Chapter 7- Kencan?


"Hai.." Sapa Natsu sambil menghampiri Lucy.

Crown of Power

by Anyui

.

Disclaimer of Fairy tail is

Hiro Mashima

WARNING : TYPO(S), ROMANCE, SUPERNATURAL, PAIRING(S), OOC

.

.

.

.

.

Lucy mengalihkan pandangannya untuk tidak memandang Natsu. Dia kesal pada Natsu yang tidak kerumahnya sejak dua minggu lalu. Merasa diabaikan oleh Lucy, Natsu berjongkok dihadapan Lucy.

"Gomennee.." Ucap Natsu sambil mencoba menggenggam tangan Lucy. Lucy menepisnya.

"Aku marah padamu" sahut Lucy

"Ya maka dari itu aku minta maaf" timpal Natsu

Lucy terdiam. Ia masih tidak mau menatap Natsu.

"Terserahlah.." Ucap Lucy

Natsu menghela nafas. "Lucy. Kau berbicara dengan siapa? Aku kan ada didepan mu" protes Natsu

"Bodo" sahut Lucy

Natsu tertawa pelan. "Maafkan aku. Kau mau memaafkanku tidak?" Tanya Natsu

Lucy menghela nafas lalu menoleh kearah Natsu. Dan betapa terkejutnya saat Lucy memandang Natsu. Lucy merasa ada perubahan didiri Natsu. Lucy sadar, mata Natsu menjadi merah.

Lucy dengan segera menyentuh wajah Natsu.

"Kau..kau kenapa?" Tanya Lucy

"Eh? Aku? Aku baik-baik saja" jawab Natsu

"Tapi matamu.."

"Ah ini, sebenarnya aku sangat-sangat haus. Aku butuh darah, jadi mataku menjadi merah seperti ini-" goda Natsu

Dengan cepat Lucy pergi menjauh dari Natsu.

"Jangan-jangan kau mau meminum darahku ya?" Tanya Lucy dengan takut-takut.

Natsu melihat Lucy ketakutan, dia ada ide untuk menjahili Lucy. Ia segera bangkit berdiri dan mulai menghampiri Lucy. Lucy melangkah mundur.

"Kalau kau mendekatiku, akan aku hajar kau" ancam Lucy

"Coba saja kalau bisa.." Jawab Natsu sambil menyeringai. Lucy kembali takut. Sampai kemudian Lucy menabrak tembok yang berada dibelakangnya. Lucy menatap Natsu yang sedang tersenyum penuh kemenangan. Natsu makin mendekat. Dan akhirnya Natsu sudah berada dihadapan Lucy. Natsu merentangkan kedua tangannya kedepan dan ditempelkan ketembok untuk bertujuan mengurung Lucy. Lucy sudah mulai panik.

"Jangan berteriak.." Ucap Natsu

Lucy terdiam dengan jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Tidak tahu kenapa Lucy bisa sebodoh ini, ia bisa saja kan menendang Natsu lalu kabur. Atau ia bisa menggunakan sihirnya, atau juga ia bisa berteleportasi. Tapi Lucy malah memilih jalan untuk berdiam diri.

"Jadi kau merasa deg-deg an berada sedekat ini denganku? Hmm?" Tanya Natsu dengan nada meledek

Wajah Lucy memerah. Natsu berusaha untuk tidak tertawa melihat ekspresi Lucy. Natsu menatap kedua mata karamel indah milik Lucy, Lucy pun balas menatap Natsu. Mereka seperti merasa tersihir.

Tiba-tiba Natsu menggerakkan tangannya. Natsu membelai rambut Lucy dan menyibakkan kebelakang. Terlihatlah leher Lucy yang jenjang. Detak jantung Lucy makin berpacu. Lucy menahan nafasnya dan menggigit bibir bawahnya.

Wajah Natsu mulai mendekat kearah lehernya. Lucy hanya memejamkan matanya. Saat Natsu sudah berada dekat,

Natsu tertawa.

"Hahahaha semustinya kau lihat ekspresimu itu, Luce.." Ledek Natsu

"Eh?"

"Aku hanya bercanda" ucap Natsu sambil menarik tubuh Lucy kedalam pelukannya.

Lucy kesal merasa dijahili oleh Lucy, tapi dia tidak bisa menolak jika Natsu memeluknya seperti ini. Lucy membalasnya.

"Kau jahat" ucap Lucy yang sekarang sudah membenamkan wajahnya didada Natsu.

"Maaf maaf..habis kau ini polos sekali.." Jawab Natsu.

Lucy melepas pelukan dan bertolak pinggang.

"Kau! Sudah beberapa minggu tidak kesini, tiba-tiba muncul dikamar seorang gadis dan tiba-tiba menjahilinya. Sungguh menyebalkan" terang Lucy sambil berjalan menjauhi Natsu.

"Maaf..kau ini! Aku sudah minta maaf sampai tiga kali tapi tidak dimaafkan juga" keluh Natsu sambil berbaring ditempat tidur Lucy.

Lucy yang melihatnya hanya tidak percaya, Natsu dengan mudah berbaring ditempat tidurnya.

"Hey! Kau berlaku seenaknya saja!" Bentak Lucy yang segera menarik tangan Natsu untuk menyingkir dari tempat tidurnya.

"Haaah aku kan lelah" keluh Natsu

"Lelah? Memangnya kau habis melakukan apa?!" Lucy menyentakkan tangan Natsu.

Natsu yang sedang terbaring di tempat tidur Lucy merentangkan tangannya keatas. "Aku lelah untuk mendapat maaf dari mu" jawab Natsu

Lucy terhenyak mendengarnya.

"Jadi kau lelah! Kalau lelah ya sana pulang ketempat tinggalmu, dan berbaring ditempat tidurmu yang bau itu!" Bentak Lucy

Natsu tertawa tanpa bergerak sedikitpun dari tempat tidur Lucy. Lucy yang sudah kesal mulai kembali menarik tangan Natsu. Mereka main tarik menarik. Sampai pada akhirnya Natsu tidak sengaja menarik Lucy dengan kencang. Lucy pun terjatuh kehadapan Natsu. Lucy menengadahkan wajahnya dan didepannya ia mendapati wajah Natsu.

'Terlalu dekaaaat!' Batin Lucy

'Astaga..dekat..terlalu dekat!' Batin Natsu

Lucy segera bangkit untuk membenarkan posisinya tetapi ditahan oleh Natsu.

"Sebentar saja" pinta Natsu

Lucy diam dan akhirnya meletakkan kepalanya disela leher Natsu. Natsu memeluknya.

Natsu dan Lucy berbaring diranjang yang sama. Mereka menatap langit-langit kamar Lucy. Mereka sama-sama terdiam. Sampai pada akhirnya Lucy membuka pembicaraan.

"Jelaskan padaku" ucap Lucy

Natsu menoleh dan tersenyum.

"Aku mengalami masa-masa sulit sebagai seorang vampire" jawab Natsu

Lucy bingung dan akhirnya Lucy mengubah posisinya menghadap Natsu.

"Apa maksudmu?" Tanya Lucy

"Hmm susah menjelaskannya. Yang jelas seperti masa pubertas" jawab Natsu

"Hmm begitu. Lalu kenapa dengan matamu?" Tanya Lucy dengan nada menyelidik.

"Aku kan sudah bilang tadi alasannya" jawab Natsu sambil mengubah posisi tidurnya menghadap Lucy.

"Jadi kau benar-benar.."

"Kau tidak tahu aku sudah berusaha keras untuk tidak menerkammu. Kau malah mendekatiku seperti sekarang" ucap Natsu sambil menyentuh dahi Lucy

"Ya a-aku..aku pikir itu bohong" sahut Lucy sambil membalikkan badannya.

Natsu melihat bahu Lucy. Semua yang dikatakan Natsu itu benar. Ia haus. Ia butuh darah. Tetapi Natsu menahan agar tidak meminum darah milik Lucy. Kalau ia melakukan itu, Natsu berarti me-mating Lucy. Sungguh rumit.

"Aku..aku akan memaafkanmu" ucap Lucy yang membelakangi Natsu

Natsu bangkit duduk saat mendengar ucapan Lucy.

"Benarkah?" Tanya Natsu dengan riang

"Dengan satu syarat" sahut Lucy

"Apa? Aku akan berusaha memenuhinya" ujar Natsu

"Mari..mari kita pergi jalan-jalan besok" gumam Lucy

Natsu tidak percaya apa yang dikatakan Lucy. Lucy mengajaknya pergi kencan? Astaga..astaga..seharusnya dia yang mengajak Lucy berkencan, bukan? Natsu menarik tangan Lucy, agar tidak membelakangi Natsu. Lucy pun berbalik dan memperlihatkan wajahnya yang sudah memerah. Natsu menatap wajah Lucy.

'Kawaaaaiiiii' pikir Natsu

"Mari kita jalan-jalan bersama" ulang Lucy

Natsu blushing. Dan tiba-tiba Natsu menutup matanya dengan satu tangannya.

"Aaaarrrrgggh, jangan menunjukkan wajahmu yang seperti itu, Luce" rengek Natsu

Lucy bingung dengan sikap Natsu.

"Wajahmu terlalu manis.." Gumam Natsu

Lucy blushing. Lucy bangkit duduk dan memegang tangan Natsu yang sedang menutupi matanya dan menurunkannya. Natsu masih memejamkan matanya.

"Jadi? Bagaimana?" Tanya Lucy

Natsu membuka matanya dan sudah melihat Lucy yang sedang tersenyum.

Natsu mengangguk.

"Janji?" Tanya Lucy

"Iya, janji" jawab Natsu sambil tersenyum kepada Lucy.

Lucy menoleh kearah jam dinding, sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Tapi Lucy merasa tidak mengantuk karena kehadiran Natsu.

"Kau mau tidur? Sudah malam" tanya Natsu

"Aku belum mengantuk" jawab Lucy

"Kau tidak akan mengantuk kalau hanya memandang diriku" ledek Natsu

Lucy blushing dan segera membaringkan tubuhnya di ranjang miliknya.

"Aku tidur" ucap Lucy sambil memejamkan matanya. Natsu hanya tertawa pelan.

"Baiklah, aku pulang ya, Luce. Oyasumi" pamit Natsu. Lucy mengangguk.

Beberapa menit kemudian, Natsu pun sudah tidak ada dikamar Lucy. Lucy menghela nafas lega dan memejamkan matanya.

XXX

Natsu sudah tiba dirumahnya. Ia melihat Juvia dan Gray sedang bercengkrama di ruang tengah. Sadar akan kehadiran Natsu, mereka berhenti bercengkrama. Juvia pun meninggalkan Gray dan Natsu berdua untuk berbincang.

"Habis darimana kau, flame-head?" Tanya Gray

"Dari rumah Lucy" jawab Natsu sambil mendudukkan dirinya disofa sambil tersenyum.

"Kau tidak bertemu dengan Erza disana?" Tanya Gray

"Eh? Memangnya Erza disana? Aku tidak menyadari ada dia" jawab Natsu

'Gawat..' Pikir Natsu

BRAAK!

Terdengar pintu dibuka dengan keras. Natsu sudah bergetar ketakutan.

"Sepertinya Erza sudah pulang" ucap Gray

"Matilah, aku" gumam Natsu sambil menjambak rambutnya.

Tiba-tiba diambang pintu sudah ada Erza dengan hawa membunuh. Natsu dan Gray menoleh dengan takut-takut.

"Naaaat...suuuu" dengan suara menakutkannya Erza memanggil Natsu.

"Ha'I?" Sahut Natsu dengan ketakutan.

Gray bangkit berdiri dan berniat untuk kabur dari sana. Sebelum keluar ruangan, Gray membisikkan sesuatu ke Natsu.

"Selamat menikmati, otak api"

Natsu mendecih. Erza sudah berada dihadapannya.

"Aku melihatmu dikamar Lucy tadi, Natsu" ucap Erza sambil mendudukkan dirinya disofa berhadapan dengan Natsu. Sedangkan Natsu hanya merunduk, dia siap diomeli oleh Erza.

"Ah benarkah?" Tanya Natsu

"Aku juga melihat kau berbuat yang tidak-tidak dengan Lucy" ungkap Erza sambil menatap sinis Natsu.

Natsu mengangkat wajahnya. "Berbuat tidak-tidak apanya? Aku hanya memeluknya, menjahilinya, dan berbaring diranjang bersama. Tidak ada yang khusus" protes Natsu.

"Itu merupakan tindakan yang tidak-tidak, Natsu" ucap Erza

"Benarkah? Ya sudahlah" sahut Natsu dengan santai.

Natsu senyum-senyum sendiri. Erza yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kau tidak boleh begitu dong, Natsu. Itu bahaya bagi Lucy. Kalau memang dari awal kau tidak ingin me-mating Lucy, kau harus tahu batasannya" ceramah Erza

"Aku ingin sekali menjadikan dia pendampingku. Tapi aku tidak yakin apa dia bisa menerimaku, Erza. Jadi aku pikir, selama aku bisa menahan nafsuku, itu akan aman-aman saja bagi Lucy" respon Natsu

"Kita tidak tahu kapan batas nafsumu bisa ditahan, Natsu" ujar Erza

"Benar katamu.. Tapi kau harus percaya padaku. Aku akan melakukan saat Lucy juga menginginkannya" ucap Natsu sambil bangkit berdiri dan keluar dari ruangan meninggalkan Erza.

XXX

Kira terbangun dari tidurnya. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Lagi-lagi ia bangun pagi. Ia menoleh keteman-temannya. Aki dan Taka masih tidur. Kira menghela nafas.

'Seharusnya aku mempunyai tempat tinggal sendiri' pikir Kira

Kira menatap wajahnya yang terpantul dicermin. Ia kembali menyamar sebagai Ken.

"Aku akan berjalan-jalan dikota sebentar" gumamnya.

XXX

Lucy sudah bangun dari tidurnya. Ia merasa senang karena hari ini ia bersama dengan Natsu akan berkencan. Mengingat hal itu saja sudah membuat Lucy senyum-senyum sendiri dan pipinya memerah.

Lucy turun untuk sarapan bersama Loki. Loki yang melihat Lucy yang sangat gembira hari ini memutuskan untuk bertanya padanya.

"Hari ini kau terlihat senang, ada apa?" Tanya Loki sambil menyesap kopinya.

"Aku akan keluar jalan-jalan bersama Natsu, siang ini" jawab Lucy

"Ap-apaa?!" Histeris Loki

"Ih kenapa kau ini? Kenapa harus berteriak-teriak saat kita sedang sarapan" ujar Lucy

"Kalian berkencan?" Tanya Loki

Lucy menggeleng. "Dia itu harus menepati janjinya-" ucapan Lucy terpotong.

'Loki tidak boleh tahu' pikir Lucy

"Ah maksudku. Aku bosan, jadi aku ajak dia jalan-jalan haha" jawab Lucy sambil meninggalkan meja makan.

"Dasar! Bilang saja kau ingin dekat dengannya" gumam Loki yang kembali menikmati sarapannya.

Lucy kembali kekamarnya. Ia berbaring di ranjang empuknya. Ia memikirkan tentang rencananya bersama Natsu. Ia akan pergi kemana, melakukan apa. Hmm sekarang Lucy sudah seperti orang gila yang senyum-senyum sendiri.

Lucy memejamkan matanya untuk sejenak. Sampai pada akhirnya Lucy terlelap.

XXX

Natsu sedang mengacak-ngacak lemari pakaiannya. Ia bingung harus memakai pakaian apa hari ini. Ia melihat pakaian-pakaian yang dilemarinya hanya t-shirt dengan gambar gundam, lalu t-shirt tangan panjang polos dalam banyak warna, lalu kumpulan jaket-jaket. Jaket parasut, jaket jeans yang menurutnya tidak terlalu sepadan dengan apa yang dipakai oleh Lucy nanti. Jelas saja, Lucy seorang bangsawan. Yang pasti, Lucy akan berdandan seperti putri-putri bangsawan bukan? Natsu mulai frustasi.

Mira dan Erza sedang berjalan melewati kamar Natsu. Dan mereka mengintip dari pintu apa yang sedang Natsu lakukan.

"Ngapain dia mengacak-ngacak lemari pakaiannya" gumam Erza. Mira mengangkat bahu.

Tiba-tiba pintunya terbuka dan menampakkan wajah Natsu yang sedang frustasi.

'Tidak ada pilihan lain' batin Natsu

"Tolong aku..Erza..Mira.." Ucapnya

Mira dan Erza hanya saling memandang. Heran akan sikap Natsu.

XXX

Lucy masih tertidur, sedangkan jam sudah menunjukkan pukul dua siang.

Lucy merasa ada yang sedang membelai rambutnya. Ia membuka matanya dan mendapati..

"Natsu!" Teriak Lucy. Lucy langsung bangkit duduk saat melihat Natsu.

"Konnichiwa..." Sapa Natsu sambil menunjukkan grins nya yang khas.

"Ko-konnichiwa" sahut Lucy dengan gugup.

Lucy akhirnya melihat jam didinding. Ia terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul dua siang. Dia menoleh kearah Natsu.

"Hmm Natsu..bisa kah kau keluar dari kamarku? Aku mau mengganti bajuku dulu" ucap Lucy

"Kalau aku mau disini, bagaimana?" Tantang Natsu

"Kau akan kena tendangan dariku dan melayang sampai ke magnolia. Bagaimana?" Ancam Lucy

Natsu menarik nafas "Baiklah..baiklah"

Natsupun keluar lewat jendela. Lucy ber sweat drop.

"Setidaknya bertingkah senormal mungkin, Natsu" gumamnya.

Lucy masuk kedalam kamar mandinya, ia mencuci mukanya dan menyikat giginya. Ia mau tampil sesempurna dan sesederhana yang ia bisa. Setelah selesai, Lucy membuka lemari pakaiannya.

Ia memilih memakai kaos berwarna hitam berlengan panjang dengan kerah turtleneck dipadu dengan flared skirt berwarna dark blue, memakai stocking hitam dan juga memakai ankle boot flatnya yang berwarna abu-abu. Ia menguncir rambutnya dengan pita berwarna merah. Ia juga memakai syal berwarna merah. Setelah rapi, Lucy keluar dari kamarnya.

Lucy sampai diluar rumahnya, ia mencari Natsu.

'Dimana sih dia' batin Lucy

Lucy berjalan menyusuri taman belakang, tidak ada Natsu disana.

"Apa jangan-jangan dia.."

Lucy berlari menuju makan orang tuanya. Dan benar saja, terlihat Natsu sedang berceloteh disana. Lucy melihat Natsu juga membawa karangan bunga. Lucy tersenyum dan segera menghampiri Natsu.

"Natsu, aku mencarimu kemana-mana" ucap Lucy

"Ah gomen gomen" sahut Natsu

Lucy menoleh kearah makan kedua orang tuanya dan membungkukkan badannya.

"Okaa-san, otou-san. Aku pergi dulu ya bersama Natsu" pamit Lucy

Natsu membungkukkan badannya.

"Aku akan menjaga putri kalian dengan baik. Percaya padaku" ucap Natsu

Lucy tersenyum dan mereka jalan meninggalkan rumah Lucy.

XXX

"Kita mau kemana?" Tanya Natsu

"Kemana saja" jawab Lucy

"Eh? Kau mengajakku tanpa tujuan yang jelas, Luce?" Tanya Natsu lagi

"Jadi kau tidak terima? Yasudah pulang sana. Tapi jangan harap kau dapat maaf dariku" ucap Lucy sambil tetap berjalan didepan Natsu.

"Yossssh. Kemana saja, asalkan bersamamu. Aku mau-mau saja. Hehehe" jawab Natsu sambil tersenyum. Lucy membalas senyumnya.

Natsu tiba-tiba menggenggam tangan Lucy. Lucy hanya tersenyum dan sedikit blushing. Lucy melihat penampilan Natsu hari ini. Ia terlihat sangat-sangat keren. Natsu mengenakan kaus gundam berwarna dark blue senada dengan bawahan yang Lucy pakai, memakai coat berwarna hitam, memakai jeans, syal putih kotak-kotak, dan sepatu kets.

Natsu memasukkan tangannya dan tangan Lucy kedalam saku coat hitamnya.

"Kenapa kau tidak memakai sarung tangan? Tanganmu dingin sekali" ucap Natsu

"Aku tidak tahu kalau diluar akan sedingin ini" sahut Lucy

"Ha? Memangnya kau baru sekali keluar dimusim dingin?" Tanya Natsu. Lucy mengangguk.

"Aku biasanya menghangatkan diriku didalam rumah" ungkap Lucy

"Hmm berarti musim dingin kali ini kau akan terus berdingin-dinginan bersama ku" ujar Natsu

"Eh? Maksudmu?" Tanya Lucy

"Ya seperti sekarang. Kau jalan-jalan bersamaku seperti ini disaat musim dingin. Kita tidak akan sekali bukan jalan-jalan seperti ini?" Sahut Natsu

Lucy terperangah mendengar perkataan Natsu. Lucy tersenyum dan mengangguk.

XXX

Natsu dan Lucy berjalan-jalan ditengah kota. Mereka menyusuri tengah kota, terkadang masuk kebeberapa toko, membeli makanan ringan. Mereka masuk kedalam game center dan bermain. Mereka tertawa bersama sepanjang perjalanan.

"Kau senang?" Tanya Natsu sambil mengayun-ayunkan tangannya dan tangan milik Lucy. Ya, mereka sedang berpegangan tangan.

Lucy mengangguk "Sangat senang"

Lucy melepaskan tangannya dan melangkah mundur sambil tertawa melihat Natsu.

"Aaahhh senangnya bisa bermain diluar saat musim dingin" ujar Lucy

"Kau jangan berjalan mundur seperti itu, nanti kau menabrak seseorang" ingat Natsu

"Tidak hihi" sahut Lucy sambil tersenyum meledek

"Terserah saja-" ucapan Natsu terpotong karena ia melihat Lucy terjatuh.

Lucy jatuh terduduk, didepannya sudah ada seseorang yang mengulurkan tangannya untuk membantu Lucy.

"Ah gomenasai..gomenasai.." Ucap Lucy sambil menyibakkan rambutnya yang menghalangi wajahnya.

"Eh?"

"Aaaah hisashiburi Lucy-san. Kau masih mengingatku?" Tanya pemuda itu

Lucy memperhatikan wajahnya. Dan ya, dia mengingat pemuda ini.

"Ah, Ken. Hisashiburi..maaf aku menabrakmu" ujar Lucy sambil tersenyum

Natsu menghampiri Lucy.

"Lucy kau tidak apa-apa?" Tanya Natsu dengan khawatir

Lucy menoleh dan tersenyum. "Aku tidak apa-apa" jawab Lucy

"Hmm Ken, perkenalkan ini Natsu. Natsu ini Ken" ungkap Lucy.

Ken alias Kira yang sedang menyamar ini dengan senyuman ramah mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Natsu. Natsu memperhatikan tangan Ken dan segera menyambutnya. Ada perasaan aneh yang dirasakan oleh Natsu.

Natsu memperhatikan pemuda yang ada dihadapannya.

"Ken"

"Natsu"

"Hmm Lucy-san, Natsu-san. Apakah kalian ada waktu? Bagaimana kalau kita mampir kecafe sebentar?" Usul Ken dengan ramah

Natsu maju selangkah untuk menghalangi Lucy terhadap Ken.

"Maaf kami tidak punya waktu" sahut Natsu dengan sinis lalu menarik tangan Lucy.

"Ayo kita pulang" ajak Natsu. Lucy berjalan mengikuti Natsu dan menoleh kearah Ken.

"Gomenne, Ken. Sampai jumpa.." Pamit Lucy

Ken hanya tersenyum dan melambaikan-lambaikan tangannya.

Lucy bingung dengan sikap Natsu. Natsu sangat sinis dengan Ken. Ada apa?

"Natsu" panggil Lucy

"Hmm?"

"Hmm tadi kau kenapa? Kau bersikap dingin didepan Ken" terang Lucy

Natsu menghentikan langkahnya dan menoleh pada Lucy.

"Kau tidak sadar ya, Luce?" Tanya Natsu

"Sa-sadar apa?" Sahut Lucy

'Sepertinya memang dia tidak tahu..' Batin Natsu

Natsu menghela nafas. "Aku cemburu tahu, dasar" ungkap Natsu

"Cemburu? Apa yang membuatmu cemburu pada Ken?" Tanya Lucy yang bingung.

"Hmm entahlah..aku hanya merasa aku harus mencegahmu dekat dengannya" terang Natsu sambil mengangkat bahunya dan mulai melanjutkan langkahnya.

Lucy tidak mengerti apa yang dikatakan Natsu. Apa maksudnya Natsu harus mencegah Lucy dekat dengan Ken? Toh Ken hanya kenalan Lucy saja.

Lucy dan Natsu sudah sampai dirumah. Lucy kembali kekamarnya. Sedangkan Natsu sudah pamit untuk kembali kerumahnya. Lucy sangat senang hari ini. Dia bisa menikmati musim dingin bersama Natsu. Lucy merasa hatinya berdebar saat dekat dengan Natsu, wajahnya memanas saat Natsu menggodanya. Ia merasa telah jatuh cinta pada Natsu.

XXX

"Erza, panggilkan yang lain kesini" perintah Natsu

"Ada apa?" Tanya Erza

"Cepatlah" sahut Natsu tanpa menjawab pertanyaan Erza. Erza pun dengan segera memanggil teman-temannya yang lain. Beberapa menit kemudian pun, semuanya sudah berkumpul diruang pertemuan.

"Ada apa kau memanggil kami?" Tanya Gajeel

"Aku bertemu dengan iblis yang menyerang keluarga Lucy" ungkap Natsu

"Ap-apa?!"

.

.

.

.

.

.

.

.

To be Continued


Halloo para readersss. akhirnya chapter ini selesai juga fiuuhhhh~

bagaimana menurut kalian tentang chapter ini? baguskah? anehkah? hmm mohon reviewnya yaaa!

Aku akan membalas review dari chapter sebelumnya~

Guest : Penasaran yaaa? gimana masih penasaran gak pas baca chapter ini. Ini sudah update :P

karinalu : NALUUU NUMBER 1 POKOKNYA! HIDUUP NALUU! *abaikan* nah ini sudah update, gimana? :P

zuryuteki : Iya doong, biar pada puas nih buat yang ngefans ama pairing nalu wihiwww~ Nah masalah Natsu apa Kira duluan, tunggu aja chapter selanjutnya..selanjutnya lagi..selanjutnya lagi..#plak pokoknya tunggu saja. pertanyaan yu-chan bakalan kejawab koook :")

Oke semua udah dibales kaaaan? makasih loooh udah review dan juga makasih buat para silent reader. pokoknya makasih buat semuanya~~~

Baiklah author akan pamit undur diri, sampai jumpa chapter selanjutnya yaaa XD

Anyui..