Chapter 5- Jangan tinggalkan aku


"Lucy.." Panggil Natsu

Lucy masih belum sadarkan diri. Ia dibawa ketempat dimana Natsu dan teman-temannya tinggal, begitupun juga Loki. Kondisi Loki pun sudah membaik, karena luka-luka yang dimiliki Loki tidak separah Lucy.

"Bagaimana keadaannya?" Tanya Erza

"Masih sama, belum sadar" jawab Natsu

"Ini sudah seminggu sejak kejadian itu" timpal Loki

Natsu mengangguk. Natsu memandang Lucy yang masih memejamkan matanya. Ia membelai ujung kepala Lucy dengan lembut. Wendy, Erza, Loki dan Gray yang berada diruang yang sama melihatnya dengan prihatin.

"Kau sedang memimpikan apa? Apa mimpi itu indah sampai-sampai kau tidak mau membuka matamu?" Ucap Natsu dengan pelan.

Crown of Power

by Anyui

.

Disclaimer of Fairy tail is

Hiro Mashima

WARNING : TYPO(S), ROMANCE, SUPERNATURAL, PAIRING(S), OOC

.

.

.

.

.

Tidak ada jawaban dari Lucy. Yang terdengar hanya deru nafas Lucy yang stabil.

"Natsu-san.." Gumam Wendy

"Sudah Natsu, kau tidak bisa begini terus. Dia pasti sebentar lagi akan bangun dari tidurnya" terang Gray sambil menyentuh bahu temannya.

Loki hanya bisa menundukkan kepalanya. Setelah kejadian itu, Loki diobati oleh Wendy dan kembali ke mansion untuk melihat kondisi disana. Saat Loki masuk, suasana yang tadinya hangat saat berada didalam rumah tersebut, menjadi sangat dingin.

Loki melangkahkan kakinya menelusuri setiap ruangan. Setidaknya mencari kedua majikannya yang tertinggal. Saat Loki membuka satu pintu kamar, ia melihat ayah dan ibu Lucy sudah meregang nyawa. Darah berceceran disetiap sudut ruangan. Tanpa disadari, airmata Loki menetes begitu saja. Loki dengan segera menguburkan jenazah kedua orang tua Lucy. Tanpa upacara. Tidak ada sanak saudara yang hadir. Hanya Loki yang dibantu oleh kawanan Erza.

Loki berjalan mendekati Lucy yang masih terbaring. Loki memandang dengan tatapan sedih.

"Gomenne, Lucy.. Gomennee" gumam Loki

Loki pun menangis.

XXX

"Kiraaaa, kenapa saat aku ingin menyerang penyihir itu kau menahanku?" Tanya Hestia dengan nada kesal

"Karena dia itu adalah bagianku" jawab Kira dengan santai.

"Ya ya ya, itu bagianmu. Dan pada akhirnya dia berhasil kabur. Bersama dengan pemuda lemah itu" ucap Aki

Reiki hanya melirik kearah Aki. Aki menyadarinya.

"Ada apa?" Tanya Aki. Reiki menggeleng.

"Setidaknya penyihir itu sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi. Orang yang paling ia sayangi, sudah mati" jelas Kira

"Tapi akan lebih mudah lagi saat kita langsung membunuhnya" timpal Taka

"Haaaah...sebenarnya aku tidak tega membunuhnya" ujar Kira

Ucapan Kira membuat teman-temannya memandangnya dengan heran.

"Apa maksudmu?" Tanya Taka

"Jangan bilang..." Ucap Hestia

"Jangan-jangan kau menaruh hati pada penyihir itu" lanjut Aki

Kira tersenyum penuh arti dan menaikkan bahunya. "Aku tidak tahu"

XXX

Lucy membuka matanya dengan perlahan. Pandangannya masih samar-samar. Yang ia lihat hanya cahaya putih yang terang. Seperti lampu. Lama-kelamaan, pandangan matanya mulai jelas dan ia melihat langit-langit ruangan. Lucy menoleh kesekitarnya.

"Dimana ini.." Gumamnya

Lucy merasa ada seseorang disampingnya yang sedang tertidur. Ia menoleh dan mendapati Natsu sedang tidur.

"Hmm..Natsu?" Gumamnya lagi.

Lucy membelai rambut Natsu. Dan berusaha bangun. Setelah itu Lucy memandang keluar jendela. Pandangannya menerawang.

Lucy melangkahkan kakinya keluar dari kamar tersebut, tanpa menggunakan alas kaki, Lucy melangkahkan kakinya keluar. Ia berdiri di balkon rumah. Ia menatap langit malam. Airmatanya mengalir dari mata indahnya yang berwarna karamel. Ia mengingat kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Okaa..san..Otou..san.." Gumam Lucy didalam tangisnya yang tanpa suara.

Natsu membuka kedua matanya, ia terkejut saat mendapati ranjang yang ditiduri oleh Lucy sudah kosong.

'Kemana dia?' Batin Natsu

Natsu dengan segera keluar dari kamar dan mencari Lucy. Setelah beberapa mencari, Natsu pun menemukan Lucy berada dibalkon rumahnya yang terletak dibelakang rumahnya. Natsu melihat Lucy sedang berdiri menatap langit malam dengan posisi membelakangi Natsu.

"Luce..." Panggilnya

Lucy menoleh saat ia mendengar suara yang ia kenal. Dengan pandangan penuh kesedihan, Lucy memandang Natsu.

"Aku dimana?" Tanyanya dengan pelan

"Kau berada dirumahku dan teman-temanku" jawab Natsu

"Jadi..aku berada di magnolia?" Tanya Lucy kembali

Natsu mengangguk. Lucy kembali mengalihkan pandangannya ke langit.

"Hmm anoo..bagaimana dengan mereka?" Tanya Lucy dengan suara yang pelan.

"Mereka?" Ulang Natsu

"Orang tuaku" jawab Lucy

Natsu tidak menjawabnya. Dia hanya memandangi bahu Lucy yang membelakanginya.

Lucy sadar kalau Natsu tidak mau menjawab pertanyaannya.

"Souka..." Ucap Lucy

Natsu tiba-tiba memeluk Lucy dari belakang. Lucy tersentak dengan sikap Natsu yang tiba-tiba memeluknya.

"Lepaskan.." Pinta Lucy sambil berusaha untuk melepaskan tangan Natsu.

Natsu makin mengeratkan pelukannya.

"Tidak." Sahut Natsu

"Kau lancang.." Ujar Lucy

"Biarkan" sahut Natsu

"Kita baru saling kenal" terang Lucy

"Memang. Hanya satu yang aku tahu tentangmu, kau adalah gadis yang pernah menyelamatkanku" jawab Natsu

Lucy tersentak mendengar kalimat yang dilontarkan dari mulut Natsu. Mata indah Lucy mulai berkaca-kaca.

"Gomenee.." Ucap Lucy dengan suara bergetar

Natsu tidak menjawab.

"Gomenne karena aku tidak mengingatmu" lanjut Lucy. Bahu Lucy bergerak naik dan turun menandakan kalau Lucy menangis.

"Tidak. Tidak apa-apa" jawab Natsu sambil mengeratkan kembali pelukannya.

Lucy menangis. Natsu bisa merasakan airmata yang jatuh ke tangannya.

"Menangislah... Jangan kau simpan kepedihanmu" Terang Natsu

Lucy yang mendengar itu kembali terhenyak dan menangis dalam diam.

"Nee, Natsu.." Panggil Lucy dengan suara bergetar.

"Hmm?" Sahut Natsu

"Apa ada cara untuk melupakan seseorang yang sudah mati?" Tanya Lucy

Natsu melepaskan pelukannya. Dan sekarang berdiri disebelah Lucy.

"Hmm menurutku, Tidak baik kalau kita melupakan seseorang yang sudah mati. Kalau kita melupakan mereka, mereka akan benar-benar mati" ucap Natsu sambil menggenggam tangan Lucy. Lucy tidak menoleh kearah Natsu.

"Walaupun mereka sudah mati, tetapi mereka akan hidup didalam hati dan ingatan kita" lanjut Natsu.

"Arigatou" gumam Lucy

Natsu tersenyum dan menarik Lucy untuk meletakkan kepalanya dibahu Natsu.

"Aku akan selalu ada untukmu, Luce" ujar Natsu. Lucy mengangguk.

Lucy tidak peduli bahwa dia dan Natsu baru saling mengenal, Lucy juga tidak peduli bahwa kenyataannya Natsu ini adalah seorang vampire, Lucy tidak peduli akan semua hal itu. Lucy hanya merasa nyaman saat berada didekat Natsu, merasakan kehangatan yang beberapa waktu lalu telah menghilang dari kehidupannya.

XXX

"Ohayouuuu" sapa Gray dengan setengah mengantuk

"Ohayou"

"Ohayou, Gray-san"

"Ohayouuuu, Gray-sama"

"Hoy, ohayou"

"Ohayou, Stripper"

Saat mendengar suara Natsu, Gray tiba-tiba merasa rasa kantuknya menghilang.

"K-kau? Tumben sekali kau sudah berada dimeja makan" ucap Gray

Yang lainnya hanya tertawa melihat Gray yang kebingungan. Gray menatap yang lainnya dengan heran.

"Kenapa? Pasti ada sesuatu bukan?" Tanya Gray.

Tiba-tiba, Gray mendengar suara langkah kaki dari luar ruang makan.

"Ohayou" ucap seseorang tersebut dengan suaranya yang lembut

Gray menoleh dan mendapati pemandangan yang tidak terduga.

"Kk-kaaau? Kau sudah bangun?" Tanya Gray dengan terkejut.

Lucy mengangguk dan tersenyum.

"Luce.. Sini-sini ayo kita sarapaaan" ajak Natsu sambil menepuk-nepuk kursi disebelahnya.

Lucy hanya tersenyum dan menghampirinya.

Lucy duduk disebelah Natsu dan juga Gray. Lucy memakan makanannya dengan pelan dan teratur. Berbeda sekali dengan dua orang yang mengapitnya. Natsu makan dengan cepat, begitupun juga Gray. Teman-temannya yang lain hanya ber-sweatdrop.

Lucy meletakkan alat makannya. Dan mulai memandang satu per satu orang yang berada dihadapannya. Lucy melihat gadis cantik dengan rambut merah panjangnya. Ada pemuda dengan rambut hitam panjang dan diwajahnya penuh dengan tindikan. Ada dua gadis berambut biru. Yang satu gadis kecil yang manis dan yang satu gadis yang cantik dengan rambutnya yang ikal. Ada gadis dengan rambut panjang silvernya. Lucy pun juga memperhatikan Gray.

Erza berdeham. "Sepertinya kita harus memperkenalkan diri kita" ucap Erza

Yang lainnya dengan segera menghentikan kegiatan makannya.

"Halo, Lucy-san. Namaku Wendy Marvell. Kau bisa memanggilku Wendy. Salam kenal" terang Wendy

Lucy tersenyum.

"Aku Gajeel"

"Namaku Juvia. Salam kenal"

"Aku Erza, aku berharap kita bisa menjadi teman baik." Ucap Erza. Lucy mengangguk dan tersenyum.

"Namaku Mirajane. Panggil aku Mira saja. Salam kenal, Lucy"

"Aku Gray. Gray Fullbuster."

Tinggal Natsu. Teman-temannya memandang Natsu yang tidak berkata apa-apa.

"Apa? Dia sudah mengenalku" ujar Natsu

"Perkenalkan dirimu lagi, Flamehead!" Sahut Gray.

"Haaah baiklah. Halo, Luce.. Mungkin kau sudah tahu namaku siapa. Jadi aku hanya ingin berbicara, semoga kita bisa berhubungan dengan baik.." terang Natsu sambil mengeluarkan grins nya yang manis. Lucy yang melihatnya hanya bisa blushing.

"Ara-araaaa. Manis sekali.." Timpal Mira

Lucy hanya tersenyum. Ia bertanya-tanya, apakah mereka semua adalah vampire? Mereka semua terlihat baik.

"Iya kami vampire, Luce" sahut Natsu secara tiba-tiba.

"Eh?"

"Natsu! Hmm maaf ya. Natsu bisa mendengar pikiran dan isi hati seseorang. Jadi maklum saja kalau dia suka menceletuk" terang Erza sambil mendelik tajam kearah Natsu. Natsu sudah ketakutan. Lucy yang melihatnya hanya tertawa pelan.

Melihat Lucy tertawa membuat semuanya bahagia. Akhirnya gadis ini bisa tertawa setelah mengalami peristiwa yang berat baginya.

"Hmm anoo.. Apa Loki tidak ada disini?" Tanya Lucy

"Ah Loki ya..saat kau belum sadarkan diri, dia ada disini. Dan sekarang ia kembali kerumah. Katanya ada yang harus diurusnya" jelas Mira

"Souka...kalau begitu. Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih pada kalian semua yang sudah menolongku dan juga Loki. Jika tidak ada kalian mungkin..." Ucap Lucy

"Sudahlah, kau tidak perlu berterimakasih. Kau kan juga pernah menolong kami, Lucy" timpal Gray.

"Arigatou" ucap Lucy lagi.

Lucy diam-diam mengaktifkan perisainya sehingga Natsu tidak bisa mendengar pikirannya maupun hatinya.

"Jadi? Setelah ini apa rencanamu?" Tanya Erza.

"Aku masih belum tahu" jawab Lucy.

Natsu menoleh kearah Lucy.

'Aku tidak bisa mendengar apa-apa..jangan-jangan..' Batin Natsu

Lucy sedang tersenyum sambil berbincang-bincang dengan yang lain. Natsu hanya memperhatikannya.

'Apa yang kau rencanakan, Luce..' Pikir Natsu

XXX

Lucy sedang berjalan-jalan dengan Natsu untuk mengelilingi Magnolia. Natsu pernah berjanji untuk mengajak Lucy berjalan-jalan ke Magnolia ini. Lucy merasakan udara yang berhembus. Sejuk, dingin. Natsu menggenggam tangan Lucy dengan erat.

Lucy hanya tersenyum. "Kau benar-benar suka ya memegang tanganku?" Tanya Lucy

Natsu mengangguk. Lucy tersenyum.

"Sudahlah..ayo kita kembali" ajak Lucy

Natsu mengangguk.

'Tanganmu begitu dingin, Luce' batin Natsu

XXX

"Reiki" panggil Hestia pada gadis yang sedang memainkan bola kristalnya.

"Kenapa saat itu kau tidak membunuh pemuda berambut orange itu?" Tanya Hestia kembali.

Reiki menghentikan aktifitasnya.

"Entahlah.." Gumam Reiki

"Apa Kira benar-benar jatuh hati pada gadis penyihir itu?" Gumam Hestia.

"Sepertinya begitu..." Jawab Reiki

Hestia menjadi gelisah. "Aaaah merepotkan" keluhnya

"Memangnya kenapa kalau iblis seperti kita sampai jatuh hati pada manusia?" Tanya Reiki

"Hei tidak ada aturannya kau bisa jatuh hati pada seorang manusia. Kalaupun itu terjadi.. Mungkin kau akan dimusnahkan.." Jelas Hestia

Reiki hanya menunduk. "Souka..."

XXX

Malam harinya, Lucy berada dikamar. Ia sudah mengenakan pakaian tidurnya. Gaun tidur berwarna merah. Lucy memandang keluar jendela. Airmatanya kembali jatuh.

'Gomenne...' Pikir Lucy

"Teleportation" gumam Lucy

Lucy sudah berada di Mansion keluarganya yang berada di Crocus. Ia melangkahkan kakinya memasuki rumah yang dulunya menyimpan kenangan bahagia. Ia masuk dan melihat kerusakan dimana-mana. Darah-darah yang berceceran. Foto keluarga Lucy yang dirusak.

Lucy masuk kedalam kamar orang tuanya. Ia melihat jejak darah di tempat tidur orang tuanya. Lucy merasa lemas dikakinya. Akhirnya ia jatuh terduduk, sambil menangis tersedu-sedu memanggil ayah dan ibunya.

"Ini salahku kan? Iya kan? Okaa-san? Otou-san?" Gumamnya dalam tangisnya.

Lucy pun berteleportasi kedalam hutan. Ia berjalan melewati pepohonan sampai akhirnya tiba diujung hutan. Ia berdiri dipinggir tebing. Ia melihat kebawah. Dan ternyata laut.

XXX

Natsu terbangun dari tidurnya, ia merasakan firasat yang tidak enak. Dengan segera ia memeriksa kamar Lucy. Dan benar saja, Lucy tidak ada dikamarnya. Natsu dengan cepat keluar rumah dan menuju ke rumah Lucy di pusat kota Fiore. Saat sampai, Natsu mencari Loki dan ternyata Lucy belum kembali.

"Lucy belum kembali kesini, ada apa? Ada apa dengan Lucy?" Tanya Loki dengan nada khawatir

"Dia..dia menghilang.." Jawab Natsu

Loki terkejut. "Kita harus segera mencarinya. Ayo pegang tanganku" ucap Loki sambil mengulurkan tangannya. Natsu menaikkan sebelah alisnya dan akhirnya memegang tangan Loki.

"Teleportation" ucap Loki.

XXX

Loki dan Natsu sudah berada ditengah hutan kota Crocus. Natsu mencium aroma tubuh Lucy. Ia mulai mengikutinya.

"LUCCYYY" teriaknya

Sampai pada akhirnya berakhir di pinggir tebing dimana tidak ada jalan lagi. Natsu melihat kebawah. Ia melihat laut.

'Tidak mungkin..ia tidak mungkin disana bukan?' Pikir Natsu.

Natsu dengan segera melompat dan masuk kedalam air.

XXX

Lucy sudah berada didalam air. Ia tidak mengharapkan ada seseorang yang menolongnya kali ini. Ia hanya ingin bertemu dengan kedua orang tuanya. Hanya itu. Lucy pun teringat masa-masa lalunya yang dihabiskan bersama keluarganya. Ia mengingat wajah ayah dan ibunya sedang tertawa riang bersamanya.

'Gomenne..' Batin Lucy

Lucy merasa sesak. Ia merasa air laut tersebut sudah masuk kedalam tubuhnya.

Ia memejamkan matanya. Ia mulai kehilangan kesadaran. Sampai pada akhirnya...

Lucy merasa ada yang menyentuh bibirnya. Lucy membuka matanya, pandangannya samar-samar. Ia melihat seseorang mencium bibirnya.

'Siapa..' Batin Lucy

Seseorang itu melepaskan ciumannya. Perlahan-lahan pandangan Lucy mulai jelas.

'Na..tsu' batin Lucy

Natsu tersenyum. Dan akhirnya Lucy kehilangan kesadarannya.

XXX

Natsu membawa Lucy kedaratan. Lucy tidak bernafas. Dengan segera Natsu menyelamatkannya dengan nafas buatannya. Dan akhirnya air menyembur keluar dari mulut Lucy. Lucy terbatuk-batuk.

Natsu langsung memeluk Lucy dan membisikkan sesuatu.

"Jangan tinggalkan aku.." Bisiknya.

Lucy hanya bisa mengangguk lemah.

"Go..mene.." Ucap Lucy dengan pelan. Dan pada akhirnya Lucy pun pingsan.

.

.

.

.

.

.

To be Continued


Chapter 5 selesai! bagaimana menurut kalian? makin burukkah ceritanya? haha XD

yah, mohon reviewnya sajalah hehe XD

Balasan untuk review dichapter sebelumnya:

karinalu : Lucy ga mati doong, kalo Lucy-nya mati berarti ceritanya udah tamat XD Nah pertanyaannya udah kejawabkan dichapter ini? XD

yodontknow : Ini sudah update, silahkan dibaca XD

Reka Amelia : Ini sudah lanjut XD

SSAPHIRA : Ah tidak apa-apa~~ tapi tugas sekolahnya sudah selesai kan? ganbatte untuk to-nyaa XD Hayo hayooo pertanyaannya udah dijawab ama cerita chapter ini kaaaan?~~

Nah sudah dibales semua deh, jadi para readers, kalian tunggu kelanjutannya yaaaaa

Jaa neee..