Tittle : KIM FAMILY ... ( Mungkin )

Cast :

Kim Ryeowook

Lee Hyuk Jae

and other cast

Length : Oneshot

Rate : T

Genre : Brothership,family, Angst

Author : ri3_chy

Disclaim : Ryeowook and other cast hanya milik orang tua mereka dan fans mereka. Cerita ini murni milik saya. Yang pernah membacanya..iya memang ini FF yang pernah saya post di page Yaoi Fanfiction di FB, Yesung World, dan note pribadi aku. Tapi belum pernah di post di sini..hehe.. XD

Summary : Perjalanan cinta Eunhyuk dan Ryeowook tidaklah mudah. Perbedaan derajat dan adanya pihak ketiga menjadi penyebab sulitnya mereka menjalin hubungan. Crack pair. EunWook. KyuMin. HanChul. HaeHyuk.

Selamat Membaca…

Chapter 4..

Heechul POV

Uhgt... Hoaaahmm... Hah... Sakit sekali kepalaku setelah kejadian tadi malam. Semalam sepertinya aku bermimpi sangat menyeramkan! Lebih menyeramkan daripada bertemu atau bermimpi bertemu hantu. Aku bermimpi ayah pulang ke rumah bersama Jae Wook hyung dan memarahiku habis-habisan! Aku lebih baik bertemu dengan hantu daripada bertemu dengan ayah.

Aku bangun dari tempat tidur kemudian mandi dan berganti pakaian untuk pergi ke perusahaan. Hari ini pasti akan sangat melelahkan. Akupun turun ke bawah untuk sarapan bersama dongsaeng-dongsaengku. Ketika sampai di ruang makan aku dikejutkan dengan dua makhluk paling menyeramkan di keluarga Kim! MWO? Ternyata yang semalam bukan mimpi? Yang semalam itu kenyataan? Ayah ada di rumah dan bersama Jae Wook hyung? Aish!

SELAMAT DATANG DI NERAKA KELUARGA KIM, KIM HEECHUL! Batinku.

"Kau terlambat 5 menit Kim Heechul. Pantas saja kelakuan dongsaengmu seperti itu kau sendiri saja tidak memberikan contoh yang baik pada mereka!", tegas ayah begitu aku duduk di bangku yang biasa diduduki oleh Yesung.

"Mianhae ayah. Kepalaku sangat sakit ketika bangun tadi jadi aku menenangkan diri dulu.", jelasku.

"Makanya jangan terlalu banyak minum.", nasehat ayah. MWO? Minum? Ya! Yang membuatku sakit juga kau tau!, teriakku dalam hati.

"Jae Wook hyung, semalam kau belum cerita mengenai kehidupanmu selama di Perancis. Ceritakanlah hyung.", pinta Kibum pada Jae Wook hyung.

"Mmm... kehidupanku di Perancis? Sangat menyenangkan! Bersama dengan namjachingu hyung membuka sebuah Cake Shop disana. Kapan-kapan mainlah ke Perancis terus mampir ke cake shop hyung disana.", kata Jae Wook hyung. Hah... Baru punya cake shop saja sudah bangga seperti itu!

"Waaa... Hyung hebat! Kapan-kapan kami akan ke Perancis. Bolehkan ayah?", tanya Wookie.

"Andwe! Kau tidak boleh terlalu letih Wookie. Perjalanan Seoul-Perancis itu cukup melelahkan.", kataku melarang Wookie.

"Kau boleh kesana jika kondisi kesehatanmu sudah lebih baik.", kata ayah. Hah... Aku lupa jika ada ayah di rumah semua ucapanku tidak berarti apa-apa.

"Kamsahamida ayah.", kata Wookie.

"Bagaimana kabar namjachingu-mu Jae Wook?", tanya ayah pada Jae Wook hyung. Perasaanku tidak enak.

"Jean-Baptises baik adjussi. Sebenarnya kemarin dia berat untuk mengizinkan aku pergi karena seseorang.", jelas Jae Wook hyung sambil menatapku dengan senyum yang sulit diartikan.

"Heechul hyung! Kapan hyung seperti Jae Wook hyung? Carilah namja atau yeojachingu agar aku punya lebih banyak hyung dan noona. Yesung hyung sudah punya Chaerin noona, Kangin hyung sudah punya Jung Soo hyung, Kibum sudah punya Siwon, dan aku... Hyung kapan seperti hyung yang lain?", tanya Wookie dengan wajah innocent-nya. Aku langsung membelalakan mataku mendengar pertanyaan dari magnae satu ini. Kulihat Yesung, Kangin, dan Kibum langsung tersedak mendengar pertanyaan Wookie.

"Ah! Pantas saja semalam aku tidur tidak nyenyak ternyata ada yang terlupakan. Ya! Kim Heechul jawab per..."

"Ah! Kajja Wookie, kita sudah terlambat sebaiknya kita pergi sekarang. Ayah kami pergi sekolah dulu.", potong Kibum yang sepertinya mengetahui keadaan.

"Eh? Tapi kan Heechul hyung belum menjawab pertanyaannya.", kata Wookie dengan polosnya.

"Sudah nanti saja Wookie kita sudah kesiangan! Semuanya kami berangkat dulu." Merekapun pergi dengan memberikan kecupan kepada semuanya.

"Ah! Aku harus segera ke kampus. Ada yang harus kuurus pagi ini. Ayah aku pergi dulu. Bodyguard-ku sudah siap kan?", Kangin pun sepertinya menyadari keadaan sudah akan seperti neraka. "Hyung, aku turut berduka atas nasipmu pagi ini.", bisik Kangin saat aku memberikan kecupan di keningnya.

"Ya! Dasar dongsaeng kurang ajar!", teriakku tertahan. Dan dia terkekeh sambil meninggalkan ruangan.

"Aku juga harus segera berangkat untuk menyiapkan berkas-berkas rapat nanti.", sekarang giliran Yesung yang pergi dan akupun sendiri menghadapi dua orang ini. "Hyung mianhae.", ucapnya saat aku memberikan kecupan di keningnya. Begitu Yesung keluar dari ruang makan aku melirik ke arah ayah.

"Ah! Aku juga harus..."

"Kau akan ke kantor bersama ayah dan Jae Wook. Kau belum menjawab pertanyaan dari Wookie, Kim Heechul!", potong ayah saat aku hendak berdiri. Mati aku! Harus jawab apa aku? Kulihat Jae Wook hyung juga terlihat seperti menunggu jawaban dariku. Apakah dia...

"Ya! Jawab Kim Heechul!", bentak ayah membuyarkan lamunanku.

"Eh... Anu... Itu..."

"Ya! Jawab yang benar Kim Heechul!", teriak ayah lagi.

"Sudahlah adjussi, mungkin Heechul sudah memiliki namja atau yeojachingu tapi karena malu jadi belum dikenalkan pada adjussi. Iya kan Chullie?", Jae Wook hyung menjawab pertanyaan ayah. Tapi tunggu...tadi dia bilang apa? Chullie? Dia memanggilku Chullie? Benarkah? Aish! Hyung, kenapa kau menyiksaku seperti ini?

"Eh...n...nde...", jawabku menundukkan kepala. Jujur aku tidak berani menatap keduanya.

"Baiklah. Kalau memang begitu kenalkan pada ayah siapa pacarmu pekan depan sebelum ayah kembali ke Cina.", kata ayah berdiri dan mengecup keningku serta kening Jae Wook hyung. "Cepat selesaikan sarapanmu. Ayah tunggu di mobil."

"Nde.", kataku.

"Jadi, apakah kau sudah memiliki namjachingu?", tanya Jae Wook hyung. Aku menunduk tak berani menatapnya. Aku takut perasaan itu tumbuh kembali. Aku yakin saat ini Jae Wook hyung pasti menatapku tajam. Ah! Kau menyiksaku hyung!

"..."

"Tak menjawab? Baiklah.", katanya beranjak dari duduknya. Dia menghampiriku kemudian mengangkat daguku. Jujur saja jantungku tidak bisa diajak kerjasama. Dia memberikan kecupan di keningku seperti ayah. Wajahnya perlahan turun ke bawah dan... Dia memberiku kecupan di bibir! Akupun membelalakkan mataku saking terkejutnya. Tapi lama-lama aku memejamkan mataku untuk merasakannya lebih dalam. Lembut, hangat, dan manis masih sama seperti dulu. Aku tau ini salah karena dia adalah hyungku. Tapi aku juga tidak bisa membohongi hatiku. Aku masih mencintainya dan izinkan aku memilikinya selama dia berada di Korea.

Dia melepaskan ciuman hangat itu lalu pergi menyusul ayah. Hah... Aku menjatuhkan wajahku ke meja. Aku masih mencintainya ternyata. Dan aku pergi meninggalkan ruang makan dan menyusul ayah serta Jae Wook hyung.

perusahaan

APOV

Ketika tiba di perusahaan Nam Gil, Jae Wook dan Heechul disambut oleh para karyawan. Setiap mereka lewat para karyawan membungkuk untuk memberi hormat. Nam Gil hari ini membuat rapat direksi dadakan. Saat tiba di ruang rapat, para direktur dan beberapa sekretaris dari tiap divisi sudah menunggu. Mereka berdiri memberi salam saat ketiganya memasuki ruangan. Disana juga tampak Hongki asisten pribadi Heechul dan Mithra sekretaris Heechul.

"Selamat pagi para Direktur sekalian. Hari ini saya meminta anda sekalian untuk hadir di dalam rapat direksi ini untuk mengumumkan beberapa hal. Sebelumnya saya minta maaf karena rapat ini begitu mendadak. Yang ingin saya sampaikan adalah saya ingin mengenalkan keponakan saya yang bernama Kim Jae Wook. Jae Wook untuk sementara akan menggantikan Heechul sebagai Presiden Direktur. Sedangkan Heechul akan menjadi wakil Jae Wook menggantikan Jong Won yang sedang saya tugaskan untuk memimpin perusahaan Entertaiment. Dan untuk Mithra kau akan menjadi sekretaris Jae Wook. Sedangkan Hongki kau akan menjadi sekretaris Heechul. Hanya ini yang ingin saya sampaikan. Ada yang keberatan? Tidak ada? Oke baiklah rapat ditutup.", jelas Nam Gil yang langsung pergi tanpa memberi kesempatan kepada direksi untuk bertanya atau membantah. Semua pimpinan direksi meninggalkan ruang rapat. Jae Wook langsung pergi ke ruangannya disusul Heechul, Mithra dan Hongki.

Setibanya di ruangan presiden direktur.

"Di dalam masih ada barang-barangku hyung. Biar aku bereskan dulu.", kata Heechul pada Jae Wook.

"Tidak perlu. Aku kan hanya sementara disini.", kata Jae Wook. Heechul dan Hongki pun pergi meninggalkan ruangan dan menuju ruangan mereka.

Setelah kejadian di ruang makan

Mobil.

Kibum POV

Hah... hampir saja! Dasar Wookie! Kenapa sih sikap polosnya harus keluar disaat genting seperti tadi? Kalau dia bukan kembaranku sudah kuhabisi anak ini!

"Kibum. Tadi kenapa sih buru-buru sekali? Heechul hyung kan belum menjawab pertanyaanku dan ayah juga selesai bicara.", tanyanya dengan wajah yang sangat-sangat polos.

"Hah... Kamu tidak mengerti Wookie. Lebih baik jangan bicarakan masalah pacar di depan Heechul hyung ataupun ayah."

"Tapi kenapa?"

"Karena Heechul hyung belum memiliki pacar lagi. Kalau ayah sampai tau nanti Heechul hyung akan dimarahi oleh ayah lagi. Kamu mau Heechul hyung dimarahi ayah?"

"Ani. Kasihan Heechul hyung jika harus dimarahi oleh ayah.", jawabnya dengan menggelengkan kepala.

Kamipun tiba di sekolah dengan selamat. Kulihat mobil Kyuhyun dan Donghae sudah terparkir. Aku dan Wookie masuk ke dalam sekolah tapi sebelumnya Wookie melakukan adegan yang sangat tidak ingin aku lihat. Dia mencium Hyukjae hyung! Hah... anak ini polos tapi kadang kelakuan seperti ini.

Mobil

Kangin POV.

Huft... hampir saja! Kalau tadi yang bertanya Kibum akan kuhajar dia. Tapi bagaimana nasip Heechul hyung ya? Semoga dia baik-baik saja dan tidak akan merepotkanku! Hah... Jung Soo hyung aku rindu padamu.

Yesung POV

Hah... Dasar Wookie! Untung aku bisa menghindar kalau tidak entah apa yang akan terjadi di ruang makan. Tapi, bagaimana nasip Heechul hyung ya? Tuhan. Lindungi Heechul hyung dari iblis-iblis yang ada di rumah. Amin.

Bersambung...

Note:

Mianhae readerdeul..baru bisa update..saya sedang banyak kerjaan di kantor. Jadi sebagai permintaan maaf saya, saya update 2 chapt sekaligus..

Buat yg udah nge-review..makasih atas review'a..

Yang nanya kayak'a pernah baca ne ff.. iya emang sya sudah pernah naro ne ff di beberapa tempat..hehe..

Saya usahakan untuk yg d ffn ini akan saya tuntaskan..

Soo..tunggu terus kelanjutan cerita'a ya..

Saranghae.. 3