Title : Avenger

Part : 1/

Rate : T

Cast : Dongbangshinki n others, Genderswitch for Jaejoong n Junsu

#annyeong, saya membawa FF baru. FF ini milik saya, saya tau idenya pasaran dan ceritanya monotone. Jadi harap bersabar dengan kekurangan FF abstrak saya ini. . .DON'T LIKE DON'T READ, yang BACA WAJIB KOMEN. .GAK TERIMA CACIAN atau MAKIAN. . .

. . . . . . . . . . . . . .

Dentuman musik masih terus mengalun, seorang gadis cantik masih menikmati segelas winenya, entah ini gelas yang ke berapa. Matanya memandang tajam kebeberapa pengunjung bar yang asik meliukan tubuh mereka seirama dengan alunan musik. 'cihh. .menjijikan' gumamnya saat mengamati seorang lelaki yang sedang menikmati kebersamaannya dengan beberapa wanita. Wajahnya nampak tidak jelas karena lampu yang menyala redup dan terlalu banyaknya orang ditempat ini. Dia masih meminum winenya, bibirnya semakin memerah, matanya mulai sayu. Dia meletakkan gelasnya di meja, dan memutuskan untuk meninggalkan tempat duduknya.

Dari kejauhan, seorang pria tegap mengawasi keberadaan sang wanita cantik, dia hanya memandanginya sejak beberapa jam lalu. Dia menikmati kegiatannya itu dalam diam, matanya tak pernah lepas dari targetnya. Saat wanita itu meninggalkan tempat duduknya, diapun meninggalkan tempatnya. Kembali mengikuti kemana sang wanita pergi.

Sang wanita memasuki mobilnya, melewati jalanan Seoul yang agak sepi. Ya, saat ini sudah pukul 2 dini hari, orang-orang akan memilih beristirahat daripada berkeliaran ditengah dinginnya udara malam Seoul. Tapi lain dengannya, dia selalu menghabiskan waktunya di bar favoritnya hingga lewat tengah malam. Tak jarang beberapa lelaki hidung belang menghampirinya, dia akan meladeninya sesekali tapi tak akan pernah berlanjut ketahap yang lebih jauh.

Lelaki itu masih mengikutinya, memastikan kemana lagi dia pergi. mobilnya terus bergerak di belakang mobil sang wanita kemudian berhenti tak jauh dari sebuah rumah mewah bercat putih. Memastikan sang wanita memasuki rumahnya, kemudian dia memacu mobil sportnya menjauhi rumah mewah tersebut. .

. . . . . . . . . . . .

Pagi hari di SMA Dongbang, seorang gadis memasuki koridor sekolahnya. Beberapa mata lelaki mengamati pergerakannya. Ya, siapa yang tak akan terpesona dengan seorang Kim Jaejoong. Dia terus berjalan menyusuri koridor, sesekali dia melemparkan senyuman pada teman-temannya. Dia berhenti di ujung koridor, kemudian mengeluarkan kunci lokernya. Sepucuk surat tertempel pada pintu lokernya, "dia lagi?" gumam Jaejoong. Dia membuka dan membaca isi surat tersebut.

Keluar malam terlalu sering tidak baik untuk wanita sepertimu

Jaejoong mengeluarkan seringaiannya, "semakin membuatku penasaran"

"siapa?" tanya seorang gadis di belakang Jaejoong. Jaejoong sedikit terkejut mendengar suaranya.

"haahh. .Kim Junsu, kau mengagetkanku" Jawab Jaejoong sambil mencubit pipi Junsu

"auuhh. .appo"

Hehehe. ."salahmu mengagetkanku" ucap Jaejoong sembari mengambil bukunya di loker.

"siapa yang membuatmu penasaran?"

"hah? Aniya. Ayo ke kelas" Jaejoong segera merangkul pundak Junsu yang sedikit lebih rendah dari dirinya. Junsu tak mengulang kembali pertanyaannya, kalau Jaejooong berkata tidak, berarti memang tidak ada apa-apa. Ya, Junsu sangat mempercayai sahabatnya itu.

Suasana kelas sudah cukup ramai, Jaejoong melepas rangkulannya, kemudian berlalu ke bangkunya.

"Shim Changmin, aku merindukanmu" ucap Jaejoong dengan wajah cerianya.

"Ya. .noona, jangan seperti ini" ucap Changmin melepas lengan Jaejoong dari lengan kekarnya. Jaejoong lebih tua dari pada Changmin, salahkan Changmin yang terlalu pintar sehingga bisa meloncat kelas.

"sudah ku katakan, jangan panggil noona kitakan satu kelas"

"tapi kan. ."

"panggil aku Jaejoong" ucapnya memotong perkataan Changmin, "atau Joongie, ku rasa lebih manis"

"baiklah Joongie" Jaejoong tersenyum mendengar perkataan Changmin. mereka terus mengobrol, masih ada beberapa menit sebelum pelajaran dimulai. Dilain pihak Kim Junsu sedang berbincang dengan kekasihnya Park Yoochun. Park Yoochun menyunggingkan senyuman khasnya, mereka nampak menikmati kebersamaannya.

Di lain pihak, seorang lelaki diam-diam mengamati tingkah laku Kim Jaejoong.

Tak selang berapa lama, Lee seosaengnim memasuki ruang kelas memulai pelajaran pertamanya. Pelajaran matematika merupakan kegemaran Jaejoong dan Changmin, mereka nampak menikmati waktu belajar mereka, sesekali bercanda dengan suara yang lirih, takut mengganggu siswa lainnya.

"apa mereka memang tak mempunyai hubungan apapun?" bisik Yoochun pada Junsu

"Joongie bilang mereka hanya berteman, tapi mereka terlihat lebih dari seorang teman"

Yoochun mengangguk masih mengamati mereka. jam terus berputar, 2 jam telah terlewati. Bel tanda istirahat berbunyi, para siswa bergegas keluar dari kelasnya. Begitu pula dengan Jaejoong, Changmin, Junsu dan Yoochun.

"aku lapar, ingin ke kantin. Apa kalian mau ikut?" tawar Changmin

"ani, aku ingin ke perpus" ucap Jaejoong

"dan kita ada urusan" jawab Yoochun disertai senyumannya dan berlalu sembari menggandeng tangan Junsu.

Changmin dan Jaejoong berjalan beriringan, sesampainya di ujung koridor mereka berpisah. Jaejoong dengan langkah tenangnya berjalan menuju perpus, tempat ini cukup sepi. Para siswa cenderung lebih senang menghabiskan waktu mereka di kantin atau hanya sekedar berbincang di taman sekolah. Jaejoong memilih salah satu buku biologi di rak tengah, dia memutuskan untuk membacanya karena jam berikutnya adalah mata pelajaran biologi. Jangan tanya mengapa semalam dia tak belajar. Dia memutuskan duduk di bangku pojok belakang sebelah kanan, mata Jaejoong menyusuri setiap sisi ruang. Selalu sama, beberapa siswa membaca di didepannya, sang penjaga sibuk mengoperasikan komputernya, dan di pojok kiri selalu ada Jung Yunho. "menolak setiap wanita yang mendekatinya" pikir Jaejoong, "apa hebatnya dia?". Jaejoong tak ingin berlama-lama mengamati Yunho, dia memutuskan untuk membaca buku di depannya.

Lima belas menit dia habiskan untuk membaca bukunya, di rasa cukup Jaejoong segera mengembalikan bukunya, Yunho pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar. Jaejoong memutuskan untuk memutar jalannya, dia ingin lebih lama sampai di kelasnya. Masih ada 10 menit hingga pelajaran beriktnya dimulai. Jaejoong berjalan melewati gudang, dia sedikit heran mengapa pintu gudang terbuka sedikit. Dengan penasaran Jaejoong mengintip ke dalam, senyuman atau entah bisa dibilang seringaian terpasang jelas di wajahnya. "semoga kekasihmu benar-benar hanya memilikimu" ucap Jaejoong pelan kemudian meninggalkan pasangan yang sedang memadu kasih.

Jaejoong memasuki kelasnya, Changmin telah duduk manis di bangkunya dengan memainkan kotak hitam di tangannya, "Changmin-ahh" ucap Jaejoong sambil menyandarkan punggungnya pada sisi kiri Changmin "ahh. .kau mengganggu ku"

"ku dengar, sabtu kemarin ada seorang gadis yang menyatakan perasaannya padamu?"

Changmin mengangguk, "kenapa menolaknya?"

"karena aku menyukai orang lain"

"owhh" Jawab Jaejoong tak ingin mengetahui lebih lanjut siapa orangnya, dengan santainya Jaejoong masih bersandar di tubuh Changmin, dia malah mengeluarkan handphonenya. Memotret dirinya dan Changmin kemudian mengalihkan kameranya di sekeliling runga kelas, pekerjaan yang tidak jelas memang. Satu objek tertangkap di kamera Jaejoong. Jung Yunho, lelaki misterius yang bisa dibilang tak memiliki teman, bukannya tak ada orang yang mau berteman dengannya tetapi dia yang seolah menutup diri dari teman-temannya. Entahlah dengan alasan apa, dia hanya akan sesekali berbicara dengan teman sekelasnya, itupun untuk pembicaraan yang penting menurutnya.

Bel berbunyi. .pelajaran berikutnya dimulai. Biologi, pelajaran yang cukup menyenangkan. Waktu terus berlalu, jam demi jam terlewati. Waktu pulang sekolah telah tiba. Para siswa bergegas memasukan buku-bukunya di dalam tas masing-masing.

"Joongie, nanti malam kami akan keluar. Kalian mau ikut?" tawar Junsu pada Jaejoong dan Changmin. Jaejoong menoleh kearah Changmin seolah minta jawaban. Changmin hanya menggeleng, "kalau Changmin tak ikut, aku juga tidak. Jika aku sendirian, aku hanya akan menjadi pengganggu kalian"

Junsu mempoutkan bibirnya. "sudahlah, mending kalian pergi berdua saja" lanjut Changmin yang segera pergi meninggalkan mereka, di ikuti Jaejoong di belakangnya, "Junsu-ie, kiss mark di lehermu terlihat" ucap Jaejoong dengan kerlingan nakalnya, "mwo?" Junsu terkejut dengan ucapan Jaejoong. Jaejoong tertawa mendengarnya, segera berlari menyusul Changmin. Wajah Junsu memerah, Yoochun tertawa melihatnya, "kau begitu manis" ucap Yoochun, "ayo pulang" lanjutnya sembari menggandeng tangan Junsu.

Tap. .tap. .tap. . suara langkah kaki terdengar jelas, "Changmin" panggil Jaejoong.

Changmin menghentikan langkah panjangnya, "wae?"

"jalannya jangan cepat-cepat"

"aiihh ku kura kau tak menyusulku, ayo pulang"

Jaejoong mengangguk, mereka menuju pakiran bersama, "Jae, nanti malam kau ada acara?"

Jaejoong mengangguk. "kapan kau memiliki waktu kosong?"

"kenapa?"
"sesekali ayo kita pergi bersama"

"ya, tadi bukankah Junsu mengajakmu pergi, kenapa kau menolaknya"

"bukan bersama mereka, tapi bersamamu" jawab Changmin.

"heumm. . .lain kali aku akan menghubungimu" jawab Jaejoong segera memasuki mobil putihnya dan bergegas meninggalkan sekolah.

"ckk. .anak itu" gumam Changmin yang kemudian meninggalkan sekolahnya.

Meskipun terlihat easy going, Jaejoong bukan termasuk siswa yang senang untuk berkumpul dengan teman-teman sekolahnya. Hanya seperlunya saja. Bahkan Kim Junsu yang notabene sahabatnya pun jarang menghabiskan waktu bersama, Jaejoong lebih senang berbicara melalui telpon dengan Junsu.

Jaejoong terus mengendarai mobilnya, akhirnya dia sampai di pelataran rumah mewahnya. Beberapa maid menyambut kedatangannya, rumah Jaejoong nampak sepi dia merupakan anak tunggal dalam keluarga ini. Tuan Kim, ayah Jaejoong berada di luar negri untuk mengurusi bisnisnya, sedangkan Nyonya Kim telah meninggal beberapa tahun lalu. Jaejoong menaiki tangga rumah mewahnya, menuju kamar besarnya. Segera mengganti baju sekolahnya dengan kaos tipis tanpa lengan yang menunjukan tattoo di bagian punggung bawah tubuhnya.

Jaejoong mengambil ponsel hitamnya, memasukan beberapa deret nomor kemudian menghubunginya.

"appa " sapa Jaejoong

". . .", "ne aku baru saja pulang" ucap Jaejoong dengan nada dingin

". . .", "ne sore nanti aku akan mengunjunginya"

". . .", "ne, aku akan berhati-hati, bye" Jaejoong mematikan telponnya. Dia merebahkan tubuh rampingnya, dipandangi langit-langit kamarnya dengan wajah sendu, matanya perlahan menutup. Jaejoong terlelap.

. . . . .

Di lain pihak, seorang lelaki sedang mengoperasikan laptop di kamarnya. Terpampang jelas gambar-gambar Kim Jaejoong di layarnya. "sebenarnya, apa yang kau sembunyikan?" ucapnya lirih.

. . . . .

Sore menjelang, matahari mulai malu menampakkan sinarnya. Seorang gadis berpakaian serba hitam berjalan perlahan diantara batu nisan. Dia menyusuri jalan setapak dengan tenang, sesampainya di depan sebuah nisan, dia membungkukkan badannya, memberi hormat pada seseorang yang terbujur di sana. . "annyeong" sapanya lirih, jemari indahnya mengusapnya dengan perlahan. Meletakkan sebuket mawar putih kesukaan orang tersebut, mendudukaan tubuh rampingnya disamping pusara, matanya memanas, jantungnya berdetak lebih cepat. Setiap kali berada di tempat ini, dia akan berusaha tenang namun kenyataan berkata lain. Dia tak bisa menutupi kekecewaan dan sakit hatinya, kejadian di masa lalu terlalu membekas jelas dipikirannya. Dia mencoba menyunggingkan senyum palsunya, "aku akan bahagia di sini, kau sudah bahagia bukan?" ucapnya lirih, "beri aku kesempatan untuk menemukannya, aku tak akan mengecewakanmu, inilah janjiku" dia mulai berdiri, mengusapkan jari lentikknya di pusara itu kembali, membungkukkan badannya kemudian beranjak dari tempat itu, "saranghae" ucapnya lirih dan air matanya menetes.

Seorang lelaki, mendatangi tempat di mana sang gadis meletakkan raingkaian mawar putihnya, "Kim Kibum" gumamnya lirih, kemudian kaki panjangnya segera membawa tubuhnya meninggalkan tempat itu.

. . . . . . . . . . . . . . . . . .

Drrt. . .drrt. .drrt. .

"yeoboseyo"

". . ." "Changmin-ah, wae?" ucapnya

". . ." "aniya, aku sedang di jalan. Kau tahu bukan bahwa aku sibuk? Aku bukan anak baik yang selalu diam di rumah hehehehe"

". . . ." "sudah ku katakana bukan, malam ini aku ada acara"

". . ." "mianhae, bye" Jaejoong mengakhiri percakapannya, "suaramu terdengar menyedihkan Changmin" ucapnya datar sembari memandangi layar handphonenya.

. . . . . . . . . . . . . .

"argghhhh" ucap seorang namja, wajahnya terlihat kesal. Rambutnya acak-acakan. "wae? Kenapa aku menyukaimu dan kau tak menyukaiku?" ucapnya pada diri sendiri di depan sebuah cermin, "kau memang sangat menyedihkan Shim Changmin"

TBC or END? ?

A/N

Yea. . . update *pendek banget ya hehehe*. . .semoga masih ada yang mau baca dan memberikan komentar di ff saya ini walaupun memang tidak berharap banyak, tapi setidaknya bagi yang udah baca bisa menghargai karya orang lain dengan memberikan komentar. . .NO SILENT READER

Dan makasih bagi yang udah komentar dan meminta saya untuk melanjutkan FF ini

Loveyunjae : min jadi orang ketiga yunjae :DDDD kita lihat nanti ya. . hehehe *sok misterius, padahal enggak :P * makasih udah sempetin baca dan komentar di awal perkenalan tokoh kemaren. . .berharap bisa baca lagi n komen lagi. . .kekekeke

Rikha-chan : black rose? Kita lihat saja nanti ya. . .dan makasih udah baca n review, baca n review lagi ne ;)

Han-RJ : makasih, semoga aja kedepannya ceritanya juga menarik. .

Julie loveYunjae : mereka yang pake pair yunjae mang keren kok *tidak termasuk saya, saya masih baru di sini, dan masih belajar bikin ff, syukur-syukur ada yang suka n review hehehehe* ini udah update chingu, baca lagi ne ;)

Nobinobi : udah update chingu, baca lagi ne ;)

_ _ _ Makasih reviewnya. . .

Mian tidak bisa update kilat kek minggu kemaren, tugas kuliah saya sangat menumpuk. Tapi saya usahakan tiap minggu tetep update, ya kalo gak update WGM, Make Me. . ., ya AVENGER ini. .

Terakhir,, ,review plisss, tanpa cacian atau makian