Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rated: T

Genre: Romance, Friendship

Hinata POV

Pagi ini aku merasa sangat bersemangat. Setelh pembicaraan dengan Itachi-nii kemarin aku jadi merasa kembali seperti aku yang dulu.

"Ohayo Neji-nii, Hanabi." Kataku dengan semangat.

Neji-nii menatapku dengan menaikan sebelah alisnya.

"Ohayo, nee-chan." Balas Hanabi.

"Ohayo, Hime." Balas Neji-nii akhirnya.

Aku duduk di samping Hanabi, menunggu Neji-nii selesai membuat sarapan untuk kami.

"Ah! Nii-san aku berangkat duluan ya." Kata Hanabi terburu-buru setelah melihat jam tangannya.

"Hanabi, kau belum sarapan!" panggil Neji-nii tapi tidak dihiraukan Hanabi yang langsung melesat keluar.

"Hehehe… bilang Itachi-nii saja, nanti pasti diberi makan." Kataku sambil tertawa melihat Neji-nii yang mulai kesal dengan Hanabi.

Neji-nii memandangku dengan tatapan bingung.

"Jadi, apa saja yang Itachi katakana sampai kau bisa berubah lagi begini?" Tanya Neji-nii penasaran.

"Hm? Darimana Nii-san tahu kalau aku bertemu Itachi-nii?" Tanyaku balik.

"Kemarin aku ke rumah mereka dan Itachi bilang dia bertemu denganmu. Jangan bilang kau juga suka dengan Itachi?" Goda Neji-nii dengan seringainya.

"Eto.. apaan sih Neji-nii yang suka Itachi-nii itu kan Hanabi." Jawabku kesal.

"Tapi syukurlah kau sudah bisa menerima mereka lagi." Kata Neji-nii.

"Aku memang salah membenci mereka. Padahal kita sangat dekat." Kataku sambil mengangguk.

"Ya sudah. Ini makan sarapanmu dan pergi ke sekolah. Kau pasti ingin bertemu seseorang di sana,kan?" kata Neji-nii lagi.

Aku hanya tersenyum dan mulai menyantap sarapanku.

Aku menunggu jam pulang sekolah dengan tidak sabar. Aku ingin bisa berbicara langsung dengan Sasu-nii.

DEG DEG

Ah? Kenapa lagi sekarang? Hanya karena membayangkan bisa berbicara lagi dengan Sasu-nii hatiku berdebar begini?

BUK

"Itai." Pekikku pelan saat tubuhku jatuh menubruk seseorang. Tuh,kan aku jadi tidak fokus.

"Hinata." Kata orang yang menabrakku tak kalah terkejut. Aku mendengokkan kepalaku.

DEG

Sasu-nii! Aku baru saja memikirkan Sasu-nii dan sekarang malah aku yang menabraknya.

Sasu-nii mengulurkan tangannya membantuku berdiri.

"A..arigatou sensei."

Dan inilah kebodohanku yang kedua. Aku malah langsung melarikan diri begitu berhasil berdiri dengan bantuan Sasu-nii.

Aku berjalan cepat ke arah kamar mandi. Astaga, lihat betapa merahnya wajahku. Eh? Kenapa wajahku memerah begini? Pekikku saat melihat pantulan diri di cermin.

Aku mencuci mukaku berkali-kali. Rasanya malu sekalin. Tapi kenapa? Bukannya sampai kemarin aku biasa saja di depan Sasu-nii? Hahh….

"Lama!"

Aku berjengit kaget saat seseorang berdiri tepat di samping kamar mandi.

"Sasu-ni-.. Sasuke-sensei!"pekikku kaget.

Sasu-nii berdiri tepat di depanku dan mendekatkan wajahnya ke wajahku.

"Ehh? Apa yang-"

"Tidak ada yang sakit,kan?" pertanyaan Sasu-nii sukses membuatku terperangah.

"Hei! Kau dengar tidak!"

"Ti..tidak." jawabku gugup.

Sasu-nii menoleh ke kiri dan ke kanan. Sepi memang karena aku menghabiskan waktu istirahatku di kamar mandi tadi.

Sasu-nii menarik tanganku dan membawaku turun tangga. Di bawah tangga yang sempit itu. Sasu-nii menatapku tajam.

"Apa saja yang dilakukan aniki padamu?"

"Ehh?"

"Jawab!"

"Itachi-nii tidak melakukan apa-apa."

"Kalian berpacaran?!"

"Ti..tidak."

"Kau sering sms dengan dia lalu datang ke rumah sakit menemui dia! Masih bilang tidak pacaran?!"

Aku terperangah mendengar pertanyaan Sasu-nii yang.

"Ap.. Aku tidak pernah sms dengan Itachi-nii." Kataku. Memang aku pernah ke rumah sakit menemui Itachi-nii tapi aku sama sekali tidak pernah sms dengan Itachi-nii. Tunggu dulu?

"Sasu-nii cemburu?" tanyaku polos.

Mendengar pertanyaanku, Sasuke membelalakkan matanya.

"Ck! Sial!" kata Sasu-nii sambil menutup wajahnya dengan sebelah tangan dan membuang mukanya.

Melihat Sasu-nii yang terlihat malu, aku malah tersenyum. Sasu-nii melihat senyumanku dan sekarang malah wajah Sasu-nii seperti wajahku tadi di kamar mandi.

"Sasu-nii maafkan aku kalau selama ini aku membenci Sasu-nii dan Itachi-nii." Kataku pelan.

Sasu-nii yang mendengar kata-kataku menatapku dalam-dalam.

"Justru lebih baik kalau kau membenciku." Balas Sasu-nii tak kalah pelan.

"Tou-sanku yang menyebabkan semua ini. Kau pasti sangat menderita,kan?" lanjut Sasu-nii.

"Iya, aku memang merasa sangat kecewa dengan Fugaku jii-san, tapi aku tidak seharusnya membenci Sasu-nii dan Itachi-nii yang tidak melakukan kesalahan apa pun." Jawabku.

Sasu-nii terlihat sangat terbebani sekarang. Apa jawabanku salah? Ya aku memang tidak punya pendirian sebentar bilang benci lalu sekarang malah ingin kembali akrab. Aku hanya merasa selama ini aku juga sudah melalukan kesalahan bodoh.

"Sasu-nii." Panggilku dan membuat Sasu-nii kembali menatapku.

GREP

Aku membelalakkan mataku terkejut. Sasu-nii memelukku erat!

"Ehh? Apa yang-"

"Hanya sebentar." Bisik Sasu-nii.

Aku membalas pelukan Sasu-nii dengan ragu-ragu.

"Ehem! Apa yang kau lakukan sensei?" Aku dan Sasu-nii langsung melepas pelukan kami. Sasu-nii melempar pandangan kesal ke orang yang menginterupsi kami.

"Ini jam pelajaran Gaara. Kembali saja ke kelasmu!" Kata Sasu-nii kesal.

"Kalau begitu bisa lepaskan tangan Hinata, sensei? Dia juga harus kembali ke kelasnya." Kata Gaara dengan senyum mengejeknya.

Sasu-nii yang baru sadar kalau tangan kami saling bertautan langsung melepaskannya.

"Kau bisa kembali ke kelas." Kata Sasu-nii.

Aku hanya mengangguk dan berjalan menuju kelasku diikuti Gaara yang juga menuju ke kelasnya.

TENG TENG

Aku menghela nafasku lega. Yang penting aku sudah berhasil bicara dengan Sasu-nii. Apalagai dipeluk seperti tadi. Aku hanya tersenyum-senyum sendiri mengingat bagaimana cemburunya Sasu-nii pada Itachi-nii, wajah memerah Sasu-nii, dan pelukan dari Sasu-nii tadi.

"Lagi jatuh cinta ya?"

Tanpa sadar aku menganggukkan kepalaku.

"EH?!" pekikku kaget begitu sadar, Gaara ada di sampingku.

Aku melihat ke sekelilingku, kelas sudah sepi. Rupanya aku terlalu banyak melamun.

"Gaara kenapa bisa disini?" tanyaku pada Gaara.

"Bisa saja. Kenapa?" Gaara malah balik bertanya padaku.

"Tidak apa-apa." Jawabku.

"Sudah baikan? Tidak benci lagi,kan?" Tanya Gaara lagi.

"Tidak. Berkat Gaara juga. Arigato." Jawabku.

"Hm. Jadi kapan pacarannya?"

"A..Apa? Kenapa kau tanyanya begitu?"

"Yah.. hanya penasaran."

"Kami kan baru saja baikan."

"Ya tapi saling sukanya sudah dari dulu,kan?"

"Eh? Ka..kata siapa? Gaara sok tahu!" Jawabku gugup.

"Semuanya juga sudah tahu. Tanya saja Neji-nii dan Itachi-nii." Kata Gaara enteng.

"Sudah ah. Yang penting,kan aku sudah tidak benci lagi. Mungkin nanti." Balasku.

"Apanya yang mungkin nanti?" Aku langsung menoleh ke sumber suara dan mendapati Sasu-nii.

"Aa.. apanya ya?" tanyaku gugup.

"Tuh, jadian saja." Kata Gaara lalu beranjak pergi meninggalkan aku dan Sasu-nii.

"Siapa bilang kau boleh pergi duluan?" kata Sasu-nii sambil menahan tangan Gaara.

"Ada apa?" Tanya Gaara.

"Aku tidak akan menarik kata-kataku." Kata Sasu-nii. Aku tidak mengerti apa maksudnya tapi Gaara terlihat tidak senang dengan perkataan Sasu-nii barusan.

"Baka! Sudah menjadi sensei juga masih tetap pengecut? Kalau tidak berani mengatakannya sendiri, aku dengan senang hati akan membantumu." Kata Gaara.

Aku semakin tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Gaara menepis tangan Sasu-nii dan balik menatapku, lalu menunjuk Sasu-nii.

"Sensei-baka ini sudah lama menyukaimu. Lebih baik kau jujur juga lalu membalas perasaannya. Mudah,kan?" Kata Gaara.

Kata-kata Gaara membuat Sasu-nii terbengong.

"Hei!" kata Sasu-nii akhirnya, Gaara hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kalau urusan begini saja, kau masih seperti anak-anak Sasu-nii. Aku belum bisa mengakui orang sepertimu sebagai sensei." Kata Gaara lalu benar-benar meninggalkan aku dan Sasu-nii.

Sasu-nii melirik kearah lain sampil menggaruk belakang kepalanya.

"Aku juga." Bisikku pelan. Tapi langsung membuat Sasu-nii memperhatikanku.

Aku menundukkan kepalaku, bersiap untuk kabur setelah mengatakan hal tadi.

GREP

Aku membelalakkan mataku menerima pelukan dari Sasu-nii lagi.

"Hinata, aku sudah lama menyukai- ah tidak mencintaimu. Jadilah kekasihku." Bisik Sasu-nii tepat di telingaku.

Aku menyembunyikan mukaku di dada Sasu-nii dan mengangguk.

"Hei, aku tidak menerima bahasa tubuh." Kata Sasu-nii lagi.

"A..aku.. aku mau jadi kekasih Sasu-nii." Kataku akhirnya dengan penuh perjuangan.

Sasu-nii mengeratkan pelukannya mendengar balasan dariku.

Aku merasa kembali ke kehidupanku yang sebelumnya. Aku yang masih diberi kesempatan untuk menyadari dan mengungkapkan perasaanku pada Sasu-nii. Terima kasih kami-sama. Sekarang aku paham apa tujuanmu memberikan 3 tahun penuh kebencian dalam hidupku. Arigato…

END

OMAKE

"Hihihi…. Kita berhasil Itachi-nii, Neji-nii, Gaara-nii." Kikik Hanabi yang ternyata menyaksikan adegan Hinata dan Sasuke yang berpelukan.

"Akhirnya, mereka jadi juga." Kata Neji.

"Adikku sudah besar." Kata Itachi memperhatikan mereka.

"Baka!" Kata Gaara yang masih kesal dengan Sasuke.

"Kalau tidak ada Gaara-nii pasti tidak jadi begini." Kata Hanabi.

"Ya. Mereka berhutang padaku. " Sahut Gaara.

"Tapi rasanya ada yang masih butuh bantuan." Kata Neji sambil melempar pandangannya ke Itachi diikuti Gaara.

Hanabi yang tidak mengerti, memiringkan kepalanya bingung.

"Siapa?" Tanya Hanabi.

"Mau dibantu tidak?" Tawar Gaara. Pandangan Neji dan Gaara masih tertuju pada Itachi yang tampak salah tingkah.

"Yang satu seorang sensei yang satu seorang dokter. Tapi sama-sama tidak beraninya." Kata Neji sambil menggelengkan kepalanya.

"Ada apa sih?" Tanya Hanabi lagi.

"Aku bisa sendiri!" Kata Itachi lalu memandang Hanabi dan melangkah mendekati Hanabi.

"Eh? Apa?" Kata Hanabi.

"Hanabi, kita ikuti jejak Sasuke dan Hinata ya?" kata Itachi. Sedangkan Neji dan Gaara yang mendengar pertanyaan Itachi hanya menepuk jidat mereka dan memandang Itachi dengan tatapan tak percaya. Pernyataan cinta apaan itu?! Batin mereka.

Wajah Hanabi memerah mendengar perkataan Itachi.

"Iya, aku mau. Itachi-nii." Balas Hanabi malu-malu.

"Kedua adikku sudah besar ya. Tidak kuduga aku harus melepas adik-adikku pada dua Uchiha sekaligus." Kata Neji. Sedangkan Gaara hanya menghela nafasnya.

*beneran END*

Hai..hai.. maaf nih kalau ternyata malah begini ceritanya.. kelihatan maksa ya? Author sebenarnya pingin dipanjangin lagi. Tapi nanti ya di sekuel aja. Ini author selesaikan sekarang soalnya 2 minggu kedepan nanti author UTS *hiks*. UTS pertama sebagai mahasiswa ^^ #banggajadimahasiswa.

Oke-oke ditunggu reviewnya ya.. arigato *bow*