FF Ini udah pernah di post di sebuah blog dan 2 page di facebook serta di note pribadi di facebook..

Kalo merasa pernah membaca FF ini maklum yaahh..

Tittle : KIM FAMILY ... ( Mungkin )

Cast :

Kim Ryeowook

Lee Hyuk Jae

and other cast

Length : Oneshot

Rate : T

Genre : Brothership,family, Angst

Author : ri3_chy

Disclaim : Ryeowook and other cast hanya milik orang tua mereka dan fans mereka..

Summary : Perjalanan cinta Eunhyuk dan Ryeowook tidaklah mudah. Perbedaan derajat dan adanya pihak ketiga menjadi penyebab sulitnya mereka menjalin hubungan. Crack pair. EunWook. KyuMin. HanChul. HaeHyuk.

Annyeong.. ^^

Aku ri3_chy atau ri3chy..

ini ff udah lama banget dan entah udah d post di berapa tempat..dan hanya tempat ini yang belum..hihi..

Mohon baca ff aku ini ya..terus review deh..apapun review'a aku terima.. ^^

Okeh.. selamat membaca..*tersenyum iblis.. B)

Ruang Makan kediaman Kim

Author POV

"Hyukjae, tolong kau panggilkan Wookie untuk segera sarapan.", kata Heechul dengan Koran ditangannya.

"Baik Tuan Muda", kata Hyukjae menunduk kemudian meninggalkan ruang makan untuk memanggil Wookie.

"Hyung, malam ini ijinkan aku untuk tidak pulang ke rumah karena…", kata Kangin.

"Noway! Malam ini tidak ada yang boleh keluar dari rumah! Semuanya harus pulang tepat waktu seperti yang tertera di dalam peraturan yang aku buat. Dan kau Kangin. Sekali lagi kau tidak pulang kau tidak akan pernah bisa pulang ke rumah ini lagi.", kata Heechul kemudian menyeruput kopi yang ada di meja makan. Yang bersangkutan memanyunkan bibirnya.

Hyukjae turun dengan memapah Wookie untuk turun ke ruang makan. Heechul yang sedang membaca korang langsung menghentikan kegiatannya dan memandang mereka. Begitu juga dengan Yesung dan Kangin.

"Kau sakit lagi Wookie? Kau terlihat sangat pucat.", tanya Yesung khawatir.

"Aniyo hyung. Aku baik-baik saja.", kata Wookie setelah tiba di ruang makan. Hyukjae membantu Wookie untuk duduk.

"Gumawo Hyukjae hyung.", kata Wookie.

"Ne. Tuan Muda.", kata Hyukjae sedikit membungkuk dan hendak meninggalkan ruang makan.

"Hyung kau mau kemana? Makanlah bersama kami.", kata Wookie menahan langkah Hyukjae. Yang bersangkutan terlihat ragu. "Bolehkan hyung?", tanya Wookie pada Heechul setelah melihat keraguan di wajah Hyukjae.

"Oh… Ne. Makanlah bersama kami Hyukjae. Ini permintaan tuan muda kita.", kata Heechul mempersilahkan Hyukjae.

"Kamsahamida Tuan Muda.", kata Hyukjae membungkuk dan duduk di samping Wookie.

Para pelayan menyiapkan makanan diatas meja. Hyukjae yang berada di sebelah Wookie melayaninya dengan baik. Hyukjae ini selain supir pribadi Wookie juga sudah dianggap sebagai hyung olehnya. Hyukjae sangat menyayangi Wookie, begitu pula dengan Wookie.

"Hyung, pulang sekolah nanti Kyuhyun mengajakku pergi ke games center. Apa aku boleh pergi?", tanya Wookie pada Heechul.

"Andwe!". Kata Heechul singkat.

"Tapi hyung… Aku tidak enak dengan Kyuhyun karena selalu menolak ajakannya. Ayolah hyung… Kali ini saja…", kata Wookie merengek sambil menggoyang-goyangkan tangan Heechul.

"Aish! Ara…ara… Kalian akan bermain di games center mana?", kata Heechul.

"Itu… Aku tidak tau hyung… Nanti akan aku tanyakan pada…", kata-kata Wookie terpotong dengan kehadiran dua sahabatnya, Donghae dan Kyuhyun.

"Anyyeonghaseo Kim Brother's.", kata keduanya serempak diikuti kekehan Donghae.

"Ya! Pagi-pagi sudah mengganggu kami?", kata Kangin.

"Kami datang kesini khusus untuk Kim Ryeowook.", kata Donghae.

"Ara..ara… Kalian duduklah dan ikut makan bersama kami.", kata Heechul.

"Waaaaa… Kamsahamida hyung. Hehehe..", kata Donghae yang langsung duduk di samping Kangin.

"Ya! Donghae, apakah Sungmin tidak pernah memberimu ma...", kata-kata Heechul terpotong.

"Aku tidak ingin makan satu meja dengan supir.", kata Kyuhyun tiba-tiba dan membuat semua yang ada di ruang makan terbelalak.

"Great!", seru Kangin.

"Ya! Jaga mulutmu tuan Cho. Jika sekali lagi kau tidak bisa menjaga mulutmu Tuan Cho, berhentilah menjadi kerabat keluarga Kim dan teman Wookie.", kata Heechul tegas.

"Mianhae Tuan Muda. Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh Tuan Cho. Aku memang tidak pantas berada disini.", kata Hyukjae. Ketika hendak bangun dari duduknya Wookie menahan tangannya.

"Hyung tetap duduk disini atau aku akan bilang pada ayah untuk memecat hyung. Dan kau Cho Kyuhyun yang terhormat, jika kau tidak meminta maaf pada Hyukjae hyung berhentilah menjadi temanku.", kata Wookie.

"Oke. Maafkan aku TUAN Lee Hyukjae.", kata Kyuhyun menekankan kata "TUAN" pada kalmatnya.

"Anda tidak perlu minta maaf tuan.", kata Hyukjae tersenyum.

"Bagus Kyuhyun. Donghae, bagaimana kabar Sungmin? Sudah satu pekan sejak aku memenangkan tender itu tidak bertemu dengannya lagi. Apa dia kesal padaku?", tanya Heechul yang merupakan rekan sekaligus rival Sungmin dalam berbisnis.

"Ani. Sungmin hyung baik-baik saja. Hanya saja sejak kalah lagi darimu minggu lalu ia jadi lebih sering marah-marah. Hyung, sekali-kali kau mengalahlah pada Sungmin hyung. Aku capek mengurusnya saat ia mabuk setelah kalah tender darimu.", kata Donghae.

"Hahahaha... Jinja? Baiklah lain kali aku akan mengalah darinya.", katanya pada Donghae.

"Oia,Kyuhyun, apa benar kau mengajak Wookie untuk pergi ke game center?", tanya Heechul.

"Ne, hyung. Aku harap kau mengizinkannya."

"kalian akan bermain di game center mana?", tanya Heechul.

"Seoul Game Center. Game center terbesar di Seoul hyung.", jawab Kyuhyun.

"Oke. Tunggu sebentar.", kata Heechul kemudian mengambil handphone yang ada di samping kanannya. Dia menelpon seseorang yang tak lain adalah sekretaris keluarga Kim.

"Yoboseyo. Hongki, bisa kau booking Seoul Games Center untuk hari ini? Jangan lupa kau amankan juga game center tersebut. Ingat jangan boleh ada yang masuk kesana karena Ryeowook dan teman-temannya akan bermain disana. Tolong urus semua keperluannya.", kata Heechul dan semua yang ada di meja makan membelalakan matanya menatap Heechul. Hal ini dilakukan Heechul karena dia over protective terhadap si kembar.

"Oh. Ne. Akan aku urus semuanya hyung. Ada lagi?", tanya Hongki.

"Tidak ada. Gumawo.", kata Heechul menutup teleponnya.

"Oke. Aku izinkan kalian bermain di game center tersebut. Apa perlu aku membelinya untukmu Wookie?", kata Heechul pada Wookie.

"Tidak perlu hyung. Itu saja sudah sangat berlebihan.", kata Wookie.

"Oke. Jika tidak ada lagi yang ingin dibicarakan aku permisi dulu. Yesung, jangan lupa kau pergi ke SMEnt untuk lihat bagaimana keadaan agency tersebut. Kangin, ingat jika kau tidak pulang malam ini kau tidak akan pernah bisa kembali lagi ke rumah ini. Dan untuk magnae tersayang, ingat jam 5 sore kau sudah harus ada di rumah untuk istirahat. Araseo?", pesan Heechul pada semua dongsaeng-nya.

"Araseo hyung.", kata mereka serempak. Sebelum pergi Heechul mengecup kening semua dongsaengnya.

Wookie POV

"…Dan untuk magnae tersayang, ingat jam 5 sore kau harus ada di rumah untuk istirahat. Araseo?", kata Heechul hyung pada kami semua.

"Araseo hyung.", jawab kami serempak dan diikuti oleh kecupan dari Heechul hyung. Heechul hyung pun meninggalkan ruang makan untuk pergi ke perusahaan.

"Sepertinya aku juga harus berangkat sekarang. Hari ini jadwalku sangat padat. Pagi ini harus ke SMEnt, siang hari aku harus berangkat ke Busan. Aku harus segera berangkat agar bisa pulang tepat waktu atau aku akan mendapat sesuatu yang tidak mengenakan dari Heechul hyung. Kalian jaga diri baik-baik, terutama kau Wookie.", kata Yesung hyung kemudian mengecup keningku dan Kangin hyung. Itulah kebiasaan keluarga Kim.

"Aku juga akan berangkat kuliah. Hyukjae, jaga magnae kami selama Kibum tidak ada. Araseo! Wookie, hyung berangkat duluan ya.", kata Kangin hyung kemudian mengecup keningku dan pergi meninggalkan ruang makan.

"Kita berangkat sekarang?", tanya Kyuhyun padaku dan Donghae.

"Ne.", jawabku. Ketika aku berdiri entah kenapa kepalaku sakit sekali dan tubuhku pun limbung. Aku hampir saja terjatuh jika Hyukjae hyung tidak menahanku.

"Gwaenchana tuan muda?", tanyanya. Wajahnya manis sekali…pikirku dalam hati.

"Ne… Gwaenchana, hyung.", kataku dan berjalan keluar.

Aku menaiki Audi putih pemberian Heechul hyung saat aku berulang tahun. Hyukjae hyung yang menjadi supir untukku. Seharusnya aku diantar oleh minimal 4 bodyguard namun aku menolaknya sebagai ganti aku meminta Heechul hyung mempercayai Hyukjae hyung untuk menjagaku. Selama ini yang menjagaku adalah Hyukjae hyung. Aku dan dia hanya berbeda 3 tahun.

Aku sangat menyayanginya lebih dari seorang hyung. Aku tidak menyatakan perasaanku karena aku takut menyakitinya. Aku takut suatu hari nanti aku pergi meninggalkannya. Ya… Cepat atau lambat aku akan pergi meninggalkan dunia ini. Jantungku lemah dan dokter bilang akhir-akhir ini jantungku semakin memburuk. Diperkirakan usiaku tidak lebih dari satu tahun lagi. Hal inilah yang membuat semua hyungku begitu over protected kepadaku.

Mungkin semua orang bertanya kenapa hanya aku saja mengidap penyakit menurun itu padahal aku memiliki kembaran. Dokter mengatakan kalau kekebalan tubuh Kibum lebih kuat daripada aku. Pertahanan tubuh Kibum memang lebih besar dariku.

Hyukjae hyung mengemudikan mobil dengan tetap focus ke jalan. Aku memperhatikan wajahnya yang serius ketika sedang menyetir. Ah… Wajahnya keren sekali. Aku terus memandangi wajahnya dan tersenyum jahil. Sifat jahilku pun keluar. Aku mendekatkan wajahku ke Hyukjae hyung kemudian mengecup pipinya. Mendadak ia menghentikan mobilnya dan akupun sedikit terpental ke depan membuat kepalaku terbentur jok mobil.

BRUKK!

"Aww!", teriakku kesakitan. Jantungku juga sakit karena kaget dan aku yakin wajahku sekarang memucat.

"Mianhae tuan muda. Gwaenchana?", katanya dengan wajah yang memerah sekaligus panik.

"Ne. gwaenchana..", kataku memegang dada kiriku. Hehehe… Kena kau hyung… ternyata otak jailku sama dengan Kibum. Hyukjae hyung pun kembali focus ke jalan.

Hyukjae POV

Seperti biasa setiap pagi dan siang hari tugasku adalah mengantar tuang muda Wookie. Tidak hanya itu aku juga selalu menemaninya bermain ketika dua sahabatnya tidak datang. Ya.. aku yang menemaninya karena tuan muda yang lainnya sibuk dengan urusan masing-masing dan tuan muda Wookie tidak diperbolehkan keluar dari rumah karena tubuhnya yang lemah.

Hari ini aku mengantarnya ke sekolah. Ketika aku sedang focus terhadap jalan tuan muda Wookie terus memperhatikanku. Dan tiba-tiba saja sesuatu menyentuh pipi-ku. Tuan Muda Wookie mencium pipi-ku. Aku mengerem mendadak dan membuat tuan muda terpental ke depan.

BRUKK!

"Aww!", teriaknya kesakitan ketika kepalanya terbentur jok mobil. Ya Tuhan. Wajahnya memucat dan ia memegangi dada kirinya.

"Mianhae tuan muda. Gwaenchana?", kataku panik melihat tuan muda-ku kesakitan.

"Ne. gwaenchana..", katanya. Aku pun terus memfokuskan pada jalanan. Hah… Tuan muda membuatku kaget saja. Wajahku langsung memerah dibuatnya.

Akhirnya kami sampai juga di sekolah tuan muda. Aku turun duluan kemudian membukakan pintu untuk tuan muda. Tuan muda turun dari mobil. Dibelakang mobil kami, mobil tuan muda Kyuhyun dan Donghae tiba.

"Hyung, nanti jangan lupa jemput aku jam 1. Aku akan makan siang bersama Kyuhyun dan Donghae. Hyung makan siang sendiri tidak apa-apa kan?", kata tuan muda ketika dia keluar dari mobil.

"Ne. Aku akan menjemputmu jam 1. Jangan lupa makan siang dan jangan terlalu lelah.", kataku sembari mengacak rambutnya. Aku berani melakukan ini hanya di belakang hyung-hyungnya. Kalau aku melakukan ini di depan mereka bisa dimakan hidup-hidup oleh mereka. Karena menurut mereka hanya mereka-lah yang boleh memegangnya.

"Araseo hyung. Aku masuk dulu. bye!", katanya seraya melambaikan tangannya padaku.

Akupun pergi meninggalkan sekolahnya dan menuju kampusku. keluarga Kim mengizinkan aku untuk membawa mobil yang sering kugunakan untuk mengantar-jemput tuan muda Wookie.

APOV

Lima belas menit sebelum Wookie keluar dari kelasnya, Hyukjae sudah tiba di parkiran sekolah. Hyukjae turun dari mobil dan menunggu tuan mudanya di loby sekolah. Dikeluarkannya sebuah novel dari dalam tas, tak lupa ia juga memasang earphone di telinganya.

Wookie dan Kibum bersekolah di Soul Senior High School. Sebenarnya sekolah baru bubar pukul 15. Tetapi tidak untuk anak-anak kelas eksklusif. Kelas eksklusif merupakan kelas dimana isinya 10 anak dengan kecerdasan diatas rata-rata. Mata pelajaran yang wajib mereka ikuti hanya Bahasa Inggris, Sastra dan Budaya Korea, Matematika, dan Sejarah. Untuk mata pelajaran lainnya terserah mereka ingin mengikuti atau menekuni mata pelajaran apa yang mereka inginkan. Jika tidak ada mata pelajaran lain mereka diperbolehkan pulang. Seragam mereka juga berbeda dengan seragam kelas biasa.

Back to Wookie dan Hyukjae...

Karena terlalu asik membaca, Hyukjae tidak menyadarai kehadiran tuan muda-nya. Wookie terus memperhatikan dan memandangi Hyukjae yang sedang asik membaca.

Wookie POV

Huaaa... Akhirnya pulang juga! Sebenarnya aku sangat lelah dan ingin beristirahat saja di rumah. Tapi berhubung Heechul hyung mengizinkan aku keluar rumah maka aku harus memanfaatkan kesempatan ini. Aku, Kyuhyun dan Donghae turun ke bawah.

Kulihat Hyukjae hyung sudah menungguku di lobby sambil membaca sebuah novel. Aku menghampiri Hyukjae hyung dan kusuruh kedua sahabatku untuk pergi duluan.

"Hyung.", sapaku padanya. Namun yang bersangkutan tidak menoleh. Hah... Dasar hyukjae hyung kalau sudah membaca novel pasti tidak akan memperdulikan yang lain. Aku berdiri di depannya dan terus memperhatikan. Lima menit aku memperhatikannya tapi dia masih tidak menyadari kehadiranku.

Otak jahilku mengeluarkan ide untuk mengerjainya. Perlahan kudekatkan wajahku padanya dan... CUP! Kucium pipi kirinya da berhasil mengalihkan perhatiannya. Matanya terbelalak kaget dengan apa yang kulakukan.

"Tuan Muda?!". Terlihat sekali Hyukjae hyung kaget. Ini kedua kalinya aku mencium pipinya.

"Ya! Hyung kebiasaan sih kalo udah baca novel serasa dunia milik sendiri.", kataku.

"Mianhae tuan muda."

"Kajja hyung! Kyuhyun sama Donghae udah pergi duluan.",aku pun menarik tangan Hyukjae hyung dan dia mengikutiku.

Sesampainya di parkiran Hyukjae hyung berjalan mendahuluiku untuk membukakan pintu mobil. Kutahan tangan Hyukjae hyung ketika dia hendak membuka pintu mobil.

"Hyung tunggu. Ada yang ingin aku katakan." Dia menarik tangannya. "Saranghaeo hyung.", entah setan darimana yang menghampiriku sampai aku berani mengatakan hal itu. Ught... Jantung ini kenapa tidak bisa diajak kompromi sih? Ayolah... Jangan kambuh aku mohon.

"Tuan Muda...", kata Hyukjae hyung dan dia mendekat ke arahku! OMO! Wajahnya semakin mendekat dan wajahnya sekarang tepat disamping telingaku dan membisikan sesuatu.

~tbc~

For tomorrow

DEG!

Arrrrrrrgghh...kenapa nafasku sesak sekali? Kugenggam kaos yang sedang aku gunakan untuk mengurangi rasa sakit. Tapi tetap saja itu tak berpengaruh. Ada apa ini? Aku tak pernah sesesak ini kecuali jika Ryeowook dalam bahaya atau sedang sakit parah. Aaaaaarrrgghh. Apa di Seoul Ryeowook sedang sakit sampai aku sesak seperti ini?