You're My PeterPan! Chapter II

Tittle : You're My PeterPan!

Author : Byun_Jae

Main Cast :
- Byun Baekhyun (EXO-K)
- Park Jae In (OC)

Support Cast :
- Park Chanyeol (EXO-K)
- Kim Jongdae (EXO-M)
- Huang Zi Tao (EXO-M)
- Kim Joonmyeon (EXO-K)
- Oh Sehun (EXO-K)
- Kim Jongin (EXO-K)
- Xi Luhan (EXO-M)
- Wu Yi Fan (EXO-M)
- Kim Minseok (EXO-M)
- Zhang Yixing (EXO-K)
- Do Kyungsoo (EXO-K)
- Ahn Yoo Ra (OC)
- Kim Young Su (OC)
- OC

Genre :
- Romance | Family | Drama

Rating :
- PG15+

Chapter II
PeterPan and Tinkerbell

Suasana kampus pagi ini begitu ramai. Semua mahasiswa yang mendapatkan jadwal kelas pagi bergegas memasuki kelasnya yang telah di tentukan. Termasuk Jae In dan Yoo Ra yang kini sudah memasuki kelasnya dan duduk di kursi masing-masing.

Yoo Ra melirik layar ponselnya –memasang ekspresi bahagia melihat fotonya bersama EXO dan dia berdiri disamping Oh Sehun. Impiannya terwujud, dan itu semua merupakan mimpi indah baginya. Jae In yang melihat keanehan sahabatnya menggeleng-gelengkan kepalanya. Terlintas dibenaknya dengan ponselnya. Di ambilnya ponselnya dan melihat kontak LINE nya. Namja gila, pikirnya.

Tak lama kemudian dosen pun masuk ke dalam kelas. Cepat-cepat dia memasukkan ponselnya kembali dalam tas dan mengeluarkan bukunya –siap kembali berkutik dengan ilmu politik.

Sedaritadi Baekhyun menatap layar ponselnya. Menunggu sebuah panggilan? Atau pesan? Mungkin dia menunggu kedua-duanya. Tapi hasilnya nihil, layar ponselnya hitam tidak menandakan ada apa-apa. Dia berdecak kesal dan sembari berjalan ke perkumpulan teman-temannya yang berada disudut ruangan –sedang bersenda gurau. Lebih tepatnya mereka sedang mem-bully Kris si leader EXO-M sekaligus Rapper. Seperti biasa, Chanyeol dan Sehun mengerjai hyung mereka itu tanpa ampun.

"Baekhyun, kau darimana?" Tanya si namja berasal cari Changsa –Lay. Yang kebetulan tidak ikutan membully –dan duduk di meja ruang tengah dorm.

Baekhyun menghentikan langkahnya "Haa! Oh… Itu tadi aku dari halaman depan mencari udara segar, Hyung. Cuacanya bagus" ucap Baekhyun asal.

Lay tanpa mencurigai Baekhyun pun menganggukkan kepalanya dan melihat keluar arah jendela

"Benar! Cuacanya sangat bagus, aku jadi ingin berjalan-jalan di luar" ujar Lay.

"Tapi jam 10 nanti kita ke basecamp untuk latihan, Hyung. Sayang sekali"

Lay menghela napasnya dan tersenyum manis layaknya tidak terjadi apa-apa. Dan Baekhyun pun terkekeh.

"Kau tidak ikutan membully Kris hyung bersama mereka" Lay menunjuk kearah Chanyeol, Sehun, Chen, Kai, dan Luhan yang sudah membawa Kris di sofa ruang tengah. Baekhyun melirik kearah segerombolan teman-temannya dengan tertawa ketika Kris berteriak meminta mereka berhenti untuk membully nya. Dan ada apa dengan Byun Baekhyun? Biasanya dia akan bersemangat jika sudah mendapatkan korban? Tapi kali ini tidak, dia kembali ke kamarnya dan duduk di sisi ranjangnya sambil terus melirik layar ponselnya.

"Hyung, apa terjadi sesuatu dengan Baekhyun hyung?" Tanya D.O kepada Suho yang sibuk dengan ponselnya –ternyata sedaritadi walaupun D.O berkutat dengan bukunya ternyata juga memperhatikan Baekhyun berbicara dengan Lay.

"Entahlah" Suho mengidikkan bahunya tanda tidak tahu.

"YAAA! KALIAN BERHENTILAH SEBELUM AKU MELEMPAR KALIAN KE KANDANG HARIMAU" Teriak Kris yang kini sudah berdiri diatas meja dengan wajah memerah menahan marah dan geli sedaritadi adik-adiknya kecuali Luhan yang memang dia lebih muda 8 bulan dari Luhan. Semua tersangka pembully-an nya tertawa terpingkal-pingkal puas melihat Kris mengamuk. Dan tanpa tahan melihat kegilaan mereka pun Kris pun ikut tertawa –turun dari meja dan mengejar mereka.

Xiumin dan Suho tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah teman-teman se-grup nya itu.
—-

Distrik Seoul di sore hari terlihat indah, lampu-lampu untuk penerangan jalan sudah di nyalakan –termasuk jejeran estalase pertokoan elit di kawasan Gangnam-gu sudah menyalakan lampu penerangannya. Jae In memandang sekelilingnya, menikmati indahnya suasana senja menjelang malam itu. Jam sudah menunjukkan pukul enam lewat. Jalanan masih ramai di lewati oleh pengendara dan orang-orang pulang dari aktifitasnya.

Jae In masuk ke salah–satu caffe langganannya yang terletak dipinggir pertokoan elit. Caffe berukuran kecil –dan ketika dia membuka pintu caffe itu. Dia sudah disambut oleh seorang namja bertubuh tinggi dengan perawakan yang manis –menurut Jae In.

"Selamat datang Jae In-ssi, kau ingin minum Hot Cappuchino dan sepotong Tiramisu" tawar namja bername-tag Kim Young Su. Jae In terkekeh dan mengambil tempat duduk di mini bar Caffe itu.

"Jangan terlalu formal Young Su" kekeh Jae In –diangguki oleh Young Su dengan tawa renyahnya.

"Tunggu sebentar! Akan ku siapkan untukmu" ucap Young Su yang mulai membuat pesenan –tidak! Lebih tepatnya menu kesukaan pelanggannya itu yang juga merupakan teman dekatnya sewaktu SMA.

Setelah menu kesukaan temannya jadi dan siap dihidangkan. Young Su meletakkannya ke dalam talam coklat dan meletaknya di hadapan Jae In.

"Selamat menikmati" ucap Young Su.

"Gomawo" balas Jae In sedikit menyeruput Hot Cappuchino nya –walaupun asap masih mengepul dari cairan kecoklatan muda itu.
Young Su melirik kiri-kanan seolah mencari seseorang.

"Kau mencari siapa?" Tanya Jae In yang mengikuti gerakan mata Young Su. Di caffe itu hanya ada beberapa pelanggan yang sedang menikmati pesanannya termasuk Jae In.

"Ah… A-Aniyo, kemana Yoo Ra?" Tanya nya.

Jae In mengangguk paham "Dia tadi pulang duluan, katanya dia membantu ibu nya untuk menyiapkan makan malam untuk tamu ayahnya" jawab Jae In dan diangguki oleh Young Su.

"Bagaimana dengan kuliahmu? Apa menyenangkan" Young Su bertanya kembali dengan topik yang berbeda dan terkekeh ketika melihat raut wajah temannya itu berubah sambil menghela napas berat.

"Seperti yang kau lihat! Aku selalu melarikan diri kesini sehabis pulang kuliah untuk menikmati ini dan untuk sekedar melepas stress ku, ini menyebalkan" gerutu Jae In.

Young Su terkekeh paham dan mengangguk.

"Aku tidak seberuntungmu Young Su, kau masuk di jurusan yang kau inginkan! Sedangkan aku, dituntut untuk masuk jurusan ini" lanjut Jae In.

"YA! YA! Apa pun itu adalah pilihan terbaik untukmu dan masa depanmu, Jae In" peringat Young Su.

Jae In menyuapkan sepotong Tiramisu ke mulutnya dan mendongak kearah Young Su.

"Walaupun nantinya aku akan menjadi seorang politisi, aku ingin tetap berada didunia seni ku" ujar Jae In lagi menatap sendu –mengingat pertentangannya dengan ayah dulu saat dia ingin menjadi seorang seniman.

"Itu bisa saja asalkan kau bisa mengimbanginya" ucap Young Su tersenyum.

"Of course!" sahut Jae In dan kembali memakan Tiramisu nya.

"Bagaimana kabar nenek?"

Seketika mata Jae In terbelalak –menghentikan aktifitasnya menikmati Tiramisunya. Lalu melirik kearah jam tangan berwarna soft blue yang melingkar manis di tangan kanannya.

"Ada apa?" Tanya Young Su heran.

"Aku lupa kalau hari ini aku harus menemani nenek ke Rumah Sakit" ucap Jae In –bergegas mengambil dompetnya dan mengeluarkan selembaran 10 won dari dompetnya.

"Apa nenekmu sakit lagi?"

Jae In menggelengkan kepalanya. "Aniyo, hanya check up saja. Aku pulang dulu" ucap Jae In meletakkan uang kertas itu diatas meja dan berlari keluar dari caffe.

Young Su terus menatap punggung gadis itu hingga menghilang dari pandangannya dan menghela napas sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Akh!" rintih Sehun –posisinya sekarang terduduk sambil memegang tangannya. Semua orang yang berada di studio saat melakukan gladi bersih di sebuah studio untuk melakukan comeback stage mereka berikutnya.

"Sehun-ah, kau tidak apa-apa?" Tanya Kai yang ada dihadapan Sehun dengan ekspresi panik melihat teman se-line nya itu.

Sehun terus meringis kesakitan sambil memegang tangannya "T-Tanganku sakit, Akhh!"

"Sehunnie, kenapa tanganmu?" Luhan panik melihat Sehun.

"Hyung, bawa Sehun ke Rumah Sakit" pinta Suho.

Manager Hyung yang sudah berada disamping Sehun mengangguki suruhan Suho.

"Biar aku yang menemaninya ke Rumah Sakit" tawar Baekhyun yang kini memapah Sehun.

"Aku ikut hyung" ujar Kai.

"Aku juga!" sahut Luhan dan diangguki oleh Baekhyun dan Manager Hyung.

Dan mereka pun membawa Sehun ke Rumah Sakit yang tidak jauh dari tempat studio

"Kau tadi kemana saja, heol? Lama sekali"

"Maaf Nenek! Tadi aku sehabis pulang kuliah ke caffe nya Young Su. Untung dia bertanya keadaan nenek dan aku langsung ingat kalau hari ini harus menemani nenek" ucap Jae In membela dari omelan neneknya –orang tua sekaligus keluarga satu-satunya yang dia miliki sekarang.

"Lagipula kan nenek bisa minta antar dengan Lee Ahjusshi" lanjut Jae In.

"Tidak! Kalau nenek memintamu temani nenek dan kau harus turuti" bantah sang nenek membuat Jae In mendumel tidak jelas sambil memapah sang nenek berjalan di koridor Rumah Sakit menuju ruang dokter Kim.

Kini mereka sudah berdiri di depan ruangan dokter Kim. Jae In pun mengetuk pintu tersebut dan menunggu sahutan dari dalam.

"Iya, silahkan masuk" ucap dokter Kim dari dalam –dan tangan Jae In yang satu lagi membuka kenop pintu ruangan.

"Oh, nyonya Park. Apa kabar?" begitu pintu dibuka dokter Kim langsung menyambut wanita tua itu –sekaligus pasiennya dengan ramah.

"Aku baik-baik saja, dan hari ini adalah jadwal check up ku" ucap Nyonya Park.

"Oh iya iya, memang benar" sahut dokter Kim tertawa renyah –Jae In yang melihat keakraban nenek dan dokter itu tersenyum.

"Jae In, apa kau sudah meminum obatmu?" tanya Dokter Kim mengagetkan Jae In.

"Eh! Ng… Su-sudah dokter" ucapnya bohong dan nada terbata-bata. Padahal dia sama sekali belum ada menyentuh obat-obat laknat itu hari ini.

"Baguslah kalau begitu"

"Hehehe… I-Iya dokter, kalau begitu aku menunggunya di luar saja" pamit Jae In sambil membungkukkan badannya dan berjalan meninggalkan ruangan itu.

Setelah keluar dari ruangan –Jae In pun duduk di kursi tunggu yang tersusun rapi di leretan lorong Rumah Sakit. Sesekali dia menghela napasnya dan menatap langit-langit koridor Rumah Sakit yang bercat putih –lalu berdiri kembali berjalan menuju lorong untuk menemukan pintu keluar.

"Tangannya mengalami cidera, kita harus melakukan rontgen untuknya agar bisa diperiksa lebih lanjut" ucap seorang dokter dihadapan Manager Hyung saat selesai memeriksa keadaan Sehun yang kini sudah berada di IGD Non-trauma.

"Lakukan dokter dan tolong berikan penanganan baik untuknya" pinta Manager Hyung dan diangguki oleh dokter –lalu bergegas meminta perawatnya untuk melakukan rontgen dengan tangan Sehun. Sementara di luar ruangan IGD. Kai dan Baekhyun duduk dengan pikiran semoga Sehun baik-baik saja. Dan Luhan sedaritadi bermondar-mondir di koridor sambil mengucapkan kata-kata yang merupakan sebuah do'a untuk adiknya Sehun –walaupun mereka bukan kakak beradik kandung tapi dia sangat menyayangi Sehun dan tidak hanya Luhan. Semua members EXO sudah menganggap Sehun adik mereka sendiri dan begitu juga dengan Sehun yang menganggap mereka adalah hyung nya sendiri.

"Hyung, duduklah! Sehun tidak apa-apa" ucap Baekhyun menyadari Luhan masih berdiri sambil bermondar-mandir.

"Aku terlalu khawatir" tegas Luhan dengan mata sudah mulai memerah.

"Luhan hyung, tenanglah! Sehun akan baik-baik saja" tambah Kai.

Luhan menghela napas –akhirnya dia menuruti Baekhyun dan Kai untuk tenang. Dan duduk di sebelah Baekhyun.

"Hyung, aku haus" rengek Kai dengan Baekhyun.

"Tunggu disini, biarku belikan minum" ucap Baekhyun berdiri dan berjalan meninggalkan mereka menuju kantin yang berada diujung Rumah Sakit.

Setelah membeli beberapa air mineral, Baekhyun pun membayarnya ke kasir dan keluar dari kantin tersebut. Dengan langkah gontai dia berjalan kembali untuk masuk ke dalam Rumah Sakit yang notebane nya Baekhyun tidak tahan dengan bau obat-obatannya. Namun, samar-samar penglihatannya menangkap sosok yang sangat familiar yang berjalan melirik ke kiri-kanan. Baekhyun mempercepatkan langkahnya untuk melihat lebih jelas siapa yeoja itu.

Ketika sudah dekat, benar? Baekhyun mengenalinya.

"Jae In-ah, sedang apa kau disini?" Tanya Baekhyun menghentikan langkahnya dihadapan gadis itu. Sontak Jae In juga menghentikan langkahnya dan mendongak melihat kearah depan. Matanya membulat.

"B-Baekhyun, sedang apa kau disini?" Jae In balik bertanya.

Baekhyun menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal "Aku disini menemani Sehun yang sedang cidera bersama Manager Hyung, Kai, dan Luhan hyung"

"Sehun…." Jae In mengantungkan kalimatnya.

Baekhyun mengangguk. "Tangannya cidera saat kami sedang melakukan gladi di studio, dia terjatuh"

Jae In mengangguk kepalanya, dan berpikir, jika Yoo Ra mengetahuinya pasti dia akan sedih.

"Lalu kau sedang apa disini?" lanjut Baekhyun bertanya.

"Aku sedang menemani nenek ku check up"

"Kau tidak menemaninya didalam?"

Jae In menggelengkan kepalanya dengan tatapan innocent.

"Dasar kau ini" kekeh Baekhyun "YAAAAA! Kenapa kau tidak menghubungiku, heol" gerutu Baekhyun.

Jae In baru sadar, dia lupa menghubungi Baekhyun. Tapi, lebih tepatnya dia malas dan apa yang mau dikatakan sama namja itu, pikirnya.

"Jeongmal Mianhae, aku lupa… hehehehe" kekeh Jae In dan membuat Baekhyun mem-poutkan bibirnya dan siapa saja yang melihatnya akan gemas. Sungguh menggemaskan.

"Kau lupa, heol. Kejam sekali kau" omel Baekhyun –kini mulut ahjumma nya kambuh.

"Nanti aku hubungi setelah aku pulang dari Rumah Sakit" ujar Jae In menyakinkan Baekhyun.

"Jinjjayo? Awas saja kau bohong" ancam Baekhyun –dan Jae In menganggukkan kepalanya sambil menaikkan jari manis dan jari tengahnya berbentuk "V"

"Baiklah! Aku ke IGD dulu, salam untuk nenekmu ya" ucap Baekhyun.

"Iya, salam juga untuk Sehun dan yang lainnya. Semoga Sehun tidak kenapa-kenapa dan cepat sembuh"

Baekhyun tersenyum mengangguk dan berdiri disamping gadis itu yang setinggi bahunya.

"Jangan lupa, Tinkerbell. Aku menunggumu" gumam Baekhyun pelan dan tersenyum lalu berjalan meninggalkan Jae In. Sontak gadis itu terkaget dengan perkataan Baekhyun dan menyatukan alisnya.

"Jangan lupa, Tinkerbell. Aku menunggumu"

"Tinkerbell? Mwoyaaaa? Dasar aneh" gerutu Jae In menggelengkan kepalanya dan kembali menuju ruang dokter Kim untuk bertemu dengan neneknya.

"Hyung, darimana saja? Lama sekali" gerutu Kai –ketika Baekhyun sudah muncul di depan IGD.

"Mianhae Kai-ya, tadi kantinnya sangat ramai" bohong Baekhyun membela diri.

"Ramai, tumben sekali" Kai menyatukan alisnya tanda tidak yakin.

"Sudahlah! Kau ini, minum saja" gerutu Baekhyun melihat ekspresi Kai.

"Luhan Hyung, minumlah" ucap Kai menyodorkan sebotol air mineral dan tangan Luhan meraihnya lalu meminumnya.

"Bagaimana dengan Sehun?" Tanya Baekhyun.

"Tadi manager hyung bilang setelah selesai di rontgen, ternyata tulang tangan Sehun retak" jelas Kai dan itu sukses membuat Baekhyun kaget dan membelalakan mata kecilnya. Dan aliran air mata sudah mengalir mulus pipi putih Luhan.

"OMONA! SEHUN KENAPA?" Histeris Yoo Ra melihat layar ponselnya.

Jae In sibuk dengan i-Pad di tangannya membaca cerita fiksi dari beberapa fans EXO. Tentu hal ini tidak diketahui oleh Yoo Ra, dia diam-diam mengamati peran Baekhyun dan semua peran members EXO didalam cerita fiksi tersebut.

"Jae In"

"Hmmm"

"Sehun…." ucap Yoo Ra menggantung. Sebenarnya Jae In sudah mengetahui lebih dulu, dan niat awalnya ingin memberitahu Yoo Ra malam itu juga tapi dia mengurung niatnya karena berita tersebut belum di muat di media.

"Kenapa dia?" tanya Jae In pura-pura tidak tahu.

"Dia mengalami cidera, tangannya. Dia jatuh! Kasihan My baby"

Jae In mengangguk paham dan menatap wajah murung Yoo Ra yang kembali menatap layar ponselnya. Sebuah LINE masuk didalam ponsel Jae In yang terletak diatas meja dihadapannya. Dengan sigap dia mengambil ponselnya dan melihat isi pesannya. Seketika dahinya mengerut, Baekhyun mengirim LINE.

"Aku menyerah" dengan sticker Cony marah.

Dahi Jae In yang mengerut kini merenggang. Dia sengaja tidak meng-LINE Baekhyun. Dan senyuman kepuasan tersungging dibibirnya.

"Jeongmal Mianhae, aku lupa lagi hehehehehe" balas Jae In dan ditambah sticker manis Cheery Choco.

"Sudahlah! Aku maafkan, tapi sebagai permintaan maafnya. Kau harus menemaniku jalan-jalan hari ini"

Mata Jae In membulat membaca isi chat Baekhyun dan dengan lincah jari-jari nya menyentuh layar touchscreen ponselnya.

"Mworago? Shireo"

"Kenapa kau tidak mau? Kau harus mau" paksa Baekhyun.

"Yaaa! Kau bodoh, heol. Kalau ketahuan publik bagaimana? Aku tidak mau"

"Kau akan aman bersamaku, percayalah"

Jae In mengimbang-imbang isi chat Baekhyun berikutnya, apa yakin dengan chat namja itu. Dengan sekali helaan napas berat. Jae In membalasnya lagi.

"Baiklah! Ku pegang kata "AMAN" mu itu. Dimana? Dan jam berapa?"

"Sekarang, aku menunggumu di taman di dekat gangnam-gu"

Setelah mendapat balasan chat Baekhyun. Jae In menyimpan i-Pad nya ke dalam tas dan berdiri dari posisi duduknya.

"Mau kemana?" Tanya Yoo Ra.

"Ngg… aku mau ke Rumah Sakit, tadi suster pembantu Dr. Kim mengirim pesan untukku" jawab Jae In bohong. Tanpa mencurigai gelagat kebohongan sahabatnya. Yoo Ra mengangguk kepalanya.
—–

"Kau lama sekali" dumel Baekhyun membuka masker yang melekat sebagian wajah kecilnya. dia mengomel dihadapan gadis bersurai kecoklatan yang sudah berada di tempat mereka bertemu.

Jae In berdecak kesal dan memandang namja bersurai hitam itu malas.

"Kau, masih mau aku mengiyakan permintaanmu. Kau malah memarahiku" balas Jae In memperhatikan style namja itu. Ingin rasanya ia menertawakan namja itu karena penampilannya yang serba aneh hari ini –tapi layaknya seorang idol yang diam-diam keluar jika sedang berada di luar pengawasan managernya.

"Yaaa! Kau yang salah, kenapa tidak menghubungiku…. tapi setidaknya kau mengirim pesan agar aku tidak selalu menunggumu"
Jae In membulatkan matanya mendengar perkataan Baekhyun. Namja ini menunggunya untuk menghubunginya. Kau bodoh Byun Baekhyun. Pikir Jae In.

"Kau selalu saja membuatku kesal" tutur Baekhyun spontan dengan kata-kata sakartis.

"Kalau kau terus marah, aku pulang" ucap Jae In yang hendak meninggalkan tempat itu. Dan tangan Baekhyun menahan tangannya.

"Kalau kau pergi aku akan bertambah kesal denganmu"

Baekhyun menarik tangan gadis itu hingga berhadapan dengannya dan tatapan mereka bertemu.

Tiba-tiba Baekhyun mengulas senyum manis di bibir tipisnya. "Ayo kita makan ice cream" ajaknya dengan senyum yang belum memudar dari wajah imutnya dan berjalan sambil menarik Jae In yang masih belum sadar dengan dirinya. Namja itu menghipnotis yeoja itu dengan senyuman manisnya. Kau sangat berbahaya Byun Baekhyun.

Baekhyun yang mengenakan masker yang menutupi sebagian wajah imut kecilnya yang terlihat hanya matanya kecilnya. dan mengenakan hoodie hitam serta jeans hitam agar dirinya tidak terlihat oleh para fans nya yang notebane-nya selalu berkeliaran untuk mengikutinya setiap saat.

Kini mereka sudah berada di sebuah caffe yang terletak di kawasan gangnam-gu. Baekhyun memilih tempat duduk paling sudut dan mengarah kearah luar jendela caffe yang di blur kan. Dan Jae In duduk di seberangnya yang hanya dibatasi oleh meja.
Seorang waiter datang menghampiri mereka dan menyerahkan buku menu. Baekhyun melihat isi buku menu tersebut –lalu menutupnya dan meletakkannya kembali diatas meja.

"ice cream strawberry 1 dan ice cream melon 1" pinta Baekhyun dan sang waiter pun mencatat pesanan Baekhyun.

"Tunggu sebentar ya Tuan dan Nona" ucapnya ramah dan pergi meninggalkan mereka berdua untuk menyerahkan kertas pesanan itu ke chef.

Sementara Jae In mengernyitkan dahinya sedaritadi saat Baekhyun memesan. Ada banyak pikiran didalam benaknya. Terutama namja itu masih ingat rasa ice cream kesukaannya, ice cream Melon.

"Kenapa kau memandangiku seperti itu? Apa ada yang aneh dengan penampilanku" ucap Baekhyun yang merasa dirinya ditatap –lalu melihat-lihat penampilan dirinya sendiri.

"Tunggu…" ucapnya lagi kini menatap Jae In dengan senyum evil. "Aku tahu aku ini tampan, aku tahu kau terpesona denganku" kekeh Baekhyun dengan narsisnya.

Ingin rasanya Jae In memuntah isi perutnya atau melempar namja itu dengan sepatu dan mungkin gadis itu ingin tuli saat Baekhyun mengucapkan kata-kata itu dihadapannya.

"Percaya diri sekali kau" ketus Jae In melipatkan kedua tangannya di dadanya.

"Kalau tidak percaya diri, aku bukan Byun Baekhyun"

Jae In mengidikkan bahunya "I know, you're an idol who is currently famous. Byun Baekhyun of the EXO's members, RIGHT?"

Baekhyun terkekeh "Jangan bicara seperti itu, aku tetap Byun Baekhyun yang kau kenal Jae In-ah"

Jae In menggelengkan kepalanya malas dan memalingkan tatapannya ke samping jendela.

"Kau marah denganku?" tanya Baekhyun melihat ekspresi yeoja itu.

"Tidak"

"Lalu?"

"Yaaa! Baekhyun, terima kasih kau masih mengingatnya"

Baekhyun mengernyitkan dahinya tanda tidak tahu apa maksud ucapan gadis itu.

"mengingat apa?" tanya Baekhyun polos.

Jae In mengalihkan pandangannya ke tatapan sok polosnya Baekhyun.

"Sudahlah! Lupakan"

"YAAAA! KATAKAN, APA MAKSUDNYA" Teriak Baekhyun –sehingga beberapa para pengunjung melirik kearah mereka berdua. Dengan spontan Baekhyun menutup mulutnya dan membungkukkan badannya sambil mnegucapkan kata maaf karena telah membuat keributan.

"Kau buat malu saja" cerca Jae In menghela napasnya kasar. Sementara Baekhyun mem-poutkan bibirnya. Dan tak lama kemudian ice cream pesenan mereka pun datang.

"Aku selalu datang kesini bersama Chanyeol kalau EXO tidak ada schedule" celoteh Baekhyun sambil menyuapkan sesendok ice cream strawberry ke dalam mulutnya.

"Lalu kenapa kau mengajakku, kenapa tidak mengajak Chanyeol"

"Aku ingin datang bersamamu untuk makan ice cream bersama. Sudah lama kan kita tidak makan ice cream bersama semenjak aku masuk menjadi trainee SM hingga aku debut"

Jae In tersenyum sekilas –walau Baekhyun tidak melihatnya. Ada perasaan senang dihatinya saat ini mendengar perkataan namja eyeliner itu. Dan ada rasa sedih kembali menyelimuti hatinya, kebersamaan mereka hilang ketika Baekhyun masuk sebagai trainee SM dan debut bersama EXO.

Jae In menganggukkan kepalanya "Ah ya, hari ini Tao gege ulang tahun kan?" tanya Jae In.

Baekhyun mengangguk "Kenapa kau memanggilnya gege, heol? Sementara kau memanggilku dengan namaku" umpat Baekhyun dengan kesal.

Jae In terkekeh, memang dia lebih muda 3 tahun dari Baekhyun. Tapi, Jae In tidak pernah memanggil Baekhyun dengan sebutan "Oppa" karena menurutnya Baekhyun akan terlihat tua jika dia memanggilnya dengan sebutan "Oppa"

"Kau akan terlihat tua bagiku jika aku memanggilmu Oppa" kekeh Jae In. "Kau jauh lebih tetap lucu dan terlihat muda jika aku memanggilmu dengan nama" lanjut Jae In memakan ice cream.

Baekhyun tersenyum puas "Darimana kau pintar menggombal, Park Jae In" kekehnya.

Jae In pun ikut terkekeh dan tersenyum malu –tanpa disadari mereka larut dengan kebersamaannya.

"Annyeong Yoo Ra" sapa Young Su saat mendapati yeoja bertubuh kecil mengenakan dress soft pink dengan surai kehitaman tergerai indah sebahunya masuk ke caffe nya dengan ekspresi sedih.

"Annyeong Young Su" balas Yoo Ra dan duduk di mini bar caffe.

"Ada apa denganmu?" tanya Young Su mengamati raut wajah yeoja itu. Seketika Yoo Ra menghela napas pelan dan meletakkan kepalanya di meja.

"Oh Sehun cidera"

Young Su memutar bola matanya malas mendengar jawaban yeoja itu. Dia heran melihat gadis ini terlalu menggilai sebagai fans. Asalkan tahu saja, Jiwa fans yang lebih menggilai atau lebih tepatnya mencintai seorang idolanya memang lebih labil dan terlalu terbawa dalam kehidupannya. Disaat seperti ini Yoo Ra sedih mendengar berita Oh Sehun members EXO itu cidera saat gladi bersih.

"Kau mau minum apa?" tanya Young Su lagi.

"Terserah! Yang bisa mengembalikan mood ku"

Ide cemerlang terlintas dibenak namja itu dan tersenyum simpul.

"Tunggu sebentar" ucapnya dan membuat segelas minuman.

Tak lama kemudian minuman untuk sahabatnya itu telah selesai dan Young Su pun memberinya kepada Yoo Ra.

"Minumlah" ucap Young Su.

Seketika Yoo Ra mendongakkan kepalanya kearah Young Su dan membelalakan matanya. Segelas bubble tea rasa coklat.

TBC

otte? Sera publishin FF krya ByunJae nihh..

heheh... keren kan?

jangan lupa di review ya..

thank you~~~~