Tittle : KIM FAMILY ... ( Mungkin )

Cast :

Kim Ryeowook

Lee Hyuk Jae

and other cast

Length : Oneshot

Rate : T

Genre : Brothership,family, Angst

Author : ri3_chy

Disclaim : Ryeowook and other cast hanya milik orang tua mereka dan fans mereka. Cerita ini murni milik saya. Yang pernah membacanya..iya memang ini FF yang pernah saya post di page Yaoi Fanfiction di FB, Yesung World, dan note pribadi aku. Tapi belum pernah di post di sini..hehe.. XD

Summary : Perjalanan cinta Eunhyuk dan Ryeowook tidaklah mudah. Perbedaan derajat dan adanya pihak ketiga menjadi penyebab sulitnya mereka menjalin hubungan. Crack pair. EunWook. KyuMin. HanChul. HaeHyuk.

Selamat Membaca…

CHAPTER 2

"Nado... Saranghaeo tuan muda."

Aku membulatkan mataku tak percaya. Jadi? Hyukjae hyung...juga mencintaiku? Spontan aku langsung memeluknya dan dia membalas pelukanku.

"Gumawo hyung. Saranghae."bisikku ditelinganya.

Drrrtt...drrrttt...drrrrtt..terasa Ipad-ku bergetar. Kulepaskan pelukanku dan kulihat siapa yang menelponku, ternyata kyuhyun.

"Ya! Jangan bermesra-mesraan terus! Cepat kita pergi!", teriaknya.

"Kau belum pergi Kyu?", tanyaku padanya.

"Belum. Donghae ingin pergi bersama. Cepatlah!"katanya kemudian memutuskan teleponnya sepihak.

"Hyung, kajja! Kyuhyun sudah mengamuk.", kataku dan Hyukjae hyung membukakan pintunya kemudian dia mulai menyetir.

Sekitar lima belas menit perjalanan akhirnya kami sampai di Game Center. Lho? Kata Heechul hyung tempat ini sudah di sewa tapi kenapa sepenuh ini? Ya... Meskipun dijaga dengan sangat ketat oleh anak buah Kangin hyung. Kami serasa selebritis yang menghadiri sebuah acara dan dikanan kiri kami banyak anak-anak remaja yang berteriak histeris.

Aku mendengar bisik-bisik dari mereka dan teriakan mereka.

"Kyaaaaaaa! Itu kan Kyuhyun dan Donghae oppa. Dan yang satu lagi... Itu... Kibum oppa? Kok pucat? Terus disebelahnya itu siapa? Dia bukan Siwon oppa, tapi tetap keren!", bisik seorang yeoja pada temannya

"Kyaaaaaaaaaa! Bukan! Yang pucat itu bukan Kibum oppa tapi kembarannya. Namanya Ryeowook. Kyaaaaa! Ryeowook oppa betapa imutnya engkau. Lebih imut daripada di foto. Meskipun terlihat pucat tapi kau sangat manis dan imut oppa!", kata teman yeoja disebelahnya dan aku tersenyum pada mereka. Mereka masih saja berteriak histeris.

"Kyuhyun, kenapa ramai seperti ini? Apakah setiap kau main disini selalu ramai?", tanyaku pada Kyuhyun.

"Tidak. Mungkin mereka tahu kalau Kim Ryeowook akan datang.",kata Kyuhyun sedikit dingin. Aku hanya ber-"Oh"-ria.

Ketika kami masuk, manajer game center ini langsung menghampiri kami. Disana juga ada Hongki hyung.(cerita'a Hongki lebih tua dari Wookie yah...) Aku menghampiri Hongki hyung kemudian memeluknya.

"Hyung! Kenapa jarang ke rumah lagi? Apa hyung sudah tak sayang lagi padaku?", tanyaku padanya.

"Hahaha... Maaf Wookie bukannya aku tidak sayang lagi denganmu lagi tapi pekerjaanku yang membuatku jadi jarang ke rumah. Hah... Heechul hyung selalu memberikanku pekerjaan di lapangan.", katanya. Hongki hyung adalah adik kelas sekaligus asisten pribadi Heechul hyung.

"Wookie, ini manajer game center. Jika kau ada perlu apa-apa kau tinggal menghubunginya. Masih ada yang aku urus, jadi kalian aku tinggal ya. Annyeonghaseo.", kemudian Hongki hyung pergi meninggal kami.

"Annyeonghaseo tuan muda Kim. Selamat datang di Seoul Game Center. Perkenalkan saya Jong Tae Wil manajer disini.", katanya sedikit membungkuk dan aku pun sedikit membukuk membalas salamnya.

"Kamsahamida tuan Jong. Apa saya boleh langsung bermain?", tanyaku.

"Oh. Tentu saja tuan. Silakan.", dia pun mempersilahkan aku dan yang lain untuk bermain.

Hyukjae POV

Tuan muda begitu bersemangat untuk bermain. Meskipun wajahnya sangat pucat tapi rona kebahagian terpancar di wajahnya. Ini adalah pertama kalinya tuan muda diizinkan keluar rumah selain untuk sekolah dan berlibur bersama keluarga. Selama tuan besar diluar negeri dan tuan muda Kibum di London, tuan muda Heechul sangat over protected dengan tuan muda Wookie. Aku saja hampir tiap harinya selalu mendapat tamparan jika tuan muda Wookie lupa meminum obatnya dan kambuh.

Aku harap senyuman tersebut tidak pernah pudar apalagi menghilang. Jujur aku sangat takut jika harus kehilangan dirinya. Aku tahu dokter mengatakan umurnya tidak akan lebih dari satu tahun lagi. Jantungnya sudah semakin melemah. Jika aku memikirkan hal itu hatiku semakin sesak. Aku tak ingin kehilangannya. Aku mencintainya.

Tanpa sadar aku melangkahkan kakiku mendekatinya dan memeluknya dari belakang. Sungguh aku merasa akan kehilangannya. Aku tak mau ini terjadi. Entah mengapa aku sangat takut saat ini.

"Hyung...", dia tampak terkejut saat aku memeluknya dari belakang.

"Saranghaeo tuan muda.", kata-kata itu keluar begitu saja.

"N...Nado saranghaeo hyung.", dia melepaskan pelukanku dan berbalik menghadapku. "Hyung kenapa menangis?", tanyanya menatapku heran.

"Aniyo. Gwaenchana. Mianhae tuan muda. Aku hanya saja tiba-tiba rindu denganmu.", kataku bohong.

"Hahaha... Hyung babo! Aku kan disini. Yasudah hyung jangan menangis lagi. Sek... Akh..", kata-katanya terhenti dan dia memegang dadanya. Wajahnya memucat. Ada apa dengannya?

"Tuan muda gwaenchana?", bibirnya semakin membiru dan wajahnya semakin memutih. Nafasnya tidak beraturan dan ia pun tak sadarkan diri. Tuan muda saya mohon jangan seperti ini.

Aku langsung membopongnya dan membawanya keluar. Kedua sahabatnya mengikutiku dari belakang. Aku memdudukannya di dalam mobil setelah itu aku langsung melajukan mobilku secepat yang aku bisa. Tuan muda aku mohon bertahanlah.

Setibanya di rumah sakit aku langsung membawanya masuk. Dokter yang biasa menangani tuan muda langsung menghampiri begitu kami datang. Tuan muda dibawa ke ruang ICU untuk mendapatkan pertolongan. Tuhan... Aku mohon selamatkan dia... Aku tak sanggup jika harus kehilangannya. Aku terus berdoa agar tuan mudaku tidak kenapa-kenapa.

Lama aku menunggu diluar ruang ICU. Tak lama kemudian Tuan Muda Heechul dan Kangin datang.

Plakk!

Sebuah tamparan melayang di pipiku. Ya. Tuan muda Heechul selalu menamparku jika tuan muda Wookie seperti ini.

"Aku menyuruhmu untuk menjaganya! Bukan menyuruhmu untuk membuatnya masuk rumah sakit!", teriaknya padaku. Aku hanya bisa menunduk karena sudah biasa diperlakukan seperti ini.

"Heechul, ada yang ingin aku tanyakan.", kata dokter Park begitu keluar dari ruangan.

"Ne.", jawab Tuan Muda Heechul.

"Apakah Ryeowook makan secara teratur?", tanya dokter tersebut.

"Ne. Setauku Ryeowook selalu makan secara teratur.", jawab Tuan Muda Heechul. Dan memang benar apa yang dikatakan Tuan Muda kalau selama ini tuan muda Wookie selalu makan dengan teratur.

"Begitukah? Lalu apakah Ryeowook meminum obatnya secara rutin?", tanya dokter Park lagi.

"Kalau yang itu aku tidak begitu mengetahuinya hyung karena yang bertugas mengawasi dan memastikan Ryeowook minum obat adalah Kibum dan Hyukjae. Berhubung Kibum sedang aku kirim ke London jadi Hyukjae-lah yang mengawasi Ryeowook.", jawab tuan muda Heechul dan menunjuk ke arahku.

"Ne. Setahu saya tuan muda rutin meminum obatnya.", jawabku. Dokter Park mengerutkan keningnya.

"Apa kalian yakin?", tanya dokter Park sekali lagi dan kami jawab dengan anggukan kepala.

"Sepertinya kalian tidak benar-benar mengawasi Ryeowook."

"Maksud hyung?", tanya tuan muda Heechul.

"Maag-nya kambuh karena sepertinya dia telat makan. Jantungnya sedikit membengkak. Jika Ryeowook meminum obatnya secara teratur jantungnya tidak akan membengkak seperti sekarang.", jelas dokter Park.

"Apakah itu berbahaya jagi?", tanya tuan muda Kangin

"Kalau tadi telat mungkin akan berbahaya. Sekarang Ryeowook sudah tidak apa-apa, dia hanya butuh istirahat. Selain karena telat makan dan tidak rutin minum obat, sepertinya Ryeowook sedang banyak pikiran. Kalian luangkanlah waktu bersama Ryeowook. Terutama kau Heechul, sempatkanlah waktu untuk dongsaengmu. Kalian boleh melihatnya. Ryeowook sudah sadar dan dia akan segera dipindahkan ke ruang inap. Suster telah aku minta untuk menyiapkan ruangan VVIP untuknya. Aku permisi dulu.", dan dokter Park meninggalkan kami.

"Hyung tunggu! Bogoshippo...Jeongmal bogoshippo...", ucap tuan muda Kangin sambil memeluk dokter Park dari belakang.

"Nado. Tapi sekarang aku sedang banyak pasien jagi. Kita makan malam di luar malam ini.", jawab dokter Park berbalik dan mengelus pipi kemudian menciumnya. Dokter Park sekarang benar-benar meninggalkan kami. Dokter Park yang memiliki nama lengkap Park Jung Soo selain dokter pribadi keluarga Kim, dia juga kekasih tuan muda Kangin. Mereka sudah berpacaran hampir empat tahun.

Setelah diperbolehkan masuk, kami semua masuk ke dalam ruang ICU. Kulihat Wookie sedang terbaring lemah di tempat tidurnya. Selang infus, alat bantu nafas dan alat pendeteksi jantung masih terpasang. Dia tersenyum lemah pada kami.

"Hyukjae...hyung...", panggilnya dengan suara lemah.

"Ne. Gwaenchana tuan muda?", tanyaku mendekat padanya.

"Ne hyung.", jawabnya sambil tersenyum.

"Kau sudah mulai nakal seperti Kibum rupanya ya. Apa kau mau aku kirim ke London?", tuan muda Heechul berdiri disampingku dengan berkacak pinggang.

"Aku mau hyung asalkan aku bisa dekat dengan Kibum. Aku merindukannya.",katanya dengan air mata yang siap mengalir.

"Araseo! Jangan menangis Wookie. Hyung akan menyuruhnya untuk pulang.", janjinya pada tuan muda Wookie. "Hyukjae, kau tolong jaga Wookie. Aku masih ada meeting dengan klien pukul 6 sore dan pukul 8 aku ada jamuan malam.", perintah tuan muda Heechul dan pergi meninggalkan kami, juga tidak lupa memberikan kecupan di kening tuan muda Wookie.

"Hyukjae, aku juga harus pergi karena aku harus bersiap untuk makan malam bersama Teukie hyung. Wookie, kau cepat sembuh yah. Saranghae.", tuan muda Kangin pun pergi meninggalkan kami. Begitu mereka keluar aku menggenggam tangan tuan muda dan perlahan mengecup bibir pucatnya.

Sementara itu London...

Kibum POV

DEG!

Arrrrrrrgghh...kenapa nafasku sesak sekali? Kugenggam kaos yang sedang aku gunakan untuk mengurangi rasa sakit. Tapi tetap saja itu tak berpengaruh. Ada apa ini? Aku tak pernah sesesak ini kecuali jika Ryeowook dalam bahaya atau sedang sakit parah. Aaaaaarrrgghh. Apa di Seoul Ryeowook sedang sakit sampai aku sesak seperti ini?

"Bummie, are you oke?", tanya sahabat sekaligus kekasihku Siwon.

"E...entahlah Wonnie... Dadaku terasa sesak. Sepertinya a...ku...ha..rus kembali ke...Se..oul..", jawabku menahan rasa sakit. Drrrtt..drrrrttt... Handphone-ku bergetar. Kuraih Handphone-ku yang ada di meja belajar dan kulihat siapa yang menelpon. Ternyata Heechul hyung.

"Yoboseyo?", terdengar suara Heechul hyung panik.

"Yob...seyo...", jawabku terbata karena menahan rasa sesak.

"Gwaenchana Bummie? Kau harus pulang hari ini juga! Wookie sakit!", terdengar suara Heechul hyung panik.

"Pantas saja akhir-akhir ini perasaanku tidak tenang dan... Ught... Dadaku terasa sesak... Aku akan pulang hari ini hyung.", jawabku.

"Hyung sudah menyiapkan pesawat pribadi untukmu. Kau hanya tinggal berangkat saja. Orang suruhan hyung juga akan menjemputmu. Hyung juga sudah menyiapkan bodyguard untukmu sesampainya di Incheon kau akan dijemputmu oleh mereka."

"Baik hyung.", jawabku dan memutuskan hubungan telepon.

"Ryeowook sakit dan aku harus pulang hari ini Wonnie.", kataku pada Siwon.

"Aku ikut denganmu. Aku tidak tenang membiarkanmu pergi sendiri.", ucap Siwon menenangkanku. Akupun berkemas dibantu oleh Siwon. Siwon juga akan ikut aku kembali ke Seoul. Perasaanku masih belum tenang jika belum bertemu dengan saudara kembarku.

Orang suruhan Heechul hyung yang menjemputku sudah datang. Mereka memasukkan barang-barangku dan Siwon ke dalam bagasi. Selama diperjalanan Siwon terus merangkulku. Akupun menyandarkan kepalaku yang terasa berat ke dada Siwon yang bidang sampai akhirnya kami tiba di bandara.

Korea

Hyukjae POV

Tuan muda Wookie sudah dipindahkan ke ruang inap meskipun selang infus dan alat bantu nafas masih terpasang di tubuhnya. Sekarang sudah pukul 16.45 dan ini waktunya tuan muda untuk minum obat maag yang diberikan dokter.

"Tuan muda, saatnya minum obat. Lima belas menit kemudian kau makan.", kataku sambil membantunya duduk kemudian memberikan sebutir obat untuk diminumnya sebelum makan.

"Hyung, yang diluar itu siapa?", tanyanya padaku setelah aku menaruh gelas bekas ia minum. Ia menunjuk dua orang yang sedang berdiri di depan ruangannya yang terlihat dari kaca kecil pada pintunya.

"Oh. Mereka itu bodyguard tuan muda Heechul yang akan menjaga ruanganmu seperti biasa setiap kau di rawat.", kataku membelai lembut rambutnya.

"Mwo? Kan aku sudah bilang pada Heechul hyung kalau aku tidak ingin memiliki bodyguard. Lagipula jika itu bodyguard-nya Heechul hyung, bagaimana dengannya?",katanya memanyunkan bibirnya yang membuatku gemas dan ingin menciumnya.

"Tadi tuan muda Heechul bilang mereka itu adalah bodyguard untukmu. Jadi mulai hari dan seterusnya kau akan dijaga oleh mereka.", gemasku mencubit pipinya yang ia gembungkan karena kesal dengan hyung-nya.

"Lalu hyung sendiri? Apa hyung sudah bosan menjagaku?", dia memanyunkan bibirnya lagi dan membuatku benar-benar menciumnya sekarang.

"Never. Aku tidak akan pernah bosan untuk menjagamu.", aku tersenyum padanya dan seorang suster datang membawa sebuah nampan berisi makanan untuk tuan muda. Aku menyuapinya sampai makanan itu habis dimakan olehnya kemudian aku membantunya meminumkan obat. Setelah tuan muda memakan dan meminum obatnya ia pun tertidur. Aku memebelai lembut rambutnya dan mengecup keningnya kemudian keluar dari ruangan.

Begitu aku membuka pintu tuan muda Kibum dan temannya datang.

"Hyung, bagaimana keadaan Wookie?", tanyanya.

"Tuan muda Wookie sudah baikan dan sekarang sedang tidur. Tuan muda anda terlihat sangat pucat lebih baik anda istirahat dulu.", saranku ketika melihat wajahnya sangat pucat. Ternyata ikatan batin anak kembar itu sangat kuat. Jika yang satu sakit yang lain akan ikut sakit.

"Aku akan sembuh jika sudah melihat keadaan Wookie.", katanya dan dia pun masuk bersama temannya.

Begitu masuk dia langsung menggenggam tangan tuan muda Wookie dan mengecup keningnya tanda tuan muda Kibum sangat merindukannya. Dia membelai rambut tuan muda Wookie dan bergumam "Bogoshippo Wookie-ah... Jeongmal Bogoshippo." sambil menciumi telapak tangan tuan muda Wookie.

~tbc~

balesan review...

siaaappp..ini sudah dilanjutkan..

ryeo ryeo ryeong kekekeke..siipp..baca dan review terus ne.. :)

cashewlover14 iya benar..kekeke..ini ff udah ada di 2 page dan note pribadi aku..tapi aku rada gak semangat lanjutin'a..kkkk..

ssstt..jangan bocorin chapt yang udah pernah kamu baca ne..ntar jadi gak seru..nah..mulai sekarang rajin review yaaa.. :)

all..gumawo ne..

next chapt...

"Hari ini tuan besar akan pulang tuan muda."/"MWO?!"/

"I am free!"/"Mati kita hyung."/

"MWO? Tapi ayah.."