Maybe you feel like what i feel

Langsung aja

HAPPY READING

.

.

.

.

.

.

chap sebelumnya

Cklek

Terdengar suara pintu terbuka, sehun segera berjalan ke arah ranjang jongin yang sudah lama tak di pakainya lagi. Tetapi wajah sehun berubah ketika ia mendengar seseorang tengah menangis di balik selimut yang tengah ia tatap sekarang, sehun mulai merasa aneh, suara yang didengarnya lebih terdengar seperti suara isakan dari seorang yeoja, akhirnya sehun mulai mengulurkan tangan nya untuk membuka selimut itu, namun ketika ia baru menempelkan tangannya diselimut tadi, orang yang dibalik selimut itu kini memeluk sehun seketika.

Grep

"jongin, akhirnya kau pulang... hiks..hiks.. aku takut.. hiks" ucap kyungsoo sambil terisak dengan badan bergetar di bahu sehun yang dianggap kyungsoo adalah jongin 'suami'nya

Tanpa melihat wajah yang tengah dipeluk kyungsoo sekarang, kyungsoo semakin mengeratkan pelukanya

Sehun hanya bisa diam dia sekarang merasa bingung serta terkejut atas kejadian ini, kemudian sehun membalas pelukan kyungsoo menenangkan yeoja yang wajahnya belum ia lihat pula, karena sehun merupakan namja yang sudah berpengalaman dengan yeoja-yeoja jadi ia bisa merasakan bagaimana ketakutanya kyungsoo saat ini.

Kyungsoo belum menyadari siapa orang yang tengah dipeluknya sekarang kemudian dia sedikit lega karena di tidak sendirian lagi sekarang. Namun tak lama kemudian pintu kamar jongin terbuka memperlihatkan wajah jongin yang terlihat panik serta nafasnya yg terengah-engah

Kyungsoo yang melihat jongin yang berdiri didepan ambang pintu hanya bisa melotot dengan mata yang sedikit merah karena menangis

''jongin...?" ucap kyungsoo

'lalu orang yang sedang aku peluk sekarang siapa' batin kyungsoo

Sehun yang mendengar kyungsoo memanggil nama jongin mulai melepaskan pelukanya dan beralih menatap wajah kyungsoo

"sehun/kyungsoo" ucap dari keduanya bersamaan

Jongin yang melihat, ia merasa sesak tidak rela melihat kyungsoo menangis di pelukan orang lain bukan di pelukanya, walaupun itu sahabatnya sendiri,

Jongin dan sehun kini tengah duduk di sofa, setelah sehun menceritakan semuanya dari ia masuk ke aprtemen jongin dan berakhir memeluk kyungsoo pada jongin begitu pula dengan jongin yang memberitahu hubungannya dengan kyungsoo, sehun sedikit kecewa dengan apa yang didengarnya, namun kemudian beberapa saat kemudian jongin menanyakan bagaimana sehun dan kyungsoo saling mengenal, sebelum sehun menjawab pertanyaan dari jongin kyungsoo datang dengan membawa dua gelas susu coklat hangat untuk jongin dan sehun.

"ini, minumlah" kyungsoo menaruh dua gelas susu coklat hangat di meja

"gomawoo, nonna!" ucap sehun

"sama-sama" balas kyungsoo

"kau hanya membuat dua, untukmu mana?" tanya jongin

"tidak perlu, aku tidak mau" jawan kyungsoo seadanya

"aku mengenal kyungsoo satu hari yang lalu, ia kan nonna?"

"emm" kyungsoo hanya bisa begumam sambil mengangguk kecil

"aishhh kenapa nonna harus menikah dengan mahluk hitam ini, padahal aku menyimpan perasaan pada nonna sejak kita bertemu di taman kampus" ucap sehun blak – blakan

"mwo..?" pekik kyungsoo dengan mata lebarnya yang terlihat semakin lebar

"apa-apaan kau sehun, kau membuatnya kaget saja, gunakan rayuan gombalmu untuk yeoja lain yang jauh lebih cantik dari pada dia!"

"..." kyungsoo hanya bisa diam mendengar perkataan dari jongin

"bahkan kyungsoo jauh lebih cantik dari yeoja lainnya" ucap sehun santai

Blush

Pipi kyungsoo memerah

"astaga pipi nonna mudah sekali memerah" ucap sehun dengan mata menatap wajah kyungsoo sambil tersenyum

Kyungsoo hanya bisa menundukan kepala menyembunyikan wajahnya yang merah padam

Jongin yang melihat kyungsoo sekarang hanya bisa menatap malas, bagaimana tidak malas jongin harus tergesa-gesa pulang ke partemen dan disuguhi pemandangan keakraban 'istri' dengan sahabatnya yang tengah menggoda kyungsoo 'istri' jongin, sunggguh membuat jongin jengkel.

Kemudian sehun membicarakan tentang hubunganya dengan jongin, serta mengobrol tentang apa saja dari keduanya, mereka terlihat sangat akrab, saking asiknya sehun dan kyungsoo jongin yang sedari tadi melihat mereka sampai terabaikan.

*poor jongin

"kau pulang saja sehun" titah jongin tiba-tiba memotong obrolan sehun dengan kyungsoo

"yak, kim jongin kau tega sekali menyuruhku pulang ditengah cuaca badai begini, kau memang namja jahat"

"benar jongin, lagi pula ini sudah larut, biarkan saja dia menginap disini" bujuk kyungsoo

"terserah" ucap jongin kemudian masuk kekamarnya

"aku akan mengambilkan bantal dan selimut untukmu" ucap kyungsoo kemudian beranjak dari sofa

"ne" balas sehun

.

.

.

.

Kemudian kyungsoo kembali dengan membawa bantal serta selimut

"Ini...sehun" ucap kyungsoo dengan menyerahkan bantal dan selimut itu

"ne, gomawo nonna"

" jalja sehun'' ucap kyungsoo kemudian melenggang pergi ke kamarnya

"jaljayo nonna" balas sehun

Kyungsoo masuk kedalam kamar, jongin kini sudah terbaring menghadap samping namun sepertinya dia belum tertidur. Akhirnya kyungsoo mendekati ranjang dan duduk ditepi ranjang, ia mulai bicara pada jongin

"jongin-ah apa kau sudah tidur?" tanya kyungsoo dengan suara pelan

"anni, ada apa?" tanya jongin kemudian duduk

"emm, bukankah kau malam ini seharusnya kau masih dikantor?" tanya kyungsoo

"apa kau tidak ingin aku ada dirumah, apa kau senang saat kau sendiri dirumah?'' tanya jongin dingin

"a..aniyoo, hanya saja aku sempat lega saat aku mengira kau pulang dan tengah aku peluk, tapi ternyata itu bukan kau" ucap kyungsoo menuduk

"...' jongin hanya diam

''sahabatmu sehun, dia sudah tidur kau juga segeralah tidur kau pasti lelah" ucap kyungsoo

Kemudian jongin mulai merebahkan badanya, tapi ia tidak jadi merebahkan badannya saat ia melihat jumlah bantal yang hanya terdapat satu di ranjang itu

"bantalmu?" tanya jongin

"aku, memberikannya untuk sehun, dia pasti tidak nyaman tidur di sofa" balas kyungsoo

"tapi tidak apa-apa ,aku tidak perlu bantal" susul kyungsoo

"pakailah'' ucap jongin singkat

"lalu kau?" tanya kyungsoo

"tidak apa pakailah!" ucap jongin lembut

Kyungsoo merasa hangat dengan perlakuan jongin

''baiklah,jaljayo jonginie" kemudian kyungsoo mulai berbaring

'apa dia memangilku jonginie, apa aku tak salah dengar' batin jongi

Ctar

Suara petir terdengar kembali membuat kyungsoo segera terlonjak kembali duduk dengan memeluk jongin erat seketika, jongin yang kaget dengan suara petir yang menggelegar sekarang ia tak kalah terkejut saat kyungsoo memeluknya, ia tak membalas pelukan kyungsoo

Kyungsoo menangis dengan punggung yang sedikit bergetar, isakan lolos dari bibir heart shapesnya membuat jongin mulai membalas pelukan dari kyungsoo dan menglus surai hitam bergelombang milik kyungsoo,

"tenanglah, uljima.. ada aku disini" ucap jongin menenangkan

"aku takut jongin hiks..hiks..." ucap kyungsoo dengan terisak

"kau ini seperti anak kecil saja" balas jongin sedikit terkekeh

Akhirnya kyungsoo melepas pelukan dan menatap jongin dengan matanya yang berair karena menangiis, tak lama kemudian dia berbaring dengan posisi menghadap jendela dengan gorden cukup besar yang tengah tertiup oleh angin , sepertinya kyungsoo kesal pada jongin dan akhirnya jongin hanya bisa menatap punggung kyungsoo.

Akhirnya jongin membaringkan badannya menghadap punggung kyungsoo

Spalashhh , cahaya kilat yang terlihat dari jendela membuat kyungsoo berbalik meghadap jongin yang tengah tertidur, disusul dengan suara petir yang bergemuruh membuat kyungsoo memejamkan matanya erat serta menahan tubuhnya agar tak memeluk jongin, jongin yang sebenarnya belum tertidur, dia membuka matanya saat kini jongin dapat melihat betapa besar rasa takut yeoja dihadapnnya ini pada petir. Kyungsoo membuka mtanya perlahan dan matanya bertabrakan dengan mata jongin.

*selalu aja gini

Kepala keduanya berada di bantal yang sama dengan wajah hanya berjarak beberapa senti saja, akhirnya jongin mulai memeluk kyungsoo menarik dalam pelukan hangatnya sambil menenangkan. Kyungsoo hanya menuruti perlakuan dari jongin ia dapat mencium aroma masukulin dari dada bidang jongin ia begitu menyukai aroma khas dari jongin yang membuatnya nyaman, tak jauh berbeda dengan jongin,ia kini tengah menghirup wangi yang menguar dari surai lembut kyungsoo. Dalam batin jongin ia merasa berhianat pada krystal bagaimanapun dia harus menjaga perasaanya agar ia tidak jatuh cinta pada 'istri'nya sendiri, tapi dengan keadaan seperti ini jongin merasa nyaman dan bahagia berada di dekat kyungsoo dan entah kenapa detak jantung jongin menghasilkan ritme yang berbeda saat ia didekat kyungsoo berbeda dengan saat ia tengah memeluk krystal. (sepertinya jongin dan kyungsoo melupakan kesepakatan mereka, masih ingat kesepakatan mereka yang hanya dapat melakukan kontak fisik hanya sebatas pegang tangan saja?)

"pagi nonna" sapa sehun saat sehun melihat kyungsoo keluar kamar dengan wajah yang terlihat segar serta celana pendek selutut dan kaus lengan panjangnya, rambut kyungsoo diikat tinggi melihatkan leher jenjang dengan kulit putih susu yang membuat sehun menelan ludah dengan sulit

"pagi sehun, kau bisa membantuku membuat sarapan?" ajak kyungsoo

''baiklah" jawab sehun

Keduanya terlihat asik dengan kegiatan mereka didapur, sesekali kyungsoo terlihat sangat bahagia tidak seperti tadi malam, pagi ini suasana kota seoul terasa sejuk mungkin karena bekas hujan semalam,

Jongin, kyungsoo duduk bersebelahan saat ini mereka sedang menikmati sarapan mereka tak lupa sehun yang terus menerus bergumam memuji masakan kyungsoo yang menurutnya enak, jongin yang duduk di hadapan sehun pun ia merasa kesal pada shabatnya ini.

"oh, iya jongin, hari ini aku akan pergi ke kampus, mungkin aku akan berngkat dengan kyungsoo nonna" ucap sehun kemudian menoleh ke arah kyungsoo

"..." kyungsoo hanya bisa diam menunggu apa balasan jongin

"oh,baiklah lagi pula hari ini aku tidak pergi ke kantor pekerjaanku sudah selesai dan mungkin minggu depan perusahaan akan di tangani sementara oleh appa dan aku akan mulai kuliah minggu depan nanti" ucap jongin panjang lebar 'sebenarnya aku ingin berangkat denganmu saja jongin' batin kyungsoo

"benarkah?" tanya sehun lirih

Satu minggu berakhir dengan jongin yang seminggu ini tidak pergi bekerja karena libur , hubungnnya dengan kyungsoo tidak usah ditanya, tidak ada perkembangan spesial dari keduanya bahkan kyungsoo kini lebih dekat dengan sehun, jongin hanya bisa diam serta tak terlalu memikirkan kyungsoo.

Hari ini jongin dan kyungsoo berada dalam mobil menuju kampus mereka , kyungsoo sebenarnya tidak ingin pergi kekampus bersama namja disampingnya sekarang ini ia tidak ingin semua mahasiswa di kampus megetahui hubungannya dengan jongin cukup sahabatnya sajalah yang tahu lebih tepatnya mungkin baekhyun karen ketiga sahabat kyungsoo yang lain yakni luhan,xiumin, dan tao belum mengetahui bahwa jongin adalh kai namja populer di kampus karena prestasi serta wajah tampannya.

"ehmm, jongin sebaiknya ketika kita dikapus kita bersikap seprti tak mengenal saja" ucap kyungsoo memcah keheningan dalam mobil

"baiklah, aku juga tidak ingin semua temanku dikampus membicarakanku tentang hubunganku dengan mu" balas jongin seolah dapat membaca piikiran kyungsoo

"ne..." jawab kyungsoo kemudian matanya beralih menatap ke jendela mobil tanpa melihat jongin yang kini tengah mnetapnya dengan bingung

'ada apa dengan dia?' batin jongin, ya kyungsoo akhir-akhir ini menjadi lebih pendiam satu minggu terakhir ini tidak ada perdebatan seperti biasanya,

"kyung kau kenapa, apa kau sakit?" tanya jongin karena sikap kyungsoo yang berbeda saat ini

"gwenchana" balas kyungsoo kemudian kembali diam

"kelas ku akan usai sebelum jam 12 siang nanti, apa kau akan pulang dengan sehun lagi?" tanya jongin kemudian.

"mungkin" balas kyungsoo seadanya

Kyungsoo berubah menjadi sosok pendiam sekarang, dan hal itu membuat jongin menjadi bertanya-tanya dalam hati, apakah kyungsoo berubah seperti ini hanya di depannya saja, apa kyungsoo sedang marah pada jongin entahlah hanya kyungsoo lah yang tahu.

.

.

.

.

Keduanya tiba dikampus dengan kyungsoo yang turun pertama tanpa mengucapkan sepatah katapun pada jongin, jongin hanya bisa melihat kyungsoo yang berjalan tak semangat menjauhi mobilnya yang berada di parkir kampus.

Drtrtrtttdrtttt

Ponsel jongin bergetar di saku celananya, kemudian tanpa melihat nama seseorang di balik layar ia langsung mengangkatnya, betapa terkejutnya jongin saat mendengar suara yeoja yang kini ia rindukan walaupun beberapa hari yang lalu mereka menjalin kontak lagi, namun kali ini jongin agak terheran pasalnya yeoja yang kini menelpon jongin, ya krystal dia akan menelpon saat di tengah malam hari, saat jongin tertidur tapi kali ini krystal menghubungnya di pagi hari.

"chagiyaa..., kemarin aku pulang dari paris dan aku baru bisa menhubungi pagi ini, miana" ucap krystal membuka suara

"eh? Kau pulang kenapa tidak memberitahuku? eoh" jawab jongin sedikit kesal

"hehe...aku ingin membuat kejutan untukmu, sekarang kau dimana?" balas krystal kemudian bertanya

"aku sedang di kampus, aku kembali kuliah" jawab jongin

"aku akan ke aprtemenmu nanti , othe?" tanya krystal

"tidak usah, aku yang akan menemuimu" balas jongin dengan sedikit panik

"baiklah aku tunggu di cafe saat kita kencan pertama pukul 8.00 ne?" tanya krystal dengan kata terakhir yang terdengar manja

"ne" jawab jongin

"aku tutup, bye sampai ketemu nanti malam!" ucap krystal mengakhiri pembicaraan via telpon

"bye" balas jongin dengan tatapan kosong

'apakah aku harus bertemu dengan krystal lagi?' batin jongin.

Skip

Terlihat di sebuah meja makan dengan beberapa makanan yang sudah tidak panas lagi diatasnya lebih tepatnya dingin, serta kyungsoo yang tertidur dengan kepala yang meniduri satu lengan kanannya dimeja sedangkan satu tangannya kini tengah terlipat dengan wajah yang tertupi helaian rambutnya, jammenunjukan pukul 11 malam namun jongin belum pulang.

Cklek

terdengar suara pintu terbuka, kini jongin tengah masuk ke apartemennya mengganti sepatunya dengan sandal rumah, ketika ia akan menuju kamar, langkahnya terhenti saat melihat kyungsoo yang tengah tertidur di ruang makan. Kemudian jongin mendekatinya

jongin sedikit membungkukan badannya melambaikan telapak tangannya di depan wajah kyungsoo memastikan apakah yeoja ini benar-benar tertidur, kemudian Jongin menyibak rambut kyungsoo yang menutupi wajah manis itu, melihat kyungsoo yang tertidur dengan pulas serta nafas beraturnya membuat jongin tak tega membangunkannya, jongin menggendong kyungsoo ala bridle style, saat jongin tengah mengangkat kyungsoo menuju kamar ia dapat melihat semua wajah kyungsoo dengan jelas, mata besar yang kini tengah tertutup, hidung mancung serta kulit putih susu tanpa cacat membuat jongin terpesona, betapa cantik 'istrinya' ini, tatapan jongin kini mengarah pada bibir heart shapes milik kyungsoo entah kenapa jongin sangat tergoda ingin mencicipi bibir kyungsoo, tapi kemudian dia menggeleng-gelengkan kepala, pikiranya masih bisa mengalahkan hasratnya,

badan kyungsoo yang mungil membuat jongin dengan mudah mebaringkannya di ranjang, karena jongin harus menunduk jarak antara wajah jongin dan kyungsoo hanya terpaut beberapa senti, jongin yang merasakan jantungnya berdetak tak normal membuatnya berkeringat dingin serta hawa panas menjalar ditubuhnya, kini jongin tidak bisa menahannya jongin mulai menempelkan bibirnya pada bibir kyungsoo dengan lembut. Jongin dapat merasakan betapa lembut dan manisnya bibir kyungsoo, ia merasakan seperti banyak kupu-kupu tengah menari di perutnya, Kemudian bebrapa detik berlalu , dia langsung menarik kepalanya menjauh dari kyungsoo

"apa yang kau lakukan jongin, baboya... aish,,,memalukan" ucap jongin sembari memegang bibir bagian bawahnya , kemudian mengacak rambutnya

Pagi menjelang, kyungsoo menggeliat kemudian terbangun, ia tertegun saat ia mendapatinya bangun di atas ranjan, dia teringat bahwa dia semalam tertidur di ruang makan, bukan di ranjang,

'apa jongin membawaku kesini' tanya kyungsoo dalam hati

Namun jongin kini tidak ada di sebelah kyungsoo, kemudian terdengar suara pintu terbuka serta kyungsoo dapat melihat jongin yang sudah mandi,ia kini mengenakan celana jeans panjang sertaa kaus hitam dan tak lupa handuk kecil di telapak tangan kanannya yang ia gunakan untuk rambutny yang masih basah,

Kyungsoo kini menatap jongin tanpa berkedip, seolah terpesona dengan jongin kyungsoo tak menyadari bahwa jongin juga menatap kyungsoo dengan raut muka bingung

"aku, tahu aku tampan kau tak usah memperhatikanku seperti itu!" ucap jongin

"eh?" kyungsoo tersadar

"ehmm... ..siapa yang memperhatikanmu?" tanya kyungsoo dengan gugup dengan pipinya muncul semburat merah karena malu

'kenapa dia terlihat sangat cantik saat tersipu seperti itu' batin jongin

"pipimu merah" ucap jongin menggoda kyungsoo

"..." kyungsoo hanya bisa diam dengan ekspresi o_o serta memegang kedua pipinya

"aisshh sudahlah cepat mandi sana, kau bau tahu, lihatlah rambutmu seharusnya yeoja bangun lebih pagi dibandingkan namja" perintah jongin sambil menutup hidungnya dan menceramahi kyungsoo

"yakkk... badan ku tidak bau, lagi pula tidak ada urusannya dengan aku yang bangun siang" teriak kyungsoo kesal di pagi hari

"kau terlihat menyeramkan saat marah, pantas saja tidak ada yang mau dengan mu" ucap jongin

"tsk..memangnya kenapa kalau tidak ada yang mau dengan ku, apa masalah mu, asal kau tahu aku tak akan marah jika kau tidak membuatku marah terlebih dulu" dengus kyungsoo

"memang bukan masalah ku" balas jongin santai kemudian berjalan keluar meninggalkan kyungsoo yang kini tengah berdiri sambil berkaca pinggang

'tidak bisakah kau sedikit bersikap manis padaku?' batin kyungsoo

.

.

Keduanya kini tengah sarapan bersama ,hari ini adalah hari sabtu jadi jongin dan kyungsoo tidak pergi kuliah, tidak ada yang berbicara diantara keduanya setelah perdebatan di kamar tadi akhirnya kyungsoo memulai untuk bicara

"jongin, semalam kau pulang jam berapa?" tanya kyungsoo

"mungkin jam 11 malam , waeyo?" balas jongin dengan melihat kyungsoo

"anni, aku hanya bertanya" ucap kyungsoo tanpa melihat jongin

"kau akan pergi?" tanya kyungsoo

"mollayo. kenapa, apa kau akan pergi?" balas jongin kemudian bertanya pada kyungsoo

"mungkin aku akan di rumah saja" ujar kyungsoo

"mungkin kita bisa pergi keluar, aku tahu kau bosan jadi hari ini aku siap meng-" ucapan jongin terpotong saat ponselnya kini tengah bergetar

.

.

.

.

.

~TBC~

sampai ketemu di chap selanjutnya