Maybe you feel like what i feel

Makasih buat saran dan masukaan serta kritikan , untuk missfrontal makasih buat sarannya, ini fanfic pertama saya, say belum berpengalaman, toh saya juga lagi belajar. maaf jika banyak typos. sekedar pemberitahuan peran krystal sebentar lagi akan muncul!

Chap sebelumnya

Baekhyun merupakan tipikal yeoja yang memperhatikan setiap penmpilannya jika berada di hadapan namja, berbeda dengan kyungsoo yang bersifat cuek dan masa bodoh.

"tidak perlu" ujar kyungsoo singkat

Baekhyun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabat sedari kecilnya –kyungsoo , 'dasar anak ini sama sekali tidak berubah' batin baekhyun.

Baekhyun memasukan barang barangnya yang ia keluarkan dengan terburu-buru di meja nakas kyungsoo saat ia akan mengangkat telpon dari ummanya tadi! ia memasukan seluruh barang-barangnya terkecuali satu benda yang akan membawanya kepada kisah cintanya nati.

CHAP 4

HAPPY READING

.

.

.

.

Kyungsoo dan baekhyun tengah berjalan menuju pintu keluar apartemen jongin dan bertepatan dengan jongin yang akan mengantar chanyeol untuk keluar juga,

"ah, kyungsoo-ya senang bertemu dengan mu, kau semakin cantik setelah aku tak melihat mu seminggu ini" sapa chanyeol dengan senyum tak lepas dari wajahnya

"oppa bisa saja, sepertinya oppa akan pulang?" ucap kyungsoo

"ne, aku akan pulang, suami kejam mu ini mengusirku" jawab chanyeol tanpa menoleh ke arah kai yang sudah menatapnya dengan tatapan membunuh

Kyungsoo hanya ,melirik sekilas ke arah jongin

''kebetulan sahabtku ini, ah perkenalakan dulu dia byun baekhyun sahabat sedari kecilku, oppa!"

Chanyeol baru tersadar saat ini kyungsoo berdiri tidak hanya seorang diri melainkan di sebelahnya berdiri yeoja cantik yang membuat jantungnya berdebar abnormal saat matanya bertatapan dengan mata sang yeoja-baekhyun.

Astaga sepertinya mata chanyeol yang bulat tidak dapat melihat yeoja yang sedari tadi memperhatikanya

#mungkin silau gara-gara cahaya baekhyun (abaikkan)

baekhyun pun merasakan hal yang sama saat ia melihat wajah tampan dengan postur tinggi dan senyum menawan berbanding jauh dengan jongin,

chanyeolpun pun mengulurkan tangan untuk bersalaman dan di sambut jari lentik baekhyun yang terasa lembut di tangan chanyeol

"chanyeol, park chanyeol bangapta" chanyeol memperkenalkan diri dengan senyum yang tak lepas dari wajah idiotnya itu

"byun baekhyun kau bisa memnanggilku baekhyun" balas baekhyun yang membalas senyum chanyeol dengan eyesmilenya yang terlihat jelas

Tangan dari keduanya tidak langsung begitu terlepas saja, entah dari keduanya merasakan seperti waktu terhenti dan chanyeol merasakan kelembutan tangan baekhyun , begitupun baekhyun yang seperti terhipnotis oleh namja raksasa itu, keduanya sepertinya tak mengyadari akan kehadiran dua manusia lain tepatnya pemilik tempat ini.

Jongin dan kyungsoo hanya dapat menatap satu sama lain dengan wajah bingung serta tanya dalam batin keduanya 'ada apa dengan mereka?' akhirnya keduanya berdehem keras dan menatap sahabatnya masing masing dengan tatapan sulit diartikan ,

"ekhem" jongin dan kyungsoo berdehem keras

Tautan tangan chanyeol dan baekhyun seketika terlepas seketika keduanya jadi salah tingkah dan gugup,

Sepertinya cahnyeol dan baekhyun mengalami love at the firstsight ,jatuh cinta pada pandangan pertama

#cieee...ciee...(abaikan)

Baekhyun terlihat menundukan kepalnya karena malu dan kyungsoo yang merasakan suasana awkward akhirnya kyungsoo mencairkan suasan adengan ,memperkenalakan kim jongin kepada baekhyun

"ah iya baekhyun kau belum berkenalan dengan jongin" ucap kyungsoo sambil melirk sekilas kepada jongin

"eh? M,,,mhhh byun baekhyun inmida sahabat kyungsoo" baekhyun memperkenlakan diri dengan gugup sambil membungkuk

Kenapa membungkuk? beda jauh banget pas kenalan sama chanyeol

"kim jongin" jawab jongin singkat tanpa membungkuk seperti baekhyun

"oppa kebetulan kau akan pulang , aku rasa kau bisa jalan keluar bersama bekhyun, karena baekhyun juga akan pulang" ucap kyungsoo

"tolong antar baekhyun sampai ke tempat parkir " susul kyungsoo

"eh? Tempat parkir?" tanya chanyeol

Mungkin chanyeol berharap ia akan mengantar baekhyun sampai kerumah baekhyun

"iya aku membawa mobilku" jawab baekhyun pelan

"baiklah, aku akan mengantarnya" ucap chanyeol

"anyeong kyungie , jongin" pamit baekhyun

"sampai jumpa besok jongin, aku pergi kyungsoo-ya jaga dirimu dari namja menyebalkan ini" pamit chanyeol sembari memperingatkan kyungsoo

"ah nde hati hati dijalan , aku tidaka akan apa – apa!"

"tssk dasar" jongin hanya tadi diam kemudian melenggang pergi masuk kedalam kamar

Baekhyun dan chanyeol pun melangkah pergi dari pintu apartemen jongin dan meniggalakan kyungsoo yang tengah menatap keduanya di ambang pintu dengan seulas senyum manisnya.

At Basment

"terimakasih kau sudah mau mengantarku" ucap baekhyun

"sama-sama, mobilku ada disana , aku akan pergi saat kau sudah masuk mobil" jawab chanyeol dengan lembut

Aww apa ini baekhyun merasa tersipu oleh perilaku namja satu ini, perilakunya amat membuat baekhyun nyaman, kemudian baekhyun membuka tas mencari kunci mobilnya namun ekspresinya berubah menjadi panik seketika saat kunci mobilnya tidak ada

"ada apa?" tanya chanyeol bingung ketika melihat ekspresi baekhyun

"kunci mobilku tidak ada dalam tas ku" jawab baekhyun panik dengan tangan dan mata terus mencari kunci mobilnya

"bagaimana ini?" baekhyun panik

"mungkin kau lupa menaruhnya" ujar chanyeol

"tidak aku yakin menaruhnya dalam tas ku " jawab baekhyun

"coba cari kembali, jangan panik" usul chanyeol

"OMO... apa mungkin?" baekhyun memkik sekaligus berpikir apakah kuncinya tertinggal di kamar apartemen jongin

"mungkin apa?" tanya chanyeol

"kunci ku tertinggal di apartemen jongin" ucap baekhyun

"oh, begitu" chanyeol ber oh ria

"aku harus mengambilnya" baekhyun berucap sambil melangkahkan kakinya hendak menuju kembalai ke apartemen jongin, namun gerakannya terhenti saat jongin menahan lengannya

"tidak usah, kau pulanglah bersamaku!"

"tidak, aku akan mengambil kunci ku" tolak baekhyun

"Mungki jongin tidak ingin di ganggu oleh mu" ucap chanyeol asal mencari alasan agar ia bisa pulang bersama baekhyun

"mengganggu apa?" tanya baekhyun polos

"ah sudahlah mungkin mereka sudah tidur, sebaiknya kau pulang dengan ku, tenang saja aku bukan namja jahat. Kau bisa mengambil kunci mu besok" ucap chanyeol panjang

"baiklah" baekhyun tidak bisa menolak

***author-pov***

Jongin beberapa menit lalu sudah masuk ke kamarnya kemudian di susul oleh kyungsoo, jongin yang melihat kyungsoo masuk ke kamar mereka, jongin pun segera membaringkan badannya untuk tidur serta melihat ke arah lain asal tidak ke arah kyungsoo, kyungsoo yang melihatpun hanya biasa-biasa saja tak lama kemudian ia membaringkan tubuhnya di sebelah jongin, posisi mereka kali ini sama seperti malam sebelumnya memunggungi satu sama lain, sampai akhirnya kyungsoo membalikan badanya menghadap punggung jongin, kemudian kyungsoo meminta maaf kepada jongin karena kyungsoo tidak enak didiamkan oleh jongin, lebih baik kyungsoo menerima segala omelan dari jongin dari pada ia harus didiamkan.

"jongin'' panggil kyungsoo

"..."tidak ada awaban dari jongin

"apa kau sudah tertidur?" tanya kyungsoo

''..." tidak ada balasan untuk kedua kalinya

"oh, rupanya kau sudah tidur" ucap kyungsoo lirih

"mianhae jongin, jaljayo" ucap kyungsoo

Jongin sebenarnya belum tertidur, hanya saja ia malas berdebat dengan kyungsoo malam ini, jadi ia lebih memilih berpura-pura tidur. Jongin mengulas senyum sesaat, ketika kyungsoo mengucapkann kata maaf dan selamat tidur untuknya, hati jongin merasa hangat bila dekat kyungsoo. Kemudian jongin membalikan tubuhnya menghadap kyungsoo, ketika ia membalikan wajahnya ia mendapati kyungsoo yang sudah terlelap tidur dengan wajah polosnya, kemudian ia memandang lama wajah 'istri' nya itu dan tanpa sadar jongin mengelus pipi putih kyungsoo lembut, jongin bergumam dalam hati 'cantik' kemudian ia pun terlelap menyusul kyungsoo yang tengah mengukir mimpi, dengan posisi berhadapan dengan kyungsoo.

Bias sinar matahari di pagi hari yang hangat kini telah masuk ke sebuah kamar di apartemen yang cukup besar dengan kedua penghuni berbeda gender di dalamya, ya kyungsoo dan jongin masih bergelut di bawah satu selimut yg sama , keduanya tertidur dengan kyungsoo yang menempel menyembunyikan kepalanya di dada bidang jongin serta jongin yang melingkarkan tangannya di pinggang kyungsoo.

Bias matahari telah membuat keduanya menggeliat tak nyaman dan sepertinya mereka menyamankan diri kembali, keduanya masih ingin tertidur, akhirnya jongin yang menyadari ada sesuatu yang ganjil saat ia merasakan sesuatu yang menyapu wajahnya seperti rambut, ya rambut lembut kyungsoo menempel pada wajah jongin. Dan kyungsoo yang merasakan seperti ada sesuatu yang tengah memeluk pinggangnya,

Plak

"aw..." pekik jongin seketika ia bangun ,ketika ia merasakan kesakitan di tangannya, kyungsoo yang reflek memukul tangan jongin yang tengah memeluknya

"ya kenapa kau memeluku baboya, kau melanggar kesepakatan kita " protes kyungsoo

"lagi pula aku melakukannya secara tidak sadar" ucap jongin

"kali ini aku memaafkan mu , tapi lain kali tidak akan" ancam kyungsoo

"dasar hitam" ejek kyungsoo kemudian turun dari ranjang setelah itu melesat ke kamar mandi

"..." jongin hanya bisa diam

Kyungsoo kini tengah menyiapkan sarapan untuknya dan jongin, ya walaupun kyungsoo masih kesal pada jongin walau bagaimanapun jongin tetaplah 'suami'nya dan ia harus menjadi istri yang baik seperti yang di pinta oleh ummanya . kemudian kyungsoo meletakan makanan di meja , hanya makanan sederhana yakni nasi goreng kimchi setelah itu kyungsoo melepas apronya, ketika ia mau duduk ia mendapati sang suami keluar dari arah kamar sembari memebenarkan dasinya bejalan ke arah meja makan.

"apa kau akan pergi ke kantor?" tanya kyungsoo

"ya" jawab jongin

"sarapan lah dulu aku sudah membuatkan sarapan untukmu" pinta kyungsoo

Kemudian jongin pun duduk di kursi yang berhadapan dengan kyungsoo

"apa kau tidak kuliah?" tanya jongin

"aku, kelas ku akan mulai jam 9 pagi nanti"

"oh, begitu. Aku tidak bisa mengantarmu" ucap jongin tanpa melihat kyungsoo

"ya aku tahu itu'' balas kyungsoo

"aku berangkat" jongin beranjak dari kursi setelah memakan sedikit sarapannya

"nde, hati-hati"

Di ruang tv apartemen kyungsoo kini terdengar suara dari televisi yang tengah di perhatikan oleh yeoja bermata besar itu, kemudian ponsel yang berada di sampingnya nama seseorang di layar ponselnya ~kkamjong calling~

Kemudian kyungsoo mengangkatnya

"yeobeosseyo" ucap kyungsoo

"kyungsoo-ya malam ini aku lembur jadi aku tidak akan pulang"

"oke baguslah, jadi aku tidak harus tidur seranjang denganmu" ucap kyungsoo

"oh benar, lagi pula lebih baik aku tidur di kantorku dari pada dengan mu"

"yak, bahkan di telponpun kau masih sempat mengajak ku debat?" ucap kyungsoo kesal

Pip

Sambungan berakhir dengan jongin yang memutuskannya sepihak ,yang berhasil membuat kyungsoo menatap pnsel sembari memaki-maki ponselnya seperti mengomeli kai.

Tiga puluh menit lagi kelas kyungsoo akan dimulai, namun kyungsoo masih berdiam diri di kamarnya sembari menatap kejendela yang sedikit berembun, karena hujan, ya kota seoul kini tengah hujan deras dengan langit gelap serta angin yang berhembus kencang sepertinya badai , namun tidak di barengi dengan petir.

Baekhyun menelpon kyungsoo bebreapa menit yang lalu, baekhyun akan datang ke apartemen kyungsoo untuk mengambil kuncinya yang tertinggal semalam.

Namun sudah beberapa jam kyungsoo hanya termenung sendiri bahkan ia tidak menyadari akan waktu, ia tidak jadi berangkat ke kampusnya karena hujan yang tak kunjung reda. Tidak mungkin sepertinya, pergi di tengah kota seoul yang sedang dilanda badai dan begitupula dengan baekhyun ia sepertinya tidak jadi datang ke apartemen kyungsoo.

Kyungsoo hanya bisa berdiam diri di apartemennya, dan sekarang yeoja mungil itu kini sedang duduk di sofa ruang tengah dengan wajah yang di penuhi peluh, kyungsoo baru saja membersihkan apartemennya yang sebenarnya sudah bersih, namun karena kyungsoo yang kebosanan setengah mati akhirnya dia menyibukan dirinya sendiri.

"ahh, aku lelah" ucap kyungsoo

"kapan hujannya akan reda, aku ingin keluar" keluh kyungsoo

Other side

Prok prok prok prok

Tepuk tangan dari para manger serta pemegang saham di perusahaan kim corp, seketika menggema di ruangan meeting. Jongin yang sepertinya sudah meyakinkan para pembsinis yang akan bekerjasama dengan nya terlihat sangat lega saat mengakhiri presentasinya. Terlihat wajah dari para pembisnis dalam ruangan tersebut sangat kagum dan puas dengan kerja keras seorang kim jongin.

Jam yang berada di salah satu ruang kerja lebih tepatnya ruangan jongin, jarum pada jam tersebut menunjukan pukul 08.21 pm KST namun jongin yang tengah sibuk dengan berkasnya sesekali wajahnya ia tolehkan ke arah ponselnya, kini jongin tengah memikirkan keadaan kyungsoo.

Ctar (sound gagal) anggaplah itu suara petir

Suara petir yang menggelegar di tengah kota seoul yang sedang dilanda badai membuat kyungsoo kaget, kini kyungsoo sedang berada di kamarnya, ia tidak bisa tidur jika sedang badai begini , dia takut petir. Tapi kini kyungsoo hanya sendirian di apartemen mewah itu tanpa ada orang lain, ia hanya bisa berharap semoga hujan serta petir ini cepat berlalu. Punggung yeoja bermata itu terlihat gemetar sepertinya dia menangis dan ketakutan.

'apakah dia-kyungsoo sudah tidur?'batin jongin bertanya

"ahh untuk apa aku memikirkannya" ucap jongin sambil mengusap wajahnya kasar

"kapan hujannya akan berhenti" keluh jongin

"aku jadi khawatir dengannya"

Cklek

Sosok namja dengan postur yang tinggi serta tampan kini masuk kedalam ruang kerja jongin tanpa mengetuk terlebih dulu, karena keakraban mereka, mungkin chanyeol melupakannya tangan chanyeol sekarang terlihat membawa dua cup kopi hangat.

"apa pekerjaanmu sudah selesai?" tanya chanyeol dengan tangan memberi satu gelas kopi

"kau menanyakan pekerjaanku, seolah kau adalah bos ku saja" balas jongin sembari menerima kopi dari chanyeol

"hehe..." chanyeol hanya bisa tersenyum idiot

"sepertinya aku akan lembur, kau lihat sendiri. Masih banyak berkas laporan yang harus aku baca dan aku tandatangani" ucap jobgin sambil menunjukan tumpukan berkas yang banyak

"fighting jongin, aku akan menemanimu" ucap chanyeol

"apa pekerjaanmu sudah selesai ?" tanya jongin dengan alis keduanya yang terlihat bertautan

"tentu saja, aku adalh pekerja yang dapat diandalkan" ucap chanyeol bangga

"dan kau, apa tidak akan pulang?" tanya jongin

"sepertinya tidak, sekarang sedang badai aku tidak mungin mengendarai mobil di tengah hujan lebat"

"kau benar"

Jongin jadi teringat kyungsoo yang berada di apartemenya seorang diri.

"hey kenapa kau melamun" tanya chanyeol kemudian duduk di kursi depan meja jongin

"apa kau sedang memikirkan kyungsoo?" ucap chanyeol menebak

"..." jongin hanya bisa diam dengan wajah yang masih terlihat cemas

"kasihan sekali dia, pasti dia sangat ketakutan'' ucap chanyeol

"kau berisik sekali aku jadi tidak fokus dengan kerjaanku, kau hanya mengganggu ku saja" dengus jongin

"maafkan saya... sajangnim" ucap chanyeol tulus

''lebih baik kau kembali ke ruanganmu, jika aku sudah selesai aku akan pergi ke cafe di bawah apa kau mau ikut?"

"ne,baiklah aku tunggu" balas chanyeol

Kemudian chanyeol keluar dari ruangan itu meninggalkan jongin yang sekarang tatapannya beralih pada ponsel yang menmpilkan sosok yeoja cantik dengannya seperti sebuah selca dengan pipi menempel, serta senyum dari keduanya yang terlihat bahagia

'kapan kau akan pulang?' batin jongin

'aku rindu, padamu -krys'

Ya foto yang terpampang di layar ponsel jongin ialah foto dirinya bersama sang kekasih yaitu krystal, yeoja cantik itulah yang telah mebuat jongin menjadi seseorang yang bersifat dingin dan cuek, krystal meninggalkan jongin pergi ke paris tanpa memberitahu jongin, namun sudah dua minggu ini jongin dan yeoja cantik itu tidak ada komunikasi.

Kemudian setelah mengusap layar ponsel itu, jongin melihat adanya dua pesan yang masuk pesan yang ia baca pertama adalah pesan dari umma nya yang menanyakan bagaimana keadaan mereka dan kapan mereka akan berkunjung ke rumah ummanya itu.

Dan pesan kedua yang membuat jongin semakin khawatir ialah pesan dari sang ibu mertua dengan isi pesannya yang berisikan makian pada jongin

'yak, kim jongin kenapa kau meninggalkan anakku diaprtemen seorang diri dengan cuaca yang tengah badai ini eoh?, terlebih lagi ini malam hari dia tidak mungkin bisa tidur , segeralah pulang

Ya karena tadi umma kyungsoo mengkhawatirkan anak semata wayangnya kyungsoo, akhirnya umma kyungsoo menelponnya, umma kyungsoo sangat khawatir ketika mendengar suara isakan kyungsoo lewat telpon, setelah itu umma kyungsoo langsung mengirim pesan pada jongin.

Jongin merasa bersalah sekarang, kenapa dia harus meninggalkan kyungsoo seorang diri aprtemennya.

"aishhh, apa aku harus pulang? Tapi pekerjaanku?" jongin bertanya entah siapa yang akan menjawabnya

"biarkan saja, lagi pula tadi dia merasa senang saat aku tidak di aprtemen" jongin akkhirnya tidak pulang

skip

.

.

.

At cafe

Terlihat dua orang namja duduk di salah satu meja disebuah cafe sedang berbincang

"Jongin bagaimana huungan mu dengan krysta?'' tanya chanyeol setelah meminum kopinya

"uhuk...,uhuk..." jongin yang tengah minum kopi un tersedak karena pertanyaan chanyeol

"Kenapa kau tiba-tiba menanyakan hubungan kami" jongin balik bertanya

"aishh, kau ini, tentu saja aku menanyakannya karena aku khawatir dengan kyungsoo"

"bagaimanapun kau sudah memiliki istri, dan untuk hubunganmu dengan krystal tidak mungkin bisa dilanjutkan" ucap chanyeol dengan wajah serius

"aku dan krystal putus kontak dua minggu ini, tapi aku tidak bisa melupakannya"ucap jongin dengan tatapan kosong mengarah pada jendela yang memperlihatkan air hujan yang tak kunjung reda

"lalu, bagaimana dengan kyungsoo?, kau akan kemanakan dia?" tanya chanyeol mulai kesal

"molla, biarkan lah berjalan seperti ini saja dulu" jawab jongin

"sudahlah tidak usah membicarakan dia terlebih dulu, kepalaku pusing" ujar jongin kembali dengan tangan memijat pelipisnya

"baiklah, bagaimana dengan sahabatnya?'' tanya chanyeol mengalihkan pembicaraan seputar kyungsoo

"eh?, kenapa kau menanyakannya padaku?tentu saja aku tidak tahu!"jawab jongin

"kemarin malam aku mengantarkannya pulang!" ucap chanyeol memberitahu

"bagaimana bisa, bukankah dia membawa mobil?" tanya jongin mulai antusias

"kunci mobilnya tertinggal di kamarmu" balas chanyeol

"oh" jongin hanya beroh ria

"aisshh, kau tidak menanyakan kejadian selanjutnya?" tanya chanyeol kesal

"memangnya apa yang terjadi park chanyeol" jongin mulai geram

"oke aku akan membritahumu, begini..."

FLASBACK

Chanyeol mengantar baekhyun pulang saat malam hari sepulang dari apartemen jongin, diperjalan pulang chanyeol dan baekhyun seperti dua orang yang sudah mengenal lama dengan baik, baekhyun yang memiliki karakter hampir persis dengan chanyeol yang suka tertawa riang serta candaan dari chanyeol yang membuat baekhyun selalu tertawa.

Karena jarak aprtemen jongin dengan rumah baekhyun yang lumayan jauh, sepertinya baekhyun tertidur di perjalanan. Karena baekhyun tertidur, akirnya chanyeol kebingungan harus kemana lagi setelahnya.

"yakk, kau janagan tidur" ucap chanyeol sembari menguncang tangan baekhyun

"aku harus bagaimana" tanya chanyeol frustasi

'apa aku harus membawanya pulang ke apartemenku, bagimana dengan ortunya ?' batin chanyeol

Akhirnya chanyeol membawa baekhyun pulang apartemen chanyeol

Dan kejadian selanjutnya dimana baekhyun harus di gendong ala bridle style oleh chanyeol dan membaringkan baekhyun di kamar chanyeol,

Flashback end

"aigoo, apa kau melakukannya?" pekik jongin

"m..melakukan a..apa?" tanya chanyeol gugup

"melakukan itu?" tanya jongin dengan duajari meberi tanda kutik

"tidak, aku hanya menciumnya" jawab chanyeol dengan wajah idiotnya

"wahhh daebak, kau baru mengenalnya kau sudah berani membawanya ke aprtemen mu dan menciumnya" ucap jongin dengan wajah geli

"lalu bagaimana keesokan harinya?" tanya jongin melanjutkan pembicaraan mereka

"dia,terlihat panik kemudian aku menceritakan semuanya, dan dia percaya padaku. Kemudian aku mengantarnya pulang sembari aku menuju kantor tapi..." ucap chanyeol terputus dia ingat kana kejadian tadi pagi saat dirumah baekhyun

"tapi apa?" tanya jongin penasaran

"aku di marahi oleh appanya baekhyun dan dia mengomeliku karena membawa pulang anak gadisnya pagi-pagi sekali"

"buahahaaa... kau ini, appa mana yang tidak akan marah saat anaknya diantar pulang pagi hari oleh namja asing" ucapjongin sembari tertawa

"..." chanyeol hanya bisa diam

Drtttttdrtttttdrttttdrtttt

Ponsel jongin yang berada dimeja bergetar menampilkan nama seseorang memanggilnya

"yeoboseyo..."

"oh, jongin aku sekarang ada di lift menuju apartemenmu, sebentarlagi aku sampai, aku kedinginan dan bolehkan aku tidur di aprtemenmu"

"..." jongin hanya bisa diam dengan mata melotot

'bagaimana ini,' batin jongin

sehun sahabat jongin karena mereka sudah bersahabat lama dan sehun sering menginap di aprtemen jongin, bahkan sehun mengetahui password aprtemen jongin yang tengah di tempati oleh yeoja imut didalmnya itu. Sehun belum mengetahui bahwa jongin sudah menikah dengan yeoja yang bahkan telah menarik perhatiannya. Jongin yang khwatir dengan keberadaan sehun diaprtemennya, pasti namja itu akan membuat kyungsoo kaget. Karena sehun tanpa meminta izin terlebih dulu, pasti namja albino itu akan masuk kedalam kamar jongin yang sekarang bukan milik jongin saja melainkan milik kyungsoo pula.

''aku harus pulang" ujar jongin panik

"ada apa?, apa terjadi sesuatu dengan kyungsoo?, tapi ini kan sudah larut jongin dan hujan belum reda" ucap chanyeol tak kalah panik

Kemudian jongin melangkah pergi dengan terburu-buru meninggalkan chanyeol seorang saja pekerjaanya sudah selesai dari yang ia kira .

Jam ditangan jongin menunjukan pukul satu malam, jongin sekarang sedang mengendarai mobil di tengah jalanan kota seoul yang terlihat lenggang mungkin karena cuaca tengah hujan, serta malam sudah larut. Jongin hanya bisa mengendarai mobilnya dengan laju yang sangat pelan karena hujan kini turun dengan deras.

At jongin's aprtemen

Cklek pintu aprtemen jongin terbuka,terlihat seorang namja sekarang tengah masuk dengan kedua telapak tangan yang digosok-gosokan serta mulutnya yang tengah meniupnya memberikan rasa hangat padanya karena hawa dingin selama perjalanan.

"huftttth dingin sekali" ucap sehun sorang diri

''jongin, aku datang!"

"kenapa sepi sekali, apa dia tidak ada disini?"

"aishhh, aku lupa mennyakannya?"

"seharusnya aku menanyakannya terlebih dulu, ya sudah aku kan masuk saja"

Sehun hanya bermonolog ria, dan sekarang kakinya melangkakh ke kamar jongin.

Cklek

Terdengar suara pintu terbuka, sehun segera berjalan ke arah ranjang jongin yang sudah lama tak di pakainya lagi. Tetapi wajah sehun berubah ketika ia mendengar seseorang tengah menangis di balik selimut yang tengah ia tatap sekarang, sehun mulai merasa aneh, suara yang didengarnya lebih terdengar seperti suara isakan dari seorang yeoja, akhirnya sehun mulai mengulurkan tangan nya untuk membuka selimut itu, namun ketika ia baru menempelkan tangannya diselimut tadi, orang yang dibalik selimut itu kini memeluk sehun seketika.

Grep

.

.

.

.

~TBC~

sampai jumpa di chapter selanjutnya

bye!