Chapter 4- Kehilangan


Natsu masih menggenggam tangan Lucy dengan erat dan juga memandang wajah cantik Lucy. Natsu merasakan sesuatu yang hangat menjalar ketubuhnya.

"Hmm..Anoooo..."

Crown of Power

by Anyui

.

Disclaimer of Fairy tail is

Hiro Mashima

WARNING : TYPO(S), ROMANCE, SUPERNATURAL, PAIRING(S), OOC

.

.

.

.

.

Natsu sadar dengan sikapnya. Dengan segera ia mengalihkan pandangannya.

"Gomenasai" ucap Natsu

"Iya tidak apa-apa. Hmm tapi...bisakah kau melepaskan tanganku?" tanya Lucy

Natsu sadar kalau dia masih menggenggam tangan gadis yang selama ini ia cari, ia segera melepaskan genggaman tangannya. Lucy hanya tersenyum.

"Maafkan aku sekali lagi" ucap Natsu sambil merundukkan badannya.

Lucy melambai-lambaikan tangannya "Sudah tidak usah minta maaf, aku juga salah kok" ujarnya

Natsu kembali menegakkan badannya dan menatap Lucy. Lucy hanya tersenyum.

"Apa kau ingin duduk dibangku taman ini?" tanya Natsu

Lucy mengangguk dan menoleh kearah bangku, ternyata sudah diduduki oleh orang lain. Natsu dan Lucy pun menghela nafasnya bersamaan. Sadar akan hal itu, mereka berdua saling memandang dan tertawa.

"Aku Lucy, namamu?" tanya Lucy dengan ramah

Natsu bingung dengan sikap Lucy. Apakah Lucy sudah melupakannya? Walaupun itu pertemuan yang sangat singkat, tetapi setidaknya Lucy melihat wajah Natsu pada saat itu.

"Ah namaku Natsu. Natsu Dragneel" sahut Natsu

Lucy mengangguk "Salam kenal" ucapnya dengan senyum manisnya yang tersirat diwajahnya.

Natsu yang melihat senyuman Lucy merasa kedua pipinya memanas. Ia segera mengalihkan pandangannya kearah lain.

"A-apa kau ingin berjalan-jalan?" tawar Natsu

"Eh? Tentu saja. Bagaimana denganmu?" tanya Lucy

"A-aku juga" jawab Natsu dengan gugup

Seandainya dia seorang manusia, mungkin detak jantungnya sudah mulai berdetak tidak normal. Sayangnya dia adalah seorang vampire.

"Baiklah, ayo kita jalan bersama" ajak Lucy dengan riang

Natsu terbengong, lalu menganggukkan kepalanya.

Akhirnya Natsu dan Lucy mengelilingi kota bersama-sama. Ya walaupun sepertinya Lucy sudah melupakan Natsu, Natsu sudah sangat gembira bisa menghabiskan waktu berjalan-jalan dengan Lucy.

"Ah, ada cafe disana. Bagaimana kalau kita mampir sebentar?" usul Lucy

"Baiklah, ayo" sahut Natsu

XXX

Natsu dan Lucy memasuki cafe dan mencari tempat duduk didekat jendela. Setelah Lucy dan Natsu memesan minuman dan cake. Natsu dan Lucy mengobrol layaknya orang yang sudah bersahabat lama.

"Natsu kau tinggal dimana?" tanya Lucy

"Aku tinggal di magnolia" jawab Natsu

"Magnolia?" ulang Lucy

Natsu mengangguk. "Kau tidak tahu?" tanya Natsu

Lucy menggeleng. "Aku baru mendengarnya"

"Lainkali akan aku ajak kau kesana" ucap Natsu sambil menunjukkan grins-nya yang manis kepada Lucy.

Jantung Lucy berdebar-debar saat melihat grins milik Natsu. Lucy pun ikut tersenyum.

Tidak lama kemudian, pesanan pun datang. Lucy memesan vanilla milkshake, sedangkan Natsu memesan ayam goreng saus tobasco. Lucy melihat Natsu dengan pandangan heran. Bagaimana manusia bisa tahan dengan saus tobasco yang pedas itu? Apalagi dia menuangkan sausnya tidak terkira.

"Kau sangat suka makanan pedas ya, Natsu?" tanya Lucy

Natsu mengangguk sambil memakan makanannya. Lucy hanya tersenyum melihat tingkah teman barunya. Natsu menghabiskan makanannya hanya lima menit. Lucy terbengong.

"Sugoiii" ujar Lucy

"Kenapa Luce?" tanya Natsu

"Luce?" ulang Lucy. Natsu mengangguk.

"Itu panggilan untukmu, khusus dariku" ungkap Natsu sambil menunjukkan lagi grins khasnya.

Lagi-lagi Lucy merasakan debaran jantungnya mulai tidak normal saat melihat Natsu tersenyum seperti itu.

"Dan kau sepertinya sangat suka vanilla" terang Natsu

"Eh?"

"Iya, sepertinya kau sangat suka dengan vanilla. Pertama kau memesan milkshake rasa vanilla, yang kedua, aroma tubuhmu itu benar-benar aroma vanilla" ujar Natsu

Wajah Lucy memerah mendengar penjelasan dari Natsu, bagaimana tidak? Natsu mengungkapkan aroma tubuh Lucy. Apakah sewangi itukah Lucy?

"Be—benarkah? Kau memiliki penciuman yang kuat ya, Natsu" sahut Lucy

"Tentu saja" ujar Natsu

Lucy melirik jam tangan yang ia pakai, jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Lucy memanggil pelayan untuk meminta bill kemudian membayarnya.

"Terimakasih kau sudah mentraktirku. Jangan bosan-bosan mentraktirku ya, Luce" goda Natsu

"Mouuu, aku bisa bangkrut kalau begitu" sahut Lucy dengan nada bercanda. Keduanya pun tertawa bersama.

"Natsu, aku harus pulang sekarang, kalau tidak ayah dan ibuku mengkhawatirkanku" ujar Lucy

"Oh baiklah, akan aku antar. Kau tinggal dimana?" tanya Natsu

"Ah, tidak usah, Natsu. Nanti akan merepotkanmu" ucap Lucy

"Tidak apa-apa, aku tidak keberatan kok" ujar Natsu

"Hmm..baiklah kalau itu maumu" ucap Lucy sambil tersenyum

"Ayo" ajak Natsu sambil menarik tangan Lucy untuk keluar dari cafe.

XXX

Lucy hanya menatap Natsu yang memegang tangannya. Natsu masih tetap berjalan seperti biasanya. Pandangannya lurus. Lucy memandang Natsu. Menurutnya, pemuda dengan rambut spike berwarna pink ini sangat aneh.

Tunggu. Spike?

'Kenapa aku selalu bertemu dengan pemuda berambut spike? Loki pun berambut spike' pikir Lucy

"Natsu..." panggil Lucy

Natsu tidak mengalihkan pandangannya. Tetap lurus kedepan. "Hmm?"

"Kenapa kita harus berpegangan tangan?" tanya Lucy dengan nada yang begitu polos

Natsu menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Lucy.

"Karena aku merasa hangat saat memegang tanganmu hehe" jawab Natsu dengan polosnya

Terlihat semburat merah dikedua pipi Lucy.

"Kau aneh.." ucap Lucy sambil tertawa pelan. Natsu memandang Lucy kemudian ia ikut tertawa.

XXX

Akhirnya Natsu dan Lucy sampai didepan Mansion milik Lucy. Natsu menatapnya dengan takjub.

"Waaaaah besar sekali" ucap Natsu. Lucy hanya tersenyum.

"Masuklah" tambah Natsu

"Kau tidak ikut masuk?" tanya Lucy

Natsu menggeleng. "Tidak, kau masuklah" ujar Natsu

Lucy mengangguk. "Sayonara.." pamit Lucy sambil melepaskan genggaman tangan Natsu dan masuk kedalam.

Natsu mengepalkan tangan yang dilepas oleh Lucy.

"Lucy!" panggilnya

Lucy menoleh.

"Sampai jumpa lagi" ucap Natsu sambil melambaikan tangannya.

Lucy tersenyum dan ikut melambaikan tangannya. "Sampai jumpaa..." ucap Lucy tanpa suara

Natsu tersenyum dan meninggalkan mansion Lucy. Lucy pun masuk kedalam mansionnya.

XXX

Natsu masuk kedalam hutan untuk menemui teman-temannya. Natsu menghela nafas.

"Erza, Gray, kalian masih ingat iblis yang waktu itu menyerang kita tiba-tiba?" tanya Natsu

Erza dan Gray mengangguk.

"Salah satu dari iblis itu ada yang mengikutiku dan juga Lucy" terang Natsu

"APA!" teriak Gray dan Erza bersamaan.

"Kenapa kau bisa bersama Lucy?" tanya Gray

"Aku tidak sengaja bertemu dengannya ditaman kota tadi. Lalu kami jalan-jalan dan aku mengantarkannya pulang" jelas Natsu

"Hari ini pasti menjadi hari yang indah untukmu, Salamander" ledek Gajeel yang entah darimana datangnya.

"Diam kau, muka besi!" sahut Natsu dengan wajah memerah.

Erza dan yang lain hanya tertawa melihat tingkah Natsu. Natsu sangat manis kalau sedang jatuh cinta.

"Jadi? Kembali ketopik. Apa benar kau diikuti oleh salah satu iblis yang menyerang kita?" tanya Erza dengan nada serius.

Natsu mengangguk. "Aku melihatnya, dan aku menahan agar aku tidak menyerang iblis itu didepan Lucy" sahut Natsu

"Apakah iblis itu mengincar Lucy?" tanya Juvia

"Entahlah. Aku tidak bisa membaca isi pikiran dan hati iblis itu" jawab Natsu

"Mungkin alasan kau tidak bisa membaca isi pikiran dan hati iblis itu karena kau sedang bersama Lucy. Kau jadi tidak terfokus" ledek Gajeel

"Tidak. Aku juga tidak bisa mendengar isi pikiran dan hati Lucy. Tapi aku bisa mendengar suara-suara dari pikiran warga yang lainnya" terang Natsu dengan nada serius.

"Mungkinkah iblis itu menggunakan perisai seperti Erza?" tanya Mira

"Memang saat kami diserang, ada satu iblis yang bisa membuatku babak belur. Dan membuatku tidak bisa beregenerasi dengan cepat. Dan ia juga memakai perisai" jelas Natsu

"Iblis dengan rambut yang sama sepertimu itu ya?" tanya Gray

Natsu mengangguk. "Tapi dia mempunyai warna rambut yang mirip seperti saus tobasco yang sering aku makan" ucap Natsu dengan polos.

"Hmm anooo...apakah tidak lebih baik kita menyewa kamar untuk kita beristirahat?" usul Wendy

"Ah benar juga apa kata Wendy" timpal Gray. Juvia hanya mengangguk.

"Iya benar, kita tidak mungkin tidur dipepohonan ini. Sungguh tidak nyaman" ujar Gajeel

"Baiklah-baiklah" respon Erza

XXX

Kira memukul cermin yang ada dihadapannya. Ia merasa kesal. Hari ini ia melihat Lucy sedang berjalan dengan Vampire bodoh yang beberapa waktu lalu dia serang.

"Vampire tidak tahu diri." Erangnya.

Tiba-tiba Kira merasa dadanya berdenyut dengan keras. Ia meremas dadanya.

"Arrrggghh ada apa ini" rintihnya

Kira merasa dadanya makin sakit. "ARRRRGGGGHHHHH!" teriaknya

Beberapa menit kemudian, disekitar tubuh Kira sudah memancarkan aura kehitaman, mata iblisnya yang berwarna merah berkilat lebih terang.

"Kekuatanku...kekuatan iblisku meningkat.." gumamnya

"Berarti ini saatnya membunuhmu, Sabara" ucap Kira, lalu dia menghilang.

XXX

Ditempat dimana Sabara tinggal. Sabara masih duduk ditempat tahtanya dengan tenang. Ia sedang memejamkan matanya. Ia merasakan sesuatu yang berbahaya datang mendekatinya.

Tiba-tiba...

DUAAAARRRR!

Pintu ruangan tersebut hancur berkeping-keping. Sabara membuka matanya dan menemukan Kira dengan seringai jahatnya.

"Kira..rupanya kekuatan iblismu sudah meningkat" ucap Sabara

"Ya begitulah, bagaimana menurutmu? Aku menjadi tambah keren, bukan?" Tanyanya sambil menghampiri Sabara.

"Kau ingin membunuhku?" Tanya Sabara

"Ah.. Ternyata aku ketahuan ya. Ya begitulah." Jawab Kira sambil memamerkan seringai jahatnya. Aura hitam masih berada disekitar tubuhnya.

"Baiklah, Aku tidak akan melawan. Aku hanya berpesan padamu. Kekuatanku yang akan kau ambil ini harus digunakan untuk menghancurkan penyihir cahaya itu! Aku tidak mau mati sia-sia" ucap Sabara

"Ya ya ya pak tua. Aku akan mengingat pesanmu ini. Baiklah, ada kata-kata terakhir yang ingin dikatakan lagi?" Tanya Kira dengan santainya.

"Sampai jumpa, Kira. Anakku.." Ucap Sabara.

Kira membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Sabara. Dia tidak percaya saat-saat terakhirnya, dia baru mengakui Kira sebagai anaknya.

"Matilah kau, pak tua" ujar Kira dengan amarahnya yang meledak-ledak.

Asap hitam mengelilingi ruangan tersebut, seketika itu juga, Sabara tergeletak ditanah. Kira hanya bisa tersenyum. Senyuman iblis yang mengerikan.

Kira mendekati tubuh Sabara dan mengulurkan tangannya.

"The power of king devils" Ucapnya

Seketika cahaya kehitaman seperti bola kecil tersebut keluar dari tubuh Sabara, dan akhirnya masuk kedalam tubuh Kira.

Kira tesenyum jahat. "Arigatou, pak tua" ucapnya dan ia pun menghilang.

XXX

Lucy sedang berbaring ditempat tidurnya. Ia tersenyum saat mengingat beberapa kejadian hari ini. Menurutnya hari ini sangat menyenangkan. Selain ia dapat berjalan-jalan, ia juga mendapat teman baru. Natsu.

Tiba-tiba terdengar ketukan dari luar kamar Lucy. Lucy bangkit duduk.

"Siapa?" tanya Lucy

"Aku, Loki"

Lucy turun dari tempat tidurnya untuk membukakan pintu untuk Loki.

"Masuklah" ucap Lucy.

Loki masuk kedalam kamar Lucy dan duduk disofa yang berada dikamar Lucy. Lucy pun ikut duduk.

"Ada apa?" tanya Lucy

"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu" ujar Loki dengan serius

"Silahkan" sahut Lucy

"Saat kau kepesta beberapa waktu yang lalu, apa kau menggunakan sihirmu?" tanya Loki

Lucy mengingat-ingat kejadian saat dipesta. Lucy sedang berada dibalkon gedung mendengar teriakkan. Dan..

"Tunggu Loki. Kenapa kau menanyakan hal itu?" tanya Lucy

"Jawab saja, Lucy" pinta Loki

"Iya aku memakai sihir. Saat itu aku sedang dibalkon, aku mendengar suara seperti teriakkan seseorang dari arah hutan. Aku menggunakan sihir teleportasi untuk kesana. Untuk memastikan saja kalau tidak ada apa-apa. Saat aku telusuri hutan, aku melihat beberapa orang sudah tergeletak dan seseorang yang—" ucapan Lucy terhenti saat ia mengingat adegan dimana ia mengeluarkan spell disappearnya.

Ia teringat wajah seseorang yang telah ia selamatkan. Kemudian ia mengingat wajah Natsu. Lucy memegang kepalanya.

"Astaga..Astaga…" gumam Lucy

"Ada apa?" tanya Loki dengan khawatir

"Natsu..Natsu ternyata seseorang yang pernah aku selamatkan" ujar Lucy

"Eh?"

Lucy kembali menceritakan bagian dimana ia bisa mengeluarkan spell disappearnya dan juga saat menyembuhkan Natsu. Lucy pun menceritakan bahwa tadi siang ia bertemu dengan pemuda yang telah ia selamatkan. Yang tidak lain adalah Natsu.

"Jadi begitu… dasar pikun" ledek Loki sambil menjitak pelan kepala Lucy

Lucy mengelus kepalanya "Kenapa kau malah menjitakku? Aku tidak sengaja melupakannya" terang Lucy

"Ya sudahlah. Sudah malam. Tidurlah" suruh Loki

Lucy mengangguk dan mengantarkan Loki keluar kamar dan mengunci kembali kamar tidurnya dan dengan segera ia membaringkan tubuhnya ditempat tidurnya.

"Natsu.." gumamnya

XXX

Natsu sedang duduk bersandar dipohon besar. Ia sedang mengingat wajah Lucy saat tadi siang. Dimana senyum manisnya terpampang jelas diwajah cantik Lucy.

"Apa benar kau tidak mengingatku?" gumam Natsu sambil memejamkan matanya.

XXX

Hari demi hari pun telah berlalu. Lucy sangat gembira dengan liburan kali ini. bagaimana tidak? Ia bisa menghabiskan waktunya bersama dengan kedua orang tuanya. Berjalan mengelilingi kota, berbelanja cinderamata, dan kegiatan lainnya. Lucy pun tidak lupa untuk berfoto saat momen-momen berharganya bersama dengan ayah ibunya. Lucy akan berencana untuk mencetak semua foto itu dan mengisinya kedalam album keluarga.

Setelah seharian mengelilingi kota bersama orang tuanya, Lucy berbaring ditempat tidurnya dan terlelap tidur. Sedangkan Lucy masih memakai dress wool coatnya yang berwarna putih.

XXX

Ditempat lain, dimana Kira dan teman-temannya mengawasi Lucy.

"Ayo kita jalankan rencana itu sekarang" perintah Kira

Reiki, Hestia, Aki, Taka sudah bersiap. Mata mereka semuanya berkilat merah terang.

"Pertama-tama, kita akan bunuh orang-orang yang paling disayangi oleh gadis itu" terang Kira.

Kira dan yang lainnya sudah berada didepan mansion keluarga Lucy. Natsu yang sedang berada dihutan tidak sadar akan keberadaan iblis-iblis tersebut yang akan menerobos mansion milik Lucy.

"Ayo!" ujar Kira

Dengan sihir teleportasi mereka, Kira, Aki, Hestia, Reiki dan juga Taka sudah berada didalam mansion Lucy. Hestia berjalan diruang tengah, dimana disana terdapat foto-foto Lucy berserta keluarganya. Hestia menghancurkannya dengan sekali pukul. Aki memecahkan meja yang terbuat dari kaca. Semua yang dilewati oleh mereka semua akan dihancurkan.

"Dimana….dimana…." lantun Kira

XXX

Jude dan Layla yang mendengar keributan di luar kamarnya segera bangun dari tidurnya.

"Sayang..didepan sepertinya ada ribut-ribut" ucap Layla

"Aku akan memeriksanya" sahut Jude sambil bangkit dari tempat tidurnya tapi tangannya ditarik oleh istrinya.

"Aku ikut" ucap Layla

Jude mengangguk.

Layla dan Jude dengan hati-hati keluar dari kamar mereka. sekilas mereka melihat kilatan merah dari ruang tengah.

Tiba-tiba..

DUUUK

Jude terjatuh. Layla menoleh kebelakang dan mendapati Kira sudah menyerang Jude. Layla membelalakkan matanya.

'Ib—iblis?' pikir Layla

Layla segera mengeluarkan sihir cahayanya untuk menyerang Kira dan yang lainnya. Tetapi sayangnya, saat itu teman-teman Kira sudah menyadari bahwa Kira akan diserang. Dengan cepat, Layla diserang menggunakan kekuatan Aki dan Taka.

XXX

Loki mendengar keributan diluar kamarnya, Loki yang sedang membaca buku pun meletakkan bukunya ditempat tidurnya dan berjalan keluar kamar. Loki menoleh dan mendapati ayah dan ibu Lucy sudah tergeletak dan sedang diserang oleh beberapa orang.

"HOY! Apa yang kalian lakukan!" Ujar Loki

"REGULUS IMPACT!" Loki mengeluarkan sihirnya.

Kira melirik kearah Loki dan menahan serangan dari Loki dan membalikkan serangan Loki, Loki pun terhempas. Reiki mendekatinya.

"Kau sungguh menggelikan" gumam Reiki

Reiki mengepalkan tangannya dan meninju Loki hingga Loki jatuh pingsan.

XXX

Lucy membuka matanya. Ia sadar, ia sudah tertidur sebelum mengganti bajunya. Tapi Lucy mendengar ribut-ribut diluar kamarnya.

"Ada apa diluar?" gumamnya

Lucy keluar dari kamarnya dan melihat pemandangan yang membuat dirinya terkejut. Barang-barang yang ada dirumahnya hancur. Badan Lucy bergetar hebat. Ia merasa takut.

'A-ada apa ini?' batinnya

Lucy melangkahkan kakinya lebih jauh. Ia melangkahkan kakinya untuk menengok kekamar kedua orang tuanya. Dan pada saat itu..

Lucy tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ayah ibunya sedang diserang. Dan juga Loki..Loki tergeletak disana.

Dengan cepat Lucy berlari menghampiri kedua orang tuanya dan Loki. Dan beberapa detik kemudian, Lucy sudah berhadapan dengan Kira.

"SHIIIIEEEELLLLD!" teriak Lucy sambil merentangkan tangannya.

Lucy terisak melihat keadaan kedua orang tuanya.

"Okaa-san..Otou-san..Loki.." isaknya

"Ah ini dia yang kita cari.. Light Witch…" ucap Kira

Dengan cepat Kira menghancurkan perisai milik Lucy. Lucy pun terlempar jauh dan tubuhnya menabrak tembok.

"Arrrgh…" rintih Lucy. Lucy memuntahkan darah dari mulutnya.

Hestia dengan cepat menghampiri Lucy. dan berencana menghabisi Lucy tapi ditahan oleh Kira.

"Ada apa?" tanya Hestia

"Ini bagianku" jawab Kira dengan seringai jahatnya

"Kkau.. yang..wak..tu itu.." ucap Lucy dalam sakitnya

"Yayaya kau benar, aku adalah iblis yang waktu itu menyerang para vampire bodoh yang kau tolong itu" Terang Kira

'Vampire?' pikir Lucy

Lucy menoleh kearah dimana ayah dan ibunya tergeletak dan masih disiksa oleh teman-teman Kira. Lucy menangis.

Sebuah scythe besar dengan api hitam yang mengelilinginya di pegang oleh Taka dan tombak berukuran besar yang berasal dari asap kehitaman yang dipegang oleh Aki diarahkan masing-masing didepan Layla dan Jude. Lucy menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tidak…Tidak…Jangaaaaan!" teriak Lucy dengan histeris

Kira memberikan arahan kepada Taka dan Aki untuk tidak membunuh kedua orang tua Lucy terlebih dahulu.

"Bagaimana rasanya? Kau takut, Light Witch?" tanya Kira sambil membelai rambut Lucy

Lucy menangis dengan histeris. Kira kini telah menjambak rambut pirang Lucy dan mendekatkan wajah Lucy kewajahnya.

"Kau sangat cantik. Aku suka ekspresimu yang seperti ini. hahahaha" ucap Kira sambil menghempaskan kembali tubuh Lucy kelantai.

"Bagaimana kalau aku meremukkan tulang kakimu?" tanya Kira dengan nada kejam. Kira menginjak kaki kanan Lucy dengan keras. Terdengar suara tulang yang remuk.

"AAAAARRRRGGGGH!" teriak Lucy

"Sugooooiiii hahaha sugoiiiiiii. Aku suka dengan ekspresi kesakitanmu" ujar Kira

Lucy meringis sambil memegang kaki kanannya yang terasa telah remuk.

"Hen..ti..kan" ucap Lucy dalam kesakitannya

"Apa? hentikan katamu? Oh sayang sekali, aku belum puas" ucap Kira. Setelah itu Kira mengambil pisau milik Hestia.

Kira memposisikan tubuhnya berjongkok agar sama dengan Lucy yang tergeletak dibawah. Ia menggoreskan pisau tersebut dengan cepat kearah badan Lucy. Membuat pakaian yang dipakai Lucy sebagian sobek. Dan tubuh Lucy mengeluarkan darah.

"Sakitkah?" Tanya Kira dengan sadis

Lucy hanya meringis.

Kira mulai menggoreskan lagi pisau miliknya kelengan kanan Lucy. Darah pun mengalir dari lengan kanan Lucy.

Lucy meringis dan ia juga menangis. Terisak.

Kira membelai wajah Lucy dengan pisaunya. "Apa kau akan mati disini, sekarang?" tanya Kira

Lucy tidak menjawab. Lucy hanya menangis. Kira bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan Lucy. Tetapi tiba-tiba tubuh Lucy mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Ibu dan ayah Lucy kaget melihatnya. Begitupun dengan Kira dan teman-temannya. Loki yang pingsan akhirnya membuka matanya dan melihat Lucy sedang membaca sebuah mantra.

"LUCY JANGAAAAAN!" Teriak Loki

'Jangan-jangan..' Batin Layla

"Ten wo hakari ten wo hiraki"
"Amaneku subete no hoshiboshi"
"So kagayaki wo motte"
"Ware ni sugata wo shimese"
"Tetorabiburosu yo"
"Ware wa hoshiboshi no shihaisha"
"Asupekuto wa kanzen nari"
"Araburu mon wo kaihōseyo"
"Zenten hachijūhassei"
"Hikaru!Urano Metoria!"

Cahaya tersebut menghantam kearah Kira dan juga teman-temannya. Kira hanya tersenyum jahat.

XXX

Beberapa menit kemudian, saat cahaya sudah mulai meredup. Lucy membelalakkan matanya. Ia tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Kira dan teman-temannya masih berdiri kokoh.

"Eeeehhh? Apa hanya sebatas ini kekuatanmu?" Ucap Kira

Loki beserta kedua orang tua Lucy tidak percaya. Lucy pun tergeletak kembali dengan nafas terengah-engah.

Tiba-tiba ditangan Kira sudah memegang sebuah pedang panjang.

"Aku ingin mengakhiri semua ini.." ucap Kira

"Lari, Lucy.." gumam ayahnya

Lucy melihat Taka dan Aki sudah mengarahkan senjatanya masing-masing ke tubuh kedua orang tua Lucy.

"Tidaaaakkk! Okaa-san, otou-saaaan!" teriak Lucy dengan histeris. Airmatanya berlinang.

Lucy mencoba berdiri. Ia mencoba melarikan diri. Tiba-tiba Loki sudah ada disampingnya dan menggenggam tangannya.

"Gunakan sihir teleportasimu" bisiknya. Terdengar tawa jahat dari Kira yang membahana diseluruh ruangan.

"Hahahahaha" tawa jahat dari Kira membahana diseluruh ruangan.

"Teleportation" gumam Lucy dengan lemah.

XXX

Lucy membuka matanya, ia sudah berada dihutan. Ia berdiri dengan tangan kirinya yang menyentuh salah satu pepohonan. Lucy melihat kearah Loki yang tergeletak tak jauh darinya. Ia hanya bisa menangis.

Tidak lama kemudian, Lucy terbatuk dan mengeluarkan darah. Lucy merasa tidak mempunyai tenaga lagi. Ia jatuh tersungkur ditanah dengan darah yang masih mengalir dari luka-lukanya. Airmatanya terus berlinang.

"Tat..su..kete.." gumam Lucy

Lucy pun akhirnya tak sadarkan diri.

XXX

Natsu terbangun dari tidurnya. Ia mencium bau darah manusia didalam hutan. Natsu dengan segera mengikuti bau darah tersebut. Saat Natsu sudah merasa dekat, tiba-tiba ia mencium bau lainnya.

'Vanilla? Jangan-jangan…' pikir Natsu

Natsu mempercepat larinya sampai akhirnya sampai dimana bau itu tercium dengan pekat. Natsu membelalakkan matanya.

"ASTAGA..LUCY!" Teriak Natsu.

Saat Natsu ingin menghampiri Lucy, ia lihat pemuda dengan rambut orange yang tersungkur dekat Lucy. Natsu menghampirinya terlebih dahulu.

"HOOOYY! BANGUUUN! HOOY!" Ujar Natsu sambil berusaha membangunkan Loki.

Loki pun akhirnya membuka matanya. Dan melihat Natsu.

"Hoy daijobu? Apa yang terjadi?" Tanya Natsu

"Lu-Lucy...To..long..di.a" gumam Loki

Natsu menoleh kearah Lucy dan menghampiri Lucy.

Natsu meraihnya tubuh Lucy dimana luka-lukanya masih mengeluarkan darah. Natsu menggenggam tangan Lucy dan juga mengarahkan telinganya kedada Lucy untuk mengecek detak jantung Lucy. Natsu membelalakan matanya.

"Tidak...tidak..Lucy..hoy bangun Luce.." Ujar Natsu sambil menggoyang-goyangkan tubuh Lucy.

Loki mendekati Natsu dan Lucy. Loki memegang tangan Lucy.

"Tangannya..mulai dingin" ucap Loki sambil menatap wajah Lucy

"Detak..jantungnya..melemah" tambah Natsu.

"Lucy..kenapa kau harus mengeluarkan sihir itu..." Gumam Loki

Natsu mendengar gumaman Loki dan akhirnya menoleh.

"Apa maksudmu?" Tanya Natsu

"Dia mengeluarkan urano metria dengan daya sihirnya yang belum sepenuhnya bangkit" terang Loki

"A-Apa?!"

Wajah Lucy sudah mulai memutih, seluruh tubuh Lucy pun mulai mendingin. Natsu pun mendengar detak jantung Lucy semakin melemah.

"Bertahanlah, Lucy..." gumam Natsu.

.

.

.

.

.

.

.

To be Continued


Chapter 4 selesai jugaaaa! bagaimana..bagaimanaaa? alurnya terlalu cepat ya? gomenasaiiiiii-_-v

Yaaah kalau begitu silahkan tinggalkan review kalian yaaa ^^

~~~~/

Terimakasih untuk karinalu dan Reka amelia yang sudah mereview chapter sebelumnya.. dan ini dia chapter selanjutnya, semoga tidak mengecewakan kalian dan juga para readers semua yaaaa...tunggu kelanjutannya...

salam manis,

~anyui