Happy Reading^^

"Hyung,aku sudah selesai memeriksa semuanya"

Xiumin menaruh 5 tumpukan kertas yang berisi jawaban tes matematika kelas 10 alias angkatan juniornya. Jongdae dan Xiumin membagi tugas memeriksa tes,Xiumin memeriksa kelas 10 dan Jongdae memeriksa kelas 11.

"Baiklah terimakasih Xiu" Jongdae masih tetap memeriksa hasil tes kelas 11 dengan kaca mata minusnya.

"Apa ada lagi yang harus kukerjakan?" Tanya Xiumin.

"Tidak ada. Tunggu aku selesai memeriksa hasil tes angkatanmu dulu" kata Jongdae. Masih tersisa 2 tumpukan kertas disana.

"Mau aku bantu?" Tanya Xiumin.

"Tidak usah,soal angkatanmu kan objektif jadi aku bisa sendiri" kata Jongdae.

"Hm baiklah" Xiumin menopang dagunya di meja kerja atau bisa dibilang meja belajar Jongdae dan pandangannya mengarah ke Jongdae yang sedang serius memeriksa tes.

"Apa aku setampan itu?" Tanya Jongdae yang masih memerijsa kertas jawaban tes murid muridnya. Ini kertas terakhir.

"Mwo? Apa maksudmu hyung?" Xiumin berkedip dengan ekspresi bingung.

"Kau melihatku sampai tidak berkedip begitu" kata Jongdae sambil memangku dagunya dengan tangan sambil melihat ke arah Xiumin yang masih menyandarkan dagunya di meja.

"Eh? Benarkah?" Xiumin menegakkan badannya.

"Jangan terlalu intens melihatku,nanti kau suka padaku kan aku yang repot" kata Jongdae sambil membereskan kertas kertas yang dia periksa. Sementara Xiumin hanya terdiam drngan wajah memerah.

"Siapa yang suka padamu?! Aku biasa saja" kata Xiumin.

"Matamu yang mengatakannya dengan jelas" kata Jongdae kembali ke posisi menopang dagunya.

"Mataku tidak bisa bicara" Xiumin mengembungkan pipinya.

"Terserah kau saja. Intinya aku tidak mau menanggung kalau akhirnya kau suka padaku" kata Jongdae menjulurkan lidahnya.

"Ternyata kalau di rumah kau menyebalkan. Kukira kau orang yang berwibawa" Xiumin menunjukkan ekspresi kesalnya.

"Berwibawa atau tidak kau akan tetap suka padaku" kata Jongdae

"Mana mungkin! Tidak akan!" Xiumin memalingkan wajahnya.

"Hey Xiumin" panggil Jongdae.

"Ap-" Xiumin terdiam saat Jingdae dengan sengaja memberikan wink ke arah Xiumin.

"I-itu menjijikkan! Ish aku mau ke kamar saja!" Xiumin berdiri dan berjalan menuju kamar Jongdae. Sementara Jongdae hanya tertawa kencang.

.

"Xiu kemarilah" teriak Jongdae dari meja belajarnya karena Xiumin sedang ada di kamarnya.

"Kalau hyung mau menjahiliku lagi aku tidak mau" Xiumin berteriak dari arah kamar Jongdae.

"Kali ini serius Xiu" kata Jongdae tapi tidak ada jawaban dari Xiumin.

"Cepat kemari atau aku yang menghampirimu?" Kata Jongdae.

"Baiklah baiklah" Xiumin menyerah.

"Waeyo hyung?" Xiumin duduk bersebrangan dengan Jongdae.

Jongdae menyerahkah selembar kertas. Kertas jawaban Xiumin saat tes matematika tempo hari.

"M-mwo?! 48?!" Mata Xiumin membulat.

"Apa saja yang kau pelajari hah?" Tanya Jongdae.

"I-ini pasti salah. Tidak mungkin!" Xiumin mengambil kunci jawaban dari tangan Jongdae dan memeriksa kembali hasil tesnya dan ternyata hasilnya sama.

"Kau terlalu sering memikirkanku ya?" Kata Jongdae.

"Ya! Mana mungkin! Saat itu... astaga saat itu aku mengerjakannya setengah sadar karena mengantuk" kata Xiumin.

"Dari semua angkatan kelas 11 hanya kau yang nilainya dibawah standar Xiu" kata Jongdae serius.

"M-maafkan aku. Apa ada cara memperbaiki nilaiku? Tes ulang atau apapun aku mau" kata Xiumin.

"Nanti akan kupikirkan" Jongdae berdiri dan berjalan menuju kamarnya.

"Hyung kumohon" Xiumin mengekori Jongdae hingga ke kasurnya.

"Aku akan lakukan apa saja! Apapun itu! Tapi kumohon perbaiki nilaiku" Xiumin memohon sambil menangkupkan kedua tangannya didepan dada.

"Apa saja?" Jongdae menyinggungkan senyumnya.

"Iya! Apa saja! Apapun yang kau mau!" Kata Xiumin.

"Bagaimana kalau..." Jongdae menatao intens dari mata turun ke bibir lalu ke dada Xiumin dan terakhir..

"YAK! GURU MESUM! PERMINTAAN MACAM APA ITU?!" Xiumin memukuli Jongdae dengan guling yang berada tidak jauh darinya.

"Hei aku hanya bercanda Xiu! Sudah sudah!" Jongdae menarik pakda guling yang dipegang Xiumin.

"Aku hanya bercanda,kau ini serius sekali" kata Jongdae setelah mengamankan guling yang dipakai Xiumin untuk memukulinya.

"Aku kan sedang serius! Aku lebih suka sikapmu di sekolah!" Kata Xiumin mengembungkan pipinya.

"Aku sudah bilang akan kupikirkan,mungkin besok aku akan memberitaumu. Sudah lebih baik kau tidur sekarang,besok masih harus sekolah" kata Jongdae.

"Hyung,aku tidur dimana?" Tanya Xiumin bingung.

"Di sebelahku" Jongdae menggeser posisi tidurnya dan menyisakan tempat untuk Xiumin.

"Kalau tidak cukup bagaimana?" Tanya Xiumin.

"Kau bisa menindihku atau aku yang menindihmu" kata Jongdae sambil menutup matanya. Sebelumnya dia sudah menyimpan kaca mata minusnya di meja belajarnya.

"Hyung aku serius!" Xiumin menghela nafas.

"Kau bahkan belum mencobanya Xiu,sudah tidur saja aku yakin cukup kok" kata Jongdae.

Xiumin merebahkan tubuhnya disamping Jongdae dan benar apa kata Jongdae,tempatnya cukup untuk Xiumin.

"Hyung"

"Apa?"

"Janji kan setelah aku memenuhi syaratmu,nilaiku akan naik"

"Ya aku janji" kata Jongdae malas.

"Tapi.. syaratnya jangan susah susah ya hyung" kata Xiumin menatap langit langit kamar Jongdae.

"Kau ini sudah nilai jelek,minta toleransi pula" kata Jongdae.

"Ish tidak usah dibilang nilai jeleknya!" Kata Xiumin.

"Memang kau mau syarat yang bagaimana?" Tanya Jongdae.

"Yang mudah mudah" kata Xiumin dengan wajah tanoa dosanya.

"Bagaimana kalau syarat yang tadi aku katakan saja hm?" Jongdae melirik Xiumin.

"Syarat pertama? A-aku tidak mau! Hyung mesum!" Kata Xiumin.

"Ayolah sehabis itu nilaimu akan tuntas" Jongdae terduduk dan mengurung Xiumin diantara kedua lengannya. Wajahnya tepat berhadapan dengan wajah Xiumin,semakin lama wajahnya semakin mendekat dan wajah Xiumin semakin memerah.

"T-tidak mau! Apa apaan kau hyung! Aku masih suci!" Xiumin mendorong Jongdae dan segera terduduk dengan kedua tangan disilangkan didepan dadanya.

"Aku hanya bercanda,kau ini serius sekali. Ayo tidur" Jongdae kembali tertidur dan kali ini memunggungi Xiumin.

'Sial,hampir saja lepas kendali' batin Jongdae.

Sementara Xiumin masih terduduk dengan detak jantung yang bergemuruh.

"Aku tidak percaya denganmu hyung" kata Xiumin berdiri menuju sofa sambil memeluk bantal. Akhirnya Xiumin memutuskan tidur di sofa karena takut Jongdae akan melakukan yang iya-iya saat dia tidur.

.

Pelan pelan Xiumin membuka matanya. Seingatnya dia tidur di sofa kenapa rasanya sofa ini luas sekali.

"Eh?! Ini?" Xiumin segera terduduk. Ini bukan sofa. Ini kasur Jongdae.

"Suda bangun?" Chen keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melingkar di pinggangnya.

"K-kenapa aku ada di sini? Seingatku kemarin aku... apa yang terjadi?!" Xiumin menatap shock ke arah Jongdae.

"Sebenarnya apa yang kau pikirkan Xiu? Kalau aku tidak memindahkanmu bisa bisa sekarang ini punggung dan pinggangmu sakit" kata Jongdae.

"Em.. Hyung tidak melakukan apa apa kan selain memindahkanku?" Xiumin menatap takut ke arah Jongdae.

"Selain itu aku tidur denganmu. Tidur dalam artian sesungguhnya" Jongdae berjalan menuju tempat untuk menggantung baju,mengambil bathrobe yang ternyata lupa dia bawa saat mandi dan langsung memakainya.

"Cepat mandi dan aku akan menyiapkan sarapan" kata Jongdae keluar dari kamar,meninggakan Xiumin sendiri.

"Dia benar benar tidak melakukan apapun kan?" Xiumin menatap nanar ke arah pintu yang baru saja Jongdae tutup.

"Aku mendengarnya Xiu~" teriak Jongdae.

Dengan segera Xiumin berlari menuju ke kamar mandi,takut Jongdae akan melakukan sesuatu yang tidak terprediksi lainnya.

.

"Hyung aku mau jalan kaki saja" kata Xiumin.

"Tidak mau,aku tidak mengijinkanmu. Cepat naik" Jongdae sudah duduk diatas motornya.

"Aish kalau nanti jadi tontonan anak anak di sekolah bagaimana?" Kata Xiumin.

"Kau cukup menutup wajahmu atau kau bisa mengatakan kalau kita sudah menikah" kata Jongdae asal.

"Enak saja menikah!" Xiumin memukul lengan Jongdae.

"Sudahlah cepat naik,mumpung masih pagi jadi sekolah masih sepi" kata Jongdae.

"Aish baiklah baiklah" akhirnya Xiumin mengalah.

"Hyung,jangan cepat ce- WAAAAA" Xiumin refleks memeluk pinggang Jongdae karena Jongdae langsung mengebut begitu saja.

.

"Sudah kubilang jangan ngebut hyung" kata Xiumin sambil turun dari motor Jongdae dengan wajah ditekuk.

"Tak apa,aku mau mencetak rekor pergi ke sekolah tercepat. Lihat kita hanya butuh waktu 2 menit untuk sampai di sini" kata Jongdae bangga.

"Kalau mau mencetak rekor,lakukanlah sendiri dan tidak usah mengajakku" kata Xiumin kesal. Rambutnya yang sudah ditata rapi jadi berantakan.

"Kenapa kau malah marah" Jongdae mengacak rambut Xiumin.

"Ya! Jangan menambah rusak tataan rambutku!" Xiumin memegang tangan Jongdae yang mengacak rambutnya.

"Ini lebih baik dari pada tataan rambutmu yang seperti bapak bapak tadi Xiu" kata Jongdae.

"Aish terserah,aku mau ke kelas dulu" kata Xiumin.

"Jangan lupa latihan seperti biasa Xiu" kata Jongdae.

"Aku tau" kata Xiumin melangkah menuju kelasnya.

.

.

.

TBC

Mianhae kalo ceritanya makin aneh /bow/ TT

Ini makin gaje sumpaahhhhhhh hueeee

Oh iya buat ChenMin EX-Ochy yang nanya aku namja atau yeoja jawabannya adalah aku... genderless wkwk gadeng aku yeoja tapi banyak yang meragukan aku yeoja/? wkwk salam kenal ne :)

Reviewnya juseyo? :)