MAYBE YOU FEEL WHAT I FEEL

CHAP 2

"yah sepertinya kau tahu jawabannya" jongin hanya melangkah ke sofa dan membaringkan

"tidurlah disini, biar aku saja yang tidur di sofa, lagipula ini rumahmu dan ini kamarmu"

"tidak perlu kau saja yang tidur di situ" ucap jongin sambil memjamkan mata

Kyungsoo hanya bisa melihat dengan tatapan menyedihkan bukan seperti ini pernikahan yang dia inginkan kyungsoo , akhirnya ia berpikiran bahwa ia hanya ingin pulang sekarang, dia ingin merasakan kebebasan kembali dan ia merindukan kedua orangtuanya , mata besar itu terlihat menahan air mata yang menumpuk di pelupuk mata dan jikalau kyungsoo mengedipkan matanya saja, air mata itu pasti sudah jatuh di pipi putihnya.

HAPPY READING

.

.

.

.

.

.

Satu minggu telah berakhir dan kyungsoo pun telah siap untuk pergi uliah tidak ada percakapan yang penting antara kyungsoo dan jongin dan tidak ada perkembangan dari hubungan keduanya, mereka sibuk dengan dunia nya masing-masing, kyungsoo menjadi istri yang baik untuk jongin dan jongin hanya bersikap sepert biasa dengan sikapnya yang dingin dan datar, tidak ada perhatian lebih kepada kyungsoo, namun kyungsoo hanya bisa bersabar menjalani pernikahan yang tidak dia inginkan ini , mungkin ia akan bertahan atau menyerah dengan semuanya.

"kyungsoo apakah kau benar-benar akan masuk kuliah hari ini?"tanya kim yuri pada kyungsoo saat mereka sarapan bersama seperti biasa,

"uhmm, ia umma, lagi pula sudah cukup satu minggu berlibur, dan lagi pula aku bosan di rumah saja dan aku rindu sahabatku" ujar kyungsoo semangat

"oh begitu, lain kali kau harus membawa mereka ke rumah kita ne?" pinta kim yuri

"dan kau jongin apakah kau akan kembali kuliah atau menjalankan bisnis dulu bersama appa?"

"sepertinya aku akan bekerja dulu bersama appa"

"tidak seharusnya kau kuliah dulu, kau harus segera menyelesaikan kuliah mu secepatnya" ujar kim jongsoo

"sepertinya jongin tidak perlu terburu-buru kuliah yeobbo lagi pula dia memiliki prestasi yang baik dan otaknya yang jenius, pasti bisa mengejar ketertinggalannya" kim yuri mebujuk kepada suaminya

"ya walau begitu dia harus cepat lulus, dan dia harus mandiri dan menghidupi kyungsoo dengan hasil kerja kerasnya"

Kyungsoo hanya bisa diam . kyungsoo sempat berpikir apakah benar kim jongin masih kuliah dimana jongin kuliah kyungsoo tidak mengetahuinya, bahkan kyungsoo mengira jongin bahwa dia adalah seorang yang sudah lulus dan menjadi pengusaha yang sukses.

Ayolah kyungsoo apa kau tidak tahu kalau kau satu universitas denganya.

"kau bisa masuk kerja besok jongin " ucap kim jongsoo dengan tegas

"ne appa" jawab jongin singkat

Kim yuri terlihat senang melihat keluarganya yang sempurna tanpa memikirkan perasaan anaknya sendiri.

"kyungie , kau akan di antaran oleh jongin ke kampusmu" ucap kim yuri sembari melirik ke arah jongin

"tidak umma, aku akan naik bus saja" tolak kyungsoo

"tidak-tidak kau harus berangkat dengan jongin, tidaka ada penolakan"

Jongin hanya bisa menatap dingin ke arah ummanya yang di balas dengan tatapan sebaliknya, jongin tidak bisa mengalah karena ia tahu betapa keras kpelanya ummanya itu dan sifat itu di turunkan kepada dirinya sendiri.

"kyungie, apakah jongin sudah mbicarakan padamu tentang kepindahan mu dan jongin ke apartemen milik jongin?" tanya kim yuri

"MWO?" Pekik kyungsoo di pagi hari yang membuat kim yuri serta kim jungsoo tersentak kaget

"mian umma, appa. Oh kepindahan aku dengan jongin, jongin belum meberitahu ku"

"aishh anak ini, YA kim jongin, ada apa dengan mu ini, kenapa kau tidak meberitahunya"

"..." jongin hanya bisa diam dan begitu juga dengan kyungsoo

"begini kyungsoo kau akan pindah hari ini ke apartement jongin hari ini karena rumah ini letaknya jauh dengan perusahaan dan tempat kuliah mu"

"ne, umma" kyungsoo tidak bisa menolak

Ya rumah besar milik ortu jongin jauh dari tempat perusahaan dan kampus kyungsoo sehingga ia harus kembali ke apartemen jongin !

Kyungsoo pun tidak ingin merasakan kecanggungan bersama jongiin saat di hadapan oortu nya jongin

"ya sudah mau aku anatr atau tidak? Kau bisa terlambat" ucap jongin dingin pada kyungsoo

Kemudian kyungsoo pamit pada ortu jongin setelah jongin pergi medahulinya

'ada apa dengan mereka berdua' tanya kim jungsoo dalam hati

"KYUNGIE.." teriak baekhyun saat melihat kyungsoo di koridor kampus

"ah baekhyun, anyeong baekie aku merindukan mu" ucap kyungsoo sembari memeluk baekhyun erat

"astaga kyungsoo kau lebih kurus, ada apa dengan mu hmm?" tanya baekhyun sembari melihat kyungsoo dari bawah hingga atas

Sahabat kyungsoo yang satu ini memng terlalu peka terhadap sahabat sedari kecilnya ini, ya baekhyun adalah sahabat kecilnya kyungsoo, keadaan dimana kyungsoo bahagia dan kesedihan kyungsoo ,baekhyun pasti merasakannya.

"gwenchana, bagaimana kabarmu kau terlihat lebih cantik"

"ya sepert yang ka lihat aku baik baik saja dan terimakasih"

"kau berhutang cerita satu minggu ini" uhar baekhyun

Deg

Kyungsoo bingung apakah ia harus menceritakan tentang pernikahannya atau tidak

"kemana mereka, kenapa belum datang?" tanya baekhyun yg entah akan di jawab oleh siapa

"Nah itu mereka" ucap kyungsoo semangat

Ketiga sahabat kyungsoo yakni xiumin,luhan,dan tao tiga yeoja cantik berkepribadian yang berbeda!

Ke lima sahabat itu kini tengah menikmati buble tea serta wafel di sebuah kafe langganan mereka

Keempat sahabat kyungsoo di buat terkejut saat kyungsoo meceritakan kejadian yang ia alami seminggu terakhir dan pernikahan yang membuatnya tidak bahagia

"kyungie kau harus, membicarakannya kepada orang tua mu" ucap luhan dengan raut prihatin

"ia kyungie, kau mungkin tidak akan bahagia bersama siapa nama namja tadi kim jong , kam jong ,jong apa ? apalah itu sepertinya dia bukan pria baik" ucap baekhuyun nyolot

"entahlah aku harus berbuat apa, aku tidak tahu," jawab kyungsoo dengan wajah prustasinya

"sekarang kau tinggal di mana?" tanya xiumin

"aku seminggu ini tinggal di rumah ortu jongin, tapi hari ini aku akan pindajh ke apartemen jongin"

"astaga berati kau akan tinggal hanya berdua di apartemen itu?" tanya baekhyun

"ya mau bagaimana lagi aku hanya bisa menuruti keinginnan ummanya"

"apakah kau sudah melakukan 'itu' dengannya?" tanya tao yang sedari tadi diam medengarkan sahabat-sahabatnya dengan tenang

Ketiga yoeja lainnya (xiumin,luhan dan baekhyun) membulatkan mata serempak terkecuali kyungsoo yang tidak tahu maksud dari tao

"ya 'itu' astaga kau polos sekali kyungsoo-ya" ucap tao lagi

"iya, apakah kau tidur dengannya dan melakukan hubunngan seperti suami istri" tanya luhan memperjelas

"ANNIYO bahkan kami tidak tidur satu ranjang" jawab kyungsoo tegas

"huftthhh" ke empat yeoja menhela nafas bersamaan

"sepertinya dia namja baik" ujar tao

"kenapa kau berpikir seperti itu tao?" ujar baekhyun

"ya,entahlah aku tidak tahu,

KIM JONG IN namanya tidak asing untuk ku" ucap tao

"apa kau mengenalnya?"tanya kyungsoo

"tidak aku hanya pernah dengar nama seperti dia namun aku lupa tepatnya dimana dan saat apa" ucap tao dengan menatap dalam kyungsoo

"oh begitu" kata kyungsoo

"Sepertinya sudah sore aku harus pulang dan aku harus mengemas barang barangku untuk pindah ke apartemen jongin''

"baiklah kyungsoo, apa kau akan di jemput olehnya?" tanya luhan

"biar aku mengantarmu kyunie," tawar baekhyun

"dasar namaja macam apa dia, membiarkan istrinya terlantar"

"ya, kau jangan membuat hati kyungsoo bersedih, tadi saja kau mengatakan pria itu baik, dan sekarang?" xiumin membantah perkataan tao

"mian" ucap tao lirih

"kalau dia berbuat sesuatu padamu, laporkan saja padaku aku akan menghajarnya jika dia menyakiti mu kyungie" susul tao saat kyungsoo berdiri dari kursi yang ia duduki

"tidak apa tao, ne kau bisa saja ,Kalau begitu aku pulang dulu anyeong samapai jumpa!" kyungsoo pergi dari kafe meninggakan kemempat sahabatnya yang memndang punggung kyungsoo dengan sendu.

Saat ini kyungsoo tengah berada di dalam mobil jongin yang akan menuju apartemen milik jongin, keduanya tidak ada yang memulai pembicaraan, keadaan hening di dalam mobil membuat kyungsoo bosan dan mengantuk, tidak kyungsoo tidak boleh tidur dalam mobil. Sesamapai di apartemen milik jongin kyungsoo duduk di sala satu sofa dengan jongin yang tengah menuju kamar meltakan koper serta barang barang kyungsoo ke dalam kamar mereka, setelah jongin kembali ke ruangan yang di tempati kyungsoo, kyungsoo menwarkan jongin untuk makan malam

"jongin, apa kau lapar?" tanya kyungsoo

"iya, apa kau bisa membuat seuatu?'' jawab jongin dingin

''tentu., kau mandilah dulu setelah itu makanan akan siap saat kau selesai mandi!" ucap kyungsoo dengan senyum tak lepas dari bibir nya

Jongin pun pergi kekamar untuk membersihkan badannya, jongin baru menyadari bahwa di kamarnya ini tidak ada sofa, ia tidak tega jika kyungsoo harus tidur disofa ruang tamu atau ruang tv, sepertinya dia akan mengalah malam ini!

Setelah itu kyungsoo sudah siap dengan makanan yang di hidangkannya ia melepaskan apronnya dan mempersilahkan jongin yang baru saja tiba di meja makankemudian kyungsoo menyuruhnya untuk makan dan ia melangkah ke kamar namun tangan mungil kyungsoo di tahan oleh jongin, jongin meyuruhnya makan bersama

"makanlah" ucap jongin singkat

"aku harus mandi dulu" tolak kyungsoo

"tidak kau harus menemani ku" bantah jongin

Ada apa dengan jongin kenapa dia tiba tiba ingin di temani kyungsoo

"aku tahu kau belum makan sejak kau pelang kke rumah umma tadi, jangan membuatku repot jika kau sakit" ucap jongin dengan nada yang tidak menunjukan rasa sayang pada kyungsoo

Kyungsoo yang tadinya merasa senang saat ia merasa jongin mulai perhatian padanya namun moodnya langsung turun seketika, ya kyungsoo harus menyadari perasaannya bahwa jongin tidak membalas perasaannya, dan kyungsoo harusnya tidak mengharapkan hal lebih dari jongin yang menganggap kyungsoo sebagai beban dalam hidup jongin

Kyungsoo hanya memakan makanannya tanpa melihat mata kai yang terus melihat kearahya, kyungsoo hanya menudukan kepalanya memakan makanan dengan wajah yang terlihat dingin, keheningan terpecahkan saat jongin mulai membuka mulutnya

"apakah kita harus tidur bersama?"tanya jongin

Kyungsoo hampir tersedak akbiat pertanyaan dari jongin

"tidak, maksudku di kamar tidak ada sofa jadi..., mungkin aku akan tidur di ruang tv saja" sela jongin saat jongin melihat kepala kyungsoo terangkat dengan mata melebar menatapnya

"apa tidak ada kamar lain?", tanya kyungsoo

"tidak ada hanya ada satu kamar di sini" jawab jongin

"kalau begitu mari kita membuat kesepakatan"

"kesepakatan?" tanya jongin bingung

"iya kesepakatan, jadi karena kita menikah tidak berdasarkan cinta maka kita akan membatasi hubungan antara kita'' tukas kyungsoo

"oke aku menyetujui mu" jawab jongin

"kita boleh tidur satu ranjang asal tidak melakukan hal lebih" kata kyungsoo

"oke aku metujuinya, aku bahkan tidak tertarik pada badanmu itu . dan aku ingin kau harus ada di rumah saat jam tepat sembilan malam tidak lebih"ucap jongin

"tsk, dasar kau harus memegang ucapanmu jongin, kenapa kau menyuruhku agar ada di rumah tidak lebih dari jam sembilan bahkan saat kau di rumah umma, kau pulang larut malam tanpa aku kekang" dengus kyungsoo

"ya. Aku tidak ingin melihat orang menilai ku memiliki istri yang sering pulang larut malam" jawab jongin santai

Hati kyungsoo terasa hangat saat jongin mengakuinya sebagai istri.

''baiklah aku menuruti mu, lagi pula aku tidak seperti mu" ucap kyungsoo menantang dan saat kata terakhir ia memelankan ucapannya

"apa kata mu?" tanya jongin

"aku menuruti mu" jawab kyungsoo mengulang

"tidak aku mendengar yang lain saat kau mengucapkan tadi!" selidik jongin

Hening...

lalu apa lagi?" tanya jongin

"jika aku ingin bertemu dengan pria lain kau tidak boleh melarangnya, bagaimana?"

Ada sedikit perasaan kecewa dan berat hati saat jongin akan menjawab permintaan kyungsoo yang satu ini

"baiklah, begitupun sebaliknya" jawab jongin

"dan jangan membawa yeoja lain bahkan teman sekali pun ke apartemen ini terkecuali jika namja temanmu"

"baiklah, begitupun sebaliknya" jwab jongin sama dengan sebelumnya

"tidak melakukan kontak fisik lebih dari berpegangan tangan" ucap kyungsoo

"baiklah, memangnya hal lebih apa yang akan aku lakukan padamu?" jawab jongin santai

Kyungsoo hanya dapat mendelik kearah jongin

"oke, kesepakatan sudah di buat, kesepakatan lainnya akan kita buat menyusul." Ucap kyungsoo sambil berdiri

"kau, jika sudah selesai jangan lupa taruh saja ke washtafel biar aku yang mencucinya pagi nanti"

Kyungsoo pun melangkah ke kamar jongin untuk mebersihkan badannya kemudian tidur , setelah kyungsoo memakai piamanya jongin masuk ke kamar. Jantung keduanya berdetak tak normal bahakan pipi kyungsoo kini merona saat kyungsoo membayangan dirinya satu ranjang bersama jongin, dibawah selimut yang sama dan apa yang akan terjadi kyungsoo hanya mengeleng-gelengkan kepalanya . tidak mungkin jongin melanggar kesepakatan yang tadi mereka buat.

Saat jongin akan membuka kaos yang jongin kenakan kyungsoo memekik keras

"YAAA, apa yang kau lakukan?" teriak kyungsoo

"apa? Aku hanya membuka baju ku, aku terbiasa tidur topless" jawab jongin santai

"aku tidak mau seranjang dengan mu" jawab kyungsoo datar

"tsk, dasar kau pasti berpikiran yang tidak-tidak, kalau begitu tidurlah di sofa" ucap jongin

"apa maksudmu, aku tidak semesum kau tuan kim" sungut kyungsoo

"kalu begitu kenapa kau keberatan untuk tidur seranjang, lagi pula kita sudah membuat kespakatan, kau bisa mempercayai ku kali ini" jawab jongin meninggi namun lembut saat kalimat terakhir

"aku tidak percaya ucapan mu" ucap kyungsoo

"tersrah kau saja aku LELAH" jawab jongin sambil merebahkan badannya di ranjang dan menarik selimut sampai atas dadanya. Dan hal itu membuat kyungsoo mengerutu tak jelas dan dengan ragu ia mulai naik ke ranjang dan tidur dengan posisi mereka yang saling membelakangi satu sama lain, namun dengan keadaan 'awkward? keduanya tidak biasa tidur, suasana hening dan hanya dentingan jam dinding yang menunjukan pukul 11 malam keduanya belum tertidur masih sama dengan posisi saling membelakangi degup jantung keduanya terpompa dengan tak normal bahkan mereka mungkin bisa mendengar dari dada bagian kiri mereka msing masing!

Akhirnya tidak tahan dengan kondisi seperti ini keduanya secara bersamaan mengarahkan kepsoisi yang saling berhadapan , wajah kyungsoo yang berhadapan dengan jongin pun hanya bisa memandang kagum wajah jongin iris matanya membuat kyungsoo tenggelam , jongin pun menelusuri dengan matanya setiap lekuan bentuk wajah kyungsoo mulai dari mata bulatnya, hidung, serta pipi yang ingin di elus dengan jarinya pasti terasa lembut dan terakhir adalah bibirnya , yang baru ia cicipi sekali yang memberikan kesan berbeda pada dirinya, jongin ia ingin sekali lagi mencium bibir kyungsoo yang terasa lembut saat ia pertama kali mencium bibir kyungsoo , saat jongin mulai tersadar kembali ia mulai bangun dari posisi tidur, dan ia bergegas keluar kamar dan lebih memilih tidur di sofa daripada dia harus bertahan dengan setiap godaan dari wjah polos kyungsoo

'ada apa dengan dia' batin kyungsoo

Kemudian dia sendiri terkekeh geli saat melihat jongin keluar kamar meninggalkannya

"akhirnya aku yang menang" ucap kyungsoo sambil tekekeh kemudian dia merasa tak enak hati dengan jongin yang akan tidur si sofa tanpa selimiut, akhirnya ia memutuskan untuk membwa bantal dan selimut untuk jongin

Wangi enak yang berasal dari arah dapur apartement membuat jongin bangun kemudian ia mencuci muka ,ia memperhatikan 'istri' nya yg tengah memasak sambil bersenandung kecil, jongin yang melihat pun hanya bisa membuang muka saat kyungsoo melihatnya

"kau sudah bangun?, aku membuatkan sarapan untukmu sebelum kau pergi kekantor"

"duduk dan makan lah"

"apakah enak?" tanya kyungsoo

"lumayan, apa kau akan pergi kuliah?" tanya jongin

"iya aku akan pergi" dengan raut muka sedikit kecewa atas 'pujian' jongin

"Kalau begitu kau berangkat bersama dengan ku, lagi pula kampus mu searah dengan perusahaan appa''

"baiklah" jawab kyungsoo singkat

dikamar

''Kyungsoo dimana kau meletakan dasi ku?'' tanya jongin "aku hanya merapikan pakaianmu kemarin , mungkin dasi mu masih di kopermu!'' jawab kyungsoo sembari mengecek buku buku yang ia akan bawa saat ia kuliah

"Lalu dimana kau meletakan koperku?"

''tunggu sebentar'', kemudian kyungsoo pun mengambil dasi yang masih belum ia rapikasn kemarin sore

"ini" kyungsoo mengulurkan dasi ke arah jongin

"gomawo" ujar jongin

"cheonma.." ucap kyungsoo yang bergegas pergi dari kamar menuju pintu apartemen dan mengganti sandal rumah dengan high healsnya. Jongin yang melihatnya terpesona oleh kyungsoo yang sangat anggun dan cantik di matanya namun bukannya pujian yang terlontar dari mulut jongin malah dia membuat kyungsoo badmood di pagi hari

"sekali pendek, tetap saja pendek" ucap jongin sarkastis

''ya. Ada apa dengan mu? aku tidak ingin berdebat dengan mu pagi-pagi begini!" ucap kyungsoo dengan mempoutkan bibirnya lucu.

"oke, mian.. kajja palli!" jongin menyuruh kyungsoo berjalan mendahuluinya

.

.

.

.

TBC

.

.

.

review kalo mau di lanjut + saran moment chanbaek ok ;)