Tittle :KIM FAMILY ... ( Mungkin )

Cast :

Kim Ryeowook

Lee Hyuk Jae

and other cast

Length : Oneshot

Rate : T

Genre :Brothership,family, Angst

Author :ri3_chy

Disclaim :Ryeowook and other cast hanya milik orang tua mereka dan fans mereka. Cerita ini murni milik saya. Yang pernah membacanya..iya memang ini FF yang pernah saya post di page Yaoi Fanfiction di FB, Yesung World, dan note pribadi aku. Tapi belum pernah di post di sini..hehe.. XD

Summary : Perjalanan cinta Eunhyuk dan Ryeowook tidaklah mudah. Perbedaan derajat dan adanya pihak ketiga menjadi penyebab sulitnya mereka menjalin hubungan. Crack pair. EunWook. KyuMin. HanChul. HaeHyuk.

Maaf kalau update-nya lama. Saya lagi banyak kerjaan di kantor..T^T

Selamat Membaca…

Chapter 5..

perusahaan.

Heechul POV

Tok...tok...tok... *jangan nyanyi lagu SujuT-TokTokTok

"Hyung, boleh aku masuk?", kudengar suara Hongki dari luar.

"Ne.", jawabku sedikit malas. "Ada apa Hongki?", lanjutku.

"Aniyo. Aku hanya ingin mengingatkan jadwalmu hari ini. Kau sepertinya sangat tidak bersemangat hari ini.", tanyanya padaku. Sejak kedatangan Jae Wook hyung ke rumah semangatku menghilang.

"Apa saja yang harus aku lakukan hari ini?", tanyaku sedikit malas.

"Tadi Mithra hyung menelpon. Mithra hyung bilang Jae Wook hyung meminta hyung untuk mengurus segala pertemuan dan perjamuan dengan klien yang sudah dijadwalkan bulan ini.", jelasnya.

"Terus? Apa saja jadwalku hari ini Hongki?"

"Hmm... Hari ini jam 10 hyung harus bertemu dengan klien kita dari perusahaan Cina untuk menandatangani perjanjian kontrak. Kemudian tadi si kembar menelpon dan bilang kalau Heechul hyung tidak ada agenda jam 12, mereka minta bertemu dan makan siang bersama. Jam 2 ada rapat dengan perusahaan Choi dan jam 4 ada presentasi tender. Saingan kita lagi-lagi perusahaan keluarga Lee dan yang turun tangan Lee Sungmin hyung.", jelasnya panjang lebar.

"Oke. Kau pesankan restoran terbaik di Seoul untuk aku dan si kembar makan siang. Suruh para bodyguard-ku menjemput mereka. Ingat mereka harus dijaga oleh 4 orang bodyguard dan 5 pengawal. Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan mereka. Kau juga siapkan bahan presentasiku. Sekarang siapkan arsip-arsip yang harus aku bawa untuk bertemu dengan pengusaha Cina itu."

"Baik hyung.", katanya.

"Eh... Tunggu dulu Hongki. Makan siangku dengan si kembar jangan sampai ketauan oleh Jae Wook hyung.", kataku ketika Hongki siap meninggalkan ruanganku.

"Baik hyung. Ada lagi?", tanyanya.

"Ani. Gumawo Hongki."

Sudah lama aku tidak makan siang dengan si kembar. Aku juga ingin menanyakan sesuatu pada Wookie mengenai kalimatnya yang terpotong tadi...

Flash Back sarapan pagi..

"Heechul hyung! Kapan hyung seperti Jae Wook hyung? Carilah namja atau yeojachingu agar aku punya lebih banyak hyung dan noona. Yesung hyung sudah punya Chaerin noona, Kangin hyung sudah punya Jung Soo hyung, Kibum sudah punya Siwon, dan aku... Hyung kapan seperti hyung yang lain?", tanya Wookie dengan wajah innocent-nya. Aku langsung membelalakan mataku mendengar pertanyaan dari magnae satu ini. Kulihat Yesung, Kangin, dan Kibum langsung tersedak mendengar pertanyaan Wookie.

Flash Back End..

Tadi pagi dia sempat memotong pembicaraannya. Ketika dia menyebutkan nama pacar Yesung, Kangin, dan Kibum dia mengatakan aku... kemudian mengalihkannya menanyakan kapan aku seperti yang lain? Hmm... Apa dia sudah punya yeoja atau namjachingu? Kalau ya siapa orang itu? Kenapa Wookie tidak memberitahuku? Kibum juga tidak. Ah dasar anak itu selalu saja merahasiakan sesuatu padaku.

Lebih baik aku siap-siap untuk bertemu pengusaha Cina itu. Aku harap kali ini Presiden Direkturnya langsung yang datang tanpa diwakili seperti pertemuan kemarin.

Sementara itu di Sekolah...

APOV

"Bagaimana Kibum? Apa kata Hongki hyung?", tanya Wookie ketika Kibum menutup sambungan telpon.

"Heechul hyung tidak ada agenda jam 12 siang. Aku sudah membertitahu Hongki hyung kalau kita ingin makan siang bersama Heechul hyung. Tapi belum tau Heechul hyung mau atau tidak. Kita disuruh menunggu kabar dari Hongki hyung. Sekarang kita telpon Kangin hyung.", kata Kibum.

"Untuk apa?"

"Kau hanya ingin makan siang bertiga saja? Kau tidak ingin makan siang bersama Yesung hyung dan Kangin hyung?", tanya Kibum

"Aku ingin tapi itu tidak mungkin Bummie... Yesung hyung aku yakin masih di Pusan dan Kangin hyung aku yakin sudah janji makan siang bersama Jung Soo hyung. Sudah kita bertiga saja.", jelas Ryeowook.

"Oke."

Back to Heechul

Heechul POV

"Sudah siap semua Hongki?", tanyaku pada Hongki sebelum berangkat menemui pengusaha Cina yang bernama Hangeng.

"Sudah hyung. Jang Geun Suk hyung*(author'a gag tau mau nulis nama siapa lagi..pokoke semua nama di FF ini adalah idola sang author kec. Jae Wook, Nam Gil, Mithra, dan Tablo...) juga sudah diberitahu tapi Geun Suk hyung bilang dia akan datang sedikit terlambat karena dia langsung dari Pulau Jeju.", jelas Hongki.

"Pulau Jeju? Sedang apa orang itu di Jeju?", tanyaku heran karena setauku baik kantor, apartemen ataupun rumah Geun Suk itu berada di Seoul.

"Entahlah hyung. Kau kan tau sendiri seperti apa Geun Suk hyung.", jawab Hongki.

"Mmm... Baiklah. Ayo kita berangkat sekarang. Aku tak mau klien kita menunggu lebuh lama.", kataku mengajak Hongki. Biasanya aku pergi bersama Mithra hyung tapi berhubung Mitrhra hyung sekarang adalah sekretaris Jae Wook hyung jadi mau tak mau Hongki ikut bersamaku.

"Eh? Aku ikut hyung?", tanyanya polos.

"Ne. Dan mulai sekarang kau tidak hanya mengatur jadwalku saja tetapi juga menyiapkan semua yang aku butuhkan dan ikut aku ke dalam semua pertemuan bisnis. Dan jika aku harus pergi ke luar negeri kau juga harus ikut. Kau jaga kesehatan karena mulai sekarang pekerjaanmu akan bertambah saeng. Semua tugas Mithra hyung sekarang kau juga yang mengerjakan. Jadi jagalah kesehatanmu.", jelasku padanya. Banyak yang bilang aku atasan yang paling tidak berperasaan tapi itu tidak berlaku pada Hongki. Hongki sudah kuanggap sebagai dongsaengku sendiri, jadi hanya dia yang aku perlakukan seperti ini dan hanya dia yang aku perhatikan kesehatannya. Hal ini aku lakukan bukan karena aku mencintainya tapi karena aku berhutang nyawa padanya. Kalau bukan karena dia mungkin sekarang aku sudah mati.

"Ne. Aku mengerti hyung.", katanya. Aku dan dia pun akhirnya pergi ke kantor notaris untuk bertemu dengan pengusaha Cina itu. Kami memilih kantor notaris agar penandatanganan surat kontrak disaksikan secara langsung oleh notaris yang tak lain dan tak bukan adalah Jang Geun Suk.

Kantor Notaris

Aku dan Hongki sudah tiba di kantor Geun Suk. Sekretaris Geun Suk mempersilahkan aku dan Hongki untuk masuk ke dalam ruangan yang sudah dipersiapkan oleh Geun Suk untuk pertemuan ini.

"Selamat pagi tuan Heechul dan tuan Hongki.", sapanya ramah.

"Apa Geun Suk belum datang?", tanyaku pada sekretarusnya.

"Belum tuan. Tuan Geun Suk bilang anda disilahkan menunggu di dalam. Tuan Hangeng juga baru saja datang. Silahkan masuk tuan.", katanya mempersilahkan aku dan Hongki masuk.

Kulihat seorang pria Cina sedang duduk di sofa dengan anggunnya. Dia berdiri ketika kami menghampirinya. Dia tersenyum sangat manis. OMO! Senyumannya...

"Annyeonghaseo! Hangeng imnida.", dia membungkuk kemudian mengulurkan tangannya.

"Annyeonghaseo! Kim Heechul imnida. Dan ini Hongki sekretaris saya.", balasku membungkuk kemudian menjabat tangannya. Dia dan kami pun duduk di sofa. Baru kali ini aku melihat senyum yang sangat menawan. Wajahnya sangat tampan, matanya sangat indah, dan yang paling aku suka adalah senyumnya yang membawa kedamaian. Dan ketika aku bertatapan mata ada sesuatu yang aneh bergetar di hatiku. Entah perasaan apa itu tapi jujur baru kali ini aku merasa gugup bertemu dengan klien. Kami saling diam tak bersuara.

Hangeng POV

Aku berdiri begitu melihat dua orang masuk dan meghampiriku. Aku melihat seorang wanita cantik berjalan di depan dan seorang pria tampan berjalan dibelakangnya. Tunggu. Sekretarisku bilang pemilik perusahaan KIM itu seorang pria tapi kenapa yang datang seorang wanita? Tapi jika dia wanita kenapa mengenakan pakaian pria? Jujur saja wanita itu sangat cantik. Belum pernah aku bertemu dengan wanita secantik ini. Aku tersenyum pada mereka dan mereka membalas dengan senyuman yang sangat tulus. Mereka menghampiriku. (anggep aja ini pake bahasa Cina...)*ketauan nih authornya oon gag bisa bahasa Cina... Author: maaf author gag bisa bahasa Cina...jangankan bahasa Cina...bahasa Indonesia ajah dapet C...alamak! keceplosan!*

"Annyeonghaseo! Hangeng imnida.", aku membungkuk kemudian mengulurkan tangannya untuk menghormatinya.

"Annyeonghaseo! Kim Heechul imnida. Dan ini Hongki sekretaris saya.", balasnya membungkuk kemudian menjabat tanganku. Astaga! Ternyata memang seorang pria? Kenapa bisa ada pria secantik dia? Ah! Rasanya aku sudah mulai gila. Ketika mata kami bertatapan entah kenapa hatiku seperti tersetrum listrik. Apa mungkin aku jatuh cinta pada pandangan pertama? Kamipun terdiam satu sama lain.

Satu jam kemudian...

APOV

Kedua pengusaha muda inipun akhirnya menandatangani perjanjian kontrak kedua persahaan mereka di hadapan notaris sebagai saksi. Ketiganya saling berjabat tangan satu sama lain.

"Kamsahamida Heechul-ssi. Saya harap kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar.", kata Hangeng saat menjabat tangan Heechul.

"Kamsahamida. Semoga kita bisa bertemu lagi Mr. Han.", jawab Heechul.

"Tidak perlu memanggil saya dengan sebutan Mr. Panggil saja saya Han.", kata Hangeng tersenyum.

"Ah... kalau begitu anda juga tidak perlu memanggil saya dengan sebutan Heechul-ssi. panggil saja saya Heechul", kata Heechul gantian. Tanpa mereka sadari wajah mereka memerah.

"Kami permisi dulu Han, Geun Suk. Aku ada janji makan siang dengan dongsaengku.", lanjut Heechul.

"Ah! Dengan si kembar kah?", tanya Hangeng.

"Bagaimana anda tau?", tanya Heechul tak percaya.

"Saya tau segalanya tentang anda. Keluarga anda adalah pengusaha ternama. Siapa coba yang tidak mengenal pengusaha Kim?", jawab Hangeng panjang lebar. Heechul membulatkan matanya tak percaya.

"Haha. Anda bisa saja Hangeng. Saya permisi dulu.", pamit Heechul karena jam sudah menunjukkan pukul 11.20 dan dia tak ingin telat bertemu dengan adiknya.

Sesampainya di restoran si kembar sudah menanti. Ketika Heechul menghampiri mereka, mereka langsung berdiri dan memeluk Heechul. Heechul membalas pelukan kedua dongsaeng kesayangannya itu dan mencium puncak kepala dongsaengnya itu.

"Kalian sudah lama menunggu ya?", tanya Heechul pada kedua dongsaengnya itu.

"Ani. Kami juga baru sampai hyung. Hongki hyung mana?", jawab Wookie.

"Hongki tidak ingin mengganggu makan siang kita.", kata Heechul. Ketiganya pun duduk dan memesan makanan. Karena mereka sudah sangat dikenal oleh banyak orang, jadi yang melayani mereka langsung manajer restoran itu.

"Hyung, kau terlihat sangat lelah. Apakah kau sakit? Hyung tidak suka ya dengan kehadiran ayah dan Jae Wook hyung?", tanya Ryeowook dengan polos.

"Ani. Hyung baik-baik saja. Ah, aniyo. Hyung bukannya tidak suka dengan kehadiran ayah dan Jae Wook hyung hanya saja hyung sedikit kaget dan belum siap bertemu dengan mereka. Apalagi dengan kehadiran Jae Wook hyung. Hyung masih belum bisa menerima semuanya.", jelas Heechul.

"Oh.", jawab si kembar bersamaan. Pesanan mereka pun datang.

"Oia, tumben kalian mengajak hyung makan siang bersama? Ada apa? Apa ada masalah yang ingin kalian bicarakan? Lagipula bukannya kalian seharusnya pulang sekolah itu jam 1? Kenapa jam segini sudah pulang?", tanya Heechul pada dongsaengnya.

"Gwaenchana kami hanya rindu saja dengan hyung. Hari ini kelas eksklusif ada ujian hyung. Jadi kami pulang lebih cepat. Wookie ingin membicarakan sesuatu pada hyung.", jelas Kibum.

"Ah! Apa yang ingin kau bicarakan saeng?", tanya Heechul.

"Mmm... Tapi hyung jangan memarahi dan melarang aku. Janji?", pinta Ryeowook.

"Ne. Hyung janji padamu tidak akan marah padamu tapi untuk melarang tergantung apa itu.", jawab Heechul.

"Hmm... Hyung, aku... aku... aku sudahmemilikikekasih", jawab Ryeowook dengan cepat.

"Eh? Hyung tidak mengerti dengan ucapanmu. Ulangi lagi."

"Aku sudah memiliki kekasih hyung.", jawab Ryeowook dengan wajah memerah.

"Jinja? Nuga?", Heechul membulatkan matanya karena kaget dongsaengnya yang polos ini bisa memiliki kekasih.

"Lee Hyukjae hyung.", jawab Ryeowook begitu yakin. Heechul langsung terbatuk-batuk mendengar nama yang disebutkan oleh dongsengnya.

"Mwo? Hyukjae pengasuhmu itu? Bagaimana bisa kau jatuh cinta padanya? Dia tidak sederajat dengan kita Wookie.", tanya Heechul setelah batuknya terhenti. Dia merasa heran kenapa dongsaengnya bisa mencintai "pembantu"-nya.

"Aku tidak tau kenapa bisa menyukai dan menyayanginya. Hyung, aku mohon izinkan aku berpacaran dengannya. Jangan halangi kami hyung. Aku mohon.", pinta Ryeowook dengan mengeluarkan puppy eyes-nya.

"Hah... Jika itu membuatmu bahagia kenapa tidak. Hyung merestui kalian selama Hyukjae bisa menjaga dan tidak menyakitimu.", Heechul pun merestui hubungan Hyukjae dan Ryeowook.

Selesai makan mereka langsung meninggalkan restoran. Heechul harus pergi rapat bersama perusahaan Choi. Sedangkan si kembar kembali ke rumah bersama dengan para bodyguard.

Sesampainya di rumah si kembar disambut oleh tuan Lee dan beberapa pelayan rumah keluarga Kim.

"Selamat datang tuan muda.", sapa tuan Lee sedikit membungkuk.

"Ayah sudah pulang tuan Lee?", tanya Kibum.

"Sudah tuan muda."

"Tuan Lee, dimana Hyukjae hyung?", tanya Ryeowook pada tuan Lee. Dia merasa ada yang aneh dengan keadaan rumah. Biasanya Hyukjae selalu menyambutnya ketika dia datang tapi ini tidak.

"Hyukjae sedang bicara dengan tuan besar.", jawab Tuan Lee.

Ryeowook POV

Akhirnya sampai di rumah juga. Tuan Lee dan beberapa pelayan rumah menyambut kami begitu kami sampai di depan rumah. Sepertinya ada yang berbeda. Ah! Kemana Hyukjae hyung? Biasanya dia selalu menyambutku begitu aku pulang.

"Selamat datang tuan muda.", sapa tuan Lee sedikit membungkuk.

"Ayah sudah pulang tuan Lee?", tanya Kibum.

"Sudah tuan muda.", jawab Tuan Lee dan perasaanku sangat tidak enak.

"Tuan Lee, dimana Hyukjae hyung?", tanyaku pada tuan Lee ketika aku tidak melihat ada Hyukjae hyung.

"Hyukjae sedang bicara dengan tuan besar.", jawab Tuan Lee. DEG! Apa ayah sudah mengetahui hubunganku dengan Hyukjae hyung?

"Dimana mereka?", tanyaku.

"Mereka di ruang kerja tuan besar. Tapi tadi tuan besar bilang...",mendengar mereka sedang berada di ruang kerja aku langsung lari menuju ruang kerja ayah.

Begitu tiba di depan ruang kerja aku berhenti untuk mendengar apa yang dibicarakan oleh ayah dan Hyukjae hyung.

"Kau tau apa kesalahanmu Hyukjae?", terdengar suara ayah dari dalam.

"Mianhae tuan besar, saya tidak tau apa kesalahan saya.", jawab Hyukjae hyung.

"Kau tidak tau kalau kau sudah melakukan kesalah besar?", suara ayah mulai meninggi.

"Mianhae tuan besar tapi saya benar-benar tidak tau apa kesalahan saya.", bela Hyukjae.

"YA! LEE HYUKJAE! APA KAU TIDAK SADAR KALAU MENCINTAI DAN MENJADIKAN RYEOWOOK SEBAGAI KEKASIHMU ADALAH KESALAHAN BESAR?! KALIAN ITU TIDAK SEDERAJAT! JADI KALIAN TIDAK PANTAS UNTUK BERSAMA!", teriak ayah. Kata-kata ayah membuat hatiku sakit.

"...", Hyukjae hyung tidak bersuara. Tapi ayah melanjutkan,

"Jauhi Ryeowook atau...", aku sudah tidak tahan. Akupun masuk ke dalam ruangannya.

"CUKUP AYAH!", teriakku pada ayah. Dadaku terasa sangat sesak. Air mataku menetes.

"Ryeowook...", kata ayah ketika aku masuk.

"Ayah... Kau... AKU BENCI PADAMU AYAH! Kenapa...akh..", kata-kataku terhenti ketika dada kiriku terasa semakin sesak dan sakit. Kutahan rasa sakit ini untuk melanjutkan kata-kataku pada ayah.

"Kenapa...kau...", aku tak kuat menahan rasa sakit ini. Akupun terjatuh dan semuanya menjadi gelap.

"Ryeowook!"

"Tuan Muda!"

Teriak Nam Gil dan Hyukjae bersamaan. Keduanya begitu panik ketika Ryeowook jatuh pingsan. Nam Gil langsung memanggil tuan Lee dan memintanya segera menghubungi Jung Soo. Ryeowook dibawanya ke dalam kamar.

Begitu Jung Soo datang dia langsung menangani Ryeowook. Jung Soo meminta yang lainnya untuk menunggu di luar kamar. Di luar kamar Nam Gil dan Hyukjae terlihat sangat khawatir, sedangkan Kibum terlihat begitu pucat karena dia ikut merasakan apa yang dirasakan oleh Ryeowook.

"Kau lihat Hyukjae! Ini semua karena dirimu! Kalau saja kau tidak menjadikannya kekasih, ini semua tidak akan terjadi pada Ryeowook. Jauhilah Ryeowook. Ini semua demi Ryeowook.",perintah Nam Gil pada Hyukjae.

"Tuan Lee, tolong siapkan penjaga di depan kamar Ryeowook. Katakan pada para penjaga itu jangan biarkan Hyukjae masuk dan Ryeowook keluar dari kamar.", kata Nam Gil pada tuan Lee. Setelah itu dia pergi meninggalkan kamar Ryeowook.

Kibum POV

Ayah sudah mengetahui semuanya dan berniat memisahkan Wookie dengan Hyukjae. Aku tidak boleh membiarkan ini terjadi! Aku memang tidak suka jika Wookie bersama dengan Hyukjae yang tidak sederajat dengan kami tapi aku juga tak ingin Wookie sedih dan sakit seperti ini. Aku sangat bisa merasakan apa yang dirasakan olehnya. Aku harus bagaimana?

Ah! Kenapa aku tidak menghubungi Heechul hyung saja? Memintanya untuk segera pulang dan membujuk ayah. Kukeluarkan Playbook kesayanganku dan mulai menghubunginya. Tapi nihil! Nomornya tidak aktif. Ah! Hongki hyung pasti sedang bersamanya. Akupun menghubunginya. Tapi sama saja! Keduanya tidak dapat dihubungi.

Aaarrggghhh..! ottokhe? Kucoba untuk menenangkan pikiranku. Ah! Kenapa tidak mengirim pesan saja? Aku yakin pasti akan dibaca oleh Heechul hyung.

"hyung, cepatlah pulang. Ayah sudah mengetahui semuanya dan sekarang Ryeowook sakit lagi."

sebuah perusahaan

Sungmin POV

Hah... Lagi-lagi aku kalah oleh Kim Heechul! Lihat saja Kim Heechul aku pasti akan bisa mengalahkanmu suatu saat nanti! Tunggu saja pembalasanku.

"Ya! Lee Sungmin! Mianhae, aku mengalahkanmu lagi.", katanya saat menghampiriku. Cih! Senyuman liciknya membuatku ingin menghabisinya!

"Gwaenchana. Chukae Heechul-ah!", kataku mengulurkan tangan. Dia membalas menjabat tanganku.

"Bagaimana kabar si kembar? Aku dengar dari Donghae kemarin Ryeowook masuk rumah sakit?", tanyaku basa-basi.

"Mereka baik. Ryeowook memang sempat masuk rumah sakit tapi dia sudah keluar dan tadi pagipun dia sudah mulai bersekolah.", jawabnya.

"Hyung! Mianhae tadi aku membuka ponselmu dan melihat pesan dari Kibum. Katanya tuan besar sudah mengetahui masalah Ryeowook dan terjadi masalah besar disana.", Hongki menghampirinya dan memberitahukan berita dari Kibum.

"Baiklah. Sungmin-ah aku permisi dulu. Salam untuk Donghae.", katanya berlalu dariku.

Apartemen...

Donghae POV

Hahahaha...lagi-lagi aku hanya memandangi fotonya saja. Ya! Namja tampan! Mengapa kau tidak mencintaiku? Kenapa kau justru mencintai sahabatku? Aku seperti orang bodoh yang hanya bisa diam melihat semuanya.

CEKLEK...Kudengar suara pintu terbuka. Itu pasti Sungmin hyung. Aku bangkit dari tempat tidur untuk keluar dari kamar. Ternyata benar Sungmin hyung. Aku menghampirinya yang sedang duduk di sofa ruang tengah. Ught! Bau alkohol yang sangat menyengat! Pasti kalah tender lagi.

"Hyung, kau baru pulang?", tanyaku mendekatinya.

"Eh? Kau belum tidur? Sudah jam berapa ini? Sana tidur!",pertanyaanku dijawab dengan pertanyaan lagi.

"Aku akan tidur setelah membuatkanmu lemon tea hangat agar kau merasa baikan hyung. Jujur saja kau sangat bau! Mandilah hyung, akan aku antarkan lemon tea-mu ke kamar baru setelah itu aku tidur.", kataku meninggalkannya menuju dapur untuk membuatkannya lemon tea hangat. Sungmin hyung juga beranjak dan pergi ke kamarnya.

Setelah lemon tea hangatnya jadi langsung aku bawa ke kamarnya. Tidak hanya lemon tea hangat yang aku bawa aku juga mambawakan makanan untuk dirinya. Aku tau Sungmin hyung pasti belum makan malam. Aku juga membawakannya susu hangat agar dia lebih kenyang dan tidur lebih pulas.

"Hyung, aku masuk ya?",izinku padanya. Aku tau dia tidak suka jika ada orang masuk ke kamarnya tanpa izin.

"Ne.", jawabnya. Aku pun masuk.

"Ini hyung lemon tea hangat agar kau sedikit segar. Aku juga membawakan makanan untukmu. Kau belum makan kan hyung? Juga segelas susu.", kataku sambil memberikan senyuman terbaikku.

"Gumawo. Tidurlah! Akan hyung habiskan semuanya.", jawabnya dengan sedikit tersenyum.

Sungmin POV

Aku terbangun ketika merasa tenggorokanku sangat kering. Kulihat jam yang ada di meja kecil di samping tempat tidurku. Baru jam 6 pagi ternyata. Aku bangkit dari tempat tidurku menuju dapur untuk mengambil minum. Ketika melewati kamar Donghae aku berhenti sejenak di depan kamarnya. Kucoba untuk membuka kamarnya dan ternyata tidak dikunci. Dia selalu saja tidak pernah mengunci kamarnya. Dia mengatakan padaku kalau dia tidak akan mengunci kamarnya agar aku bisa masuk ke dalam kamarnya dan menemui dirinya saat aku membutuhkan orang untuk menumpahkan segala emosi diriku.

Aku masuk. Kulihat dia masih tertidur pulas. Kuhampiri dan aku duduk di pinggir tempat tidurnya. Kukecup keningnya. Hah..sudah lama aku tidak melakukannya. Kubelai rambut hitamnya. Mianhae Donghae... aku tak bisa menjadi hyung yang membanggakan untukmu. Mianhae...Hyung tidak bisa membahagiakanmu. Mianhae...

Kukecup kembali keningnya. Kualihkan pandanganku ke sebuah meja kecil di samping tempat tidurnya. Ada tiga buah pigura disana. Yang pertama foto dirinya denganku dan Armand hyung (Tablo maksud'a). Kedua foto kami waktu masih lengkap. Dan di pigura ketiga foto dirinya bersama Kyuhyun, Kibum dan Ryeowook.

Eh? Apa ini? Sebuah kertas bertuliskan "My LOVELY L.H." kubalik kertas tersebut. Dan ternyata foto seorang namja. Siapa orang di dalam foto ini? Sepertinya sangat familiar, tapi siapa? Ah! Aku ingat sekarang! Dia kan pengasuh keluarga Kim. Apa orang ini orang yang dicintai Donghae? Tapi, bukannya dia bilang orang ini sudah menjalin hubungan dengan sahabatnya?

Aha! Akan aku gunakan kesempatan ini untuk membalaskan semua dendamku pada Heechul!

To be continue..

Chapter 5 finish...

Beberapa halaman sempat menghilang tapi untungnya saia masih ingat dengan apa yg saia tulis...

PS: Untuk yang mempertanyakan kok disini baru sampe chapter 4.. Itu karena disini saya re-Publish dari yang di facebook.. Cerita ini sudah pernah saya publish di FB dan beberapa blog milik teman.. Jadi, kalau merasa tidak asing dengan FF ini yaa itu jawaban'a..

Terima kasiihh..