Maybe You Feel Like What I Feel
sebelumnya author mau ucapin terimakasih sebanyak-banyak nya untuk readers, yang udah favorite and follow story nya, dan juga yang ngasih kritikan,saran serta suportnya. dan maaf juga karena udah berapa hari gk update ff ini
.
.
.
.
.
MAAF KALAU BANYAK TYPO/GK SESUAI EYD/CERITANYA ABSURD
.
.
.
.
.
HAPPY READING
.
.
.
Chap sebelumnya
"kau akan pergi?" tanya kyungsoo
"mollayo. kenapa, apa kau akan pergi?" balas jongin kemudian bertanya pada kyungsoo
"mungkin aku akan di rumah saja" ujar kyungsoo
"mungkin kita bisa pergi keluar, aku tahu kau bosan jadi hari ini aku siap meng-" ucapan jongin terpotong saat telponnya kini tengah bergetar
CHAP 6
"yeoboseyo" jawab jongin pada sang kekasih
"jonginie~, kau hari ini apa kau akan pergi?" tanya krystal manja
Ya seseorang yang memangil jongin via telpon ialah krystal 'yeojachingu'nya
"ehmmm.. ya,Wae?" tanya jongin sembari melirik kyungsoo, kyungsoo hanya dapat menundukan kepalanya saat ini
"aku ingin pergi kencan hari ini dengan mu, bertemu tadi malam aku belum puas aku masih kangen,aku ingin menghabiskan weekend ku berdua dengan mu" ucap krystal manja
"oke, aku akan menjemputmu jam 9 nanti" ucap jongin pada krystal
"ne, aku tunggu"
"bye, saranghe~" ucap krysttal mengakhiri percakapannya
"bye, saranghe" ucap jongin lirih agar tak terdengar oleh kyungsoo
Namun kyungsoo masih dapat mendengar dengan jelas kata terakhir dari mulut jongin, entah kenapa kyungsoo saat ini merasa perih hatinya, saat mendengar jongin mengucapkan cinta untuk yeoja lain. Hey ada apa sebenarnya dengan kyungsoo apa dia mulai mencintai namja dihadapannya sekarang ini?, kyungsoo hanya dapat menatap sepotong roti yang kini tinggal sedikit, ia menundukan wajahnya terlihat sekali wajah kyungsoo yang saat ini tidak semangat sama sekali, ya mood kyungsoo baru saja di rusak oleh suara yeoja di balik telpon tadi"
"kyungsoo ya, sepertinya aku tidak bisa mengantarmu hari ini" ucap jongin membuka suara
"ne, tidak apa" kemudian kyungsoo beranjak dari kursi meninggalkan jongin yang menatap kyungsoo dengan perasaan bersalahnya.
2 jam berlalu dengan jongin menghabiskan waktunya sembari menonton tv, kini jam didinding menunjukan tepat pukul sembilan, janji jongin untuk berkencan dengan krystal, namun jongin yang tak melihat kyungsoo ,mungkin yeoja ini kembali tidur saat terakhir meningglkan jongin di ruang makan, kemudian dia masuk kekamarnya hendak berganti pakaian dan bersiap ke rumah krystal, kyungsoo yang sedari tadi berada di dalam kamar kemudian langsung keluar saat jongin masuk tanpa berbicara bahkan melihat ke arah jongin kyungsoo pun tidak, sepertinya kyungsoo marah.
Jongin pergi dari aprtemen menuju rumah krystal tanpa berpamitan terlebih dulu pada sang istri, kyungsoo tidak memikirkannya yeoja itu kini sedang menonton kartun kesukaannya yaitu pinguin dengan mata besar berkacamata ya-pororo.
Kyungsoo kini tengah merias diri depan meja rias, rambut hitam yang bergelombang itu kini terlihat tergerai tertata rapi, serta poni yang membuatnya terkesan seperti anak remaja padahal kyungsoo sudah menginjak umur dua puluhan, serta wajahnya kini tengah ia poles dengan sedikit bedak karena kyungsoo sudah cantik ia tak perlu meriasnya dengan make up yang berlebihan, bibir heart shapesnya kini terlihat tak seperti biasanya , bibirnya kini berwarna pink terlihat segar dan fress walaupun bibirnya itu selalu terlihat fress, namun entah kenapa kyungsoo setelah berdebat dengan jongin tadi pagi, ia tak rela dikatai bahwa ia adalah yeoja yang tidak laku,bahkan tidak menarik bagi namja-namja diluar sana.
Kyungsoo yang biasanya memakai celana jeans panjangnya serta kaus santai biasa, tapi kali ini ia memakai dress berwarna biru muda yang terlihat cantik di badan mungilnya,kemudian tak perlu waktu lama untuk kyungsoo berdandan kemudian ia keluar dari aprtemen melangkahkan kakinya yang kini terlihat mengenakan high heals yang senada dengan dress nya kali ini, kyungsoo kini sedang menuju lantai dasar untuk menemui seseorang yang tengah menunggunya di bawah, seseorang itu ialah sehun, ya oh sehun tadi mengirim pesan pada kyungsoo lima belas menit yang lalu, pesan yang dikirim sehun ialah , bahwa namja itu ingin mengajak kyungsoo bermain diluar.
Dilihat dari dandanan Kyungsoo yang terlihat cantik saat ini , ia terlihat seperti yeoja yang akan berkencan dengan namjachingu nya, ya mungkin untuk namja-sehun ia menganggapnya kencan untuk sehun dengan kyungsoo, tapi harus di garis bawahi bahwa kyungsoo ialah milik Jongin 'istri' sah dari seorang kim jongin.
Sehun dan Kyungsoo kini sudah berada tepat didepan wahana ice skating sebuah tempat di dalm pusat hiburan LOTTE WORLD , sehun ingin mengajak Kyungsoo bermain ice skating dan akhirnya kyungsoo hanya bisa menuruti permintaan sehun walaupun kyungsoo sudah terlihat lelah, bagaimana tidak lelah sehun sedari tadi mengajak kyungsoo berbelanja, menonton dan lainnya padahal sekarang sudah malam, kyungsoo tidak dapat menolak setelah melihat ekspresi meminta Sehun dengan aegyo nya.
"nonna ayo bermain ice skating" ajak Sehun mengandeng tangan Kyungsoo
"aku tidak mau, aku lelah Sehun" tolak kyungsoo
"sebentar saja, buing-buing" rajuk Sehun dengan aegyo handalnya
.
"baiklah, tapi ingat hanya sebentar"
"arra, kajja" ucap sehun kemudian menarik lengan kyungsoo
Kyungsoo dan Sehun kini sudah mengganti sepatu mereka dengan sepatu khusus untuk bermain skating, kyungsoo tertegun saat ia baru saja mulai menggerakan kakinya lebih ke tengah wahana permainan , ia berdiri dengan mata yang menatap lurus pada seseorang yang mebuat moodnya hancur tadi pagi, suasana hatinya mulai membaik saat sehun mengajaknya keluar, namun sepertinya Kyungsoo merasakan sakit dihatinya saat melihat Jongin tengah bermain bersama yeoja yang sangat cantik, anggun, serta badannya yang tinggi tak seperti Kyungsoo mungkin satu kata untuk yeoja yang sedang bersama Jongin sekarang 'sempurna' ya yeoja yang tengah bersama 'suami' kyungsoo yaitu krystal. Kyungsoo dapat melihat bagaimana wajah Jongin yang terlihat sangat ekspresif di depan yeoja cantik itu, namun melihat jongin tersenyum lembut pada yeoja cantik itu kyungsoo hanya dapat tersenyum pahit, Jongin tidak pernah menunjukan senyuman lembut seperti itu padanya sekalipun.
Jongin tak melihat kyungsoo yang kini tengah menatapnya dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.
Karena kyungsoo berdiri cukup lama di tengah banyak orang, serta beberapa orang yang bermain dengan laju yang lumayan cepat sehingga ada salah satu orang yang membuat kyungsoo tersungkur jatuh menghantam dinginnya arena skatting tersebut, ia meringis kesakitan dibagian tangan kirinya.
Orang yang menyerempet kyungsoo, mungkin karena ia tidak tahu atau pura-pura tidak tahu ia tidak menghiraukan kondisi Kyungsoo yang telah terjatuh dibelakangnya.
Sehun yang melihat Kyungsoo terjatuh kemudian ia menghampiri Kyungsoo yang kini sedang terduduk sembari tangan kirinya memegang tangan kanannya yang sakit.
"nonna, gwenchana?" ucap sehun panik
"appo... sehun tanganku" ucap kyungsoo kemudian ia menangis keras
"ya... uljima, apa sakit sekali?" tanya sehun
*ya ampun sehun, pasti sakitlah!
"huweee... aku ingin pulang hiks hiks" ucap kyungsoo sambil menangis seperti anak kecil
"baiklah kita pulang, tapi kita obati luka mu dulu, kita harus pergi kerumah saki dulu, ne?" Ajak sehun
"tidak, aku ingin pulang sehun aku tidak mau pergi kerumah sakit" pekik kyungsoo
Semua tatapan orang yang tengah bermain ice skatting kini tatapan mereka tertuju pada sehun dengan tanda tanya besar mungkin isi pikiran banyak orang itu 'apa yang telah dilakukan namja ini sehingga membuat yeoja itu menangis,histeris?', sehun yang mulai ditatapi banyak orang disekitar ia hanya bisa menganguk kepala beberapa kali ke setiap orang yang kini tengah menatapnya,
'apa sesakit itu, tapi kenapa dia menangis keras sekali' batin sehun
Ya, siapa yang tidak menangis histeris saat melihat sang suami yang mulai kyungsoo cintai ,tengah berkencan dengan yeoja cantik di depan mata kepalanya sendiri. Saat kyungsoo terjatuh ia tidak merasakan sakit di tangannya walaupun memang tangan kyungsoo menghantam lantai arena dengan cukup keras, kyungsoo yang sebelumnya terlihat tegar menahan tangisnya agar tak pecah, namun kyungsoo hanyalah yeoja yang bisa meluapkan segala perasaannya dengan menangis, dan jadilah kyungsoo menjadikan alasan terjatuhnya untuk menangis karena patah hati. Untuk pasangan kekasih yaitu (kaistal) yang tengah berkencan didepan kyungsoo tadi, mereka tidak melihat dimana adegan kyungsoo yang jatuh dengan tak elitnya tadi.
skip
Jongin kini tengah berada di apartemennya kini jongin mulai khawatir pada kyungsoo pasalnya yeoja bermata bulat itu belum pulang padahal sekarang sudah jam 9.25 pm lewat dari kesepakatan mereka, ya hari sudah malam kyungsoo yang tadi pagi berbicara pada jongin bahwa dia akan tetap dirumah namun saat ini yeoja bermata bulat itu tak memberitahu dan menghubungi jongin bahwa dia sedang diluar.
Jongin akan menelpon kyungsoo tapi kemudian gerakan nya terhenti saat mendengar pintu apartemennya terbuka memperlihatkan seorang yeoja cantik tengah masuk
Cklek
Kyungsoo masuk dengan langkah gontai, saat ini ia masih malas untuk bertemu dengan jongin
"kyungsoo... kau dari mana saja?" tanya jongin
"..." kyungsoo hanya diam kemudian ia berjalan meuju kamarnya
"aku bertanya padamu, kenapa kau pulang lebih dari jam kesepakatan kita?, kau mebuatku khawatir" ucap jongin dengan mata masih menatap kyungsoo penasaran
"..." kyungsoo hanya diam
Kyungsoo sempat menghentikan langkahnya saat ia mendengar ucapan jongin yang menghawatirkannya, namun ia melanjutkan langkahnya tanpa membalas perkataan dari jongin yang kini sedang menatap kyungsoo dengan wajah bingungnya,
Karena tidak ada balasan dari kyungsoo, jongin mulai kesal dan kemudian melangkah menyusul kyungsoo lebih cepat serta menarik tangan kanan kyungsoo
"kau, ada apa denganmu? Apa kau tidak mendengar?" tanya jongin, nada suaranya meninggi
Karena tangan kanan kyungsoo terluka saat jatuh tadi sore ia tampak meringis menahan sakit tanpa berucap apapun, kyungsoo saat ini ingin berteriak saat jongin kini tengah memengang lengan kyungsoo tepat di luka memarnya, namun jongin yang tidak mengetahui tangan kyungsoo yg sedang sakit ia mulai mencengkram sedikit keras pada lengan kyungsoo, karena tak tahan lagi kyungsoo berteriak pada jongin dan menghempaskan tangan jongin dengan tangan kirinya
"LEPPASHHH..." teriak kyungsoo
"..." jongin hanya bisa diam saat melihat kyungsoo kini tengah menatap jongin penuh dengan keamarahan
"maaf jongin, aku lelah biar aku jelaskan besok saja" ucap kyungsoo kemudian masuk ke kamar
'ada apa dengannya' kemudian jongin menyusul kyungsoo masuk
Betapa terkejutnya jongin kini tengah melihat kyungsoo terisak duduk di ranjang dengan tangan kanannya kini tengah memegang tangan kirinya
"kyungsoo-ya ghewncana? Apa yang terjadi denganmu?" tanya jongin cemas sambil melihat kondisi tangan kyungsoo yg sakit.
"hiks.. aku terpleset tadi" ucap kyungsoo terisak
"aku akan mengobatimu" ucap jongin kemudian mengambil perban dan obat
Saat ini jongin tengah mebalut tangan kyungsoo yang mulai membengkak dengan perban. keduanya tidak ada yang berbicara tapi setelah jongin selesai mengobati luka kyungsoo, ia kemudian melihat wajah kyungsoo yang tengah menunduk kemudian namja tan itu berbicara
"mianhe, aku tak melihat luka mu tadi" ucap jongin menyesal
''gwenchana, tidak usah menghawatirkan ku" ucap kyungsoo lebih dingin dari jongin biasanya, kemudian mulai membaringkan badannya menyamping menmunggungi jongin
Pagi ini kyungsoo bangun lebih awal dari jongin, saat kyungsoo hendak beranjak dari ranjang, ia melihat jongin menggeliat tak nyaman.
"eungh.." lenguh jongin
'kumohon tidurlah kembali jongin, aku tidak ingin berbicara denganmu dulu hari ini' batin kyungsoo sembari menatap jongin dengan menggigit bibir bagian bawahnya ia tak ingin melihat jongin bangun, kyungsoo hanya ingin pergi cepat dari aprtemen dan pergi kuliah tanpa harus menceritakan kejadian semalam pada jongin, sepertinya permohonan kyungsoo tak terkabul, mungkin karena jongin yang terlalu sensitive atau apa, kini namja tan itu telah terbangun dengan mata yang masih terlihat mengerjap mengondisikan matanya dengan bias cahaya.
"kau sudah bangun?" tanya jongin
"ne" jawab kyungsoo singkat
"bagaimana lenganmu, apa masih terasa sakit?" tanya jongin lembut tak seperti biasanya
"..." kyungsoo hanya bisa diam
"biar aku lihat" ucap jongin kemudian memegang lengan kyungsoo perlahan
"mungkin, lebamnya akan hilang dalam waktu seminggu" ucap jongin dengan masih memegang lembut tangan kyungsoo yang masih dierban .
"apa kemarin kau pergi bersama sehun?" ucap jongin
Deg
Mata kyungsoo kini terbelalak sempurna, kyungsoo seketika menegang dan gugup, ia tidak tahu bagaimana ia harus menceritakan pada jongin
"kemarin... kau terlihat tidak seperti biasanya, kau berpenampilan cantik didepan nya" ucap jongin tanpa melihat ke arah kyungsoo
BLUSH
Seketika pipi kyungsoo merah padam karena ucapan jongin barusan, tapi tunggu dulu, 'kemarin?' berarti namja tan ini melihat Kyungsoo dong?, ya jongin kemarin tak sengaja melihat Kyungsoo yang tengah mengobrol bersama Sehun di suatu cafe yang dikunjungi jongin bersama Krystal juga, namun Kyungsoo sepertinya tidak melihat Jongin.
"a..aku kemarin, iya aku keluar bersama sehun'' ucap kyungsoo gugup
"tapi kenapa kau tidak memberitahuku?" tanya jongin
"kenapa aku harus memberitahu mu?" tanya kyungsoo balik
"oh, kau benar aku tidak akan mencampuri urusan pribadimu, aku mandi dulu" ujar jongin kemudian mengakhiri pembicaraan dengan kyungsoo pagi ini, Jongin mulai masuk ke kamar mandi meninggalkan Kyungsoo.
Kyungsoo, dengan kondisinya saat ini, nampaknya yeoja bemata bulat itu sangat kesulitan melakukan rutinitasnya, tangan kanannya kini tidak bisa bergerak dengan leluasa, bahkan kyungsoo pagi ini tidak menyiapkan sarapan untuk jongin, tapi sepertinya jongin yang melihat kondisi kyungsoo sekarang ini ia dapat memaklumi kyungsoo, bahkan namja tan ini terlihat sedang duduk di sofa ruang tv tepat di sebelah kyungsoo sembari mengganti perban kyungsoo,kyungsoo yang sedang di perban tangannya pun, ia hanya bisa diam dengan ekspresi yang terkadang sedikit menahan sakit sesaat. Jongin yang melihat bagaimana ekspresi kyungsoo, jongin menjadi lebih berhati-hati saat mengobati kyungsoo.
"sudah" ucap jongin
"terimakasih" ucap kyungsoo dengan mata melihat ke arah wajah jongin
"apa kau pagi ini akan pergi kuliah?" tanya jongin
"iya, mungkin sehun akan datang sebentar lagi untuk menjemputku" ucap kyungsoo memberitahu
''baiklah, jadi aku tidak usah repot-repot mengantarkanmu" ucap jongin kemudian beranjak dari sofa
"lagi pula siapa yang ingin diantar olehmu?" ucap kyungsoo mulai mengajak ribut pada jongin
"tsk, aku sudah berbuat baik padamu, tapi lihatlah apa yang kau balas padaku sekarang oeh?" tanya jongin mulai kesal saat sikap kyungsoo yang sudah kembali menjadi yeoja yang menjengkelkan
"lagi pula aku tidak meminta kau berbuat baik padaku" ucap Kyungsoo santai
"Oke jika lain kali aku melihat kau kesulitan dan jika kau meminta tolong padaku aku tidak akan mau menolongmu lagi" ujar Jongin kemudian pergi dari hadapan kyungsoo.
Kini Sehun sedang menuju apartemen Jongin, namja berkulit albino ini ingin melihat bagaimana keadaan kyungsoo sekarang dan pagi ini ia berencana akan mengajak kyungsoo pergi kuliah bersama seperti biasanya, saat ini Kyungsoo hanya bisa duduk terdiam di sofa wajahnya tengah ia tundukan sepertinya yeoja cantik ini tengah melamun, setelah ucapan Jongin tadi hati Kyungsoo merasa tidak enak pada jongin. Ya seharusnya kyungsoo bersikap lebih baik lagi pada Kim Jongin, tiba tiba terdengar bunyi bel apartemen yang seketika membuat lamunan kyungsoo berakhir.
Ting tong ting tong (anggaplah bunyi bel)
Kyungsoo akhirnya segera berjalan menuju pintu aprtemennya tanpa melihat intercom pun sepertinya kyungsoo sudah tahu siapa yang ada di balik pintu,
"pagi nonna, bagaimana kondisimu?" sapa sehun dengan senyum manisnya
.
.
.
.
.
.
~TBC~
HUWAAAAA... gimana ceritanya? terlalu pendek yah? lanjut jangan? author tunggu kritik dan masukanya yah .
bye sampai ketemu di chap selanjutnya, :*
#mungkin post nya agak lama!
