Chapter 8- Rencana dan Naga Cahaya
"Aku bertemu dengan iblis yang menyerang keluarga Lucy" ungkap Natsu
"Ap-apa?!"
Crown of Power
by Anyui
.
Disclaimer of Fairy tail is
Hiro Mashima
WARNING : TYPO(S), ROMANCE, SUPERNATURAL, PAIRING(S), OOC
.
.
.
.
.
"Bagaimana bisa kau bertemu dengannya?" Tanya Erza
"Aku tidak begitu yakin apa dia iblis yang menyerang keluarga Lucy. Tapi sangat-sangat aneh" terang Natsu
"Aneh? Aneh bagaimana, Flamehead?" Tanya Gray dengan penasaran
"Iblis itu menyamar sebagai manusia" ungkap Natsu sontak membuat teman-temannya membulatkan mata mereka.
"Apa katamu? Dia menyamar?" Tanya Mira seakan dia tidak percaya.
Natsu mengangguk. "Dia menyamar dan Lucy kenal dengannya" jelas Natsu dengan nada penuh keseriusan.
"Kusou!"
"Jadi dia sangat dekat dengan Lucy-san?" Ucap Juvia
"Saat aku berjabatan tangan dengannya, aku merasakan perasaan yang aneh. Aku juga tidak dapat mendengar apa-apa, dari pikiran maupun hatinya" terang Natsu
"Souka.. Jadi yang harus kita lakukan adalah memperketat penjagaan kita pada Lucy? Bukan begitu, Natsu?" Ujar Gray
Natsu mengangguk.
"Anoo..minna-san, aku memiliki rencana. Apa kalian mau mendengar rencanaku?" Tanya Wendy
"Apa itu?"
"Katakan saja, Wendy"
"Begini, kita percayakan saja pada Natsu-san. Lucy-san akhir-akhir ini dekat dengan Natsu-san bukan? Nah, Natsu-san akan terus berada didekatnya. Sedangkan kita akan melakukan penjagaan disekitar luar lingkungan rumah Lucy-san. Kita bisa menggunakan sihir perisai Erza-san untuk melindungi lingkungan rumah Lucy-san. Dan sihir naga milikku dan Gajeel-san untuk menyerang jika musuh datang, begitupun dengan Gray-san dan Juvia-san" terang Wendy
"Eh? Jadi aku tidak ikut menyerang?" Tanya Erza
"Jangan. Saat pertama, aku, Gajeel-san, Juvia-san, Gray-san akan mencoba mengalahkan teman-teman iblis tersebut. Disekumpulan iblis tersebut pasti ada salah satunya yang menjadi King. King ini adalah iblis terkuat. Dan yang lainnya hanya pelengkapnya saja. Sedangkan kekuatan Mira-san, Erza-san, dan juga Natsu-san akan dibutuhkan untuk melawan si-King ini" jelas Wendy.
"Kenapa hanya Erza, Natsu dan Mira? Kenapa kita tidak melakukannya juga?" Tanya Gray
"Kalau kita semua ikut menyerang si iblis terkuat ini, itu akan membuang-buang waktu. Bisa saja salah satu dari mereka lolos dan akhirnya mendapatkan kesempatan menyentuh Lucy-san" jawab Wendy
"Dengan kata lain, Natsu, Erza, dan Mira adalah vampire terkuat di tim ini, jadi saat kekuatan kalian digabungkan, mungkin akan bisa mengalahkan si-King ini" timpal Gajeel
"Kita juga bisa meminta bantuan Loki-san. Begitu juga dengan Lucy-san" usul Wendy kembali
"Kenapa Lucy harus ikut bertarung juga?" Tanya Mira
"Karena bagaimanapun juga iblis-iblis itu sudah membunuh keluarganya. Dia tidak akan tinggal diam" jawab Natsu
Wendy mengangguk.
"Waaah rencanamu bagus sekali, Wendy" puji Juvia
Wendy blushing "Biasa saja, Juvia-san" ucap Wendy dengan nada malu-malunya yang sangat manis.
"Baiklah, rencanamu bagus Wendy. Pemikiranmu sangat-sangat brilian" puji Mira
"Tidak seperti si Flamehead yang tahunya hanya memukul, menendang, dan menyerang" ledek Gray
"Kita akan kehabisan waktu jika menyerang sambil berpikir. Itu tidak akan fokus, Ice-princess" sahut Natsu
"Tapi tidak baik juga, Natsu-san. Kita juga harus memikirkan apa yang harus dilakukan sebelum menyerang, atau tidak kau akan gagal" timpal Wendy
Natsu pun mengalah "Baiklah-baiklah terserah kalian"
XXX
Lucy membuka matanya, dan terlihat samar-samar ada seseorang disampingnya.
"Good morning, Lucy-chan" sapa seseorang tersebut.
Lucy mengucek-ngucek matanya dan akhirnya pandangannya menjadi jelas. Betapa kagetnya Lucy sampai langsung ia bangkit duduk.
"S-Ssting?" Histeris Lucy
Pemuda yang sedang berbaring dengan tangan kanannya yang menahan kepalanya hanya tersenyum.
"Halo" sapanya
"K-kkau kenapa bisa masuk kesini?" Tanya Lucy
Sting bangkit duduk dan menunjuk kearah pintu.
"Kau semalam tidak mengunci pintu, jadi aku masuk saja" jawab Sting dengan santainya.
Lucy menggaruk-garuk kepalanya dan mulai berpikir, apa benar semalam ia lupa mengunci pintu?
"Lalu, kenapa kau sudah ada dikamarku pagi ini, hentai?" Tanya Lucy sambil memicingkan matanya.
"Hentai? Enak saja kau! Aku hanya ingin membangunkan dirimu. Ini kan sudah siang" jawab Sting sambil menyentil dahi Lucy.
"Ah! Ittaii yo.." Rintih Lucy sambil memegangi dahinya yang sekarang memerah.
"Kenapa kau bisa menganggap sepupumu yang tampan setengah mati ini menjadi seorang hentai?" Tanya Sting sambil menyisirkan rambutnya yang spike berwarna senada dengan rambut Lucy dengan jari-jari tangannya.
Lucy memutar bola matanya dan memperagakan bahwa ia sedang muntah.
Sting tertawa melihat ekspresi Lucy. Sting bangkit dari ranjang Lucy dan bertolak pinggang.
"Sana mandi! Aku tunggu dibawah untuk sarapan. Ada yang ingin aku kenalkan padamu" perintah Sting
"Ha'i ha'i" jawab Lucy dengan malas.
XXX
Lucy keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang makan, dimana ia sudah ditunggu oleh Sting. Saat masuk kedalam ruang makan, Lucy bingung karena ada seorang gadis yang duduk disamping Sting.
'Siapa itu..' Pikir Lucy
Sting yang menyadari kedatangan Lucy segera bangkit dan menyambut Lucy. Begitupun gadis yang duduk disebelahnya.
Lucy pun duduk berhadapan dengan mereka.
"Lucy-chan..ini dia yang ingin aku kenalkan padamu" ucap Sting sambil menunjuk ke gadis sebelahnya.
Lucy yang melihatnya merasa gadis ini benar-benar cantik. Rambut pendeknya yang berwarna light blue dan matanya yang berwarna coklat meneduhkan. Lucy tersenyum.
"Perkenalkan, nama ku Yukino Aguria. Salam kenal, Lucy-san" ucap gadis itu yang bernama Yukino.
"Eeeehhhh? Dia siapa mu, Sting?" Tanya Lucy dengan nada meledek
"She's my girlfriend, Lucy-chan" jawab Sting dengan bahasa asing
"Uwaaaaahhh..salam kenal Yukino-san. Waaah aku tidak menyangka dirimu bisa mendapatkan pacar secantik Yukino-san" ledek Lucy lagi
"Maksudmu apa? Aku di inggris sangat-sangat populer tahu!" Protes Sting seperti anak kecil
Yukino dan Lucy hanya tertawa.
"Jadi kalian kenal di Inggris? Begitu?" Tanya Lucy sambil menikmati sarapannya. Begitupun dengan Sting dan Yukino.
Sting mengangguk dan menoleh kearah Yukino.
"Aku juga tidak pernah berpikir akan jatuh cinta padanya" ungkap Sting yang tersenyum ke arah Yukino. Yukino pun membalas senyuman Sting.
"Aku pun begitu" timpal Yukino
Lucy merasa iri melihat sepupunya. Mereka terlihat sangat-sangat serasi dan so lovely.
"Baiklah-baiklah, aku iri pada kalian yang terlihat mesra didepanku" gerutu Lucy
Sting dan Yukino pun blushing.
"Loh? Memangnya kau tidak punya pacar sampai saat ini?" Tanya Sting dengan polos.
Lucy menggeleng.
"Loh, waktu itu Jude-ojiisan mengirimiku fotomu dengan seorang pemuda. Aku pikir itu pacarmu" terang Sting
"Pemuda?" Ulang Lucy. Lucy mengingat-ingat seorang pemuda yang berfoto bersama Lucy hanya Loki seorang.
"Maksudmu pemuda dengan rambut orange dan berkacamata?" Tanya Lucy untuk memastikan.
Sting mengangguk. "Itu pacarmu bukan?"
Lucy menggeleng dengan keras.
"Dia itu kan Loki, kau juga mengenalnya, baka! Lagipula kami hanya saling menyayangi sebagai sahabat" terang Lucy
"Sahabat bisa menjadi cinta loh, Lucy-san" timpal Yukino sambil tersenyum.
"Eh? Tidak mungkin, kalaupun iya seperti itu, aku dan dia sudah berpacaran sejak lama" bantah Lucy
"Iya aku juga berpikir seperti itu. Dia menolakku terus untuk menjadi pacarku" timpal Loki yang sudah diambang pintu ruang makan.
Lucy terkejut. "Loki?!"
"Ohayou gozaimasu, Lucy, Sting-sama, Yukino-sama" sapa Loki dengan ramah
"Haaah, jadi kau menolak dia, Lucy? Kau tega sekali" ledek Sting
"Loki! Awas kau nanti. Lagipula apa yang dikatakan Loki itu tidak benar" bantah Lucy
"Benarkah?" Goda Sting
"Urusaiiii!" Ujar Lucy
Semuanya yang berada didalam ruang makan tertawa.
XXX
Lucy dan Sting masuk kedalam ruang kerja ayah Lucy. Mereka duduk sambil minum cokelat panas.
"Jadi? Bagaimana keputusanmu?" Tanya Lucy
"Aku sudah berbicara dengan orang tuaku. Mereka setuju kalau aku yang mengurus perusahaan milik keluargamu dan mereka turut berduka atas apa yang terjadi" Jawab Sting
"Arigatou, Sting"
"Aku ingin ke makam Layla-obaasan dan Jude-ojiisan. Bolehkah?" Tanya Sting
Lucy tersenyum dan mengangguk. "Aku antar"
XXX
Sesampainya didepan makam kedua orang tua Lucy, Sting dan Yukino memberi hormat. Sting memperkenalkan Yukino dan berceloteh hal-hal yang tidak penting. Lucy menatap langit yang turun salju dan tersenyum. Sting memandang Lucy lalu menoleh kearah Yukino.
"Masuklah duluan" bisik Sting pada Yukino. Yukino pun menurut.
Sting merangkul Lucy.
"Kau masih sedih?" Tanya Sting
Lucy menggeleng.
"Baguslah, kalau begitu aku bisa tenang. Aku begitu khawatir saat mendengar ceritamu. Aku tidak dapat berbuat banyak untukmu, gomenne.." ucap Sting yang sekarang sudah menarik Lucy kedalam pelukannya.
"Tidak apa-apa, Sting. Aku mengerti" jawab Lucy yang ada didalam pelukannya.
Yukino melihat Sting dan Lucy sedang berpelukan. Ia pun tersenyum.
'Lucy-san adalah gadis yang tegar' pikirnya
Natsu melihat Lucy sedang dipeluk dengan seorang pemuda yang ia tidak kenal dari kejauhan.
'Siapa itu?' Batin Natsu
Natsu memutuskan untuk menghampiri Lucy dan pemuda tersebut.
"Lucy.." Panggil Natsu
Lucy dan Sting melepas pelukan mereka dan menoleh kesumber suara.
"Natsu?" Gumam Lucy
Natsu berjalan mendekati Lucy dan Sting. Natsu tiba-tiba menggenggam tangan Lucy dan merundukkan kepalanya untuk memberi hormat pada Sting.
"Perkenalkan, namaku Natsu. Natsu Dragneel. Aku sahabat Lucy. Aku akan menjaga dia dengan sebaik mungkin. Salam kenal" terang Natsu
Sting memandang heran Natsu, kemudian tersenyum.
"Baiklah. Aku Sting Eucliffe. Panggil aku Sting. Aku adalah sepupu Lucy yang baru pulang dari Inggris. Salam kenal, Natsu-san" jawab Sting dengan ramah.
Natsu tersenyum ramah pada Sting. Begitu juga Lucy. Lucy menggenggam erat tangan Natsu. Sting melihatnya dan tersenyum.
"Baiklah, aku akan masuk duluan. Jaa nee, Lucy-chan, Natsu-san" pamit Sting sambil melambaikan tangannya.
XXX
Lucy dan Natsu sekarang sudah berada ditengah kota. Mereka berjalan bersama kembali. Mereka mengayun-ayunkan genggaman tangan mereka dan tersenyum.
"Kenapa kau tidak memakai sarung tangan lagi?" Tanya Natsu
"Aku tidak tahu kalau kau akan datang lagi dan mengajakku keluar seperti ini" jawab Lucy
Natsu melepaskan genggaman tangannya dan merogoh saku jacketnya dan dikeluarkannya sepasang saputangan berwarna merah.
"Pakailah" tawar Natsu sambil menyodorkan sarung tangan tersebut.
"Eh tapi, bagaimana denganmu?" Tanya Lucy.
Dengan cepat Natsu meraih tangan Lucy dan memakaikan sarung tangan tersebut.
"Sudah. Jangan banyak bertanya apalagi protes" ujar Natsu sambil menggenggam tangan Lucy. Lucy tertawa pelan.
"Kita akan kemana hari ini?" Tanya Lucy
"Hmm kemana ya. Kau ingin kemana, Luce?" Tanya Natsu
"Hmm aku ingin bermain salju. Membuat orang-orangan salju. Bagaimana?" Jawab Lucy
"Geez..kau seperti anak kecil, Luce" ledek Natsu
"Biarkan saja. Bagaimana? Kau mau?" Tanya Lucy
"Baiklah, Lucy-hime.." Jawab Natsu ala Virgo. Lucy pun tertawa.
XXX
Mereka sampai di taman kota. Tidak banyak orang yang ke taman ini, mungkin karena udaranya yang dingin. Hanya ada beberapa pasangan yang sedang membuat orang-orangan salju, dan beberapa anak kecil yang sedang saling melempar bola salju. Lucy memandang mereka semua dan tersenyum. Natsu yang memperhatikannya langsung berlari menghampiri anak-anak yang sedang bermain. Lucy memandangnya dengan heran.
'Mau apa dia?' Pikir Lucy
Natsu melambai-lambaikan tangannya untuk menyuruh Lucy bergabung dengannya. Lucy pun berjalan menghampirinya.
"Ada apa, Natsu?" Tanya Lucy
"Ayo kita bermain lempar bola salju" ajak Natsu
"Eh?"
"Kau masuk kedalam tim disana, dan aku di tim ini" terang Natsu sambil menunjuk ke sekumpulan anak-anak yang berada diseberang.
"Baiklah" sahut Lucy sambil berlari menghampiri timnya.
Lucy berkenalan dengan anak-anak yang berada di tim yang sama dengannya.
"Baiklah, sebelum kita bermain, aku ingin berkenalan dengan kalian. Namaku Lucy. Nama kalian?" Terang Lucy
"Namaku Aoko" ucap anak perempuan dengan rambut hitam panjang yang ikal dan menggunakan topi wool.
"Namaku Haru" ucap anak laki-laki yang memakai penutup telinga dan memakai syal berwarna senada dengan penutup telinganya.
"Namaku Mizuki" ucap anak laki-laki yang memakai jacket baseball dan syal berwarna dark blue dan sangat terlihat dewasa.
"Baiklah. Salam kenal semuanya. Mari kita kalahkan mereka!" Ujar Lucy penuh semangat.
Mereka semua bermain, membentuk salju seperti bola-bola kecil dan saling melemparkannya. Lucy dan Natsu yang ikut bermain, tenggelam dalam kegembiraan. Terkadang Natsu mengejar Lucy dan melemparkan bola salju ketubuh Lucy. Dan terkadang Lucy yang mengejarnya dan melemparkan bola salju miliknya ke arah Natsu.
"Hahaha Natsu aku capek..sudah hahaha" ujar Lucy yang sedang berusaha kabur dari kejaran Natsu.
"Kau sudah menyerah, Luce? Kau payah hahaha" sahut Natsu yang masih mengejar Lucy dan tangannya memegang bola salju.
Lucy berlari makin pelan dan akhirnya membalikkan badannya dan berlari dengan mundur.
"Haaah aku menyerah..AAAAAA" Lucy terjatuh karena kakinya tergelincir salju yang ia injak. Natsu yang masih lari, dan tidak dapat mengontrol larinya, ia pun terjatuh menindih Lucy.
Wajah mereka sangat dekat dan juga memerah. Jantung Lucy berdebar-debar saat menatap Natsu. Natsu bisa merasakan hembusan nafas Lucy yang sedang dihadapannya. Natsu melihat bibir Lucy yang merah merona. Natsu membelai rambut Lucy.
"Kau sangat-sangat cantik, Lucy" puji Natsu
Lucy yang mendengar pujian yang diberikan Natsu merasa wajahnya memanas, dan merasa kalau jantungnya ingin lepas dari tempatnya. Lucy mengalihkan pandangannya. Dan melihat anak-anak yang bermain dengannya memperhatikan adegan mereka.
"Natsu..bangunlah" ucap Lucy
"Kenapa memang?" Tanya Natsu dengan polos
"Lihat kearah sana" Natsu pun mengedarkan pandangannya kearah yang sama dengan Lucy. Natsu cepat-cepat bangkit berdiri begitu juga dengan Lucy.
"Ah gomen gomen hahaha" ujar Natsu kepada anak-anak yang berada dihadapannya.
"Natsu-nii mencari kesempatan untuk bermesraan dengan Lucy-nee" protes Mizuki
Lucy dan Natsu saling memandang dan wajah mereka memerah.
"A-ah bukan begitu, Mizuki haha" sahut Lucy sambil memegang bahu Mizuki
Mizuki memandang Lucy. Lucy tersenyum kepada Mizuki.
"Aku menyukai, Lucy-nee" ucap Mizuki
Ucapan Mizuki membuat teman-temannya bingung, begitu juga dengan Lucy dan Natsu.
"Eh?"
"Iya, aku menyukai Lucy-nee sejak kita berkenalan tadi. Jadi, Natsu-nii tidak boleh dekat-dekat dengan Lucy-nee. Aku akan melindungi Lucy-nee" ujar Mizuki dengan suaranya yang lucu.
Lucy hanya tersenyum dan berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya seperti Mizuki.
"Kau baik sekali, Mizuki. Aku juga menyukaimu" sahut Lucy sambil membelai rambut Mizuki. Mizuki blushing.
Natsu hanya tersenyum. Natsu berpikir, kenapa ia tidak pernah bisa mengatakan ia menyukai Lucy seperti yang Mizuki lakukan?
XXX
Natsu dan Lucy duduk dipemberhentian bus. Mereka memegang minuman kaleng yang hangat. Mereka duduk berjauhan. Entah mengapa, mereka merasa canggung sejak kejadian Lucy dan Natsu jatuh bersamaan.
"Hmm anoo.."
"Hmm etto.."
Lucy dan Natsu berbicara bersamaan. Mereka akhirnya tertawa melihat sikap mereka sendiri. Natsu dan Lucy saling menggeser tubuhnya mendekat.
"Hmm gomen atas kejadian yang tadi" ucap Natsu
"Ah tidak apa-apa. Aku saja yang kurang berhati-hati, jadi bisa terjatuh haha" sahut Lucy sambil tertawa.
Natsu memegang tangan Lucy. Lucy berhenti tertawa dan memandang Natsu.
"Aku..aku meny-" tiba-tiba bus yang ditunggu oleh Lucy dan Natsu sudah tiba. Mereka segera masuk kedalam bus.
Natsu dan Lucy duduk di kursi paling belakang.
"Tadi kau ingin bicara apa Natsu?" Tanya Lucy
Natsu sontak kaget dan menggelengkan kepalanya. "Tidak jadi"
"Benarkah? Yasudah kalau begitu" sahut Lucy.
Lucy menyandarkan kepalanya dibahu Natsu. Natsu memandangnya.
"Aku pinjam bahumu ya, Natsu. Aku capek" terang Lucy
"Silahkan." Sahut Natsu
Lucy dan Natsu tidak berbincang tentang apapun didalam bus. Natsu sadar kalau Lucy pasti telah terlelap. Natsu tersenyum.
XXX
Kira masuk kedalam tempat tinggal Sabara. Ia melihat kerusakan dimana-mana. Ia menjadi ingat saat ia menghancurkan Sabara.
"Renovation" rapal Kira
Semua benda yang rusak, menjadi utuh kembali.
"Setidaknya sekarang, tempat ini bisa ku tinggali" ucap Kira sambil berjalan duduk dikursi tahta yang biasa diduduki oleh Sabara.
XXX
Loki, Sting, dan Yukino sedang berbincang-bincang diruang tengah. Mereka terkejut pada saat Natsu masuk dengan membopong Lucy. Mereka semua berdiri.
"Ada apa dengan Lucy?" Tanya Sting
"Iya ada apa dengan Lucy, Natsu?" Timpal Loki
"Ssssuuuuut. Kalian berisik. Lucy hanya tertidur. Aku ingin membawanya kekamar" jawab Natsu dan melangkahkan kakinya menuju kamar Lucy.
Sting dan Yukino saling memandang. Loki memandang Natsu sampai Natsu masuk kedalam kamar Lucy.
"Kau tidak melarangnya?" Tanya Sting
"Buat apa?" Sahut Loki
"Kau tidak cemburu?" Tanya Sting lagi
"Dengan alasan apa aku harus cemburu?" Sahut Loki
Yukino sweat-drop mendengar pembicaraan antara pacarnya dengan Loki. Pertanyaan dijawab dengan pertanyaan kembali.
"Memangnya itu siapa?" Tanya Yukino
"Itu Natsu. Teman Lucy. Dia yang menolongku dan Lucy saat kejadian itu terjadi" jelas Loki
"Hmm sepertinya dia sangat-sangat care pada Lucy" ucap Sting
"Memang.." Sahut Loki
"Mereka berdua itu sudah pernah bertemu sebelum kejadian itu terjadi. Lucy pernah menolong Natsu dan teman-temannya" lanjut Loki
"Lucy menolong Natsu?" Ulang Sting
Loki mengangguk. "Natsu pernah diserang oleh iblis dan hampir tidak terselamatkan, kemudian Lucy menyelamatkannya"
"Ah jadi mereka saling menyukai? Begitu?" Tanya Sting
"Hey Sting-kun, kenapa kau bisa berpikiran seperti itu?" Tanya Yukino
"Karena aku bisa mendengarnya..mendengar isi hati Natsu begitu juga Lucy" jawab Sting
"Ah memang tidak salah lagi, kemampuan Sting si naga cahaya" ledek Loki
"Hahaha jangan memanggilku seperti itu, Loki" sahut Sting
Yukino sudah tahu kalau kalau Sting mempunyai kekuatan dragon slayers. Ia bisa membaca isi hati seseorang.
"Tidak semustinya kau membaca isi hati Natsu dan Lucy, sayang" ujar Yukino
"Tidak sengaja, Yukino..tidak sengaja.." Jawab Sting sambil tersenyum.
"Memangnya Lucy tidak mengaktifkan perisainya ya? Kenapa kau bisa membaca isi hati Lucy?" Tanya Loki
"Kekuatan sihirku lebih besar dari milik Lucy saat ini. Aku juga mengetahui Natsu itu seorang vampire berkekuatan naga. Ia mempunyai kekuatan yang sama denganku" jelas Sting
"Vampire berkekuatan naga?" Ulang Yukino
"Iya, Natsu adalah Vampire dengan kekuatan dragon slayers. Aku adalah manusia dengan kekuatan sihir dragon slayers. Tidak ada bedanya. Ada beberapa naga yang mengajarkan vampire untuk menurunkan kekuatannya. Sedangkan naga yang mengajarkan manusia hanya ada dua jenis. Cahaya dan juga bayangan." Terang Sting
"Dan salah satunya itu adalah dirimu" ucap Loki
Sting mengangguk. "Tapi aku sudah lama tidak menggunakan kekuatanku" ungkap Sting
"Hmm mungkin akan aku simpan untuk membantu Lucy" lanjutnya
XXX
Natsu membaringkan Lucy diranjangnya, setelah itu Natsu berniat untuk pulang, tapi saat memandang Lucy yang sedang tidur ia benar-benar terpikat.
"Luce..kau tahu, jika aku adalah seorang manusia sepertimu, jantungku akan berdebar-debar dengan kencang setiap dekat denganmu" ungkap Natsu
Natsu duduk disebelah Lucy, Natsu membelai rambut Lucy, menyibakkan poni Lucy, membelai pipi Lucy dengan lembut dan mencium kening Lucy.
"Selamat tidur, Luce" ucapnya
Natsu pun keluar dari jendela kamar Lucy.
XXX
"Aku akan beri pilihan, kau ikut dengan ku atau aku akan membunuh mereka?"
"Akhirnya, kau menjadi milikku. Lucy.."
"Matilah, kau!"
Lucy terbangun dengan nafas yang terengah-engah. Ia bermimpi buruk kembali untuk kesekian kalinya. Ia melihat kesekitarnya. Ia sudah berada dikamarnya. Mungkin Natsu yang menggendongnya.
Lucy bangkit dari ranjangnya dan berjalan masuk kedalam kamar mandi. Ia mencuci mukanya dan memandang pantulan dirinya didalam cermin dan airmatanya berlinang.
"Kami-sama, aku mohon, jangan terjadi lagi.." Ucap Lucy dengan lirih
.
.
.
.
.
.
To be Continued
Naaah kelar kelaaaar jugaaa chapter ini...
Bagaimana bagaimana? jelek yaa? gomenee karena lagi keterbatasan inspirasi haha-_-"
Yasudah mohon review aja yaaa para reader yang baik hatiiiii~~~
sekarang langsung aja untuk bales review yang kemaren!
LRCN : Iya dia ketemu ama si Ken! hehe makasih, simak terus yee~~
shiko miomi : Hahaha Ini sudah lanjuut, bagaimana? XP
zuryuteki : Jangan langsung me-mating, nanti jadi gaseru :3 hahaha baiklaaah ini dia chapter selanjutnya~~~
SSAPHIRA : Hehe makasih! ini sudah lanjuuuut~
karinalu : Hehe mumpung ada waktu jadi update 22nya deeeh hehe XP nah, pertanyaannya udah kejawabkan? kenapa Natsu bisa tahu kalau ken itu sebenernya iblis hmm~~~
Melda Heartfilia : Salam kenal :) Yokatta nee kalau dirimu suka cerita ini wihiwww :3
7th ChocoLava : Hehe makasih! udah lanjut loh ini hehe XP
Okee deh kelar semuanya udah dibales, sekarang author pamit aje deh yeee~~
Jangan lupa loh direview dan tunggu selalu kelanjutannya
Okee~~
Jaa nee
Anyui
