New Teacher

.

.

Happy Reading ^^

"Ekhem"

Baru saja Xiumin melangkahkan kakinya masuk ke kelas,satu satunya orang yang sudah ada di kelas selain dirinya adalah Jongmin.

Xiumin hanya berjalan dengan malas menuju bangkunya.

"Akhem" Jongmin menarik kursinya mendekati bangku Xiumin.

"Apa Jong? Aku sedang tidak mood" kata Xiumin.

"Tidak mood? Kulihat kau dibonceng Jongdae oppa,kenapa kau malah tidak mood?" Jongmin memiringkan kepalanya.

"K-kau melihatnya?" Xiumin menatap Jongmin dengan pandangan horor.

"Aku bahkan memotretnya. Yaampun mood booster" kata Jongmin menangkup kedua pipinya.

"Jong kumohon jangan kau sebarkan ke siapaun. Terutama teman teman fujoshimu kumohoonnn" kata Xiumin memelas dengan puppy eyesnya.

"Tenang saja,rahasiamu aman" Jongmin mengacak rambut Xiumin. Kebiasaan Jongmin kalau gemas dengan tingkah Xiumin.

"Jong,kau tau kan lombanya tinggal 2 hari lagi" kata Xiumin.

"Tentu saja. Kostum dan semua perlengkapanmu kan aku yang atur" kata Jongmin.

"Aku takut Jong" kata Xiumin menyandarkan dagunya di meja.

"Tahun lalu kau juga takut dan akhirnya kau dapat juara 2. Ini biasa terjadi kan?" Kata Jongmin masih tetap mengacak acak rambut Xiumin.

"Iya tapi.. kali ini aku benar benar takut" kata Xiumin.

"Ada aku,dan... ada Jongdae oppa" Jongmin sengaja berbisik di akhir kalimat.

"Jongmin!" Xiumin terduduk sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Ekhem,maaf mengganggu acara kakak adik ini" kata Jongdae menyenderkan bahunya di pintu kelas Xiumin.

"Ada apa hyung?" Tanya Minseok.

"Kemari Xiu" Jongdae menggerakkan tangannya mengistaratkan Xiumin mendekat.

"Kenapa?" Xiumin mendekat dan sekarang dia tepat didepan Jongdae.

"Hmm aku mau ke kantin saja~" Jongmin berjalan keluar pintu melewati Xiumin dan Jongdae. Tapi saat dia tepat ada di belakang Xiumin,Jongmin sengaja mendorong punggung Xiumin cukup kuat hingga Xiumin terdorong.

Tepat saat Xiumin terdorong,Jongdae sempat memegang kedua lengan Xiumin agar dia tidak jatuh,tapi Xiumin terdorong terlalu kuat sampai menyebabkan bibir Jongdae mendarat dengan mulus di jidat Xiumin.

Mereka membeku karena terkejut,merasa ada kesempatan akhirnya Jongmin memotret mereka berdua sebelum akhirnya dia berlari menuju kantin.

Setelah tersadar Xiumin cepat cepat mundur beberapa langkah sebelum ada yang melihat mereka. Sementara Jongdae hanya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Em.. baju gantimu tertinggal" Jongdae menyerahkan tas kecil yang berisi baju ganti Xiumin untuk latihan dancenya nanti.

"O-oh kenapa aku bisa sampai lupa. Terimakasih hyung" Xiumin menerima tasnya dengan gerakan pelan.

"Yasudah.. aku kembali dulu" kata Jongdae.

"Iya" balas Xiumin singkat.

"Belajar yang benar" Jongdae sempat mengacak rambut Xiumin sebentar lalu kembali ke ruang guru,menyiapkan materi sebelum bel masuk berbunyi.

.

"Jadi untuk campuran zat kimia ini-"

Toktok

Suara ketukan pintu membuat konsentrasi siswa yang awalnya tertuju pada guru killer pengajar kimia itu jadi teralihkan.

"Masuk"

Pintu terbuka memperlihatkan seorang guru muda yang baru beberapa hari mengajar disana.

"Maaf,mengganggu. Aku ingin meminta ijin untuk Xiumin. Dia akan mengikuti lomba beberapa hari lagi" kata guru muda itu yang tak lain adalah Jongdae.

"Apa kepala sekolah sudah tau?" Tanya guru kimia itu.

"Sudah. Ini ada bukti suratnya" Jongdae memberikan surat ke guru kimia itu.

"Baiklah,Xiumin kemasi barang barangmu"

Xiumin dengan segera mengemasi barang barangnya ke dalam tas.

"Good luck" bisik Jongmin yang masih bisa didengar Xiumin. Xiumin hanya membalasnya dengan mengangguk sambil tersenyum kemudian pergi meninggalkan kelas dengan rasa lega seolah olah keluar dari penjara.

"Asik~ selamat tinggal guru galak~" Xiumin melompat lompat kecil sambil mengangkat tangannya tinggi tinggi ke atas saking senangnya.

Sepertinya mereka sudah melupakan insiden tadi pagi karena sekarang mereka bertingkah normal,tidak canggung seperti sebelumnya.

"Kau bisa saja terbebas dari pelajaran Kimia,tapi kau harus latihan sampai aku memerintahkanmu untuk berhenti" kata Jongdae.

"M-mwo?! Kenapa begitu?" Tanya Xiumin dengan nada protes.

"Aku yang mencarikanmu ijin dan kepala sekolah mempercayakanmu padaku. Sudah jangan banyak protes. Ayo" Jongdae merangkul Xiumin sambil berjalan menuju ruangan dance.

.

Ketika sampai di ruangan dance,setelah selesai menutup pintu Jongdae membulatkan matanya melihat Xiumin dengan polosnya membuka baju didepannya.

"Apa? Kita sesama namja kan" kata Xiumin dengan santai melepas celananya didepan Jongdae,untungnya dia memakai boxer.

"Apa yang kau lakukan?!" Kata Jongdae. Bukannya bergegas berganti baju,Xiumin malah dengan santai melipat seragamnya dan hanya menggunakan boxer.

"Aku malas kalau harus bulak balik hyung. Sekalian saja disini. Hyung mau kubantu berganti baju?" kata Xiumin berjalan mendekati Jongdae. Bajunya sama sekali belum terpakai. Hanya boxer yang terpasang di pinggangnya.

Mata Jongdae terkunci ke arah Xiumin. Apa Xiumin punya kepribadian ganda? Kenapa sifatnya selalu berubah ubah?

"Hyung? Hyung kau melamun?" ketika Jongdae tersadar,Xiumin ternyata masih menggunakan seragam sekolahnya dengan lengkap.

'Sial hanya hayalan'

"Ah tidak kok. Aku ganti baju dulu" Jongdae berlari kecil menuju kamar mandi di dekat sana.

"Aish apa boleh buat" Jobgdae menatap miris ke adik kecilnya yang sudah setengah menegang. Dengan terpaksa Jongdae harus 'menidurkan' kembali adik kecilnya dengan tangan.

.

"Chen hyung kenapa lama sekali" Xiumin terduduk sambil menyandarkan punggungnya ke tembok. Dia sudah selesai berganti baju dari tadi tapi Jongdae belum keluar juga. Padahal Jongdae yang lebih dulu bilang mau mengganti baju.

"Engh~"

"Eh?" Xiumin menatap bingung pintu kamar mandi yang Jongdae masuki.

"Apa yang dia lakukan? Kenapa suaranya aneh?" Xiumin mulai penasaran dan mendekati pintu kamar mandi di ruangan dance itu.

"Hyung? Hyung tidak apa apa?" Xiumin mengetuk pintu itu beberapa kali.

"Ehm tidak apa apa. Tunggu sebentar lagihh"

"Hyung kenapa suaramu aneh? Aku masuk ya?" Kata Xiumin.

"Jangan! A-aku sudah selesai,tunggu beberapa menit lagi" kata Jongdae.

Akhirnya Xiumin duduk di tempatnya tadi sambil berpikir apa yang dilakukan Jongdae.

"Baru kali ini aku mendengar orang berganti baju yang mengeluarkan suara aneh" kata Xiumin sambil menggoyang goyangkan kakinya.

"Jangan jangan pakaian Jongdae hyung kekecilan" kata Xiumin dengan polosnya.

Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka.

"Hyung tidak apa apa? Kenapa hyung berkeringat?" Tanya Xiumin.

"Eh itu.. kamar mandinya panas" bohong Jongdae.

"Oh begitu,baiklah ayo mulai latihannya" kata Xiumin mulai mengambil posisi.

Jongdae menghidupkan musiknya dan seperti biasa dia memperhatikan Xiumin dari pinggir.

Sesekali Jongdae harus menelan ludahnya dengan kasar melihat pemandangan Xiumin.

Xiumin menggunakan tank top kebesaran yang sesekali bagian bahunya akan melorot dan menampilkan bahu Xiumin yang mulus. Fantasi liar kembali menghampiri kepala Jongdae tapi bagaimanapun dia harus menahan libidonya.

.

"Cukup Xiu. Latihan kali ini selesai"

Jongdae mematikan musiknya setelah tersiksa selama 1 jam menahan libidonya,kalau lebih lama lagi bisa bisa dia mati konyol karena menahan libidonya melihat baju Xiumin yang terus terusan melorot bahkan sesekali nipplenya terlihat jelas di mata Jongdae yang pastinya membuat Jongdae meneguk ludahnya dengan kasar. Belum lagi ketika pantat Xiumin yang padat itu bergerak gerak dan membuat tangan Jongdae gemas ingin meremasnya dengan kasar.

"Aku kan belum lelah hyung" kata Xiumin menghampiri Jongdae.

"Jangan terlalu lelah nanti sakit" kata Jongdae.

"Hmm yasudah" Kata Xiumin sambil duduk disamping Jongdae. Dia mengambil handuk kecil yang biasa dia bawa dan mengelap keringatnya.

"Xiu" panggil Jongdae tanpa menoleh.

"Wae?" Tanya Xiumin.

"Sepertinya aku tau syarat yang bagus untuk memperbaiki nilaimu" kata Jongdae.

"Jinjja? Tidak ada hubungannya dengan seks kan?" Xiumin menatap Jongdae.

"Tentu saja tidak. Dasar mesum" Jongdae menyentil jidat Xiumin.

"Yak! Yang membuat syarat mesum kan hyung!" Kata Xiumin tidak terima.

"Yah tapi yang menatap badanku saat topless tanpa kedip itu kau" Jongdae menatap wajah Xiumin yang seketika memerah.

"Kenapa diam?" Tanya Jongdae.

"Aish beri tau saja padaku apa syaratnya!" Kata Xiumin mengalihkan pembicaraan.

"Baiklah baiklah.. aku mau kau menjadi juara 1 di lomba ini maka aku akan memperbaiki nilaimu dan memberikanmu hadiah tambahan" kata Jongdae.

"J-juara 1? Tapi.." Xiumin tertunduk

"Kenapa? Syarat itu tidak ada hubungannya dengan seks kan?" Kata Jongdae.

"Iya tapi... rasanya tidak mungkin" kata Xiumin.

"Apa saja bisa menjadi mungkin kalau kau berusaha" Jongdae mengusap rambut Xiumin.

"Ringakan sedikit hyung,kumohon" Xiumin menatap Jongdae dengan puppy eyesnya.

"Baiklah baiklah,juara 2 atau 3 juga boleh. Tapi kalau juara 2 atau 3 kau hanya dapat perbaikan nilai tanpa ada hadiah tambahannya" kata Jongdae.

"Hadiah? Memang hadiah apa?"

"Hmm rahasia. Kalau kau mau hadiah kau harus jadi juara 1" kata Jongdae.

"Jangan jangan hyung mau memberiku buku matematika yang sangat tebal" kata Xiumin.

"Mana mungkin,bodoh. Kau membaca buku catatanmu sendiri saja bisa mengantuk" kata Jongdae menjitak Xiumin.

"Aish kan siapa tau" kata Xiumin.

Xiumin merogoh kantongnya,mengambil permen dari sana. Setelah itu dia membuka dan memakannya.

"Yak! jangan makan permen. Nanti kau batuk" kata Jongdae.

"Makan 1 permen saja tidak akan membuatku batuk hyung" kata Xiumin.

"Sekarang sedang musim flu,Xiu. Batuk akan mengganggumu dalam menari nanti" kata Jongdae.

"Baiklah tapi dimana aku harus membuang permen ini?" Xiumin menatap sekelilingnya.

"Jangan dibuang" kata Jongdae.

"Tadi kau bilang jangan makan permen. Sekarang kau bilang jangan dibuang,hyung kau membuatku bingung" kata Xiumin.

Tiba tiba Jongdae menekan kedua pipi Xiumin hingga bibir Xiumin terbuka. Tanpa permisi lidah Jingdae masuk ke mulut Xiumin untuk mengambil permen di mulut Xiumin dan memasukannya ke mulutnya.

"...?!" Xiumin melotot dengan wajahnya yang memerah sempurna.

"Aku tidak menyuruhmu membuangnya jadi lebih baik permen ini untukku saja. Aku akan kembali Xiu,bersiaplah untuk pulang" Jongdae berjalan keluar pintu seolah tidak terjadi apa apa sebelumnya dan meninggalkan Xiumin yang mematung.

"A-apa apaan itu?!" Kata Xiumin setelah terbengong cukup lama.

TBC

Yaampun kok makin kesini makin garing TT /nangis guling guling/

Mianhae ya kalau mengecewakan TT idenya surut banget huweeeeeee

Aku usahain biar bisa update cepet eh jadinya malah gini duh bunuh Hyorin di rawa-rawa/?

Semoga suka aja walaupun kayaknya ga mungkin TT

Reviewnya juseyo? TT