Langkah Naruto terhenti, ketika punggungnya menyentuh pohon lain. 'Sial..?!' batin Naruto kesal. Melihat Naruto lengah, pemuda itu memanfaatkan kesempatan. Dijepitnya Naruto diantara kedua tangannya dan sebuah pohon. Benar-benar posisi yang merugikan bagi Naruto. Dengan seringai yang terukir sempurna di wajah, pemuda itu mendekatkan wajahnya dengan wajah Naruto, semakin dekat, lebih dekat lagi, menutup jarak di antara mereka, dan…,


Naruto Masashi Kishimoto

Author HikaruMinori

Disclaimer Naruto milik Kishimoto-sensei, Mino-chan cuman meminjam untuk Fic ini

Rated T

Pairing SasuFem!Naru

Warning Typo, Alur berantakan, Gaje, Masih kaku, DLL

DON'T LIKE, DON'T READ


"Hmpfft..,"

"Kau sangat bodoh dengan wajah itu, putri," ejek pemuda itu.

Mendengar itu, Naruto langsung membuka matanya dan mendorong jauh pemuda itu.

"A-APA…?!" teriak Naruto dengan wajah merah, sangat merah karena mehana rasa kesalnya.

"Memang kau bodoh 'kan?" tanya pemuda itu dengan santai.

"KAU…! SIAPA SIH KAU INI..?" bentak Naruto dengan emosi yang keluar dari sekitar tubuhnya.

"Sasuke, Uchiha Sasuke. Pangeran dari DarknessLand," ucapnya dengan wajah datar.

"Kau dari DarknessLand ? Berarti kau..," kata Naruto setelah emosi-nya menghilang, belum selesai Naruto berkata, Sasuke telah memotong perkataannya.

"Iya, aku seorang Vampire," kata Sasuke yang mengerti arah perkataan Naruto.

Keheningan menghampiri mereka, tak ada yang mau berbicara. Hanya memandang satu sama lain, berbicara dengan pikiran masing-masing. Hingga pada akhirnya, sebuah suara misterius menghancurkan keheningan diantara mereka. 'Kembalilah..' suara seperti bisikan, terucap dengan santai, namun ada nada penekanan pada suara itu. Seolah-olah mengajak seseorang untuk kembali. Setelah suara itu menghilang, Sasuke langsung membuka suara.

"Aku harus kembali ke negeri 'ku, suara tadi sepertinya di tunjukkan padaku," ucap Sasuke sebelum berlalu, dan menghilang di antara pepohonan.

Melihat itu, Naruto hanya terpaku dalam diam. 'Padahal ada banyak hal yang ingin ku tanya'kan padanya.. hah~' batin Naruto kecewa. Naruto memutuskan untuk kembali ke kerajaan., tanpa menyadari ada sepasang mata mengawasinya sedari tadi.

.

.

.

"Selamat pulang, tuan putri," ucap seseorang, ketika melihat Naruto telah berada di kerajaan.

"Ah, iya. Shizune-san, kenapa ada disini?" tanya Naruto.

"Memang kenapa? Apa kau tidak senang?" kata Shizune dengan raut wajah kecewa.

"T-Tidak, aku hanya bingung, bukankah kau harusnya masih di SeaLand," ucap Naruto dengan cepat.

"Ya, memang seharusnya aku masih di SeaLand , namun, Tsunade-sama memanggilku secara mendadak," jelas Shizune.

"Hmm, begitu ya," ucap Naruto mengerti.

Setelah perbincangan kecil itu, Naruto memutuskan untuk ikut Shizune ke ruang Tsunade. Koridor demi koridor dilewati, tanpa mereka sadari mereka telah tiba di depan pintu berkayu jati setinggi 7 meter dan selebar 5 meter, tidak lupa dilapisi berlian berkilau disekitar-nya. Sebelum memasuki pintu megah itu, Shizune mengetuk terlebih dahulu, barulah Shizune dan Naruto membuka pintu secara perlahan, lalu masuk ke dalamnya.

Terlihat di depan mata, seorang wanita paruh baya memakai baju kerajaan, tengah mencicipi teh hangat di balik meja santainya. Wanita itu adalah Tsunade – FortuneQueen. Mendapati ada tamu diundang dan tak diundang, Tsunade menyuruh tamu tersebut untuk duduk di kursi yang kosong. Tsunade dengan anggun menuangkan teko berisi teh kedalam cangkir yang tersedia di meja tersebut.

"Minumlah dulu."

"Sebelum ke topic pembicaraan, tak kusangka seorang Naruto mau datang keruangan 'ku tanpa di paksa. Ada apa?" tanya Tsunade dengan nada menggoda.

"Aku yang harusnya bertanya ada apa padamu, Baa-san?" jawab Naruto dengan santai.

"Hm, sudah pintar menjawab rupanya. Baiklah, aku mulai pertemuan ini. Kita akan membicarakan tentang 'Pangeran DarknessLand, Uchiha Sasuke" jelas Tsunade dengan raut wajah berubah serius.

Dalam sedetik ruang itu langsung mengeluarkan aura suram dan cukup tertekan. Sehingga menyebabkan orang-orang di dalam atau di luar ruangan itu merasakan seperti ada malaikat kematian di dekat mereka. Bahkan, Shizune maupun Naruto mengeluarkan keringat dingin. Jantung mereka berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. 'A-Apa yang terja-jadi..?' batin mereka bertanya-tanya.

"Naruto, jujur kau bertemu dengan orang itu 'kan?" tanya Tsunade sambil menatap Naruto tajam.

"T-T-Tidak s-sengaja bertemu kok," jawab Naruto terbata-bata.

"Kalau kau Shizune?" tanya Tsunade pada Shizune.

"A-Aku tak pernah bertemu," ucap Shizune sejujur-jujurnya.

"Hmm, baiklah. Dengarkan semua ucapan 'ku secara baik-baik..," kata Tsunade, sebelum mem-fokus'kan pembicaraan ke topic. Naruto maupun Shizune hanya mengangguk, tanda mengerti.

.

.

.

Perbincangan itu, berakhir selama tiga jam. Naruto sudah berada dalam kamarnya, berbaring di ranjang QueenSize. Shizune? Dia sudah kembali ke SeaLand. Dengan perasaan masih tertekan dengan apa yang terjadi di ruangan Tsunade, membuat Naruto benar-benar ingin pingsan, karena batin-nya yang tidak kuat lagi. 'Haaahh…, lebih baik 'ku mendinginkan diriku,' batin Naruto. Akhirnya, Naruto bangkit dari ranjang-nya dan menuju kamar mandi.

.

.

.

Crsss…rsss...

Bunyi shower, yang membuktikan bahwa sedang menyala dan terdapat seseorang di bawahnya sedang menikmati sentuha-sentuhan air yang mengenai helai demi helai rambut, dan juga kulit-nya. Hening, tak ada suara lain kecuali suara shower menyala. Naruto yang berada di antaranya, hanya diam layaknya patung. 'Apa benar yang dikatakan, Baa-san?' batin-nya. Bergulat dengan pikirannya, membuat Naruto capek sendiri. Ingin tak peduli, namun pikiran yang ingin dia tenggelamkan, selalu muncul terus-menerus keatas permukaan. Tanpa sadar, Naruto menarik sudut bibir-nya menjadi sebuah senyuman manis. Entah apa yang dia pikirkan, hanya dia dan Kamisama yang tahu.

"Huahhh.., segar-nya.," ucap Naruto saat keluar dari kamar mandi, dengan memakai piyama berwarna orange.

"Semua beban dan tekanan serasa telah keluar.., fiuuhh..," lanjutnya.

Naruto berjalan ke meja rias-nya. Sambil mengeringkan rambut pirangnya dengan handuk, Naruto menatap dirinya yang terpantul dalam cermin, dan mulai kalut dalam lamunan. Tanpa Naruto sadari, seseorang dari luar, berjalan mendekat ke kamar Naruto, yang semakin lama semakin dekat. Saat seseorang itu, telah di depan pintu kamar Naruto, tanpa permisi ataupun mengetuk pintu. Orang itu langsung masuk begitu saja. Hal itu membuat Naruto sangat terkejut.

CLEK…

"Jangan melamun terus..," ucap orang itu dengan santai.

"WAAA…?!" kejut Naruto yang hampir terjungkal dari kursi rias-nya.

"Ssst.., jangan teriak-teriak.. ini sudah malam.., kau tahu..," kata orang itu, dan tanpa permisi ia langsung duduk di pinggir ranjang milik Naruto.

"Ah, kau Gaara. Ketuklah pintu, sebelum masuk. Baka..," ucap Naruto setelah melihat siapa orang yang telah membuat-nya terkejut.

"Dan…, jangan 'lah kau bersikap ini sama dengan kamarmu. Asal masuk dan seenak jidat duduk di ranjang 'ku..!" kesal Naruto.

"Iya, gomen..," ucap Gaara meminta maaf.

Naruto hanya bisa menghela nafas, melihat tingkah sepupu sekaligus ksatria dalam kerajaannya. Sungguh keras kepala pemuda di depannya, Naruto hampir hilang kendali menghadapi Gaara. Jika saja Naruto tak ingat kalau Gaara adalah sepupu-nya, mungkin sekarang Gaara telah tak terlihat batang hidungnya.

"Kenapa malam-malam ke kamarku?" tanya Naruto.

"Tidak, hanya ingin berkunjung saja..," jawab Gaara dengan santai.

"Ini bukan rumah yang dapat di kunjungi secara mendadak.., ini adalah kamar, kamarku. Sekarang lebih baik kau keluar, aku ngantuk sekali.., Ok?" ucap Naruto seraya menarik Gaara keluar kamarnya.

"Baik, baiklah," kata Gaara menyerah, dan menurut.

Gaara dengan terpaksa meninggalkan kamar Naruto, dan Naruto langsung menutup pintu kamar setelah melihat Gaara pergi menjauh dari kamarnya, lalu mengunci pintu tersebut. Mata Naruto sudah tak dapat di ajak bekerja sama lagi, dengan langkah lemas Naruto langsung merebahkan tubuhnya ke ranjang. Perlahan-lahan matanya tertutup, dan tak lama kemudian terdengar dengkuran kecil nan lembut dari kamar Naruto

.

.

.

Matahari telah menampakkan wujudnya. Naruto pun telah rapi dengan gaunnya. Seperti biasa, jalan-jalan pagi sekaligus melihat rakyatnya beraktivitas. Sebelum keluar Naruto sempat bertemu Gaara, dan berniat ingin mengajaknya jalan-jalan bersama. Namun, Gaara menolaknya dengan alasan ia sedang sibuk. Alhasil, Naruto berjalan-jalan sendiri seperti yang Naruto lakukan sebelumnya.

Puas dengan berkeliling dari satu desa ke desa lain, Naruto entah tanpa sadar telah berada di taman yang sebelumnya pernah ia kunjungi. Naruto memutuskan untuk jalan-jalan di taman tersebut, dan langkah kakinya terhenti tepat di depan pohon dimana ia dan Sasuke bertemu. Bicara tentang Sasuke, Naruto baru ingat bahwa ia tak pernah melihatnya lagi. Tak mau pusing, dan karena sudah lelah. Sekalian saja, Naruto mengambil tempat untuk dirinya duduk-bersender, lalu mengistirahatkan diri dan tanpa sadar berakhir dengan terlelap.

.

.

.

'Nghh.., kok seperti ada seseorang yaa?' batinnya penasaran

Dengan perlahan Naruto membuka matanya, menyesuaikan cahaya yang menyerah bola matanya. Alangkah terkejutnya. Tepat di hadapannya, Sasuke menatapnya secara dekat. Duduk saling berhadapan, menatap satu sama lain, dan itu berlangsung sampai beberapa detik hingga Sasuke angkat bicara.

"Kita bertemu lagi, putri," ucapnya sambil mengambil tangan kanan Naruto, lalu menggenggam dan mengecupnya.

"Ah, tung- Nggh…?!" sentak Naruto saat tangannya bersentuhan dengan tangan Sasuke. 'Dingin..,'

"Tanganmu hangat..," komentar Sasuke, terus dengan menggenggam tangan Naruto dan secara perlahan mendekatkan diri pada tubuh Naruto, hingga kening bertemu kening. 'Kehangatan tangannya pelan-pelan mengalir padaku., kedua telapak tangan dan jariku menjadi hangat, seperti ada listrik yang mengalir diantaranya.'

.

.

.

TBC


Gomen, lama yaa…, habisnya Minori harus menjaga Hikaru yang mendadak demam.., Merepotkan, semoga chap kali ini reader suka ya.., emang gak panjang sih soalnya.., belum biasa nulis panjang-panjang ^^.. Thank's yang udah mau Review dan Menunggu.., Oke, sama seperti lalu-lalu REVIEW & REVIEW.. arigatou..