"Ini sudah sore Xiu,pulanglah.. besok latihanlagi,aku akan membantumu sebisaku" sambung Jongdae.
"Janji?" Xiumin terduduk.
"Janji" Jongdae menunjukkan senyum terbaiknya.
.
Sudah 2 hari Xiumin latihan dengan pelatih barunya alias Jongdae. Mereka sekarang terlihat sangat akrab meskipun baru kenal 3 hari.
"Istirahat dulu,Xiu" Jongdae melemparkan sebotol air mineral ke arah Xiumin dan berhasil ditangkap olehnya.
"Kau hebat hyung,baru 2 hari kau mengajariku dan aku sudah lancar,kalau begini aku yakin bisa mendapatkan juara itu" kata Xiumin sambil duduk disamping Xiumin.
"Aniya,bukan aku yang hebat. Kau yang hebat karena sangat cepat menyerap materi yang kuberikan Xiu" kata Jongdae.
"Hyung,sudah sore. Eomma tadi berpesan jangan pulang terlalu malam. Boleh aku minta ijin untuk pulang?" Tanya Xiumin.
"Tentu,mau kuantar?" Tawar Jongdae.
"Eh tidak usah,nanti merepotkan" kata Xiumin.
"Tak usah sungkan,lihat langit agak mendung. Nanti kau bisa kehujanan di jalan. Lagi pula namja manis sepertimu rawan diculik kalau pulang sendiri hahaha" Jongdae terkekeh dan tidak menyadari ada semburat merah tipis di pipi Xiumin.
'Aigo,aku sudah biasa dibilang manis. Tapi kenapa sekarang aku malah malu begini. Jangan,Xiumin. Jangan biarkan Chen hyung melihat wajah merahmu itu. Pikirkan sesuatu,ya pikirkan sesuatu. Pikirkan akuntansi. Jurnal umum,buku besar,kertas kerja' Xiumin asik sendiri dengan pikirannya dan cara Xiumin barusan berhasil membuat semburat merah di pipinya digantikan oleh raut wajah yang tak bisa dideskripsikan.
"Hei,aku merasa seperti berbicara dengan angin" Jongdae menyindir Xiumin yang asik dengan pikirannya sendiri.
"E-eh maaf hyung. Aku.. aku lapar. Ya aku lapar. Kalau lapar aku akan tiba tiba terbengong seperti tadi hehe" Xiumin menampilkan deretan gigi imutnya.
"Dihari pertama aku mengajar juga kau mengaku sedang lapar ketika aku bertanya kau bergumam tentang apa. Kau selalu lapar ya?" Jongdae terkekeh.
"Eum ya begitulah,habisnya latihan kan menguras banyak tenaga hyung" Xiumin mengerucutkan bibirnya.
"Pantas pipimu berisi begini" Jongdae mencubit kedua pipi Xiumin dan membuat yang punya pipi neronta minta dilepaskan.
"Aku tidak menyangka pipimu sangat elastis Xiu,menggemaskan sekali" Jongdae bertambah gemas dan semakin keras mencubit pipi Xiumin.
"Ya tapi ini sakit! Lepas lepas!" Xiumin memukul mukul lengan Jongdae.
"Baiklah baiklah" Jongdae melepaskan cubitannya dan mmbuat Xiumin bernafas lega.
"Aigoo" Xiumin melihat pantulan dirinya di cermin ruang latihan dance itu. "Pipiku merah" kata Xiumin sambil menangkup kedua pipinya sendiri.
"Berhenti bersikap imut atau aku akan mencubitmu lagi Xiu" Jongdae gemas dengan pose Xiumin yang menangkup kedua pipinya sendiri.
"Andwae! Ini saja masih sakit tau! Jadi tidak mengantarku pulang?" Kata Xiumin saat melihat langit makin gelap dan sepertinya langit sudah siap menumpahkan airnya.
"Arraseo,kajja!"
.
.
Hari ini jadwal Jongdae mengajar di kelas Xiumin (dia mendapatkan jadwal mengajar hari Senin dan Kamis)
"Selamat pagi" Jingdae menunjukkan senyuman khasnya.
"Pagiiii"
"Pagi oppa tampan"
"Aigoo senyummu membuatku meleleh"
"Pak guru,mengajar saja di kelas kami seminggu penuh,aku iklas"
Begitulah beberapa suara melengking milik yeoja dan namja berstatus uke saat melihat senyuman menawan Jongdae. Sepertinya Jongdae mulai punya fans walaupun dia baru mengajar di sekolah ini kurang dari seminggu.
Tapi diantara kegaduhan di kelas ini ada aura mengerikan yang dikeluarkan oleh seseorang yang ada di kelas ini. Xiumin sedang diam sambil menunduk mendengar teriakan fans fans gila Jongdae.
'Kenapa rasanya aneh begini,Chen hyung bukan milikmu Xiu kenapa kau harus kesal' kata Xiumin dalam hati.
"Semangat kalian lebih meningkat ya ,itu bagus. Itu berarti kalian siap menerima pelajaran dariku. Tapi sebelumnya aku akan mengabsen kalian dulu" Jongdae membuka buku daftar absennya dan menyebutkan nama nama muridnya.
"Terakhir.. Kim Minseok?"
"Disini" kata Xiumin tanpa mengangkat tangannya.
"Kau sakit Xiu? Atau kau sedang lapar?" Terdengar beberapa murid terkikik dengan kalimat jongdae yang terakhir.
"Jangan pedulikan aku dan lanjutkan saja pelajaranmu hyung" kata Xiumin malas.
"Mana bisa begitu" Jongdae mendekat ke bangku Xiumin.
"Kau sakit? Kau lebih lemas dari sebelumnya" Jongdae meletakkan tangannya di kening lalu ke leher Xiumin untuk memeriksa apakah suhu tubuh Xiumin hangat atau tidak.
"Hmm suhunya normal. Atau aku yang salah memeriksanya ya? Coba sekali lagi" kali ini Jongdae menyatukan keningnya dengan kening Xiumin dan membuat beberapa yeoja disana menahan jeritan mereka,bahkan beberapa namja tipikal uke menganga melihat kejadian itu secara live.
Mata Xiumin membulat menerima perlakuan seperti itu dari gurunya sendiri. Dia dapat melihat jelas wajah tampan jongdae yang sedang menutup mata untuk memeriksa suhu tubuhnya.
"Tidak panas tapi kau terlihat lemas,mau ke ruang kesehatan?" Kata Jongdae setelah menjauhkan wajahnya.
"T-tidak,aku hanya mengantuk saja. S-sudahlah mulai saja pelajarannya" Xiumin terbata sambil berpura pura membolak balik halaman buku paket setebal 5cm itu secara asal.
"Hm baiklah,kita mulai pelajarannya. Buka buku bahalan 143" Jongdae berjalan menuju ke depan kelas.
"Betapa beruntungnya dirimu Xiu" kata Luna yang duduk dibelakang Xiumin.
"Apanya yang beruntung? Biasa saja." bisik Xiumin.
"Xiu,ajari aku biar diperlakukan begitu dong" kali ini murid yang duduk disebelah kiri Xiumin dengan nametag 'Sulli' yang berbisik.
"Ajari apa? Ada ada saja" kata Xiumin.
"Kalian cocok. Kuharap kalian akan menjadi pasangan hihihi" kali ini si Jongmin,yeoja fujoshi yang duduk di sebelah kanan Xiumin yang berbisik.
"Ya! Harapan macam apa itu?!" Kali ini suara Xiumin terdengar oleh seluruh orang di kelas itu.
"Ada masalah Xiu?" Jongdae melihat ke arah Xiumin.
"Tidak,Jongmin tadi bercanda sampai mengagetkanku" kata Xiumin.
"Aku yang salah oppa,maafkan aku" kata Jongmin mengeluarkan jurus puppy eyesnya.
"Baiklah,lain kali jangan mengagetkan Xiumin lagi ne" kata Jongdae sambil melanjutkan menulis materi dengan rumus rumus yang rumit di papan tulis.
"Tuh dia membelamu Xiu,apa kalian pernah berkencan hm?" Bisik jongmin dengan senyuman khas fujoshi yang sedang menggoda pasangan yaoi favorit mereka.
"Diamlah jong,aku dan dia hanya sebatas murid dan guru" Xiumin berkata tanpa menggerakkan giginya. Mungkin dia lelah(?)
"Baiklah,tapi kalau kalian benar benar menjadi pasangan aku akan jadi shipper kalian nomer 1" Jongmin mengacungkan jempolnya ke arah Xiumin yang hanya dibalas tatapan aneh dengan mulut yang terbuka.
Pelajaran kini berlangsung dengan tenang sebelum Luna mendapati sesuatu yang aneh.
"Sst,resletingnya" Luna berbisik kepada Suzy yang tak sengaja didengar oleh Suho,lalu Suho memberi tahu Lay dan lay memberi tahu Baekhyun lalu begitu seterusnya sampai seluruh kelas penuh dengan bisikan bisikan gaib(?)
"Kenapa?" Xiumin berbisik ke Luna.
"Resleting celana Jongdae oppa" kata Luna.
Xiumin melihat ke celana Jongdae dan ternyata... RESLETING JONGDAE TERBUKA.
Astaga mata Xiumin seketika membulat. Saat berdiri memang tidak terlalu terlihat,tapi setelah Jongdae membungkuk... Astaga kenapa tidak ada yang memberi tahunya.
"Kalian kenapa berbisik bisik? Apa ada yang tidak kalian mengerti?" Jongdae menatap bingung murid muridnya yang menatapnya dengan tatapan aneh.
"B-bukan oppa... itu..." Dasom,yeoja yang duduk di bangku paling depan ingin mengatakan yang sebenarnya,tapi lidahnya tiba tiba kaku.
"Itu apa? Ada apa?" Jongdae semakin bingung.
"Itu.. aduh..." sekarang giliran Jongmin yang mau berbicara,tapi kondisinya sama seperti Dasom.
Melihat semua muridnya terbata bata dengan wajah yang memerah membuat Jongdae makin bingung. Kenapa murid muridnya?
"Xiu,kau saja yang bilang" kata Jongmin.
Jongdae melemparkan tatapan penuh tanya ke Xiumin.
"Itu... R-resleting c-celanamu hyung" Xiumin merutuki dirinya yang berbicara dengan terbaca dan sudah dipastikan wajah xiumin sangat meran sekarang.
Jongdae melihat ke arah resletingnya dan ternyata resletingnya terbuka.
"OMO!" Jongdae segera membalik badannya menghadap ke papan tulis lalu menaikkan(?) resletingnya.
Terdengar murid murid yeoja yang terkikik dengan wajah memerah,serta namja namja bertipe seme sedang tertawa terbahak. Sedangkan Xiumin,dia merutuki mulutnya yang berkata seperti itu. Xiumin menyandarkan keningnya ke meja dengan bergumam 'pabo pabo pabo'
Jongdae malu bukan main,wajahnya benar benar merah sekarang. Dia merutuki kebodohannya yang lupa dengan hal sekecil itu.
"Aigo aku malu sekali" Jongdae membenturkan kepalanya ke papan tulis dan membuat seluruh isi kelas tertawa sangat keras. Kali ini Xiumin juga ikut tertawa.
"Ya! Diam! Harga diriku terinjak injak" Jongdae berbicara serius namun yang ada murid muridnya tertawa terbahak sampai Xiumin sendiri terbatuk batuk.
"Xiu! Maju kedepan" Jongdae menunjuk Xiumin dengan nada yang cukup keras membuat seisi kelas tiba tiba hening.
Xiumin maju dengan perlahan dan sampailah dia didepan Jongdae.
"Kau membuatku malu,kau harus kuhukum" kata Jongdae.
"Bukan salahku kalau resletingmu terbuka hyung" kata Xiumin membela dirinya.
"Tapi kau tertawa paling keras sampai terbatuk tadi. Rasakan ini" Jongdae mencubit gemas kedua pipi Xiumin dan membuat Xiumin meronta minta dilepaskan.
Jongmin yang fujoshi dengan sigap mengabadikan momen berharga ini dengan kamera ponselnya. Tanpa diketahui Jongdae dan Xiumin tentunya.
"Aahh manis sekaliii" Jongmin menahan teriakannya. Jongmin mengirimkan beberapa hasil jepretannya yang menurutnya bagus ke grup geng fujoshi di sekolahnya. Maklum kalau dikelas,Jongmin fujoshi sendiri jadi untuk menyalurkan hasrat(?) kebahagiaan karena menemukan couple yaoi baru di sekolahnya dia membagi fotonya dengan beberapa fujoshi di kelas lain.
Baiklah tinggalkan fujoshi ini.
Di sisi lain banyak yeoja dan namja tertipe uke yang menatap iri ke arah Xiumin. Selamat Xiumin,kau sudah 2 kali membuat teman sekelasmu sendiri cemburu.
"Ampun hyung! Lepaskan aduh sakit sekali" Xiumin meronta dari tadi tapi Jongdae tidak menunjukkan respon apa apa tentang ucapannya.
"Pipimu elastis sekali Xiu. Kurasa mencubit pipimu adalah hobi baruku" Jongdae tak melepaskan tangannya dari pipi Xiumin.
"Oppa kau mau mengajar atau berlovey dovey dengan Xiumin?" Celetuk Soyu.
"Biarkan saja mereka begitu,lihatlah mereka manis" kata Jongmin.
"Oppa aku juga mau" kali ini Luna yang berbicara dan dihadiahi serangan bola kertas ke arahnya.
"Ya! Aku manusia bukan tempat sampah!" Luna menggerutu.
"Hahaha sedikit main main kurasa tidak masalah" kata Jongdae.
"Tapi bukan berarti kau bisa seenaknya mencubit pipiku hyung" kata Xiumin tak terima.
"Baiklah nanti aku traktir kau makan apapun yang kau suka sebagai permintaan maaf. Kau boleh kembali duduk Xiumin" kata Jongdae.
"Sepuasnya?" Tanya Xiumin dengan mata yang berbinar.
"Iya sepuasnya,sudah kembali ke tempat dudukmu" kata Jongdae yang langsung dituruti oleh Xiumin.
