Cast:

Park jungsoo as Zeus

Kim Ryeowook+ kim kyuhyun hypnos and thanatos

Kim jungwoon as Hades

Lee donghae as poseidon

Shin donghae as hefaistos

Lee sungmin as apollo

Kim kibum as ker

Choi siwon as athena

Tan hangeng as Ares

Kim heechul as Aprodhite

Lee hyukjae as demeter

Kim youngwoon as deonisos

Henry lau as jungsoo brother

Zhoumi

.

.


Sesekali dewa ini menggerutu tak jelas sembari memukul stir foxynya, hah ia sedang banyak fikiran, entahlah antara ingin membeli keluaran terbaru dari ilmuan gila itu atau sekali lagi ide temanya yang pada dasarnya selalu berbuat gila

"ck... apa otakmu sungguh tak waras hakyung ah?" sungmin memukul stir sebal

" apa?" hakyung masih setia membaca kitab tebalnya...setidaknya bukankah ia juga harus memikirkan eunhyuk yang sedang sakit keras?

" hyuk jae ssi, maafkan aku tapi jika kau bergabung dengan Zeus kau yang akan pertama menghadap sang kuasa"

Sungmin terdiam, ia sadar betul sejauh apapun mereka menjauh atau sedekat apapun mereka mendekat, Zeus akan menemui mereka, kenapa apollo bisa setolol ini dengan mencoba menolak takdir

"aku tahu, gomawo hyung...kau mau mengantarku pada mer- Hoeeeeek" demeter cungkring itu memutahkan semua isi perutnya

"hoeeeekk..." ia kembali memuntahkanya kedalam kantong yang selalu ia bawa bawa itu, sedetik kemudian hangeng menyuguhkan tembakau untuk ia hisap aromanya

"kita sampai" ucap sungmin mencoba rileks dan tegar, kematian jelas menghalangi perjalanan indahnya di langit siang ini

Mereka membuat sebuah portal, sebuah hologram lantai kubik berlatar sebuah pegunungan indah di daerah yunani

Olymus

Tema itu yang dipilih ryeowook, gambar rumah dan kampung halamanya, kaki kecilnya menapaki setiap ubin transparan yang terpampang di hadapanya, senyuman manis ia tampilkan sebagai pembuka pertemuan dengan saudaranya yang lain

" tak ada bau yang paling busuk selain bau hades dan semua jenis keturunannya" hyuk jae berujar memberikan penyambutanya

"akhirnya kita berjumpa 'hyung-nim'' ryeowook menundukan sedikit badanya, menghormati sebelum menikmati bukan sesuatu yang buruk

"berikan athena pada kami dan kau selamat" apollo bodoh

Ryeowook tersenyum meremehkan, dasar tolol batinya berujar, tapi ia tetap menatap dingin musuh nya yang satu ini

" selamat dari apa hyung? Kau? Demeter , atau ares yang kelewat tolol?...emt... atau kalian dari aku, dan adik adikku? " mendengar penuturan ryeowook ares keluar dari mobil sungmin, mendekat kearah mereka, apollo tak bisa diandalkan disini

"ikutlah kami, kau akan aman, hades tak akan menghukummu"

"ya, tapi Zeus akan membuang appa ku sekali lagi" ryeowook tak gentar ia tahu apa yang ia lakukan, ia tahu ia salah menentang alam dan Tuhan tapi ia tak bisa membiarkan Hades dibuang 'lagi' tidak selama ia menjadi Hypnos

"kau tahu dengan pasti apa resiko konspirasi ini, jika kita semua mati maka generasi kita tak akan pernah ada lagi"

"hahahahaha...ares...ares" ryeowook tertawa meremehkan, samurai panjang yang sedari tadi berada di belakang punggungnya kini siap memutus leher sungmin

"tak perlu sebuah konspirasi untuk memusnahkan kalian makhluk menjijikkan, kapanpun kita bisa mati,...bukankah begitu bum ah"

"ye hyung"

Tak ada mata yang melihat kapan kibum keluar dari mobil dan menjambak rambut hyuk jae, pisau bedahnya siap menusuk jantung Demeter,

"Zeus tak memerintahkanmu untuk membunuh kami kau tak akan melakukanya" hangeng masih terus melakukan negosiasi berharap paling tidak nyawa sahabatnya bisa diselamatkan

"hyung"

Suara kyuhyun mengudara di tempat itu, matanya masih sembab tapi ia berusaha mengerti dan mempelajari keadaan, sesuatu yang selalu ingin keluar dari hatinya, keliaran yang ia sembunyikan dari dunia

Tidak belati, bukan senapan, bukan pisau bedah, anak panah? Ayolah ini abad berapa...benda itu kuno sekali

Kuku kuku kyuhyun perlahan tumbuh, matanya menggelap dan bibir semerah darah itu seakan menunjukkan bahwa ia pemilik kulit terpucat di abad ini,

Kuku itu sukses menancap mencengkeram bahu hakyung, mata gelapnya tak lagi perduli keadaan sekitar, entah teriakan hyungnya yang menggema meminta ia melepaskan mangsanya atau sang korban yang juga merupakan dewa yang terus berusaha berontak dari cengkraman berdarahnya

Darah ares menetes

Hanya satu tetes

5

4

3

2

1

Semua mata tertuju pada darah yang menembus awan nimbus dibawah mereka

"menunduk!" seru ryeowook mendorong kyuhyun dan menarik kibum secara bersamaan, suara itu nampak samar entah karna frekuensinya yang memang tak lebih tinggi dari 20 Hz atau ada getaran termik lain yang menyebabkan cacatnya pertikel kristal hologram mereka

Duar

Wushhhh

Angin berhembus kencang

Sapuan material debu hangat membuat mereka menahan nafas selama beberapa saat, angin panas yang menyapu permukaan kulit mereka membuat lapisan ari itu perlahan memerah, mengering dan sedikit mengelupas,

Bumi dibawah mereka luluh lantah dengan tanah

Jerman akan musnah

Satu darah ares memusnahkan seluruh permukaan kota industri terbesar jerman, hyukjae menatap sendu teman temannya, disini dia yang paling tak berbobot hentakan keras tadi menbuatnya terbang bebas ke bawah portal, ia memejamkan matanya, merasakan angin yang juga menghembuskan helaian rambutnya, darah segar mengalir dari hidungnya, suhu di atmosfer ini bukan tandingannya, terlebih ia tak membawa tabung oksigen atau apapun itu alat bantu pernafasan

"Hyung?" bayangan hitam menarik tanganya, sentuhan hangat membuatnya sedikit tersenyum, sebuah suara yang juga memekakkan telinganya, ia sadar ia sedang tak berada pada pihak dewa maut ia dapat dicabut kapanpun kan?


1 oktober 3443

09.00 KTS Shin corp. Korea selatan

Jungsoo mengatukkan sepatunya ke ujung lantai, ia bosan

Tuk tuk tuk

Suara jam mendominasi keadaan mereka, ruangan ini sangat dingin dan sepi,

"hah..." sudah yah mungkin ke 4 kali dalam satu jam ini ia mendesah, jungwoon sedang ke toilet dan adik kesayangannya henry mendadak ada urusan dengan donghae.

Bibirnya mengerucut, membayangkan jika heechul seorang perempuan sebegaimana mestinya mereka pasti bahagia, dan jangan lupakan ia akan mempunyai anak seperti henry...hah hidupnya akan bahagia

Ia berdiri, menekan beberapa nomor, ia menunggu...

"waeo teuki ah?" bibirnya melengkung bahagia, panggilan sayang dari sang aprodhite kembali ia dengarkan

"em...anio...kau berhati hatilah, dan..." ia menghentikan perkataanya sejenak

"dan apa hyung?" mendengar jawaban dari heechul bibirnya tiba tiba mengkerut

"Anio, aku senang kau terlahir sebagai laki laki, jadi kau bisa aman jika sendiri, aku tak akan khawatir!"-pip

Ia mematikan panggilan sepihak, hah menyebalkan

"hyung" jungwoon menepuk pelan bahu jungsoo, ia tahu apa yang membuat tetua mereka merah padam seperti itu

"aku berhalap ia baik baik saja jungwoon ah, ck...kadang aku belfikir haluskah ia telkena suatu ladiasi agal ia bisa jadi pelempuan " mata jungsoo kembali menatap lantai marmer itu

"cosa nostra bukan ide yang baik hyung... udara di sana juga bukan hal yang baik untuk kesehatan heechul hyung. Kau sendiri tahu USA sudah hancur sejak beberapa tahun lalu kan? Kenapa mengijinkanya kesana?"

"diamlah aku sedang sedih"

"ck" mereka kembali diam...

"hyung-nim" mereka menundukan badan, memberikan penghormatan bagi kedua tetua olympus itu

"dong ah, woonie kemalilah"

Mereka sedikit terperanjat, kemudian tawa mereka pecah begitu saja

"bwahahahahah...jungsoo hyung...kau cadel ternyata bwahahaha...ckckck zeus kita cadel, apa ia suka memakan petir...hya hyung" shindong mendekat dan menepuk nepuk pelan bahu jungsoo, sedangkan siwon lebih memilih diam,setelah puas tertawa

"hyung kenapa menghalangi jalanku?" siwon angkat bicara, ia kesal tentu saja, mobil indahnya dihancurkan adik adiknya

Shindong menyajikan beberapa menu dihadapan mereka, mulai dari keripik pedas hingga bakpao semua ada

"won ah, kau sadal kau sudah melusak tatanan dunia...di dunia ini tidak ada yang boleh menyamai kecepatan cahaya, jika itu teljadi tidak akan ada lagi dilatasi waktu, dan waktu menjadi tak berhalga, semua menjadi illevelsible..."

"ya ya ya kau tak perlu menjelaskanya, jadi apa rencanamu karna menghancurkan jerman?"

"sepele,...menghanculkan negeri leluhulku" senyuman mematikan berkedok malaikat menghiasi wajah rupawan seorang Zeus

Tak ada yang mau dan berniat membahas konspirasi gila bin aneh ini, lebih baik mereka menikmati pagi yang indah ini, toh tak lama lagi hidup mereka akan segera terusik kan...

"jungwoon hyung...apa persefon ada bersama kita?" Jungwoon menatap lantai

"anio...ia menitipkan anak kami" ia tersenyum kemudian, tapi batinya merasa tak enak...ada sesuatu yang janggal

BRAK

Pintu terbuka lebar, menampilkan ryeowook yang tergopoh gopoh menggendong kyuhyun yang tak sadarkan diri

"appa...apppa...yesung appa!" rancauan terus terucap dari bibir hypnos itu...matanya sembab, seluruh badanya bergetar...ia terguncang hebat, kulit melepuh yang juga terpatri di tanganya terasa begitu kebas, ia tak merasa sakit selain di dalam hati dan pikiranya

Yesung berdiri, ia sangat terkejut mendengar teriskan putra sulungnya itu

"wookie ah, kenapa?"

"appa kyunie...appa..." ryeowook langsung membaringkan kyuhyun di salah satu sofa, diruangan itu

Yesung kalangkabut, mencari air dan berbagai macam alat bantu yang dapat ia gunakan, ia menyobek kemeja yang ia kenakan, menggunakanya sebagai kompres, batinya kacau...ia frustasi belum lagi ryeowook yang terus menangis tersendu sendu,

"BAWAKAN KOMPRES BODOH JANGAN HANYA BERDIRI DISANA!" suaranya menggelegar membentak kibum, kibum mengerti, ia hanya berjalan gontai ke arah pantry

"bum ah..." jungsoo menyentuh bahunya, menghapus air mata yang membanjiri pipinya

"hyung" kibum memeluk jungsoo erat, batinya sakit...kenapa ia harus lahir

"sembuhkan dia...kau pasti tahu caranya" kibum menggeleng pelan, senyuman palsu ia paksakan

"wookie hyung tak mengijinkan aku menyentuhnya"

"KER SIALAN KEMARI KAU ATAU KU LEMPARKAN MAYATMU PADA CRONOS SEKARANG JUGA!" teriakan jungwoon menyadarkan kibum agar ia segera kembali

"hyung..." kibum menyerahkan sebuah handuk kecil, pada yesung

"kyunie...ottokhe...appa disini...jangan sakit...jebal...appa disini...kau harus kuat" yesung menggenggem erat tangan putra bungsunya itu, matanya terus bergerak gelisah, begitu pula tangan lainya yang sibuk membelai ryeowook yang masih menangis

"hyung...aku akan memeriksanya" suara lirih kibum menyentuh gendang telinga hades, senyum mematikan yang ia tampilkan pada anak kecil yang lain itu

"pergilah" hanya desisan sebagai jawaban, kibum masih diam menunggu kelanjutan jawaban hyungnya

"atau cronos benar benar mengantarmu pada duniaku" kibum mengalah, ia akan melihat eunhyuk saja,,,disini ia tak dibutuhkan kan..

.

.

.

Heechul mengencangkan syal yang melilit lekat di lehernya, sesekali membenarkan gendongan tabung oksigen yang tak bisa di remekan beratnya,

USA

negara ini hancur setelah kalah perang melawan Jerman 20 tahun lalu, sebagai akibatnya paparan radiasi, kandungan nitrogen serta gas karbon di daerah ini sangat tinggi, New York tinggal nama, kota mega politan ini hancur lebur tak bersisa, hanya puing puing bangunan yang dulunya pernah menjadi sejarah penghancuran atas negara lain,

Bukankah seharusnya korea selatan hancur seiring kehancuran amerika?

Ayolah itu hanya sejarah, sudah lebih dari seabad lalu korea benar benar tumbuh pesat hingga dapat membebaskan diri dari belenggu kekuasaan amerika, ayolah itu tak penting bukan,lebih baik kita perhatikan hal apa yang akan dilakukan aprodhite lemah kita

"kota ini hancur...ck setelah ini Las Vegas...tepat setelah aku meniduri beberapa gadis di sana"

Heechul menyunggingkan senyum manisnya, ayolah ia pria kaya raya di negara ini, wanita mana yang akan menolak pesona kekuasaan uangnya...dia butuh hiburan, setidaknya menikmanti wanita sebelum perang bukan masalah kan

Heechul menapakkan kakinya di tanah yang di gadang gadang akan hancur pertama kali saat perang melawan rusia dulu, kotanya selebriti dunia, penjudi, mafia dan para manusia binatang tentu saja

"berikan aku pelayanan terbaikmu"heechul mengedipkan sebelah mata sembari sedikit menggigit bibir bawahnya, ketika sapuan tangannya menyentuh tangan seorang wanita berkulit pucat agak kemerahan yang sedang memegang Chateau Lafite, wanita dengan pakaian tak jadi dimana mana itu benar benar membuat heechul merasa harus mengesampingkan tugasnya, belum lagi rambut pirang platinyanya, oh...astaga...ia memang selalu lebih suka produk import

"yes sir" pelayan berbadan ramping , dengan mata biru menjurus abu abu itu menyibakkan rambut pirang lurusnya, sentuhan heechul tadi sedikit membuat ia mulai terbuai, kaki jenjang wanita itu melangkah meninggalkan meja tempat ia menunggu beberapa saat lalu, sementara heechul setia mengekor di belakangnya

Langkah sensual yeoja itu terhendi di depan sebuah pintu bertuliskan Manor 1223 gadis ah salah kurasa ia sudah tak gadis lagi, wanita berkulit pucat itu membalikkan badanya menatap heechul sejenak sebelum kemudian mulai melepaskan atribut alat bantu pernafasan heechul, tangan kurusnya berhenti ketika menyentuh syal warna merah milik heechul, matanya menatap tajam pada mata aprodhit

"selamatkan kami" bisiknya sendu namun penuh dengan penekanan di setiap katanya, heechul hanya diam sembari mendekatkan wajahnya pada bibir wanita itu, membuatnya merasakan sedikit rasa manis strowberry dari bibir wanita yang akan meregang nyawa sebentar lagi – mungkin

3 detik kemudian pintu terbuka, menampakkan sebuah ruangan yang diselimuti kaca, raksasa seperti sebuah persediaan oksigen kurasa

"hyung" seseorang menepuk pundak heechul yang sedang asyik mencumbu gadisnya

"ck...mwooo?"

Yang diteriaki hanya menggeleng dan pergi kedalam ruangan kaca raksasa itu

Heechul mengikuti lamgkah lebar orang tersebut, deretan wine berjajar di sepanjang koridor ruangan itu

"kangin ah...tak kusangka, koleksimu_"

"ck," kangin menggelengkan kepalanya pelan senyum simpul terbit diantara sudut bibirnya

"rangan ini di desain anti peluru, bom, radiasi, dan apapun itu, persediaan oksigen cukup untuk kita karna disini terdapat banyak tumbuhan yang sengaja aku kembangkan menggunakan hidroponik ataupun sistem gel agar agar, sehingga air di sini dapat dicairkan kapanpun, nenek moyangku memang genius kan,, kau tenang saja" kangin mulai bercerita tentang tempat mewah ini

"alat medis?" heechul sedikit memajukan wajahnya ketika bertanya tentang hal ini

"hahaha, rumah ini dilengkapi peralatan medis, juga ruang operasi, kau tak usah khawatir, rumah ini juga kupastikan dapat menggali sedalam 1 km dari permukaan bumi, dan dapat terbang setinggi foxy, ini rumah pelarian terhebat" kangin berujar bangga, tangannya hanya sibuk menciumi aroma wine yang menguar dari gelas yang sedang ia goyang goyangkan

"apa Zeus tahu"

Kangin hanya menggeleng, ia tak akan bicara sembarangan jika tentang manusia itu, -sebisa mungkin

.

.

.

.

1 oktober 3443

21.00 KTS Shin corp. Korea selatan

Kibum kluar dari ruang operasi, ia membuka masker yang menutupi sebagian wajah tampanya kedatangannya langsung disambut hangat oleh hangeng sungmin dan jungsoo

"bagaimana keadaan eunhyuk?" sungmin tampak tak sabar

"ia hanya kena sedikit gangguan pada paru parunya, 3 jam lagi ia akan sembuh"

Wajah kibum masih datar saat mengatakanya tak ada ekspresi disana, huft...bahkan tak ada yang menanyakan keadaanya, apakah ia lelah,,, atau bagaimana tadi,,, apa prosesnya lancar hanya hal hal sepele ...semua hanya perduli pada pasienya dan orang orang disekitarnya, bukan dia

Jungsoo melangkah, menepuk pelan bahu kibum, senyuman hangat ia tampilkan guna menenagkan ker mereka

"ayo kita cali udara segal"

"tak ada lagi udara segar di dunia ini hyung" kibum melirik dua orang lain disana, "apa mereka sudah mau bergabung hyung?" kibum mulai melepas sarung tangan karetnya, membuangnya ke tong sampah sembari menyambangi kedua dewa lain yang tengah duduk sembari membuang muka dari jungsoo dan kibum

"maafkan kami"

Sungmin berdiri, membungkukkan separuh badanya di hadapan jungsoo, sementara hangeng hanya menatap adegan memalukan itu sembari tersenyum

"zeus ssi, kalau boleh aku sarankan_"

"aku tak butuh saranmu Ares" mata jungsoo berkilat marah, entah apa yang membuatnya begitu membenci ares, jauh dalam memori leluhurnya yang hinggap di setiap senti sel saraf otaknya, penghianatan ares akan selalu terkenang

Jungsoo melangkah masuk ke dalam bangsal eunhyuk, menyibak selimut yang membungkus badan eunhyuk yang cengkring itu

"bangun pemalas"

"hyuuung...aku masih ngantuk...bum ah...kibum ah...tolong aku!" eunhyuk berteriak ketika jungsoo mulai mendekatkan semua jenis obat yang ada di sana pada hidung hyukjae, kibum yang di panggil tak menggubris panggilan itu, harapan jungsoo akan menanyakan keadaanya pudar, ia lebih baik pergi mencari henry atau donghae saja

Terlunta lunta bukan

.

.

.

Kibum menatap langit, angin malam yang dingin tak membuatnya risau sama sekali

"huft..." ia anak yang kuat bukan

Bintang dilangit nampak begitu indah hahaha aku bercanda, bintang sudah tak nampak di abad ini, yang terlihat hanya bulan, tanpa teman...sendiri, seperti dirinya

"apa aku mulai gila? Aku melihat bintang? Atau komet?" otaknya bekerja dengan cepat benda terbang seukuran bola golf yang menyala terang memiliki ekor mulai mendekat kearahnya, semakin lama semakin besar , mata tajamnya menyipit sengit

Ia sadar

"RUDAAAAAALLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL!,"

.

.

.

" perang dimulai " gumaman halus itu mengalun dengan merdunya, ia segera menegakkan badan tegapnya menyiapkan mental dan segala keperluan yang memang ia butuhkan

.

.


Author's note

Anyeong semua ^^
ada yang tahu maksud manor 1223 ?

terimakasih atas 3 readers yang sudah review ^^
kyu,wook,bum itu memang saudara ^^ dan yesunglah appanya , keluarga mereka hancur karna...em...apa ya...kekeke nanti di ch selanjutnya ya^^
sekali lagi terimakasih atas segala dukunganya ^^ mohon review dan dukunganya ya...maaf jika ff ini membosankan...sekali lagi mohon kritik ,saran juga bimbinganya ya ^^