Happy Reading ^^
Bel pulang sekolah sudah berbunyi dan Jongdae ingat perkataan terakhirnya sebelum dia keluar dari kelas Xiumin
"Temui aku saat pulang sekolah di kantin jika kau mau aku menepati janjiku untuk mentraktirmu"
Dia menatap jam tangannya,ini sudah jam 14.20 berarti bel pulang sudah berbunyi 20 menit yang lalu.
"Mungkin Xiumin sudah menunggu lama" gumam Jongdae. Dia merapikan setumpuk kertas berisi latihan para muridnya di beberapa kelas lalu melangkahkan kakinya ke kantin.
Other side
"Ini,kau mentraktirku bakpao jadi aku balas mentraktir jus strawberry" Xiumin memberikan segelas jus strawberry ke Jongmin.
Mereka memang sering begitu,mereka memang sahabat akrab walaupun Jongmin sering meledek atau menggoda Xiumin karena wajahnya sangat manis dan sangat cocok menjadi uke. Mereka bersahabat sudah semenjak kelas menengah pertama,tak jarang mereka dikira sepasang kekasih karena mereka sering melakukan skinship saat berdua.
Mata Jongmin berbinar melihat minuman kesukaannya. Tanpa basa basi dia mengambil jus itu dan meminumnya hingga kini tinggal setengah gelas.
"Jus strawberry memang yang terbaik! Gomawo xiuxiu" Jongmin mengacak rambut Xiumin dengan gemas.
"Kau harus bersyukur punya sahabat sepertiku Jong" Xiumin mengacak balik rambut Jongmin dan membuat rambut Jongmin yang dikuncir kuda menjadi berantakan.
"Ya!" Jongmin mencubit pinggang Xiumin sementara yang dicubit meronta minta dilepaskan.
"Kenapa kau mencubitku? Kan impas,kau mengacak rambutku dan aku mengacak rambutmu" Xiumin menjulurkan lidahnya ke arah Jongmin.
"Apa aku mengganggu kalian?" Tiba tiba sebuah suara mengganggu kegiatan Jongmin dan Xiumin.
"Aigoo Jongdae oppa! Mau mentraktir Xiumin ya? Yaampun kau bertanggung jawab sekali" Jongmin menunjukkan mata berbinarnya ke arah Jongdae.
"Seperti kau tak pernah mentraktirku saja" Xiumin menyentil jidat Jongmin.
"Jangan samakan traktiranku dengan traktirannya bodoh! Baiklah aku tidak mau mengganggu acara kalian,aku pulang saja ne" Jongmin berdiri dan memakai tas dipundaknya,bersiap pergi.
"Tak usah Jong,ayo kau kutraktir juga" kata Jongdae.
"Tidak usah,oppa. Belikan saja orang ini makanan sebanyak banyaknya" Tangan Jongmin mencubit pipi Xiumin.
"Hihi baiklah annyeong,semoga hari kalian menyenangkan" Jongmin segera melarikan diri sebelum Xiumin melakukan pembalasan padanya.
"Aish anak itu" Xiumin menggerutu pelan sambil mengusap pipinya.
"Kalian lucu,seperti kakak adik" kata Jongdae.
"Benarkah? Kukira hyung akan mengatakan kami seperti kekasih. Banyak orang yang mengira kita couple" kata Xiumin.
"Awalnya juga kukira begitu saat kalian saling mengacak rambut satu sama lain" kata Jongdae.
"Hyung melihat itu?" Tanya Xiumin dengan mata yang dibulatkan.
"Yah,aku baru pernah melihatmu sedekat itu dengan seorang yeoja. Selama ini kan aku hanya melihatmu sendirian saja" kata Jongdae.
"Tapi itu bukan berarti aku tidak punya teman hyung. Aku dan Jongmin sudah akrab sejak sekolah menengah pertama"
"Berarti kau mengenalnya dengan baik ya" kata Jongdae.
"Tentu. Dia fujoshi dan dia sering meledekku seperti yeoja dan dia bilang aku sangat cocok jadi uke. Bahkan semenjak melihatmu memperlakukanku sepertu dikelas tadi dia berkata kalau kita adalah sepasang kekasih" omel Xiumin.
Jongdae terbatuk mendengar omelan Xiumin tadi.
'Apakah perlakuanku terlalu menjurus ya?'
"Hyung kau baik baik saja?" Tanya Xiumin melihat Jongdae terbatuk.
"Iya,tenggorokanku kurang enak hari ini" kata Jongdae berbohong.
"Apa kau kelelahan? Kita tidak usah latihan saja hari ini ya?" Kata Xiumin.
"Enak saja,lombanya tinggal menghitung hari. Pesanlah makanan yang kau mau setelah ini kita latihan" kata Jongdae.
"Hyung tidak makan?" Tanya Xiumin sambil memiringkan kepalanya.
"Pesankan aku apa saja yang kau pesan" Jongdae mengulas senyumnya.
Mereka makan dalam diam. Berkali kali Jongdae menahan dirinya untuk tidak mengusap sudut bibir Xiumin yang berisi remah roti ataupun bekas susu. Dia takut kalau Xiumin lama lama akan risih dengannya.
'Jangan jangan aku sudah jadi pedofil' Jongdae bergumam.
.
.
Mereka sudah berganti baju kini hanya memakai baju kaos polos dan celana selutut.
"Kau menarilah dan jangan berhenti sebelum aku yang menyuruhmu" kata Jongdae sambil duduk berhadapan dengan Xiumin.
"Mwo? Kau tak ikut bergerak bersamaku seperti biasanya?" Tanya Xiumin.
"Yang lomba kan kau,bukan aku. Kalau melakukan kesalahan sekecil apapun kau harus mengulang dari awal ya" kata Jongdae bersiap menghidupkan musiknya.
"Ya! Peraturan macam apa itu?!" Protes Xiumin.
"Lombanya 3 hari lagi,jangan protes lagi atau aku akan memberikan hukuman kalau kau melakukan kesalahan." Xiumin langsung bungkam dan hanya menurut perkataan Jongdae.
Musik mulai dimainkan dan tubuh Xiumin secara otomatis bergerak sesuai koreo yang dia buat dengan sedikit renovasi dari Jongdae. Dia menatap serius pantulan dirinya di cermin ruangan latihan. Tapi entah kenapa mata Xiumin sesekali melirik ke arah Jongdae. Melihat Jongdar yang menatapnya dengan intens membuat Xiumin agak kehilangan konsentrasi.
"Ya! Itu salah" kata Jongdae menghentikan musiknya.
Xiumin merutuki dirinya yang kehilangan konsentrasi hanya karena melihat ke arah Jongdae. Baiklah dia memang tampan dengan senyuman tipis yang menghiasi wajahnya saat melihat Xiumin latihan dengan serius. Uri baozi mulai menyukai guru muda itu,eh?
"Ulang. Konsentrasilah Xiu" Jongdae menghidupkan musiknya dari awal yang dengan terpaksa Xiumin mulai menari dari awal lagi.
Tapi kali ini sepertinya nasib Xiumin sedang tidak bagus. Pikirannya tentang lomba yang tinggal menghitung hari berhasil membuatnya kehilangan konsentrasi. Xiumin tidak sadar kalau kakinya salah melangkah dan akhirnya dia terjatuh dengan posisi terlentang.
Tapi belum sempat punggungnya menyentuh lantai,dia merasakan punggungnya menghantam sesuatu yang agak lembut.
"Apa yang membuatmu terbengong begitu hm?"
Xiumin membuka matanya dan dia baru sadar kalau bahu dan kepalanya kini ada di atas paha Jongdae.
"Kau menari lalu berbalik badan dan tiba tiba kau terjatuh,untung saja ada aku" kata Jongdae.
Xiumin tetap terbengong sampai dia merasa hidungnya ditarik. Siapa lagi kalau bukan Jongdae yang mencubit hidungnya.
"Ya! Lepaskan!" Xiumin menjauhkan tangan Jongdae dari hidungnya.
"Kau kenapa? Kau kira menari dengan terbengong begitu bisa membuatmu menjadi juara 1?" Tanya Jongdae.
"Diamlah hyung! Aku pusing" Xiumin menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Ngomong ngomong,Xiumin masih tidur di pangkuan Jongdae bukan? Uri baozi sengaja melakukannya kah? Tapi itu bukan salahnya kan? Bukannya Jongdae yang mengikhlaskan pahanya ditiduri Xiumin?
"Kau bahkan belum menyelesaikan dancenya. Kau sakit?" Tanya Jongdae.
"Tidak.. hanya saja aku sedang memikirkan perlombaannya" Xiumin masih nyaman berbaring di pangkuan Jongdae.
"Memikirkan perlombaan atau memikirkanku?" Jongdae tersenyum geli.
"Enak saja!" Xiumin memprotes sambil merubah posisinya menjadi terduduk.
"Buktinya kau tadi diam diam melihatku kan? Aku tau itu" Jongdae tersenyum geli.
"Enak saja! Kau juga melihatku bahkan secara terang terangan,hyung" kata Xiumin memprotes.
"Aku kan memperhatikanmu,itu berbeda lagi" Jongdae menyentil kening Xiumin. Yang hanya dibalas dengan raut wajah cemberut Xiumin yang... demi Tuhan itu sangat menggemaskan!
"Aku tidak bisa berkonsentrasi kalau hyung melihatku seperti itu" Xiumin tertunduk.
"Memang kenapa? Saat lomba nanti ada banyak orang yang menontonmu" kata Jongdae.
"Bukan begitu.. hanya saja aku tidak bisa berkonsentrasi kalau hyung menatapku secara intens begitu" Xiumin membuat pola lingkaran kasat mata dengan jarinya di lantai ruang latihan.
'Dia ini manusia atau apa? Waktu itu dia dingin sekali dan sekarang dia bertindak imut begini? Ah persetan dengan pedofil,demi apapun dia sangat manis'
"Baiklah aku akan melihatmu dari samping saja. Tapi kali ini harus benar tanpa cacat sedikitpun dan kau harus fokus" kata Jongdae berpindah ke samping ruangan.
Akhirnya Xiumin mendapatkan kembali konsentrasinya,buktinya dia kini menari tanpa kesalahan sedikitpun.
Beberapa jam berlalu,Xiumin berkali kali melakukan latihan dan semuanya berjalan dengan baik bahkan dia tidak melakukan kesalahan sedikitpun.
"Itu baru muridku" Jongdae mengacak rambut Xiumin dengan gemas.
"Ayo pulang,aku yang antar" kata Jongdae lagi.
"Em sebenarnya.. eomma dan appaku sedang keluar kota hyung,aku tidak berani tinggal sendiri. Aku bisa saja sih menginap di rumah bibi tapi jarak rumah bibi ke sekolah cukup jauh.. boleh aku menginap di rumah hyung?" Xiumin berbicara dengan pelan di akhir kalimat. Entah kenapa dia merasa gugup mengatakan ingin menginap.
"Boleh saja,tapi ada syaratnya" kata Jongdae.
"Apa? Apapun syaratnya aku mau memenuhinya" kata Xiumin dengan mata berbinar.
"Bantu aku memeriksa hasil test kelas X dan buatkan makan malam untukku dan untukmu" kata Jongdae.
"Aku mau! Aku sering membuatkan makan malam untuk eomma dan appa" kata Xiumin.
"Baiklah pertama tama kau harus pulang untuk mengambil baju ganti dan mandi" kata Jongdae.
"Kajja!" Xiumin menarik tangan Jongdae.
.
"Hyung ini tempat tinggalmu atau perpustakaan?" Xiumin melihat disekelilinnya ada rak buku yang dipenuhi buku buju tebal dan besar.
"Tentu saja tempat tinggalku,nah sekarang kau mandilah. Pakai kamar mandi di kamarku saja" kata Jongdae sambil menutup kembali pintu tempat tinggalnya.
"Kamar hyung yang mana?" Tanya Xiumin masih sibuk memandangi kumpulan buku buku tebal milik Jongdae.
"Tepat didepanmu" kata Jongdae.
"Oh iya,aku tidak lihat padahal pintunya terbuka" Xiumin hanya menyengir sambil menggaruk belakang telinganya.
"Tunggu apa lagi? Atau kau mau kumandikan?" Tanya Jongdae dengan senyuman jahilnya.
"T-tidak terimakasih" kata Xiumin sambil mengilangkan kedua tangannya didepan dada. Dan langsung berlari menuju kamar Jongdae.
.
Xiumin keluar dari kamar mandi Jongdae dengan handuk di lehernya. Tiba tiba matanya membulat sempurna melihat Jongdae topless tepat didepannya.
"H-hyung?!" Xiumin mematung.
"Kenapa? Aku menunggumu" kata Jongdae.
"M-menunggu? Untuk a-apa?"
"Menunggu selesai mandi lah,aku juga mau mandi" Jongdae mendekat ke arah Xiumin yang masih mematung di depan pintu kamar mandi.
"Minggirlah,Xiu. Kau mau mandi lagi bersamaku hm?" Jongdae menyentil kening Xiumin.
"T-tidak terimakasih,aku mau buat makan malam dulu" Xiumin segera melesat keluar kamar Jongdae dan mencari dimana letak dapurnya.
"Dia menarik" Jongdae tersenyum melihat tingkah Xiumin dan setelahnya dia masuk ke kamar mandi.
TBC
Hey annyeong ^^)/
Mianhae karena late updatenya
Udah updatenya lama,ceritanya makin gaje gini lagi -_-
Makasi ya karena udah sempet baca ff gaje ini,apa lagi yang udah review trus ngefollow sama ngefavoritin /NGAREP WEI NGAREP/
Untuk chapter selanjutnya nanti bakal diusahain buat fast update ^^
Oiya jangan lupa cek fict lainku ya,kalo gamau juga gak maksa sih .-.
Yaudah lah have a nice day ^^)/
