Kibum menangis di dekat air mancur. Kedua telapak tangannya ia gunakan untuk menutup wajahnya. Gadis itu sudah menghabiskan waktu lebih dari sepuluh menit untuk menangis. Sungmin benar-benar tega padanya. Mengambil ponselnya, lalu meludahi wajahnya dan meninggalkannya begitu saja. Ia tidak tahu kenapa Sungmin dan teman-temannya hobi sekali mengganggunya. Apa karena tampilannya yang kuno? Atau kaca mata tebalnya, mungkin?
"Michi! Michi!" Kibum menghentakkan kakinya dengan wajahnya yang masih tertutup oleh tangannya.
Greeep
"Uljima…"
Kibum membuka kedua tangannya yang menutupi wajahnya saat mendengar suara yang familiar baginya. Gadis itu membalikkan tubuhnya dan balas memeluk orang tadi.
Kyuhyun, pemuda itu menggerakkan tangannya untuk mengusap rambut halus Kibum. "Sungmin mengganggumu?" tanyanya yang dibalas anggukan oleh Kibum.
"Dia mengambil ponselku!" adunya di sela-sela isak tangisnya.
"Aku sudah mengambilnya kembali." Kyuhyun melepaskan pelukan mereka. Ia merogoh sakunya untuk mengambil ponsel Kibum di sana. "Igeo," ujar Kyuhyun sembari menyerahkan ponsel Kibum.
"Bagaimana-"
"Aku bertemu dengannya." Tangan Kyuhyun terangkat ke pipi tembam Kibum. Pemuda itu menghapus air mata di pipi gadis yang merupakan kekasihnya.
…OxXxoOoxXxO…
Title: Bad Boy Good Girl
Rated: M (biar aman)
Genre: Drama, Hurt/Comfort
Cast: Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Kim Kibum, Lee Donghae, Choi Minho, etc
Disclaimer: Cerita ini milik saya, inisiatif saja, imajinasi saya. Dilarang coppy paste tanpa seijin saya. Apapun yang terjadi, aku berharap KyuMin tetap saling memiliki (?) =A=
WARNING: Gender Switch, gaje, typo(es), aneh, DON'T LIKE? DON'T READ!
Jiji Present
Sungmin berjalan, lebih tepatnya menyeret kakinya yang terasa pegal untuk menyusuri gang menuju rumahnya. Gadis itu sesekali menggerutu kesal. Ini sudah pukul sembilan malam. Itu berarti sudah sebelas jam sejak ia kabur dari sekolah. Ia belum makan ataupun istirahat. Ia butuh minum karena saat ini tenggorokannya benar-benar terasa kering.
"Hah…" desah Sungmin lega saat akhirnya ia sampai di depan rumahnya. Gadis bermarga Lee itu memasuki pintu gerbang dan menuju pintu utama untuk masuk ke rumahnya.
Cklek
"Darimana saja?" tanya Park Haneul yang merupakan Umma Sungmin yang kini tengah menatap Sungmin dengan tatapan tajamnya.
"Bagus… Sudah berani pulang selarut ini, hah?" tanya Lee Dongwook dengan sebatang rotan yang kira-kira berdiameter satu sentimeter dengan panjang satu meter di tangannya.
Sungmin menunduk takut. "Mianhae, Appa. Mianhae, Umma."
Dongwook menyeret lengan Sungmin untuk masuk ke dalam rumah. Pria itu mendorong tubuh putrinya ke tembok dengan punggung yang menghadapnya.
Sungmin tahu apa yang akan dilakukan Appa-nya terhadapnya. Ia berniat untuk melepas sepatunya sebelum suara Dongwook menginterupsinya.
"Tidak perlu."
Park Haneul menatap sinis putrid semata wayangnya dengan sebotol minuman keras di tangannya.
Dongwook menyibak kemeja seragam Sungmin sampai sebatas punggung. Pria itu mengarahkan tongkat rotannya.
"Ap-pa, aku-"
CYIAT
Sungmin berteriak. Gadis itu menangis merasakan sakit di pinggangnya karena pukulan tongkat rotan Appa-nya.
"Darimana saja, kau, hah?!" bentak Dongwook yang tanpa ampun terus memukuli tubuh bagian belakang Sungmin. Menciptakan guratan-guratan merah di sekitar punggung yang asalnya putih mulus itu.
Sungmin tak bisa menjawab. Bahkan untuk berteriak pun ia sudah tak sanggup. Bibirnya hanya bisa tergugu mengeluarkan isakan-isakan yang sama sekali tak membuat kedua orang tuanya merasa iba.
"Cukup!" ujar Haneul menginterupsi suaminya. Wanita itu mengarahkan botot berisi minuman keras tadi ke punggung Sungmin. Ia mengguyur punggung putrinya dengan minuman keras itu yang membuat Sungmin menjerit kesakitan karena lukanya terkena minuman keras.
"Umma, hentikan!" teriak Sungmin yang sama sekali tak digubris oleh Umma-nya.
"Ini hukumanmu!" bentak Haneul yang terus mengguyur luka di punggung Sungmin sampai minuman keras di dalam botol itu habis tak tersisa.
"Kembali ke kamar dan jangan keluar sampai besok pagi, arraseo?!" perintah Dongwook dengan suara keras.
Sungmin berjongkok untuk memungut tasnya. Gadis itu masih saja menangis dan sesekali merintih saat merasakan perih di luka-lukanya.
…1307…
Kibum melangkahkan kakinya menuju kelas. Sedikit mengacuhkan tatapan kagum orang-orang di sekitarnya.
"Ya, Kim Kibum, hari ini kau cantik sekali!" puji Jonghyun, teman sekelas Kibum saat gadis itu baru saja sampai di dalam kelasnya.
Kibum menoleh menatap Jonghyun. "Huh? Bukankah kemarin kau bilang aku jelek?"
"Aniyo…" elak Jonghyun. "Kau itu cantik." Jonghyun tersenyum kagum menatap Kibum dengan penampilan barunya. Gadis itu tidak mengepang rambutnya seperti biasa, melainkan membiarkan rambutnya yang bergelombang dan terlihat halus bila disentuh itu tergerai. Wajah Kibum juga terlihat manis dengan contact lens, dan bukannya kaca mata tebal di matanya. Selain itu, Kibum mengganti roknya yang kuno dengan rok yang lebih mini.
Kibum menyilakkan rambutnya dengan gaya yang teramat mempesona. Membuat teman-temannya terpesona oleh kecantikannya yang anggun.
"Ya, bagaimana kalau nanti malam kita menonton?" tawar seorang pemuda di belakang Kibum.
Jonghyun melirik sinis Changmin, pemuda yang mengajak Kibum menonton tadi.
"Aniyo… Aku tidak bisa. Sudah ada janji," ujar Kibum di sela senyumannya.
"Mwo?! Kau akan berkencan dengan namja lain?!" tanya Jonghyun tak terima.
Mata Kibum mengerjab lugu. "Wae?"
Jonghyun menelan salivanya dengan susah payah. Tanpa pikir panjang, pemuda dengan postur tubuh sedikit pendek itu mencium bibir Kibum dengan tanpa ragu-ragu.
Kibum tercengang dengan mata yang membulat lebar. Ia butuh waktu yang sedikit lama untuk mencerna hal ini hingga teman-temannya berhasil mengambil foto dirinya yang tengah dicium Joghyun.
…KyuMin…
Jam istirahat. Kyuhyun berjalan keluar dari ruangannya. Dahinya berkerut saat mendengar nama Kibum disebut-sebut oleh para siswi yang ia lewati.
"Ya… Kim Kibum si nerd girl itu!" ujar Ryeowook, gadis mungil yang hobi bergosip itu. "Haish! Jonghyun Oppa-ku!"
"KU?!" Kini seorang gadis lain yang berwajah tak kalah cantik bersuara dengan sini.
"Eonnie~ Setidaknya dukunglah aku sedikit saja!" rengek Ryeowook kepada kakak perempuannya.
Heechul, kakak perempuan Ryeowook terkekeh mendengar rengekan Ryeowook. "Arraseo…"
Kyuhyun mendekati kedua gadis bersodara itu. "Ehm," dehemnya menginterupsi.
"Eoh? Cho Sonsaengnim," sapa Ryeowook dengan ramah.
"Kupikir… Membicarakan orang itu tidak sopan?" Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya.
Heechul mengernyit. "Ya, Sonsaengnim, bagaimana kalau ada sepasang siswa dan siswi berciuman di sekolah?"
Kini berganti Kyuhyun yang mengernyit. "Tentu saja mereka akan dihukum. Wae?" jawab sekaligus tanya Kyuhyun.
Ryeowook menyodorkan ponselnya yang memperlihatkan gambar Jonghyun dan Kibum berciuman di depan wajah Kyuhyun.
"Ini! Ini Jonghyun Oppa dan Kibum Eonnie! Mereka berciuman!" seru Ryeowook.
Kyuhyun memperhatikan foto itu dengan seksama. Rahang guru muda itu mengeras. Kyuhyun geram melihat foto kekasihnya itu. Ia melangkah dengan kasar menuju kelas Kibum.
…
"Kim Kibum?" panggil Kyuhyun saat ia sudah sampai di dalam kelas Kibum.
Sungmin menoleh mendengar suara Kyuhyun. Gadis itu mengernyit heran melihat Kyuhyun, "Untuk apa mencari yeoja itu?" gumamnya.
Kibum menyembunyikan wajahnya di lipatan kedua lengannya yang berada di atas meja tanpa berniat menanggapi panggilan Kyuhyun. Gadis itu menangis tanpa suara. Bukan tanpa sebab gadis itu menangis. Jonghyun yang tiba-tiba menciumnya lalu datang Sungmin yang mencakar wajahnya dan menjambakki rambutnya karena sebenarnya Jonghyun adalah mantan kekasih Sungmin.
Kyuhyun mendekati meja Kibum saat melihat sosok yang ia kenali itu sedang menyembunyikan wajahnya di lipatan kedua lengannya sendiri. "Kibum!" desak Kyuhyun. Guru muda itu mengankat kepala Kibum dengan sedikit paksaan.
Sungmin menggigit bibir bawahnya. "Eottokhae?" gumamnya cemas. Bagaimana kalau Kibum mengadukan perbuatannya tadi pagi? Bagaimana kalau Kyuhyun menghukumnya?
"Kibum." Kali ini Kyuhyun benar-benar berhasil mengangkat kepala Kibum. Guru muda itu terbelalak melihat luka gores di pipi dan dagu Kibum. "W-wae?"
Tangis Kibum semakin menjadi. Awalnya tak ada suara. Tapi semakin lama ia menangis, semakin terdengar suara isakannya.
"Kau kenapa?" tanya Kyuhyun dengan intonasi tinggi, sarat akan kekhawatiran.
"Sungmin…"
"LEE SUNGMIN!"
…ChoLee…
"Sonsaengnim," ucap Sungmin ketika gadis itu memasuki ruangan Kyuhyun.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya yang semula fokus pada luka Kibum ke wajah Sungmin. "Duduklah," ujarnya dengan dingin.
Sungmin mendudukkan diri di samping Kyuhyun, tepatnya di sofa yang juga diduduki Kibum.
"Ya!" seru Kyuhyun. "Duduk di kursi yang ada di depan meja!" tunjuk Kyuhyun pada sebuah kursi yang ada di depan meja kerjanya.
"Aku mau di sini." Sungmin menyilangkan kakinya dengan acuh.
Kibum menatap Kyuhyun dengan wajah cemberut tak suka. Gadis itu seolah menyampaikan pengaduannya kepada Kyuhyun melalui kontak mata mereka.
"Ya, Lee Sungmin, berhenti mengganggu 'milik'ku!" ujar Kyuhyun dengan menekankan intonasinya pada kata 'milik'.
Sungmin mengernyit. Tidak paham dengan apa yang dimaksud Kyuhyun. "Maksud Sonsaeng?"
"Berhenti mengganggu Kibum! Berhenti melukainya! Dia kekasihku, dan aku tak akan tinggal diam jika seseorang mencelakainya, bahkan jika dia yeoja sekalipun aku sanggup menyingkirkannya!" seru Kyuhyun dengan emosi mentap wajah Sungmin.
Sungmin membeku. Lidahnya kelu sampai dia tak bisa mengeluarkan sepatah kata atau apapun itu. Gadis itu menatap Kyuhyun dengan matanya yang berkaca-kaca. Ia pikir Kyuhyun masih single dan akan tertarik padanya. Ternyata, guru muda itu sudah memiliki kekasih. Dan yang lebih buruknya lagi, kekasih Kyuhyun adalah Kibum. Kim Kibum. Anak dari perempuan yang selalu saja menggoda Appa-nya. Anak dari perempuan pembawa masalah di keluarganya.
Kibum meremas lengan Kyuhyun saat mendapati Sungmin menatap tajam padanya.
"Kau sudah tahu sekarang? Keluarlah," usir Kyuhyun dengan nada sedikit melembut.
Sungmin mengedipkan matanya untuk menghapus kaca-kaca bening yang siap pecah di bola matanya. Gadis itu tersenyum sinis. "Hmph. Sonsaengnim menyukai yeoja sepertinya?" Sungmin menunjuk wajah Kibum dengan tangannya yang berkuku panjang dan tajam.
Kyuhyun menampik tangan Sungmin untuk menghindari kemungkinan bahwa Sungmin akan kembali melukai wajah Kibum.
"Songsaengnim! Umma Kibum itu wanita penggoda! Dia bahkan menggoda Appa-ku!" seru Sungmin yang kembali menunjuk Kibum.
Kibum melotot tak terima saat Umma-nya yang begitu ia sayangi dihina seperti itu. "Umma-mu yang wanita penggoda! Dia merebut Appa-ku!"
"Dia Appa-ku!" Sungmin berteriak.
Kyuhyun merangkul Kibum untuk melindungi kekasihnya itu. "Ya, apa maksudmu?" tanya Kyuhyun kepada Sungmin.
"Umma-nya selalu menggoda Appa-ku, Sonsaeng!" Sungmin kembali berteriak.
"Aniya! Dia Appa-ku! Kau itu hanya anak haram! Umma-mu itu pelacur, 'kan?! Sama sepertimu!" balas Kibum.
"Kau boleh mengataiku! Tapi jangan mengatai Umma-ku, Jalang!" teriak Sungmin kalap lalu menjambaki rambut Kibum dengan tanpa ampun.
"Ya!" teriak Kyuhyun sambil mencoba untuk menghentikan Sungmin.
"Jalang! Jalang sialan!" maki Sungmin pada Kibum.
PLAK
…X_X…
Sungmin membanting pintu kamarnya dengan keras sebelum menjatuhkan tubuhnya di kasur dan menangis sejadinya.
"Lee Sungmin!" bentak Dongwook saat panggilannya sedaritadi tak digubris Sungmin yang malah membanting pintu tepat di depan wajahnya. Pria itu mendobrak pintu kamar Sungmin dan bergerak menyeret lengan Sungmin dengan kasar.
Sungmin meraung. "Appo!" teriaknya.
Haneul mendekat saat Dongwook telah sampai di ruang tengah. Wanita itu menatap pria yang merupakan suaminya dengan penuh tanya. "Ada apa?"
"Bangsat!" umpat Dongwook sambil mendorong tubuh Sungmin membentur meja. "Dia membanting pintu di depan wajahku!"
Haneul menggeram. "Aku tak peduli. Lakukan sesukamu. Aku pergi!" decak Haneul sembari melangkahkan kakinya yang terbalut high heels merah untuk menjauh.
"Aish. Jalang sialan itu!"
…Bad Boy…
"Gomo!" seru Minho saat dirinya telah sampai di rumah orang tua Kyuhyun. "Gomo!"
"Wae? Wae?" tanya Umma Kyuhyun yang sedang menyirami tanaman.
"Gomo! Kyuhyun Hyung! Dia menampar yeoja, Gomo!" adu Minho.
"Mwo?!"
…
Kyuhyun berdiri di dekat kolam renang rumah orang tuanya untuk menghadap Umma-nya. "Ada apa, Umma? Kenapa memanggilku mendadak malam-malam seperti ini?" tanya Kyuhyun kepada sang Umma yang tengah menikmati secangkir teh hijaunya.
"Kau menampar seorang yeoja?" tanya Lee Gayoon, Umma Kyuhyun kepada putranya.
"Ne," jawab Kyuhyun enteng.
Gayoon menatap putranya dengan wajah garang. Wanita itu bangkit dari tempat duduknya dan kemudian berdiri di hadapan Kyuhyun. Tangan kanan wanita itu terangkat. Terayun ke arah Kyuhyun namun terhenti saat putranya itu berseru, "Yeoja itu menyakiti Kibum!"
Kyuhyun menatap wajah Umma-nya yang masih terlihat muda untuk usianya yang sudah hampir menginjak lima puluh tahun. "Dia menyakiti Kibum, Umma…" ujarnya dengan lembut.
Gayoon terdiam menatap putranya. "Benarkah?" tanya wanita itu dengan suara sedikit bergetar.
Kyuhyun menjawabnya dengan anggukan. Pemuda itu bergerak memeluk tubuh renta Umma-nya. "Dia mencakar wajah Kibum dan mengatainya. Aku tak bisa menerimanya, Umma."
Kyuhyun tersenyum saat merasakan tepukan pelan di punggungnya. "Dia yang selama ini mengganggu Kibum."
"Umma, percayakan ini padamu. Kau harus membuat yeoja itu jera dan tidak berani lagi untuk berbuat kasar terhadap Kibum," ujar Gayoon dengan tangannya yang masih menepuk-nepuk pelan punggung Kyuhyun.
"Ne, Umma. Aku berjanji akan menghukumnya dan selalu melindungi Kibum."
"Tapi, Kyu, kenapa Minho begitu membela yeoja itu?" tanya Gayoon penasaran.
Kyuhyun melepas pelukan mereka. Ia menatap Umma-nya dengan sedikit tersenyum. "Lee Sungmin. Namanya Lee Sungmin. Dan Minho menyukai yeoja itu. Jadi ia membelanya," terang Kyuhyun. "Setahuku, Lee Sungmin anak dari seorang wanita penghibur. Tapi sepertinya Sungmin sendiri juga seperti itu."
Gayoon terkejut mendengar penjelasan putranya. "Pantas saja kelakuannya begitu buruk! Umma akan memberitahu Gomo-mu agar menyuruh Minho menjauhi yeoja itu."
…Good Girl…
09.00 am
Sungmin memberesi alat tulisnya yang berserakan di meja. Gadis itu menoleh ke belakang sebelum akhirnya tersenyum menatap kedua sahabatnya yang duduk di bangku yang berada di belakang bangkunya.
Minho lebih dulu bangkit sebelum Sungmin sempat mengatakan sesuatu. Pemuda tampan itu bejalan keluar tanpa berniat menanggapi panggilan Sungmin.
"Minho kenapa?" tanya Sungmin pada Donghae yang masih duduk di sana.
"Molla," jawab Donghae acuh. Pemuda penyuka ikan itu ikut bangkit dan menyusul Minho.
"Huh?" Sungmin membeo. Tak mengerti dengan perubahan sikap Minho dan Donghae yang mendadak menjadi acuh padanya.
…
Sungmin berjalan lunglai melewati ruang guru. "Ada apa dengan mereka?" gumamnya. "Eoh?" Gadis itu mengendap mendekat ke ruangan Kyuhyun ketika melihat Donghae masuk ke dalam ruangan itu.
Sungmin mengintip melalui lubang kunci untuk mendengarkan percakapan antara Donghae dan Kyuhyun.
"Hyung, kenapa aku juga harus menjauhi Sungmin? Aku 'kan menyukainya!" suara Donghae terdengar jelas oleh Sungmin.
"Mwo? Aish… Ikan itu menyukaiku?" gumam Sungmin masih dengan posisinya yang menungging di depan pintu ruangan Kyuhyun.
"Kau harus menjauhinya. Percayalah, dia bukan yeoja baik-baik. Jonghyun. Dia mantan namjachingu Sungmin, bukan?" tanya Kyuhyun kepada Donghae.
Sungmin dapat melihat Donghae mengangguk.
"Kemarin aku menanyakan sesuatu padanya. Dan kau tahu apa itu?" Kyuhyun kembali bertanya dan Donghae menjawabnya dengan gelengan.
"Jonghyun dan Sungmin pernah melakukan hubungan intim. Mungkin sekali atau dua kali, tapi kupikir bisa juga mereka melakukannya berkali-kali. Bukankah Sungmin seorang bad girl di sini?"
Sungmin menegakkan tubuhnya setelah mendengar suara Kyuhyun barusan. Matanya sudah benar-benar memerah dan perih. Ia siap menangis kapan saja. "Aku tidak seperti itu…"
…To Be Continue…
Fiuh~
Bisa juga aku update ini epep :')
Udah ga galau kok, chingudeul…
Makasih banget buat review kalian yang selalu buat ku semangat lanjutin ini ff.
Hug kiss
{} :*
Saranghae~
GomaWOOK
ThanKYUMIN
Last…
KyuMin is Real :D
Surakarta, 20 Oktober 2014
Jiji Choi *love sign
