Maybe You Feel Like What I Feel
.
.
.
.
HAPPY READING
.
..
...
...
SORRY FOR TYPOS
.
.
.
chap sebelumnya
Ting tong ting tong (anggaplah bunyi bel)
Kyungsoo akhirnya segera berjalan menuju pintu aprtemennya tanpa melihat intercom pun sepertinya kyungsoo sudah tahu siapa yang ada di balik pintu,
"pagi nonna, bagaimana kondisimu?" sapa sehun dengan senyum manisnya
CHAP 7
"pagi nonna, bagaimana kondisimu?" sapa sehun dengan senyum manisnya
"pagi, kau lihat tanganku ini? Ini membuat hariku berat" balas kyungsoo
"mian, nonna. Tapi tenang saja aku siap membantumu selagi kau sakit" ucap sehun
"terimakasih sehun, sepertinya tidak usah. Ayo masuk dulu" ajak kyungsoo
Mereka pun masuk kemudian sehun duduk di salah satu sofa
"apa kau mau minum dulu?" tawar kyungsoo masih berdiri
"tidak usah nonna, aku akan menunggu mu disini"
"oke, tunggu sebentar aku ganti baju dulu" ucap kyungsoo
"nde" balas sehun
Kyungsoo pun masuk kekamar untuk mengganti baju dan bersiap-siap pergi kuliah bersama sehun,ketika kyungsoo akan masuk kekamarnya ia melihat Jongin yang tengah menonton sebuah berita di televisi, terlihat sekali wajah jongin yang serius menyimak berita di tv itu sampai tak melihat kyungsoo yang melihat kearahnya.
Jongin sebenarnya tahu siapa orang yang datang ke aprtemen nya, tapi sepertinya Jongin tengah kesal pada kyungsoo sampai pada akhirnya ia tak berniat untuk bertemu dengan sehun.
Kyungsoo sudah mengganti bajunya, yeoja bermata bulat itu kini tengah berjalan menghampiri sehun yang sedari tadi menunggunya
"ayo berangkat" ucap Kyungsoo kemudian berjalan mendekati pintu
"tunggu sebentar!" ucap sehun
"apa nonna tidak punya sepatu?" tanya sehun ketika melihat kaki mungil kyungsoo yang memakai high heals cukup tinggi
"ada, kenapa?"
"seharusnya nonna pakai sepatu saja" ujar sehun kemudian berjalan mendekati rak sepatu yang letaknya tak jauh dari pintu aprtemen.
"..." kyungsoo hanya bisa diam dan memperhatikan apa yang tengah dilakukan sehun. Kemudian sehun mendekati kyungsoo sambil membawa satu pasang snikers putih, namja albino itu kini tengah berjongkok kemudian mulai melepaskan high heals yang dikenakan kyungsoo tadi
"tunggu sebentar nonna, apa nonna bisa mengambil kaus kaki?" tanya sehun
"oh, aku akan mengambilnya" kyungsoo pergi kekamarnya sementara sehun kembali duduk di sofa menunggu kyungsoo
.
"ah, ini. Apa kau akan memakai kan nya?" tanya kyungsoo
"aku sudah bilang tadi, selagi kau sakit aku akan membantu mu" ucap sehun
"jadi hanya ketika aku sakit yah?" gumam kyungsoo
Sehun yang mendengar hanya bisa diam kemudian mengambil sepasang kaus kaki dan mulai memakaikan nya di kaki Kyungsoo
''duduklah" ucap sehun dengan lembut
Kemudian dengan gerakan lembut sehun memakaikan sepatu di kaki kyungsoo, Sehun mulai mengikat tali sepatu itu dengan wajah serius, Kyungsoo hanya bisa diam dan melihat kepala sehun yang kini tengah menunduk
"selesai..., saat kau keluar bersama ku kemarin. seharian kau memakai sepatu dengan hak tinggi itu, pasti kaki kecilmu ini sakit" ucap sehun menatap kyungsoo
"kajja" ucap sehun kemudian berdiri sambil menarik tangan kiri kyungsoo
Jongin hanya bisa berdiam diri menatap kepergian Kyungsoo dengan Sehun, apa yang dirasakan Jongin sekarang mungkin rasa cemburu?.
Sehun dan Kyungsoo kini sudah sampai di kampus mereka, selama perjalanan dari aprtemen Jongin tadi ,Kyungsoo sama sekali tidak membuka mulutnya, entah apa yang sedang dpikirkan Kyungsoo, Sehun yang melihat Kyungsoo sekarang pun ia tak berani untuk menanyakannya.
"pagi Kyungsoo, oh? Ada apa dengan lenganmu?" ucap baekhyun saat melihat keadaan kyungsoo
"pagi baek. Aku akan menceritakan nanti baek" jawab Kyungsoo sembari melirik Sehun disampingnya
Sehun yang merasakan tatapan berbeda dari Kyungsoo hanya dapat memalingkan wajahnya.
"kajja Baek" ajak Kyungsoo sembari tangan kirinya menarik tangan Baekhyun
"y...ya, tapi bagaimana dengan Sehun?" tanya Baekhyun ketika ditarik oleh Kyungsoo
"Biarkan saja" ucap Kyungsoo santai
"nonna, ada apa dengan mu?, apa aku berbuat salah padamu?" teriak sehun ketika kyungsoo mulai menjauh dari sehun di koridor,
'ada apa dengannya? Aneh sekali' batin sehun bertanya
"aishhh... sudahlah, akan ku tanyakan nanti" ujar Sehun kemudian mulai melangkahkan kakinya menuju kelasnya
Kyungsoo saat ini ia sedang duduk dikelasnya, kelas sudah dimulai 30 menit yang lalu sementara itu Kyungsoo terlihat tidak memperhatikan dosen yang tengah menerangkan, Baekhyun, Luhan, Xiumin dan Tao hanya dapat menampilkan ekspresi dengan tanda tanya besar di wajah mereka masing-masing saat melihat keadaan Kyungsoo sekarang,
"Baek..." panggil luhan
"ya, ada apa?" jawab Baekhyun
"ada apa dengan Kyungsoo?'' tanya luhan
" mollayo, sebaiknya kita tanyakan nanti" jawab baekhyun
'ada apa dengan mu kyung' batin Baekhyun
Saat ini terlihat lima yeoja cantik tengah berkumpul di sebuah cafe, ya mereka adalah Kyungsoo beserta keempat sahabatnya. Kuliah mereka telah berakhir beberapa jam yang lalu, Kyungsoo hanya bisa pasrah saat sahabat-sahabatnya mengajak kyungsoo ke cafe agar menceritakan semua masalah kyungsoo.
"bagaimana lenganmu bisa diperban begitu Kyungsoo-ya?" tanya xiumin mengawali pembicaraan mereka
"..." tidak ada jawaban dari kyungsoo
"baiklah, mulailah ceritakan semua yang terjadi denganmu Kyungsoo-ya jangan diam saja" titah Baekhyun
"tangan ku hanya lebam tenanglah, sebentar lagi tanganku akan sembuh, tak usah mengkhwatirkanku" ucap Kyungsoo
" menurutku ada hal lain yang mengganggu pikiranmu Kyung jangan mencoba untuk menutupinya dari kami, ceritakanlah" ucap Baekhyun.
"apa yang harus aku ceritakan, aku tidak apa-apa Baek" jawab kyungsoo dengan mata menatap baekhyun
"aku ini sahabat sedari kecilmu Kyung, dan aku tahu apa yan kau rasakan saat ini" ucap Baekhyun
"sungguh Baek, tidak ada yang terjadi apapun padaku, aku hanya terpeleset dan sudah tidak ada apa-apa lagi"
"aissshh... ya sudahlah, jika Kyungsoo tidak mau menceritakannya kita tidak usah memaksanya" ucap luhan
"ya benar, lagi pula ini kan hari pertama kita setelah satu minggu tak berkumpul seperti ini" ujar tao
"baiklah, kali ini kau tidak menceritakannya pada kami, tapi jika lain kali kau punya masalah kau harus menceritaknnya pada kami" ucap baekhyun
"nde" jawab Kyungsoo mengangguk
Kemudian mereka melanjutkan obrolan mereka dimulai dari Tao yang mulai menceritakan bagaimana kesulitannya saat mengerjakan tugas kuliah serta pembicaraan Xiumin yang membahas bagaimana hubungannya dengan Kim Jongdae atau Chen , di antara lima yeoja cantik itu memang hanya tersisa dua yang belum menjalin hubungan dengan namja yaitu Baekhyun dan Luhan entah kenapa dua yeoja cantik itu belum memiliki pasangan.
"apa kau akan pulang dengan Sehun lagi Kyung?" tanya Baekhyun
"sepertinya tidak, mungkin aku akan naik bus saja" balas kyungsoo
"dengan kondisi tanganmu yang sedang sakit ini kau akan naik bus?" ucap luhan dengan nada meninggi
"memangnya kenapa?, ada yang salah?" ucap Kyungsoo dengan wajah polosnya
"tidak-tidak biar Baekhyun mengantarmu saja" susul Xiumin
"ya, kyungsoo-ya aku akan mengantarmu" tukas Baekhyun
"gumawo, kalian memang sahabat terbaiku" ucap kyungsoo sambil menatap satu persatu sahabatnya
Kim Jongin kini namja tan itu tengah berbicara dengan sesorang dibalik ponselnya, sesekali jongin akan mengukir sebuah senyum di wajahnya saat berbicara dengan seseorang itu, ya jongin kini sedang berbicara lewat telpon bersama sang kekasihnya –krystal. Pembicaraan keduanya berakhir. Saat Jongin akan meletakan poselnya tiba-tiba terlihat layar ponsel Jongin yang kembali bergetar memperlihatkan sebuah nama bertuliskan 'Appa', jongin kemudian menerima panggilan dari appa nya.
"yeoboseo.."
'' jongin-ah apa kau sedang di aprtemen sekarang?" tanya Kim Jungsoo
"ah.. ne appa aku sedang di aprtemen, kenapa?" balas jongin kemudian bertanya
"ah, tidak ada apa-apa hanya saja umma mu ingin bertemu dengan Kyungsoo sepertinya dia merindukan Kyungsoo"
"benarkah, lalu sedang apa umma sekarang?" tanya Jongin
"dia sedang berkumpul dengan teman-teman lamanya"
"bagaimana dengan kuliah mu jongin?"
"baik appa, tahun ini aku akan lulus dan aku siap memimpin perusahaan appa nanti"
"appa bangga padamu jongin"
"terimakasih appa, aku hanya melkukan yang terbaik untuk appa dan umma"
"ah, ya sudah Jongin lain kali appa akan menghubungi mu lagi dan sampaikan salam appa pada Kyungsoo dan ingat kau harus menjaganya jangan sampai terjadi apa-apa denganya"
"nde appa" balas Jongin singkat
Saat ini Bekhyun dan Kyungsoo sedang diperjalanan menuju aprtemen Jongin,
"kyung..." panggil Bekhyun pada kyungsoo tanpa mengalihkan pandangannya yang tengah menyetir
"ya, ada apa?"
" bagaimana hubunganmu dengan Jongin?" tanya Baekhyun
" baik-baik saja, tidak ada hal yang terjadi di antara kami baek" jawab Kyungsoo
"benarkah, tapi sepertinya aku melihat hal yang bebeda dengan mu Kyungsoo" ucap Baekhyun
"sungguh Baek Aku baik-baik saja"
"sudahlah, jika kau tak ingin cerita"
"bagaimana dengan mu?" tanya Kyungsoo
"apa nya yang bagaimana?" Baekhyun balik bertanya dengan wajah yang nampak bingung karena pertanyaan Kyungsoo
"Semenjak kau diantar pulang oleh Chanyeol oppa , bagaimana? Aku yakin pasti telah terjadi sesuatu antara kalian?" ucap kyungsoo menyelidik
Baekhyun yang mendengar pertanyaan dari Kyungsoo seketika yeoja bermata sipit itu menjadi salah tingkah dan gugup, Baekhyun kebingungan apa yang harus ia katakan pada Kyungsoo . setelah kejadian dimana Baekhyun diantar oleh Chanyeol memang Baekhyun tidak menceritakannya pada Kyungsoo, Baekhyun tidak menyangka jika Kyungsoo akan membahas tentang kehidupan pribadinya.
"t..tidak, tidak ada sesuatu yang terjadi antara kami" ucap Baekhyun gugup
"benarkah, tapi kenapa kau gugup seperti itu?" tanya Kyungsoo
"yak.. kyungsoo-ya ada apa dengan mu?, kenapa kau membahas aku dengan si idiot itu eoh?" Baekhyun mulai kesal pada Kyungsoo, karena Baekhyun tidak ingin menceritakan tentang hubungannya dengan Chanyeol
"eh, kenapa kau marah seperti ini? Aku semakin yakin pasti terjadi sesuatu yang belum aku ketahui'' selidik Kyungsoo menatap Baekhyun
"baiklah, aku menyerah tapi aku tak akan kau sendiri tak ingin menceritakan masalah mu padaku" ucap Baekhyun
'aishh..., seharusnya aku mendiamkannya saja' batin Baekhyun. Perasaan Kyungsoo sekarang mulai terhibur akibat perbincangan Kyungsoo dengan Baekhyun tadi mungkin untuk sejenak ia bisa melupakan masalah hatinya yang sakit karena Jongin.
Kyungsoo sedikit mengulas senyum saat mendengar ucapan dari Baekhyun,
"kau kenapa senyum seperti itu, eoh?" tanya Baekhyun sambil menatap ke arah kyungsoo
"memangnya kenapa, apa aku tak boleh senyum?" tanya Kyungsoo balik
"bukan tidak boleh, hanya saja aku bingung akan perubahan mood mu yang tiba-tiba"
"sudahlah kau fokus saja dengan jalan di depanmu" ucap Kyungsoo sambil menunjuk jalan
"ishhh...'' gerutu Baekhyun kemudian kembali fokus menyetir
Kyungsoo mulai melangkahkan kakinya masuk ke Apartemen miliknya dengan Jongin.
"aku pulang" ucap Kyungsoo sambil menutup pintu kembali
'apa Jongin tidak ada?' batin Kyungsoo
Kyungsoo mulai melangkahkan kaki nya menuju kamar, saat ia berjalan ia menghentikan kakinya saat ia melihat Jongin yang tengah tidur si sofa, dalam benak Kyungsoo ingin sekali Kyungsoo menghampirinya tapi Kyungsoo tahu, bahwa Kyungsoo bukanlah orang yang berasrti untuk Jongin.
Skip
Setelah beberapa menit Kyungsoo kembali keluar saat ini terlihat ditangan kirinya membawa sebuah bantal serta selimut, sedangkan tangan kanan Kyungsoo yang masih sakit saat ini tak terlihat perban yang membalut tangan mungilnya, kyungsoo mulai melangkah mendekati Jongin. Ketika Kyungsoo tepat berdiri di depan sofa Kyungsoo dapat melihat wajah Jongin yang terlihat polos saat tidur, Kyungsoo mulai mengangkat kepala Jongin dengan hati-hati, Kyungsoo nampak kesulitan saat mengangkat kepala Jongin terlebih lagi dengan keadaan tangan Kyungsoo yang sedang sakit.
Pagi menjelang, terlihat seorang yeoja yang tengah berusaha mengambil sesuatu di lemari yang letaknya lumayan tinggi, ya yeoja itu tak lain dan tak bukan ialah Kyungsoo yeoja imut bertubuh mungil yang tengah kesulitan saat akan mengambil sereal di atas lemari yang berada didapur, sudah berkali-kali Kyungsoo melompat agar ia bisa menjangkau sereal itu, dengan kondisi Kyungsoo saat ini ia hanya bisa sarapan dengan sereal, kyungsoo tak bisa menyiapkan sarapan seperti biasanya.
"aishh... kenapa susah sekali?" ucap Kyungsoo sedikit kesal
Kyungsoo tak kehilangan akal ia mulai memikirkan bagaimana cara agar ia bisa menjangkau kotak sereal itu, kemudian Kyungsoo mulai menarik sebuah kursi dan mulai menaikinya, dan dengan mudah Kyungsoo dapat mengambil kotak sereal itu, ekspresi Kyungsoo saat ini terlihat sangat senang dan puas. Jongin yang sedari tadi melihat tingkah Kyungsoo hanya dapat berdiam diri di pintu tanpa bersuara,ya jongin sedari tadi meperhatikan apa yang dilakukan Kyungsoo.
Flashback
Duk-duk-duk
Terdengar suara lantai yang tengah terhentak, jongin yang sedang tidurpun terbangun karen suara yang berasal dari arah dapur itu,
"eungh.. berisik sekali" Jongin melenguh
Jongin baru menyadari bahwa ia tidak tidur dikamarnya melainkan dia tidur di sebuah sofa lebih tepatnya sofa ruang tv, Jongin sedikit tertegun saat melihat selimmut yang tengah ia pakai
'apa dia membawakanya?' batin Jongin bertanya
"ah.. pasti dia, memangnya siapa lagi kalau bukan dia jongin, tidak ada orang lain lagi selain dia di aprtemen ini" Jongin berucap menjawab pertanyaanya sendiri seperti orang bodoh.
Kemudian Jongin mulai berjalan kedapur ia tertegun saat melihat Kyungsoo yang tengah melompat dengan tangan kiri yang terulur keatas untuk menjangkau sebuah kotak sereal.
Flashback end
Saat Kyungsoo akan kembali turun ia sedikit kaget saat melihat Jongin yang tengah menatapnya , hampir saja Kyungsoo terjatuh dari atas kursi jika ia tak menjaga keseimbangannya.
"aigooo..." ucap Kyungsoo kaget, masih dalam posisi berdiri di atas kursi
"apa yang sedang kau lakukan?" tanya Jongin
"Apa kau sekarang mulai buta?" dengus Kyungsoo
.
.
.
.
.
~TBC~
Hehe kependekan yah?, bisa tebak apa kelanjutanya?, selalu di tunggu masukan dan kritikannya yah! jangan bosen-bosen nunggu kelanjutan ff ini! see you bye!
