.

Disclaimer : ©Masashi Kishimoto

.

Author : tidakadanamanya00

.

Rated : T

.

Pair : Naruto x Karin

.

Genre : Adventure / Fantasy

.

Warning : gak jelas, berantakan, typo dimana-mana, OC, OOC, AU, DLL.

.

.

.

Yo minna, ane kembali lagi nih dengan author Tidakadanamanya00. (Nama yang aneh).

Maaf baru bisa publish, sebenernya sih ane udah mau publish dari bulan lalu, eh tapi saat mau pulang dan publish nih cerita, ane ketemu ama nenek-nenek yang lagi kesusahan. Karena author adalah anak yang baik, jadi ane bantu deh, dan saat sudah selesai membantunya, ane malah ketemu kucing hitam. Karena tak mau sial akhirnya ane putar jalan, eh malah tersesat di jalan yang namanya kehidupan. Hehehe.

.

.

.

Chapter 6.

.

.

.

Matahari pagi mulai menyinari seluruh permukaan bumi, sinar yang kembali membawa kehangatan bagi mereka yang menerimanya. Terlihat beberapa orang mulai melakukan aktivitasnya sehari-hari.

#Naruto Pov.

'Ughh'. Aku mulai merasakan nyeri di seluruh tubuhku, mungkin ini akibat pertarungan dengan Zabuza kemaren. Dengan susah payah aku mencoba bangkit dari tidurku dan mulai duduk di pinggiran dari tempat tidur. Kulihat cahaya matahari yang mulai masuk mengisi ruangan ini, perlahan aku mulai berdiri dan mencoba menuju kearah jendela itu.

'Wow' itulah kata yang keluar dari mulutku ketika aku melihat keluar jendela. Sebuah pemandangan yang menajubkan bagiku. Kulihat laut yang indah, dengan warna biru jernih, burung-burung camar mulai berterbangan diatasnya untuk mencari makanannya, sungguh ini pemandangan yang indah.

'Kriuuuk…Kriuuuk'. Ah… kurasa perutku ini sudah lapar, saat itu juga aku langsung pergi dari kamar ini menuju dapur. Aku mulai membuka pintu kamar ini, dan terciumlah aroma sedap dari arah dapur. 'hmm bau apa ini ? baunya harum sekali'.

#Normal Pov.

"Hmm itu bau kentutku Naruto" ucap seseorang di atas tempat tidur.

"Bukan baka, ini bau masakan. Apa kau tidak menciumnya ?" ucap Naruto.

"Hmm iya ini sebuah aroma masakan, dan aroma ini sungguh membuatku jadi kelaparan" ucap Neji dengan hidung yang mengendus-ngendus.

"Bagaimana kalau kita cari tau saja siapa yang memasak masakan ini Neji".

"Aku setuju denganmu, ayo"

"Eh…eh tunggu dulu, apa kau bilang tadi kau kentut ? Dan jadi yang semalam kentut itu kau Neji ?" ucap Naruto sambil memicingkan matanya.

"Iya, emang ada masalah ?" sosok Hyuuga itu malah berbalik tanya kepada Naruto.

"Itu masalah besar bagiku baka, dari semalam kau kentut terus, itu membuatku tak bisa tidur tau." ucap Naruto dan terlihat sebuah cetakan perempatan menempel di dahi Naruto.

"Hehehe, maaf Naruto habis dari semalam perutku terasa sakit".

"Emang kau habis makan apa semalam ? Bangkai, huuh ?"

"Sepertinya, hahaha"

"Huh dasar, ya sudah ayo keluar, mungkin Kakashi-sensei, Shika dan yang lainnya sudah menunggu kita".

"Hmm…" hanya kata itu yang keluar dari mulut Neji.

Ya… sebuah masalah kecil akan menjadi besar jika berurusan dengan Naruto dan Neji, tak peduli mana yang salah dan mana yang benar mereka berdua akan terus beradu argumen tentang siapa yang paling benar. Entah apa yang membuat mereka berdua sangat suka dengan keributan, semua itu seperti hoby tersendiri bagi mereka.

Sosok Naruto mulai keluar dari dalam kamar bersama Neji, terlihat di ruang makan orang-orang sudah menunggu mereka untuk melakukan sarapan pagi.

Naruto melangkahkan kakinya menuju lantai bawah yang di ikuti Neji dari belakang.

Tap…Tap…Tap… suara langkah kaki Naruto dan Neji yang perlahan menuruni anak tangga. Naruto mengedarkan matanya ke segala penjuru dan melihat beberapa orang sudah duduk di tempatnya masing-masing menunggu masakan dari Tsunami.

Tsunami sendiri adalah anak dari Tazuna, dan saat ini dia sedang membuat sarapan pagi untuk tamu-tamu ayahnya ini. Dan Inari adalah cucu dari Tazuna, anak dari Tsunami.

"Selamat pagi minna" ucap Naruto dan Neji menyapa semua orang di tempat itu.

"Selamat pagi Naruto, Neji" terdengar satu per satu orang-orang disana membalas sapaan Naruto dan Neji.

"Wah, sepertinya tidur kalian nyeyak sekali yah haha" Tazuna meletakkan buku yang di bacanya di atas meja, dan mulai tertawa kecil.

"Hehe, sepertinya begitu Tazuna-san" Naruto menjawab ucapan dari Tazuna.

"Ano… Tazuna-san, dimana kamar mandinya ya ?" Naruto bertanya seraya menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, dan tersenyum selebar-lebarnya.

"Ah… itu, disana" Tazuna menjawabnya dengan tulunjuk yang menunjuk sebuah tempat yang di tanyakan Naruto.

"Terima kasih Tazuna-san" ucap Naruto seraya pergi melangkahkan kakinya menuju tempat yang ingin di tujunya, dibelakangnya berdiri Neji yang mengikutinya di belakang dengan wajah datarnya.

"Heh Shikamaru kenapa wajah Neji tiba-tiba bisa ceria, dan tiba-tiba bisa datar begitu saja ?" tanya Kakashi.

Shikamaru menaruh tangannya di atas meja, mukanya datarnya yang sedari tadi hanya menatap langit-langit rumah sekarang mulai manatap meja di depannya, dan mengehembuskan nafas beratnya.

"Dulu dia tak seperti sekarang ini sensei. Dulu dia adalah orang yang arogan, orang yang sombong dan selalu membanggakan kehebatannya atas nama takdir… dia bukan orang yang konyol dan menyenangkan seperti saat ini. Wajahnya selalu datar seperti tak pernah merasakan kebahagiaan sedikitpun, tapi…" Shikamaru memberi jeda pada ucapannya itu yang membuat Kakashi dan Tazuna penasaran. Mata Kakashi menyipit mendengar ucapan Shikamaru.

"Tapi apa Shikamaru ?" tanya Kakashi yang penasaran akan penuturan dari Shikamaru.

Mata Shikamaru beralih ke mata Kakashi. "Semua berubah ketika Neji bertemu dengan Naruto" lanjut Shikamaru.

"Hahaha" suara gelak tawa terdengar di arah kamar mandi, ya suara itu berasal dari Naruto dan Neji.

Mereka berdua keluar dari kamar mandi, melangkahkan kakinya menuju tempat makan dengan muka yang lebih segar setelah membasuhnya dengan air.

"Kapan-kapan akan aku ceritakan lagi sensei. Tak enak kan jika membicarakan seseorang di depan orangnya" ucap Shikamaru seraya tersenyum tipis.

"Hmm…" hanya sebuah kata singkat itu yang keluar dari mulut Kakashi, 'ternyata murid-muridku sangat menarik' lanjut Kakashi dalam pikirnya.

"Makanan siap" ucap Tsunami menaruh makanan di atas meja.

"Ayo semua, kita makan dulu" ucap Tazuna.

.

.

.

#Skip_Time.

"Katon : Dai Endan" peluru api keluar dalam intesitas yang besar dari mulut Naruto, peluru api itu mengarah kearah Shikamaru dengan cepat.

Shikamaru merapal segel tangan dengan cepat, dan kemudian menghentakkan kedua telapak tangannya ke tanah "Doton : Doryuheki".

Seketika tanah di depan Shikamaru meninggi, berdiri tegak menjadi benteng melindunginya dari serangan Naruto.

DUUUAARR

Ledakan terjadi, mata Naruto melebar mencari sosok yang di carinya, tangannya mengambil kunai dari kantong ninjanya.

"Futon : Shinku Renpa". Mata Naruto kembali melebar saat mendengar suara dari seseorang, dia langsung mencari sumber suara tersebut, tapi saat Naruto menoleh kebelakang dia di buat terkejut dengan puluhan pedang angin yang sudah siap menyambutnya.

CRAASH

Tubuhnya terkoyak habis oleh puluhan pedang angin itu, tapi kemudian 'POOF' tubuhnya berubah menjadi sebatang kayu.

"Sial, cuma kawarimi" Neji, mengedarkan pandangannya kesana kemari namun tak menemukan sosok yang ia cari.

'Byakugan' Neji mengaktifkan kekuatan matanya, melihat sekelilingnya dengan teliti, mencari orang yang sedang di carinya.

"Mencariku teman ?" mata Neji melebarkan matanya saat mendengar suara dibelakangnya.

Shikamaru langsung berlari kearah Neji dan langsung menendang kepalanya. Namun dengan instingnya Neji menundukkan kepalanya, berbalik dan menendang kaki Shikamaru.

Shikamaru yang terkena tendangan di kakinya langsung terjatuh dengan badan yang mencapai tanah terlebih dahulu. Neji mengambil kunai di kantong ninjanya dan langsung meleparkan ke kepala Shikamaru. Sedangkan Shikamaru mencoba menutup matanya, tak ingin merasakan sakit yang akan datang kepadanya, namun dibalik itu terlihat sebuah seringgaian di sudut bibirnya 'Kena kau'.

Poof!

Tubuh Shikamaru berubah menjadi batang kayu. 'Sial lagi-lagi kawarimi' pikir Neji.

"Doton : Shinju Zanshu" tiba-tiba tubuh Neji tertarik kedalam tanah yang hanya menyisahkan kepalanya saja.

"Apa kau menyerah Neji ?" sebuah kata keluar dari mulut Shikamaru, tangannya bergerak mengambil kunai di kantong ninjanya, mencoba mengambil nafas dalam-dalam dan menutup matanya, mengangkat satu tangan yang memegang kunai.

Hembusan angin menyertai pertarungan kedua sahabat ini, Shikamaru membuka matanya, "Mati kau Neji" teriak Shikamaru

Neji hanya menutup matanya menerima kunai yang siap menembus kepalanya.

TRANK!

'Apa ? Siapa ?' pikir Shikamaru. 'Arrrgghhh… sial aku lupa kalau masih ada Naruto' lanjut Shikamaru.

Di atas dahan pohon terlihat Naruto sedang berdiri tegak disana, hembusan angin nampak mengiringi kedatangan Naruto. Dia merapal segel tangan dengan cepat dan menarik nafas dalam-dalam, "Katon : Gokakyu no Jutsu"

Naruto mengeluarkan bola api dari mulutnya yang langsung mengarah ke Shikamaru. Mata Shikamaru melebar, pertanda bahwa dirinya sedang terkejut dengan apa yang sedang mengarah pada dirinya, keringat dingin menetes dari dahinya dan menurun melewati wajahnya yang datar.

Seringgaian muncul di sudut bibir Naruto, berfikir kalau jutsunya ini akan mengenai sahabatnya itu. 'Kena kau sekarang'

BLAARR!

Sebuah ledakan terjadi di area Shikamaru berdiri tadi, kepulan asap muncul dari tempat itu. Perlahan tapi pasti kepulan asap itu mulai menipis dan hanya menyisahkan sebuah kawah sedang yang ada di situ.

TAP

Naruto turun dari atas dahan pohon, mencoba mengecek tempat yang dia ledakan dengan jutsunya, 'tak ada tanda Shikamaru disini, terus kemana dia ?' pikir Naruto.

"Kage Baindā no Jutsu" Naruto segera mencari sumber suara tersebut, dan ketika dia menoleh kebelakang tiba-tiba sebuah bayangan merambat dari belakang pohon. (AN : ini adalah jutsu imajinasi saya sendiri. Jadi kalau ada yang tidak suka mohon maaf).

"Kau pikir aku akan terkena jurusmu Naruto ? Tertipu dengan kage bhunshin. Hahaha" ucap Shikamaru yang muncul dari balik pohon.

'B-bagaimana bisa, aku yakin kalau tadi Shikamaru yang asli'

Tangan Shikamaru mulai bergerak mengambil kunai dari kantong ninjanya, namun anehnya tangan Naruto tidak ikut bergerak.

"Kau lihat Naruto, ini adalah pengembangan dari jutsu kagemane, dan aku sudah menyempurnakan jutsuku ini. Bisa kau bedakan kan kalau biasanya aku memakai jutsu kagemane dan menggerakkan anggota badanku, maka anggota badan musuh yang terkena jutsuku ini juga ikut bergerak…" Shikamaru menghentikan penjelasan jutsu andalannya yang sudah di sempurnakan kepada Naruto, "ya, a-aku tau itu" Naruto menjawab ucapan Shikamaru dengan terbata, keringat menetes dari sudut dahi Naruto. Namun semua itu bukan karena takut akan jutsu Shikamaru, namun firasatnya mengatakan bahwa dia akan kalah dalam latihan ini, dan hal buruk akan terjadi setelah ini.

Perlahan tapi pasti Shikamaru mulai mengeluarkan kunai dari kantong ninjanya, dan nampak seringgaian terlihat di sudut bibir Shikamaru.

"Apa kau sudah sadar kalau aku menggunakan jutsu ini…? aku sudah menggerakan tanganku untuk mengambil kunai dari kantong ninjaku, namun kau tidak mengikutinya…?" Seringgaian Shikamaru semakin lebar, tangannya kanannya mengacung ke udara dengan kunai yang terselip diantara jari-jarinya. Sedangkan Naruto, mulai meneguk air ludahnya.

'Hahaha… kena sekarang kau Naruto'

'Mati aku' umpat Naruto.

"Biasanya orang yang terkena jutsuku ini, akan mengikuti gerakanku. Namun aku sudah menyempurnakannya, walau belum 100% sempurna sih. Aku membuat orang yang terkena jutsu ini tidak bisa bergerak, walaupun aku bergerak kesana kemari, musuh yang terkena jutsuku ini tidak akan mengikuti gerakanku lagi. Jadi kalau aku meleparkan kunai ini, maka kau akan tetap di tempatmu Naruto…."

"Jadi kau mau menyerah, atau aku meleparkan kunai ini ke kepalamu huuh …?" ucap Shikamaru mengancam Naruto.

"B-baiklah a-aku menyerah" ucap Naruto dengan nada yang lesu.

"Yeay aku menang, aku menang" teriak Shikamaru dengan senangnya.

"Setelah misi ini selesai kau dan Neji harus mentraktirku makan Naruto hahaha" terdengar sebuah tawa menggelegar sampai ke plosok-plosok hutan.

"Ya lah ya lah." Terlihat wajah Naruto yang sudah muram dengan dompet katak di tangannya. Membuka isi dompetnya dan melihat isinya. 'Hiks hiks apa tak rela harus menghamburkan uangku yang sudah lama aku tabung untuk mentraktirnya' pikir Naruto dengan air mata yang sudah mengalir deras dari kedua matanya, menangis ala anime.

"Ck dasar pelit. Tunggu, tadi Neji curang dengan memakai doujutsu Klannya" ucap Shikamaru dengan wajah datarnya, meskipun masih ada sisa-sisa senyum di sudut bibirnya.

"a-apa ? jadi kalau begitu…" Naruto menggantungkan kalimatnya, dan terlihat sebuah senyuman di bibir Naruto walaupun sedikit.

"Ya, artinya yang akan mentraktir kita adalah Neji hahaha" Senyum nista kembali terukir di wajah Shikamaru, seakan-akan di telah mendapatkan semuanya.

Sedangkan Naruto sudah memeluk dompet katak kesayangannya. 'Untung-untung Neji itu baka, jadi dia lupa kalau tak boleh memakai kekuatan mata hahaha. Dan kau tak jadi kehilangan isi perutmu katak hihihi' pikir nista Naruto.

"Oh iya, ngomong-ngomong di mana Neji" ucap Naruto.

"Aku disini baka. Dan apa kalian sudah selesai dramanya…? kalau sudah cepat keluarkan aku dari sini" sebuah suara terdengar dari belakang Naruto. Naruto dan Shikamaru langsung melihat sumber suara itu, dan betapa terkejutnya bahwa yang ia lihat adalah sosok Neji yang masih terkubur di dalam tanah yang hanya menyisahkan kepalanya saja.

"Huahahaha, k-kau hahahaha" tawa Naruto pecah dan menggelegar ke seluruh hutan. Burung-burung pun ikut terbang menjauhi sarangnya akibat tawa Naruto itu.

"Jancok, bangsat, kampret, bajigur, kenapa kau tertawa, cepat keluarin aku dari sini woy" teriak Neji dengan wajah sedikit memerah karena malu terjebak masuk kedalam tanah.

"Ck mendokusai"

#Naruto Pov.

Kurebahkan diriku di rerumputan ini, dengan gerakan kecil aku mencoba untuk mencari posisi yang paling nyaman untuk tubuhku ini. Menutup mataku, merasakan halus dan kasarnya rerumputan ini di tanganku, ah… betapa menyenangkannya ini, mendapat posisi tidur yang nyaman di rerumputan ini.

Aku kembali membuka mataku dan melihat di samping kanan dan kiriku secara bergantian. Melihat kedua sahabatku yang mengikutiku membaringkan tubuhnya di rerumputan ini.

Inilah hal yang paling aku dan kedua sahabatku sukai, berbaring di rerumputan, mendengarkan kicauan burung yang merdu saling bersahutan dan melihat awan-awan yang berbentuk di atas langit. Terkadang dengan melakukan ini kami bisa lupa akan masalah yang terjadi di kehidupan kami,

"Hey Naruto, apa kau serius dengan omonganmu saat itu ?" kudengar sebuah pertanyaan yang di lontarkan sahabatku Neji kepadaku. Aku menoleh kearahnya beberapa saat, melihat ekspresi wajah datarnya yang masih menatap langit biru diatas. Dan setelah itu aku kembali menatap langit biru itu, menghirup udara segar dan menyiapkan beberapa untaian kata yang akan kulontarkan kepadanya untuk menjawab pertanyaanya.

"Tentu aku serius Neji, aku akan mendamaikan dunia ini meskipun nyawaku taruhannya. Mungkin bagi Shika, kau dan yang orang-orang lain berpikiran kalau aku ini bodoh untuk mengucapkan kata damai di dunia yang selalu terjadi peperangan ini. Namun aku tidak sebodoh itu untuk mengucapkan kata damai tanpa membuktikannya. Maka dari itu aku akan membuktikan kepada semua orang di dunia ini bahwa kedamaian itu benar-benar ada. Dan satu lagi aku tak akan menarik kata-kataku karena itu adalah jalan ninjaku" ucapku menjawab pertanyaan dari Neji.

"Kau bodoh Naruto, kau tak mungkin bisa membawa kedamaian itu di dunia ini…" aku mendengar Shikamaru mengucapkan sebuah kata-kata yang langsung masuk ketelingaku, namun sepertinya dia menghentikan ucapannya kepadaku.

Aku tetap menatap awan-awan di atas langit itu, memproses ucapan yang dimaksud Shikamaru itu kepadaku.

"Meskipun itu mustahil, aku akan terus mencari kedamaian itu Shika, apapun akan aku lakukan untuk…".

"Tidak" ucapanku terhenti ketika Shikamaru memotong ucapan yang aku lontarkan.

"Kau tak mungkin bisa membawa kedamaian itu di dunia ini sendiri Naruto. Maka dari itu aku dan Neji akan membantumu untuk memperoleh kedamaian itu" mataku melebar, sebuah ucapan dari Shikamaru itu membuatku terkejut. Aku langsung menoleh ke arah Shikamaru, Shikamaru menatapku dan terlihat di sudut bibirnya dia menyunggingkan sebuah senyuman kepadaku. Aku menoleh kearah Neji, dan Neji pun juga menyunggingkan sebuah senyuman kepadaku.

Aku kembali menatap langit di atas, menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan pelan. Mataku dengan perlahan mulai tertutup mengikuti perasaanku. "Arigato" sebuah kalimat yang keluar dari mulutku, dan aku mulai terhisap kedalam alam mimpi.

#Naruto Pov End.

Tak terasa detik telah berlalu dan menjadi menit, dan menit berubah menjadi jam.

Sore telah tiba, cahaya metahari mulai menghilang yang menampakan sunset yang indah.

"Hoy Naruto bangun, ayo kita kembali ke rumah Tazuna-san" ucap Neji seraya menggoyang-goyangkan badan Naruto.

Naruto mulai membuka matanya secara perlahan dan dengan perlahan Naruto mengucek matanya dan membuka matanya secara keseluruhan yang menampakan sebuah mata blue shapire yang indah itu.

"Kalian duluan saja, aku masih ingin disini" bibir Naruto mengucapkan sebuah kata dan kemudian kembali menutup matanya.

"Baiklah ayo kembali Neji" ucap Shikamaru.

.

.

.

.

#Skip_Time.

Esok harinya. Terlihat beberapa orang yang sudah melakukan aktivitasnya masing-masing. Para burung berkicau menyambut hari yang cerah ini.

Di dalam hutan, terlihat sosok perempuan cantik berambut merah, kulitnya putih dan memakai kacamata.

Terlihat tangan perempuan itu sedang mengoyang-goyangkan pemuda di depannya. Merasa tak ada reaksi dari pemuda di depannya perempuan itu mencoba menepuk-nepuk pipinya dan kemudian mencoba menarik hidung pemuda itu.

"Huwwaa" sebuah teriakan yang langsung membuat perempuan itu terkejut dan langsung mundur beberapa langkah kebelakang.

Naruto membuka matanya secara penuh yang menampakan bola mata blue shapirenya itu. "Hey apa yang kau lakukan, apa kau mau membunuhku sampai tak bisa bernafas hah ?" sebuah ucapan dengan nada yang keras keluar dari mulut Naruto. Sedangkan perempuan di depan hanya terpaku tak bergerak setelah mendengar ucapan atau bisa di bilang teriakan itu.

Matanya melebar, dan tak terasa bulir-bulir bening mulai muncul dari sudut mata perempuan itu. "Ma-maaf, t-tadi aku hanya ingin membangunkanmu karena kau tertidur disini" sebuah jawaban yang pelan keluar dari mulut perempuan itu, bulir-bulir bening terus mengalir dari sudut matanya.

"A-apa ja-jadi k-kau. Ah sudahlah… maafkan aku nona, aku sudah berprasangka buruk tentangmu, jadi tolonglah maafkan aku" Naruto bangun dan langsung membungkuk 90 derajat di hadapan perempuan itu.

"S-sudah tak apa, emm…"

"Naruto… namaku Uzumaki Naruto"

"Emm… yah, sudah tak apa Naruto-san. Lagi pula tadi cuma salah paham kan. Dan perkenalkan Namaku Uzumaki Karin" terlihat Karin mulai menghapus air matanya yang keluar tadi, dan mulai mengembangkan senyumnya.

"Arigato Karin-san, dan maaf sudah berkata kasar tadi." ucap Naruto lagi.

"Tak apa Naruto-san" Karin menjawab dengan senyum yang masih menempel diwajahnya.

"Tunggu dulu, apa kau seorang Uzumaki, Naruto-san?" sebuah pertanyaan dari Karin yang langsung mengarah ke intinya.

"Iya, benar Karin-san"

"Tapi mengapa warna rambutmu kuning, bukan merah sepertiku ?"

"Emm… itu, jadi rambutku ini adalah gen dari ayahku yang mempunyai rambut kuning Karin-san" ucap Naruto.

"Oh, dan kemana orang tuamu Naruto-san ? kenapa kau bisa sendirian di sini ?"

"kau juga, kenapa ada di sini, kemana kedua orang tuamu ?"

"Hey, kan aku yang bertanya dulu Naruto-kun, seharusnya kau dulu yang menjawabnya" Karin merona, ketika tanpa ia sadari ia telah menambahkan suffix-kun di nama Naruto.

'Apa yang kau katakan Karin, kau baru saja memanggilnya Naruto-kun.' teriakInner Karin yang sudah mengepalkan tangannya dengan mata yang membara. 'Tapi entah mengapa saat aku berada disisinya, hatiku merasa hangat dan sangat tenang' batin Karin.

"Ah… baiklah Karin-chan aku akan menjawab dulu. Jadi kedua orang tuaku sudah meninggal saat aku baru lahir, dan kenapa aku bisa ada di sini, karena aku sedang berlatih dan ketiduran di sini hehe" Naruto menjelaskan kepada Karin dan diakhiri cengiran khasnya.

"Ma-maafkan aku Naruto-kun, aku tak tau…"

"Sudahlah Karin-chan tak apa kok, kan kamu juga gak tau" ucap Naruto yang sudah memotong ucapan Karin.

"Sekarang giliranmu Karin-chan"

"Ah iya. Jadi kedua orang tuaku juga sudah tidak ada Naruto-kun, aku di sini hanya sedang jalan-jalan saja Naruto-kun"

"Maaf Karin-chan aku sudah membuatmu sedih" ucap Naruto yang merasa bersalah akibat pertanyaannya tadi.

"Tak apa Naruto-kun"

"Ah… sudah siang sebaiknya aku kembali. Kalau begitu aku pulang dulu Karin-cha"

"Tunggu… a-apa kita bisa bertemu lagi ?" Sebuah kata yang keluar dari mulut Karin dengan tatapan yang sendu. Baru saja ia menemukan kehangatan di hatinya serasa bertemu keluarganya tapi kehangatan itu harus pergi lagi.

"Tentu saja Karin-chan, kita pasti bertemu lagi. Jaa ne Karin-chan" ucap Naruto dengan cengiran khasnya dan tangan yang melambai.

'Semoga saja kita bisa bertemu lagi Naruto-kun'

.

.

.

.

.

TBC.

.

.

.

Balasan Riview :

Guest (1) : lanjtkan.oke.

Ndah D. Amay : Nejinya kenapa jadi OOC y,,,:/

kapan ketemuannya sama Karin?

Lanjut and update kilat,,,;) hehe emang saya buat begitu, senpai. Dan untuk Karin akan terjawab di Chapter ini.

Guest (2) : Hinata.maaf gak bisa senpai.

Guest (3) : Pairing'a Hinata aja thor. maaf gak bisa senpai.

Guest (4) : Saya sangat kecewa sekaligus tdk mngerti

dngn fanfic ini ?anda kecewa ? Kenapa ?

Naruto dapat membuat sang sandaime hokage terdesak ? Sandaime terdesak oleh Naruto, karena Sandaime gak ngeluarin semua kekuatannya. Apa jadinya jika Sandaime melawan Naruto dengan kekuatan penuh ? Udah jelas Naruto akan kalah dalam sekejap senpai.

naruto mempunyai ke 4 elemen dasar dan dia dpat menguasainya dngn baik bhkan dia dpat menggunkan kake genkai MUKOTON ? Di sini saya belum kasih penjelasan tentang bagaimana Naruto bisa menguasai ke 4 elemen dan mokuton dengan baik.

Akan saya kasih tau 1 faktor kenapa Naruto bisa menguasainya dengan baik. Naruto bisa menguasainya dengan baik karena Naruto di bimbing langsung oleh Sandaime.

naruto yg dapat memunculkan air dari udara yg bhkan tdk ada satupun shinobi yg dpat melakukan jurus itu kecuali tobirama. Apa senpai pernah nonton Naruto saat melawan juubi dengan Sasuke ? Di situ Naruto membuat rasenshuriken dan di gabungkan dengan jutsu amaterasu milik Sasuke. Dan Tobirama saja mengakui, jika menggabungkan jutsu rank-A seperti itu sangat sulit, karena harus menggabungkannya dengan rasio yang sama. Dan ia mengakui jika ia saja belum tentu bisa. Dan di sin Naruto bisa memiliki kontrol chakra yang bagus karena dari kecil sudah di rawat oleh Sandaime dan mengajari Naruto tentang ilmu ninja. Kalau di cannon, Naruto tidak bisa melakukannya, karena dari kecil Naruto tak pernah mendapat pelajaran tentang ilmu ninja sampai ia masuk akademi. Dan di akademi pun ia juga tak terlalu pintar dari murid lain. Ia pun juga sering membolos dengan Neji, Shika, Chouji, dan Kiba.

dia dpat melihat gerakan lebih cepat 3 detik di bndingkan aslinya dan memprediksi gerakan lawan. Dan dia sdh kewalahan hnya melawan zabuza yg bahkan bisa di sangat kewalahan oleh naruto yg di aslinya, Yg tdk memiliki kemampuan lebih. Apa senpai juga tidak melihat episode itu. Sebenarnya siapa yang membuat Zabuza kewalahan dan kalah ? Di situ kan yang membuat kewalahan Kakashi. Dan saat Kakashi tertangkap dalam jutsu Zabuza, baru Naruto membuat rencana dengan Sauke untuk membebaskan Kakashi. Dan kemudian Kakashi membuat sebuah jurus yang langsung mengalahkan Zabuza.

Guest (5) : Nice. Terima kasih senpai.

Guest (6) : pair-nya Naruto Karin. Iya senpai.

Guest (7) : pairnya ino aja,,

kapan" bikin naruIno kalo gk naru kaguya ya gan,,hehe

lanjutkan gan!. Akan saya usahakan senpai. Hehe

Guest (8) : lanjuttannya bro.. Ini senpai. Hehe

Yo maaf, alasan di atas itu cuma becanda senpai.

Sebenernya, ane gak bisa publish karena lagi banyak masalah dan jadwal sekolah yang menumpuk, karena sudah kelas XII. Dan juga karena sebentar lagi ujian. Hehe. Jadi maaf senpai-senpai semua.

Satu lagi, menurut pendapat teman saya. Bagaimana kalau pairnya di buat harem. Apa menurut pendapat senpai-senpai ? Bagus tidak jika di buat harem ?

Untuk riview akan saya balas lewat pm. Dan untuk yang riview tanpa akun, akan saya jawab di setiap chapter.

Dan tolong tinggalkan RIVIEW nya senpai-senpai.