Sang Penunjuk
A Naruto Fanfiction
By
Yamicheru Present
.
.
.
.
.
Seorang bocah yg dianggap sebagai 'produk gagal' dalam sebuah experimen yg dilakukan Orochimaru. Ternyata menyimpan kekuatan tak terduga. Ya bocah yg akan menjadi 'penunjuk' bagi sang 'pembawa perdamaian'.
Sang Penunjuk
AU, Adventure, Little Fighting.
Chapter 2
Di sebuah pemandian air panas campuran.
Sosok yg sangat dikenal di Dunia Shinobi terlihat sedang menikmati hangatnya air di Pemandian itu. Mereka adalah Jiraiya no Gama Sannin dan Namikaze Minato no Kiroi Senko. guru-murid itu sedang menikmati waktu kebersamaan mereka, juga sarana cuci mata untuk menyalurkan sifat mesum mereka.
"lihat gadis itu Minato. Bohay cuy !" teriak Jiraiya sambil menepuk-nepuk pundak muridnya itu. Dan sang murid, Namikaze Minato. Menatap dengan penuh antusias sambil mengenggukan kepalanya dengan cepat ke arah gadis yg di tunjuk Jiraiya.
"Oh iya Sensei, kudengar kau memiliki murid baru. Siapa dia ?!" tanya Minato dengan pandangan yg terus tertuju pada gadis-gadis di hadapannya.
"Hemmm ... Anak itu ya. Dia adalah anak hasil experimen Orochimaru dari Clan Kaguya". "Dia memiliki DNA Senju dan Uciha dalam tubuhnya. Namanya ... Kaguya Eru" ucap Jiraiya sambil merebahkan kepalanya pada sandaran batu.
"Hasil experimen ?!". "Terlebih itu DNA Senju dan Uciha ... ditambah DNA Kaguya yg memiliki Kekai Genkai langka, bukankah dia akan menjadi aset yg sangat berharga ?!" ucap Minato penuh rasa terkejut mendengar penuturan sang Sensei.
"Bagaimana kau bisa mendapankannya ?" lanjut Minato menatap Jiraiya penuh tanda tanya.
"Dia meninggalkannya. Sepertinya DNA Senju dan Segel Kutukan Orochimaru bertolak belakang dan saling menghancurkan, membuat anak itu koma" jawab Jiraiya santai.
"Minato ... Aku titipkan Eru padamu. Mulai dari sini aku akan menyelidiki Organisasi Akatsuki dan Orochimaru lebih serius lagi. Itu akan sangat berbahaya jika aku membawa anak itu" lanjut Jiraiya serius sambil menatap muridnya.
"Aku mengerti" jawab Minato tak kalah seriusnya. Tapi keseriusan itu hancur saat 'bisik-bisik tetangga' mampir di indra pendengaran mereka.
"Hey ... Hey. Lihat tuh ... Ada pasangan 'maho'. Sayang ya, padahal satunya ganteng" ucap seorang wanita mulai bergosip ria. Menatap Minato dan Jiraiya dengan pandangan sinis.
"Iya ... Ganteng-ganteng maho" ucap wanita di sebelahnya tak kalah sinis. Dan itu sukses membuat MinaJira menangis tersedu-sedu sambil berpelukan.
"Aku gak maho" ucap mereka berulang-ulang dalam tangisnya.
.
.
.
.
.
Di Gerbang Utama Konoha.
Sakura terlihat bulak-balik bagaikan setrikaan yg sedang melaksanakan tugasnya, sudah hampir 4 jam 2 rekannya tak kunjung datang. Mereka adalah Uzumaki Naruto dan Kaguya Eru. Kakashi yg terlambat sekitar 2 jam pun nyatanya bukanlah orang yg paling 'ngaret' karna masih ada Naruto dan Eru yg ngaretnya kebangetan.
Dan itu jelas membuat Sakura meradang. Ditambah omelan Tazuna selaku Clien yg menyayat hati, menambah kekesalan si pinky. Sasuke dan Kakashi tetap stay cool dengan gayanya masing-masing. Sang Uciha dengan wajah datarnya sedangkan sang Sensei a.k.a Kakashi dengan wajah ngantuk dan tak bersemangatnya.
"Melihat ini aku semakin meragukan kalian" dan untuk kesekian kalinya, Tazuna mengeluh pada Tim 7 dengan sinisnya. Dan tentu saja tidak ada yg menanggapi keluhan itu.
"Kalian dari mana saja sih ?!" teriak Sakura murang-maring saat melihat Naruto dan Eru menghampiri mereka dengan santainya. Meski sudah terlambat berjam-jam.
"Bahkan lebih lama dari guru Kakashi" timpal Sasuke datar, walau pun raut wajahnya terlihat kesal juga.
"Maaf-maaf tadi aku harus membantu anak yg kehilangan orang tuanya" ucap Naruto ambigu.
"Siapa yg kau maksud anak hilang Naruto-san ?!" tanya Eru dengan senyum ramah, tapi Chakra di tubuhnya meletup-letup. Sepertinya kata-kata Naruto tadi menyinggungnya.
"Hanya ..."
Pleettaaakkk ...
Jitakan sayang mampir di kepala kuning Naruto dan kepala putih Eru. Membuat perkataan Naruto terhenti karna merasakan sakit, dan tentu saja perbincangan gaje mereka pun terhenti.
"Sakit Sakura-chan" ucap Naruto dengan wajah memelas menahan tangis. Sementara Eru menatap sengit sang Haruno.
"Kenapa aku juga di pukul" keluhnya.
"Apa ?! Gak terima ?". "Mau berantem ?! Ayok !" balas Sakura super duper menyeramkan. Bahkan jauh lebih sengit menatap Kaguya abal-abal itu.
Gleekkkk ...
Eru menelan ludahnya sendiri, dalam pengelihatannya di belakang gadis pinky itu muncul sesosok mahluk astral dengan jubah hitam sambil mengacungkan sabit raksasanya. Matanya yg merah menyala menatap tajam padanya, seolah-olah mengisyaratkan kematian. Membuat bocah putih itu mundur teratur.
"Ng ... Nggak kok Sa ... Sakura-san" ucap Eru terbata-bata sambil terus bergerak mundur dengan kakunya.
"Hmmm ... Sudahlah, ayo kita berangkat" ucap Kakashi yg mulai bosan melihat aksi gaje mereka.
"Hn ..." timpal Sasuke seadanya.
"dia serem ya" bisik Eru pada Naruto. Masih menatap sakura dengan pandangan takut.
"Emang".
.
.
.
.
.
Kembali ketempat Jiraiya dan Minato.
Mereka kini telah selesai dari acara berendamnya dan sedang berjalan dengan tampang lesu. Tidak ada raut kebahagiaan meski telah mengintip wanita saat berendam di pemandian air panas beberapa saat yg lalu. Ya, tentu saja karna moment bahagia itu tercemari oleh bisikan nista yg menuduh mereka maho.
"Ini salahmu membicarakan hal seperti itu di 'pemandian surga' ... Liat-liat dong ?!" keluh Minato menatap sengit sang Sensei.
"Apa ? Coba kita lihat siapa yg salah !". "Andai saja kau gak sok keren dan mendekatkan wajahmu hanya untuk bilang 'aku mengerti' kita tidak akan di anggap maho" balas Jiraiya sengit.
"Kau menghancurkan reputasi di mata para gadis !" lanjutnya.
"Reputasi yg mana ?! Apa reputasi yg selalu di lempari gadis saat kau ketauan ngintip, atau reputasi yg selalu di tolak ?". "Dasar jones" ucap Minato dengan sinisnya pada sang Sensei.
"Kau ..." gumam Jiraiya penuh emosi.
"Apa ?!" balas sang Namikaze tak kalah emosi.
"Kau ..."
"Apa ?!"
"Hey, hey liat deh ... Itukan pasangan maho yg tadi" ucap seorang wanita yg sama dengan yg menuduh mereka maho di pemandian tadi.
"Eh ... Iya bener. Kayanya mereka lagi marahan deh" jawab wanita satunya. Untuk sesaat mereka menghentikan langkahnya saat melihat 2 sejoli itu marahan.
"Kita pergi yuk, nanti kena sial lagi"
"Yuk". "Sayang ya ... Ganteng-ganteng Maho" dan setelah kembali bergosip ria, 2 wanita itu kembali melanjutkan perjalanan mereka, melewati begitu saja guru-murid yg kembali pundung. Tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Huaaaahhhh ... Aku gak maho" teriak Jiraiya sambil nangis guling-guling di tanah.
"Kharismaku hancur" gumam Minato sambil berjongkok memainkan tanah dengan jarinya. Aura suram terlihat menjadi latar sang Namikaze.
.
.
.
.
.
Di sebuah hutan masih dalam daerah kekuasaan Negara Api.
Matahari telah kembali ke peraduannya, digantikan terangnya bulan yg dihiasi kerlap-kerlip ribuan bintang yg bertaburan di malam ini. Suara serangga dan 'hewan malam' lainnya terdengar bagaikan alunan melodi alam yg indah. Dan disinilah Tim 7 bersama Tazuna, di tengah hutan sedang mendirikan kemah, itu terpaksa dilakukan karna hari sudah gelap untuk meneruskan perjalanan.
"Ahirnya selesai juga" ucap Sakura saat menyelesaikan tugasnya dalam mendirikan tenda. Ada 3 tenda yg didirikan mengelilingi api unggun yg jadi penerang sekaligus penghangat malam itu.
"Baiklah dengar Minna-san aku akan membagi tenda". "Sakura sendiri, aku bersama Tazuna-san, dan sisanya kalian bertiga" intruksi Kakashi dalam membahi penghuni tenda.
"Itu sempit ttebayou". "Kenapa tidak suruh Sasuke atau Eru setenda sama Sakura saja" keluh Naruto. Dan langsung mendapat jitakan manis di kepala kuningnya. Siapa lagi kalau bukan Sakura.
"Apa maksudmu hah ?!". "Aku ini gadis dan mereka pria. Nanti kalau ada yg macam-macam saat aku tidur bagaimana !" teriak Sakura dengan wajah yg memerah.
"Siapa juga yg berani macam-macam dengan monster" celetuk Eru sambil melirik sinis pada Sakura. Dan di amini oleh anggukan Sasuke. Sang Uciha itu sepertinya sepaham dengan si Kaguya abal-abal itu.
"Apa kau bilag heh !" desis si pinky. Mahlik astral dengan jubah hitam kembali muncul di belakang Sakura sambil mengibas-ngibaskan sabit kematiannya. Dan detik berikutnya Eru langsung menyembah si pinky dengan penuh ketakutan.
"Amfuunnnnn Sakura-sama" teriaknya penuh ketakutan sambil bersujud ria.
1 jam kemudian.
"Sempit dattebayou". "Aku gak bisa tidur !" teriak Naruto di dalam tendanya bersama Sasuke dan Eru. Sasuke memilih menyumpel telinganya dengan kapas dari pada beradu argumen dengan Uzumaki itu, yg jelas-jelas akan berahir sia-sia.
"Berisik" keluh Eru yg tidak bisa tidur, karna teriakan Naruto tepat di samping telinganya.
"Hey ini tendaku ?!". "Apa masalah ?" balas Naruto sengit.
"Cih ... Makan tuh tenda" umpat Eru sambil berjalan keluar tenda.
"Kamfreeettt ... Oi jalan liat-liat dong !" teriak Sasuke saat jari tangannya terinjak Eru. Sayangnya sang Kaguya terlalu malas untuk meladeni teman Ucihanya itu.
Eru lalu duduk di depan api unggun, dia terlalu lesu untuk mengeluh. Pandangannya tertuju pada tenda Kakashi bersama sang clien, Tazuna. Ada yg aneh fikirnya. Dengan langkah bimbang Eru mendekati tenda itu, lalu mengintip Sensei barunya itu dan yg terlihat adalah ... Kakashi sedang berpelukan mesra dengan kakek tua itu. Benar-benar terlihat romantis.
'Serem ...' gumamnya melihat kemesraan Kakashi dan Tazuna.
Wussshhh ...
Tiba-tiba sebuah anak panah melesat kearah Eru. Dan beruntungnya reflek sang Kaguya cukup cepat hingga panah tadi hanya menggores pipinya. Belum sempat Eru mencari keberadaan sang penyerang, puluhan anak panah lain melesat dengan cepat menghujani tenda mereka. Dengan gerakan indah bagaikan penari, Eru mencoba menangkis setiap anak panah yg mengarah padanya dengan bantuan duri tulang yg tumbuh di punggung tangannya dan beberapa bagian lain di tubuhnya.
"Sial" umpat Eru sambil terus menari menghindari dan menangkis hujan anak panah itu.
Hal serupa juga di alami Sasuke dan Naruto yg entah sejak kapan sudah berada di luar tendanya. Dan sibuk menghindari dan menghalau hujanan panah dengan bantuan Kunai di tangan mereka masing-masing. setelah hujan panah itu selesai, kini serangan yg datang adalah puluhan Kunai Peledak.
Duuaarrrr ...
Ledakan besar dari puluhan Kunai peledak itu telah berhasil meluluh lantahkan tempat perkemahan Tim 7 bersama Tazuna. Seseorang berjubah dan bertudung hitam mendekati pusat ledakan dengan berjalan santai, setelah memeriksa sedikit tempat itu dia kemudian memberikan sebuah isyarat dengan mengacungkan itu tangan kanannya, entah pada siapa.
"Woooaaaahhhh ...!" tiba-tiba suara gemuruh derap kaki disertai teriakan penuh semangat mengalun di hutan. Ya puluhan Bandit dan Nukenin menyebar ke seluruh penjuru hutan. Mencoba mencari keberadaan Tim 7 dan Tazuna.
"Mereka lolos ?!" tanya seseorang berpakaian khas ANBU Konoha yg tiba-tiba muncul di samping si Jubah hitam sambil membuka topengnya.
"Rokusho Aoi ... Kau lama sekali". "Jangan bilang kau mulai menyukai pekerjaan ANBUmu itu" ucap si jubah hitam yg juga mulai memperlihatkan jati dirinya. Ya tudung yg sedari tadi menyembunyikan identitasnya kini telah terbuka.
"Santailah sebentar, dan lihat apa yg kudapat". "Ini sebanding dengan pedang kembarmu itu, Raiga" ucap Aoi memperlihatkan senyum sinisnya sambil menunjukan sebuah pedang berwarna kuning menyala.
"Raijin no Ken" gumam si jubah hitam a.k.a Raiga, Kurosuki Raiga. Melihat pedang yg di bawa Aoi.
"Ya. Aku juga telah mendapatkan informasi keberadaan Danzou, kurasa kita bisa bekerja sama dengannya" lanjut Aoi.
"Lalu si Tazuna itu ?!"
"Biarkan Zabuza yg mengurusnya". "Lagi pula sehebat apa pun si 'Ninja Peniru' itu, dia tidak akan mampu melindungi semua bocah-bocah Genin itu" jawab Aoi di sertai serangai sinisnya.
Sett ...
Seorang bocah berumur kurang lebih 13 tahun muncul di belakang Raiga dan Aoi, surai mereh disertai wajah yg terkesan cantik untuk seorang laki-laki itu membungkuk hormat pada Raiga. Anak itu, Ranmaru adalah murid Raiga, juga pemegang salah satu dari pemegang legendaris, Kusanagi no Tsurugi.
"Raiga-sama ... Aku menemukan anak ini di sekitar sungai" ucapnya sambil menjatuhkan seorang gadis pinky yg pingsan dari atas pundaknya.
"Kurasa dia salah satu dari kelompok yg menjaga Tazuna" lanjut Ranmaru.
"Ah ... Kelompok yg aneh. Bukankah biasanya kelompok ninja di ini 3 Genin" komentar Raiga.
"Bagaimana, apa kita akan membawanya ?!" tanya Raiga melirik sang ANBU.
"Tentu saja, kita gunakan dia sebagai sandra. Kurasa gadis itu akan berguna" jawab Aoi santai. Setelah percakapan panjang itu, mereka pun pergi sambil membawa Sakura.
Craakk ...
Retakan tanah muncul dan semakin membesar. Dan di dalam retakan tanah itu munculah Kakashi dan Tazuna. Ternyata mereka selama ini besembunyi di dalam tanah. Kakashi terlihat bingung dengan situasi ini. Sakura di jadikan sandra, sementara 3 muridnya yg lain berpencar entah kemana. Tatapan Kakashi yg biasanya terlihat mengantuk, kini menatap Tazuna dengan tatapan serius.
"Siapa kau sebenarnya ?!". "Kenapa kau bisa berurusan dengan 'Ryuuji' " ucap Kakashi penuh penekanan.
"Hahahaha ini pengalaman yg sangat mendebarkan. Berada di dalam tanah seperti itu adalah hal baru hahaha" ucap Tazuna dengan tawa hambarnya. Mencoba menghindari pertanyan Kakashi.
"Jawab aku !". "Misi kami hanyalah Misi Rank D. Itu artinya, kami seharusnya tidak menghadapi Nukenin. Apalagi Kelompok Ryuuji, Nukenin pemburu harta karun" ucap Kakashi penuh kekesalan.
"Aku tau ini akan terjadi" gumam Tazuna.
"Kakashi-san ... Izinkan aku bercerita sedikit tentang desaku" ucapnya lagi. Kakashi hanya mengangguk untuk mengiyakan ucapan pria tua itu.
"Desaku adalah desa yg dikelilingi perairan. Akses ke desa lain haruslah menggunakan perahu". "Dan sialnya pemilik jasa penyebrangan itu, Gatou. Meminta bayaran yg tinggi untuk itu. Dia memeras kami dengan memanfaatkan keadaan desa kami yg dikelilingi lautan"
"Di balik segala kesialan itu, aku menemukan sebuah harta karun. Ya, sebuah harta terpendam yg berlimpah tertanam di tanah kami. Dengan harta itu aku membangun jembatan untuk akses kedesa lain dan lepas dari jeratan Gatou"
"Banyak Bandit atau Shinobi yg disewa Gatou untuk menggagalkan usaha kami membangun jembatan. Tapi kami selalu membayar mereka lebih besar dari yg Gatou berikan agar mereka tidak mengganggu proyek pembangunan jembatan". "Hingga pada ahirnya dia bekerjasama dengan kelompok Ryuuji" terang Tazuna.
"Seperti yg kau katakan, Ryuuji adalah kelompok Nukenin pemburu harta karun. Mereka adalah kumpulan Nukenin tangguh dari berbagai Desa Shinobi. Saat mendengar bahwa desa kami tertanam sebuah harta terpendam, mereka dengan cepat mengkudeta desa. Bahkan juga melenyapkan Gatou" terang Tazuna.
"Apa aku bisa mempercayaimu ?!" tanya Kakashi masih tidak percaya.
"Itu benar Kakashi" ucap salah seorang dari 5 ANBU Konoha yg tiba-tiba datang di tempat mereka.
"Hokage sengaja mengirim kalian karna percaya dengan kekuatan kalian. Tim 7 diisi oleh 2 Clan terkuat, Uzumaki dan Uciha. Juga salah satu murid Jiraiya-sama". "tapi karna anak-anak itu masih Genin, maka Misi Rank S ini di tutup-tutupi seolah Misi Rank D" terang sang ANBU dengan topeng rubah itu.
"Begitu ya ..." gumam Kakashi sambil merapal sebuah rangkaian segel tangan.
"Kuchiyose no Jutsu !"
Pooffft ...
Kakashi memanggil Anjing Ninjanya. Lalu memerintahkan mereka berpencar untuk mencari keberadaan Sasuke, Eru, dan Naruto. Sementara, Pakkun yg bisa dibilang ketua Anjing Ninja Kakashi, bertugas mencari keberadaan Sakura yg di jadikan tawanan oleh musuh diikuti ke 5 ANBU tadi. Sementara Kakashi sendiri melanjutkan perbincangannya dengan Tazuna sembari menunggu tanda dari Anjing Ninjanya.
.
.
.
.
.
Di tempat Naruto.
Anak bersurai kuning itu sedang sibuk bertarung dengan beberapa Bandit juga Shinobi yg mengeroyoknya. ada sekitar 10 Bandit dan 6 Shinobi yg mengeroyok sang Uzumaki itu, dengan 3 Bandit dan seorang Shinobi sudah terkapar tak bernyawa.
Braakkk ...
"Siapa selanjutnya ..." ucap Naruto dengan serangai kejam nan kejinya, menyapu pandangan pada sang musuh yg mengelilinginya. Dan tentu saja itu membuat mereka merasa sedikit takut.
"A-ayo kita serang dia bersama-sama !". "Anak i-itu hanyalah seorang G-Genin !" teriak salah seorang Shinobi mencoba menaikan moral dirinya juga rekan-rekannya, meski dengan teriakan gugup.
"Horyaaa ...!" teriak mereka menyerang secara serempak.
Seorang Bandit bergerak ke samping kanan Naruto. Lalu dengan cepat mencoba menghantamkan Gada yg dibawanya ke kepala sang Uzumaki secara memutar dari atas ke bawah. Tapi dengan gerakan minimalis dan elegan anak itu menggeser sedikit badannya ke samping kiri membuatnya lolos dari serangan tadi. Tapi belum sempat Naruto membalas menyerang sang Bandit, belasan Kunai mengarah padanya. Dengan reflek yg cepat bocah kuning itu menarik tangan si Bandit dan membuat tubuh itu menjadi tameng. Naruto pun lolos.
"Berengsek kau bocah kuning sialan !" teriak Bandit lain melihat rekannya di jadikan tameng seperti itu.
Kini 3 Bandit menyerang Naruto dari 3 arah berbeda. Sementara di atasnya seorang Shinobi melompat dan terlihat merapal sebuah segel tangan. Dalam posisi terjepit seperti itu pun Naruto masih memperlihatkan serangai kejam nan bengisnya. Tanpa ada sedikit pun rasa takut.
"Katon :: Gokakyou no Jutsu !" desis si Shinobi yg melayang di atas Naruto. Dengan sebuah tarikan nafas panjang Shinobi itu menyemburkan nafas api berbentuk bola api yg cukup besar ke arah si pirang, tak perduli jika serangannya itu akan mengenai rekannya sendiri.
"Arrrgghhhh ...!" teriak ke 3 Bandit yg ikut menyerang Naruto karna terkena serangan Shinobi itu. Siulet ke 3 Bandit itu terlihat menyedihkan ketika dilalap api. sementara Naruto telah berpindah tempat dengan Shunshin no Jutsu tepat sebelum bola api itu datang.
Settt ...
Dengan sebuah lompatan penuh tenaganya bocah pirang itu sudah berada di belakang sang Shinobi yg masih melayang di udara. Manufer yg cepat dari Naruto membuat Shinobi itu terlambat untuk menyadari keberadaan sang Uzumaki yg kini ada di belakangnya.
"Memanfaatkan rekan sendiri heh ... Tindakan pengecut" ucap Naruto datar. Namun terkesan kejam saat ucapan itu tertangkap indra pendengaran musuhnya.
Craakkk ...
Dengan gerakan kasar Naruto mencengkram kepala sang Shinobi dan mendorongnya dengan paksa ke tanah. Dengan bantuan Gravitasi dan tenaga sang Uzumaki, hantaman kepala Shinobi itu ke tanah berakibat sangat fatal. Hingga membuat kepala Shinobi itu tertancap ditanah di tengah kobaran api dan tewas seketika. Setelah api padam terlihat Naruto masih berdiri dengan gagahnya dengan tubuh yg diselimuti Chakra oranye gelap yg membentuk sosok rubah berekor 1.
"Selanjutnya siapa ..." desisnya dengan penuh penekanan. Menatap penuh kebencian pada musuhnya yg masih tersisa.
Tentu saja itu membuat mereka ketakutan. Bagaimana tidak, bukan hanya tekanan Chakranya saja yg meningkat drastis, tapi juga fisiknya yg berubah ke bentuk yg lebih menyeramkan. Mata shapphirenya tergantikan mata semerah darah yg penuh kebencian. Taringnya memanjang hingga keluar dari sela bibirnya, ditambah garis hitam tebal di beberapa bagian wajahnya. Benar-benar menyeramkan.
.
.
.
.
.
Beralih ke tempat Sasuke.
Uciha terahir itu terlihat sedang duduk bersender di sebuah pohon dengan nafas terengah-engah dengan luka lecet di beberapa bagian tubuhnya. Sementara di sekitarnya kurang lebih 12 Shinobi dan 7 Bandit sudah tergeletak tak bernyawa. Selain itu kobaran api juga masih terlihat di beberapa sudut. Pertarungan Uciha Sasuke sepertinya baru saja berahir. Tentu saja dengan kemenangan sang Uciha.
"Hosh ... Hosh ... Sial aku tidak menyangka melawan mereka cukup menguras Chakra Hosh ..." ucap Sasuke dengan nafas ngos-ngosan.
Sreekkk ...!
Suara semak-semak yg bergoyang tertangkap indra pendengaran sang Uciha membuatnya kembali waspada. Dengan gerakan cepat Sasuke naik ke atas pohon dan bersembunyi disana. Sharingannya kembali aktif, menampilkan sebuah mata merah dengan 3 tanda koma yg mengitarinya. Sebuah Kunai juga telah berada di genggaman tangan kirinya. Memperlihatkan betapa waspadanya dia saat ini.
"Kau terlalu berlebihan Sasuke-san" sebuah suara tiba-tiba terdengar dekat dengan telinga bagian kanannya. Dan saat sang Uciha itu melirik ke arah sumber suara, yg terlihat adalah sebuah wajah yg menyerupai rekan barunya di Tim 7, Kaguya Eru. Wajah Eru tercetak di batang pohon tempatnya bersembunyi.
"Hannttuuuuhhhh ...!" teriak Sasuke dengan wajah super duper syok. Dan Uciha muda itu pun terjatuh dengan tidak elitnya.
"Awww ..." lanjut sang Uciha mengeluh masih dengan posisi yg tidak elitnya.
Kembali ke pertarungan Naruto.
Pertarungan ini telah usai. Semua musuh sang Uzumaki itu sudah terkapar dengan luka cabik dan sayat yg sadis. Dan kini Naruto masih berdiri dengan gagahnya, dengan dilapisi Chakra Oranye Gelap yg membentuk seekor rubah ekor 1. Di depannya terduduk 1 Shinobi terahir yg masih bertahan, bukan karna mampu menandingi kekuatan si pirang. Tapi 'hanya' karna Naruto sendiri yg masih berbaik hati menunda eksekusinya.
"Takutlah ... Takutlah dengan 'Monster' di hadapanmu ini". "Perlihatkan padaku wajah menjijikan itu ..." ucap Naruto memandang sinis Shinobi di hadapannya. Sementara sang Shinobi itu sendiri entah masih mampu mendengar ucapan itu atau tidak.
Mentalnya sudah hancur. Bagaimana tidak, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri seorang bocah berusia 13 tahun membantai rekan-rekannya dengan sangat sadis dan kejam. Mereka bukanlah Ninja sembarangan, karna tingkatan mereka adalah Chunin hingga Jounin, juga ditambah bantuan Bandit-Bandit yg sudah kawakan. Tapi hanya menghadapi seorang Genin saja ...
"A-a ... A-ampu-uni a-aku ..." gumamnya penuh ketakutan dan putus asa. Pupilnya mengecil, bergerak tak beraturan. Mulutnya terlihat terus komat-kamit namun tidak ada yg terdengar lagi selain rentetan kalimat menyedihkan itu.
"Hahahahaha". "Bagus ... Aku benar-benar menyukai wajah menjijikan itu. Hahahahaha" Naruto benar-benar terlihat seperti seorang psikopat. Dia tertawa begitu lepas dan bahagia mellihat mental lawannya hancur.
"Hahahaha ... Kau hebat Naruto. Ya, teruslah seperti itu. Perlihatkan pada mereka ... Apa itu ketakutan !". "Perlihatkan pada mereka seberapa besarnya rasa putus asa jika berani melawan kekuatanku, Bijuu terkuat !" ucap Kurama yg mengiang di fikiran Naruto.
'Tentu ...' jawab si pirang datar dan dingin.
.
.
.
.
.
"Oi, oi Sasuke-san tunggu aku" ucap Eru yg terus ditinggalkan Sasuke yg melopat dengan cepat di depannya.
"Tulang sialan" gumam Sasuke dengan wajah dongkolnya saat mengingat dirinya harus terjatuh dengan tidak elitnya karna kaget oleh kemunculan Eru. Ditambah lagi kejadian itu menyisakan sebuah benjol di kepala 'pantat ayamnya', juga perasaan malu jika mengingat dirinya harus berteriak histeris seperti tadi. Gak Uciha banget pikirnya.
Tap ...
Sasuke berhenti mendadak di sebuah dahan pohon, saat indra pandangannya melihat siulet Naruto. Bocah pirang itu terlihat masih diselubungi Chakra Oranye Gelap Kurama dengan bentuk 1 ekor. Sebuah tekanan Chakra yg besar dan dipenuhi kebencian begitu jelas terasa. Mata onyx kelam Uciha itu melebar saat pandangannya yakin jika bocah kuning itu benar-benar Naruto, Uzumaki Naruto. Rekannya sesama anggota Tim 7.
"Oi awas Sasuke-san !" teriak Eru yg melompat di belakang Sasuke. Namun karna si pantat ayam itu masih terkejut dengan apa yg di lihatnya, membuat Sasuke kehilangan fokus dan tidak mendengar teriakan cempreng Eru.
Dukkk ...
Gedebuttt ...!
Dan untuk ke 2 kalinya Uciha Sasuke harus rela image dingin dan kerennya hancur karna manufer si putih. Ya. Kaguya Eru, sang bocah bersurai putih itu menabrak Sasuke dengan telak. Entah ini bisa di bilang beruntung atau tidak, karna saat ini sang Uciha tidak jatuh sendiri melainkan jatuh bersama Eru. Namun dia harus rela tertindih bocah putih itu.
"Awww ..." keluh mereka, masih dengan posisi saling bertindihan.
"Tulang sialan ! Dimana matamu heh !" teriak Si Uciha mengexpresikan kekesalannya.
"Hey kenapa kau menyalahkanku ?!". "Salahkan dirimu yg berhenti mendadak seperti itu !" balas Eru sengit. Dan aksi saling damprat pun terjadi. Namun anehnya mereka tidak merubah posisi mereka yg masih saling tindih.
"Kufikir kau menyukai Sakura-chan". "Ternyata kau maho Sasuke" ucap Naruto dengan santai dan di sertai cengiran khasnya. Chakra Kurama yg menguar di tubuhnya telah menghilang.
"Kamfreet ! Aku normal. Dia yg maho !" ucap Sasuke masih dengan teriakan gajenya sembari melirik Eru. Dan tentu saja kembali di balas Kaguya abal-abal itu.
"Apa katamu ?!" desis Eru tidak terima dirinya di bilang maho. Perdebatan gaje pun kembali terjadi dan entah mereka suka atau apa, posisi saling tindih itu masih tidak berubah. Bahkan membuat Naruto cengo sendiri. Beruntung karna tak lama kemudian Anjing Ninja Kakashi berhasil menemukan mereka. Dan itu cukup berhasil untuk menghentikan debat gaje Sasuke vs Eru yg berkepanjangan.
"Sepertinya terjadi pertarungan disini". "Tapi itu tidaklah penting untuk saat ini ..." ucap salah 1 Anjing Ninja Kakashi.
"Kalian diminta segera kembali ke tempat Kakashi karna ada hal penting yg harus di bicarakan" lanjut Anjing Ninja yg lain.
"Baiklah kami akan segera kesana dattebayou" jawab Naruto dengan gaya khasnya.
"Oi ... Tulang maho. Sampai kapan kau mau menindihku seperti ini" keluh Sasuke dengan sinisnya.
"Cih ..." decak Eru yg masih kesal seraya bangkit dari acara tindih-tindihannya.
'Ahirnya mereka sadar juga" batin si pirang sweetdro.
"Baiklah ayo pergi. Silahkan ikuti kami" ucap sang Anjing Ninja sembari bersiap untuk berlari.
Tid ...
Tidddd ...!
"Tunggu ...". "Kalian ini apa ?!" tanya si Uciha dengan tangan yg menyilang di depan dadanya.
"Sepertinya kepalamu bermasalah karna berbenturan dengan tanah". "Tentu saja mereka Hewan Kuchiyose" ucap Naruto dengan wajah sedih plus miris anak jenius seperti Uciha Sasuke terlihat bodoh dan gaje seperti itu.
"Bodoh ..." timpal Eru dengan sinisnya.
"Cih diamlah". "Aku bertanya pada mereka" desis Sasuke menahan kesal dengan reaksi ke 2 rekannya itu.
"Seperti yg dikatakan bocah kuning itu, kami Hewan Kuchiyose" jawab sang Anjing Ninja.
"Kok bisa ngomong ..." gumam Sasuke dengan wajah bingungnya. Sementara Eru dan Naruto benar-benar ilfil melihah ke kuperan Sasuke.
"Kuchiyose no Jutsu !" teriak si pantat ayam setelah melakukan Segel Tangan. Dan munculah seekor elang bermata Sharingan di depan Sasuke.
"Bicaralah ..." ucap Sasuke dingin. Sementara sang Elang a.k.a Taka hanya memiringkan kepala sambil menatap bingung pemanggilnya.
"Ayo bicara !". "Atau kau mau kujadikan burung panggang heh !" ancap Sasuke dengan dingin dan penuh penekanan hanya untuk pertanyaan yg sebetulnya tidak penting.
"Enak tuh kayaknya" celetuk Eru. Dan bukannya menjawab, Taka malah terbang menjauh sambil koar-koar gak jelas menjauhi sang pemanggilnya.
"Tunggu Taka !" teriak sang Uciha sembari melmpat dari pohon ke pohon, mengejar si Kuchiyose. Naruto dan Eru hanya bisa geleng-geleng kepala dan memasang wajah sweetdrop melihat kelakuan temannya itu.
TBC
.
.
.
.
.
Ini Fict terpanjang yg saya ketik(…)/ mencapai 4025 word (untuk isi cerita). Sang Penunjuk mungkin akan sedikit beda, atau malah benar-benar beda dari jalan cerita aslinya. Yah soal itu gak usah terlalu difikirkan, anggap aja itu sebuah the movie versi saya(^-^)?
Ryuuji adalah kelompok Nukenin pemburu harta. Ini terfikirkan begitu saja saat saya mengetik fict ini. Charanya adalah kumpulan penjahat yg sekedar lewat di anime Naruto, tentu saja di tambah sedikit pemikiran liar saya *plak
Dan maaf saya ini cewe, cewe(0)/ di fict saya satunya saya di anggap cowo terus. Padahal udah saya jelasin nama dan asal muasal nick name saya(T~T) saya juga gak pernah berantem atau ngerusuh, jadi gak terlalu mahir ngebayangin adegan berantemnya, juga menuliskannya. Jadi mohon di maklum untuk kekurangan itu. Oke Minna-san(^~^)/
Baiklah sekian saja dulu, review saya balas di chapter depan(^-^)v
RnR Please ...!
TTD
Yamicheru
