squallo lagi pangku-pangkuan di tempat tidur. Foto itu menjadi cover beberapa majalah terkemuka di Italy. Tsuna yang lagi-lagi mambaca majalah sambil sarapan, terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat. Hal itu disebabkan karena Tsuna tanpa sengaja nelen sendok omellete rice nya pas baca artikel yang ditulis Dee.
Kali ini, Xanxus dipusingkan dengan Hibari yang ingin meng-kamikorosu-nya dan Dino yang melarikan diri ketika melihatnya karena jawaban "Seme Dino". Lalu Byakuran yang terang-terangan PDKT sama Xanxus dan Enma yang menyeringai setan sambil membawa-bawa boneka Voodo mirip Xanxus karena jawaban "jatuh cinta sama Byakuran". Belum lagi Nonno yang menangis haru perihal jawaban "Memilih Nonno" dan menangis sedih ternyata putranya menikahi pria dan pernah berhubungan sama banci. Belum lagi Squallo menggugat cerai dari Xanxus. Ketika persidangan mereka dilaksanakan dan hakim menanyakan alasan Squallo menggugat Xanxus, dengan suaranya yang aduhai Squallo menjawab.
"Aku gak mau disamain sama banci kaleng itu! Aku gak relaaaa! Ternyata suamiku bekas pake banciiii!" teriak lebay Squallo yang nangis Bombay.
Begitulah, berkat artikel sinting yang Dee Kyou tulis, rumah tangga yang bahagia, aman, dan tentram pun musnah tak bersisa. Xanxus dan Squallo bercerai. Tsuna koma di rumah sakit karena nelen sendok. Mukuro selingkuh sama Ken (karena Tsuna koma, jadi dia gak bisa PIIIIP Tsuna). Levi dan Lussuria menjadi selebritis mendadak.
Dan berhubung sekarang Dee lagi diburu sama Xanxus (dia mau bales dendam), maka Dee tutup penpic sinting ini. Terima kasih sudah membaca penpic ini, lebih terima kasih lagi kalo mau review. Request masih dibuka, kok.
"Ketemu, author sampah!" Xanxus muncul di hadapan Dee sambil mengeluarkan aura membunuh.
"GGYYYAAAAAA! Readers! Dee cabut yah! Kalau mau request pertanyaan gaje dan korban berikutnya, bisa ngetik kotak di bawah kok!"
"Matilah kau, sampah!"
"GGGGGYYYYAAAA! TASUKETTEEEEE!"
- To Be Continued -
