.

.

.

CHAPTER 4

.

.

Perjalanan tim 8 dalam melakukan misi telah dimulai.

Seperti misi yang biasa mereka dapat setelah perang berakhir, kali ini pun mereka hanya mendapatkan tugas untuk mengawal.

Namun, yang membedakannya kali ini adalah orang yang tengah mereka kawal seorang VIP, lebih tepatnya seorang Daimyo dari Suna yang baru saja menghabiskan liburan nya di Negara Api.

Keselamatan Daimyo adalah sebuah hal yang paling utama, dan karena itulah bukan hanya Tim 8 dari Konoha sajalah yang bertugas mengawal sang Daimyo.

Negara Angin yang merupakan negara asal Daimyo itu pun bahkan juga mengirimkan beberapa pengawal Shinobi hebat dari Suna untuk menambah keamanan selama didalam perjalanan.

Melihat masih banyaknya bandit dan missing nin yang masih saja berkeliaran diluar sana. Mungkin langkah yang diambil para petinggi Negara Angin sudah cukup benar. Walaupun sadar akan ada kemungkinan apa yang dilakukan Negara Angin bisa saja menyinggung atau meremehkan kekuatan Shinobi Negara Api, terlebih lagi Konohagakure.

Jika dilihat dari kemampuan bertarung serta strategi, mereka ber-empat adalah shinobi-shinobi tangguh yang mungkin lebih hebat dari kekuatan seluruh tim 8 yang menjadi Tim pemimpin didalam misi pengawalan ini.

Sang Hokage pun tahu jika Negara Angin juga akan mengirimkan beberapa pengawal yang luar biasa untuk membawa Daimyo mereka pulang. Namun demi menunjukkan rasa hormat dan juga rasa peduli untuk menjalin hubungan dan memper-erat tali kerjasama antar Negara, Berdasarkan Saran dari sang penasehat kenegaraan, Hokage memutuskan untuk mengirim tim 8 untuk berpartisipasi didalam misi yang mungkin takakan ada halangan yang begitu berarti ini.

Lebih tepatnya, Hanya untuk sebatas formalitas.

oOo

Rombongan Daimyo yang didalamnya terdapat Seorang Daimyo yang dijaga oleh shinobi dari Suna di baris belakang , Sementara tim 8 yang merupakan Pemimpin didalam misi ini mendapatkan bagian tugas menjaga lapisan pelindung bagian depan serta menjadi pembuka jalan bagi Rombongan Daimyo yang baru saja melewati gerbang utama desa.

Waktu menunjukkan pukul 11.30 saat mereka keluar dari wilayah Konoha, dan dengan ini, Shino yang merupakan ahli strategi didalam tim 8 pun bisa memperkirakan jika perjalanan mereka akan berakhir disuna padamalam hari, atau paling cepat sore hari disaat matahari tenggelam diufuk timur.

Mereka semua, ke-delapan shinobi berbeda negara dan beda tim itu, semuanya adalah shinobi tangguh, hebat dan sudah mendapatkan jam terbang yang tak sedikit.

Karena itulah mereka tahu apa yang harus mereka lakukan selama didalam misi mengawal seorang VIP dari negara luar. Tak ada yang memulai pembicaraan setelah mereka keluar dari perbatasan.

Hanya ada suara tapakan langkah shinobi diatas tanah kering. Menghasilkan debu yang cukup menggangu pengelihatan dan pernafasan. Tak ada yang memulai pembicaraan. mereka akan selalu fokus pada misi didepan mereka. Melakukan yang terbaik, serta memperkecil kesalahan yang mungkin terjadi didalam misi ini.

Termasuk juga tim 8 yang tengah berjalan di paling depan. Mereka hanya diam berjalan fokus memperhatikan sekeliling untuk terus menjaga keamanan sang Daimyo dari para bandit dan juga bahaya-bahaya lainnya yang mungkin saja bisa menyerang mereka kapan saja, dimana saja, dan dari mana saja. Termasuk juga Shino yang tengah berjalan di paling ujung depan. Dia hanya terus melihat kedepan dan tetap memasang tatapan fokus dibalik kacamata hitamnya.

oOo

...A-aku benar-benar yakin jika tadi mendengar suara menma-kun dari dalam kepalaku... T-tapi bagaimana bisa...

Tak ada hal lain yang tengah membuat kepala berbalutkan surai hitam kebiruan itu terus berputar memikirkan hal yang mungkin tak akan pernah masuk kedalam akalnya. Membiarkan kedua kakinya melangkah majuberjalan mengikuti jalanan kering, dirinya sekarang benar-benar serasa tak perduli dengan misi yang dilakukannya sekarang.

...Menma-kun...

Hinata berjalan menunduk sambil terus memegangi liontin berbentuk kubus yang tadinya adalah seorang manusia yang bernama Menma.

Pikiran-pikiran serta ribuan pertanyaan terus saja muncul didalam benak Hinata saat dirinya terus mengamati liontin kalung yang tengah melingkari lehernya sendiri.

Seperti perasaannya sekarang ini yang mengatakan jika Menma adalah seorang aneh dan misterius.

Apalagi dirinya benar-benar tak tahu menahu asal-muasal, tujuan dan maksud Menma berada didekatnya. Terlebih saat menma mengatakan akan melindunginya. Sampai sekarang pun Hinata benar-benar tak paham dengan ucapan tentang arti melindungi itu.

Aku tak merasakan chakra apapun dari menma-kun, jadi kufikir dia bukan seorang pengguna chakra... Pikir Hinata, terus bergulat didalam pikirannya sendiri. Tapi...

Dia memiliki kekuatan yang sangat besar, bahkan dia sampai bisa menekan chakraku dengan mudahnya sepeti tadi malam….

Kekuatan aneh itu...

…Sebenarnya apa?

Tak ada yang bisa masuk kedalam akal sehatnya jika berfikir tentang kekuatan yang dimiliki oleh Menma.

Kekuatan besar dan misterius yang selalu saja bisa membuat Hinata tak bisa berbuat apapun bahkan hanya untuk mengeluarkan sedikit chakra dari dalam tubuhnya. Jelas itu bukan kekuatan seorang Shinobi, apalagiseorang manusia biasa yang tak memiliki chakra. Menghentikan chakra bahkan tanpa segel atau menyentuh tubuh sang target adalah sebuah hal yang tak mungkin.

Bergumul didalam kebingungannya sendiri, Hinata tiba-tiba tersentak saat suara Menma tiba-tiba terdengar lagi dari dalam kepalanya.

"Jika kau terus memikirkan kekuatanku, kau hanya akan menjadi gila, bodoh..."

"Me-menma-kun!" Pekik Hinata, yang langsung membuat Kiba yang sejak awal memperhatikan Hinata sedikit menaruh curiga.

"Lagipula... bocah anjing itu terus memperhatikanmu! Aku benar-benar tak menyukainya..."

"T-tapi... Bagaimana kau bisa..." Tanya Hinata dengan nada suara rendah dan masih dialam keterkejutannya sambil terus menggengam dan memperhatikan liontin hitam dikalung lehernya dengan wajah penuh tanyadan keterkejutan

"Aku berbicara dari dalam pikiranmu! Kau in memang benar-benar bodoh..."

Hinata masih tak bisa mencerna penjelasan degan nada datar yang baru saja diucapkan Menma, namun ucapan menma yang telah mengata-i nya sebagai seorang yang bodoh sedikit membuat Hinata tersinggung.

"M-mana aku soal itu!, l-lagipula... Kenapa kau tadi langsung berubah dan bagaimana caramu tadi bisa berubah menjadi sebuah kalung!"

"Aku hanya tak ingin melihatmu kesulitan hanya karena menjelaskan tentangku kepada mereka berdua. Lalu tentang perubahanku, Didalam bahasa kalian, perubahanku tadi adalah jutsu Henge."

"..."

Hinata hanya diam saja, ia benar-benar tak yakin jika harus mengatakan paham, karena pada akhirnya dirinya tak sepenuhnya paham dengan apa yang diucapkan Menma. Namun bukan berarti pemahamannya tentangapa yang tadi diucapkan Menma adalah nol.

Hinata mengerti, namun entah kenapa Hinata lebih berfikir jika jutsu yang dilakukan oleh Menma lebih dari jutsu henge.

oOo

Jauh didalam Pusat desa Konohagakure, atau lebih tepatnya didalam sebuah ruangan gedung dilantai dua itu tengah terjadi sebuah perdebatan yang cukup serius diantara tiga orang laki-laki dengan seorang gadis berambut pink yang terus mendengarkan dan selalu mengikuti jalan perdebatan dengan kepala yang cukup berat.

Perdebatan yang dimulai dengan emosi itu sudah hampir berjalan selama lebih dari 10 menit dan masih saja tak bisa membuahkan hasil apapun.

"Bagaimana kau bisa seyakin itu Shikamaru! Aku yakin jika pria itu memiliki niat jahat pada Hinata!" Pekik Naruto dengan wajah yang dipenuhi kerutan tegang.

"Lalu bagaimana denganmu Naruto? Kenapa kau begitu yakin jika sosok yang kau lihat memiliki niat jahat pada Hinata!?" Balas Shikamaru. Naruto hanya diam mengeratkan kepalan tangannya.

Sementara Shikamaru yang tak mendapatkan jawaban dari Naruto, kembali befokus pada strategi yang tengah direncanakannya.

"Kita perlu sebuah strategi, semuanya akan menjadi kacau jika kau salah sasaran Naruto, jadi bersabarlah sedikit." Ujar Shikamaru.

"A-aku juga tahu itu! Tapi tetap saja aku khawatir!" Ucap Naruto sambil menunduk dengan nada yang cukup berat. "Hinata terlalu baik. Aku hanya takut jika orang itu ternyata hanya memanfaatkan Hinata sebagai bagian dari rencananya..."lanjut Naruto dengan sedikit melirik kearah luar ruangan nya.

"Rencana apa? kau fikir ini sinetron apa..."

"Sakura... Diamlah!" Ucap Sasuke menatap Sakura yang tiba-tiba memotong ucapan naruto dengan wajah yang penuh kekhawatiran akan sahabatnya.

"Bagaimana aku bisa diam sasuke! Semua ini hanya karena kebodohan Naruto! yang akhirnya membuat Hinata harus terperangkap didalam masalah seperti ini..." Ucap sakura dengan suara parau memikirkan sahabatnya. "Menurutmu apa yang sedang kurasakan saat ini... Huh!"

Naruto hanya diam menutup mata mendengar apa yang di ucapkan Sakura. Sasuke hanya diam tak bisa berkata apa-apa, karena masalah ini adalah masalah yang menyangkut hidup orang terpenting dari sahabat danjuga kekasihnya sendiri.

"Hinata adalah seorang kunoichi, dia sudah cukup dewasa hanya untuk sekedar memilah orang yang berada didekatnya..."

"Aku tahu itu sasuke, tapi..."

Shikamaru hanya diam sambil terus memperhatikan aura mencekam yang mengelilingi ketiga orang disekelilingnya yang nampak begitu khawatir.

Menatap Naruto yang terus menunduk, Shikamaru sedikit berfikir jika reaksi Naruto mungkin sedikit berlebihan menyikapi hal yang masih belum ada kejelasan ini, namun dirinya juga tak bisa menyalahkan sikapkhawatir naruto yang sedikit berlebihan.

"Hahh, baiklah, kita bertiga akan menyusulnya ke Suna….

"….Aku akan membawa 3 anbu khusus, tapi..."

Ucapan itu cukup memberikan angin segar pada Naruto, namun..

"Tapi apa?"

"Setelah kau menyelesaikan rapat kenegaraanmu hari ini bersama Daimyo!"

"A-apa!"

oOo

NOTE :

Chapter belum rampung udah ku publish….

(Untuk yang masih bersedia dan setia membaca cerita gejeku) Maaf masih terlalu banyak/sangat banyak typo)

Cerita semakin geje… Mungkin fanfict ini akan discontinue seperti nasip fic-fic ku yang terdahulu…

Tapi tetap… aku akan berusaha merampungkannya, walaupun tak tahu juga masih ada atau tidak yang membaca fanfict ini… ;(

Yang terakhir… Tetep… Mohon reviewnya ya… tentang kesalahan-kesalahanku didalam penulisan, atau jalan ceritanya…. Yang penting tinggalin review lah…. Buat penyemangat serta perbaikanku…. Jangan Cuma baca aja, ok…