(AUTHOR NOTE : Diharapkan kepada readers sekalian untuk mencari nama monster yang author cetak tebal di *monsterhunter. wikia* demi kelancaran dan kenyamanan dalam membaca. Trims)

.

.

.

"Sasuke, sebaiknya kau mundur sekarang. Biar aku saja yang akan menangani makhluk yang satu ini. Kalian bertiga, cari tempat yang aman" Perintah Kakashi-sensei dengan nada tegas. Pandangannya sedari tadi tidak bergeming sedikitpun. Ia tetap menatap lurus ke depan, ke arah dimana wyvern bernama Yian Kut-Ku itu mendarat.

"Ta..tapi sensei..."

"Mundur. Maaf Sasuke, tapi keputusanku ini sudah bulat. Tolong hormati dan patuhi perintah senseimu ini. Dan juga..." Kalimatnya tiba-tiba terputus. Perlahan, ia menolehkan kepalanya kebelakang, ke arah kami bertiga.

"Ini demi kebaikan kalian bertiga" Ucapnya dengan raut muka yang sedikit tersenyum.

"Se..sensei" Sakura menatap ke arah sensei kami dengan tatapan berkaca-kaca.

Aku pun segera bergerak mundur ke arah belakang, dan lalu menepuk pundak Sakura pelan "Ayo, kita turuti saja perintah dari Kakashi-sensei"

Akhirnya aku, Sakura, dan Naruto yang sekarang malah pingsan (mungkin karena luka yang cukup berat dan kelelahan) segera mundur dan mencari tempat berlindung yang aman guna untuk menghindari jalannya pertempuran antara Kakashi-sensei melawan bird-wyvern itu.

KUOKOKOKOK...

Yian Kut-Ku itu telah mendarat dengan sempurna, kurang lebih 200 meter lurus di depan kami semua. Kepalanya ia tengokan ke kanan dan kiri, mungkin sedang melihat situasi sekitar. Sepertinya wyvern berwarna pink ini belum mengetahui keberadaan kami berempat.

Setelah menemukan sebuah pohon yang cukup besar yang juga mempunyai rongga cukup besar di tengahnya, aku dan Sakura langsung masuk ke dalam dengan menyeret tubuh Naruto yang masih diam tak sadarkan diri. Aku pikir jika ia bangun pasti ia akan merasakan rasa perih di punggung dan pantatnya karena aku menyeretnya dengan paksa XD

"Sepertinya disini cukup aman Sasuke-kun" Ucap Sakura sembari terengah-engah.
Aku pun mengangguk pelan. Aku kini tinggal melihat situasi di luar. Apakah sensei sudah memulai pertarungan?

Kulongokan kepalaku ke arah tempat dimana Yian Kut-Ku dan Kaksahi-sensei berada. Sepertinya mereka belum betarung. Tapi perlahan wyvern itu menoleh ke belakang, disertai sekalian ia menghadapkan tubuhnya ke arah Kakashi-sensei.

KUOKOKOKOK..KUOKK..KUOKK

Sesuatu seperti telinga atau sirip atau apalah yang berada di sekitar kepala bird wyvern itu terbuka lebar. Matanya mulai menatap tajam ke arah sensei. Dan ia mulai memasang kuda-kuda untuk menyerang.

Saatnya pertarungan dimulai.

YIAN KUT-KU

Tipe Monster : Omnivora.

Ukuran : Sedang.

Gerakan Andalan : Serangan paruh, semburan bola api.

Yian Kut-Ku adalah seekor wyvern mirip burung yang berukuran sedang. Bahkan terbilang kecil jika dibandingkan dengan wyvern-wyvern lainnya. Wyvern ini mudah dikenali dari warnanya yang unik yaitu pink, dan juga telinganya yang besar. Walaupun ukurannya yang terbilang cukup kecil, tapi gerakannya gesit. Dan pendengarannya luar biasa. Sehingga menyulitkan bagi para hunter yang akan menyerangnya secara diam-diam. Wyvern ini juga bisa menyemburkan bola api dalam skala yang cukup kecil.

Kakashi-sensei terlihat tenang-tenang saja walaupun wyvern itu mulai berlari kencang ke arahnya. Walaupun terlihat tenang, tapi sebenarnya sensei sedang menyiapkan crossbownya yang bernama Raikiri itu beserta anak panah andalannya yang konon memiliki muatan listrik di dalamnya.

Tanah yang aku pijak mulai bergetar sedikit demi sedikit, dan semakin lama getarannya semakin terasa saja. Ini tandanya, laju wyvern itu semakin cepat saja. Kakashi-sensei dalam bahaya jika terkena paruhnya dengan kecepatan yang seperti itu.

Seettt...

Hebat! Ketika jaraknya sudah amat dekat, sensei berhasil melakukan gerakan roll ke samping kanan dengan sigap dan langsung mengarahkan Raikirnya ke arah tubuh Yian Kut-Ku.

"Rasakan ini wyvern jadi-jadian"

CTERRR!

Anak panah berwarna hitam kebiru-biruan itu berhasil ditembakan dan mengarah tepat ke paha wyvern merah muda itu.

BZZZTTT...BZZZTTT...

Dalam sekejap, tubuh Yian Kut-Ku sudah diselimuti oleh listrik yang sepertinya bertegangan tinggi. Wyvern itu pun ambruk dalam sekejap.

'Jadi ini kekuatan crossbow bernama Raikiri itu? Aku sudah sering melihat senjata baik panah biasa ataupun crossbow. Tapi seumur-umur, aku baru pernah melihat anak panah yang sanggup mengeluarkan energi listrik seperti itu. Hebat' Batinku kagum.

"Kau sudah menyerah Yian Kut-Ku?" Kakashi-sensei mendekat ke samping tubuh Yian Kut-Ku yang sepertinya sudah lemas karena terkena serangan dari anak panah Raikiri.

Tapi tunggu dulu. Yian Kut-Ku adalah monster yang digolongkan dalam level 3 sampai 4. Sepertinya tidak mungkin jika ia langsung tersungkur dalam sekali serang seperti itu. Ini aneh.

"Sepertinya kali ini kau sedang tidak bersemangat ya wyvern jadi-jadian? Maaf ya, sebaiknya aku harus cepat menyelesaikan pertempuran kita ini" Sensei mengarahkan anak panahnya tepat ke arah jantung Yian Kut-Ku itu.

Tapi tiba-tiba aku melihat ekornya mulai bergerak ke arah belakang dan bersiap untuk menyabet ke arah...

"Sensei awas dari arah belakang!"

Seiring dengan teriakanku, Kakashi-sensei sepertinya sudah menyadari bahwa ada hal yang tidak beres dengan wyvern itu. Sepertinya wyvern itu menggunakan jebakan pura-pura sekarat guna mengurangi kewaspadaan para hunter yang sedang berhadapan dengannya. Selain gesit, wyvern ini benar-benar cerdik!

Seettt...

Sensei beruntung berhasil menghindar dari sabetan ekornya itu. Tapi sayang sekali, senjata andalannya terhempas dari kedua tangannya akibat serangan ekor barusan.

"Sial, senjataku terlepas" Gerutu sensei.

Yian Kut-Ku itu segera bangkit dari kepura-puraannya dan sepertinya ia akan mengamuk sekarang.

KUOK KOK KOK KOK..KUOKK KUUOOKKK

Dari paruhnya keluar seperti nafas api. Gerakannya pun sepertinya sedikit bertambah cepat. Ini gawat, apakah sensei akan sanggup mengatasi monster ini sendirian walaupun tanpa Raikiri?

Wyvern itu berusaha menerjang sensei dengan cepat, tapi Kakashi-sensei pun tak kalah cepatnya dalam menghindar. Berulang kali Kakashi-sensei menghindari serangan paruhnya dan juga semburan bola apinya, tapi sekuat apapun hunter ia tetaplah manusia biasa yang punya batasan. Dan tebakanku amat tepat. Gerakan sensei mulai melambat dan gerakan Yian Kut-Ku itu tak berkurang sedikitpun kecepatannya. Sensei dalam bahaya jika terus-terusan seperti ini.

"Hosh..hosh..hosh, monster ini benar-benar pintar. Dia sengaja menyerangku terus-terusan agar aku semakin menjauh dari senjataku dan akhirnya terpojok" Gumam Kakashi-sensei.

'Aku harus menolongnya apapun yang terjadi. Walaupun aku masih tergolong dalam wyvern level 2, aku seharusnya tak gentar jika harus menghadapi monster level 3 seperti itu' Kataku dalam hati.

Semua peralatan penting bagi hunter seperti trap, flash bomb, smoke bomb, hanya Sakura seorang yang memegang. Karena tadinya kami semua mengira bahwa misi kali ini hanya disuruh untuk berhadapan dengan monster herbivora biasa seperti Apceros, bukannya bird-wyvern yang diluar dugaan seperti ini. Maka dari itu, sensei tidak membawa peralatan apapun kecuali senjata andalannya.

"Sakura, pinjamkan aku flash bomb yang tersisa"

Sakura menatapku dengan tatapan bingung "Memangnya Sasuke-kun mau apa?"

Aku menghela nafas "Aku akan membantu sensei. Sensei sedang terjepit sekarang. Ia kehilangan Raikirinya"

"Apa katamu Sasuke-kun? Berarti sensei dalam bahaya? Ta..tapi kan, kita bertiga disuruh oleh sensei untuk berlindung seaman mungkin. Dan itu adalah perintahnya yang mutlak kan?"

"Apapun itu, aku akan menanggung resikonya belakangan. Aku tidak peduli jika aku harus diturunkan level sekalipun oleh 'Hi Tate (Sarutobi Hiruzen)' karena melanggar perintah mutlak dari seorang sensei. Yang terpenting sekarang adalah, kita harus mengutamakan keselamatan rekan kita. Iya kan?" Kataku serius.

Wajah Sakura berubah menjadi berbinar-binar dalam sekejap "Sasuke-kun, kau benar-benar laki-laki sejati. Aku kini tambah menyukaimu Sasuke-kun"

"Cih, sudah cepat kemarikan flash bomb yang tersisa" Bentakku.

"Baik. Ini" Sakura memberikan flash bomb satu-satunya yang tersisa.

"Walaupun tinggal satu, ini tidak menjadi masalah daripada tidak ada sama sekali. Baiklah, jaga Naruto ya Sakura"

Aku pun bergegas mengambil pedang Amaterasuku dan berlari menuju ke arah monster itu berada. Aku melihat Yian Kut-Ku telah sukses memojokkan Kakashi-sensei ke tepian jurang. Mungkin pilihanku sudah tepat untuk pergi menyelamatkannya. Jika tidak, kau tahu sendirilah apa yang mungkin akan terjadi.

"Monster brengsek, lihat kemari!"

Saat wyvern itu menengok ke arahku, aku langsung melempar flash bombku dengan segera.

"Sensei tutup mataaa!"

FLAASSHHH

Berhasil! Wyvern merah muda itu berhasil kubuat buta untuk sementara waktu. Kakashi-sensei pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk kabur.

"Terima kasih Sasuke. Jika kau tidak ada mungkin, mungkin, aku sudah mati sekarang. Sial, ini gara-gara keteledoranku" Kata Kakashi-sensei saat sampai di hadapanku.

"Sudahlah sensei. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya kita mengalahkan monster berwarna pink itu"

Sensei tiba-tiba menepuk pundakku "Tenanglah. Kau mundur sejenak dan lihatlah pertunjukan yang akan aku sajikan sesaat lagi"

Kakashi-sensei berjalan ke arah crossbownya yang tergeletak di tanah dan langsung mengambilnya. Ia menyiapkan satu buah anak panahnya, bukan. Dua buah anak panahnya, bukan lagi. Tiga tepatnya.

Ia arahkan tepat ke arah jantung Yian Kut-Ku itu sepertinya. Percikan-percikan listrik mulai mengaliri Raikirinya.

"Mati kau monster...Triple Thunder Dog!"

CTEERRR

Ketiga anak panah itu terlepas bersamaan dan membentuk petir yang sekilas seperti seekor anjing yang sedang mengamuk.

KOOAAKKK

Wyvern itu berhasil dikenai jantungnya oleh sensei. Aliran listrik yang lebih besar dari yang tadi terus menyelimuti tubuh monster itu. Monster itu langsung ambruk dan terjatuh ke jurang yang dalam dibelakangnya.

Akhirnya pertempuran pun selesai dengan tak terduga. Kakashi-sensei berhasil mengalahkan Yian Kut-Ku itu dengan kekuatannya. Memang benar-benar hebat sensei kami ini. Tak salah, banyak orang yang mendukungnya untuk menjadi Hi Tate atau pemimpin negara api berikutnya.

"Sensei, Sasuke-kun!"

Sakura keluar dari tempat persembunyiannya dengan memapah Naruto yang sepertinya sudah mulai tersadar dari pingsannya.

"Kau baik-baik saja Sakura? Naruto?" Tanya Kakashi-sensei dengan nada cemas.

"Harusnya aku yang berkata seperti itu padamu senseeiii!" Sahut Sakura dengan nada gemas.

"Enngghhh...kupikir tadi aku melihat seekor wyvern berwarna merah muda disini. Tapi, dimana dia ya?" Naruto celingak-celinguk.

"Bodoh, kami sudah mengalahkannya selagi kau asyik pingsan Dobe!"

"Ehh enak saja membentakku. Aku kan memang tidak tau apa-apa Teme"

Dan sore itu, kami berempat mengakhiri mimpi buruk barusan dengan pertengkaran kecil, tawa, dan canda.

-TSUZUKU-

Gomen-gomen kalo author updatenya hampir ada setahun. Habis mood menulisnya gak muncul-muncul sih, hehe. Juga author sudah jarang ada waktu dan kesempatan untuk menulis fic.

Yosh langsung saja. Silahkan bagi yang mau mereview, flame, ataupun concrit