DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO
RATE : T
WARNING : AU, 1ST POV
MONSTER HUNTER©CAPCOM
.
.
.
(AUTHOR NOTE : Diharapkan kepada readers sekalian untuk mencari nama monster yang author cetak tebal di *monsterhunter. wikia* demi kelancaran dan kenyamanan dalam membaca.)
.
.
.
~Slay The Leader~
"NARUTO! MAJUUU!" teriakku keras.
Sepersekian detik setelah komandoku, pria dengan armor berwarna oranye kemerahan itu segera melangkahkan kedua kaki ke depan dengan kecepatan maksimal.
"Heyyaaah!" Naruto menusukkan Rasengannya ke sekumpulan Ioprey yang berdiri di hadapannya namun...gagal. Mereka mampu menghindar!
Kraah!
Seekor Ioprey yang mampu menghindari tusukkan great lance berwarna dasar putih tadi malah berbalik menerkam Naruto dengan gesitnya.
"Argh!" pria itu kesakitan saat lengan kirinya terkena gigitan dari monster berwarna merah barusan. Dan terjatuhlah dia ke tanah.
Naruto terkejut saat mendapati armor pelindung tangannya sedikit meleleh akibat gigitan dari Ioprey yang barusan saja. Aku yakin jika gigitan itu bukan gigitan biasa. Beracun.
"Sasuke-kun, tolong Naruto cepat!" teriak Sakura panik. Dia menyuruhku untuk bergerak cepat.
Aku menoleh ke belakang dengan cekatan, "Sakura, kau kacaukan formasi mereka dengan sonic bomb dan smoke bomb. Kacaukan penglihatan mereka pertama setelah itu biarkan pendengaran mereka yang lemah terganggu."
Tanpa perlu menjawab sepatah kata, Sakura langsung mengambil sebuah smoke bomb serta sebuah sonic bomb seperti yang kuperintahkan. Ia secepat kilat melemparkan bom asapnya terlebih dahulu ke arah kawanan Ioprey yang sedang mengerumuni Naruto.
POOOOFFF!
'Bagus. Itu akan mengacaukan penglihatan mereka. Sekarang giliran bom suara yang mengambil peran' batinku mantap.
Sakura pun melemparkan sonic bomb tak lama setelahnya.
ZZZIIIINNGGG!
Aku berlari kencang menuju ke kawanan monster yang sedang mengerumuni Naruto. Memegang gagang pedang hitam Amaterasuku sekuat mungkin dan bersiap untuk menebas mereka.
Krah...
Kraah...
Krah...
Kraahh...
Tanpa perlu bersuara aku segera menyabetkan tepian pedangku ke kawanan monster brengsek yang sedang kepanikkan itu.
(ZRAAATT)
"Rasakan itu brengsek." aku lumayan senang karena usahaku kali ini menuai hasil. Seekor dari delapan ekor kawanan Ioprey terkena sabetan pedangku tepat di lehernya dan membuatnya mati seketika.
Melihat ada kesempatan untuk menyerang balik dengan memanfaatkan situasi kacau, Naruto mengambil Rasengannya yang tergeletak di atas tanah dan menusukkannya ke dada seekor Ioprey yang berdiri persis di hadapannya tanpa pikir panjang.
(JLEEBB)
Kraaahhh...
Korban dari keganasan ujung tombak besar itu pun mau tidak mau harus merasakan rasa sakit teramat sangat di dadanya sebelum akhirnya tak bergerak sama sekali.
"Kerja bagus Sasuke! Dua ekor sepertinya telah tumbang." ucap Naruto dengan nada senang.
"Jangan lengah dan senang dulu. Masih ada enam ekor Ioprey lagi dan..."
'Tunggu-tunggu. Dimana pemimpin kawanan monster ini? Iodrome yang harusnya kami hadapi itu?'
Kutolehkan kepala ke kanan dan kiri juga belakang berulang kali. Tapi aku tak melihat sosok monster yang berukuran tubuh dua kalilipat dari Ioprey itu. Kemanakah dia? Apa jangan-jangan makhluk itu baru mau bertarung setelah seluruh anak buahnya tewas? Jika begitu...ini akan sulit. Mengalahkan kedelapan ekor raptorial bird-wyvern beracun saja aku tak menjamin bisa seratus persen. Apalagi ditambah harus membunuh sang target yang pastinya lebih sulit dan ia dalam kondisi prima. Bagaimana ini?
"Mati kauuu!"
(JLEB)
(JLEEB)
Naruto tak mau membuang kesempatan untuk mencabut nyawa seekor Ioprey yang masih rabun karena bom asap. Ia berhasil menusuk dengan keras ke bagian leher serta bahu sehingga mengakibatkan kematian langsung.
Tapi sayang. Efek smoke bomb yang cuma berdurasi selama tiga menit kini telah sirna perlahan-lahan. Aku dapat melihat dengan jelas keadaan sekitar dan begitu pun dengan para Ioprey itu. Masih tersisa lima lagi.
Kraahh...
Kraah...
Kraaah...
Sepertinya mereka benar-benar marah. Kelima ekor karnivora kecil itu bergerak lambat mendekati aku dan Naruto yang kini mundur perlahan ke belakang.
"Yo semuanya. Tetap berusaha."
'Suara itu...' aku menengok ke sumber suara. Disusul oleh Naruto dan Sakura.
"SENSEI?!" Naruto dan Sakura berteriak bersamaan.
Di atas dahan pohon yang tinggi terlihatlah kedua orang pria. Itu Kakashi-sensei dan Y yang merupakan penilai tambahan dalam ujian kali ini.
"Kalian bertiga, kalian harus berjuang sendiri tanpa bantuanku untuk lulus ya. Kalian pasti mampu." sensei memberikan dukungan moriil melalui perkataannya barusan.
Kami mengangguk mantap. Kelima monster yang sedang mengepung aku dan yang lain pun bersiap untuk menyerang.
Kraah!
Kraahh!
Kedua ekor Ioprey melompat bebarengan ke arahku dan Naruto. Dengan gesit aku menghindar melompat ke kanan dan Naruto melakukan gerakan roll ke samping kiri. Tapi...
Krah!
Krah!
"Errghh."
"Sial! Aaahh."
Saat kami baru saja menghindari serangan dari Ioprey barusan, tiba-tiba saja kedua ekor lainnya serempak menyemburkan cairan berwarna keunguan dari mulut mereka kepada kami berdua. Sungguh rencana cukup brilian yang sanggup dipikirkan oleh monster seperti mereka. M emanfaatkan kelengahan kami setelah menghindar dari terkaman yang pertama.
"Naruto, kau tidak apa-apa?" tanyaku cemas. Cipratan racun barusan sempat mengenai kaki kananku sehingga terasa panas dan perih. Sekalipun betisku terlindung oleh armor namun sepertinya lelehannya sanggup merasuk ke dalam daging. Kaki kananku sedikit mati rasa.
"Temee..." putra Minato Namikaze itu terkapar tidak berdaya di atas rerumputan. Wajahnya meringis kesakitan karena setelah tadi lengan kirinya yang sudah terkena racun akibat gigitan, kini gantian bagian perutnya yang harus merasakan sakit yang hampir sama.
Kraaah!
Ioprey terakhir yang belum sempat beraksi kini akhirnya melancarkan serangan pamungkasnya. Ia melompat ke arahku dan menahan tubuhku dengan kedua kakinya sehingga aku benar-benar mati kutu.
"Brengsek!" beban tubuh Ioprey yang pastinya tidak kurang dari delapan puluh kilogram benar-benar membuatku tak bisa bergerak sedikitpun. Moncongnya didekatkan ke arah depan wajahku. Ia bergemertak dan mulutnya mulai terbuka pelan-pelan. Sial! Aku bisa mati jika racun itu tepat mengenai mukaku dengan telak.
"Sasuke!" Kakashi-sensei mulai panik. Tapi dengan gesit tangan kiri Y direntangkan ke samping seakan memberi isyarat agar sensei tidak ikut campur jika ingin kami berempat lulus apapun kondisinya.
Aku mulai merasakan nafas dari monster yang kini sedang mengunciku mulai memanas dan berbau seperti racun. Aku sungguh sangat panik, cemas, ditambah takut. Bagaimana ini? Aku tak mau mati secepat ini.
"Sakura-chan!"
Aku terperanjat.
"Minggir kaaauuu!"
(CLASH)
Krah...
Hampir saja nyawaku berakhir jika saja Sakura tidak memberanikan diri untuk menyerang Ioprey yang nyaris membunuhku baru saja.
"Aku adalah bagian dari tim ini, Tim 7. Aku tak peduli jika nyawaku menjadi taruhannya asal yang lain selamat." ia menggenggam kencang sebilah kunai di kedua tangannya. Walau kalimatnya terdengar berani namun ekspresi wajahnya menunjukkan kesan sebaliknya, pucat pasi. Ioprey yang barusan ia lukai tepat di wajah kini bergerak mendekatinya. Diikuti oleh keempat kawannya yang lain. Gawat, aku yakin Sakura tak akan mampu untuk menahan serangan dari kelimanya sekaligus.
Sembari menahan rasa sakit aku berusaha untuk bangkit. Kutatap tajam kelima ekor monster jahanam itu yang sedang bersiap untuk menyerang Sakura secara serempak. Kuambil Amaterasu dari permukaan tanah dan menyiapkannya untuk membantai mereka semua. Iya benar...membantai mereka berlima.
"Sasuke, kau...kau mau menyerang mereka sekaligus?" tanya Naruto. Sepertinya ia masih kesakitan dan belum sanggup bangkit untuk bertarung.
"Diam kau Naruto." kataku dingin. Emosiku benar-benar membuncah. Sekalipun aku sering menganggap Sakura sebagai pengganggu namun...ia adalah rekanku. Dan ia telah menyelamatkanku barusan. Aku tidak mengindahkan rasa sakit di betis kananku dan berlari secepat yang aku bisa. Kuangkat pedang andalanku ke atas bahu kanan untuk diayunkan sekuat tenaga melalui kedua telapak tangan.
"Akan kubunuh kalian berlimaaaaa!"
Kutebaskan, kutebaskan, kutebaskaaann hingga mereka semua mati!
(ZRAAASSHHH)
Tiba-tiba saja pedangku menjadi panas dan sedikit lebih berat. Ayunannya memercikkan bara api berwarna hitam yang dengan cepatnya membakar kelima-limanya sekaligus.
Kraaahhh...
Kraahh...
Kraahhh...
Kraaahh...
Kraaaahhh...
Sakura segera meloloskan diri dan kembali bersembunyi di belakang batu besar sebelum ia pun ikut terbakar oleh api berwarna hitam yang aku saja sangat terkejut melihatnya. Apa yang sedang terjadi? Kenapa tiba-tiba Amaterasu ini mengeluarkan kobaran api dengan warna tidak normal seperti itu? Panasnya pun sangat terasa sekalipun jarak antara aku dengan kobaran api yang telah menghanguskan lima ekor Ioprey itu sejauh sepuluh meteran.
"Apa yang terjadi?" gumamku. Kuamati baik-baik pedang yang kupegang. Namun tak ada yang berbeda. Aku coba untuk menyentuhnya tapi ternyata tidak terasa panas sama sekali. Ini sungguh aneh. Apa jangan-jangan ini yang dinamakan dengan elemen sebuah senjata?
"Teme, ap...apa yang barusan kau lakukan?" Naruto menghampiriku dengan tertatih-tatih.
"Entahlah. Aku saja tidak tahu." jawabku singkat.
KRAAHHH!
Sudah kuduga. Iodrome yang sedari tadi hanya mengamati dari balik rerimbunan pohon kini terpaksa harus masuk ke dalam medan pertempuran karena kedelapan pengikutnya telah tewas kami bunuh. Monster yang terasa lebih menakutkan daripada Ioprey biasa itu melangkahkan kedua kaki besarnya dengan mantap dan keras. Sorot matanya memancarkan amarah yang luar biasa. Jengger berbentuk seperti sebuah kapak yang berada persis di atas kepalanya menambah kesan mengerikan dan seakan mengisyaratkan bahwa ia bukanlah monster yang pantas diremehkan.
"Naruto, apa kau mampu bertarung? Setelah mengeluarkan semburan api hitam tadi tiba-tiba saja energiku seperti tersedot banyak." aku mengelap bulir-bulir keringat yang menghiasi dahi.
"Kita harus beristirahat jika ingin menang Sasuke. Kita harus diobati dulu oleh Sakura dengan antidote jika ingin melanjutkan pertarungan." Naruto memegangi perutnya yang sepertinya semakin sakit saja akibat efek racun yang mulai bereaksi lebih. Apalagi lengan kirinya pun pasti ikut berkontribusi dalam melemahkan tubuhnya setelah luka gigitan yang bersarang di situ.
Sakura tiba-tiba saja sudah ada di belakang kami berdua. Ia memegang dua buah kunai pada masing-masing telapak tangannya.
"Kalian jangan lupakan aku Naruto, Sasuke-kun. Walaupun aku tidak sekuat kalian berdua tapi paling tidak aku tahu caranya membela diri saat terpojok." ucapnya tanpa keraguan sedikitpun.
Aku tersenyum kecil, "Baiklah. Pikirkan baik-baik hal ini. Kita lulus atau kita mati. Sebagai seorang hunter, tak boleh ragu dalam mengambil keputusan."
Iodrome itu membuka mulutnya lebar-lebar ke atas...
KRAAAAAHHH!
Kemudian ia bersiap untuk menyerang kami bertiga tanpa ampun.
H
U
N
T
E
R
Keadaan di dalam ruangan kerja Mizu Tate mulai memanas. Zabuza dan Choujuro sebagai pengawal pribadi Yagura benar-benar mewaspadai kehadiran Kisame di situ. Begitu pula dengan Ao selaku penasihat pribadi dari sang pemimpin negara air. Berulang kali ia membisikkan sesuatu di telinga atasannya itu karena sangat tidak percaya dengan kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh sang mantan pengawal pribadi Yagura, Kisame Hoshigaki.
"Jadi Kisame, apa kau bermaksud untuk menjalin hubungan kerja sama dengan Kirigakure?" Yagura menatap kedua mata bulat lawan bicaranya itu dengan tajam dan menusuk.
Yang ditanyai cuma terkekeh geli. "Khekhe, ya ya begitulah. Pemimpin kami ingin agar aku bernegosiasi denganmu menyangkut masalah perdagangan barang yang diminati oleh banyak kalangan, yaitu Monoblos Horn. Kami akan menjual murah beberapa item ini kepada kalian dan kalian boleh menjualnya kepada pembeli dengan harga yang tinggi. Semau kalian lah. Tapi..."
"Kau ingin agar Yagura-sama mengijinkan Akatsuki untuk masuk ke dalam pemerintahan negara? Begitu?" cecar Zabuza.
"Iya seperti itu." Kisame mengangguk. "Kami tak akan macam-macam, santai saja. Yang kami inginkan hanya lah sedikit campur tangan politik di negara ini." jelasnya lagi secara sopan. Tapi jika diperhatikan secara seksama, tersirat sebuah unsur kemunafikan pada sorot matanya.
Sang Mizu Tate menopangkan dagunya di atas kedua telapak tangannya. Raut mukanya sangat serius. Berusaha menimbang dengan hati-hati dan seksama keputusan yang akan ia ambil.
"Baiklah..." pria bertubuh pendek itu memejamkan sepasang matanya.
Kisame terkejut, sedikit tersenyum lega. "Ehh?"
"Zabuza." panggilnya singkat.
Sebuah ayunan pedang terarah kepada Kisame. Akan tetapi Kisame mampu bereaksi cepat dan menahan tepian Kubikiri Hocho dengan pedang Samehada miliknya.
(CTANG)
Kisame menyeringai licik. Zabuza menatapnya tajam.
"Maaf Kisame, aku menolak dengan tegas. Pergi dari sini secepatnya atau kami akan membunuhmu di tempat." ucap Yagura datar.
"Apa kalian yakin mampu membunuhku?" sindiran dari Kisame barusan membuat Choujuro dan Ao geram.
"Choujuro, bantu Zabuza menghabisi dia." perintah Mizu Tate.
H
U
N
T
E
R
Iodrome benar-benar diluar dugaan. Baik dari segi kecepatan maupun kekuatan, monster ini bisa dikatakan jauh dari spesies Ioprey biasa. Sekali serang saja ia mampu menggoyahkan formasi dari aku, Naruto, dan Sakura.
"Gwaah!" Naruto terlempar beberapa meter ke samping setelah sebelumnya Iodrome itu menyerudukkan kepalanya ke arah kami.
Aku sempat terjungkal namun mampu berdiri dengan cepat. Monster itu berbalik ke arahku dan melompat tinggi juga jauh guna menerkam.
-XXXXXXXXXX-
IODROME
Tipe Monster : Karnivora.
Ukuran : Kecil (Dua kalilipat Ioprey).
Gerakan Andalan : Terkaman, gigitan, dan semburan racun.
Monster Alpha yang memimpin kawanan dari Ioprey. Mereka lebih besar dari ukuran Ioprey pada umumnya, kurang lebih dua kalilipat. Iodrome memiliki sebuah jengger di atas kepalanya yang menyerupai bentuk kapak. Serangan racun yang ditimbulkan olehnya konon lebih kuat serta mematikan ketimbang racun Ioprey biasa.
-XXXXXXXXXX-
(CTANG)
Kutahan gigitannya dengan pedang besar milikku. Sial, di saat-saat seperti ini aku sudah mulai kehabisan tenaga setelah melewati pertarungan melawan delapan ekor Ioprey sebelumnya serta yang paling menguras energiku adalah mengeluarkan serangan api hitam tadi. Kalau begini Naruto harus membantuku apapun keadannya.
"Sakura! Cepat sembuhkan Naruto terlebih dahulu. Errghh..." Iodrome benar-benar kuat. Semoga saja aku mampu menahannya selama beberapa menit untuk mengalihkan perhatiannya dari Naruto.
Sakura kini sudah berada di samping Naruto. Dengan sigap dia segera memberikan antidote kepada pria berkumis rubah itu untuk diminum serta jenis yang satunya untuk dioleskan di bagian yang terinfeksi.
"Antidote ini tidak serta-merta membuatmu pulih seperti sedia kala dalam sekejap Naruto. Akan tetapi paling tidak infeksimu akan berhenti dan berangsur-angsur pulih sehingga kau mampu membantu Sasuke-kun. Aku juga akan ikut bertarung." kata Sakura penuh kemantapan.
"Tapi Sakura..."
"Tidak ada tapi-tapian. Kita tunggu selama kurang lebih lima menit hingga antidote itu mulai bekerja dan setelahnya kita akan kembali ke dalam pertempuran." lanjut wanita berambut merah muda itu.
Naruto pun memahami. Dia menganggukan kepala.
Adu kuat antara Amaterasuku dengan taring Iodrome sudah usai. Aku mundur ke belakang pelan-pelan untuk mempersiapkan langkah selanjutnya. Monster setinggi dua setengah meter itu berlari ke arahku dengan kecepatan penuh.
KRAAHH!
Hampir saja. Terkamannya yang benar-benar cepat itu nyaris menyentuh tubuhku jika aku tidak segera menghindar. Akan kuserang selagi dia menghadap ke arah yang sebaliknya.
"Zeeyatt!"
Apa? Ia berbalik secepat kilat?
KRAH!
"Arrgghh aahhh!" aku mengerang sangat keras karena racun yang disemburkan oleh makhluk berkulit merah itu benar-benar terasa lebih menyakitkan dua kalilipat ketimbang yang dikeluarkan oleh para kawanannya. Kini dadaku yang terkena. Jika aku tidak memakai armor maka bisa dipastikan racun ini akan merembes ke dalam jantungku dan aku akan mati setelah itu.
"Sasuke-kun!" Sakura kepanikkan.
"Teme! Serahkan kepada kami berdua." Naruto dipapah oleh Sakura untuk berdiri. Baru saja satu setengah menit dan dia sudah mau kembali bertarung?
"Jangan bodoh kau Naruto..." umpatku. Situasinya benar-benar gawat. Kini aku terkapar di atas tanah dengan luka racun yang bisa dibilang tidak sepele. Sementara Naruto belum bisa dikatakan mampu bertarung karena ini terlalu dini bagi antidote itu untuk mulai menetralisir racun di dalam tubuhnya. Sakura...ia tidak bisa diharapkan di dalam sebuah pertarungan. Apalagi melawan pemimpin dari spesies terkuat di antara raptorial bird-wyvern lainnya.
KRAH KRAAH...
Suaranya terdengar lebih keras dan nyaring ketimbang para kawanannya. Setapak demi setapak ia mendekati posisiku yang kini tengah terlentang kesakitan di tanah. Kuharap Shikamaru sudah menyelesaikan jebakan yang dia pasang sehingga akan memudahkan untuk membunuh monster ini.
Sssshhh...DHORRR!
Sebuah suara tembakkan? Kupalingkan wajahku ke arah samping dan benar saja. Terlihat sebuah kepulan asap berwarna hijau tua yang meluncur ke atas dari arah barat laut tempat ini.
"Kejar aku bodoh!"
"Kemarilah!"
Teriakkan barusan yang diciptakan oleh Naruto serta Sakura membuat perhatian makhluk ini teralih seketika ke arah mereka berdua. Bagus!
"Naruto! Bawa ia ke tempat Shikamaru!" ujarku lantang.
Sahabatku itu tersenyum ke arahku sebelum Iodrome ini berbalik untuk mengejarnya dan Sakura.
KRAAAHHH!
-TSUZUKU-
Yosh, chapter 10 sudah diupdate :)
Terima kasih banyak bagi yang sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca :D
