Title : Avenger

Part : 4 (our game)

Rate : T+ (bisa geser ke M)

Cast : Dongbangshinki (main) n others, Genderswitch for Jaejoong n Junsu

Warning : OOC, FF ini milik saya, saya tau idenya pasaran dan ceritanya monotone. Jadi harap bersabar dengan kekurangan FF abstrak saya ini. . .DON'T LIKE DON'T READ, yang BACA WAJIB KOMEN. .GAK TERIMA CACIAN atau MAKIAN. . .DON'T BE SILENT READER

. . . . . . . . . . . . . . . .

Malam semakin larut. Ada yang berbeda dari rumah Jaejoong. Shim Changmin, dia berada di rumah Jaejoong sejak sore tadi. Ini adalah pertama kalinya Jaejoong mempersilakan temannya berkunjung ke rumah besarnya. Bagaimana dengan Junsu? Ya, mereka memang bersahabat, tapi Jaejoong akan membawa Junsu ke apartemen mewahnya jika mereka ingin bersama.

"Jae"

"ne?"

"kau tak pernah membawa temanmu ke rumah bukan?"

"dan sudah ku bilangkan, kau bisa bersamaku semaumu. Jadi mulai sekarang biasakan dirimu di rumahku"

"kau percaya padaku?"

"ne, aku percaya padamu. Jika aku tak percaya, aku tak akan mengijinkanmu berada di kamarku sekarang" jawab Jaejoong sembari tersenyum, "lagian aku kenal orang tuamu, aku cukup sering bertemu dengannya dan aku dijaga beberapa orang di sini, jadi aku yakin kau tak akan macam-macam denganku. Justru kau yang harus berhati-hati denganku"

"dan aku juga yakin kau tak akan berbuat apa-apa padaku"

"yakin sekali, kau belum mengenalku terlalu dalam Changmin" ucap Jaejoong sembari membelai pipi Changmin, "bisa saja besok pagi kau sudah telanjang di kamarku" lanjutnya sembari terkekeh

"kau tak akan melakukannya sejauh itu"

Jaejoong tertawa mendengarnya.

"Siwon tak datang kesini?"

"embb. . .sebentar lagi, dia lembur mengerjakan tugasnya"

"kau pemilik perusahaan, tapi kau tak pernah menyentuh perusahaanmu sama sekali"

"dari mana kau tau?"

"sudah ku katakan, perusahaan kita bekerja samakan"

Jaejoong mengangguk, "apa yang ayahmu katakan tentang perusahaanku? Dan apa yang kau tahu dari kerjasama perusahaan kita?" tanya Jaejoong sembari merebahkan tubuhnya di samping Changmin.

"aku tahu semuanya"

"jinjja?"

"aku cukup pintar untuk curiga dengan apa yang ayahku lakukan Jae"

"dan kau tak mempermasalahkannya?"

"ani, toh selama ini aku hidup dari hasil kerjanya"

"berarti kau tahukan siapa aku?"

"ne, aku tahu sejak enam bulan lalu"

"kenapa kau tak menyebarkannya pada teman-teman?"

"itu hal konyol Jae, keluargaku bisa hidup karena bekerja sama dengan keluargamu. Ani, lebih tepatnya keluargaku bisa hidup karena keluargamu"

"aniya, keluargamu bisa seperti sekarang karena ayahmu bekerja keras"

"tapi itu semua karena bantuan tuan Kim"

"haahh terserah kau saja"

"Jae" seseorang memanggil Jaejoong dari luar kamarnya

"ne, masuk saja" jawab Jaejoong

Seseorang membuka pintu kamar Jaejoong, senyuman terkembang dari bibirnya.

"Siwon oppa"

Siwon memasuki kamar Jaejoong, Jaejoong menegakkan tubuhnya, duduk kembali disamping Changmin.

"jadi kau sudah berani membawa lelaki lain memasuki kamarmu?"

Jaejoong tertawa mendengarnya, "oppa sudah kenal dengan Changmin bukan?"

"ne, annyeong Changmin"

"annyeong hyung"

"jadi kalian akan pergi malam ini?"

"ne, Changmin akan pergi bersamaku"

"Changmin-ah persiapkan hatimu melihat kelakuan nakal Jaejoong"

"mwo?"

"oppa, jangan menakut-nakuti Changmin"

"haha. .aku hanya mengingatkannya"

"oppa, segera ganti bajumu dan ikut kami"

"aniya, aku lelah. Aku ingin tidur di sini saja"

"jadi oppa menginap malam ini?" jawab Jaejoong sembari mengambil tas nya

"ne, apa kau keberatan? Atau kau takut nanti aku akan mengganggu malam kalian?"

Jaejoong tertawa mendengarnya, "aniya. . tidurlah jika lelah. Aku akan pergi sekarang. Changmin kajja"

Changmin mengangguk, kemudian berdiri dan segera keluar dari kamar Jaejoong.

"Jae" panggil Siwon

Jaejoong memutar tubuhnya, mendekati Siwon "wae?"

"jaga dirimu" ucap Siwon sembari mengelus pipi Jaejoong

"seperti biasanya, tak perlu khawatir. Oppa beristirahatlah"

Siwon mengangguk, kemudian semakin mendekati tubuh Jaejoong, mendekati leher jenjang Jaejoong, menghirup aromanya kemudian mencium bibir merah Jaejoong, Jaejoong membalas lumatan ringan Siwon. Kemudian melepasnya.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Siwon pov_ _

Wae? Kenapa rasanya tak rela melepas Jaejoong bersama Changmin. Ini jauh menyakitkan daripada melihatnya bersama orang yang tak dikenalnya. Apa kau hanya akan mempermainkannya saja? Atau kau sungguh-sungguh mendekati Changmin? "argggh"

Aku segera keluar dari kamar Jaejoong, menuju kamar yang biasa ku pakai. Bergegas mengganti bajuku kemudian pergi dari rumah Jaejoong.

Siwon pov end_

Siwon mengendarai mobil hitamnya, pikirannya sedikit terusik dengan kehadiran Changmin dan perlakuan Jaejoong padanya. Siwon mengetahui jelas, bahwa setiap sentuhan yang Jaejoong berikan padanya adalah hal biasa yang akan dia lakukan pada lelaki yang mendekatinya. Namun, baginya Jaejoong merupakan seorang yang cukup istimewa setelah Kim Kibum.

Kibum? Dia adalah seorang gadis pendiam yang berhasil meluluhkan hati Siwon. Namun sejak beberapa tahun lalu, Siwon tak bisa lagi bertemu dengannya.

Sedangkan Jaejoong, dia adalah seorang gadis yang sempat terpuruk karena kematian orang terdekatnya. Siwon selalu menjaga dan mendampingi Jaejoong menganggapnya sebagai adik, namun kini dia menyukai adik kecilnya itu. Tapi apa itu benar-benar rasa suka kepada seorang gadis, atau hanya pelampiasan karena ia ditinggal oleh yang sangat ia cintai?

. . . . . . . . . . . .

"Jae, apa yang kau lakukan di tempat ini?"

"mwoya? Jangan bercanda Changmin. kau tentu tahu apa yang akan aku lakukan di tempat ini. Ayo masuk" Jaejoong segera menggandeng pergelangan tangan Changmin, membawanya masuk ke dalam tempat favoritenya.

Malam ini, tak seperti biasanya. Jaejoong menyewa sebuah ruang VIP.

"kenapa di ruang ini?"

"wae? Kau takut berduaan denganku?" ucap Jaejoong mendekati Changmin

"aniya"

"baguslah kalau begitu, duduklah" ucap Jaejoong

"jadi ini yang kau lakukan setiap malam?"

Jaejoong mengangguk, sembari membuka botol minuman di meja depannya, "wae? Sekarang kau tahukan apa yang ku lakukan?"

Changmin memandang Jaejoong

"jangan menatapku seperti itu, emmbb. . minumlah"

"Jae"

"kau belum pernah meminumnya?"

Changmin mengangguk, "kadar alkoholnya tak terlalu tinggi. Untuk pemula sepertimu ku rasa tak masalah"

"aniya, kau saja"

"kau takut ayahmu akan menghukummu? Dia tak akan tahu"

"tapi dia akan mencium bau alcohol dari tubuhku"

"kalau begitu menginaplah di rumahku. gampang bukan?"

"kau yakin?"

Jaejoong mengangguk, Changmin mengambil gelas dari tangan Jaejoong, dengan sedikit ragu Changmin menegak cairan kecoklatan dari gelas tersebut.

"bagaimana?"

"tidak buruk juga"

Jaejoong tersenyum mendengarnya, kemudian meminum cairan dari botol yang berbeda.

Jaejoong dan Changmin menghabiskan malam mereka bersama, Changmin yang merupakan pemula dalam urusan minum merasakan pusing. Jaejoong masih menikmati minumannya, dia melirik sekilas kearah Changmin. merasa tak tega dengan Changmin, Jaejoong segera meletakkan gelasnya.

"minnie, ayo pulang"

"eumbhh. . kepalaku pusing Jae"

"aku akan memapahmu" Jaejoong membantu Changmin berdiri kemudian memapahnya keluar dari tempat tersebut. Jaejoong cukup kesulitan membawa tubuh Changmin yang lebih besar dari tubuhnya. Tapi itu bukan masalah besar baginya. Dia segera memasukan tubuh lemas Changmin dalam mobilnya, kemudian beranjak pulang.

. . . . . . . . . . . .

"euummbb" seseorang menggeliatkan tubuhnya, mulai membuka kelopak matanya perlahan.

"Jae"

Merasa dipanggil, Jaejoong menolehkan kepalanya, "kau sudah bangun?"

"ne, kau sudah bangun dari tadi?"

"aniya, bahkan aku tidak tidur sama sekali"

"wae?" ucap Changmin, mendudukan tubuhnya dan menatap Jaejoong yang sedang memainkan komputernya, kacamata bertengger dihidung mancungnya. Dia hanya mengenakan kaos longgar selutut. Jaejoong memutar kursinya menghadap Changmin

"aku tidak bisa tidur tanpa alcohol"

"bukankah semalam kau sudah minum?"

"tidak berpengaruh, karena aku tidak benar-benar mabuk semalam"

"kau selalu minum sampai kau tak sadarkan diri?"

"ne, kalau tidak begitu aku tak akan bisa tidur, lebih tepatnya aku takut tidur karena aku akan memimpikan hal yang sangat buruk."

"kenapa?"

"suatu saat kau akan tahu, sekarang mandilah. Satu jam lagi pelajaran dimulai"

Tanpa banyak bertanya, Changmin segera turun dari ranjang Jaejoong menuju kamar mandi. Jaejoong bergegas keluar kamarnya, menuju ke kamar Siwon. Dia membuka pintu kamar Siwon. Sedikit terkejut dengan seseorang yang berada di atas tempat tidur Siwon.

"Jae" ucap seseorang dari balik punggung Jaejoong

"oppa, kau mengagetkanku"

"kenapa di sini? Cepat bersiap-siap, kemudian berangkat sekolah"

Jaejoong tersenyum mendengar ucapan Siwon, kemudian membuka lebar pintu kamar Siwon.

"siapa wanita itu?"

"Heechul"

"Heechul eonni? jadi posisiku sudah digantikannya?"

"bukankah posisiku juga sudah digantkan Changmin?"

Jaejoong terkekeh mendengarnya, "ne. baguslah. Aku tak akan menganggu hubungan kalian" ucap Jaejoong, "emmbb. . oppa, setelah selesai segera bereskan kamar. Aku tak mau melihat bercak-bercak aneh di ranjangmu"

"ya. .apa maksudmu"

Jaejoong terkekeh mendengar jawaban Siwon, kemudian bergegas pergi

"dasar gadis nakal"

"dan kau menyukai gadis nakal bukan?" jawab Jaejoong

Siwon segera memasuki kamarnya, kemudian membangunkan seorang wanita yang tidur di atas ranjangnya.

"Chullie" ucap Siwon sembari menepuk pelan pipi putihnya

"aku sudah bangun, jangan menepuk-nepuk pipiku"

Siwon terkekeh, "kenapa kegalakanmu tidak berkurang?"

"karena aku Kim Heechul"

"ne, terserah kau"

"Wonnie, dia tadi Jaejoong bukan?"

"kau melihatnya?"

"sudah ku bilangkan aku sudah bangun sejak tadi, dan aku melihat juga mendengar ucapan kalian"

"kau mau membantuku untuk melupakannya?"

"sebagai pengganti pelampiasanmu?

"apa maksudmu?"

"aku tahu jelas Wonnie, kau memanfaatkan Jaejoong untuk mengurangi kehilanganmu, bukan begitu?"

"ahhh terserah apa yang kau ucapkan, jadi mau membantuku?"

"apa yang akan ku dapat?"

"apapun yang kau inginkan"

"jinjja?"

"ne, aku merasa bersalah dengan Kibum jika terus bersamanya"

Heechul tersenyum mendengarnya, "jadi kau ingin aku menggantikannya? apa aku bisa mendapatkanmu jika aku membantumu?"

Siwon menatap mata jernih Heechul, "ne, aku ingin kau mengganti posisi Jaejoong, aku tak bisa terus-terusan bersamanya dan jika kau mau berusahalah mendapatkan hatiku, bukan hanya tubuhku saja"

"ne, akan ku buat kau hanya melihatku" ucap Heechul yakin sembari mengecup bibir Siwon, "aku boleh menumpang mandi bukan?"

"silahkan"

Heechul berjalan pelan menuju kamar mandi "emmbb. . .Wonnie, gumawo sudah membawaku pulang"

Siwon tersenyum kearah Heechul, "aku sudah biasa menyelamatkan wanita yang tak sadarkan diri karena alcohol"

Heechul terkekeh mendengarnya, tanpa pikir panjang dia segera memasuki kamar mandi "Dan akan ku buat kau lebih terbiasa denganku" teriak Heechul dari kamar mandi

Taukah kalian siapa Heechul? Kim Heechul dia adalah gadis unik dengan segala kelebihannya. Seorang gadis yang selalu menyebut dirinya cantik dan selalu memperhatikan penampilannya. Dia adalah anggota organisasi ayah Jaejoong, seorang wanita yang biasa menakhlukan klien dengan kecantikannya. Namun jangan harap kau bisa mendekatinya terlalu jauh, karena dia tak akan mau disentuh seorang lelaki sebelum dirinya sendiri yang mulai menyentuhnya. Dia baru tiba di Seoul kemarin, dan Siwon menemukannya mabuk disalah satu pup di kota Seoul.

Heechul merupakan sahabat Siwon, dia memang terkesan semaunya sendiri sama seperti Jaejoong dan Siwon akan selalu bisa menghadapi kelakuan wanita itu.

. . . . . . . .

"Jae" panggil seorang gadis

"Su-ie"

"kenapa hari ini kalian berangkat berdua? Dan kenapa sejak kemarin sore kalian tak bisa ku hubungi?"

"wae? Kau membutuhkan kami? Dimana kekasihmu itu?" jawab Changmin

"kenapa kau balik bertanya?" jawab Junsu sembari mempoutkan bibirnya

"sejak kemarin kami menghabiskan waktu bersama, dan semalam Changmin menginap di rumahku jadi kami berangkat bersama"

"mwo?"

"Junsu-yaa. . bukankah kau juga sering menghabiskan waktumu dengan Yoochun? Jadi tak masalahkan jika kami juga menghabiskan waktu bersama, benarkan changi?" ucap Jaejoong sembari mengampit lengan kekar Changmin

"kalian berpacaran?" tanya Junsu polos

"ne, Joongie adalah kekasihku"

Brraaaakkkk. . . . terdengar suara pukulan di daun pintu

Mereka menoleh ke sumber suara tapi nihil.

"ohh. . ne aku mengerti" jawab Junsu lemas.

"Su-ie, kemana Yoochun?"

"entahlah kemarin dia tak bisa ku hubungi, dan pagi tadi dia mengirimi ku pesan katanya dia tak masuk hari ini"

"mungkin dia sedang membantu mengurusi bisnis appanya" jawab Jaejoong santai

"ne, mungkin. Baiklah aku tak akan mengganggu kalian, sampai bertemu di kelas"

Junsu segera meninggalkan Changmin dan Jaejoong, berjalan cepat menuju kelasnya.

Junsu pov_ _

Haahh. . .kenapa rasanya sesak ketika mendengar Changmin menginap di rumah Jaejoong? dan semakin sesak ketika Changmin mengungkapkan bahwa Jaejoong adalah kekasihnya? Bukankah aku memiliki Yoochun?

Aku terus melangkahkan kakiku, sesampainya di persimpangan koridor aku melihat Yunho. Wajahnya sedikit muram, ani lebih tepatnya seperti orang yang sedang menahan marah. Tak biasanya Yunho terlihat seperti itu, ahhh entahlah aku tak begitu memperdulikannya.

Junsu pov end_

"acting pertamamu bagus Minnie"

"tapi aku tak tega melihat wajahnya"

"wae? Kau harus membuatnya semakin membutuhkanmu dan merasa kehilanganmu dengan begitu dia akan menyadari bahwa kau sangat penting untuknya, jauh lebih penting dari kekasih bejatnya itu"

Changmin menatap Jaejoong, sedikit terkejut dengan ucapan Jaejoong "k. .kau mengetahuinya?"

"hampir setiap malam aku melihatnya bersama Kahi"

"Kahi?"

"ne, dia salah satu wanita Yoochun"

"dari mana kau tahu Jae"

"tak perlu tahu tentang itu, yang jelas aku benar-benar tahu apapun tentang sahabatku" ucap Jaejoong sembari membelai wajah Changmin, "Minnie, kau mau membantuku bukan?"

"apa?"

"jangan jauh-jauh dariku"

"wae?"

"ikut aku" ucap Jaejoong sembari menggandeng tangan Changmin, mereka menuju loker Jaejoong "kau akan tahu nanti"

Sesampainya di depan loker, Jaejoong melepas sebuah amplop yang tertempel di sana.

"surat?" ucap Changmin

Jaejoong membalikkan badannya menarik lengan kiri Changmin mendekatkannya pada pinggang rampingnya, mereka berhadapan cukup dekat.

"setiap hari aku selalu mendapatkannya, sejak enam bulan lalu" jawab Jaejoong sembari mengeluarkan isi amplop.

Changmin sedikit terkejut dengan isi amplop, foto-foto mereka semalam. Ketika mereka menghabiskan waktu bersama di pup, ketika Jaejoong memapah tubuh Changmin, dan terakhir foto mereka saat di rumah Jaejoong.

Apa kau benar-benar menikmati waktumu bersama Changmin? dan harus ku ulangi, aku tak suka melihatmu bersama Changmin.

"dia satu sekolah dengan kita?"

"aku yakin, iya" jawab Jaejoong, kemudian Jaejoong mengalungkan lengannya pada leher Changmin, "Minnie, bantu aku menemukannya ne"

Changmin mengangguk.

Jaejoong mengeluarkan seringaiannya, "aku yakin dia sedang mengawasi kita sekarang"

"lalu?"

"kiss me" ucap Jaejoong sembari menatap mata Changmin. tanpa pikir panjang Changmin segera mendekatkan tubuhnya, kedua tanggannya meraih pinggang ramping Jaejoong, Jaejoong terhimpit diantara loker dan tubuh Changmin. tak selang lama, bibir Changmin menempel di bibir merah Jaejoong. mengecupnya sesaat, Changmin segera menjauhkan kepalanya, namun tangan Jaejoong menekan tengkuk Changmin, Jaejoong malah melumat pelan bibir bawah Changmin. tak selang lama Changmin mengikuti permainan Jaejoong.

Braakkkk. . . . . .

Kembali terdengar suara nyaring diantara kebersamaan mereka. mereka segera melepas tauatan bibir mereka.

"apa itu dia?"

"mungkin" Jawab Jaejoong sembari mengusap bibir Changmin dengan ibu jarinya

"Jae, apa kau benar-benar melakukan ini dengan lelaki lain?"

Jaejoong mengangguk, "bukankah semalam aku sudah menjelaskan semua kegiatanku? Dan kau adalah teman yang pertama kali menciumku"

"jinjja?"

"embb. . . jika Siwon oppa tak dihitung, yah seperti itu"

. . . . . . . . . . . . . .

"ne, Joongie adalah kekasihku"

Kalimat itu terdengar jelas ditelingaku, "shiitt" Brakkkk. . . aku membanting daun pintu di depanku, tak ku pikirkan lagi imangeku di depan mereka. aku segera menjauhi mereka, menuju ujung koridor untuk sedikit meredam amarahku.

Beberapa menit di sana, amarahku sedikit mereda. Hanya sedikit, aku penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan. Aku yakin Jaejoong akan mengecek lokernnya, maka aku melangkahkan kakiku ke sana. Mengamati mereka dari kejauhan. Aku melihat mereka, sangat jelas. Posisi mereka sangat dekat, dan itu semakin membuatku muak. Aku menahan amarah sejak semalam, ya semalam aku melihat mereka bersama, dan pagi ini aku harus mendengar bahwa mereka adalah sepasang kekasih lalu apa lagi yang harus ku ketahui dari mereka?

Aku melihat Jaejoong mengeluarkan isi dalam amplop yang ku tempel di lokernya, tak selang lama dia mengalungkan lengannya pada leher Changmin, sial aku melihat mereka berciuman. Dadaku semakin bergemuruh, aku tak kuat melihatnya. Aku segera meninggalkan mereka, memukul kasar sisi loker di sampingku

Yunho pov end_

. . . . . . . .

Tutt. .tutt. . .

Seseorang dengan sabar menunggu jawaban telponnya

"yeoboseyo, oppa" jawab dari seberang

"Su-ie, kau berangkan sekolah hari ini?"

"tentu, tapi aku kesepian" jawabnya lesu

"hei kenapa suaramu seperti itu?"

"ani, kenapa oppa tak berangkat?"

"ada sedikit masalah di kantor ayahku, aku harus membantunya. Kita akan bertemu besok changi"

"ne, oppa sudah dulu ya. Sebentar lagi masuk"

"baiklah, bye baby" Yoochun memutus sambungan telponnya, meletakkannya pada meja nakas di samping tempat tidurnya, kemudian kembali berbaring memeluk seseorang di sampingnya.

"berbohong eoh?"

Yoochun tertawa mendengarnya, "untukmu aku rela melakukannya" jawabnya sembari memeluk sang wanita.

. . . . . . . . . . . . .

Junsu pov_

Aku baru saja menerima telpon dari Yoochun oppa, biasanya aku akan bersemangat setelah mendengar suaranya. Tapi kali ini dadaku tetap saja sesak. Hari ini aku kesepian, biasanya saat Yoochun oppa tak disampingku, ada Changmin disampingku dan Jaejoong yang akan menamiku mengobrol ditelpon. Namun sejak kemarin mereka menonaktifkan nomor mereka, dan tadi pagi aku melihatnya berangkat bersama dan baru saja, aku melihat mereka berciuman. Haaahhh. . .mengapa sesak seperti ini?

Apa aku hanya belum terbiasa melihat mereka bersama? Tapi bukankah mereka memang dekat saat di sekolah? Tapi kali ini kedekatan mereka berbeda, mereka adalah sepasang kekasih. .

Junsu pov end_

Hari terus berlalu, Changmin semakin menjauhi Junsu. Hubungannya dengan Jaejoong semakin dekat. Bahkan Changmin sering terlihat menginap di rumah Jaejoong atau hanya sekedar menghabiskan waktu untuk minum bersama.

Sedangkan Siwon, berusaha menekan perasaannya terhadap Jaejoong. mencari pelampiasan lain atas kesepiannya sejak kematian Kim Kibum. Heechul selalu bersama Siwon, bahkan Heechul telah tinggal di apartemen Siwon. Kenapa Siwon tak menolak? Tentu saja, sebaik-baiknya Siwon dia tetap seorang lelaki yang tak akan menolak kehadiran wanita secantik Heechul.

Apa Jaejoong tak terusik dengan kehadiran Heechul? Tentu saja tidak. Dia mengetahui persis bahwa perlakuan Siwon terhadapnya adalah bentuk pelampiasan atas kesepiannya, dan perlakuan Jaejoong terhadap Siwon selama ini hanya sebatas menyenangkan hati Siwon. Bahkan sekarang Jaejoong telah memiliki mainan baru yang selalu ada bersamanya, membantunya untuk menemukan penguntitnya.

"Jae, mana yang akan kau kerjakan dulu?"

"emb?"

"mendekati Jung Yunho untuk melancarkan aksimu atau mencari pengagum rahasiamu yang setiap harinya mengirimu surat?"

"aku ingin mencari keduanya"

"ku rasa kau harus telah menemukan mereka secara bersamaan"

"maksudmu?"

"ini" Changmin menyerahkan sebuah buku pada Jaejoong

"untuk apa?"

"bukalah, kau akan menemukan sesuatu" Jaejoong membukanya, senyuman misterius tergambar jelas di wajahnya, "gumawo Minnie, aku tak berpikir bahwa dia orangnya"

"tak perlu sungkan changi" jawab Changmin sambil membelai rambut Jaejoong, Jaejoong mengetahui perubahan Changmin, dia segera menatap Changmin.

"gumawo" ucap Jaejoong kemudian memeluk tubuh kekar Changmin, Changmin membalas pelukan Jaejoong.

"wahh. .sepertinya kita mendapat saingan baru baby" ucap seseorang dari balik punggung Jaejoong. Jaejoong segera melepas pelukannya kemudian berbalik.

"Su-ie, Yoochun oppa" ucap Jaejoong

"kalian terlihat semakin mesra, apa kami mengganggu kalian?"

"tentu saja tidak" jawab Changmin yang kemudian melingkarkan tangannya di pinggang ramping Jaejoong. Jaejoong mengamati Junsu, dia mengetahui jelas perubahan raut wajah Junsu.

"Su-ie, kenapa murung. Apa Yoochun oppa belum memberimu ciuman pagi ini?" goda Jaejoong

"moodku sedang tidak bagus" jawab Junsu asal, kemudian menarik lengan Yoochun dan meninggalkan mereka.

"apa kita berhasil Jae?"

"ku rasa, emm. . .apa aku sudah mengatakan bahwa semalam dia menghubungimu?"

"belum"

"mian, aku lupa. Semalam Junsu menghubungimu dan aku yang mengangkatnya"

"kau bilang apa?"

"ku bilang kau baru tidur"

"lalu"

"dia bertanya apa kau sering menginap di rumahku dan ku jawab iya. Entahlah apa yang dipikirkannya, kemudian ia menutup telponnya" jawab jaejoong, "ku yakin dia kesepian, karena semalam Yoochun bersama Kahi"

"haaahhh pantas saja, tapi dari mana kau tahu?" ucap Changmin

"Siwon oppa"

"kembali pada urusanmu dengan Yunho"

"ne, aku akan memergokinya sendiri"

"terserah kau, tugasku selesai?"

"aniya, aku masih memerlukan mu" ucap Jaejoong, jemarinya masih membelai pipi Changmin

"ne, aku akan membantumu"

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Jam pulang sekolah tiba, Yoochun berpamitan pada Junsu dan dia bergegas meninggalkan Junsu. Akhir-akhir ini Yoochun sering menghilang dengan berbagai alasannya, dan dengan mudahnya Junsu mempercayainya.

"Changmin, bisa kita bicara?" tanya Junsu

"Jae?" ucap Changmin seolah meminta ijin

"ne, pergilah dengan Junsu. Aku ada urusan, jadi aku pergi dulu ne" ucap Jaejoong kemudian mencium bibir Changmin dan bergegas pergi.

Jaejoong keluar dari kelasnya, dia menyusul langkah seseorang.

"Yunho oppa" panggil Jaejoong. merasa ada yang memanggilnya, Yunho menghentikan langkahnya. Saat ini koridor sudah mulai sepi, dan mereka memang berada di koridor yang cukup jarang dilewati siswa lain saat pulang sekolah.

Yunho membalikkan tubuhnya, dia hafal betul suara yang memanggilnya.

"wae?" jawab Yunho dingin

Jaejoong semakin mendekati tubuh Yunho, jarak mereka tinggal dua langkah lagi, "kenapa ingin cepat-cepat pergi?" Jaejoong semakin mendekati Yunho, "atau kau tak ingin terluka oleh black rose mu?" ucap Jaejoong.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Tbc_ _ _ _ _ _ _

Nyahhh update. . mian updatenya lama. . hoho mulai minggu ini sampai 7 minggu ke depan, saya ada ujian. . .jadi maaf jika updatenya bakalan telat. . .

Makasih buat kalian yang masih mau baca ff saya. . .

Caxiebum : yunjae moment? Nih nyerempet di chap ini :P hehehe

Yunjaedoll : (tokoh) wohooo makasih, (prolog) dia emanag liar hehehe. . .changmin emang dibikin ngenes :P hehehe, (bad habbits) Yoochunnya kan mesum :DD jadi gitu hehehe, Jeje emang keren. .hahaha, (black rose) siwonnya Cuma jadiin Jeje pelampiasan doank :P Jeje nanggepinnya ya gitu lah hooho, (our lives) ini yunjae moment udah nyerempet chingu hehehe. . . . woa makasih udah review dari awal hehehehe. .review lagi ne ;)

Nobinobi : Yunjae moment udah nyerempet nih chingu hehehe. . .sejak awalkan Changmin emang suka ma junsu :P

Kucing liar : hehehehe balas dendamnya Changmin? ini sudah mulai perlahan-lahan. . hehehe

tyaaAR : hayo Changmin suka ma siapa? Pada banyak yg nebak Changmin suka ma Jaejoong sih. .hehehehe. .udah di usahain update kilat chingu hehehe, mau naik rated? Tunggu ya hahahhaha

Shippo Baby YunJae : YunJaeMin aja deh :p hehehehe. . . ini udah update baca n review lagi ne ;)

Cheers Zone: udah kejawab semua pertanyaannya chingu heheehehe. . .ini udah update, Changmin galaunya udah dikit berkurang, tapi gak tau chap depan gimana hehe

Shim riska : siwon ada rasa gak ya? Cuma pelampiasan, tapi gak tau juga dalemnya gimana hahaha. . liat heechul aja deh mampu gak nakhlukin siwon :P

Exsilentreader : makasih sudah muncul, ,jangan jadi silent reader lagi ne ;)

Lovyj : ini dia YUnJaeMIn hahaha :P. .udah lanjut chingu, baca lagi ne ;)

Aramutiara : make me? Boleh boleh. .secepatnya update. .hehehehe. .baru proses ini . .udah update chingu baca n review lagi ne ;)

Han-RJ : semoga chap ini cukup aman juga dari typos hehehe. .Kibum. . .ini udah face 2 face YunJae nya. .hoho

Twibiiee : makasih. .lanjut baca n review ne ;)

Winjae : ini udah YunJaeMinWon *ampe bingung hahahaha* baca n review lagi ne ;)

Woaaa makasihh review nya. . .Oke. . .chap ini bolehkan minta reviewnya lagi ;)

. . .haaahhh waktu buat nulisnya susah banget, tugas saya numpuk huweee. . .tapi diusahain update. .pengennya sih triple update hari ini. . .Avenger, . .WGM sama Make me. . . tapi Make me nya besok aja ya :P hehehehe

READ N REVIEW. . . NO SILENT READER

GAMSAHAE. . . . . ^^