terimakasih untuk yang reviews sebelumnya, maaf kalau kemarin ada sedikit masalah pas posting!
maybe you feel like what i feel
.
.
.
.
.
HAPPY READINGS
.
.
.
SORRY FOR TYPOS
.
.
.
"sekali pendek, tetap saja pendek" ucap jongin sarkastis
''ya. Ada apa dengan mu? aku tidak ingin berdebat dengan mu pagi-pagi begini!" ucap kyungsoo dengan mempoutkan bibirnya lucu.
"oke, mian.. kajja palli!" jongin menyuruh kyungsoo berjalan mendahuluinya
CHAP 3
Kyungsoo tiba di kampusnya setelah ia di antar oleh jongin, seperti biasa keadaan di mobilnya akan tercipta suasana awkward.
***kyungsoo-pov***
Aku berjalan di koridor yang cukup sepi, ya sepertinya sahabat-sahabatku belum datang karena aku berangkat pagi-pagi salahkan saja jongin mahluk hitam menyebalkan membuat aku harus datang sepagi ini untuk kuliah yang pelajarannya akan di mulai satu jam lagi, 'dasar hitam' batinku
Akupun memutuskan pergi ke taman kampus, aku pun duduk di sala satu kursi yang berada dekat denngan pohon di sebelahnya tamanya tidak cukup ramai karena ini masih terlalu pagi. Aku memejamkan mataku sambil menikmati lagu yang aku putar lewat ponselku yang mengalun indah di telingaku lewat earhpone yang aku kenakan. Ketika aku menoleh karah kiriku , aku terkejut bukan main saat seorang laki –laki berkulit putuh pucat duduk di sebelah ku dengak menatap ku intens, aku tidak mengenalnya. Sebelumnya aku belum pernah melihatnya di kampus ini atau aku kurang bergaul serta jarang sekali memperhatikan wajah-wajah mahasiswa maupun mahasiswi di universitas ini.
"perkenalkan, aku oh sehun'' dia mengulurkan tangan untuk berjabatan denganku
"kyungsoo, d.. kim kyungsoo" akupun membals jabatan tangannya aku pun bingung saat memberitahunya tentang marga ku! Untung saja di tidak menyadari
"aku sebelumnya tidak pernah melihatmu di kampus ini, atau mungkin-" pertanyaanku di potong olehnya
"aku mahasiswa pindahan dari jepang" ucapnya membuatku hanya terdiam kenapa namja satu ini terlalu percaya diri sekali dan kenapa ia mau berkenalan dengan ku
"kau cantik" aku tersipu olehnya tanpa izin dariku semburat merah telah muncul dipipiku
"haha, pipimu memerah, astaga kenapa kau malah terlihat mengemaskan'' astaga dia mebuat wajah ku merah padam
"apa kau sedang mengoda ku, eoh?" jawab aku kesal
"aniyo, kyungsoo-ya kau adalah orang yg pertama ku kenal setelah aku berada di kampus ini, senang berkenalan dengan mu, semoga kita menjadi teman baik" dia ingin berteman denganku?
"sampai jumpa nonna" ia melangkah pergi dan memanggilku nonna dan meninggalkan ku yang hanya diam o_o
***normal-pov***
Disebuah ruangan -kim jongin kini tengah berkutat dengan berkas berkas yang ia tanda tangani dahi berkerut terlihat berpikir memahami isi dari berkas yang ia baca, ia memijit pelipis nya dengan tangan nya , ya kini ia dilanda pusing oleh pekerjaannya! Namun ia harus segera menyelesaikan semua urusan dengan appa nya dan kembali kuliah menemani sehun sahabatnya yang berkuliah du satu universitas yang sama ! kemudian ia menarik sudut bibirnya mengulas senyum manis yang jarang ia perlihatkan pada siapapun bahkan kyungsoo belum pernah melihatnya, ia teringat bahwa sang istri pun satu universitas dengnnya, dan kini ia tengah mebayangkan apa yang akan terjadi jka istrinya tahu jika jongin kuliah di satu univesitas yang sama. Ia melihat jam tangan menunjukan pukul 6.00 sore dan ia harus segera pulang.
Park chanyeol sala satu sahabat jongin sekaligus partner kerja di perusahaan ayahnya kini masuk keruangan jongin dengan senyuman yang tak lepas dari wjah tak kalah tampan dengan postur tinggi di atas rata-rata
"jongin, kau sedang sibuk?" tanya chanyeol tanpa meminta izin atau permisi masuk begitu saj ke ruangan milik jongin
"ya, aku sedang sibuk!, ada apa chan?" tanya jongin tanpa melihat ke arah chanyeol dan ia mengetahui lawan bicaranya ini, karen a chanyeol memiliki suara yang khas.
''aku ingin mengajak mu menonton bola di apartementmu apakah bisa?" tanya chanyeol
"okay baiklah 15 menit lagi pekerjaanku selesai" jawab jongin
"baikalah aku tunggu kau"
Jongin dan chanyeol kini tengah berada diruang televisi menantikan pertandingan sepak bola yang mereka tunggu
'kenapa dia belum datang' tanya jogin dalam hati jam menunjunkan pukul tengah sembilan
Kyungsoo beserta ke empat sahabtnya seperti biasa mengobrol serta menceritakan pernikahannya dengan jongin dan sehun namja albino yang tadi pagi baru saja menjadi kenalan sekaligu temannya,
"aku akan mengantarmu" ujar baekhyun
"baiklah"
Baekhyun bersama kyungsoo pun pergi meninggalkan ke tiga sahabat yang masih menikmati perbincangan mereka
"sebentar saja kyungsoo-ya lagi pula kau kan jarang keluar seperti ini!" bujuk baekhyun saat ia ingin mengajak kyungsoo ke sala satu toko di departemen store
"tadi aku kira kau akan mengantarku pulang langsung, tapi nyatanya kau membuatku pegal selam dua jam lebih aku menemanimu belanja! " jawab kyungsoo dengan wajah kesal
"baiklah lagi pula ini baru jam tengah sembilan" jawab baekhyun santai
"mwo, jam berapa katamu?" kyungsoo terlonjak kaget ia mengarahkan jam tangan di tangan kiri baekhyun, ke wajahnya
"kyungsoo-ya gwencana?" kata baekhyun dengan wajah cemas sekaligus merasa bersalah
"tidak apa-apa antarkan aku pulang secepatnya. Aku bisa di bunuh"
Jam menunjukan pukul 9.02 malam namun kyungsoo belum pulang 'aishh dia membuatku menghawatirkanku' batin jongin
"kau kenapa jongin? Tanya chanyeol yang tengah memakan snack sembari melihat kembali acara pertandingan bola yang dianggap jongin sudah tidak menarik lagi , yang tengah jongin pikirkan kali ini hanya yeoja dengan mata bulatnya yang membuat ia gusar sekarang- ia menghawatirkannya,
***Ting tong ting tong***
Terdengar bunyi bel dari pintu apartemen jongin yang berada di lantai 13 bernomorkan 1488 itu ,dan bel tersebut membuat jongin terlonjak dari tempat duduk dan langsung berjalan melangkah besar tak sabar mendekati pintu meninggalkan chanyeol yang tengah menatapnya dengan muka blank serta 'ada apa dengan dia, aneh sekali' batin chanyeol
Jongin membuka pintunya kini yang tengah ia hadapi bukanlah kyungsoo melainkan baekhyun tepat di hadapanya dengan mulut membulat tak percaya bahwa suami kyungsoo adalh namja jenius di universitasnya yakni kai, baekhyun sampai merasakan kedua kakinya lemas saat ia akan membela kyungsoo di hadapan jongin karena kyungsoo datang terlamabat dari kesepakatan yang telah mereka buat sebelumnya
"k..k..kai-sshi?" baekhyun terbata
"..." jongin hanya bisa diam
'ada apa ini, kai? Siapa kai? Apa itu jongin? Tidak mungkin kan dia adalah salah satu namja jenius di kampusku? Tanya kyungsoo dalam hati
Ya kyungsoo tidak mengetahui wajah kai yang sebenarnya siapa kai dan bagaimana sikap orang itu ia hanya mendengar tentang kai dari temanya yang menceritakan tentang bagaimana otaknya yang jenius , sikapnya yang dingin serta tatapan yang seakan dapat membunuh dan wajahnya yang tampan yang membuat gadis- gadis centil di kampus mereka menggoda jongin , dan kyungsoo memang mengakui semua hal yang di diberitahukan tentang kai alais jongin karena kyungsoo sudah tahu selama hampir sebulan mengenal kai.
"a..a..apa benar kau suami dari sahabatku kyungsoo?" tanya baekhun gugup dan hati hati
"iya" jawab jongin singkat
"kyungsoo cepatlah masuk" jongin meyuruh kyungsoo agar masuk
"aku akan mempersilahkan baekhyun masuk, ingat kespakatan kita kan?" Tanya kyungso dengan alis terangkat ke atas beberapa kali
"baiklah" jawab jongin
"kajja baekie" kyungsoo meraih lengan baekhyun dan menariknya kedalam meninggalkan jongin yang tengah menatap sebal karah kyungsoo
Jongin hanya bisa mnatap kedua punggung yeoja itu menjauhi dirinya dengan wajah sebalnya karen ulah kyungsoo
"eh?,sepertinya ada orang" ujar kyungsoo saat kyungsoo melihat kepala seseorang di balik sofa yang tengah menikmati snack serta mata yang tak lepas dari acara di tv.
"siapa, kyungsoo?" tanya baekhyun
"entahlah, sepertinya teman jongin, ayo ke kamar ku dulu!" jawab kyungsoo sambil kemudian menarik lengan baekhyun menuju kamarnya
Cklek
Pintu kamar kyungsoo dan jongin terbuka
"kau duduklah dulu disini, aku ingin mandi, hanya sebentar dan kita akan sedikit mengobrol disini" pinta kyungsoo sambil mengarahkan bekhyun untuk duduk di ranjang kyungsoo
"t,,,tapi kyungsoo ini kan kamar jongin dan kau apa tidak_" pertanyaan baekhyun terpotong
"sudah, itu tidak masalah" jawab kyungsoo memotong, kemudian pergi ke kamar mandi dalam kamar yang cukup besar tersebut .
Baekhyun hanya bisa pasrah atas perlakuan kyungsoo
***Baby don't cry tonight pokpungi morachineun bam
Baby don't cry tonight jogeumeun eoullijanha
Nunmulboda challanhi bitnaneun I sungan neoreul bonaeya haetdeon
So baby don't cry cry nae sarangi gieokdoel teni***
Ponsel baekhyun berdering , seseorang menelpon baekhyun. dengan malas baekhyun mencari ponsel di dalm tas nya yang penuh dengan benda-benda lainya seperti bedak,sisir,eyeliner,buku kecil, alat kosmetik yang boleh dibilang lengkap dan barang barang lainnya yang membuat ia kesusahan mengambil ponsel nya , dengan kesal baekhyun menycecerkan? Seluruh isi dalam tas baekhyun di atas meja nakas kyungsoo. Akhirnya baekhyun menghela nafas saat ia menemukan ponselnya dengan malas ia menatap layar ponselnya dan ketika ia hendak mengeser tombol hijau, untuk menerima panggilan dari umma nya namun panggilannya terputus,
#Habisnya kau lama ngangkatnya si baek
Jongin kembali duduk di sofa tepat disebelah chanyeol yang masih menikmati camilannya, jongin kini nampak jengah dengan melihat kondisi aprtement nya yang mulai berantakan karena sahabat raksasanya satu ini, dan yang lebih membuat ia kesal kyungsoo membawa orang lain ke kamar mereka, tapi jongin tak ambil pusing setelah manusia bertelinga lebar dan sahabat kyungsoo pergi ia akan mengomeli kyungsoo.
Kemudian jongin kembali ementon pertandingan bola yang belum selesai
"goalllllll... yeayyy, daebak ,,," teriak chanyeol menggema di apartemen jongin
"berisik sekali kau ini" gerutu jongin sembari menutup kedua telinganya
"hehe,,, mian" jawab chanyeol dengan senyum idiotnya
"Ya, cepatlah kau pulang ini sudah malam" titah jongin pada chanyeol
"ya jongin sebentar lagi , kan pertandingannya belum selesai" pinta chanyeol melas
"ya sudah kalau begitu, dan ingat kau harus membereskan kekeacauan ini" kata jongin sembari menunjukan sampah plastik snack bekas chanyeol
"siap" jawab chanyeol semngat
Hening
"hey jongin, bukankah kyungsoo tadi sudah pulang?" tanya chanyeol
"ya ia sudah ada dikamar dengan sahabatnya" jawab jongin
"sahabatnya, apa dia yeoja?" tanya chanyeol penasaran
"tentu saja dia yeoja , jikalau namja mungkin aku sudah menendangnya" jawab jongin dengan wajah sebal
"apa dia lebih cantik dari kyungsoo?, siapa namanya?, berapa tahun umurnya?, apa dia berkuliah atau bekerja? apa dia sudah menikah?" tanya chanyeol bertubi tubi pada jongin
"kau ini kenapa memberikan pertanyaan sebanyak itu, membuat telingaku panas saja" dengus jongin
"hehe...,habisnya aku penasaran, lalu bagaimana?" tanya chanyeol kembali dengan senyum tak lepas dari wajah tampannya
"apanya yang bagaimana?" jongin balik bertanya
"dasar kau ini,,, bukankah kau namja jenius ya tentu saja tentang yeoja sahabat kyungsoo, siapa lagi. bagaimana?" Tanya chanyeol kembali dengan wajah yang masih semangat menanti jawaban jongin
"mollayo" jawab jongin dengan wajah tanpa dosa
Puk
"aishhh kau ini" chanyeol kesal dan menjitak kepala jongin
"YA, APPO... kenapa kau memukul ku eoh?" jongin berteriak sembari mengelus kepalanya
"habisnya kau menyebalkan" jawab chanyeol asal
At kyungsoo and jongin room
Terlihat seorang yeoja cantik dengan eyeliner di mata sipitnya –baekhyun yang tengah menerima panggilan dari seseorang sepertinya ummanya, sambil duduk di tepi ranjang, kemudian munculah yeoja bermata bulat –kyungsoo, ia sudah membersihkan badannya dan memakai piama bermotif pororo miliknya serta handuk kecil di atas kepalanya yang bergerak oleh kedua tangan mungil kyungsoo,
"baekie, apa kau tidak mau mandi dulu?" tawar kyungsoo
"tidak usah, lagi pula aku hanya sebentar disini" jawab bekhyun
"oh, oke yasudah" balas kyungsoo kemudian duduk di dekat baekhyun
"kyungie,..? tanya bekhyun
"apa kau benar-benar tidur dengannya di sini?" tanya baekhyun sembari menunjuk ke ranjang yang tengah ia duduki bersama kyungsoo
"anniyo, mungkin belum!" jawab kyungsoo
"apa maksudnya dengan 'belum'?" tanya baekhyun dengan nada sedikit meninggi
"ah, iya aku membuat kesepakatan dengan jongin untuk tidur satu ranjang , namun tak akan melakukan 'itu' dan aku tidak mungkin tidur di sofa begitupun dengan dia" Jawab kyungsoo tak semangat
"tapi kau harus berhati hati kyungsoo, bagaimanapun di adalah namja" ucap baekhyun bergidik
"apa-apaan kau ini baek, sudahlah" ucap kyungsoo malas
Kyungsoo teringat sesuatu akan tentang baekhyun yang memangil jongin dengan nama kai tadi saat mereka tiba di apartemen
"bekhyun-ah hampir saja aku lupa, kenapa kau memangil jongin dengan sebutan kai tadi ?, tidak mungkin kan dia -kai namja dingin di kampus kita yg kau ceritakan padaku?"
"astaga kyungsoo, kau kemana saja selama ini, iya dia 'KAI' suami mu itu, tapi kenapa namanya kim jongin aku pun bingung, dan yang mebuatku terkejut adalah kau dapat memilikinya kyungie, kau beruntung memiliki namja seperti dia , tapi kau mungkin tidak akan bahagia, kau lihat saja tadi kelakuannya. Ia begitu dingin bahkan sampai mebuat ku tak berkutik di depannya"
"ya,, kau tahu sendiri aku tidak tahu wajah kai dan hanya mengetahuinya dari mulut-mulut orang dikampus yang terus mebicarakannya dengan semangat dan wajah memujanya itu, aishh bahkan kenapa mereka bisa mengelu-elukan si hitam itu " jawab kyungsoo
"yah mungkin aku tidak akan bahagia seperti katamu, tapi aku masih belum menerima kenyataan bahwa dia kai dan saat dia kembali kuliah nanti, mungkin aku akan selalu bertemu dengannya , aishh,,,,, menyebalakan sekali... ottoke.. baeki?" lirih kyungsoo kemudian merajuk pada baekhyun
"dan kau kyungsoo kau juga harus menerima kenyataan bahwa jongin merupakan namja tampan dan lumayan populer di kampus dan yang kudengar dia banyak di kejar-kejar oleh yeoja cantik." Ucap baekhyun mnatap lurus ke arah kyungsoo
"aishh bukan itu yang aku pikirkan saat ini baek, aku tidak peduli dengannya menurutku, aku tidak ada hubungannya dengan para yeoja centil itu lagi pula aku tidak menyukai jongin sedikitpun" kesal kyungsoo
"benarkah?" tanya baekhyun
"ne" jawab kyungsoo tegas namun ragu di hatinya
"sudah malam sepertinya aku harus pulang" ucap baekhyun sambil berdiri
"oh yasudah aku akan mengantarmu, tunggu sebentar" kyungsoo berdiri kemudian meletakan handuk kecil yang tadi ia kenakan untuk mengerikan rambut basahnya
''kau,, tidak menyisirnya,,?" tanya baekhyun
Baekhyun merupakan tipikal yeoja yang memperhatikan setiap penmpilannya jika berada di hadapan namja, berbeda dengan kyungsoo yang bersifat cuek dan masa bodoh.
"tidak perlu" ujar kyungsoo singkat
Baekhyun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat sedari kecilnya –kyungsoo , 'dasar anak ini sama sekali tidak berubah' batin baekhyun.
Baekhyun memasukan barang barangnya yang ia keluarkan dengan terburu-buru di meja nakas kyungsoo saat ia akan mengangkat telpon dari ummanya tadi! ia memasukan seluruh barang-barangnya terkecuali satu benda yang akan membawanya kepada kisah cintanya nati..
.
.
.
.
~TBC~
Untuk chap selanjutnya, udah ada cuma di postnya nunggu 25 review oke?
