DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
RATE : T
WARNING : AU, 1ST POV
MONSTER HUNTER©CAPCOM
.
.
.
(AUTHOR NOTE : Diharapkan kepada readers sekalian untuk mencari nama monster yang author cetak tebal di *monsterhunter. wikia* demi kelancaran dan kenyamanan dalam membaca.)
.
.
.
~Fang Of Poison~
Kami berenam tak ada yang bersuara ataupun bergerak sedikitpun. Ketiga raptorial bird-wyvern yang bernama Ioprey di atas kami pun masih tetap sama seperti posisi semula. Bola mata mereka yang kecil bergerak-gerak menandakan bersiap untuk melakukan manuver selanjutnya. Dan sebelum hal itu terjadi, Shikamaru ternyata sudah mengantisipasi hal ini dengan mengambil sebuah bom kecil dari samping ranselnya yang berukuran sebesar buah jambu biji dengan warna putih berkilauan.
'Bagus pria pemalas. Smoke bomb.' batinku.
Kretek... Kretekk...
Dahan yang berada kurang lebih 3 meteran di atas kami mulai bergemertak. Dan itu tandanya ketiga makhluk karnivora berkulit merah marun itu mulai bergerak.
"Bersiap untuk lari setelah Shikamaru melempar bom asap semuanya. Aku dan Y akan berpencar dari kalian berempat." ucap Kakashi-sensei lirih dengan tempo yang pelan.
Aku, Naruto, dan Sakura mengangguk kompak.
Tangan kanan Shika mengambil ancang-ancang ke atas lalu kemudian menjatuhkan bom asap yang ia pegang dengan sekuat tenaga ke tengah-tengah kami semua.
POOFFF!
Sepersekian detik setelah smoke bomb diaktifkan, kami berenam lantas segera berpencar. Sensei beserta pria bertopeng kucing itu lari ke arah timur dan para peserta ujian kenaikan level lari ke arah sebaliknya.
Kraahh...
Kraahh...
Kraahhh...
Saat aku sedang berlari kudengar suara ketiga makhluk itu saling bersaut-sautan dengan keras.
"Lari secepat yang kalian bisa!" kata Shikamaru lantang. Aku yakin ia tidak akan mampu berlari dengan kecepatan maksimal mengingat barang bawaannya yang sangat banyak seperti itu.
"Monster itu pasti akan mengejar kita." yang ini terlontar dari mulut Naruto. Berulang kali ia menolehkan kepalanya ke arah belakang untuk memastikan apakah Ioprey-Ioprey itu mulai mengejar atau belum. Tapi ternyata kedua bola mata biru lautnya tidak menangkap adanya keberadaan makhluk-makhluk karnivora itu. "Sepertinya kita aman. Mereka tak akan mampu mengejar kita yang sudah lumayan jauh seperti ini, haha."
"Bodoh! Lihat ke arah pepohonan yang berada persis di belakang kita." kataku tergesa-gesa.
Sakura reflek menengok ke arah dahan-dahan pohon yang berada di belakang kami berempat dan...
"Kyaaa! Mereka mengejar kita!"
Kedua ekor Ioprey terlihat sedang melompat dari satu dahan ke dahan yang lain dengan lincahnya. Mungkin yang seekor lagi sedang mengejar sensei kami. Lompatan mereka benar-benar tinggi dan jauh. Jika ini diteruskan maka bisa-bisa salah satu atau beberapa dari kami akan ada yang diterkam dari belakang.
"Lihat itu di sana." Shikamaru menunjuk ke arah tanah yang lumayan luas dan terang karena jarang ditumbuhi oleh vegetasi. "Di tempat terbuka itu kita akan melawan mereka berdua."
Jarak kedua bird-wyvern kecil itu kurang lebih hanya empat meteran dari posisi orang yang berlari paling akhir, Sakura. Aku heran mengapa wanita itu tidak mampu berlari paling depan padahal ia tidak membawa barang yang berat seperti yang dibawa oleh aku, Naruto, dan putra Shikaku.
Tinggal sedikit lagi. Shikamaru tak menoleh ke belakang sama sekali. Naruto terus memegang erat gagang tombak besarnya. Wajah Sakura benar-benar pucat.
"Hosh...hosh...hosh, kita sampai." aku sangat terengah-engah setelah berlari sangat kencang dengan jarak tempuh yang lumayan jauh barusan. Begitu juga dengan yang lain. Tak ada dari mereka bertiga yang mampu bernafas dengan tenang dan stabil.
Kedua Ioprey itu pun turun dari atas pohon karena di sekitar kami sudah tidak ada lagi pepohonan yang menjulang tinggi. Hanya terdapat rerimbunan semak belukar saja. Dan ini sangat menguntungkan.
"Baiklah semuanya. Ikuti instruksiku jika kita mau cepat dan tidak membuang-buang waktu."
Naruto menoleh ke arah pria berambut nanas itu, "Cepatlah. Aku sudah tidak sabar ingin menusukkan Rasengan milikku ke dalam jantung monster berwajah aneh itu."
Aku menelan ludah. Pedang besar berwarna hitam andalanku kuarahkan kepada mereka berdua, Ioprey yang berjalan mendekati kami perlahan. Jika aku tidak mampu menghadapi jenis raptorial bird-wyvern yang dikatakan lebih kuat daripada Velociprey dan Genprey, mana bisa aku melawan wyvern yang pastinya jauh lebih kuat ketimbang makhluk ini. Dan yang paling mengerikan dari semua jenis monster adalah...elder dragon. Cita-cita terpendamku sejak kecil untuk bisa membunuh seekor dragon.
"Sakura, kau bawa kunai kan? Gunakan itu untuk membela diri." saran Shikamaru.
"Hai." jawab Sakura tegas.
"Akan tetapi pada kesempatan ini kau sebaiknya jangan ikut menyerang dan masuk ke dalam pertarungan yang sungguh merepotkan ini. Tenaga medismu akan sangat berguna untuk mengantisipasi racun Iodrome nantinya. Kau akan sangat berguna nanti, bukan sekarang."
Tunggu-tunggu sebentar. Racun katanya?
"Hey Shika, apa maksudmu dengan racun itu?" tanyaku penasaran. Aku jujur awam tentang hal ini.
Krah... Kraahh...
Kraahhh...
"Naruto dan Sasuke, kalian pancing mereka agar menjauhi Sakura. Sakura, kau berlindung di balik batu besar yang ada di sana dan jangan membuat suara sedikitpun. Ioprey memiliki pendengaran yang lumayan lemah." lagi-lagi pria berambut nanas itu yang mengambil alih komando. Tapi kuakui jika dia benar-benar jenius. Tak ada langkah yang akan sia-sia jika dia yang merumuskan.
Kedua monster itu pun maju. Aku dan Naruto bergegas maju juga. Saat perhatian dua ekor Ioprey itu teralih kepada kami berdua, saat itu lah Sakura berlari sekencang mungkin menuju ke balik batu besar. Sesuai dengan aba-aba dari Shikamaru.
-XXXXXXXXXX-
IOPREY
Tipe Monster : Karnivora.
Ukuran : Kecil.
Gerakan Andalan : Terkaman, gigitan, dan semburan racun.
Ioprey adalah raptorial bird-wyvern berukuran kecil yang hidup di daerah zona sub-tropis. Mereka memiliki kantung racun yang berada di daerah leher. Racun yang mereka semburkan dari mulut mampu membuat infeksi parah di daerah kulit mangsanya jika dibiarkan selama berjam-jam. Jika racun itu masuk ke dalam peredaran darah maka dipastikan mangsa akan tewas dalam hitungan menit.
-XXXXXXXXXX-
"Heyaahhh!" Kusabetkan pinggiran pedangku. Namun Ioprey yang menjadi lawanku dapat dengan mudah berkelit. Kuakui karena Amaterasu ini memiliki bobot hingga 10 kilogram maka susah untuk menggerakannya dengan kecepatan tinggi.
"Mati kauuu!" Naruto menusukkan Rasengan miliknya dengan cepat dan mampu membuat Ioprey itu kesakitan setengah mati karena tertusuk tepat di perutnya.
Krah...
Ioprey itu terjungkal di tempat seketika. Tak mau membuang peluang, Naruto segera menancapkan ujung Rasengannya ke paha bird-wyvern itu dengan keras.
"Jika saja aku menusuk jantungnya sedari awal, pasti si brengsek ini langsung tewas sekarang." ia mengomentari dirinya sendiri. Ujung tombak raksasanya telah berlumuran darah dan juga beberapa usus Ioprey itu ikut tertinggal di sana. Hebat juga si durian bodoh itu sehingga mampu membuat seekor Ioprey tergeletak di hadapannya, sekarat dan tinggal menunggu ajal menjemput.
Ioprey yang berhasil menghindari sabetan pedangku kini malah berbalik mengincar Shikamaru yang sedang tidak dalam posisi siaga.
"Shika!" teriakku panik.
Langkah kaki monster berkulit merah corak hitam itu semakin dipercepat. Shikamaru menatap Ioprey yang berjarak kurang lebih sepuluh meter di depannya dengan tatapan malas. Dikeluarkannya sebuah small barrel bomb dari dalam ranselnya dengan cekatan dan kemudian ia menyetel pemantiknya.
Monster itu tiba-tiba saja berhenti persis di hadapan Shikamaru. Pria itu terhenyak karena tidak menduga bahwa makhluk beracun itu mendadak menghentikan langkahnya. Kedua matanya melebar saat mengetahui mulut Ioprey itu terbuka lebar dan mengeluarkan cairan berwarna ungu yang langsung menyentuh leher sampingnya.
Kraah!
"Arghh!" Shikamaru menjerit kesakitan. Tanpa membuang-buang waktu lagi segera dilemparkannya bom kecil berwarna kuning itu ke arah monster yang barusan telah melukainya.
BOOMMM!
Bom itu pun berhasil meledak tepat di depan dada Ioprey itu. Makhluk sialan itu terpelanting sejauh beberapa meter ke arah belakang dengan luka bakar di daerah dadanya.
"Shikamaruuu." Sakura yang mengetahui jika rekannya itu mengalami luka akibat racun segera menghampiri.
"Kau tidak apa-apa kan?" tanyaku cemas.
"Lihatlah lehernya Teme." Naruto mengarahkan jari telunjuknya ke leher Shikamaru yang mulai membiru bercampur ungu setelah terciprat racun dari monster itu.
Shikmaru memejamkan kedua matanya. Berusaha menahan rasa sakit yang aku tak tahu persis seperti apa rasanya.
"Mendokusei..." gumamnya.
Sakura langsung membuka tasnya begitu sampai dan mengaduk-aduk isi tasnya dengan terburu-buru. Tak berapa lama kemudian ia mengambil sebuah botol kecil transparan dengan cairan berwarna biru tua yang terisi di dalamnya.
"Shikamaru, kau jangan memegang lehermu itu dengan kedua tanganmu. Itu hanya akan membuat infeksimu perlahan semakin parah. Akan aku teteskan antidote ini sekarang juga." dibukanya perlahan tutup botol itu lalu ia meneteskan cairan penawar racun hingga belasan kali ke daerah yang terinfeksi.
"Errghhh." erang Shikamaru saat menahan rasa sakit akibat pengobatan yang baru saja.
Saat Sakura mau menutupi luka itu dengan perban tiba-tiba saja...
Kraaahhh... Kraaaaahhhhh... Kraaaaahhh...
Kami berempat sontak menolehkan kepala ke arah Ioprey yang barusan bersuara. Di tengah-tengah keadaan yang sudah sangat memprihatinkan itu ia masih sempat-sempatnya meraung. Tapi...tunggu sebentar. Suara raungannya itu tidak seperti yang tadi.
Shikamaru berusaha bangkit dari posisi berbaringnya. Ia berjalan tertatih-tatih menuju ke tempat di mana ranselnya berada.
"Shikamaru, kenapa kau kelihatan terburu-buru seperti itu? Lukamu baru saja diobati." ujarku.
Pria pemalas itu menghela nafas panjang, lalu ia membuka isi ranselnya dengan cekatan. "Bersiaplah. Suara raungan barusan bukanlah melodi kematian sebelum ajal."
Kami bertiga tidak mengerti dengan kalimatnya barusan. Saling menatap satu sama lain.
"Kalian tahu..." ia mengambil sebuah sonic bomb dari dalam ransel kepunyaannya. "...itu adalah isyarat panggilan darurat kepada pimpinannya untuk..." ia menengok ke arah wajahku sembari tersenyum penuh arti.
Wajahku memucat sedikit. "Membalas dendam."
H
U
N
T
E
R
"Kakashi-san, apa kau tahu di mana kira-kira murid-muridmu itu?" bawahan Danzou ini bertanya kepada pria bermasker yang sedang berjalan bersama dengannya di tengah-tengah hutan lebat.
"Entahlah." jawab sensei sambil memasukkan sebuah anak panah berukuran besar dan panjang ke dalam crossbownya yang dinamakan Raikiri. "Mungkin sebentar lagi kita akan mengetahui di mana posisi mereka berempat berada." lanjutnya.
Kedua pria paruh baya ini terus melangkahkan kedua kaki mereka menyusuri semak-semak dan pohon-pohon berukuran besar. Setelah Kakashi-sensei dan Y berpencar dengan kami, mereka berdua dikejar oleh seekor Ioprey. Akan tetapi melawan seekor monster kecil seperti itu bukanlah hal yang sulit, bahkan terbilang mudah bagi sensei kami itu. Tapi masalahnya ada di sini. Mereka terlalu jauh berlari dari tempat semula dan kami pun juga terlalu ketakutan sehingga memutuskan untuk mencari tempat yang lumayan lapang agar bisa leluasa bertarung. Intinya kami terpisah jauh.
Tapi tiba-tiba saja Y menghentikan langkahnya. "Tunggu-tunggu Kakashi-san. Apakah kedua, maaf, salah satu matamu melihat gerombolan Ioprey yang ada di kejauhan itu?"
Sensei berusaha memfokuskan mata kanannya ke sisi barat laut dari tempatnya berdiri. Dari kejauhan memang terlihat lumayan banyak karnivora beracun yang berkulit merah sedang berlarian di tanah serta ada yang melompat-lompat di dahan pepohonan.
Ia menundukkan kepala, berusaha mencerna apa yang barusan dilihat olehnya. 'Biasanya Ioprey tidak akan seagresif itu jika tidak dalam keadaan marah. Saat berburu mangsa pun mereka tidak akan terburu-buru seperti itu. Apa jangan-jangan...'
"Kakashi Hatake, sebaiknya kau yakinkan dirimu sendiri jika makhluk berwarna merah yang bergerak paling belakang sendiri itu bukanlah Iodrome." Y menyodorkan sebuah binocular berukuran sedang kepada pria berambut perak itu.
Dengan cepat sensei segera menempelkan lensa di mata sebelah kanannya dan mengarahkannya ke ujung pepohonan yang dilewati oleh kawanan Ioprey barusan.
"Tidak salah lagi." gumam Kakashi-sensei seraya menurunkan binocular dari matanya. "Ayo kita segera susul kawanan itu, Y-san."
"Hai. Dengan senang hati."
H
U
N
T
E
R
Di tempat kami berempat berada, situasi masih aman terkendali. Naruto sedang memakan sebagian bekalnya, Sakura sedang memerban luka di leher Shikamaru, Shikamaru yang masih lumayan kesakitan, dan aku yang sedang sibuk mengasah tepian Amaterasu.
Kami tahu jika tak lama lagi pemimpin kawanan mereka yang bernama Iodrome akan datang menghampiri untuk membalas dendam. Dan pastinya seorang pemimpin dimana-mana akan selalu diikuti oleh bawahannya. Ini benar-benar diluar dugaan. Aku sudah optimis jika kami berempat akan mampu membunuh monster yang bernama Iodrome itu. Akan tetapi keoptimisanku berkurang drastis saat tahu jika spesies ini beracun. Ditambah yang wajib kami hadapi tentunya beberapa Ioprey yang pastinya akan mengawal Iodrome. Dan jumlahnya kami tidak tahu pasti.
"Teme, khau mhasyih shangghup bhertwarhyung?" Naruto menanyaiku dengan mulut yang dipenuhi oleh makanan.
"Hn." kuanggukan kepala sebagai jawaban.
"Shikyamahrwuh?" ia gantian bertanya kepada pria berambut nanas itu.
Yang ditanyai hanya bisa mengedikkan bahu, "Entahlah. Mungkin aku masih bisa memberikan kalian arahan dan rencana. Tapi untuk terlibat langsung..." ditempelkannya telapak tangan kirinya di perban yang menutupi luka, "...aku sangat ragu."
Aku menghembuskan nafas pasrah. Mau bagaimana lagi jika dia memang terluka dan tidak mampu bertarung seratus persen. Aku tidak mau bertanggung jawab terhadap Shikaku-san jika nyawa Shikamaru sampai melayang.
"Paling aku bisa membantu kalian untuk menyiapkan jebakan." ia berdiri dari duduknya. "Jebakan yang dapat membunuh seekor Iodrome hanya dengan satu langkah, hoahmm..." ia menguap setelah mengakhiri kalimat.
Aku tertarik dengan idenya itu. "Benarkah? Tapi apa semudah itu?"
ia menggelengkan kepalanya, "Tentunya tidak. Pitfall trap yang nantinya akan aku buat memiliki prosentase keberhasilan 70% jika melawan wyvern dan hanya 25% jika melawan raptorial bird-wyvern. Kelincahan dari Iodrome semakin memperkecil peluang untuk terkena jebakanku."
"Shikamaru, bagaimana cara kerja dari jebakan itu?" Naruto bertanya dengan raut muka penasaran.
"Kalian semua belum pernah menggunakan pitfall trap?" ia memandangi kami bertiga satu per satu.
Tak ada yang mengangguk ataupun menjawab 'pernah' karena memang kenyataannya seperti itu. Di tim kami sangat jarang menggunakan jebakan ataupun trik-trik dalam berburu. Tim 7 merupakan petarung murni, kecuali Sakura tentunya. Aku dan Naruto merupakan tipe hunter offensive. Akan kujelaskan dengan singkat tentang apa itu tipe hunter. Ada tiga tipe :
-XXXXXXXXXX-
1.) Offensive/Close-Range.
Hunter tipe ini fokus kepada menyerang ketimbang bertahan. Biasanya hunter yang masuk ke dalam tipe ini menggunakan senjata-senjata formal seperti great sword, hammer, lance, sword & shield, dan dual sword. Hunter tipe ini lebih sering mendekati monster ketimbang didekati monster. Itu lah mengapa dinamakan tipe offensive.
2.) Deffensive/Long-Range.
Hunter tipe ini tetap fokus untuk menyerang. Hanya saja tidak sefrontal tipe offensive yang berani menyerang monster dengan jarak dekat. Hunter tipe ini biasanya menggunakan jenis senjata crossbow, bowgun, bomb launcher, serta beberapa senjata yang tergolong unik. Benang milik Sasori masuk ke dalam golongan ini. Kakashi-sensei dan Shikamaru juga merupakan hunter tipe ini. Hunter deffensive kebalikan dari tipe offensive karena lebih sering didekati monster ketimbang mendekati.
3.) Medic.
Merupakan tipe yang terlemah namun tetap lah penting. Hunter tipe ini tidak dilatih untuk menyerang ataupun bertahan, namun untuk mengobati. Salah satu faktor penting dari keberhasilan suatu quest terletak pada kemampuan dari hunter tipe ini yang ada pada tim. Tanpa medic hunter nyaris mustahil bagi sebuah tim untuk menang melawan seekor wyvern/elder dragon kuat, kecuali seseorang yang sudah lama berada di level 4 ataupun level 5. Hunter tipe ini contohnya adalah Sakura, Ino, Hinata, dan sang legenda 'The Panacea' Tsunade.
-XXXXXXXXXX-
Shikamaru berjanji kepada kami jika jebakan itu sudah selesai maka dia akan menembakkan sinyal SOS ke udara agar kami bertiga bisa mengetahui letak jebakan yang ia pasang. Tak lupa Shikamaru memberikan dua buah smoke bomb kepada aku dan Naruto untuk dipakai jika ingin kabur dari kawanan Ioprey yang terlalu banyak. Dan juga sebuah benda bulat yang bergerigi tajam ini...
"Paintball?" Naruto mengamati sebuah benda bulat berwarna merah muda, senada dengan warna rambut Sakura, yang ada di telapak tangan kananku.
"Dengan alat kecil seperti ini kita mampu melacak lokasi monster buruan kita Sasuke-kun?" Sakura terheran-heran dengan sebuah benda mirip kompas yang juga dilengkapi oleharah mata angin. Kata pria jenius itu kita harus melemparkan dengan kencang paintball ini ke tubuh monster buruan kita agar menempel dan mampu dilacak kemana pun monster itu pergi menggunakan alat ini. Benar-benar canggih.
Angin berdesir kencang dan menerpa tubuh kami bertiga. Maklum saja karena tidak jauh di belakang sana terdapat lembah yang cukup dalam. Jadi tempat kami bediri sekarang ini bisa dibilang merupakan tepian tebing yang lapang dan landai. Bau amis dari ceceran darah dua ekor Ioprey yang baru saja kami bunuh menyeruak karena terbawa oleh angin. Baunya benar-benar pekat dan membuat sedikit mual.
"Naruto, Sasuke-kun, apa kalian berdua mendengar seperti ada suara banyak langkah kaki dan dedaunan yang bergesekkan?" Sakura mulai panik.
Kutajamkan pendengaran baik-baik. Aku juga mendengarnya. Sepertinya itu mereka, kawanan Ioprey dan juga Iodrome yang akan membalas dendam atas kematian teman mereka yang kami bunuh.
"Teme dan Sakura-chan, bersiaplah." ekspresi Naruto berubah menjadi sangat serius. Kedua matanya tidak berkedip barang sedikitpun dari arah pepohonan Akasia yang berada belasan meter dari tempatnya berpijak.
Ini lah mereka. Raungan mereka mulai bersaut-sautan satu sama lain. Derap langkah kaki mereka pun makin terdengar keras.
Krah... Krah...
Krahh... Krah...
Kraah... Krahh...
Sekawanan Ioprey muncul dari balik rerimbunan semak dan pohon. Baik dari tanah maupun dari dahan. Jumlah mereka kurang lebih ada delapan ekor. Ditambah seekor lagi...
KRRAAHHH...
Wajahku dan Naruto terpaku saat melihat sesosok monster berukuran dua kalilipat dari Ioprey biasa dengan sebuah jengger berbentuk kapak yang berada tegak vertikal di atas kepalanya. Itu dia...Iodrome!
"Naruto, ini gawat. Kakashi-sensei dan asistennya belum datang sedangkan tamu kita sudah datang." kataku dengan nada cemas.
"Iya Sasuke. Kita akan rugi kalau seperti ini." balasnya.
Sakura mundur selangkah demi selangkah. Sepertinya dia merasa takut dengan segerombolan monster berwarna merah marun yang mampu menyemburkan cairan beracun yang kini sedang bersiap untuk menyerang. Bukan, lebih tepatnya membalas dendam.
Wajah Iodrome itu terlihat datar dan tenang. Ia melangkahkan kedua kaki besarnya perlahan menuju ke arah kami bertiga sebelum akhirnya langkahnya berubah menjadi lari!
KRAAAHHH!
"NARUTO! MAJUUU!" teriakku keras.
-TSUZUKU-
Yosh, akhirnya bisa update juga. :)
Gak pakai lama ya karena di kotak review kemarin gak ada yang bertanya apapun, hehe. :D
Terima kasih bagi yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca fic ini.
