Chapter 2- Firasat, Mimpi buruk, Jatuh hati


"Tat..su..kete…"

"Lari, Lucy.."

"Tidaaaakkk! Okaa-san, otou-saaaan!"

"Hahahahaha"

Lucy terbangun dari mimpinya dengan nafas yang terengah-engah. Ia merasa keringat mengaliri seluruh tubuhnya. Dingin. Tubuh Lucy bergetar hebat. Ia melihat kedua telapak tangannya yang gemetar. Ia melihat darah dikedua tangannya. Ia terkejut dan berteriak.

"AAAAAAAAAAAAA"

Crown of Power

by Anyui

.

Disclaimer of Fairy tail is

Hiro Mashima

WARNING : TYPO(S), ROMANCE, SUPERNATURAL, PAIRING(S), OOC

.

.

.

.

.

"Lucy, ada apa?" tanya ayahnya yang masuk kekamarnya karena mendengar teriakan anaknya.

Lucy berada dipojok kamarnya. Wajahnya dibenamkan diantara kedua kakinya yang terlipat. Tubuhnya masih bergetar. Tidak lama kemudian, ibunya masuk kedalam kamar. Saat melihat kondisi putrinya, ibunya segera menghampiri.

"Oh tuhan, kau kenapa sayang?" tanya ibunya sambil merangkul anaknya.

Lucy masih terengah-engah. Ibunya yang melihat itu segera memeluk putrinya, untuk mencoba menenangkannya.

Ibu dan ayah Lucy saling memandang.

"Aku akan ambilkan minum" ucap ayah Lucy seiring dia melangkahkan kakinya keluar kamar Lucy.

Lucy merasa tenang saat dipeluk ibunya. Setelah tubuh Lucy tidak bergetar, ibunya membantu Lucy untuk berbaring diranjangnya. Pandangan Lucy kosong. Ibunya yang melihat kondisi dirinya hanya bisa perihatin.

'Ada apa ini? jangan-jangan…' batin ibu Lucy

"Sayang, ada apa? kenapa dengan dirimu?" tanya Ibunya dengan penuh kekhawatiran.

"Okaa-san. Aku benar-benar takut. Aku takut" ucap Lucy dalam tangisnya.

'Lucy…' batin ibunya

Ibunya membelai wajah putrinya dengan lembut. "Tenanglah itu hanya mimpi. Percaya padaku"

Lucy memandang wajah ibunya yang menurutnya sangat menenangkan kemudian dia mengangguk.

Ayahnya masuk dengan membawa segelas air dan segera memberikannya kepada Lucy. Lucy bangkit untuk duduk dan menerima segelas air sekaligus meminumnya. Lucy sudah mulai tenang. Lucy kembali berbaring.

"Baiklah, masih malam. Kau tidur lagi ya, sayang" ucap Ibunya.

"Tapi.." ucapan Lucy dipotong oleh ibunya yang sedang membelai rambutnya.

"Tidurlah…" ucap Ibunya dengan lembut. Tidak lama kemudian Lucy pun memejamkan matanya dan tertidur pulas. Setelah itu ibu dan ayahnya keluar dari kamarnya.

XXX

Didalam kamar, ayah dan ibunya masih mencemaskan keadaan Lucy.

"Bagaimana ini? waktunya semakin dekat, sayang" ucap Ibu Lucy dengan penuh kekhawatiran.

"Iya aku tahu. Ini tidak bisa dihindarkan. Mungkin sudah takdirnya" sahut ayah Lucy

Ibu Lucy menangis mendengar perkataan suaminya. Suaminya dengan segera memeluknya untuk menenangkannya.

"Maafkan aku, Jude..Aku menurunkan kekuatanku kepadanya. Kalau..Kalau saja…" ucap Istrinya dalam tangisnya.

"Sudahlah, Layla. Tidak ada yang perlu disesali. Sekarang yang harus kita lakukan adalah melindungi dirinya. Melindungi putri kita yang sangat kita sayangi" ucap Jude. Layla hanya mengangguk.

XXX

Pagi harinya, Lucy telah bersiap untuk berangkat kesekolahnya. Yang menurutnya membosankan. Ia telah memakai seragam dengan rapi. Ia mengikat rambutnya dengan gaya pony tailnya. Setelah siap, ia keluar dari kamar untuk sarapan bersama dengan ayah dan ibunya.

"Ohayouu" sapanya dengan riang

Ayah dan ibunya yang melihat Lucy kembali menjadi ceria merasa senang dan tersenyum melihat putrinya.

"Ohayou sayang. Ayo sarapan" sahut ibunya

Lucy duduk berhadapan dengan ayah dan ibunya. Ia meminum susu yang telah disediakan, ia juga memakan sarapan yang juga sudah tersedia.

"Aku sudah selesai. Okaa-san, Otou-san, aku pamit berangkat kesekolah ya" pamit Lucy sambil membawa tas sekolahnya. Ayah dan ibunya hanya tersenyum.

"Syukurlah, Lucy sudah kembali ceria" ucap Ayahnya diiringi dengan anggukan dari Ibu Lucy.

XXX

Lucy masuk kedalam mobil dan bertemu dengan Loki.

"Lama sekali, aku bisa telat nih" protes Loki yang sudah bersiap untuk menjalankan mobilnya.

"Memangnya sudah menunggu berapa lama? Aku kan butuh asupan, jadi aku sarapan dulu" gerutu Lucy

"Setengah jam. Hampir saja jamur tumbuh di rambutku" ucap Loki dengan nada meledek.

"Pffft" Lucy menahan tawanya. "Ketahuan kau, Loki! Kau tidak pernah mencuci rambutmu ya haha" ledek Lucy sambil menunjuk kearah rambut Loki

"APA KATAMU?! ENAK SAJA" elak Loki

"Loh? Tadi kau bilang kalau mau ada jamur yang tumbuuh dirambutmu? Berarti kau itu pemuda yang jorok. Aku tidak menyangka pemuda yang terlihat tampan ternyata jorok didalamnya. Isssh" ledek Lucy sambil berlagak geli.

Loki tiba-tiba menjitak Lucy. "ITTAIIII!" teriak Lucy

"Rasakan kau!" ucap Loki.

"Sakit tahu, lagi pula aku cuma bercanda, kenapa kau malah menjitakku" gerutu Lucy sambil mengelus-ngelus kepalanya yang merasa sakit akibat jitakan Loki.

"Sudahlah diam. Sudah telat, kau ini berisik sekali, Lucy" protes Loki

"Baiklah-baiklah aku diam" ucap Lucy.

Lucy menolehkan kepalanya kearah jendela mobil, ia menatap keluar. Dimana kabut masih terlihat dipagi hari. Pagi hari dimusim gugur. Lucy tersenyum, sampai pada akhirnya badannya bergetar hebat. Loki menyadari hal itu dan memberhentikan mobilnya.

"Lucy..Lucy kau kenapa?" tanya Loki. Loki melihat Lucy memeluk dirinya sendiri dan tubuhnya bergetar hebat. Sepertinya Lucy ketakutan.

"Kau diam disini" perintah Loki. Loki keluar dari dalam mobil. Dan melihat sekelilingnya. Hanya terlihat para warga yang sibuk berjalan dipinggir jalan. Ada yang menunggu bus datang, menaiki jembatan penyebrangan, dan sebagainya. Loki tidak menemukan tanda-tanda yang dapat menakut-nakuti Lucy. Loki masuk kedalam mobil.

Lucy masih seperti orang ketakutan. Loki bingung. Akhirnya dia memegang kedua bahu Lucy, menghadapkan wajah Lucy dihadapan wajahnya.

"Lucy lihat aku!" ucap Loki. Lucy masih belum mau melihat wajah Loki. Loki menarik nafas.

"LUCY! LIHAT AKU!" bentak Loki. Pada akhirnya Lucy menatap wajah Loki. Dan tubuhnya sudah tidak bergetar.

"Cerita padaku" ucap Loki. Lucy mengangguk.

XXX

Disinilah Lucy dan Loki berada. Ditaman. Banyak warga yang sedang melakukan olahraga pagi, seperti jogging. Lucy dan Loki duduk dibangku taman tersebut.

Lucy mengepalkan tangannya dan menundukkan wajahnya.

"Sekarang, ceritakan padaku. Ada apa denganmu, Lucy? aku dengar kau semalam berteriak dan ketakutan." Tanya Loki

"Aku mimpi buruk, Loki" jawab Lucy dengan singkat

"Mimpi yang sama?" tanya Loki. Lucy mengangguk.

"Aku bermimpi terjadi kekacauan. Darah, aku melihat darah. Aku juga melihat…" tiba-tiba Lucy terdiam.

Loki melihat airmata keluar dari mata indah Lucy. walaupun Lucy sedang menunduk, ia dapat melihat airmata itu jatuh ke kepalan tangan Lucy.

"Aku melihat ayah, ibuku mati" lanjut Lucy sambil terisak.

Loki membelalakkan matanya.

"Aku takut..aku takut itu terjadi Loki. Aku tidak ingin ayah ibuku mati. Aku tidak mau.." ucapnya didalam isak tangisnya.

Loki memeluk Lucy agar Lucy tenang. Loki sebenarnya tahu, bahwa akan terjadi kekacauan. Tapi ia tidak pernah menduga kalau Lucy dapat melihat didalam mimpinya. Kedua orang tua Lucy telah berpesan pada Loki agar menjaga Lucy. Daya sihir yang dimiliki Lucy sangatlah besar, banyak pihak yang mengincar nyawanya agar dapat kekuatannya. Jadi Loki pun juga sudah tahu kalau tidak akan lama lagi kekacauan yang dilihat oleh Lucy dimimpinya akan terjadi.

XXX

"Natsu, kau sedang apa? bantulah aku untuk membereskan rumah ini" ucap Erza.

"Aku sedang berpikir" jawab Natsu

Gray menjatuhkan kemoceng yang ia pegang, dan Erza pun menjatuhkan sapu yang sedang ia pegang.

"Berpikir?!" ujar Erza dan Gray bersamaan

"Sejak kapan hobimu menjadi memikirkan sesuatu? Aku pikir kau ini tidak punya otak" ledek Gray

"Diamlah, Gray. Aku serius. Aku sedang memikirkan sesuatu" jawab Natsu

Gray dan Erza saling memandang. Mereka berdua berpikir ada yang salah dengan sikap Natsu hari ini. Pertama, Natsu sudah mulai memakai otaknya untuk berpikir. Kedua, dia tidak menghiraukan ledekan dari Gray. Apakah akhir kehidupan sudah dekat?

Erza dan Gray melanjutkan pekerjaannya. Membiarkan otak Natsu menjadi panas dengan pikirannya sendiri.

"Kau masih memikirkan gadis yang menolong kita?" tanya Gray yang sekarang sudah duduk dihadapannya.

Natsu mengangguk.

"Apa benar dia seorang manusia, Natsu?" tanya Erza

"Sepertinya begitu. Karena aku dapat mendengar detak jantungnya" jawab Natsu

"Kusou! Mana mungkin ada manusia yang memiliki kekuatan seperti itu" protes Gray

"Maksudmu aku berbohong? Begitu?" tanya Natsu dengan nada sinis sambil memicingkan matanya.

"Ya bukan begitu, tapi itu tidak masuk akal. Setahuku manusia biasa tidak dapat menggunakan sihir seperti yang dilakukan kita" jelas Gray.

Erza tiba-tiba pergi keluar dari ruangan dimana Gray dan Natsu masih berbincang. Erza menuju keruang perpustakaan. Ia mencari buku pengetahuan tentang sejarah penyihir manusia.

Setelah menemukannya, Erza membacanya. Betapa kagetnya saat ia temukan kata-kata untuk menjawab semua keraguannya dan juga teman-temannya.

"Ada satu keturunan manusia yang mempunyai atau memiliki daya sihir yang besar. Daya sihir tersebut diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya. Sihir tersebut bisa mengalahkan segala bentuk kegelapan dibumi. Sihir yang tidak ada batasnya. Penyihir tersebut disebut Light Witch atau penyihir cahaya."

"Penyihir..cahaya?" gumam Erza

Erza segera bangkit dan berlari menuju ruangan dimana Gray dan Natsu berbincang. Erza membuka pintunya dengan terengah-engah. Natsu dan Gray memandangnya dengan pandangan bingung.

"Erza? Kau kenapa?" tanya Natsu

Erza dengan perlahan menghampiri Gray dan Natsu dan duduk dekat mereka.

"Aku menemukan ini di perpustakaan" ucap Erza

"Apa itu? Novel?" tanya Gray

Erza menggeleng. "Natsu, yang kau lihat kemarin, yang menolong kita itu memang benar-benar manusia" jelas Erza

Gray kaget mendengarnya. "Apa?!"

Natsu tersenyum.

"Bagaimana kau bisa tahu kalau gadis itu seorang manusia?" tanya Gray

"Baca ini" usul Erza sambil menyodorkan buku yang ia bawa dari perpustakaan.

Gray menerimanya dan membacanya. Beberapa lama kemudian, Gray membelalakkan matanya.

"Light Witch? Penyihir cahaya? Sugoii" ucap Gray dengan antusias.

Natsu merebut buku tersebut dan mulai membacanya.

"Penyihir cahaya? Aku harus mencarinya." Gumam Natsu

Natsu membaca kembali buku tentang penyihir cahaya tersebut. Ia menemukan kalimat yang merebut perhatiannya.

"Karena kekuatannya, banyak pihak yang mengharapkannya hancur, atau mati. Karena saat penyihir cahaya mati, kekuatannya akan terlepas dari tubuhnya. Beruntunglah apabila kekuatan tersebut diraih oleh makhluk yang memiliki hati yang bersih, apabila yang mendapatkan kekuatan penyihir tersebut adalah makhluk yang berjalan di kegelapan, kekuatan itu akan dapat menghancurkan dunia"

"APA!" teriak Natsu

Gray dan Erza terkejut mendengar teriakan Natsu yang bisa dibilang tiba-tiba.

"Ada apa flame-head?" tanya Gray

"Baca ini. Sampai habis" perintah Natsu sambil melemparkan buku itu kepada Gray. Gray pun menangkapnya.

Erza dan Gray membaca bersama-sama. Betapa terkejutnya mereka.

"Kekuatannya dapat menghancurkan dunia? Astaga ini sangat menyeramkan" ucap Erza

"Kita harus melindungi gadis itu, Erza. Nyawanya benar-benar taruhannya. Err.. dan dunia ini juga tentunya" ucap Natsu

Gray mengangkat sebelah alisnya. 'Kenapa anak ini bersemangat sekali' batin Gray

"Kita akan membicarakannya terlebih dahulu pada master. Sebaiknya kita melakukan pekerjaan kita yang tertunda ini." ucap Erza

Gray dan Natsu mengangguk tanda mereka mengerti.

'Yosh, dengan begini aku bisa bertemu dengannya lagi..' pikir Natsu

XXX

Lucy sampai disekolahnya. Walaupun telat, ia masih bisa ikut kelas siang. Ia menuju ruang kelasnya. Saat masuk kelas, ia disambut oleh teman-temannya.

"Oh Lu-chan, kau dari mana saja? Aku khawatir denganmu, aku pikir kau sakit" ucap gadis imut berambut biru yang memakai bandana orange dirambutnya.

"Eh? Levy-chan, aku tidak apa-apa. Kau tidak usah khawatir" ucap Lucy kepada temannya yang berpostur pendek itu. Walaupun pendek ia memiliki otak yang pintar dan juga wajahnya yang imut dan manis.

"Baiklah, aku akan pinjamkan catatan pelajaran pertama dan kedua nanti ya, Lu-chan" ucap Levy sambil mengedipkan sebelah matanya dan juga tidak lupa tersenyum.

"Arigatou Levy-chan" ucap Lucy sambil tersenyum manis kepada temannya.

Bel masuk tanda pelajaran ketiga pun berbunyi.

XXX

"Eh?! Jadi penyihir itu masih sekolah?" ucap Hestia dari kejauhan memperhatikan Lucy yang sedang fokus belajar dikelasnya.

"Bagaimana menurutmu? Dia cantik bukan?" tanya Kira sambil tersenyum jahat

"Cantik dan juga muda. Beda denganmu Hestia" ejek Reiki

Hestia hanya bisa menggerutu. Kira dan Taka memperhatikan Lucy dari jauh.

'Penyihir itu cantik' pikir Taka

"Kau benar, dia cantik" sahut Kira

Taka tersentak kaget. "Jangan membaca pikiranku seenaknya dong" protes Taka

"Maaf, itu terdengar oleh telingaku" ucap Kira dengan santainya

"Jadi kapan kita menjalankan rencana kita?" tanya Taka

"Tunggu sebentar lagi" ucap Kira

'Tunggu sampai kekuatan iblisku meningkat. Hingga saat itu, kekuatan penyihir itu sekaligus penyihir tersebut akan menjadi milikku' batin Kira

"Aki, aku mau kau membuat masalah dengan supir penyihir itu. Pemuda dengan rambut orange itu" perintah Kira.

"Untuk apa? kita tak ada urusannya dengan pemuda lemah itu" sahut Aki

"Sudah jalankan saja!" perintah Kira

"Hah, baiklah-baiklah" jawab Aki. Sampai pada akhirnya Kira memikirkan ulang rencananya.

"Tunggu sebentar, tidak..tidak..bukan kau, Aki. Tapi Reiki." Ucap Kira

"A—aku? Kenapa harus aku?" tanya Reiki

"Karena kau itu seorang gadis" jawab Kira dengan santai

"Ada Hestia, dia juga seorang gadis" bantah Reiki

"Dia sudah terlalu tua untuk melayani pemuda itu. Lagipula tadi kau mengejeknya bukan? Jadi...kau mau melakukannya atau aku pecahkan bola Kristal bodohmu itu?" ujar Kira

"Iya-iya, aku akan melakukannya" jawab Reiki

Tubuh Reiki pun dipenuhi dengan asap hitam, beberapa menit kemudian, Reiki tidak lagi memakai jubah hitamnya. Reiki menjadi gadis yang manis dan imut dengan rambut pendek berwarna coklat, memakai pita, dan juga memakai seragam sekolah.

"Ahhh Reiki, Kawaiiiiii" puji Hestia sambil memeluk Reiki.

Reiki hanya menghela nafas.

"Aku masih bingung denganmu, kau ini manis. Tapi kenapa setiap hari harus memakai jubah hitam usangmu itu" gerutu Aki

"Diam" ucap Reiki

Tiba-tiba Aki terdiam. Mulutnya tidak bisa terbuka.

"Ah the power of words. Hebat sekali" puji Kira

Reiki hanya menatap Kira dengan tajam.

'Lainkali aku akan membunuhmu' batin Reiki

"Coba saja kalau kata-katamu bisa menembus perisaiku" sahut Kira sambil tersenyum mengejek.

'Sial!' batin Reiki

Reiki tiba-tiba menghilang.

"Dasar anak itu, enak saja menyuruhku diam" gerutu Aki

"Sudahlah. Kalian kembali saja. Aku masih ada urusan" perintah Kira

Taka, Aki, dan Hestia kemudian menghilang.

"Summon" gumam Kira

Muncullah beberapa bayangan hitam dibelakang Kira.

"Kalian menyamarlah menjadi preman-preman yang akan mengganggu gadis itu" perintah Kira sambil menunjuk kearah Lucy.

Bayangan-bayangan hitam tersebut kemudian menghilang.

"Undercover" rapal Kira

Sekarang Kira telah memakai gakuran, rambutnya yang spike berwarna merah maroon masih tetap sama, hanya warna bola matanya yang berubah. Warna matanya yang merah, menjadi berwarna violet meneduhkan.

"It's show time" teriak Kira

XXX

Waktu pun cepat berlalu, bel pulang pun berbunyi. Lucy membereskan buku-bukunya dan menoleh kearah jendela.

'Sepertinya daritadi ada yang mengawasiku' batin Lucy

"Lu-chan, aku pulang duluan ya. Aku sudah dijemput. Sampai ketemu besok" pamit Levy

Lucy keluar dari kelasnya dan berjalan menuju gerbang sekolah. Saat sampai digerbang sekolah, ia tidak melihat tanda-tanda keberadaan Loki.

"Tumben dia belum menjemputku" gumam Lucy

Lucy memutuskan untuk pulang dengan bus. Ia berjalan dengan pelan sambil menikmati udara di musim gugur ini. dan betapa terkejutnya dia, mulutnya tiba-tiba dibekap oleh seseorang dibelakangnya.

"Hmmmmppph hmmmohhhmp" ucap Lucy yang tidak jelas karena mulutnya dibekap oleh tangan yang besar. Lucy dibawa oleh dua orang pria yang berbadan besar. Lucy diseret dan dijatuhkan dijalan yang sempit dan juga sepi.

"Serahkan semua uangmu!" ucap pria tersebut

"Atau kami akan membunuhmu" timpal pria yang satu lagi

Lucy ketakutan, ia tidak mungkin menggunakan sihirnya ditempat umum. Ini dilarang. Dan bisa membahayakan kedua pria ini.

Lucy diangkat oleh pria tersebut dan dicekik. "Kau tidak mau memberikannya?"

"To..loo..ongggg ak..kuuuu!" teriak Lucy

Tiba-tiba seseorang menendang wajah pria yang mencekik Lucy sampai terlempar jauh. Lucy jatuh terduduk, ia memegang lehernya. Ia merasa sesak nafas.

"Kurang ajar, berani-beraninya menyakiti wanita!" murka seseorang itu.

Lucy menolehkan kepalanya ke seseorang itu. Pemuda yang memakai gakuran, memiliki rambut spike berwarna merah maroon. Ia melihat betapa hebatnya ia mengalahkan pria-pria tersebut. Dan pada akhirnya pria-pria yang mengganggu Lucy pun pergi.

"Kau tidak apa-apa?" ucap pemuda itu sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Lucy

Lucy mengangguk dan menerima uluran tangan pemuda itu. Lucy merasa familiar dengan wajah pemuda itu.

"Hmm maaf, apakah sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya Lucy dengan nada menyelidik.

Pemuda itu terlihat bingung dan menggaruk kepalanya. "Sepertinya kau salah orang, nona" jawabnya

"Begitu ya..hmm terima kasih sudah menolongku" ucap Lucy sambil tersenyum manis.

Terlihat semburat merah dikedua pipi pemuda tersebut saat melihat senyuman Lucy.

"Ah iya. Perkenalkan namaku Ken. Namamu?" tanya pemuda itu

"Lucy. Lucy Heartfilia. Salam kenal" ucap Lucy dengan ramah

"Kau mau pulang? Akan aku antarkan" tawar pemuda yang bernama Ken tersebut

"Ah tidak apa-apa, aku akan berjalan ke halte sendiri. Aku sudah merepotkanmu, Ken-san" sahut Lucy

"Panggil aku Ken saja. Tidak apa-apa. Aku juga sekalian mau pulang" ucap Ken

"Hmm baiklah.." Lucy dan Ken berjalan beriringan.

Selama perjalanan, mereka saling berbincang, menceritakan kehidupan mereka, kehidupan sekolah, hobi mereka. dan pada akhirnya mereka sampai di halte.

"Terimakasih ya sekali lagi, Ken" ucap Lucy. Ken mengangguk.

"Ah bus ku sudah datang, aku pamit ya. Sampai jumpa lagi" pamit Lucy sambil menaiki busnya.

Ken menatap kepergian bus yang ditumpangi oleh Lucy. Pemuda itu mulai berjalan menjauhi halte dan masuk kedalam gang sempit yang gelap dan sepi.

"Menakjubkan.." gumamnya

Ken pun dikelilingi oleh asap kehitaman, saat asap kehitaman itu hilang, terlihatlah Kira dengan seringai jahatnya.

"Menakjubkan. Selain dia penyihir hebat, dia itu sangat cantik dan ramah. Sugoii…hahaha sugoooi" ucapnya dengan antusias.

'Aku menjadi tidak sabar menjadikan dirinya milikku' pikir Kira

XXX

"Natsu, aku sudah berbicara pada master akan perihal penyihir cahaya itu" ucap Erza

"Lalu?" sahut Natsu

"Master memperbolehkan kita" jawab Erza

Natsu mendengar pernyataan Erza sangatlah gembira. Ia mengepalkan tangannya dan mengangkatnya.

"Yoooosh! Aku sangat bersemangat!" ucap Natsu dengan antusias

Erza hanya bisa tersenyum. "Ada tapinya" lanjut Erza

"Tapi apa?" tanya Natsu

"Kita akan melindunginya bukan hanya kita bertiga, dengan kata lain, Master mengirimkan teman-teman kita untuk membentuk tim." jelas Erza

"Ah tidak bisa dipercaya. Kakek tua itu sangatlah repot" gerutu Natsu

"Dalam tim tersebut, ada aku, kau, Gray, Gajeel, Mira, Juvia, dan juga Wendy" ucap Erza

"Kenapa harus ada si muka besi itu?" protes Natsu

"Ada masalah denganku, bola api?" ucap pemuda berambut panjang dengan wajahnya yang penuh dengan tindikan.

"Gajeel!" Erza dan Natsu kaget akan kehadiran Gajeel.

"Kenapa kalian begitu kaget melihatku? Aku kemari untuk menjalankan misi dengan kalian." Ucap Gajeel

"Kau datang sendiri?" tanya Erza

"Tidak, aku datang bersama Mira, Wendy dan juga Juvia" jawab Gajeel dengan santai

"Terus dimana mereka?" tanya Natsu

"Juvia sedang mengejar pangeran idamannya, Mira sedang didapur, Wendy sudah ada dikamarnya" jelas Gajeel

"Kenapa mereka keliatan lebih sibuk dibanding kita? Setidaknya mereka harus menyapa tuan rumah terlebih dahulu" gerutu Natsu sambil ber-sweatdrop.

"Sudahlah, biarkan saja. Oh ya Gajeel, kau sudah tahu misi kita kali ini?" tanya Erza

Gajeel mengangguk. "Karena Natsu terlihat jatuh hati pada penyihir ini, jadi aku menawarkan diri untuk membantu kalian" jelas Gajeel dengan santainya

"Jatuh hati? Apa benar itu Natsu?" tanya Erza sambil mendelik membuat Natsu menjadi mengkerut.

"Kau tidak tahu kalau si Flame-head ini jatuh hati pada penyihir itu? Astaga kau benar-benar menyedihkan Erza" ledek Gajeel

"Ya mana aku tahu kalau dia jatuh hati pada gadis itu. Dia tidak cerita padaku" gerutu Erza

Erza menatap Natsu. Memang benar kalau akhir-akhir ini Natsu berubah menjadi lebih ceria. Biasanya hanya ada aura yang menyeramkan dan kesuraman disekitarnya. Tapi sekarang…

"Ah sudahlah aku bingung dengan kalian" Erza menyerah dan keluar dari ruangan tersebut meninggalkan dua naga untuk berbincang.

"Kenapa kau mengadu kalau aku jatuh hati pada gadis itu?" ucap Natsu dengan nada sinis

"Aku tidak tahu, aku pikir mereka sudah tahu akan perasaanmu" jawab Gajeel dengan santai

"Urrrgggh kau ini membuatku malu, baka!" gerutu Natsu. Natsu melangkahkan kaki untuk keluar dari ruangan.

"Lucy Heartfilia" gumam Gajeel

Natsu menoleh dan menatap Gajeel yang sedang memejamkan matanya.

"Nama gadis itu" lanjut Gajeel

Natsu tersenyum, "Terimakasih Gajeel!" ujar Natsu dengan semangat. Natsu keluar dari ruangan tersebut sambil tersenyum dengan bahagia.

'Tunggu aku, Lucy' batin Natsu

Gajeel yang masih memejamkan matanya hanya bisa tersenyum.

To be continued


Akhirnya chapter ini terselesaikan. Dan SELAMAT TAHUN BARU 2014 yuhuuuu..semoga kita semua menjadi individu yang lebih baik lagi yaaaa O:)

Daaaaan bagaimana menurut pendapat para readers atas chapter ini? sepertinya mulai gaje dan jeleknya maksimal.. hueeee gomenasaaaaiii! :"(

Baiklaaaaah, sekarang waktunya untuk membalas satu per satu review dari chapter sebelumnya..

karinalu : Ah arigatouu XD Iya seperti itu lah kira-kira, mungkin sudah terjawab dichapter ini hoho, hayoo ini sudah update..dibaca yaaa XD

SSAPHIRA : Hehe Arigatouuu... ini dia chapter selanjutnya.. ayo dibacaaaa XD

zuryuteki : Uwaaaaah senangnya kalau cerita ini disukai oleh yuuchan :3 Nah ini dia chapter selanjutnya..bagaimana? XD

Reka Amelia : Ini sudah lanjut XD

suci minoz : Hehe arigatou :) iya, ini sudah update XD

azalya dragneel : Hahaha XD ini sudah update, ayo dibaca-dibaca~~~

Terimakasih bagi para reviewers dan juga para readers! Tunggu chapter selanjutnya yaaa... author akan berusaha mengupdate seminggu sekali (itupun masih diusahakan-_-") untuk fanfic author yang berjudul A dreamer dan I miss you juga akan diusahakan untuk diupdate (entah kapan...) jadi gomenasaaaaiiii ._.v

Kalau begitu, cukup sekian

~anyui~