Crazy Love (curious)
Cast : Dongbangshinki
Pair : YunJae, YooSu
Rate : T+
Warning : GS for Jaejoong n Junsu, OOC, don't LIKE don't READ, Wajib meninggalkan review jika kalian membacanya, kritik dan saran dengan kata-kata yang 'baik'/ tidak terima cacian ataupun makian , tulisan tidak sesuai EYD, jangan pernah kopi ataupun publish cerita tanpa ijin !
. . . . . . . . . . . . . . . .
Pagi menjelang. Jung Yunho tiba di rumah Jaejoong dengan sedan putih milik Jaejoong. Dia segera melangkahkan kakinya memasuki rumah besar Jaejoong. Beberapa maid sedang sibuk membersihkan ruang tamu, Yunho memberi senyuman pada mereka, segera menaiki tangga dan masuk ke kamar Jaejoong.
Di kamarnya Jaejoong masih bergelung dalam selimut hitam tebalnya. Yunho meletakan tasnya di sofa yang berada di sudut kanan kamar Jaejoong kemudian dia menghampiri Jaejoong. Mendudukan tubuhnya dan membelai surai coklat Jaejoong
"Jae. .ireona"
"eumh" Jaejoong menggeliat, mulai membuka matanya. Setelah yakin lelaki yang di depannya adalah Yunho dia segera mendudukan tubuhnya dan bersandar pada kepala tempat tidurnya.
"cepat mandi" ucap Yunho
"sebentar lagi"
"semalam kemana? kenapa tak ke tempatku? nomormu juga mati. Aku menelpon ke sini tapi pelayanmu bilang kau pergi" tanya Yunho sembari meraih Jaejoong dalam pelukannya
"aku semalam hanya pergi sebentar, pulang lalu tidur dan aku malas menerima telpon"
"termasuk telpon dariku?"
"ne"
"ck. ."
Jaejoong terkikik mendengar decakan Yunho.
"Yun. .aku memiliki tindik baru"
"mwo?"
"aku menindik tubuhku lagi"
"4 di telinga kiri, 5 di kanan. Sekarang mana lagi? lidahmu?"
"ani"
"lalu"
"eumb" gumam Jaejoong sembari menaikan kaosnya "diperut dan di" lanjut Jaejoong semakin menaikan kaosnya
"ck.. sudah" ucap Yunho menghentikan gerakan tangan Jaejoong
"wae? kau tak mau melihatnya? padahal aku mau menunjukan piercing di nippleku. Ya sudah kalo tidak mau" ucap Jaejoong sembari melepas pelukan Yunho dan turun dari ranjangnya menuju kamar mandi
"kau itu. .berhenti menggodaku"
"berhenti mencintaiku dan aku tak akan menggoda dan mengganggumu lagi" ucap Jaejoong dari dalam kamar mandi
"tak akan"
"begitu juga dengan ku" teriaknya lagi
Dengan setia Yunho menunggu Jaejoong menyelesaikan ritual mandinya. Seperempat jam Jaejoong habiskan untuk mandi, kemudian dia duduk di depan meja riasnya. Mengoles make up tipis di wajah cantiknya.
"Yun, kau ingin aku pakai baju apa?" tanya Jaejoong
"apapun yang kau pakai pasti bagus Jae"
"ck. . aku serius"
"aku lebih serius" jawab Yunho. Jaejoong berjalan menuju almari pakaiannya, mengambil kaos berleher lebar, dan celana jins berwarna hitam.
"kenapa kau senang sekali memamerkan tubuhmu?" ucap Yunho
"karena aku memiliki tubuh yang indah, jika tubuhku tidak proporsional mana mungkin aku memakai pakaian terbuka" jawab Jaejoong santai
"ck. . kau ini"
"Yun berbaliklah, aku mau ganti baju" ucap Jaejoong
"kamar mandimu dekat Jae"
"ani, terlalu lama. Cepat berbalik"
Yunho menyeringai, "apa kau berani menggantinya di depanku?"
"kau menantangku?" ucap Jaejoong tak terima dengan perkataan Yunho, "jangan panggil aku Kim Jaejoong, jika tak berani melakukannya" lanjut Jaejoong. Jaejoong membuka baju handuknya, memamerkan lekuk tubuhnya di depan Yunho. Yunho melihat jelas tubuh Jaejoong.
"suka dengan apa yang kau lihat tuan Jung?" ucap Jaejoong sembari mendekati tubuh Yunho
"Jae, cepat pakai baju mu"
"kenapa?" tanya Jaejoong, dia semakin mendekati Yunho, kemudian mengalungkan lengannya di leher Yunho, "Yun, berpikirlah lagi untuk mencintaiku. Kau tahu, aku tak percaya cinta yang ada hanya membutuhkan dan setelah itu meninggalkan." Ucap Jaejoong, Yunho tahu pasti apa maksud perkataan Jaejoong.
"dengar Jae, sekali aku mengatakan aku mencintaimu, selamanya begitu"
"kau yakin? Aku hanya memanfaatkanmu, aku hanya membutuhkan sentuhanmu, bukan hati dan cintamu. Friend with benefit, without love"
"aku tak perduli" ucap Yunho kemudian menyesap bibir merah Jaejoong. Jaejoong menekan tengkuk Yunho, satu tangannya sibuk meremas rambut hitam Yunho, "eummbb. .Yun" desah Jaejoong
Yunho melepas pangutan bibirnya, mengusap saliva di bibir Jaejoong dan mengecupnya sekilas, "pakai bajumu dan kita berangkat" ucap Yunho, Jaejoong tersenyum dan mengangguk.
. . . . . . . . . . . .
"Yo. .Jung Yunho" sapa Yoochun pada Yunho saat mereka berpapasan di koridor kampusnya
"kalian tak bersama Changmin?" tanya Jaejoong
"dia sedang ke toilet, sebentar lagi juga datang" ucap Junsu, "ayo ke kelas".
Mereka berjalan menuju kelasnya. Yunho dengan setia menggandeng Jaejoong, dan seperti biasanya Jaejoong sudah menunjukan wajah dinginnya.
Sesaat sebelum memasuki kelas, tubuh Jaejoong menegang. Yunho merasakan benar perubahan Jaejoong. Dia mengikuti arah pandangan mata Jaejoong. Di sana, di samping ruang kelasnya sosok yang sangat dibenci Jaejoong sedang berbicang dengan teman sekelas Jaejoong. Yunho merangkul bahu Jaejoong semakin merapatkan tubuhnya "tenanglah" bisik Yunho
Jaejoong mengangguk dan berjalan lagi menuju kelasnya. Sesampainya di depan ruang kelas.
"eonni" panggil seseorang
"Jae eonni" ucapnya lagi.
Jaejoong yang dipanggil hanya diam dan itu sudah hal biasa bagi teman-temannya, bagi mereka Jaejoong adalah ice princess.
Tanpa berkata apapun Jaejoong segera menuju bangku paling belakang bersama Yunho.
Seorang gadis yang memaggil Jaejoong tadi pun ikut memasuki ruang kelas, dia menghampiri Jaejoong, "eonni, mulai sekarang aku satu kampus denganmu. ahh tak ku sangka kita memiliki kelas yang sama"
Jaejoong masih terdiam, kemudian dia malah menoleh ke samping kiri, dimana Yunho duduk.
"Yun. .antarkan aku"
"kemana?"
"akan ku beri tahu nanti"
Jaejoong segera berdiri, disusul oleh Yunho, sedangkan Junsu dan Yoochun hanya menatap gadis di depannya dengan pandangan yang sulit diartikan. Dia tahu jelas tabiat Jaejoong, dan dapat disimpulkan bahwa gadis di depan mereka ini adalah orang yang Jaejoong benci.
. . . . . . . . . . ..
"Jae, mau kemana?" tanya Yunho
"eumb. . .aku ingin menato tubuhku"
"hah?"
"ne, aku ingin membuat tattoo ditubuhku Yun"
"kau yakin?"
"kenapa tidak"
"kenapa kau sangat suka menyakiti tubuhmu?"
Jaejoong tersenyum sinis, "bahkan aku pernah merasakan sakit yang lebih" ucap Jaejoong. Yunho mengulurkan tangannya mengusap helaian rambut Jaejoong
"lama aku tak melihatmu menangis"
"kau bilang tak menyukaiku menangis, jadi aku tak menangis"
Yunho tersenyum mendengarnya, "Jae, kau melakukan apa yang ku minta. Bukankah itu pertanda bahwa kau mencintaiku?" ucap Yunho
"ani, aku melakukannya karena aku tak ingin mengecewakanmu lebih dari ini. Cinta yang kau berikan itu tak ku balas, jadi ku rasa dengan menuruti perkataanmu itu cukup impas"
"ckk. . ."
"berhentilah Yun, berhenti mencintaiku. Cari gadis lain yang lebih baik dariku. Ahra mungkin, Tiffani, Jesicca. Bukankah mereka semuanya tertarik padamu?"
"tapi aku hanya tertarik pada Kim Jaejoong" ucapnya sembari menghentikan mobilnya, lampu lalu lintas menunjukan lampu merahnya, Yunho kemudian mendekati tubuh Jaejoong dan mengecup keningnya
"Yun, perlakuanmu membuat mereka yang melihat akan menyangka bahwa kau kekasihku"
"kau memang kekasihku"
"jangan konyol kita sahabat Yun"
"dulu kau sahabatku, sejak kita sering tidur bersama ku anggap kau kekasihku"
"aku tak akan memberimu hatiku"
"kenapa?"
"karena aku tak mau merasakan sakit"
"aku tak akan menyakitimu" ucap Yunho sembari menjalankan mobilnya
"kau bisa mengatakannya sekarang, tapi saat kau menemukan orang lain kau akan mengatakan hal yang sama padanya"
"tidak akan"
"jangan mengatakan hal yang belum bisa kau tepati"
"aku bisa menepatinya"
"terserah kau"
"jadi terserah aku bukan jika menganggapmu kekasihku?"
"terserah kau, yang pasti aku tak mencintaimu. Selama ini aku hanya butuh sentuhanmu. Sudah itu saja"
"terserah kau juga mau menganggap ku apa. Asal kau bisa bersamaku, itu cukup. Kau tak perlu mencintaiku, cintaku cukup untuk kita berdua."
Jaejoong tersenyum sinis, "jangan menyesal jika aku menyakitimu"
. . . . . . . . . . . . . .
Yunho, terus memacu mobilnya. Saat ini mereka tiba di depan sebuah gedung bertingkat. Yunho memakirkan mobilnya di tempat yang lumayan teduh.
"Bagian mana yang mau kau tatto?"
"menurutmu bagus dimana?"
Yunho memutar tubuhnya menghadap Jaejoong, mengamati Jaejoong dari atas hingga bawah, "ku rasa lebih baik tanpa tattoo" ucap Yunho
"ck. . .sudahlah, aku ingin membuat di dada kiriku"
"hah. . .terserah kau" ucap Yunho.
Mereka segera memasuki gedung tersebut, menemui salah satu orang di dalamnya. Jaejoong dengan rinci menjelaskan keinginannya, sepuluh menit kemudian Jaejoong memasuki sebuah kamar bersama Yunho kemudian duduk di sofa yang disediakan. Tak selang lama, seorang lelaki menghampiri mereka.
"Jae kau jadi membuatnya?"
"Taeyang. . " ucap Jaejoong, "ne, cepat lakukan" lanjut Jaejoong
"kau tak ingin mengenalkan lelaki di sampingmu?"
"oh, ini Yunho. Yunho ini Taeyang"
Setelah perkenalan yang cukup singkat, Jaejoong segera bersiap.
"tunggu sebentar" ucap Taeyang kemudian keluar dari ruangan.
"kau mau melepas bajumu?" tanya Yunho berbisik pada Jaejoong
Jaejoong mengangguk
"lepas bagian lengan kirimu, tak usah melepas seluruhnya" ucap Yunho
Jaejoong memandang Yunho, kemudian menampilkan senyuman menggodanya, "wae? kau tak rela orang lain melihat tubuhku?"
"turuti saja" ucap Yunho
"arraso" jawab Jaejoong kemudian menurunkan pakaian dibagian lengan kirinya.
"sudah?" tanya Taeyang
Jaejoong mengangguk. Taeyang segera melakukan pekerjaannya, Jaejoong memalingkan wajahnya dan meringis menahan sakit ketika kulit putihnya ditusuk oleh jarum.
Yunho yang berada di sebelah kanan Jaejoong melihat ekspresi wajah Jaejoong, "appo?"
"sedikit"
Yunho tersenyum kemudian mengelus pipi putih Jaejoong. Satu setengah jam berlalu, Taeyang telah menyelesaikan pekerjaannya.
"sudah Jae, terasa sakit?"
"lumayan, perih dan sedikit panas"
"besok juga hilang" ucap Taeyang
"eumb" gumam Jaejoong, "gumawo, lain kali aku akan datang ke sini lagi" ucap Jaejoong
"tentu" jawab Taeyang.
Setelah membayar semuanya, Jaejoong dan Yunho segera berjalan ke mobilnya.
"Jae, kau benar-benar akan kembali ke sini?"
Jaejoong mengangguk, "wae?"
"hentikan menyakiti tubuhmu sendiri"
"jadi aku harus menyakiti tubuh orang lain?" jawab Jaejoong
"hah. . .kapan keras kepalamu itu akan hilang"
Jaejoong terkekeh mendengar ucapan Yunho
"kita kembali ke kampus?"
"silahkan jika kau ingin kembali, aku akan pulang"
"Jae, bersikaplah sedikit ramah pada adikmu"
"dia bukan adik ku dan jangan pernah membahasnya Yun"
"hah. .arraso"
"Yun, kakakmu sudah pulang?"
Yunho mengangguk
"aku menginap di tempatmu ya"
"ye"
Yunho segera melajukan mobilnya, menuju apartementnya.
Seharian mereka menghabiskan waktu bersama di apartement Yunho. Bagi Jaejoong, membolos seharian bukan hal yang merugikan, toh dia tetap akan mendapatkan nilai A, bersyukurlah pada kecerdasan yang Jaejoong miliki.
Sore menjelang, bel pintu apartement Yunho berbunyi nyaring.
"eummbbhh. . Yun. .tamu" gumam Jaejoong disela ciumannya bersama Yunho
"biarkan saja"
"eumhh. . terushhkan nanti" ucap Jaejoong
Yunho melepas pangutan dibibir Jaejoong, "ne, akan ku teruskan nanti" ucap Yunho kemudian membuka pintu.
"oppa" panggil seseorang dari arah luar
"lama sekali, sedang apa?"
"ya. . .kenapa kalian tak memberi tahu jika ingin kemari" ucap Yunho
"kenapa? Kau ingin mengusir kami?"
"haahh. . .sudahlah, ayo masuk. Ada Jaejoong di dalam"
"pantas saja" cibir Junsu, "Joongie" panggil Junsu nyaring.
Jaejoong merubah posisinya menjadi duduk, sembari merapikan kaosnya.
"hah. . pantas saja lama. Apa yang kalian lakukan?" tanya Junsu ketika melihat pakaian Jaejoong yang sedikit berantakan
"tidak melakukan apapun"
"tidak melakukan apapun dan terdapat kissmark di lehermu? Ck. . .kau tak pintar berbohong Kim Jaejoong" ucap Junsu
"hanya sedikit kecupan" ucap Jaejoong santai
"mau apa kalian kesini?" tanya Yunho sembari meletakan kaleng soda di meja.
"menginap di sini" ucap Yoochun
"bosan melakukannya di hotel?" tanya Jaejoong
"ya. . " protes Junsu
"hah. . .okey. . silahkan tidur di sini" ucap Yunho
"mana Changmin?" tanya Jaejoong
"dia sedang danger mood, kau tahu, tadi dia bertengkar dengan seorang gadis. Mahasiswi baru"
Jaejoong sedikit menegang mendengar kata mahasiswi baru
"namanya Kyu. . .ahh siapalah, yang pasti mereka bertengkar"
"wae?"
"entahlah" ucap Yoochun
"Jae, siapa gadis yang memanggilmu eonni? Eumbb. . . apa dia itu. .eumb. . itu?" tanya Junsu ragu
"ne" jawab Jaejoong singkat
"oh. . okey. Aku tak akan bertanya lagi"
"ahh. . .sudahlah, ayo kita makan. Kami membawakan kalian makan malam." Ucap Yoochun. Merekapun akhirnya makan malam bersama, minus sang magnae, Changmin.
Setelah selesai, Jaejoong dan Junsu segera membereskan meja makan. Kemudian berjalan menuju ruang tengah, menghampiri Yoochun dan Yunho yang sedang menonton televisi.
"sini" ucap Yunho sembari menepuk tempat kosong di sampingnya.
"aku mau ganti baju sebentar" ucap Jaejoong kemudian memasuki kamar Yunho, mengambil kaos tanpa lengannya kemudian memakainya dan segera bergabung bersama teman-temannya.
Junsu memperhatikan tubuh Jaejoong, "Joongie, ada yang beda dari tubuhmu"
"benarkah? Apa?" ucap Jaejoong, "aku tidak bertambah gemuk bukan?"
"aishh. . ."
"kau memiliki tattoo?" tanya Yoochun
"ne, kau mentato tubuhmu?" tanya Junsu
Jaejoong mengangguk, kemudian duduk di sebelah Yunho "baru tadi pagi, saat membolos"
"apa tidak sakit?"
"sedikit, aku berniat menambahnya lagi"
Junsu bergidik mendengar perkataan Jaejoong.
. . . . . . . .
Hari semakin larut, mereka masih berkumpul di ruang tengah.
"Yun. . .aku mau soju" ucap Jaejoong
"eumbb. . ."
"soju" ucap Jaejoong
"ne" jawab Yunho, "Chun, ayo beli minuman" ajak Yunho
"ayo, aku juga ingin minum" ucap Yoochun. Mereka segera pergi, meninggalkan Junsu dan Jaejoong.
Junsu mendekati Jaejoong, kemudian tiduran dipaha Jaejoong, "Joongie, apa yang kau lakukan bersama Yunho?"
"maksudmu?"
"saat kau kalian bersama, hanya berdua, apa yang kalian lakukan?"
"ouh. . .tidur"
"jadi Yunho menidurimu?" ucap Junsu antusias
"eih . .aniya, kami tak melakukannya"
"jinjja?"
"ne"
"ku pikir kalian sudah sampai ketahap itu"
"dan aku yakin kau sudah melakukannya, sering melakukannya" ucap Jaejoong
Junsu mengangguk
"bagaimana rasanya?" tanya Jaejoong
"sedikit sakit saat pertama kali, tapi setelah itu kau akan merasakan nikmat"
"sesakit apa?"
"eumb. . .saat tubuhmu dimasuki oleh benda asing yang cukup besar dan keras, dan benda itu merobek salah satu selaput tipis di tubuhmu pasti sakit, perih dan nyeri"
Jaejoong menggigit bibir bawahnya
"setelah selesai apa yang kau rasakan?"
"hanya sedikit aneh pada selangkanganku, sedikit perih. Tapi saat milik Chunnie, menyentuh titik sensitifku rasanya, ahhh. . .susah diungkapkan. Itu sih yang ku rasakan, entahlah kalau orang lain. Tapi sekarang, aku tak merasakan sakit lagi, eumb. . .walaupun setiap memulainya masih terasa sedikit mengganjal, tapi aku menikmatinya" ucap Junsu frontal
"seberapa sering kalian melakukannya?"
"dua hari sekali, eumb. . tidak tentu sih, kalau sedang ingin saja" ucap Junsu, "wae? kau ingin mencobanya?"
"entahlah"
"lakukan dengan Yunho, bukankah dia mencintaimu"
"lalu?"
"lakukanlah, aku yakin Yunho tak akan menyakitimu"
"mungkin" jawab Jaejoong
"hei. .bukankah kau berani menindik dan menato tubuhmu? aku yakin itu lebih sakit dari pada bercinta"
"ya. . .jarum untuk menindik dan membuat tattoo lebih kecil dari pada itu" ucap Jaejoong kemudian tertawa, Junsupun tertawa mendengar perkataan konyol Jaejoong.
"membicarakan apa?" tanya Yunho
"rahasia" jawab Junsu kemudian mendudukan tubuhnya.
"ini" ucap Yunho sembari menyerahkan satu botol soju pada Jaejoong, "gumawo" jawab Jaejoong kemudian menegak isinya.
"di luar cukup dingin" ucap Yunho sembari memeluk tubuh Jaejoong dari belakang. Jaejoong menyandarkan kepalanya pada bahu Yunho.
"jika ada orang yang merebut kekasihmu, apa yang akan kau lakukan pada orang itu?" tanya Jaejoong. Yunho tahu jelas arah pembicaraan Jaejoong.
"aku akan mencari orang lain dan ku jadikan kekasih baru" ucap Yunho
"bukan aku nya, tapi orang yang sudah merebut Yun" jawab Jaejoong
"biarkan saja" ujar Yunho
"jika aku bisa membalasnya, akan ku balas" ucap Yoochun
"eih. . .itu kejam Chun"
"kau pikir saat sakit hati, kau bisa membedakan mana yang kejam dan tidak" bela Yoochun
"eumbb. . .aku setuju" ucap Jaejoong
"kenapa kau bertanya seperti itu Jae?" tanya Junsu
"hanya bertanya saja"
"kekasihmu tidak direbut orangkan Jae?" goda Yoochun
"aku tak memiliki kekasih Park Yoochun"
"kau lupa dengan pembicaraan kita tadi siang?" tanya Yunho
"itukan menurutmu"
"ne, menurutku kau kekasihku" ucap Yunho
Yoochun dan Junsu tertawa mendengarnya, "sudahlah Jae, apa salahnya berhubungan dengan Yunho"
"aku yakin sebenarnya kau mencintai Yunho, hanya kau tak menolak perasaanmu sendiri" ucap Junsu
"ckk. . .terserah kalian" ucap Jaejoong kemudian meneruskan acara minum sojunya.
Malam semakin larut, Yoochun dan Junsu sudah berada di kamar. Yunho masih menemani Jaejoong minum.
"Yun. .tidurlah"
"aku akan tidur jika kau tidur"
"aku akan tidur setelah membuang ini, ke kamarlah dulu" ucap Jaejoong
Yunho mengangguk, kemudian berjalan ke kamarnya. Jaejoong membereskan botol yang berserakan di lantai, membuangnya ke bak sampah. Lalu, menyusul Yunho.
Di kamar, Yunho masih memainkan ponselnya. Dari kamar sebelah, sayup-sayup terdengar suara desahan dari Junsu dan Yoochun. Yunho berpura-pura tak mendengarnya. Jaejoong masuk ke kamarnya, kemudian mencuci wajahnya di kamar mandi, setelah selesai dia segera menaiki ranjangnya bersama Yunho. Merebahkan tubuh rampingnya di samping tubuh Yunho yang masih duduk bersandar.
"Yun. .kau dengar suara mereka?" tanya Jaejoong
"suara apa?" ucap Yunho pura-pura tak mengerti.
"ahh~. . ." Jaejoong mendesah menirukan suara yang didengarnya
"ckk. . .kau ini" Yunho segera meletakan ponselnya dan berbaring disamping Jaejoong. Jaejoong menggeser tubuhnya, mendekati Yunho. Yunho memeluk tubuh ramping Jaejoong yang terasa sangat pas di tubuhnya.
"mereka berisik" protes Yunho
Jaejoong terkekeh mendengarnya, "hahh. . .ketiga kalinya aku mendengar suara mereka bercinta"
"nado" ucap Yunho kemudian terkekeh, "ku rasa mereka sering melakukannya"
Jaejoong mengangguk, "kau mau?"
"jika aku mau, kau mau?" tanya Yunho
"eumb. . .aku ingin mencobanya" ucap Jaejoong kemudian mendongakan kepalanya menatap Yunho
"dengan siapa?"
"dengan mu Yun, siapa lagi"
"kenapa aku?" tanya Yunho sembari menatap mata Jaejoong
"eumb. . .karena aku ingin melakukannya denganmu"
"kau yakin?"
Jaejoong mengangguk
"dengar, setelah aku memulainya aku tak akan menghentikannya. Bahkan jika kau menjerit, meronta sekalipun aku tak akan melepasmu, bagaimana?"
TBC _
a/n
gyaa. . . . .update juga. . . .hehehe. . .mian lama menunggu disini, setelah setaun akhirnya balik kesini lagi
mian jika ceritanya semakin aneh, mulai chap depan mungkin bakan keluar konfliknya. .
Gumawo buat yang udah ninggalin komentar di chap kemarin. . .
Baiklah, happy reading, sampai jumpa di chap depan. . . :*
-jaexi-
