Title: Except You

Main Cast: Oh Sehun & Byun Baekhyun

Genre: Romance / Humor / Pedhopilia

Rate: T

Author: BLAUESKI

Chapter 6 is Here , Happy Reading~~

EXCEPT YOU - HUNBEK

Baekhyun kecil terus mengikuti kemana Sehun pergi hingga tibalah ia didepan sekolah yang amat luas membuat matanya berbinar lucu mengagumi bangunan didepannya. Sehun masih terus berjalan tidak menghiraukan Baekhyun yang terdiam ditempatnya.

DEG

Ekor mata Baekhyun berkeliling, 'kemana Ahjussi?' itu pertanyaan pertama yang melintas dipikirannya. Setahunya tadi Sehun masih ada didepannya tapi sekarang kenapa menghilang? Apa ia ingin meninggalkan Baekhyun untuk balas dendam? Molla.

" A-ahjussi? " Baekhyun berujar lirih sambil melangkah ragu-ragu menuju gerbang sekolah yang entah sudah terbuka – tadi masih tertutup -. Pertama menginjakkan kakinya dihalaman sekolah, Baekhyun sudah melihat kolam berukuran sedang. Ia menghampirinya dan matanya berbinar saat melihat ikan-ikan berbeda warna dan terlihat menggemaskan itu berlarian kesana- kemari. Baekhyun mencelupkan tangan mungilnya dan mencoba menggapai ikan berwarna oranye dengan perpaduan hitam dan merah yang malah menghindari keberadaan tangannya. Baekhyun tak ingin mengalah, ia mencelupkan kedua tangannya ia memasang senyuman lebar, menurutnya Ini adalah permainan yang menarik sama saat bermain dengan ikan kesayangan milik Sehun.

" Hey, adik manis apa yang kau lakukan disini? " Baekhyun menghentikan pergerakan tangannya, ia mendongak mendapati namja berwajah tampan yang tengah tersenyum padanya yang membuat Baekhyun balas tersenyum childish.

" Annyeong ahjussi~~ " Baekhyun menyapanya dengan riang, sambil mengangkat tangannya dan melambai-lambaikannya membuat air yang menempel dipori-pori kulit tangan mulusnya menyiprat ke muka namja tampan itu.

" Annyeong~ panggil saja hyung " balasnya sambil menyeka wajahnya yang terciprat air. Baekhyun hanya terkikik geli melihatnya.

" Permen? " lanjutnya sambil menyodorkan permen pada Baekhyun yang dijawab anggukan riang oleh Baekhyun lalu merebut permen itu, membuka bungkusnya dan menelannya.

" Kau mencari siapa, manis? " tanyanya tersenyum aneh –menurut Baekhyun.

" mmmm.. Baekkie mencari Sehun ahjussi mnnmm.. " jawab Baekhyun sambil menyesap rasa jeruk yang keluar dari permen itu.

" Sehun? " namja tampan dengan penampilan urakan itu mengerutkan dahinya, mencoba mengingat-ingat siapa Sehun? Tapi ia tidak menemukan jawabannya ia berpikir mungkin Sehun adalah murid kutu buku yang tidak terkenal makanya ia tidak mengenal nama Sehun.

" oh.. hyung juga mau menemui Sehun, kau mau ikut hyung? " ucapnya sambil membelai pipi Baekhyun, Baekhyun menghentikan pergerakannya mengemut permen dan mendongak menatap namja yang membelai pipinya dengan tangan kasarnya, ia mengerjab sepersekian detik sebelum mengangguk menyetujui.

" Bagus, kajja " ujarnya sambil menarik tangan kiri Baekhyun yang menganggur dan menyeretnya.

HUNBAEK

" Jangan memikirkannya, Sehun " Sehun bergumam sendiri, ia masih fokus melihat Nam sonsaengnim yang tengah menjelaskan pelajaran sejarah tapi pikirannya berkelana kemana-mana. Ia terus kepikiran Baekhyun.

' dia masih kecil, Oh Sehun! Kau membiarkannya tersesat? '

Sehun menggeleng, menghilangkan pikiran aneh itu dari otak cerdasnya, lagipula anak itu sendiri yang ingin ikut kesekolahnya kan? Jadi itu murni bukan kesalahannya, kan?

' kau masih tidak ingin mencarinya? Terimalah nasib sialmu sepulang sekolah Oh Sehun! '

Lagi-lagi Sehun menggeleng yang membuat Jongin –teman sebangkunya- mengernyit bingung dengan tingkah aneh Sehun. Sehun berpikir ia akan menggunakan otak cerdasnya untuk membuat alibi agar eommanya percaya kata-katanya. Misalnya bahwa ia sudah mengantar Baekhyun kesekolahnya dengan selamat.

' Kau tidak ingat dia anak yang polos? Bisa-bisa dia ditipu atau bisa saja dihajar habis-habisan! '

Oh, itu sangat tidak mungkin, batin Sehun. Mana mungkin murid sekolah teladan ini berbuat kekerasan, lagipula Baekhyun sudah kelas dua sekolah dasar pasti ia sudah tau jika dalam keadaan bahaya. Itu sih menurut Sehun, padahal yang sebenarnya Baekhyun sangat teramat tidak tau membedakan apa dia dalam keadaan terancam atau tidak.

' Dengar baik-baik tuan Oh, kau jangan sampai lupa jika anak itu mempunyai wajah manis dan tingkahnya yang menggemaskan bagaimana jika ia diculik atau lebih parahnya sampai diperkosa? '

Tiba-tiba Sehun memelototkan matanya yang masih menatap kearah Nam sonsaengnim, membuat Jongin makin terbingung-bingung dengan sikap ajaibnya.

' BRAK! '

Sehun menggebrak mejanya, yang membuat semua pasang mata tertuju kearahnya tapi ia tidak peduli.

" Sial! Aku mengkhawatirkannya! " Sehun berdesis sebelum berlari keluar ruang kelasnya, ia menuruni tangga menuju gerbang sekolahnya. Ia dapat melihat satpam yang masih tertidur seperti pertama ia masuk tadi, gerbang juga masih terbuka kemungkinan besar Baekhyun ada di dalam sekolahnya. Dengan terburu-buru Sehun berlari kearah kanan –kantin.

Kantin, tidak ada.

Perpustakaan, tidak ada.

Laboratorium,tidak ada.

Ruang guru, tidak ada.

Toilet Laki-laki, tidak ada.

Semua ruang kelas, tidak ada.

Ruang kepala sekolah, tidak ada.

Atap sekolah, tidak ada.

Sehun menumpukan kedua tangannya dilutut, nafasnya memburu ia berlarian mencari Baekhyun diseluruh ruangan sekolahnya, ia hanya asal membuka pintu karena ia memang masih tidak tau menahu seluk beluk sekolah yang sungguh luas ini, ia bahkan tidak menghiraukan guru ataupun siswa-siswi lainnya yang mengumpatinya. Sehun mengacak rambutnya frustasi, opini terakhir otaknya benar, Baekhyun itu mempunyai wajah manis dengan tingkah yang menggemaskan tidak dipungkiri bahwa itu akan membuat semua orang tertarik padanya. Lagipula juga tidak mungkin semua murid sekolahan ini bersifat baik, bagaimana jika Baekhyun benar-benar dilecehkan? Ia tidak bisa membayangkannya. Ia terus berlari dilantai dasar hingga ujung ruangan yang terdapat pintu coklat beserta sarang laba-labanya sedikit terbuka. Mungkin gudang, Ia menghampirinya, dan mengintip dari celah pintu apa yang ada didalam. Meskipun fellingnya Baekhyun tidak ada disana.

DEG

Tapi ia salah, astaga apa yang ia lihat? Meskipun ruang ini pencahayaannya minim tapi cahaya matahari yang menerobos sela-sela kecil jendela membuatnya sedikit dapat melihat apa yang terjadi didalam.

Jantungnya berdegub, ia melihat Baekhyun yang sedang tertidur diatas matras usang. Tidak, Baekhyun pingsan dengan seseorang diatasnya yang tengah mencium bibir mungilnya ganas. Sehun mengepalkan tangannya erat, membuat buku-buku jarinya memucat.

BRAK

Sehun mendobrak pintu dengan keras, membuat namja yang sedang 'memakan' bibir Baekhyun menghentikan aktifitasnya dan menoleh kearahnya masih dengan posisi menindih Baekhyun.

Sehun menarik kerah belakang namja itu, hingga terjatuh. Ia memukulnya bertubi-tubi entah kenapa melihat Baekhyun diperlakukan seperti itu membuat emosinya naik hingga puncak.

' BRUK! '

' DUG! '

' DAK! '

Sehun terus memukuli namja itu hingga tak berdaya, meskipun begitu Sehun tetap memukulinya entah kenapa rasanya ia ingin membunuh namja yang berada dibawahnya ini.

" Apa yang kau lakukan brengsek! "

' DUK ' Sehun memukul pelipis namja itu hingga mengeluarkan darah.

" Uhuk.. d-dia manis – "

' DUK! ' Sehun memukul pipi kanan namja itu hingga ia memuncratkan darahnya dari sudut bibir tebalnya.

" Apa yang kau bicarakan brengsek! " Sehun terus memukuli namja itu membabi buta, ini aneh ia merasa marah sekali sungguh tidak pernah ia semarah ini setelah meninggalnya ayahnya.

' DUK! ' itu pukulan terakhir, sebelum namja itu menutup matanya –pingsan. Sehun mengatur nafasnya, ia juga bingung kenapa ia bisa se-emosi ini? Entahlah. Seakan tersadar Sehun langsung menoleh kearah Baekhyun yang masih memejamkan matanya, rambut halusnya acak-acakan dan lembab mungkin ia gerah lagipula tempat ini pengap sekali. Sehun menghampiri Baekhyun. Ia tatap intens wajah manis Baekhyun.

" Dia benar-benar manis " gumamnya sambil menyeka keringat Baekhyun, kemudian tanpa sengaja matanya menatap bibir bawah Baekhyun yang berdarah.

" Brengsek! " umpatnya kesal sebelum menggendong tubuh kurus Baekhyun.

H
U
N
B
A
E
K

Sehun sampai didepan rumahnya, setelah kejadian itu ia langsung membawanya kerumahnya, tentu saja mana mungkin ia membawa Baekhyun kerumah aslinya bisa-bisa ia akan dianggap sudah melecehkan Baekhyun nanti dengan keadaannya yang seperti ini.

' Kriett.. '

Sehun membuka pintu utama rumahnya dengan sangat pelan, ia masuk dengan langkah berjinjit agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun. Lalu ia menolehkan kepalanya kesegala arah, berharap tidak menemukan sosok eommnya.

" hahh.. " ia bernafas lega saat tidak mendapati eommanya, lalu ia menaiki tangga menuju lantai dua –kamarnya.

' Cklek '

' Brukk '

Sehun membaringkan tubuh kurus Baekhyun di kasur empuknya, ia melihat darah yang masih lembab di bibir bawah Baekhyun. Entah dorongan dari mana atau mungkin Sehun tengah kerasukan setan ia mencondongkan tubuhnya dan mengecup singkat bibir mungil yang sedikit terbuka itu.

Layaknya drama putri tidur saat sang pangeran mencium putri tidur maka sang putrid akan terbangun. Sesaat setelah Sehun mencium bibir Baekhyun, Baekhyun mulai membuka matanya perlahan dan mengerjab-kerjabkannya –imuuut.

" A-ahju aww.. " Baekhyun langsung reflex memegangi bibirnya saat merasakan sakit disekitar bibir dan juga lidahnya, ia bisa merasakan rasa anyir saat ia menelan ludah.

" Hei, apa yang sakit? " Tanya Sehun terlihat SEDIKIT gurat kehawatiran di paras tampannya.

" Ughh.. " Baekhyun tidak menjawab ia malah meringis sambil membuka bibirnya lebih lebar dan menjulurkan lidahnya yang ada bekas sobekan diujungnya. Sehun menggeram tertahan.

" Tunggulah disini " Sehun langsun beranjak keluar kamar. Tidak sampai 5 menit ia sudah kembali dengan kotak putih ditangannya, Baekhyun mengerutkan keningnya. Sehun membuka kotak itu, Baekhyun tidak tau apa itu, ia tidak pernah melihat benda-benda aneh seperti itu sebelumnya.

" Buka mulutmu! " perintah Sehun, Baekhyun menurut ia membuka mulutnya. Sehun menjulurkan tangannya yang memegang pengorek kupiing(? Yang diujungnya sudah diberi obat merah.

" Akh! " Baekhyun reflek memundurkan kepalanya saat ujung benda itu menyentuh bekas luka diujung lidahnya, rasanya perih.

" Wae? " Sehun berujar datar, Baekhyun menggeleng. Ia kemudian memajukan kepalanya dan membuka lagi mulutnya.

" A-aww.. " Baekhyun memundurkan lagi wajahnya saat merasakan perih itu lagi.

" S-sakit ahjussi " Baekhyun menunduk, ia ingin menangis karena sakit.

Other Side

melangkahkan kakinya menuju dapur, ia baru saja membeli sayur dan daging, memang tadi pagi ia sudah memasak tapi sudah sampai pertengahan ternyata dagingnya sudah habis sekalian saja ia belanja bulanan, kan?.

" AKH! A-APPO hiks.. " Ny. Oh menghentikan pergerakannya saat mendengar suara jeritan. Ia meletakkan belanjannya diatas meja makan. Dan berjalan menaiki tangga. Ia baru saja hendak membuka sebelum suara Sehun membuatnya tercengang, dengan mata yang membulat.

" Sedikit lagi, buka mulutmu lebih lebar dan julurkan lidahmu! Kau tinggal menjilatnya! "

" S-sakit hiks.. keluarkan hiks.. "

Astaga ternyata itu suara Baekhyun, apa yang Sehun lakukan sebenarnya? OMO! membulatkan matanya saat pikiran 'itu' melintas.

Buka mulutmu lebih lebar!

Julurkan lidahmu!

Kau Tinggal menjilatnya!

Dan Baekhyun bilang Sakit, Keluarkan sambil terisak?!

' Demi tuhan, apa yang sedang mereka lakukan didalam? ' batin kalang kabut, pikiran jika Sehun tengah melakukan pelecehan pada Baekhyun melintasi pikiran –kotor- nya.

' Astaga, apa Sehun hendak memasukkan 'itu' besarnya ke mulut Baekhyun yang kecil? Omo omo ini tidak bisa dibiarkan! ' batin .

' BRAK! '

" DEMI TUHAN OH SEHUN APA YANG SEDANG KAU LA – " dengan mata membulatnya menatap Sehun yang tengah menjulurkan sebuah pengorek kuping pada mulut Baekhyun yang terbuka, ia dapat dengan jelas melihat darah diujung lidah Baekhyun. Sehun dan Baekhyun secara bersamaan menghentikan 'kegiatan' mereka dan menoleh bingung kearah sang tuan rumah.

" – kukan.. " lanjutnya lirih, ia bernafas lega sekaligus malu. Astaga kenapa pikirannya jadi se-mesum ini.

" Ehem.. " Eomma Sehun berehem sejenak, mencoba menghilangkan rasa malunya.

" Apa yang sedang kalian lakukan? " tanyanya mencoba setenang mungkin.

" Eh? A-ano.. apa, itu.. t-tadi.. Baekhyunjatuhdijalan! Iya, ah! Baekhyun tadi terjatuh di jalan eomma " Jawab Sehun cepat diakhir kata, astaga ia menjadi pembohong handal sekarang. Eommanya mengernyit sebentar.

" Lalu? "

" Bibir dan lidahnya terluka tapi ia tidak mau kuberi obat merah " melirik kearah Baekhyun yang mengeluarkan air mata dengan bibirnya yang terdapat noda merah.

" Baiklah, eomma percaya. Baekkie menurutlah pada Sehun hyung nanti lukamu tidak sembuh dan harus disuntik bagaimana? " Eomma Sehun mencoba menggoda Baekhyun yang dengan suksesnya berhasil.

" N-ne, Baekkie akan menurut ahjumma .. "

TBC

Sungguh Ki sangaaat berterima kasih sama yang udah mau review ff aneh ini, semoga kalian masih berkenan mbacaaa, mian jika lama ataupun banyak typo dan juga kalo nggak sesuai sma keinginan readersdeul. Terima kasih buat review kalian yang membuat Ki jadi semangat ngelanjut ff yang menurut Ki aneh ini. next Chap ada Chanyeol sma Luhan, jika masih berkenan TINGGALKAN REVIEW biar Ki lebih cepet updatenya~~ Ki berharap bisa nyampe 100 review, bisa nggak?

SALAM HUNBAEK!