Tittle : KIM FAMILY ... ( Mungkin )
Cast :
Kim Ryeowook
Lee Hyuk Jae
and other cast
Length : Oneshot
Rate : T
Genre : Brothership,family, Angst
Author : ri3_chy
Disclaim : Ryeowook and other cast hanya milik orang tua mereka dan fans mereka. Cerita ini murni milik saya. Yang pernah membacanya..iya memang ini FF yang pernah saya post di page Yaoi Fanfiction di FB, Yesung World, dan note pribadi aku. Tapi belum pernah di post di sini..hehe.. XD
Summary : Perjalanan cinta Eunhyuk dan Ryeowook tidaklah mudah. Perbedaan derajat dan adanya pihak ketiga menjadi penyebab sulitnya mereka menjalin hubungan. Crack pair. EunWook. KyuMin. HanChul. HaeHyuk.
Maaf kalau update-nya lama. Saya lagi banyak kerjaan di kantor.. T^T
Selamat Membaca…
Chapter 3..
Seminggu kemudian...
APOV
Berita sakitnya Ryeowook terdengar sampai telinga sang Tuang Besar Keluarga Kim, Kim Nam Gil. Tidak ada yang tidak diketahui oleh Nam Gil, ayah dari kelima anak-anak tampan sekaligus cantik. Semua yang terjadi pada kelima anaknya itu pasti sampai ke telinganya dan jika terjadi apa-apa dengan sang magnae Kibum dan Ryeowook, sang Tuan Besar langsung terbang pulang ke Seoul.
Pagi ini saat sarapan di ruang makan rumah keluarga Kim dihebohkan dengan rencana kepulangan Tuang Besar Kim Nam Gil.
"Ada kabar apa pagi ini tuan Lee?", tanya Heechul anak tertua keluarga Kim saat tiba di ruang makan dan duduk di bangkunya.
"Hari ini tuan besar akan pulang tuan muda.", kata tuan Lee kepala rumah keluarga Kim. Berita mengejutkan ini membuat keempat tuan muda yang berada di meja makan tersentak kaget. Heechul yang sedang menyeruput kopinya langsung menyemburkannya. Yesung dan Kangin yang sedang menelan makanannya langsung tersedak. Kibum yang sedang meminum susunya langsung terbatuk-batuk.
"MWO?!", tanya keempatnya serentak setelah sedikit normal.
"Ne tuan muda. Semalam tuan besar menelpon katanya hari ini beliau akan pulang dan meminta semua anaknya untuk berkumpul malam ini. Beliau akan sampai sekitar pukul 5 sore. Jadi sebelum pukul 5 semuanya harus sudah ada di rumah.", jelas tuan Lee.
"Ya! Kim Young Won! Cepat kau telpon Jung Soo dan tanyakan apakah Ryeowook sudah boleh pulang hari ini atau belum? Kalau tidak bisa mati kita semua!", seru Heechul dengan nada panik.
"Ne hyung. Aku juga tak mau dikurung di rumah selama satu bulan dan dikawal oleh lebih dari 5 bodyguard setiap harinya. Aku telpon sekarang.", kata Kangin tak kalah panik.
"Kau Jong Won! Bagaimana dengan masalah yang terjadi di SMEnt? Apa sudah terselesaikan? Bisa mati kita jika masalah Hankyung Super Junior dan JYJ terdengar sampai telinga ayah.", tanya Heechul memastikan.
"Mianhae hyung. Sepertinya untuk masalah yang satu itu belum dapat diselesaikan karena baik Hankyung maupun JYJ tidak ingin menarik tuntutannya.", Yesung menyesal.
"Aish! Yasudah usahakan selesai hari ini! Dan kau Kim Kibum! Jangan katakan pada ayah jika kemarin aku sempat mengirimmu ke London.", kini Heechul beralih ke Kibum.
"Ne hyung. Aku tidak akan bilang. Tapi aku bisa memastikan ayah pasti tau segalanya yang terjadi.", kata Kibum santai dan Heechul hanya bisa menghela nafas panjang. Tapi kemudian…
"Kyaaaaaaaaaaaa!", teriak Heechul yang membuat ketiga adiknya kaget.
"YA! HYUNG! JANGAN BERTERIAK SEPERTI ITU! KAMI BISA TULI!", balas Kangin berteriak.
"Gawat! Gawat! Gawaaaaatt!", kata Heechul lebih panik dari mendengar berita kepulangan ayahnya. Sekarang dia berdiri kemudian berputar di tempat dengan tangan diatas kepalanya seperti orang frustasi.
"Hyung bisa tenang tidak?", tanya Yesung santai.
"Bagaimana aku bisa tenang Yesung? Pertama aku belum memeriksa laporan keuangan perusahaan bulan ini, aku belum memeriksa kinerja para karyawan bulan ini! Kedua dan paling gawat adalah AKU BELUM MEMENUHI PERINTAH AYAH UNTUK MEMILIKI PACAR! GAWAT! GAWAT! GAWAAAAAAAAAATTTT! Aku tidak ingin dijodohkan! Tidaaaaaaaakk!", teriak Heechul histeris.
"Yasudah. Hyung minta tolong saja pada Hongki hyung atau Mithra hyung untuk menjadi pacar pura-pura hyung selama ayah ada di rumah.", kata Kibum santai.
"Ya! Mana mungkin ayah percaya. Aish! Tugas kalian semua carikan aku seorang namja cantik untuk kujadikan namjachinguku sebelum pukul 4 sore!", perintah Heechul pada ketiga adiknya.
"Ya! Apa kau sudah gila hyung? Mana bisa mencarinya dalam waktu secepat itu? Dalam waktu satu hari saja belum tentu bisa hyung.", jawab Yesung.
"Aish! Terus aku harus bagaimana? Ottokhe?", tanyanya semakin frustasi.
"Ah! Bagaimana kalau hyung minta tolong pada Sungmin hyung saja?", saran Kibum.
"Andwe! Dia itu sahabatku! Lagipula dia itu kan namjachingu dari sahabatmu Kyuhyun.", tolak Heechul.
"Hah... Aku menyerah hyung.", kata Kibum pada akhirnya.
"Satu masalah teratasi hyung! Wookie sudah diperbolehkan pulang", Kangin memberi kabar baik yang membuat semuanya bernafas lega karena masalah besar untuk mereka telah teratasi.
Rumah Sakit
Sekitar pukul 10 Ryeowook pulang dari rumah sakit. Kangin yang ditugaskan untuk menjemput Ryeowook dari rumah sakit. Hyukjae tetap setia menunggui Ryeowook sampai akhirnya diijinkan pulang. Ryeowook sangat senang karena diperbolehkan pulang. Dia sudah sangat bosan terus berada di rumah sakit.
"Ingat Wookie, kau jangan lupa meminum obatmu secara teratur jika kau tak ingin sakit lagi seperti kemarin. Araseo?", nasihat dokter Park.
"Ne hyung. Aku akan meminumnya tepat waktu.", kata Wookie dengan senyum termanisnya.
"Gumawo hyung sudah menyembuhkan Wookie.", kata Kangin pada kekasihnya.
"Sama-sama.", kata dokter Park dengan senyum angel-nya. Kangin pun langsung mencium bibir Park Jung Soo sebagai tanda terima kasih dan tanda cintanya pada sang kekasih.
"Kami pulang dulu hyung. Annyeonghaseo!", pamit semuanya dengan membungkuk dan meninggalkan rumah sakit.
Rumah keluarga Kim...
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 16.30. Seluruh pelayan di rumah keluarga Kim sudah berjejer rapih di depan rumah untuk menyambut tuan besar. Tidak hanya pelayan, kelima anak keluarga Kim juga ikut menyambut sang ayah tercinta.
"Hyung, apa benar ayah akan datang hari ini?", tanya Ryeowook dengan wajah polosnya.
"Ne. Kau jangan bilang pada ayah kalau kau baru pulang dari rumah sakit ya.", kata Heechul sambil membenarkan dasi dan merapikan rambut Ryeowook.
"Ne hyung.", jawabnya dengan senyum termanisnya.
Tak lama kemudian sang Tuan Besar pun datang dengan segala kewibawaannya. Tuan Besar menggunakan jas hitam, kemeja putih dan dasi berwarna hitam. Kacamata hitam pun melekat di wajahnya. Di belakang tuan besar tampak seorang namja cantik mengenakan celana putih, jas putih, kemeja bermotif kulit macan dengan kacamata hitam melekat di wajahnya. Rambutnya yang sebahu tergerai indah melebihi indahnya rambut seorang yeoja. Semua pelayan yang berjejer menundukkan badannya hingga 90º.
Kelima anak keluarga Kim terperangah dengan kehadiran seorang namja cantik bersama sang ayah. Mereka menyadari siapa namja cantik tersebut. Namja itu bernama Kim Jae Wook. Namja paling cantik di keluarga Kim. Dia adalah sepupu kelima tuan muda Kim.
"Kim Jae Wook hyung...", pekik Heechul tertahan saking shock-nya.
"Perasaanku tidak enak hyung.", ucap Yesung.
"Tamatlah riwayat kita hyung.", ucap Kangin.
-Glek..-
Ketiga anak tertua keluarga Kim menelan ludah mereka menahan kekhawatirannya. Berbeda dengan ketiga hyungnya, si magnae justru sangat senang dengan kehadiran Jae Wook.
"Selamat datang surga.", Kibum bersuara pelan dengan senyum mengembang.
"I am free!", seru Ryeowook.
"Hyuuuuuuuuuungngng!", teriak kedua magnae kemudian menghampiri Jae Wook dan memeluknya.
"Oke. Yang lain boleh bubar. Dan kalian bertiga! Ikut ayah ke ruang kerja! Sekarang!", perintah Kim Nam Gil ayah mereka.
GLEK.
"Mati kita hyung.", seru kangin.
Heechul POV
Hari ini ayah pulang ke Seoul dan semua orang menyambutnya. Awalnya aku tidak terlalu mempermasalahkan kehadiran ayah di rumah karena Wookie sudah keluar dari rumah sakit. Tapi semuanya berubah ketika ayah masuk bersama seorang pria cantik yang sudah sangat aku kenal. Ya! Kim Jae Wook! Sepupu kami, anak dari Kim Jae Jong adjussi-kakak kandung ayahku-.
Dia memang terlihat sangat lemah tapi jika sudah bicara tidak ada yang berani membantahnya. Ya Tuhan! Kehadiran ayah di rumah saja sudah membuat rumah serasa di neraka. Ditambah dengan Jae Wook hyung? Hah...
"Kim Jae Wook hyung...", pekikku tertahan saking shock-nya.
"Perasaanku tidak enak hyung.", bisik Yesung padaku.
"Tamatlah riwayat kita hyung.", ucap Kangin. Dia tampak paling shock dibandingkan denganku dan Yesung.
Berbeda dengan kami yang sangat tidak menerima kehadiran Jae Wook hyung, si magnae kembar justru sangat bahagia dengan kehadirannya. Bagaimana tidak? Mereka sangat dimanja oleh Jae Wook hyung melebihi aku memanjakan mereka.
"Selamat datang surga.", Kibum bersuara pelan dengan senyumnya yang mengembang.
"I am free!", seru Ryeowook. Mwo? Dia bebas? Apa selama ini dia tertekan jika bersamaku?
"Hyuuuuuuuuuungngng!", teriak kedua magnae kami kemudian menghampiri Jae Wook dan memeluknya.
"Oke. Yang lain boleh bubar. Dan kalian bertiga! Ikut ayah ke ruang kerja! Sekarang!", perintah ayah pada kami.
GLEK.
"Mati kita hyung.", seru kangin.
Kami pun mengikuti ayah ke ruang kerjanya begitu juga si magnae dan Jae Wook hyung. Begitu tiba di ruang kerjanya, ayah duduk di sofa yang ada di ruangan itu dan kami berdiri di hadapannya menunduk takut. Sekretaris ayah datang membawa berkas dan memberikannya pada ayah. Aku yakin berkas tersebut berisi laporan mengenai semua kelakuan kami selama ayah tidak ada. Keuangan yang kami keluarkan dan lain-lain. Seperti kata Kangin tadi, tamatlah riwayat kami... Betiga... karena aku yakin sesalah apapun dua magnae kami pasti dianggap benar oleh ayah.
"Kim Ryeowook.", panggil ayah. Hah? Tumben ayah memanggil nama Wookie terlebih dahulu. Perasaanku semakin tidak enak.
"Ne ayah.", katanya menunduk.
"Berkelakuan baik, nilai Matematika hanya 98, Bahasa Inggris hanya 90, Sastra Korea hanya 98, dan Sejarah hanya 98. Apa hyungmu tidak mengawasimu belajar sehingga kamu hanya mendapatkan nilai seperti ini?", tanya ayah lembut pada Wookie kemudian menatapku seakan siap menerkamku.
GLEK... aku menelan ludah karena takut dengannya.
"Aniyo. Hyung selalu mengawasiku belajar ayah hanya saja akhir-akhir ini aku merasa letih jadi kurang konsentrasi di sekolah. Jangan memarahi hyung ayah...", pinta Wookie.
"Oke ayah tidak akan marah pada hyungmu. Tapi tolong jawab yang jujur pertanyaan ayah. Apakah seminggu ini kamu berada di rumah sakit?", tanya ayah lembut.
"...", Wookie hanya diam. Dan itu berarti dianggap ya oleh ayah.
"Oke. Kim Kibum.", panggil ayah.
"Ne ayah.", jawabnya.
"Berkelakuan cukup baik. Menghajar Zhoumy karena membela Henry Lau si anak baru. Apakah Young Won yang megajarimu berkelahi?", tanya ayah dan dijawab dengan gelengan kepala. Kemudian ayah melanjutkan "Nilai Matematika hanya 98, Bahasa Inggris hanya 98, Sastra Korea hanya 98, dan Sejarah hanya 98. Apa hyungmu tidak mengawasimu belajar sehingga kamu hanya mendapatkan nilai seperti ini?", tanya ayah sedikit keras padanya.
"N...Ne ayah. Aku memang menghajar Zhoumy karena dia sudah kelewatan dengan Henry. Tapi bukan Kangin hyung yang mengajariku. Dan sama seperti Wookie, hyung selalu mengawasi kami belajar ayah.", jawab Kibum tegas.
"Hmmm... Apa benar kau dikirim oleh Heechul ke London?", tanya ayah.
"Itu...", katanya melirik ke arahku. Dia benar-benar ingin membunuhku.
"Tak menjawab berarti ya. Kim Young Won.", panggil ayah pada Kangin.
"Menyerang Geng Dong Bang Shin Ki, menghajar anak keluarga Jong, membuat keributan di jalan raya, dan nilaimu C semua! Apa-apaan ini?", bentak ayah pada Kangin. "Kibum, Ryeowook. Kalian keluarlah dulu. Ayah ingin bicara dengan ketiga hyung kalian.", kata ayah lembut pada kedua magnae kami.
"Tapi aku mau disini ayah.", pinta Wookie.
"Lebih baik kalian keluar.", kataku pelan.
"Tapi hyung..."
"Kami akan baik-baik saja.", kataku memberikan pengertian.
"Jinja?"
"Mmm..", aku mengangguk mengiyakan. Dan mereka pun keluar. Begitu mereka keluar sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi Kangin. PLAK!
"Inikah yang kau lakukan selama aku tidak ada? Jawab Kim Young Won!", bentak ayah.
"Mi...Mianhae ayah...", jawabnya dan terlihat sedikit sedikit air mata diujung matanya.
"Hah... Kim Jong Won. Bagaimana dengan kasus yang ada di SMEnt? Apa sudah selesai?", tanya ayah.
"Belum ayah. Hankyung dan JYJ masih tetap tidak ingin menarik tuntutan mereka. Dan ternyata kita kecolongan ayah. Lee So Man adjussi ternyata melanggar aturan yang diberikan oleh Dirjen HAM.", jelas Yesung.
"Oke. Besok ayah sendiri yang akan menemui Lee So Man. Kim Heechul!", panggil ayah padaku. Terlihat kemarahan pada matanya.
"N...Ne ayah...", jawabku takut. Dan... PLAK! Sebuah tamparan mendarat di pipiku.
"Kesalahanmu pertama. Mengirim Kibum ke London dan memisahkannya dari Ryeowook. Dan akibat dari apa yang kau lakukan adalah Ryeowook masuk rumah sakit selama satu pekan. Kesalahanmu yang kedua. Membiarkan Young Won menyerang geng Dong Bang Shin Ki, menghajar anak keluar Jong dan membuat keributan! Apa saja yang kau lakukan selama ini sampai dongsaengmu melakukan kesalah besar hah?!"
"Tapi aku sudah memberinya pelajaran ayah.", belaku. PLAK! Lagi-lagi ayah menamparku.
"Memberi pelajaran dengan cara membungkam mulut keluarga Jong agar tidak melaporkan ini ke polisi? Kemudian menyogok polisi agar adikmu bebas berkeliaran tengah malam di jalan raya?"
"...", aku lebih memilih diam dari pada mendapatkan tamparan lagi.
PLAK!
Tapi pilihanku salah. Ayah justru menamparku lebih keras.
"Kenapa diam? Kenapa tidak bisa menjawab hah?", gertak ayah hendak menamparku lagi tapi ditahan oleh Jae Wook hyung.
"Kesalahan ketiga yang kau perbuat adalah memecat karyawanmu hanya karena dia salah dalam mengerjakan tugasnya."
"Iya. Aku mengaku salah.", kataku akhirnya.
"Oke. Mulai besok ayah akan terjun langsung dalam mengawasi perusahaan. Kau akan dibantu oleh Kim Jae Wook. Dan mulai besok Jae Wook akan menggantikan posisimu sebagai Presiden Direktur, dan kau Wakil dari Jae Wook!"
"MWO? Tapi ayah...", kataku. Apa-apaan ini? Kenapa jadi seperti ini? Aish!
"Yesung, mulai besok biar ayah saja yang langsung menangani kasus di SMEnt. Kau kerjakan tugasmu yang lain."
"Ne.", jawab Yesung. Ayah tidak adil! Kenapa Yesung tetap boleh memegang perusahaan?
"Kangin. Mulai besok kau akan diantar dan dijaga oleh bodyguard. Tapi ayah tetap akan merestui hubunganmu dengan dokter Park."
"MWO? Tapi ayah..", Kangin tampak sangat shock dengan keputusan ayah.
"Tidak ada kata tapi. Lebih baik sekarang kita makan malam.", ayah memotongnya dan keluar dari kantornya. Kami mengikutinya dari belakang. Kulihat Jae Wook hyung hanya tersenyum seperti biasa. Senyuman yang paling aku benci.
Di luar ruangan ternyata Wookie menunggu kami. Begitu aku keluar dia langsung menghampiri dan memelukku. Kubalas pelukannya.
"Hyung, mianhae. Karena aku sakit dan nilaiku tidak sempurna hyung jadi dimarahi oleh ayah. Mianhae hyung... mianghae...", dia menangis.
"Gwaenchana Wookie-ah. Hyung tidak apa-apa. Mulai sekarang kau harus lebih menjaga kesehatanmu agar hyung tidak dimarahi ayah lagi. Araseo?", kataku menenangkannya.
"Araso hyung. Ayo kita makan.", dia mengusap air matanya sendiri dan menarikku untuk makan malam. Ah... Aku makin sayang dengan dongsaengku yang satu ini.
Bersambung...
