Chapter 3- Liburan dan Pertemuan
Kira bangun dari tidurnya. Ia menatap langit-langit tempat dia bernaung sekarang. Setelah beberapa menit menatap langit-langit, ia kembali memejamkan matanya.
"Begitu ya..hmm terima kasih sudah menolongku" ucap Lucy sambil tersenyum manis.
Kira mengingat wajah Lucy saat Kira menolongnya. Kira langsung bangkit duduk.
"Astagaaaaa!" teriak Kira dengan frustasi
Aki yang tidur disebelahnya akhirnya terbangun akibat teriakan dari Kira.
"Kira, aku mohon. Jangan mengganggu tidurku. Ini masih pagi, jangan buat keributan" ceramah Aki.
Kira menoleh dan mendapati temannya itu sudah terlelap kembali.
Crown of Power
by Anyui
.
Disclaimer of Fairy tail is
Hiro Mashima
WARNING : TYPO(S), ROMANCE, SUPERNATURAL, PAIRING(S), OOC
.
.
.
.
.
Loki duduk ditempat tidurnya. Ia sedang membaca buku. Hari ini ia memutuskan untuk tidak pergi kesekolah. Begitupun juga Lucy. Loki sangat terfokus dengan buku yang sedang dibacanya.
Tiba-tiba dia menutup buku tersebut dan menatap keluar jendela. Ia mengingat kejadian kemarin. Kejadian yang membuat dirinya tidak bisa menjemput Lucy.
Flashback
Loki sedang mengendarai mobilnya. Dia menuju sekolah Lucy, untuk menjemput Lucy tentunya. Tanpa sadar, tiba-tiba didepannya ada seorang gadis yang sedang menyebrang. Loki pun tidak dapat menggunakan rem mobilnya tepat waktu, hingga akhirnya ia menabrak sang gadis itu.
"Oh astaga!" ujar Loki sambil keluar dari mobilnya untuk melihat keadaan gadis yang ia tabrak.
Loki melihat gadis itu sudah tergelatak didepan mobilnya. Para warga kota melihatnya. Tanpa pikir panjang, Loki menggendong gadis tersebut kedalam mobil dan segera pergi kerumah sakit.
Setibanya dirumah sakit, Loki menunggu diruang tunggu, karena gadis itu sedang ditangani oleh para dokter. Loki gelisah dan cemas akan keadaan gadis itu.
Tidak lama kemudian, dokter keluar dari ruang pemeriksaan dan menghampiri Loki
"Bagaimana, dok?" tanya Loki
"Tidak ada luka yang serius. Tapi dia masih belum sadar dari pingsannya" jelas dokter tersebut
"Ah syukurlah kalau begitu.." ucap Loki sambil menghembuskan nafas yang menandakan dia sudah lega.
"Lain kali kalau menyetir hati-hati ya" nasehat dokter tersebut
Loki mengangguk. "Apa saya bisa melihat kondisinya sekarang, Dok?" tanya Loki
"Boleh, silahkan. Saya pamit dulu ya" ujar sang dokter yang sudah berjalan meninggalkan Loki.
Loki pun masuk kedalam ruangan dimana gadis yang tak dikenalnya dirawat. Loki menarik kursi dan duduk disebelah tempat tidur gadis tersebut.
Loki memandangi wajah gadis tersebut. Loki berpikir gadis ini cukup manis. Terlihat dari postur tubuh nya yang kecil dan imut, wajahnya yang manis, rambut pendeknya yang berwarna coklat, sayangnya gadis ini masih memejamkan matanya.
"Gomene.." gumam Loki
Tidak lama kemudian, gadis itupun membuka kedua matanya. Ia terlihat bingung.
"Ini..dimana?" tanya gadis itu
Loki pun bangkit berdiri. "Ini dirumah sakit. Maaf aku sudah menabrakmu tadi" jelas Loki sambil merundukkan kepalanya tanda penyesalan.
Gadis itu pun bangkit duduk dan memperhatikan Loki.
"Sudahlah, aku tidak apa-apa kok" ucap gadis itu dengan ramah
Loki mengangkat wajahnya dan menatap gadis yang ada dihadapannya. Ia melihat sepasang bola mata yang indah. Ia melihat bola mata yang berwarna hijau yang meneduhkan. Tanpa disadari, Loki memandang gadis itu dengan lama. Gadis tersebut berdeham.
"Eh?" Loki menyadari akan sikapnya. "Gomenasai.." lanjut Loki
Gadis itu hanya mengangguk.
Loki mengulurkan tangannya. "Aku Loki, dan siapa namamu, Nona?" ucap Loki
"Aku Reiki." Jawab gadis itu dengan malu-malu. Loki yang melihatnya merasa pipinya memanas. Mungkin sekarang kedua pipinya sudah memerah.
'KAWAAAAIIIIII' teriaknya dalam hati.
"Bagaimana dengan lukamu?" tanya Loki
Reiki menggeleng. "Sudah tidak apa-apa" sahutnya
"Maaf, sekarang sudah jam berapa ya?" tanyanya dengan sopan
Loki melihat jam tangannya. "Jam lima sore" jawab Loki sambil tersenyum
Loki teringat. Ini sudah jam lima sore. Siapa yang menjemput Lucy? Loki menepuk jidatnya.
"Aku harus pulang sekarang, Loki-san" ucap Reiki
Loki masih berpikir, masa iya dia harus meninggalkan gadis yang sudah ditabraknya. Walaupun ia sudah membayar dan membawa gadis ini kerumah sakit, tetap saja tidak sopan. Tapi bagaimana dengan Lucy?
"Rumahmu dimana? Akan aku antar" tawar Loki dengan ramah
"Ah tidak-tidak usah. Aku masih ada pekerjaan, jadi tidak pulang kerumah" jelas Reiki
"Kerja?" tanya Loki. Reiki mengangguk.
"Kau akan tetap bekerja saat sakit?" tanya Loki. Reiki lagi-lagi mengangguk.
"Baiklah kalau itu maumu. Tidak apa-apa kalau aku tinggal?" tanya Loki
"Iya tidak apa-apa" jawabnya.
"Baiklah. Sampai jumpa lagi, Ojou-san" pamit Loki sambil tersenyum dan melambaikan tangannya
Reiki hanya tersenyum manis.
Flashback off
"Apa Lucy marah padaku ya?" gumam Loki
Loki memutuskan untuk mandi dan bertemu dengan Lucy. Untuk meminta maaf tentunya.
XXX
Lucy yang berada dikamarnya sedang duduk bersandar di tempat tidurnya. Ia memijat kepalanya yang sedang pening.
Lucy bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandinya. Ia memutuskan untuk mandi dengan berendam di bathtubenya dengan wewangian aroma therapy. Mungkin saja itu bisa membantunya menghilangkan pening yang sedang dia alami.
Lucy membuka bajunya dan mulai masuk ke bathtube. Lucy merasa nyaman, tanpa sadar ia memejamkan matanya.
BYUUURRRR
Lucy membuka matanya dan yang dilihat adalah dia sedang didalam air. Tidak bisa bernafas. Ia merasa sesak. Apakah ia tenggelam di bathtubenya sendiri? Bukan. Ini seperti...di laut?
Lucy berusaha untuk tidak bernafas didalam air. Ia berusaha untuk berenang tapi seperti ada yang menahannya. Menahan kakinya untuk bergerak. Lucy menjadi panik, tanpa sadar ia membuka mulutnya. Ia meneriakkan kata yang tidak bisa didengar.
"Tat..su..kete.." ucap Lucy tanpa suara
Lucy pun menyerah dan akhirnya ia memejamkan matanya.
Tiba-tiba Lucy merasa ada yang menyentuh bibirnya. Lucy pun membuka matanya dengan perlahan. Terlihat samar-samar seseorang dengan rambut spike sedang menciumnya. Lucy merasa hangat, sebelum dia kehilangan kesadaran ia mendengar bisikan dari seseorang tersebut.
"Jangan tinggalkan aku.."
Lucy pun akhirnya membuka matanya, ia terengah-engah. Ia melihat ke sekelilingnya. Ia mendapati dirinya telah setengah tenggelam dibathtubenya. Dan ia mendengar namanya dipanggil dari luar kamar mandinya.
"LUCY! HOY JAWAB AKU LUCY!" teriak seseorang dari luar kamar mandinya.
Lucy menyadari kalau itu adalah suara Loki. Dengan segera ia keluar dari bathtubenya dan menjawab panggilan Loki.
"Iya Loki. Sebentar aku sedang mandi" jawab Lucy dengan lantang.
Lucy melihat pantulan dirinya di cermin. Dirinya yang sedang memakai baju handuk. Rambut pirangnya yang basah. Ia memegang kedua pipinya lalu menyentuh bibirnya.
"Siapa dia?" gumamnya
"Lucy, aku tunggu dibawah. Ada yang ingin aku bicarakan" ucap Loki
"Baiklah.." sahut Lucy
Lucy dengan segera mengeringkan rambutnya dan keluar dari kamar mandinya.
Lucy membuka lemari bajunya, ia memilih pakaian yang santai untuk hari ini dan juga dapat menghangatkan dirinya dari angin di musim gugur ini. Ia mengambil t-shirt turtlenecknya yang berwarna merah maroon dan mengambil short pants berwarna hitam serta ia juga mengambil hosiery berwarna abu-abu dan setelah itu ia memakainya.
Setelah memakai pakaian, Lucy duduk didepan cermin, ia menyisir rambut pirang panjangnya dengan perlahan. Disaat ia menyisir rambutnya, ia masih memikirkan tentang mimpi singkatnya saat mandi. Dan yang ia pertanyakan, kenapa ia bisa tertidur saat mandi? Apa dia terlalu lelah? Lucy menggelengkan kepalanya. Dan dengan segera ia meletakkan sisirnya dan keluar dari kamarnya.
"Seperti biasanya, kau cantik" ujar seseorang tersebut. Dan seseorang tersebut adalah Kira.
XXX
Lucy menghampiri Loki yang sedang duduk ditaman yang berada dibelakang rumahnya. Ia duduk disebelah Loki.
"Ohayou, Loki" sapa Lucy dengan ceria
"Ah ohayou Lucy" sahut Loki
"Hmm ada apa? katanya kau mau berbicara tentang sesuatu?" tanya Lucy
"Iya, aku ingin meminta maaf padamu, karena kemarin aku tidak menjemputmu. Aku takut kau murka padaku" ucap Loki
"Hmm begitu? Memangnya kau kemana sampai tidak menjemputku kemarin? Kau tahu, kemarin aku diganggu oleh dua preman, tahu!" jelas Lucy
Loki terkejut dengan penjelasan Lucy. "Benarkah? Ah syukurlah" ucap Loki
"Kenapa kau malah mensyukuri saat aku diganggu oleh preman-preman?" tanya Lucy sambil memicingkan matanya
Loki hanya tertawa pahit "Syukurlah, kau menjadi mengenal dunia luar" ucap Loki
"Eh?"
"Iya, kau jadi tahu, diluar lingkungan kita ini banyak yang hidup dijalan kegelapan, kejahatan. Seperti preman-preman yang mengganggumu itu. Dan semustinya kau belajar untuk tidak menggunakan sihirmu untuk melawan mereka" ceramah Loki
"Kau ini! jangan sok tahu! Aku kemarin tidak menggunakan sihirku. Sihirku ini bisa membunuh mereka, Loki" bantah Lucy
"Eh? Jadi kau tidak menggunakan sihirmu? Lalu kenapa kau bisa selamat?" tanya Loki dengan bingung
Lucy menghela nafas lalu memukul lengan Loki dengan keras.
"Kau ini! semustinya kau mensyukuri kalau aku selamat. Malah bertanya bagaimana aku bisa selamat" gerutu Lucy
"Apa-apaan sih kau ini, Lucy. sakit tahu! Kau ini kan tidak bisa bela diri. Kau ini hanya bisa menggunakan sihir. Jadi aku heran kau bisa selamat" ucap Loki dengan santai.
"Ada yang menyelamatkan aku" sahut Lucy
"Wah wah wah…Jadi sekarang ada pangeran yang menyelamatkan mu, Lucy-hime?" ledek Loki
"Kau meledekku terus. Awas saja nanti. Kau akan kena batunya" sahut Lucy
Loki tertawa melihat sikap Lucy. "Baiklah-baiklah.. Jadi? Siapa yang menyelamatkan mu? Bapak-bapak tua ya? Pfffft" ucap Loki sambil menahan tawanya.
"Loki! Uh" ujar Lucy
"Hahaha aku serius nih sekarang, kau diselamatkan oleh siapa?" tanya Loki
"Hmm seorang pemuda. Kalau tidak salah namanya Ken" jawab Lucy
"Ken? Ciri-cirinya seperti apa? Terus setelah menyelamatkanmu, kau dibawa kemana?" tanya Loki dengan bertubi-tubi
"Loki kau berlebihan!" ujar Lucy
"Tinggal jawab saja juga" protes Loki
"Hmm namanya Ken. Dia memakai seragam gakuran. Dia seumuran dengan kita, dia tinggi, memiliki rambut spike berwarna senada dengan baju yang sekarang aku pakai, matanya berwarna violet. Hmm tampan menurutku. Dan juga ba—" tiba-tiba Lucy terdiam
'Rambut spike?' batin Lucy
Lucy mengingat mimpi singkatnya. Ia melihat orang itu memiliki rambut spike. Wajah Lucy memerah
'Jangan-jangan….' Pikir Lucy
Lucy menggeleng-gelengkan kepalanya. Loki yang memperhatikan Lucy hanya bisa tersenyum.
"Aneh" gumam Loki
XXX
Kira dari jauh hanya bisa tertawa melihat Lucy.
"Hey hey, wajahnya memerah. Apakah dia memikirkan yang tidak-tidak tentang ku? Hahaha" ujar Kira
Kira merasa tidak keberatan jika Lucy mengkhayal tentang dirinya. Itu perkembangan yang bagus. Pertemuan pertama yang ia rencanakan berhasil dengan sempurna. Kira juga memikirkan untuk menyamar menjadi Ken kembali dan mendekati Lucy.
'Mungkin itu ide yang bagus' pikirnya
Kira berpikir ulang, bagaimana kalau dia memusnahkan Sabara terlebih dahulu dan menyerap kekuatan Sabara? Mungkin dia akan menjadi iblis yang tidak terkalahkan. Kira kembali memamerkan seringai jahatnya dan kemudian dia menghilang.
XXX
Natsu duduk bersandar disofa. Tidak ada yang ia lakukan. Hanya duduk bersandar dan pandangannya menerawang. Terkadang ia senyum-senyum sendiri. Teman-temannya yang melihat hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.
"Oy, salamander. Aku tahu kau sedang kasmaran. Tapi kerjaanmu dari bangun tidur hingga sekarang hanya berkhayal. Sungguh menjijikkan" ejek Gajeel
Natsu masih tetap dalam posisinya. Tidak mendengar ejekan Gajeel.
"Sudahlah biarkan dia Gajeel" ucap Erza
"Bukan begitu, Erza. Hanya isi pikiran dia dan suara hatinya selalu berisik. Aku yang mendengarnya menjadi jijik" ucap Gajeel dengan nada sok jijik.
"Ada saatnya kau juga akan begitu, Gajeel" timpal Gray yang sedang disuapi oleh Juvia
"Yayaya, aku juga sekarang jijik melihatmu, Stripper" sahut Gajeel dengan pandangan mengejek
"Hoy, ini kan bukan mauku!" bantah Gray yang sekarang sweat drop melihat Juvia yang sedang menatapnya dengan tatapan gilanya.
"Wendy" panggil Erza
Wendy yang sedang sibuk membaca buku akhirnya menoleh kearah Erza.
"Ada apa, Erza-san?" sahut Wendy
"Kau sedang membaca apa? sepertinya kau sangat serius" tanya Erza dengan penasaran
"Oh buku ini. buku ini menjelaskan tentang penyihir cahaya secara lebih dalam. Aku ingin tahu tentangnya sebelum kita semua melindunginya dengan kekuatan kita" jelas Wendy
Akhirnya Erza duduk disebelah Wendy dan membisikkan sesuatu "Bagaimana kalau kita ke perpustakaan, disini rebut sekali" usul Erza
Wendy mengangguk dan tersenyum. Akhirnya Erza dan Wendy keluar ruangan dan berjalan menuju perpustakaan.
Didalam perpustakaan, Erza dan Wendy duduk berhadapan.
"Apa yang telah kau ketahui dari membaca buku itu?" tanya Erza
"Hmm anoo... Kekuatan penyihir tersebut. Salah satu kekuatan penyihir ini adalah mengeluarkan spell yang dinamakan ultimate magic of the stars. Dia bisa mengeluarkan sihir bintang." Jelas Wendy
"Hanya itu kekuatannya?" tanya Erza
Wendy menggeleng. "Itu hanya salah satu, Erza-san" jawab Wendy
"Hmm begitu. Baiklah lanjutkan" ucap Erza
"Lalu, Saat kekuatannya bangkit sepenuhnya, penyihir itu bisa menggunakannya dan bisa juga memberikan kepada seseorang yang telah dipilihnya. Jika penyihir itu menyerahkan kekuatannya saat ia masih hidup, kekuatannya tidak akan menghilang sepenuhnya, daya sihir itu masih akan tertanam didirinya. Berbeda jika penyihir itu mati. Jika penyihir itu mati dibunuh atau mengalami kehancuran, seluruh kekuatannya akan lepas dari dirinya dan tidak tersisa" jelas Wendy
"Apa yang dimaksud dengan kehancuran? Kehancuran apa?" tanya Erza
"Kau tahu kan kalau penyihir ini telah diincar oleh banyak pihak? Pihak-pihak tersebut menginginkan penyihir itu mati, setidaknya hancur" jelas Wendy
"Hancur?" tanya Erza lagi. Wendy mengangguk.
"Kata hancur disini adalah membuat kehidupan penyihir itu hancur. Sampai penyihir itu merasakan keputus asaan yang tiada akhir. Karena penyihir cahaya ini juga memiliki kekuatan dari sebuah harapan. Penyihir ini selalu percaya pada harapan. Jika penyihir itu jatuh kedalam keputusasaan, Maka kekuatan penyihir itu akan dengan mudah berubah menjadi sebuah kegelapan" jelas Wendy sambil membaca bukunya.
"Dan pihak yang mengincarnya akan menggunakan kekuatan itu untuk hal-hal yang menyimpang, bukan begitu?" timpal Mira yang sudah berdiri didepan perpustakaan dengan senyumannya.
"Mira!" ujar Erza
"Mira-san"
"Kalian ini sangat serius membicarakan tentang penyihir tersebut sampai-sampai tidak tahu ada aku disini" ucap Mira sambil duduk disamping Erza
Erza hanya menghela nafasnya.
"Ya sudah. Silahkan lanjutkan, Wendy" ucap Mira
"Benar apa yang telah dikatakan oleh Mira-san" sahut Wendy
"Natsu-san. Tidak baik menguping pembicaraan seseorang" lanjut Wendy
Natsu pun keluar dari persembunyiannya dan masuk kedalam perpustakaan.
"Kau mendengarnya, Natsu?" tanya Erza
Natsu mengangguk. "Tanpa menguping pun aku sudah dapat mendengarnya" ucap Natsu dengan enteng.
"Bagaimana kalau semua berkumpul diperpustakaan ini?" usul Mira
"Memang ada apa?" tanya Erza
"Baiklah, akan aku panggilkan yang lainnya" ujar Wendy sambil keluar perpustakaan untuk memanggil Gray, Gajeel dan juga Juvia.
Erza kembali menghela nafasnya. Sungguh merugikan jika tidak bisa membaca pikiran orang lain.
Beberapa menit kemudian, Gajeel, Wendy, Gray dan Juvia masuk kedalam perpustakaan dan berbincang bersama dengan yang lainnya.
"Begini…Mungkin Natsu, Gajeel dan Wendy sudah tahu apa yang ingin aku bicarakan. Jadi akan aku ucapkan lagi.." ucap Mira
"Aku sudah tahu keberadaan gadis itu. Gadis penyihir itu" lanjut Mira
Natsu tersenyum penuh arti, begitu juga Gajeel dan Wendy.
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Erza
"Ah itu semua sudah menjadi urusanku, Erza" jawab Mira
Erza hanya memutar bola matanya. Gray dan Juvia hanya tersenyum.
"Jadi?" tanya Juvia
"Namanya Lucy Heartfilia, dia seumuran dengan Natsu, Gray, Gajeel dan Juvia. Dia masih sekolah di sekolah khusus para bangsawan. Dia tinggal di Fiore" jelas Mira
"Bangsawan?" ulang Gray
"Gadis ini adalah seorang putri sekaligus penyihir" ucap Mira sambil melirik kearah Natsu
"Hmm setahuku, keluarga Heartfilia adalah keluarga terkaya di kota ini" ucap Juvia. Mira mengangguk.
"Selagi kekuatannya belum bangkit sepenuhnya, kita harus berada didekatnya" ucap Natsu
Semua menatap Natsu. Natsu melihatnya dengan heran. "Kenapa?" tanyanya
"Bilang saja kau ini ingin dekat-dekat dengan dia.." ledek Gray
Gajeel mengangguk. Mira dan Erza tertawa, begitupun juga Wendy dan Juvia.
"Baiklah, mulai besok kita akan melaksanakan misi ini.." ucap Erza
Semuanya mengangguk tanda bahwa mereka mengerti.
XXX
Lucy duduk dibalkon kamarnya. Ia merasakan sepoi-sepoi angin. Rambutnya yang dibiarkan terurai disapu oleh angin. Matanya terpejam menikmati hembusan angin.
"Ahhhh enaknyaaaaa~" ucapnya
Dia berpikir untuk memainkan angin dengan sihirnya. Akhirnya Ia membuat pusaran angin kecil ditangannya. Ia menggerakkan jari telunjuknya secara berputar-putar lalu ia meniup pusaran angin tersebut, dan akhirnya pusaran tersebut menghilang. Lucy pun tersenyum.
"Hime.." panggil Virgo
Lucy menoleh kebelakang dan mendapati Virgo sedang berdiri. Lucy tersenyum.
"Ada apa, Virgo?" tanyanya dengan lembut
"Layla-sama dan Jude-sama memanggil anda untuk makan siang" jawabnya dengan sopan
Lucy melihat jam dinding dan mengangguk.
XXX
Lucy beserta dengan ayah ibunya sedang menikmati santapan makan siangnya. Hanya dentingan alat makan yang terdengar. Setelah selesai makan, Lucy masih duduk memandang kedua orang tuanya.
"Lucy, Ayah memikirkan sesuatu. Bagaimana kalau kita pergi liburan?" tanya ayahnya dengan tiba-tiba
"Eh? Liburan?" Ulang Lucy
Ayah dan Ibunya mengangguk. "Bagaimana menurutmu?" tanya Ibunya
Lucy berpikir. Lalu mengiyakan usul ayahnya.
"Baiklah, bagaimana kalau kita berangkat minggu esok? Kita akan menginap di mansion milik kita di Crocus" ujar ayahnya dengan semangat.
Lucy dan Ibunya hanya bisa tertawa melihat tingkah laku ayahnya.
XXX
"Sepertinya mereka akan pergi ke Crocus" ucap Reiki
"Bagaimana Kira? Kau bilang, kau sudah merencanakan sesuatu. Tapi kenapa belum ada yang kita lakukan!" Ujar Taka dengan nada kesal
"Kenapa kita harus buru-buru? Santai saja. Lagipula aku punya rencana baru" jelas Kira
"Rencana baru?" Ulang Aki
"Apa maksudmu, Kira?" Tanya Taka
"Kalian pikir, kita bisa mengalahkan gadis penyihir itu dengan kekuatan kita yang sekarang?" Tanya Kira
"Memang kenapa? Kita ini iblis yang kuat terutama kau, Kira" sahut Hestia
"Ya sudahlah, jelaskan saja rencanamu itu pada kami, Kira" sahut Reiki dengan sinis
"Aku menunggu kekuatan iblisku meningkat. Sampai saat itu, aku akan memberikan waktu pada gadis penyihir kita yang cantik ini untuk bermain-main" jelas Kira
"Masalahnya itu adalah kapan kekuatan iblis mu akan meningkat? Bisa saja kekuatan penyihir itu yang lebih dulu bangkit dibanding dirimu" ucap Aki
"Sebentar lagi. Kalian tunggulah. Camkan saja ucapanku" sahut Kira
"Ya ya ya, terserah kau sajalah, Kira" ucap Reiki yang sekarang sudah menghilang disusul oleh Hestia dan juga Taka.
"Akan aku tunggu rencana barumu itu" ucap Aki, lalu Aki pun menghilang.
Hari demi hari telah berlalu. Tepat hari ini, Lucy beserta keluarganya akan pergi berlibur ke Mansion keluarganya yang berada di Crocus. Lucy telah menyiapkan keperluannya. Lucy keluar dari kamarnya dengan membawa koper kecil berwarna pink bermotif kupu-kupu dan berjalan menghampiri ayah dan ibunya.
"Aku sudah siap, okaa-san, otou-san" ucap Lucy dengan riang gembira
"Baiklah, okaa-san dan otou-san akan memakai mobil kami. Kau dan Loki memakai mobil yang biasa kalian pakai" jelas ayahnya sambil menunjuk mobil yang berada dibelakang.
Lucy mengangguk dan segera berlari kecil untuk masuk kedalam mobilnya. Sebelum Lucy masuk, ia meletakkan koper kecilnya di bagasi. Setelah selesai, Lucy masuk kedalam mobil dan duduk didepan bersama dengan Loki.
"Hai" sapa Loki yang telah bersiap didepan kemudinya
"Halo..akhirnya kita liburan, Loki!" sahut Lucy dengan riang gembira.
Loki hanya tersenyum. Ia senang melihat Lucy tertawa riang seperti yang dilihatnya sekarang.
Loki menjalankan mobilnya dan meninggalkan kediaman Heartfilia.
XXX
Ditempat lain, Natsu dan yang lainnya sudah bersiap untuk menjalankan misi. Misi melindungi sang penyihir cahaya.
"Mira, kenapa kita harus pergi kekota ini?" Tanya Erza
"Karena gadis itu akan berada disini" jawab Mira dengan santai
Natsu menatap langit. Ia menghela nafasnya. Ia sebentar lagi akan melihat gadis yang menyelamatkannya.
XXX
Beberapa jam kemudian, tibalah Lucy dan keluarganya di kota Crocus. Kota yang indah.
"Aaaaah indah sekali kota ini" puji Lucy
"Yah tidak ada yang berubah sejak kita kecil, Lucy" sahut Loki
Lucy mengangguk. "Sepertinya kita sudah dekat dengan mansionnya" ucap Lucy
XXX
Lucy dan keluarganya telah sampai di mansion keluarga Heartfilia. Gerbang yang berwarna silver dengan lambang Heartfilia konzern menambah kesan mewah akan mansion tersebut.
Mobil Loki dan Mobil ayah Lucy sudah terparkir didepan. Lucy dan yang lain sudah masuk kedalam dan berjalan kekamar masing-masing.
Sampai dikamar, Lucy membuka jendela kamar tersebut. Terlihat lah pemandangan yang indah.
"Waaaahhhhh" ujar Lucy sambil tersenyum.
"Sepertinya aku akan keluar melihat-lihat sebentar" gumamnya
Lucy pun keluar dari kamarnya. Saat menutup pintu kamar, Lucy melihat ayah ibunya sedang bercengkrama.
'Ah senangnyaaa' batin Lucy
Lucy menghampiri ibu dan ayahnya. Tiba-tiba ayah dan ibunya berhenti bercengkrama dan wajah mereka memerah. Lucy tertawa kecil.
"Wajah kalian memerah hihi" ledek Lucy
Ayah dan ibunya saling memandang dan kemudian tertawa. Mereka bertiga tertawa.
Diluar ruangan, Loki sedang berdiri memperhatikan keluarga yang sedang bahagia. Ia hanya bisa tersenyum. Tapi tiba-tiba ia merasa tegang.
Loki kemudian menoleh kearah hutan.
'Aku merasa seperti diawasi' pikir Loki
Loki pun berjalan meninggalkan yang lainnya dan mencari tahu apa sebab yang membuat dirinya merasa diawasi.
XXX
Loki berjalan menelusuri hutan. Dia berhenti sejenak.
"Ayolah, kalian keluar saja" ucap Loki
Tampaklah kawanan Erza dan yang lainnya. Tanpa Natsu. Mereka sedang berdiri kokoh diranting pepohonan.
"Wah, aku pikir pemuda ini lemah, tapi dia bisa tahu keberadaan kita" ledek Gajeel
Loki menatapnya sinis. "Maaf kalau aku terlalu peka" sahut Loki dengan santainya.
"Jadi? Kenapa kalian mengawasi kami?" Tanya Loki.
Gajeel pun turun dari atas dan berjalan menghampiri Loki.
"Kau..bertanya siapa kami dan darimana kami bukan?" Tanya Gajeel
Loki terkejut. Memang benar kalau ia berpikir mengenai kawanan ini. Siapa mereka? Darimana mereka? Tapi bagaimana bisa orang yang ada dihadapannya tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Loki.
"Gajeel!" Panggil Erza
"Baiklah, namaku Gajeel Redfox. Itu teman-temanku" ucap Gajeel sambil menunjuk kearah teman-temannya.
"Aku Erza Scarlet" ucap Erza
"Aku Juvia" ucap Juvia sambil merundukkan badannya tanda menghormati Loki
"Aku Gray Fulbuster" ucap Gray.
Loki yang melihat Gray hanya bisa bersweat drop.
'Kenapa dia tidak memakai baju?' Pikir Loki
"Hoy, Stripper. Mana bajumu, bodoh!" Ujar Gajeel
Gray menatap dirinya "Uwaaah kemana bajuku"
"Namaku Mirajane Strauss. Salam kenal" ucap Mira dengan ramah
"Hmm anoo.. Namaku Wendy Marvell. Salam kenal" ucap Wendy dengan manisnya.
"Perkenalkan, aku Loki. Salam kenal semuanya. Jadi? Kita kembali kepertanyaan ku semula, kenapa kalian mengawasi kami?" Ujar Loki
"Untuk melindungi sang penyihir cahaya" jawab Mira
Loki membelalakkan matanya. Terkejut dengan apa yang didengarnya.
"Ka-kalian tahu tentang Lucy?" Tanya Loki dengan gugup.
Semuanya mengangguk.
"Loki-san. Lucy-san keluar dari mansion. Sepertinya dia akan berkeliling" ucap Wendy
"Eh?"
"Biarkan saja, ada si flamehead disana" ucap Gray
"Flame-head?" ulang Loki
"Dia rekan kami, Natsu Dragneel namanya" sahut Mira
"Jadi kita lanjutkan pembicaraan kita" timpal Erza
Loki mengangguk. "Kenapa kalian bisa tahu tentang Lucy?" Tanya Loki
"Karena kami pernah ditolong olehnya" jawab Gray
"Tolong? Apa maksud kalian?" Tanya Loki dengan bingung
"Gadis itu..hmm Lucy maksudku.. Dia telah menyelamatkan kami dari kawanan iblis yang menyerang kami. Entah dari mana ia muncul. Aku pun juga tidak tahu, karena saat itu aku sedang tidak sadarkan diri. Tapi menurut cerita temanku, yang bernama Natsu tadi. Dia datang melindunginya dengan menggunakan sihir perisai. Setelah itu menyerang dengan spell disapear" jelas Erza
"Spell disappear? Ti-tidak mungkin" ucap Loki
"Kalau kau tidak percaya kau bisa bertanya pada teman kamu yang bernama flame- maksudku Natsu" sahut Gray
"Bukan begitu, tapi...Kekuatan Lucy belum sepenuhnya bangkit. Bagaimana bisa dia menggunakan Spell disappear" ujar Loki sambil berpikir
"Mungkin kekuatannya akan segera bangkit" celetuk Gajeel
Loki tampak cemas saat mengetahui Lucy dapat menggunakan spell disappear. Spell itu memakan banyak daya sihir.
"Dia juga menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan kami" ucap Erza
Loki tambah cemas mendengar itu. Bagaimana bisa Lucy menggunakan tiga macam sihir saat daya sihirnya belum sepenuhnya bangkit? Bukan tiga tapi empat, teleportasi pun dihitung.
"Kalau begitu... pinjamkan kekuatan kalian" pinta Loki dengan tatapan serius
XXX
Natsu sedang berjalan-jalan. Ia sampai di tengah kota Crocus. Ia melihat banyak makanan, ia juga mendengar detak jantung para warga. Natsu menyusuri kota sampai pada akhirnya ia berakhir di taman. Crocus Gardens. Banyak warga kota yang sedang berada di taman itu. Ia menoleh kesana-kemari mencari tempat duduk yang kosong untuk mengistirahatkan kakinya, ya walaupun ia tidak merasa lelah sekalipun, setidaknya ia bisa menikmati pemandangan bukan?
'Ah dapat' pikir Natsu.
Dengan segera Natsu melangkahkan kakinya menuju tempat duduk itu. Tapi tiba-tiba…
Duuukkk!
"Aw..Ittaiii" rintih seseorang
Natsu menabrak seseorang sehingga orang tersebut sampai jatuh terduduk. Natsu terkejut, dengan segera ia mengulurkan tangannya untuk memberi pertolongan kepada seseorang itu.
"Ah gomenasai..gomenasai" ujar Natsu
Seseorang itu menerima uluran tangan Natsu, Natsu merasa hangat.
'Ada apa ini…' pikir Natsu
Natsu memperhatikan seseorang tersebut. Seseorang yang ditabraknya ini adalah seorang gadis dengan rambut pirang panjang, memakai coat coklat dan celana jeans panjang dan juga sepatu boots hitam. Natsu tidak bisa melihat wajahnya, karena tertutup oleh rambut panjangnya yang terurai.
Gadis itu menepuk-nepuk bagian belakangnya untuk membersihkan kotoran yang menempel di pakaiannya, lalu menoleh kearah Natsu.
"Ah tidak apa-apa. Aku yang salah" ucapnya dengan suara lembutnya.
Natsu terkejut saat angin menyibakkan rambut panjang gadis tersebut dan memperlihatkan wajahnya.
"Kk-kau…" ucap Natsu sambil memandang wajah gadis yang dikenalnya.
Lucy menatap Natsu dengan bingung. Angin pun berhembus dengan pelan sehingga membelai rambut Lucy dan Natsu. Tangan mereka pun masih saling menggenggam. Takdir telah mempertemukan mereka kembali.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
HALOOOOO PARA READERRRSSSS APA KABAAAAR? BAIKLAH INI DIA CHAPTER SELANJUTNYAAAAAA, BAGAIMANA MENURUT KALIAN? LUCY DAN NATSU SEPERTINYA SUDAH BERTEMU, KYAAAAA KYAAAAAAAA! SILAHKAN TINGGALKAN REVIEW KALIAN YAAAAA~~~~~
Okeee ini dia balasan untuk review di chap sebelumnya :
Reka Amelia : Ehehe arigatou.. ini sudah lanjut XD
karinalu : Jahat jadi bikin gemesssss(?) Pastinya Natsu jadi pahlawan Lucy dong *eh.. baiklaah ini chap selanjutnyaaa..silahkan XD
zuryuteki : Iya makasih memang aku cantik dan sekseh /plak! Ehehe arigatou, mari dibaca sudah update XD
yodontknow : Iya sama-sama, ini dia chapter berikutnya, ayo dibaca XD
ocha : Ehehe arigatou XD
Okeeee semua udah dibales reviewnya, jadi para readers dan para reviewers tunggu chapter selanjutnya yaaaaa
Jaa~~
Anyui
