chapter 3
Cast:
Park jungsoo as Zeus
Kim Ryeowook+ kim kyuhyun as hypnos and thanatos
Kim jungwoon as Hades
Lee donghae as poseidon
Shin donghae as hefaistos
Lee sungmin as apollo
Kim kibum as ker
Choi siwon as athena
Tan hangeng as Ares
Kim heechul as Aprodhite
Lee hyukjae as demeter
Kim youngwoon as deonisos
Henry lau
Zhoumi
.
.
.
April 3445
"hyung!...hyuuuung!...jungsoo hyung!...kau dimana!" henry terus memanggili hyung terkasihnya itu, ruangan ruangan tempat biasa hyungnya berada telah ia kunjungi namun tak ada tanda tanda sang hyung-nim di sana
"chuli hyung kau tahu jungsoo hyung?" henry mulai berani bertanya pada heechul yang notabene 'saingan terberatnya'
"ani" heechul kembali membalik majalah yang tengah ia baca, hanya sekedar untuk mengalihkan pembicaraanya saja sungguh ia membenci orang yg di anggap zeusnya sebagai adik itu
"hyuuuungggg!..." kini henry telah siap, ia berada di depan sebuah kamar yang tak mungkin sungguh tak mungkin hyungnya sambangi lagi...setidaknya begitu menurutnya
Kriet
Bau anyir langsung merebak menghantam indra penciumanya ,di tepisnya bau itu jauh jauh...ia kesini untuk hyungnya
"hyung?" kepalanya menoleh ke segala arah di ruangan yang gelap gulita tersebut,sangat tak berharap hyungnya ada di sana
Sebuah benda putih menarik perhatianya, di hidupkanya saklar di ruangan itu
Cklek
"astaga" batinya tak percaya
Ribuan kucing berada di ruangan tersebut, bukan hanya kucing hidup nampaknya kucing matipun ada di sana...kucing kucing itu berkeliaran dengan bebasnya di ruangan yang tak pernah henry bayangkan sebelumnya 'sangat besar dan luas', bekas bekas daging dan usus yang berceceran di lantai, belum lagi bangkai bangkai binatang yang sudah tak berbentuk lagi sungguh ini menjiikkan,belatung yang menjadi hiasan lantai marmer coklat, bau kotoran kucingpun ikut meramaikan suasana hidung henry yang sudah tak karu karuan ini astagaaaaaa!, Tak hanya lantai bahkan dindingpun tak luput dari cipratan darah darah yang sudah mulai mengering di sana, yang membuatnya heran,kenapa kucing kucing ini begitu tenang dan tidak mengeong?
Henry mendekat kearah benda putih yang ternyata sebuah pintu tersebut, sebuah pintu kecil yang membuatnya harus merangkak untuk melewatinya, belum lagi turunan tangga yang harus ia lalui sungguh membuatnya berfikir keras apa hyungnya ada di sini?
"astaga" gumamnya tak karuan ketika mendapati dirinya kini berada di sebuah tempat yang sangat indah...ruangan yang bersih,dan sejuk terdapat berbagai tumbuhan yang merambat di atas atap rumah yang terbuat dari tumbuhan segar, juga bau tanah yang masih ia cium di pot pot bunga yang ada di ruangan itu,
"tanah?" ia berkeliling menelusuri bagian ruangan itu, ia sudah muak dengan kucing di atas sana tadi, dan kini rumah ini juga di huni kucing hah yang benar saja
brak
"hyung?" rasa penasaran menyeruak batinya dikala sebuah ruangan membuatnya tertarik dengan bunyi yang menyapa gendang telinganya
Kriet
"astaga! Tikuuuuuuusssssssssssssss!" ia berlari melompat menuju kursi secepat yang ia bisa, ratusan tikus keluar dari ruangan tersebut yang di sambut dengan auman dan antusiasme para kucing di ruangan itu
Belum selesai rasa terkejutnya ia dikagetkan dengan kemunculan sosok sang hyung dari kamar misterius tersebut
Bukan bukan hanya itu, ini...
"hyung?" di tatapnya sang hyung dari bawah hingga ujung rambut,air matanya meleleh seketika mendapati keadaan sang hyung,yang jauh dari kata mengenaskan
Rambutnya acak acakan, luka cakaran ada di sekujur tubuhnya, kaos casual yang ia kenakan sungguh compang camping dipenuhi noda darah,yang sungguh menyayat batinya adalah jari jemari tangan sang hyung yang masih menggenggam separuh tubuh tikus dengan usus yang telah memburai, darah segar menetes membasahi tantai kramik yang jungsoo pijak saat ini, lidahnya masih senantiasa membersihkan sisa makan malam nya
"inikah sisi terlemahmu hyung?" henry berkata lirih, batinya tak dapat mentolerir apa yang terjadi di hadapanya saat ini
"enly ya...maafkan hyung" di buangnya cepat cepat sisa tikus yang ada di tanganya, ia sadar...ia telah kembali dari masa suram yang menjeratnya
"AKU SUDAH BILANG AKU AKAN MALU JIKA ORANG ORANG TAHU HYUNGKU MEMAKAN BINATANG MENJIJIKKAN ITU!" dengan satu kali tarikan nafas henry melontarkan kalimat yang sudah lama tak ia lontarkan lagi
"maaf kan hyung..." jungsoo tertunduk air matanya menyeruak, rasa sakit memenuhi batinya, adiknya membencinya...itulah yang kini memenuhi otaknya, ia manusia menyedihkan jika di hadapan dongsaengnya
"enly ya..." jungsoo mencoba meraih tangan sang adik
"lepaskan tangan menjijikkanmu dariku" desis henry tajam sembari meninggalkan ruangan laknat tersebut, batinya juga sakit...sangat sakit...namun apalagi yang dapat ia lakukan agar menghentikan tingkah aneh hyungnya itu
"palk henly! Aku hyungmu! Enlyyy!" jungsoo terus meraung di ruangan tersebut memanggil nama sang dongsaeng...menyadari kebodohanya, ia mulai berjalan menyusul henry...adiknya tak boleh mencium bau busuk di ruangan atas
"enly tunggU hyung!" dengan cekatan ia menyusul sang dongsaeng yang hampir menyelesaikan tangga terakhirnya
"maafkan hyung enly ya...maafkan hyung...tolong berhentilah!"
Henry diam...ia meredam tangisnya yang memang sudah pecah sedari tadi
Sret
Sekali angkat jungsoo menggendong henry dalam dekapanya, membenamkan kepala henry yang notabene kini tengah menangisdi pelukanya,
"hyung" henry masih terisak, semua rasa sesak ia tumpahkan di dada hyungnya itu,hyung yang kini sibuk memilah jalan untuk mereka lewati agar dapat keluar dari ruangan itu, bau anyir yang tadimenyapa hidung henry kini berganti menjadi aroma lavender yang sangat ia sukai, mengalahkan bau anyir darah yang menggelayiti kaus hyung nya ,hangatnya tubuh sang hyung yang kini membekapnya sungguh membuat ia melupakan semua kekesalanya
"enly ya..." sang hyung menyadarkannya
"eh...sudah di luar...hyung...kau bau sekali" henry mengerucutkan bibirnya sembari turun dari gendongan sang hyung,
"maafkan hyung ne," jungsoo menghapus jejak air mata di pipi henry
"maafkan aku juga hyung..."
"baiklah sekalang sebagai pelmintaan maaf hyung...ayo kita mandi belsama, saling menggosok punggung, otthe?"
"setujuuuuuu! Tapi gendong aku lagi" tanpa ba bi bu henry melompat menerjang punggung sang hyung yang kemudian merentangkan kedua tanganya
"pesawaaaaattt!...ciuuuuuu...dsiuuuuuu..." seru mereka ber barengan menirukan gerakan pesawat yang tengah menghantam awan.
Seseorang melihatnya di sana, batinya sungguh sakit melihat ini semua, kenapa hidup tak adil baginya
"hyung" kibum menekan ulu hatinya yang sakit, hyung nya...di mana hyungnya,,,,,,
Donghae berlari dengan tergesa gesa, ia sungguh tak percaya dengan apa yang baru saja ia saksikan, Hades akan mengunjungi mereka, bersama dengan dua dewa maut lainya, sesekali ia terjatuh namun kembali bangkit...jungsoo hyungnya harus tahu tentang hal ini...harus!
"hyung!"
Creeeeeek
Pintu utama terbuka sebelum ia menginjakkan kaki di teras rumah mereka yang bak istana dunia itu
"jung soo hyuuung!...hosh...hosh...hyu-hyung"
"waeo hae?..." jungsoo dengan telaten memapah donghae menuju shofa tempat keluarga kecil mereka kini tengah berkumpul, heechul mulai menyodorkan segelas air mineral, sedangkan henry masih sibuk belajar dengan kibum
"hades akan datang..." ucapnya tergesa, ia masih harus mengatur nafasnya yang tersenggal senggal
Jung soo sedikit tersentak, ia tak mengharapkan kehadiran mereka saat ini, ia sangat tahu siapa saja yang akan menyambangi kediamanya, sudut matanya melirik kibum yg masih anteng dengan henry
"bum ah, enly ya...kajja kita makan" ucap jungsoo berusaha menjauhkan mereka dari letak pintu utama yang memang tepat di samping kanan posisi mereka saat ini
"mereka sudah di depan pintu, percuma ,kau bukan tuhan!" heechul berjalan membukakan pintu untuk tamu mereka yang behkan belum menekan bel rumah
"kita akan ada tamu hyung?" henry bertanya dengan polosnya
Jungsoo hanya diam...ia belum siap untuk yang satu ini
Cklek
Mata kibum seketika terbelalak menyaksikan pemandangan di hadapanya saat ini...ia ingin berlari menghambur ke pelukan orang itu...berharap ia juga akan membelai kepalanya lagi...tapi ...seseorang yang selalu menggenggam tangan orang itu...
"selamat malam ...hyung...lama tidak berjumpa" yesung tersenyum ramah
"ah...ne..jungwoon ah..kebetulan kami belum makan, mari makan bersama" jungsoo menuntun tamu tamunya menuju meja makan...henry yang pasti menempel dengan jungsoo donghae yang berhadapan dengan heechul ,kibum yang berhadapan dengan ryeowook dan tentunya kyuhyun yang setia menempel pada hyung-nimnya itu berhadapan dengan yesung
Mata ryeowook bergerak gusar...ia sangat risih ditatapi terus sedari tadi...bukanya ia tak tahu...ia hanya sangat membenci orang yang kini ada di hadapanya kini...'dongsaengnya' yang lain...ia sudah lama membuang semua memory itu,,,,baginya hanya kyuhyun adiknya...hanya kyu
"hyung...kau mau udang...aku ambilkan" seketika suasana berubah mencekam ketika kibum memberikan udang di piring ryeowook, kyu spontan menatapnya bengis dan buru2 menyingkirkan udang itu dari piring hyungnya
"ania! Hyungku tak suka udang...dan...kenapa kau memanggil hyungku dengan sebutan 'hyung?" kyuhyun bertanya dengan nada kasarnya, ia tak rela jika ia berbagi panggilan dengan orang lain
"kyu ah...kau tetap dongsaeng hyung satu satunya...kibum ssi hanya bersikap baik pada hyung...kau tetap dongsaeng kesayangan hyung" ryeowook dengan telaten membelai kepala kyuhyun dengan lembut dan penuh kasih sayang...
"ne hyung..." bukan rahasia lagi jika thanatos yang memang dewa maut tersenyum mencibir ke arah kibum
"kibum ssi" kibum mendesis tajam, batinya sakit tak tertahankan...ini jauh dari dugaanya...hatinya serasa di giling dan di gerus dengan gergaji
Prang
Kibum membanting sendoknya kasar kearah piring di hadapanya...segara ia pergi dari ruangan itu...batinya remuk...air mata sudah membanjiri kaos yang ia kenakan...ia berlari menuju kamarnya...membanting semua yang ada di sana...menyalurkan emosi jiwanya
Tak ada yang ingin membantunya kah? Bukan begitu...mereka sangat tahu kemelut keluarga hypnos dan ker...persaudaraan sepihak antara hypnos dan ker tanpa melibatkan saudara kembar hypnos, thanatos yg tak tahu menahu tentang hal itu,
Jungsoo menghembuskan nafas pasrah...ia juga tak tahu harus bagaimana, ia pun tak sanggup jika berada di posisi kibum...henry terdiam,,,,ia lah satu satunya makhuk yang tak mengerti disini...ia berjalan menyusuri anak tangga menghentikan makanya yang bahkan belum ia mulai
"enly ya...kau mau kemana?" jungsoo menegur dongsaengnya yang tiba2 tak mau makan itu
"kibum hyung membutuhkanku hyung...aku tak akan pelit berbagi hyung dengan yang lain" henry tersenyum meremehkan kearah kyuhyun dan heechul, mengejek dewa rupanya eoh?
"NEO!" heechul berteriak sangar kearah henry siap melayangkan botol wine yang ada di genggamanya
PLAK
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi heechul...siapa lagi Zeus telah beraksi
"diam dan selesaikan mekan kalian" jungsoo berujar membuat semua yang berada di ruangan tersebut tertunduk patuh, menuruti semua yang di daulatkan zeus bagi mereka, termasuk yesung dan heechul yang makan di temani asinya bumbu air mata...mereka bukan apa apa jika dibandingkan dengan saudaranya itu .
"hyung" henry mendekap punggung kibum yang bergetar, ia masih terisak...kibum yang di anggap henry sangat cuek dan acuh itu begitu menyedihkan karena ucapan tamu baru mereka
"bumie hyung tenanglah...aku akan berbagi jungsoo hyung dan hae hyung jika kau mau...kenapa kau tak bilang dari dulu" henry membalik tubuh kibum,mengusap air mata yang mengalir di sana
"henry ya...aku..."
"kau tak usah takut dan iri eoh...jungsoo hyung sangat memanjakan aku selama ini tak ada salahnya aku berbagi denganmu..."
"ta-tapi dia hyung ku juga henry ya..." tutur kibum masih bersimbah air mata...tak kuasa menahan sesak di batinya
"hyung...jungsoo hyung bilang...saudara itu dari hati" henry menyentuh dada kibum lembut...dengan telaten ia merapikan rambut kibum yang acak acakan
"bagaimana kalau malam ini kita tidur bertiga...bersama hae hyung? Kau mau...nanti kita bisa bercerita tentang rahasia rahasia kita...kau tahu hae hyung sangat pandai..."
"ia tak akan mau" kibum kembali murung mengingat hubunganya dengan poseidon itu tak terlalu baik
"kita akan tidur sebagai manusia bukan dewa hyung" henry berucap lirih, kibum tersentak dibuatnya...dari mana henry tahu tentang hal ini
"aku juga akan pergi dari kalian pada waktunya hyung"
'henry ya,,,,,," kibum melongo tak percaya...bocah yang tadi menghiburnya kini justru menangis tersedu sedu, nampak jelas keputus asaan disana...henry lelah berfikir dan mengelak bahwa ia bukan salah satu dari mereka...itu berarti ia harus pergi...ia tahu betul tentang hal itu...misteri sejarah klasik dunia yang selama ini tersembunyi
"henly ya...kenapa menangis?" dengan tiba tiba jungsoo datang dan mendekap henry dalam pelukanya, tatapan matanya menghujam dan menghakimi kibum, namun tangannya tak berhenti membelai kepala henry, kibum yang di tuduh hanya dapat menunduk, batinya kembali sakit di salahkan seperti ini...apakah keadilan sungguh tak lagi ada untuknya?
"hyung..." henry melepaskan diri dari dekapan jungsoo
"aku mau berbagi hyung dengan kibumie...kami akan jadi saudara yang baik...kami akan seperti anak kembar...hyung mau kan?"
Jungsoo sedikit tertohok dengan perkataan henry...apakah ia sanggup berbagi dengan orang lain...walau ia tahu ia bukan korban disini melainkan dongsaengnya,,,,,henry nya
30 September 3443
Bulan demi bulan telah mereka lalui sebagai sebuah keluarga,setidaknya untuk segelintir orang di rumah megah itu...
"ini bulan september, beberapa abad yang lalu seharusnya ini sudah musim penghujan..." henry berguman sendirian di ruang kerjanya, ia sedikit membenarkan letak kaca matanya,entahlah...
Tes
Tes
Henry menatap bercak merah yang ikut menghiasi kertas putih nya, di lingkarinya bercak tersebut dan menyematkan tanggal "30 september"
"sampai kapan aku akan bertahan hyung..." ia bergumam lirih pada langit langit kamarnya
"henry?" kibum membelai surai coklat madu tersebut dengan sayang...
"kapan kalian akan memulainya hyung...ini sudah bulan September...waktu kalian tak akan panjang" henry tersenyum sinis menatap kalender di sudut kamarnya
"entahlah...jung soo hyung belum mau bergerak...yg lain juga masih terus berlari seperti manusia tolol" kibum menarik kursi di hadapan henry...dan ikut mengamati bercak kemerahan itu
"aku bisa menolongmu...henry" matanya berubah sedih, sesuatu ikut menghantam batinya...menyaksikan adiknya secara perlahan sekarat...ini membuatnya menjadi lebih terkutuk
"aku ingin menemani jung soo hyung,,,, aku tak mau sembuh hyung..." inilah yang di khawatirkan henry...hyung nya belum bergerak...namun ia sudah mengkonsumsi obat obatan pemicu kangker itu sejak sepekan yang lalu...dan inilah karya pertama obat tersebut...
"kalian di sini, ayo kita makan" donghae berseru ceria dari depan pintu...matanya berbinar tak sabar dengan apa yang akan terjadi setelah ini
Menu menu istimewa tersaji di hadapan mereka...masih mereka sejak beberapa bulan yang lalu...kibum menatap tak minat pada makananya, pandangannya beralih pada sang hyung-nim tercintanya 'Ryeowook', ia tak pernah marah apalagi benci pada hyung nya itu...meski ia tahu...hyung nya tak akan menganggapnya lagi,sesuatu yang tak ia ketahui alasanya...
"berhenti menatap hyung ku" suara kyuhyun menginterupsi kegiatan indahnya
"diam atau ku bedah mulut menjijikkan mu itu CHO KYUHYUN"
"AKU KIM KYUHYUN! Kibum ssi"
"ehem" hanya suara deheman dari ryeowook yg memang terbilang ampuh untuk melerai kejadian seperti ini,kihyun langsung terdiam mengkeret di tempat mereka masing masing...
Dentig jam telah berbunyi tapi jung soo belum juga datang...mereka sudah tak sabar ingin makan...di mana hyung mereka itu...
"henly...maaf hyung terlambat" jungsoo menghadiahkan sebuah kecupan lembut bagi henry dan...em...kibum
"ne hyung" balas mereka bersamaan
Suasana ramai menghiasi acara makan malam mereka...hangat keluarga yang sebentar lagi pudar...saat saat terakhir dari kisah keluarga kecil mereka...yesung yang terus menjaili kyuhyun..anaknya yg ia rasa lebih menyenangkan ketimbang ryeowook, heechul yang sibuk menyuapi jungsoo, henry yang melahap makanan yang di suapkan hyung ikannya, serta kibum yang meneliti tingkah hyung nim kesayangannya ryeowook,yang sedang makan dengan kalem.
"hae nyalakan tv nya...aku ingin nonton berita" jungsoo berujar sembari terus memakan makanan yang di suapkan heechul padanya
"dasar tua..." heechul berdiri mengambil remote karena donghae tak merespon, yah sebelum ada petir di tengah makan malam indah mereka
" sebuah karya luar biasa yang kembali di cetuskan oleh salah satu ilmuan terbesar kita di abad ini,karya yang tak akan pernah anda bayangkan sebelumnya Andrew choi seorang ilmuan jerman yang lagi lagi membuat dunia tercengang dengan temuanya, setelah sebelumnya ia mengenalkan mobil dengan jenis FoXY yang memiliki kecepatan separuh dari kecepatan cahaya kini ia kembali meluncurkan mobil FoXy 1339 dengan kecepatan 340.107 m/s...yang setara dengan kecepatan cahaya...untuk lebih jelasnya mari kita tanyakan langsung pada
Mr. Andrew...apa yang membuat anda berfikir tentang mobil dengan kecepatan yang luar biasa ini? Sesuatu yang dirasa mustahil oleh sebagian makhluk lainya?"
"em...hanya mengembangkan Foxy menjadi lebih cepat"
"apa yang mendasari temuan anda ini Mr. Andrew? Bukankah sekali lagi ini mustahil? "
"sebenarnya ini hanya hal sepele yang di lupakan beberapa orang...tentang teori relativitas yang di kemukakan enstein seorang ilmuan di abad 18, dan mengembangkanya dengan teori tentang adanya ether dan kerangka semesta...yah...semacam sesuatu yang menyerap gelombang...saya hanya sedikit mengembangkan apa yg sudah leluhur berikan" senyuman kalem terlihat disana, menampilkan lesung pipi dan senyman joker pemikat dunia para wanita
"waow...saya hampir tak mengerti dengan hal itu haha...o iya...bagaimana dengan nama?"
Klek
Gambar hitam nampak di layar televisi mereka, mengganggu acara nonton yang sedang seru2nya itu
"Hyung!" mereka berteriak serempak ke arah jungsoo yang hanya nyengir tak berdosa
"kan aku sudah bilang belilah TV baru,,,,,,,,mau kau apakan semua uangmu itu jungsoo ah!" heechul berteriak murka sembari melempar tatapan tersadisnya ke arah ketua mereka itu
"yesung hyung...cepat beli!" kyuhyun ikut menjerit tak terima...pemandangan indah mereka terganggu
"apa?" yesung hanya menjawab dengan muka inoncent nya,,,,yang tentu membuat kyuhyun langsung mengalami DROP MOOD
"baiklah aku akan jelaskan..." jungsoo menengahi karna merasa ketiga adik kesayangannya mulai menatapnya tajam'kau jelaskan atau kami cincang' kira2 begitu arti tatapan mereka
" Andrew choi seorang berkebangsaan jerman...memiliki nama asli choi siwon ia asli orang korea, ia generasi ke 1339 dari Athena, itulah sebabnya ia memberi nama 1339 pada karya barnya, ia bekerja sama dengan shin corp.,pmpinan mereka shin donghee juga keturunan 1339 dari hefasitos, see aku sudah jelaskan"
"shin corp.? Pabrik besi itu?'
"ya" jungsoo hanya mengangguk
"kibum, ryeowook, kyuhyun kalian ke jerman besuk pagi...hancurkan semua karya ilmuan tolol itu, dan bawa dia ke hadapanku"
"hae,yesung dan aku akan ke shin corp. Untuk bermain di sana"
"hyung...lalu aku?" henry menatap hyungnya penuh tanda tanya...mata sendunya mengubah senyuman kejam yang sempat tersemat di bibir sang Zeus
"enly...hyung tahu kau sedang tak sehat...kau di rumah saja dengan heechul hyung ya"
"aku akan ke moldova untuk menemui denoisos" heechul bergerak gusar tak nyaman jika hanya berdua saja dengan bocah manusia itu
"baiklah...kalau begitu henly ikut hyung saja ya" senyuman tanpa syarat menghiasi pipi gembil henry yang kini mulai menirus...perasaan bahagia menghangatkan hatinya, ia akan terus berusaha dekat dengan hyungnya di saat saat terakhir kehidupanya
sementara itu kedua Dewa maut 'kekanakan' terus saja saling menghujamkan pandangan...selama ini kyuhyun memang tak berani pada jung soo, maka dari itu ia tak berani melayangkan protes keras walaupun batinya menjerit, kekeke...apa yg kau rencanakan Zeus...ingat kau BUKAN TUHAN.
"dan" suara tenor itu menginterupsi kegiatan mereka...semua diam bahkan zeus memberinya kesempatan untuk bicara, karna ia juga penerus tahta mematikan ini
"kurasa kau harus berhati hati dengan cosa nostra heechul hyung...bukan tak mungkin mereka akan mengulitimu hidup hidup...atau mungkin merasakan tubuhmu terlebih dahulu sebelum melakukanya " ryeowook megambil potongan beef yang tersaji di atas meja seulas senyum yang tak pernah ia nampakkan kini muncul 'sisi Hypnosnya' ya dia berbicara sebagai hypnos saat ini
"kau hanya anak ingusan kemarin sore ryeowook ah...urusi saja bagianmu" tenggorokan heechul tercekat ketika mendengar penuturan salah satu ahli maut mereka, ia takut sangat takut...biar bagaimanapun ia tak memiliki keahlian selain mendampingi zeus
1oktober 3443
Sttuttgart ,09.00 waktu jerman
Choi corp.
Mereka bertiga telah sampai di depan gedung tinggi berlabel "C", ribuan orang juga robot tumpah ruah di sana, semua hanya menyaksikan besi terbang mengkilat berwarna merah ranum dengan dua sayap putih miliknya, besi yang mampu menandingi kecepatan cahaya.
"ayo kita ke sana" ryeowook mulai melangkah mendekati kerumunan makhluk ciptaan tuhan dan manusia itu,
"kita pakai caraku saja hyung" kibum memberikan usulan sebelum mereka benar2 dekat dengan keramaian di sana, ryeowook tak bergeming ia terus menatap lurus apa yang ada di hadapanya kini...tak mendengarkan kibum atau kyuhyun yang terus mendumel karna harus berdesak desakan
"kalian masuk ke dalam, bunuh Choi siwon saat aku beraksi,jatuhkan dia tepat di atas cup mobil itu" ryeowook berkata dengan dingin,membuat kedua dongsaengnya harus menelan ludah karna suara tenor hyung mereka, tanpa babibu mereka melaksanakan daulat sang hyung
Ryeowook menghentikan langkahnya 1 meter dari kerumunan warga di sana, ia menghembuskan nafas pelan...kemudian menarik nafas lagi, setelah yakin senyum indah kekanakan miliknya ia sunggingkan...senyum malaikatnya...malaikat Mautnya ia memejamkan mata indahnya sembari melantunkan nada indah dari pita suaranya
Ein feste Burg ist unser Gott,
ein gute Wehr und Waffen;
er hilft uns frei aus aller Not,
die uns jetzt hat betroffen.
Der alte böse Feind,
mit Ernst er's jetzt meint,
groß Macht und viel List
sein grausam Rüstung ist,
auf Erd ist nicht sein gleichen.
Mit unser Macht ist nichts getan,
wir sind gar bald verloren,
es streit für uns der rechte Mann,
den Gott hat selbst erkoren;
fragst du, wer der ist?
Er heißt Jesu Christ;
der Herr Zebaoth,
und ist kein and'rer Gott;
das Feld muß er behalten.
Und wenn die Welt voll Teufel wär,
und wolltn uns gar verschlingen,
so fürchten wir uns nicht so sehr,
es soll uns doch gelingen,
Der Fürst dieser Welt,
wie saur er sich stellt,
Tut er uns doch nicht,
das macht, er ist gericht;
ein Wörtlein kann ihn fällen.
Das Wort sie sollen lassen stahn,
und kein Dank darzu haben.
Er ist bei uns wohl auf dem Plan,
mit seinem Geist und Gaben.
Nehmen sie uns den Leib,
Gut, Ehr, Kind und Weib,
laß fahren dahin;
sie haben's keinen Gwinn.
Das Reich muß uns doch bleiben.
Lagu berakhir... langit perlahan meredup...menampilkan awan kelam...namun tak ada niatan sedikitpun bagi makhluk disana untuk meninggalkan tempat tersebut
ia membuka matanya...semua mata tertuju padanya...beberapa ada yang memandang tapjup pada sosok mungil itu
BRAAK
Semua membeku..bunyi bedebum keras menghantam Foxy yg sedang terpajang di sana...teriakan histeris menggema semua kalang kabut menyelamatkan diri mereka masing masing...Andrew choi sang pencipta mobil baru saja terjun bebas menghantam karyanya sendiri...darah mengalir merembes melalui celah2 mobil...ryeowook terkikik bangga menyaksikan buah karya adik2 nya
Ia melangkah mendekati mobil, menarik rambut kelam ilmuan yg telah menjadi mayat itu
Plop
"ini untuk kalian" ia melemparkan potongan kepala itu ke area depan gedung, ia menyeret masuk tubuh tanpa kepala Mr. Choi tersebut ke dalam mobil dan mengudara mencoba mobil baru tak ada salahnya kan...
Pim...pim
Ia mengklason adiknya untuk segera ikut terbang bersamanya
"suaramu lebih indah dari klakson bodoh itu hyung...aku akan meminta mr. Andrew untuk memperbaikinya" kibum berujar sembari menutup pintu mobil
"sure" ryeowook kembali terkekeh kecil
Ryeowook berkendara dengan kecepatan sedang...tak ingin mencoba apa yg menjadi tujuan utama diciptakanya mobil ini,ia menikmati bagian terindah di bawah sana 'hujan asam' tengah melanda kota terpenting di jerman itu...ia pastikan ribuan robot yang tadi menatapnya kagum kini tengah meregang nyawa mencari tuan mereka
"dasar robot tolol" kibum memilih diam ikut menikmati apa yg hyungnya nikmati...ia bahagia...tak pernah ia merasa sedekat ini dengan hyungnya...setitik air mata haru keluar dari sudut mata kirinya...ia bahagia sungguh
Sementara kyuhyun masih mencerna apa yang baru saja terjadi,sungguh ia tak percaya pada apa yang di alaminya hari ini...melihat secara langsung bagaimana kibum menghujam leher orang yang bernama siwon itu kemudian membuangnya begitu saja, menjatuhkanya melewati puluhan lantai...belum lagi sikap hyungnya...hyung yang selama ini menjaganya, menenangkannya...dia bukan hyungnya yang selama ini hidup bersamanya...dia iblis
"hyung...haruskah kita membunuhnya?" pertanyaan kyuhyun membuat ryeowook membeku...jantungnya serasa di cabik...dongsaengnya tak tahu apapun tentang konspirasi Zeus yg sedang mereka lakukan
"memangnya apa yang bisa kita lakukan selain membunuh" kibum bersuara mencoba membela hyungnya dari bocah ini
"wookie hyung...jawab aku!"
"kibum ssi benar kyu...kita di jalan yang benar...tenanglah"ryeowook berusaha menjawab setenang mungkin...semampunya
"dia bukan manusia tolol...dia hanya robot" kyuhyun mengalihkan pandangannya ikut melihat apa yg terjadi di bawah...robot? yg benar saja jelas jelas dia manusia, ia memekik kesakitan saat di gorok kibum tadi
"wookie hyung kita ke datangan tamu" senyum mematikan keluar dari sudut bibir keduanya..."ini akan jadi hari yang indah...bukankah begitu bummie "
^^
anyeong semua...^^ terimakasih atas review dan dukunganya ^^ maaf kalau tulisan admin jelek dan mengecewakan ^^ mohon kritik saranya ya...emmm untuk silent riders ...ku anggap sebagai kutukanku karna aku juga pernah jadi siders kekeke, tapi kalau kalian diam bagaimana aku bisa tahu kesalahanku ^^...sekali lagi mohon dukungan dan bimbinganya ya^^ terimakasih banyak ^^ #Bow
