Title : Avenger

Part : 5 (the. . . .)

Rate : T+ (bisa geser ke M)

Cast : Dongbangshinki (main) n others, Genderswitch for Jaejoong n Junsu

Warning : OOC, FF ini milik saya, saya tau idenya pasaran dan ceritanya monotone. Jadi harap bersabar dengan kekurangan FF abstrak saya ini. . .DON'T LIKE DON'T READ, yang BACA WAJIB KOMEN. .GAK TERIMA CACIAN atau MAKIAN. . .DON'T BE SILENT READER. . .jangan pernah copi cerita saya. . .

. . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Nyah nyah. . . bales review dulu. . . ;)

Shim riska : Changmin kan tampan, jadi Jeje sih mau-mau aja *plak hehehehe. . .sebenernya aku suka Heechul ma Hangeng, tapi kalo Han jadi agak liar kek Siwon tuh blm bisa bayangin, mukanya Han gege tuh alim banget, nah kalo Siwon tuh mukanya seduktif gimana gitu ahahahaha apaan sih? ? Junsu emang kasian Y_Y . .mau munculin YunJae? Kasih gak ya? Hehehehe

Winjaejae : pengen Jae direbutin banyak cowok, kasin Yunho nya. . *halah. .* WonJaenya kurang ya? Bisa kok ditambah lagi :P hehehe

Afy az Zahra : yaph yang penting mule sekarang komen ya . . .Jae emang nakal, dan saya senang membuat Jae bersikap liar hehehehe, FB? ? ada. . .hehehehe. . .

CheersZone : makasih ;). . .jadi Changmin terserah nih mau diapaain ? *bawa pulang aja hehehehe* udah lanjut ni. .

Twiibiie : ini uda lanjut, yakin YunJae bakal bersatu ? ? kayaknya enggak deh *plakk. . .* makasih ;)

tyaaAR : Changmin mang suka ma Junsu, tapi belum tentu juga loh kedepannya masih suka Junsu :p Yoochun tuh lelaki galau *apa sih?* Siwon jadiin Jae pelampiasan? Tunggu chap selanjutnya hehehe ino udah update cepet. .hehe

kucing liar : Junsu mang bikin geregetan liat aja, dia sekarang imangenya kek bad boy gitu aaaa eye liner ma cat kukunya bikin gak kuat *eih malah curhat hehehe* Jae bakalan jatuh cinta ma Yunho? Tunggu saja hehehe

loveyunjae : aduh jangan ngeblank chingu, bahasanya gak jelas ya? Ato ffnya yang terlalu abstrak? Hahahahahaha. . . jadi, Min tuh sejak awal emang deket ma Jae, tapi deket bukan berarti sukakan. .hehehe. .Jae tau dong kalo Yunho penguntitnya. . namanya juga author yang buat hehehe. .YunJae moment? Gak janji. . hehehehehe *digampar readers*

Shippo Baby Yunjae : tetep update dong, udah menggebu-gebu nih. .makasih. .yap semoga ujian saya sukses. . iya udah ketahuan, Jae bakal suka Yunho gak ya? Junsu suka Changmin? KiBum? Tunggu saja ya. . hohoho

Nobinobi : ayo gampar Yoochun bareng-bareng *eih jangan deh ntar cakepnya ilang dan semalem dia lagi galau mikirin appanya. .hikss jadi sedih kalo liet dia update twitter tentang appanya* reaksi Yunho? ?jeng jeng jeng. . .baca lagi ne. .

Yunjaedoll : Yunjae moment. . . boleh boleh. . .ini udah lanjut. .ayok baca-baca

CloudSomniaLoveYunJae : hah? Mianhae. .kelewatan gak bales review kamu yang kemaren. .maaf maaf. . .Changmin tau dong, dia kan pinter hehehe emb. . .dulunya Changmin mang suka ma Junsu, tapi kedepannya liat aja. .heheehe. . .Jae mau apa deketin Yunho? Mau badannya Yunho *plaakkkk

Exsilenrider : ne. .ne jadi mulai sekarang kamu wajib komen *maksa hahaha* YunJae nc? Di make me. .. mereka udah NC an dari awal loh. . .baca aja hehehehe *komen tapi :P*

Sicca nicky : eumbb makasih sudah review dari chap 2 mpe chap 4. Mpe chap ini review lagi boleh loh .hehehe. . .semua pertanyaan udah ke jawab kok mpe di chap ini. .

Booboopipi : yuph terungkap sudah. . hehehee. . .ganti id black rose? Hohoho boleh boleh, ,tapi bayar royalty pada saya. . .kekekeke :p

Makasih reviewnya, nah saya bawa chap 5. . baca n review lagi ne. . .makasih juga buat alert story, dan favorite story nya ;). .baiklah mari kita lanjut

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

"jadi apa yang ingin kau bicarakan?" ucap Changmin pada Junsu.

Saat ini mereka berada di atap sekolah, Changmin bersandar santai di tembok matanya menatap lurus Junsu yang saat ini berdiri tak jauh di depannya.

Junsu menggigit bibir bawahnya, nampak sedikit ragu untuk mengucapkan sesuatu.

"kau hanya membuang waktu ku, harusnya aku sudah pulang bersama Joongie" ucap Changmin yang kemudian menegakkan tubuhnya dan beranjak akan meninggalkan Junsu.

"kalian benar berpacaran?" ucap Junsu menghentikan langkah Changmin. Changmin membalik tubuhnya, "mwoya?"

"kau dan Jaejoong"

"ne, kami berpacaran. Wae?"

"kenapa kalian seolah menjauhiku? Terlebih kau"

"aku?"

"ne" jawab Junsu, wajahnya tampak sedih mata jernihnya terlihat sayu menatap Changmin

"aku tak pernah menjauhimu"

"kau menjauhiku" ucap Junsu

"ani" ucap Changmin sembari mendekati Junsu, "aku tak pernah menjauhimu Su-ie"

"kau menjauhiku, bahkan kau menghindariku, tak pernah menghubungiku lagi, tak pernah ada lagi untukku, tak pernah membalas pesanku, tak pernah mau mengangkat telpon ku selalu Jaejoong yang mengangkatnya, bahkan saat tengah malam aku menghubungimu pun suara Jaejoong yang ku dengar, wae? kenapa selalu Jaejoong, kenapa kau berpacaran dengan Jaejoong?" ucap Junsu, air matanya telah meleleh membasahi pipi mulusnya.

"kau menangis untukku? Kenapa? Kenapa aku harus selalu mengangkat telponmu? Kenapa aku harus selalu membalas pesanmu? Kenapa aku harus menghubungimu? Kenapa aku harus selalu bersamamu? Kenapa aku harus ada saat kau butuh?"

Junsu tak bisa menjawab pertanyaan Changmin, air matanya terus keluar, tubuhnya bergetar.

"dengar Kim Junsu, aku memang sahabatmu. Tapi aku bukan orang yang bisa selalu bersamamu hanya saat kau membutuhkanku. Ingat, kau memiliki kekasih dan aku juga memiliki Jaejoong. kau selalu menghabiskan waktumu bersama Yoochun, dan demikian juga denganku. Aku ingin selalu bersama kekasihku. Bukan hanya mengurusimu yang terus merengek saat Yoochun tak disampingmu, kau sudah dewasa jangan bersikap kekanakan di depanku. Dan perlu kau ingat aku lebih senang menghabiskan waktuku dengan Jaejoong dari pada harus mendengar keluhanmu tentang Yoochun, dan sudah ku katakan jika Yoochun hanya membuatmu mengeluh, lepaskan dia cari lelaki lain yang lebih baik"

Changmin membalik tubuhnya hendak meninggalkan Junsu, namun tangan seseorang menahan pergelangan tangan kiri Changmin, tangan itu terasa dingin dikulit Changmin.

"aku ingin pergi, lepaskan tanganmu" ucap Changmin

"ani" jawab Junsu pelahan disertai isakannya

Haaahhh Changmin kembali memutar tubuhnya, "apa yang kau inginkan dariku? Aku harus menemui Jaejoong sekarang"

"bisakah kau tak menyebut Jaejoong saat ini?"

"ani, karena aku memang akan menghabiskan waktu dengannya"

Junsu menatap Changmin, mata dan hidungnya memerah, air mata masih mengalir dari kelopak matanya, "kenapa kau berubah sejak berpacaran dengan Jaejoong?"

"karena aku memang harus berubah, aku tak bisa selalu berada disampingmu. Bukankah itu yang kau lakukan saat kau pertama kali berpacaran dengan Yoochun, haaahhh bahkan sampai saat ini kau selalu bersama dengan Yoochun"

"aku ingin kau yang dulu, aku mau Changmin yang selalu bersamaku"

Mata Changmin menatap tajam kedua bola mata Junsu

"ani, aku tak bisa"

"wae? karena Jaejoong?"

"ne, karena aku memiliki kekasih yang selalu ada untukku, yang selalu menemaniku, yang mau berbagi dengan ku kapanpun dan apapun"

"jebal, aku ingin kau kembali seperti dulu"

Changmin menyunggingkan seringaiannya, "apa kau bisa seperti Jaejoong yang selalu ada untukku, yang selalu berbagi denganku, yang selalu perhatian denganku, yang selalu menemaniku dan terakhir" Changmin mengangkat dagu Junsu dengan telunjuknya, mengusap bibir merah Junsu dengan ibunya, "yang selalu siap mendesah dibawahku dan memberiku kepuasan? Perlu kau tahu, Jaejoong tak hanya memberikanku cinta, rasa sayang, perhatian tapi juga tubuhnya. Apa kau mau memberikan tubuhmu untukku?" ucap Changmin

Mata Junsu membelalak mendengar ucapan Changmin

"haahhh. . .kau tak bisa bukan?"

"ani" ucap Junsu spontan, "a. .aku bisa seperti Jaejoong" ucap Junsu, dia merasa kesal dibanding-bandingkan dengan Jaejoong

"jinjja?" ucap Changmin semakin mendekati tubuh Junsu, "aku ingin bukti Kim Junsu, bukan hanya ucapanmu saja"

"a. .aku. .a. .aaku akan membuktikannya"

"benarkah?" ucap Changmin, jemarinya menyusuri pipi mulus Junsu yang basah karena air matanya, "apa kau yakin?"

Junsu menganggukkan kepalanya

"bagaimana jika Yoochun tahu kekasihnya menyerahkan tubuhnya untukku?"

Junsu terdiam mendengarnya

"eumb. . ani, aku tak akan menjalin hubungan dengan milik orang lain dengan kata lain karena kau masih milik Yoochun aku tak bisa menjadi Changmin yang dulu"

Mata Junsu membelalak, dia ingin sangat ingin Changmin yang dulu, yang selalu ada untuknya, yang selalu menghiburnya, yang selalu membantunya, yang selalu menemaninya, yang akan kerumahnya setiap kali Junsu merasa ketakutan dan kesepian, yang tak akan pernah menolak keinginannya.

"atau" Changmin menggantung kalimatnya, wajahnya mendekati telinga Junsu, jemarinya menyibakkan rambut Junsu, "kau mau memutuskan Yoochun untukku? Dan aku akan kembali menjadi Changmin mu yang dulu. Bagaimana?"

Junsu terdiam

"aku tak ingin berlama-lama di sini. Jaejoong pasti menungguku, dan aku akan menunggu bukti darimu. Hubungi aku dan datanglah ke rumahku. Kau masih ingat rumahku bukan? datanglah ke rumahku jika kau ingin membuktikan kata-katamu" selesai berbicara Changmin meninggalkan tubuh Junsu yang mematung sedari tadi.

. . . . . . . . . . . . . . . . .

"kenapa ingin cepat-cepat pergi? kau tidak sedang menghindariku bukan? eum. .atau kau ingin menempelkan sesuatu di lokerku?" ucap Jaejoong

Yunho terdiam dengan perkataan Jaejoong

"oppa" tangan Jaejoong meraih pergelangan lengan Yunho, "aku tahu semuanya, tapi aku masih tak mengerti kenapa kau melakukan semuanya"

Mata Yunho menatap mata besar Jaejoong, dia masih terkejut dengan kemunculan Jaejoong, dadanya bergemuruh mendapati seseorang yang dipujanya berada tepat di depannya, bahkan kulit mulusnya menyentuh salah satu bagian tubuhnya.

"oppa, kenapa diam? Bukankah kau selalu mengikutiku, mengirimi ku surat yang berisi ketidak sukaan mu dengan kedekatan ku dan Changmin, mengirimi gambar-gambarku. Sekarang aku di depanmu, apa kau ingin mengatakannya langsung? Eumb. .aku sangat ingin mendegarnya langsung dari bibirmu"

Yunho masih terdiam

"ckk. . .aku tak suka seseorang yang pasif di depan ku. Atau kau malu mengatakannya di sini? Baiklah" Jaejoong menggandeng pergelangan tangan Yunho, mengajak Yunho ke suatu tempat yang lebih sepi. Mereka terus berjalan, sesampainya di ujung koridor mereka berhenti, tempat ini memang sepi tempat yang cocok untuk menggoda seorang Jung Yunho.

"di sini ku rasa bagus" Jaejoong menghentikan langkahnya, membalik tubuhnya untuk menghadap Yunho.

"oppa, aku ingin mendengarnya langsung"

Yunho menatap tajam Jaejoong, "Jae" satu kata terucap dari bibir Yunho

"eumb"

"aku tak suka kau berdekatan dengan Changmin" ucap Yunho dingin

"wae?" jawab Jaejoong sembari membelai wajah Yunho, "aku kekasihnya jadi wajar bukan jika kami berdekatan bahkan akhir-akhir ini dia tinggal di rumahku"

Rahang Yunho mengeras mendegarnya, Jaejoong mengetahui perubahan ekspresi Yunho

"kau cukup ekspresif, aku menyukainya. Oppa apa yang kau mau dariku?"

"cukup jelas bukan bahwa aku menginginkanmu"

Jaejoong tersenyum, "tapi aku milik Changmin bagaimana?"

"tinggalkan dia"

"ani, aku tak bisa meninggalkannya sekarang. Eummbb. .tapi ku rasa kau bisa memiliki ku juga"

"aku tak ingin berbagi"

"tapi aku tak bisa meninggalkan Changmin, berbaik hatilah karena Changmin yang memiliku terlebih dulu."

"aku akan memberikan apa yang Changmin berikan"

"benarkah? Aku ingin kau selalu denganku, percaya padaku, dan menuruti permintaanku. Bagaimana?"

"hanya itu?"

"hanya?" Ucap Jaejoong sembari tersenyum, "ne ha-nya itu"

"aku bisa memberikannya"

"aku butuh bukti. ."

"aku akan membuktikannya"

Jaejoong tersenyum, "eumb. .gumawo" tubuh Jaejoong memeluk tubuh kekar Yunho, "kau hangat"

"kau menyukainya?"

Jaejoong mengangguk. Yunho menikmati pelukan Jaejoong, sifat Yunho bisa berubah-ubah ketika menyangkut sosok Kim Jaejoong, yah cinta memang bisa merubah sikap seseorang bukan?

cukup lama mereka berpelukan, dirasa cukup, Jaejoong melepas pelukannya. Yunho merasa kehilangan, Jaejoong tersenyum menatap Yunho, "aku tak mau ketahuan Changmin" ucapnya sembari mengambil ponsel di saku kemeja Yunho. Kemudian dia memasukan beberapa digit nomor.

"itu nomorku, hubungi aku malam ini" selesai bicara, Jaejoong meninggalkan Yunho. Kaki jenjangnya melangkah menjauhi tubuh Yunho, menuju seseorang yang telah menunggunya di halaman sekolah.

. . . . . . . . . . . .

"Changmin" panggil Jaejoong, "bagaimana?"

Changmin mengangguk, dia memberi isyarat pada Jaejoong. ya seorang gadis menatap mereka dari atap sekolah. Jaejoong yang pada dasarnya cerdas mengerti maksud Changmin. kaki Jaejoong terus melangkah mendekati Changmin, sekolah telah sepi suasana yang sangat pas untuk melakukan sesuatu.

Sesampainya di dekat Changmin, Jaejoong segera menghambur ke pelukannya. Changmin mencium kepala Jaejoong. Jaejoong segera mendongak kemudian mengecup bibir Changmin, saat Jaejoong ingin melepasnya, Changmin justru mempererat pelukannya dan menekan tengkuk Jaejoong. Jaejoong tersenyum dalam ciumannya, dia malah menikmati permainannya dengan Changmin.

Setelah cukup lama saling melumat, mereka melepas ciumannya. Changmin dengan gentle mengusap bibir basah Jaejoong.

"mulai berani menciumku terlebih dulu?" ucap Jaejoong

Changmin tersenyum "bergaul terlalu sering denganmu membuat ku tertular sikap nakalmu"

"dan aku menyukainya"

"Jae, bagaimana jika aku benar-benar menjadi jatuh cinta padamu?"

"jangan, aku hanya akan menyakitimu. Jika kau merasa begitu, itu salah. Kau hanya terbiasa denganku, itu bukan cinta dan ingat gadis yang kau cintai bukan aku melain kan Junsu yang sekarang ini aku yakin masih melihat kita sembari meneteskan air matanya. Jadi ayo pergi dari sini, sebelum dia memutuskan untuk meloncat dari atap gedung" ucap Jaejoong sembari menggandenga tangan Changmin.

. . . . . .

Junsu pov_

Aku masih berdiri mematung melihat Changmin yang pergi meninggalkanku. Entah mengapa hatiku terasa sakit melihatnya menjauhiku. Ini semua salahku atau salah Jaejoong atau Changmin? ahhh aku sendiri bingung memikirkannya. Changmin benar-benar berubah, dia bukan Changmin ku. Aku menginginkan Changmin yang dulu. Tapi, kata-katanya terlintas jelas dipikiranku.

"apa kau bisa seperti Jaejoong yang selalu ada untukku, yang selalu berbagi denganku, yang selalu perhatian denganku, yang selalu menemaniku dan terakhir yang selalu siap mendesah dibawahku dan memberiku kepuasan? Perlu kau tahu, Jaejoong tak hanya memberikanku cinta, rasa sayang, perhatian tapi juga tubuhnya. Apa kau mau memberikan tubuhmu untukku?"

Tubuhku? Bahkan aku selalu menjaganya. Aku tak pernah mau disentuh terlalu jauh oleh Yoochun, tapi mengapa aku menyetujui permintaan Changmin dan aku benar-benar tidak terima dibanding-bandingkan dengan Jaejoong.

Aku melangkahkan kakiku menuju tepi atap yang dibatasi tembok yang lumayan tinggi. Aku bisa melihat jelas Changmin berada di bawah sana, pasti menunggu Jaejoong. benar saja Jaejoong datang kemudian memeluknya dan mereka berciuman.

Nyuutt. . . dadaku terasa sakit melihatnya, air mataku terus mengalir. .shitt kenapa terasa sakit dan kenapa air mataku tak mau berhenti?

Junsu pov end_

Yunho pov_

"kenapa ingin cepat-cepat pergi? kau tidak sedang menghindariku bukan? eum. .atau kau ingin menempelkan sesuatu di lokerku?"

"ckk. . .aku tak suka seseorang yang pasif. . "

"benarkah? Aku ingin kau selalu denganku, percaya padaku, dan menuruti permintaanku. Bagaimana?"

Ucapan Jaejoong terngiang jelas dipikiranku, bahkan hangat tubuhnya saat memelukku seolah masih terasa. Haaahhh. . ku pikir dia akan marah setelah mengetahui semuanya, tapi ternyata. Atau mungkin ini hanya permainannya? Dia hanya memainkanku seperti dia memainkan lelaki lainnya? Aku tak perduli, yang pasti aku sangat senang bisa berdekatan dan berbicara dengannya. Katakanlah aku gila karena tak mau melihat kenyataan, tapi inilah aku, Jung Yunho yang telah buta, tuli dan lumpuh karena Kim Jaejoong.

Yunho pov end_

. . . . . . . . . . . . . . . . .

"Chunnie" panggil seorang gadis yang memeluknya dari belakang

"wae?" jawabnya sembari mengelus tangan yang melingkar ditubuhnya

"sampai kapan kau akan menyembunyikanku dari pacar lugumu itu? Dan sampai kapan kau akan berpacaran dengannya?"

"hei kenapa kau menanyakan hal itu?" ucapnya sembari memutar tubuhnya

"karena aku bosan seperti ini"

"emm. . .begitu, tapi kau tahukan aku tak hanya memilikimu saja Tiffani"

Wanita yang dipanggil Tiffani itu mengerucutkan bibirnya

"kau tahukan, aku belum bisa hidup dengan satu wanita saja"

"eumbb. . bukankah beberapa bulan lalu kau bisa hanya bersama Junsu kekasihmu itu, kenapa sekarang kau tak bisa hanya bersamaku?"

"entahlah, yang pasti sekarang aku tak bisa jika hanya dengannya. Dia terlalu lugu, aku masih membutuhkan wanita nakal sepertimu dan Kahi"

"hah Kahi, Junsu dan aku. Lalu siapa lagi?"

"saat ini hanya kalian"

"hanya? Kau bilang?"

"jangan marah padaku, jika kau memang tak mau ku bagi, aku akan meninggalkanmu sekarang juga"

"andwe. .aku tak mau kau meninggalku begitu saja"

Yoochun tersenyum mendengarnya, "jadi, bersikaplah seperti biasanya. Aku akan memperlakukanmu dengan baik selama kita bersama. Arraso"

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

"Wonnie" panggil seorang gadis cantik

"eumbh" gumamnya

"apa kau benar-benar tak mencintai Kim Jaejoong?" tanya sang gadis sembari memeluknya dari belakang

"wae? kenapa kau menanyakannya"

"karena aku penasaran, kau memintaku untuk melupakan Jaejoong bukan? untuk menggantikannya sebagai pelampiasanmu atau hanya sekedar memanas-manasinya agar dia cemburu?"

Siwon terdiam, Heechul memutar tubuhnya berhadapan dengan Siwon. "lihat aku" ucap Heechul sembari menangkup wajah Siwon dengan kedua tangannya.

"lihatlah aku, hanya aku. Jangan melihat wanita lain. Kau tahukan bahwa sejak dulu aku mencintaimu, kau memberikan harapan padaku tapi selama itu juga kau tak pernah membalas perasaanku. Dengar Siwon, aku telah menyerahkan semua yang kumiliki untukmu, bisakah kau membuka hatimu untukku?"

"Chullie, mianhae. Aku bingung. Aku senang bisa bersamamu seperti ini, aku senang kau selalu berada disisiku. Tapi maaf, pikiranku masih dipenuhi oleh Jaejoong."

"aku akan membantumu mengeluarkannya dari pikiran dan hatimu dan aku ingin pikiran dan hatimu hanya berisi aku, Kim Heechul" ucap Heechul sembari memeluk tubuh Siwon dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang Siwon.

"aku akan berusaha mencintaimu, aku akan berusaha mengeluarkan Jaejoong dari pikiran dan hatiku. Tapi aku butuh waktu"

"aku akan menunggu dan berusaha"

"ne, jangan pernah menyerah untuk masuk dalam hatiku"

"saranghae" ucap Heechul perlahan

"gumawo" balas Siwon

. . . . . . . . . . . . .

"Jae, kau bertemu dengan Yunho bukan?"

Jaejoong mengangguk, "dan kau, apa yang Junsu katakan?"

"aku meminta tubuhnya"

Jaejoong menatap Changmin tak percaya, "hah kau gila"

"ne, aku gila kerena terlalu sering berdekatan denganmu"

Jaejoong terkekeh mendengarnya, "kenapa kau memintanya?"

"karena dia ingin aku menjadi Changminnya yang dulu yang selalu ada untuknya. Ku katakan saja aku tak bisa"

"lalu?"

"lalu dia memohon padaku dan ku katakan, apa kau bisa menjadi seperti Jaejoong yang selalu ada untukku, dan. . ." Changmin menggantung kalimatnya

"dan apa?"

"tapi kau jangan marah padaku" ucap Changmin

"Minnie, aku tak akan marah padamu" ucapnya sembari mengelus pipi Changmin. kemudian merebahkan tubuhnya di ranjang besarnya.

"dan selalu siap mendesah dibawahku dan memberiku kepuasan?"

"mwo?"

"mianhae, aku mengatakan bahwa kau tak hanya memberikanku cinta, rasa sayang, perhatian tapi juga tubuhmu. Lalu aku mengatakan apa kau mau memberikan tubuhmu untukku?"

Jaejoong tertawa mendengar perkataan Changmin, "aku tak menyangka kau akan mengatakan hal itu. Bahkan selama kita tidur seranjangpun kau tak pernah menindihku" ucap jaejoong santai

"ya. . aku hanya ingin menggertaknya"

"lalu apa yang Junsu katakan?"

"dia mau melakukannya, dan akan membuktikannya" ucap Changmin sembari merebahkan tubuhnya disamping Jaejoong

"jinjja? Bagaimana dengan Yoochun. Kau mau meniduri milik orang lain?"

"aniya, aku juga mengatakan bahwa aku tak ingin berhubungan dengan milik orang lain jadi aku memintanya untuk memutuskan Yoochun"

"hah tak ku sangka kau mengatakan hal itu"

"sudah kubilangkan, bergaul terlalu sering denganmu membuatku ketularan sikap nakal mu itu"

"Minnie" Jaejoong memiringkan tubuhnya, matanya menatap wajah Changmin, "apa kau tak berniat memberi tahu Junsu tentang Yoochun?"

"aku akan memberitahunya, tapi dengan caraku sendiri dan sekarang aku masih ingin bermain denganmu dan Junsu"

"hah kau ini, tak ku sangka kau akan seperti ini"

"ini semua karena mu Kim Jaejoong"

Jaejoong terkekeh mendengarnya, "oke my partner in crime, embb. . Minnie, jika Junsu melakukan apa yang kau minta, apa kau sungguh-sungguh akan menidurinya?"

"entahlah, aku yakin dia tak akan melakukannya"

"bagaimana jika dugaanmu meleset?"

"eumb. . .aku lelaki normal Jae, jika ada gadis yang datang padaku dan menyerahkan tubuhnya secara cuma-cuma kenapa tidak" jawabnya sembari terkekeh, "bukankah kau juga akan menerima setiap lelaki yang mendekatimu? Begitu juga denganku"

Jaejoong tertawa mendengar ucapan Changmin, "tapi aku tak pernah tidur dengan lelaki yang tak ku kenal"

"dan aku mengenal Junsu sangat baik"

"hah baiklah terserahmu, ceritakan padaku jika kau telah mendapatkannya"

"ne, kau orang pertama yang akan ku beri tahu. Emm Jae, apa yang kau bicarakan dengan Yunho tadi?"

"Eumb. .kurang lebih sama denganmu. Tapi aku tak meminta tubuhnya"

"tapi aku yakin suatu saat nanti kau akan melakukannya dengan Yunho"

"yakin sekali kau Shim Changmin"

"sangat yakin sekali"

"eumb. . .bagaimana jika justru aku melakukannya dengan mu?" goda Jaejoong

"dan sudah ku katakan, aku lelaki normal yang tak akan menolak gadis yang menyerahkan tubuhnya secara cuma-cuma jadi. . ." ucap Changmin menggantung, kemudian dia menarik pinggang ramping Jaejoong dan menindih tubuhnya.

"ya. . apa yang kau lakukan?"

"bukankah tadi kau menawariku?"

"eumbb. .kau tertarik?" goda Jaejoong

"sangat" jawab Changmin yang kemudian menurunkan wajanya keceruk leher Jaejoong, menghirup aroma tubuhnya. Kemudian menaiki leher jenjangnya dan mengecup bibir merah Jaejoong. semakin lama kecupan Changmin berubah menjadi lumatan, lidahnya menjilati bibir bawah Jaejoong, Jaejoong mengerti maksud Changmin, dia merespon baik dan membuka mulutnya, tangannya dia kalungkan ke leher Changmin seolah menikmati perlakuan Changmin, dan lidah Changmin sibuk menjelajahi rongga mulut Jaejoong.

Ciuman mereka terus berlangsung, salahkan Jaejoong yang tak menutup rapat kamarnya. Siwon yang hendak mengecek keberadaan Jaejoong hanya tercengang di depan sela pintu yang terbuka. Matanya melihat jelas apa yang Jaejoong dan Changmin lakukan, telinganya mendengar jelas leguhan Jaejoong disela ciuman mereka. hati Siwon bergemuruh, nafasnya memburu menahan amarah, kekecewaan dan kesedihan. Tak selang lama, seorang gadis muncul disamping Siwon, kemudian menggenggam tangan Siwon dan mengajaknya pergi.

Drrtt. . .drrt. . .drrt. . .

Ponsel hitam Jaejoong bergetar, Jaejoong mengakhiri lumatan bibir Changmin.

"Minnie, turunlah dari tubuhku" ucap Jaejoong

Changmin menurutinya, "Jae" panggil Changmin.

"aku angkat telpon ku sebentar ne"

"ani, dengarkan aku dulu"

"baiklah, apa?"

"bagaimana jika aku benar-benar jatuh cinta padamu?" ucapnya

"ckk kau ini, pertanyaan itu lagi? Kau tidak bosan mendengar jawaban ku? Aku ingin mengangkat telpon ku dulu. Setelah itu baru kita bicara"

Jaejoong segera menyambar ponsel hitamnya

"Yeoboseyo" ucap Jaejoong

". . . . ."

"ohh. . .Yunho oppa"

TBC_ _ _ _ _ _

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

A/N :

Yeah publish, semoga reader suka. . .emmbbb saya ada sedikit 'cerita'

Saya barusan melihat statistic FF saya untuk bulan mei, dan ini dia. . .

Avenger hits 1286 visitors 532, review total 75

Make me. . . hits 3913 visitors 1420, review total 103

WGM hits 3460 visitors 1474, review total 122

Severely (1 shot) hits 52, visitors 47, review 6

Saya mau tanya, itu berarti ada lebih dari 100 orang kan yang berkunjung ke FF saya? ?bahkan ada yang lebih dari 1000 visitors kan ? ? tapi kenapa review yang saya terima sangat jauh dari total visitors? ? apa cerita saya benar-benar tidak pantas untuk mendapatkan review dari kalian? ? dan jumlah itupun bertambah dari hari kemarin, bahkan pagi tadi jumlahnya belum mencapai angka itu dengan kata lain ada yang membaca FF saya tanpa meninggalkan jejak. . bahkan saya baca FF milik author lainpun, saya juga meninggalkan jejak, karena saya merasakan membuat FF itu jauh lebih susah dari sekedar membaca FF. . mungkin para readers bisa membaca FF yang saya buat hanya 10 menit, tapi jujur saya perlu waktu berjam-jam untuk membuat FF yang saya rasa layak untuk di publish. . saya tahu, saya author baru di sini, justru itu saya sangat menginginkan respon dari kalian agar kedepannya saya bisa lebih baik lagi. .

Saya yang masih baru saja sudah mendapat silent readers yang saya rasa lumayan banyak. .bagaimana dengan author lain yang lebih lama di sini dan memiliki FF yang lebih bagus dari saya? ? saya rasa mereka akan kecewa juga jika FF yang mereka buat seakan tidak dihargai. .saya bukannya marah atau gimana-gimana, saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya rasakan. Kalian mau memberi review atau enggak saya gak bisa maksa toh saya gak tau siapa aja yang udah baca FF saya. .tapi setidaknya hargailah karya orang lain. Saya yakin jika silent reader menampakkan dirinya, para author di sini akan semakin semangat untuk nulis FF dan disini akan lebih rame ;)

Oke cukup sekian. . .

Sekali lagi READ n REVIEW. . . BACA N KOMENTAR. . .NO SILENT READER. . mungkin saya juga akan males update, jika para readers juga males ngasih komentar, karena komentar kalian itu salah satu hal yang bikin author semangat nulis.

GAMSAHAE. . . sampai jumpa di chap depan. .